Kerja Bisa, Gaming BISA! | ASUS Expertbook Ultra B9406CAA (YouTube Video)
Judul dari laptop yang satu ini adalah laptop bisnis, tapi enggak cuman performanya aja yang galak, dia juga jatuhnya adalah laptop yang tangguh. Enggak percaya? Kita kasih lihat. Sangat enggak masalah untuk laptop ini menangani beban 90 kilo, bahkan sampai 100 kilo pun juga kabarnya masih enggak ada apa-apanya, bisa-bisa aja. Nih, buktinya masih bisa nyala setelah digencet oleh saya. [tertawa] Secara hinge layarnya juga jatuhnya dia udah aman, jadi dipegang seperti ini pun juga enggak masalah, malah saya nya agak deg-degan. Dan juga enggak ketinggalan tentu adalah bagian keyboard nya. Laptop yang satu ini udah tahan air, jadi kalaupun kesiram, it's okay, sok monggo silakan karena setelahnya tetap masih bisa kita pakai. Ini dia ASUS ExpertBook Ultra. Nobotech review. Bismillah, alhamdulillahirobbilalamin, washolatu wassalam ala rosulillah, barengan sama Nobo di sini. Ini adalah ASUS ExpertBook Ultra B9406CA. Itu dia nama lengkap dan juga kode dari laptop yang satu ini. Satu buah laptop yang labelnya adalah bisnis tapi bisa dibandingkan dengan laptop gaming yang pakai RTX 4050 setara 50 watt. Nah, seru enggak tuh? Mungkin kalian ingin berkomentar, 4050 tapi 50 watt mah enggak sakti-sakti amat. It's, tunggu dulu, laptop ini enggak ada diskrit GPU, dia ini menggunakan integrated GPU. Nah, seru kan? Makanya ASUS ExpertBook Ultra ini bisa punya ketipisan dan juga bobot yang ringan, 0,99 kilo aja dengan ketipisannya hanya di 1,09 senti aja. Tapi kalau kita ngomongin masalah enteng-entengan body, emang enggak bisa cuman karena komponennya aja, tentu dari casingnya juga harus kita bahas. Laptop yang satu ini udah menggunakan aerospace grade magnesium alloy. Judul laptop bisnis atau profesionalnya ASUS ExpertBook Ultra ini juga akan berasa kalau kita ngelihat bagian desainnya. Enggak ada yang aneh-aneh, enggak ada lengkungan-lengkungan ajaib, clean minimalist design. Apalagi warna moon grey yang lagi saya pegang ini. Ada sih satu lagi, warnanya kalau enggak salah jet fog, hitam, tapi saya lebih suka yang ini karena emang sesuai dengan estetik studio, kayaknya lebih masuk. Selera pribadi untuk syuting ya. Secara finishing-nya sendiri, laptop ini juga udah pakai nano ceramic, jadi enggak cuman sleek aja, tapi juga tahan goresan untuk body laptopnya. Aman untuk kita taruh di tas yang mungkin akan bersatu dengan koin dan juga kunci-kunci. Begitu laptop ini kita coba buka, kita akan ngelihat desain layar yang saya masih bisa klasifikasikan lagi-lagi sebagai laptop bisnis atau laptop profesional ya. Bukan yang tipe bezel-less, benar-benar laptop kerja pada umumnya aja, tapi secara layar dia udah menggunakan 3K tandem OLED. Brightness-nya up to 1400 nits dan udah menggunakan Corning Gorilla Glass Mate. Jadi, kalau ngelawan arah cahaya, kita bisa ngelihat pantulannya itu masih aman. Untuk masalah akurasi warna sendiri, dia ini udah menggunakan DCI-P3 100% dengan refresh rate 120 Hz dan juga untuk layarnya sendiri ini udah touchscreen. Melengkapi layarnya, laptop ini juga udah menggunakan 6 buah speaker, ada 4 woofer dan juga 2 tweeter di sana. Udah disetting juga Dolby Atmos. Untuk satu buah laptop Windows, ini punya suara yang clear, empuk, nyaman, pokoknya beda dengan laptop Windows pada umumnya yang pernah saya coba. Mengapit 2 buah lubang speaker, kita akan melihat hadirnya keyboard di situ yang sudah menggunakan travel key 1,5 mm, jadi enak dipakai ngetik dan enggak ketinggalan juga sudah memiliki pelapis eximer UV coating. Jadi, tulisan di keyboard-nya sendiri ini enggak akan mudah pudar. Dan di bagian bawahnya, kita akan ketemu dengan satu buah touchpad atau trackpad yang ini beda cerita. Karena dia udah memiliki 6 buah sensor, di mana akhirnya kita menggunakan touchpad dari laptop ini tuh rasanya menyenangkan banget, super-super satisfying. Sayangnya, yang namanya video kita belum bisa transfer rasa, baru bisa cerita aja. Tapi kalau kalian punya kesempatan, jajal-jajal laptop yang satu ini, misalkan lagi ada show unit-nya atau apa, jajal deh. Akan senang main-main sama trackpad-nya. Oh ya, kalau kita ngomong laptop tipis, itu biasanya harus bawa dongle ke mana-mana. Tapi alhamdulillahnya si Asus ExpertBook Ultra ini punya port yang udah lengkap. Di bagian sebelah kiri udah ada USB Type-C, ada USB Type-A, HDMI, dan juga ada audio combo jack. Di bagian sebelah kanannya ada USB Type-C dan juga ada USB Type-A. USB Type-C-nya udah menggunakan teknologi Thunderbolt 4, sementara USB Type-A-nya udah menggunakan USB 3.2 Gen 2. Dan HDMI-nya tentu HDMI 2.1. Nah, jadi secara fisik laptop ini masuk dalam kelas premium dan juga udah cakep lah. Pertanyaannya, performanya sekarang gimana? Sempat dibahas, setara RTX 4050 50 watt. Gimana ceritanya dengan integrated GPU? Nah, ini kunciannya ada di sini, Pak. Bu, di sini, nih. Laptop ini udah menggunakan Intel Core Ultra Series 3. Spesifikasi tertingginya itu udah bisa menyentuh Intel Core Ultra X9. Sementara yang saya pegang ini menggunakan Intel Core Ultra X7 berpadu dengan RAM 64 GB LPDDR5X dan storage-nya 2 TB M.2 PCIe Gen 5. X di Intel seri ini berarti secara internal GPU-nya atau integrated GPU-nya udah meng- gunakan teknologi terbarunya Intel, yaitu Intel Arc B390. Yang mana memang secara kemampuan dia ini setara dengan RTX 4050 yang drop power 50 watt. Bahkan dalam beberapa skenario masih bisa tuh ngelawan RTX 5050. Tentu karena laptop ini adalah laptop profesional, jadi kalau kita terjemahkan ke penggunaan kerja, misalnya kita pengen ngebuka file Excel yang ternyata besarannya itu sampai dengan ratusan mega gitu ya, perlu pivoting, ngolah data ini itu semua segala macam, laptop ini sudah aman. Jadi, finance enggak perlu pakai laptop gaming, yang ini sudah bisa gitu kan. Atau kalian pengin bikin presentasi PPT tapi banyak-banyak video, banyak-banyak transisi, itu juga enggak masalah, laptop ini sudah bisa menangani. Oh, tapi Vik, saya lebih suka menggunakan laptop gaming karena sesekali pengin main FIFA atau pengin main game pas lagi istirahat makan siang. Oh, tenang saja ya, saya sempat coba main game WWE 2K 25, dia ini masih bisa nahan di 60 FPS pas lagi game play. Nah, tentu kalau untuk kerja ala saya yang suka ngedit-ngedit video gitu ya, saya sempat coba ngejalanin file 4K 60 FPS 10-bit 420 pakai DaVinci, di sini mengolah dengan aman, rendering juga aman. Tapi gini, catatannya ada memang, dia kalau pengin full power menggunakan turbo mode di 50 watt-nya, kita bisa drop power setinggi itu harus sambil dicolok memang. Tapi, uji coba saya, benchmarking semua segala macam, itu tanpa dicolok dan data-data benchmark-nya seperti ini. Sudah ajib lah ya. Yang menarik adalah di saat saya coba ngedit, enggak sambil saya colok dong saya karena pengin nge-push tahu seperti apa kemampuan baterainya. Eh, benar loh, 4K 60 FPS tidak ada masalah sama sekali sambil diwarnain, ini masih aman. Dan untuk render videonya sendiri, video 10 menit ini berhasil di-render ke 4K 30 FPS dalam waktu 7 menit saja. Tanpa nyolok. Nah, tentu lanjutan pertanyaannya adalah masalah dalamannya gimana Vik kalau di-push sampai 50 watt ini laptop tipis, ringan gitu ya. Tenang saja, dia sudah punya ASUS Expert Cool Pro System namanya. Jadi, sistem pendinginnya itu di dalamnya lengkap, ada dua kipas, terus juga ada tiga heatsink, dan juga ada tunnel airflow di dalamnya yang memungkinkan si SSD itu jadi bekerja dengan kondisi lebih dingin juga. Nah, mumpung lagi bongkar-bongkar bagian belakang, baterainya dia ini menggunakan 70 watt hours dan juga saya uji coba experience saya cabut pagi sorenya itu ternyata dia menyentuh 22%. Jadi benar-benar bisa dipakai seharian. Tinggal kita colok aja malamnya atau ya colok aja besokan paginya pas baru sampai tempat kerja karena memang secara charging time nya pun juga dia ini cukup cepat. Nah, tentu yang namanya laptop bisnisnya Asus itu enggak cuman masalah hardware dan juga desain. Ada extra service lebih yang bisa kita dapatin karena memang harganya kan juga premiumnya. Yang pertama laptop ini udah hadir dengan Asus Expert Panel. Jadi ini adalah instant control ala ExpertBook. Ada juga Asus My Expert integrated AI nya punya ExpertBook. Ada AI Expert Meet asisten pribadi untuk meeting dan juga bikin MOM. Ada juga Asus Expert Guardian yang udah NIST SP 800-193 compliant dan Asus Security Processor penjagaan security level hardware jadi tidak hanya di software aja. Dan juga tentu layaknya Asus ExpertBook lain dia ini udah lolos yang namanya MIL-STD-810H dengan total pengujian 24 pengujian. Lebih banyak dibandingkan dengan laptop-laptop pada umumnya. Nah, tadi saya sempat menyinggung tuh sedikit masalah harga yang premium. Emang harga Asus ExpertBook Ultra ini berapa? Oke, start dari 38499. Loh, kok bisa? Aku ingin melotot. Sabar. Faktanya adalah memang selain premium service dan juga premium features dan juga premium lain-lainnya lagi laptop yang satu ini juga dilengkapi dengan pol-polan gitu ya secara chipsetnya terus juga secara RAM nya dan juga secara storage nya. Rasa-rasanya masih fair price terutama untuk yang emang pengen pakai laptop ini buat kerja gitu ya. Jadi you will know how to spend your money and gain more money menggunakan laptop yang satu ini. Menurut saya sih seperti itu. Tapi menurut kalian gimana? Tulis di kolom komentar dan kita diskusi. Untuk sekarang Taufiq Nobo undur diri. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye. [musik] warahmatullahi wabarakatuh. Baik.
