KESALAHAN FINANSIAL SAAT AWAL BUKA USAHA | HAL SIMPEL TAPI FATAL! (YouTube Video)
T. Yo, guys. Welcome back to IW series. I wish I knew it earlier. Series di mana gua sharing pengalaman pribadi hidup gua dengan harapan bisa menjadi insight baru buat kalian yang nonton. Nah, kalau di episode pertama gua udah bahas kesalahan finansial yang bikin ekonomi pribadi gua jadi stuck atau bahkan minus. Di episode kedua ini gua pengen bahas kesalahan finansial juga tapi kali ini bikin perkembangan usaha gua jadi stuck atau bahkan kadang-kadang jadi minus juga. Nah, sebelum kita bahas lebih dalam, gua cerita latar belakang gua dulu ya, supaya yang baru nonton ini bisa nyambung atau bisa connect dengan cerita yang gua sharing. Nah, kalau di episode sebelumnya atau di episode 1 gua bahas atau sharing kesalahan finansial yang gua perbuat yang membuat pertumbuhan ekonomi pribadi gua jadi ng-stuck atau bahkan kadang-kadang minus. Nah, di episode kedua ini gua akan bahas juga kesalahan finansial yang pernah gua perbuat, tapi berefek ke pertumbuhan ekonomi atau finansial di usaha gua pribadi. Untuk yang belum tahu, gua adalah seorang driver online yang mempunyai sebuah usaha kecil, UMKM. Di usaha kecil itu ini kita bergerak di bidang otomotif. Kita menyediakan jasa perawatan mobil mulai dari cuci mobil yang premium, kemudian poles-poles supaya jadi kinclong sampai ke proteksi cat mobil. Biasanya disebut salon mobil atau kerennya auto detailing ya. Tapi sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam, gua pengen cerita latar belakang dulu ya supaya kalau yang baru nonton channel gua ini, kalian bisa nyambung atau bisa connect dengan latar belakang gua. Yang pertama, jadi perkenalkan gua adalah seorang driver online yang juga mempunyai sebuah usaha kecil UMKM gitu. Usaha gua ini bergerak di bidang otomotif dan kita ini adalah workshop jasa perawatan mobil atau simpelnya salon mobil. Kita bersih-bersih mobil customer dari yang tadinya bekas pemakaian jadi hampir seperti baru lagi. Kurang lebih seperti itu ya. Usaha ini sudah gua mulai atau sudah gua rintis dari tahun kurang lebih 2013 dan gua memulai usaha ini itu dari nol. Benar-benar gua merintis semuanya sendirian dan ini adalah usaha gua sendiri pure. Bukan usaha inheritance dari bokap atau warisan ya. Pokoknya intinya gua memulai segalanya dari nol. Nah, memulai dari nol itu maksudnya adalah gua memulai segalanya. benar-benar segalanya, Guys. Mulai dari pembukuan, bikin website, marketingnya sampai jadi operatornya itu gua juga ngelakuin sendirian. Dari situlah gua mulai berjalan dari 2013 gua ngelakuin itu terus sendirian semuanya. Tahun sat, tahun kedua makin lama makin lumayan orderannya makin ada terus. Cuman yang menjadi masalah seiring berjalannya waktu gua malah merasa kok usaha gua ini kayak ng-stak orderannya ada terus duitnya masuk. Tapi kok rasanya setiap kali mau dikembangin, mau keluarin budget untuk sebuah perkembangan lah, mau ngembangin usaha, kok rasanya uangnya enggak ada terus. Jadi, ya gua enggak berani melakukan suatu perubahan di usaha gua ini. Jadi, ya udah gua menjalani usahanya itu day by day begitu terus aja kayak kayak hamster yang lari di putaran roda gitu loh siklusnya. Kalau orang bilang kan seperti red race, muter-muter situ aja. Nah, seiring berjalannya waktu dari tahun kedua, tahun ketiga sampai ke tahun keempat, tahun kelima, gua masih terus bertanya-tanya terus. Kok usaha gua nih kayaknya ng-stuck nih, kenapa kok susah banget mau ngembanginnya? Untungnya gua orangnya tuh suka untuk evaluasi atau self assessment, evaluasi pertanyaan-pertanyaan yang pernah gua tanyakan sebelum-sebelumnya. Kenapa begini? Kenapa A? Kenapa B? Kenapa C? Gua cari terus tuh jawabannya. Dan sampailah ke pertanyaan yang ini, kenapa usaha gua nge-stuck padahal udah dari tahun ke tahun gua jalanin? Ternyata jawabannya simpel, yaitu cuman karena gua enggak misahin keuangan usaha gua dengan keuangan pribadi. Simpel, sesimpel itu, Guys. Jadi, kesalahan inilah yang membuat usaha gue ini keuangannya tuh enggak berkembang. Nah, karena uang keuangannya enggak berkembang, ya usahanya juga enggak berkembang. Kenapa? Nih gua jelasin, ya. Jadi sesimpel kita misahin rekening, rekening usaha atau perusahaan dengan rekening pribadi, kita jadi bisa mengatur skala prioritas dan budgeting yang lebih wise, lebih disiplin. Contoh ya kita langsung pakai contoh aja deh. Gua sharing pakai contoh supaya gampang ya ngertiin. Usaha gua ini di hari Senin gua mendapatkan omset R1 juta. Nih kita ambil contoh nih segitiga ya. di atas ini adalah pemasukannya R1 juta. Yang tadinya awalnya ini langsung masuk ke rekening pribadi R1 juta. Otomatis gua seorang diri gua berpikir, "Widih, gua berarti punya R juta nih hari ini untuk dispend." Punya R juta yang bisa dipakai untuk mungkin keperluan pribadi atau keinginan pribadi bahkan. Dan karena ini masuk ke rekening pribadi gua, gua jadi lupa ini adalah sebuah omset R1 juta, bukan profit atau net profit. Nah, dari lupanya itu si usaha ini jadi enggak ada omset yang harus dipisahin ke sana. Kita tergerus kepakai di sini semua nih di kebutuhan sama keinginan pribadi gitu. Jadi dari R1 juta bus langsung masuk ke rekening pribadi, besoknya langsung cuman sisa Rp200.000. Nah, pada saat sisa Rp200.000 gua baru ingat, oh iya ini kan dari usaha nih, baru gua masukin ke sana Rp200.000 R000 yang pada akhirnya ya gitu usaha gua ini enggak ada tahanan modalnya, enggak ada rekening yang enggak ada dana yang ngendap di situ yang berakibat kalau gua mau ngapa-ngapain, mau ngembangin usaha, ya gua enggak enggak bisa karena uangnya enggak ada. Udah terlanjur dipakai di sini nih di keperluan sama keinginan pribadi gitu. Sedangkan bedanya kalau kita pisahin langsung, balik lagi ya masuk R1 juta. Ini ada rekening usaha masuk ke sini dulu. Ini rekening pribadi nih. Oke. Nah, ini R1 juta masuk sini. Karena sudah masuk ke rekening usaha, mindset kita langsung berubah. Kita pikir, "Oh, ya, ini R1 juta adalah omset. Kita perlu potong dulu namanya modal operasional, ya kan? Terus ada yang namanya HPP, kemudian ada budgeting untuk perkembangan usaha. Ya, kalau di perusahaan gede kan biasa ada yang namanya R&D, research and development. Kemudian ada budgeting advertising atau marketing. Terus budgeting lain-lain lah pokoknya yang untuk mendukung perkembangan si usaha dengan dipisahin gitu. Jadi kita udah disiplin di sini. Oke jutanya gua pakai dulu untuk perkembangan usaha. Sisanya net profit misalkan dari Rp1.800 kita pisahin untuk usaha 200-nya barulah kita bisa sharing ke rekening pribadi gitu. Nah, dari sesimple misin rekening ini, usaha gua jadi bisa mulai berkembang karena ya itu skala prioritasnya enggak terbalik. Yang tadinya dapat R1 juta harusnya 800 untuk usaha, untuk perkembangan usaha. Karena rekeningnya cuman satu, gua malah terbalik. 800-nya gua pakai buat foya-Foya, 200-nya gua pakai buat di usaha. Jadinya usahanya minus terus. Sekarang gua balik jadi R1.8 800 untuk usaha, perkembangan usaha, 200-nya untuk keperluan atau keinginan pribadi. Nah, dari situlah gua baru mulai merasakan yang namanya perkembangan usaha, pertumbuhan ekonomi di usaha gua. Karena ya itu kita udah misahin dana kan ya, budget misalkan le saya Rp1.800 tadi, HPP-nya misalkan 300, kita ada uang mengendap Rp500.000 R yang bisa kita pakai di usaha untuk segala macam pergerakan lah. Kalian bisa pakai untuk R&D produk mungkin kalau yang jualan produk. Kalian bisa pakai untuk budgeting advertising, marketing. Kemudian kalian bisa pakai untuk penambahan mesin, mungkin penambahan operator atau tahanan modal untuk nambah SDM juga bisa. Jadi karena udah dipisahin di sana, kita jadi lebih rela atau lebih memprioritaskan uangnya dihabisin di usaha, bukan di keperluan pribadi. Dengan gitu ya kita jadi hidup frugal living ya. Bukan frugal living dalam artian ngirit banget enggak ya. Tapi kita jadi lebih bisa disiplin atau efisiensi dalam pengeluaran di pribadi. Di usahanya kita bisa lebih jor-joran ibaratnya ya santainya ya. Bayangin aja masuk Rp1.800 800 udah di usaha semua. Pokoknya taruh di sana semua. Nah, ibaratnya kepakai 200 sisa 600.000 di usaha. Oke, kita jadi mindsetnya oke ini usaha butuh apa lagi nih? Contohnya kayak saat-saat ini kan kita udah zamannya ngonten nih. Usaha mana yang enggak pakai konten enggak ada sekarang. Bahkan perusahaan-perusahaan gede aja fokus ke ngonten. Nah, dengan kita pisahin punya dana Rp600.000 nih, let's say di usaha, rekening usaha. Jadi kita siap. Oke, berarti 600.000 untuk ningkatin volume orderan. Untuk yang saat ini kita bisa ngapain nih? Higher content creator ya kan, higher editor, kemudian higher social media agency. Jadi usahanya itu hidup dari konten dan sosial media usaha juga bisa berkembang. Yang berefek positifnya ya usahanya makin naik dong, volume orderannya naik. Sedangkan di kita nih hidupnya jadi tetap sederhana, biasa aja gitu. Enggak perlu yang jor-joran banget, tapi cukuplah gitu, Guys. Jadi, simpelnya adalah sepenting itu ya dan sesigfikan itu bedanya misahin rekening sama cuman punya satu rekening. Jadi, kesimpulannya, Guys, sesignifikan itu dan sepengaruh itu ya, hal sepele atau hal simpel yang gua sharing, misahin rekening pribadi. Sesignifikan itu hasilnya. Dengan gua sharing ini, gua harap kesalahan gue ini bisa membuka atau memberikan insight buat kalian yang lagi baru mau mulai usaha nih. Oh, iya ya, ternyata oke, kita baru mau mulai. Berarti apa nih langkah pertama yang harus dilakukan? Yaitu bikin rekening usaha. Jangan dicampur ke rekening pribadi. Kesimpulannya berikutnya, jangan pikir kalau kalian itu adalah usaha kecil. Jangan mengecilkan diri kalian sendiri, Guys. Gua sering ketemu orang ya yang ngomong, "Al usaha gua kecil lah. Ngapain sampai begitunya lah." Justru dari usaha kecil untuk menjadi besar ya kita butuh yang namanya disiplin keuangan. Dan faktor salah satu faktor penting yaitu yang tadi pemisahan rekening usaha dan rekening pribadi. Jadi jangan mengecilkan usaha kalian sendiri yang mana malah membuat beneran usaha kalian ng-stak kecil terus jadinya karena kalian yang ngecilin usaha kalian sendiri. Alah kecilah ngapain sampai begitunya. Justru dengan sharing begini, gua harap yang punya usaha juga bisa jadi lebih maju nih, bisa lebih berkembang. Dan dengan begitu juga kalian bisa membedakan. Dan dari hal sesimpel ini, misahin rekening usaha dan pribadi, ini menjadi salah satu perbedaan yang signifikan juga antara seorang yang sekedar menjadi pedagang sama seseorang yang menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang mau maju. Tapi bukan berarti yang enggak mau misahin rekening ini enggak bakal maju ya. Enggak, gua enggak ngejust gitu juga. Itu adalah preference kalian masing-masing. Ini adalah sharing dari gua pribadi dan gua merasa dari hal yang sesimpel itu aja, dari disiplin keuangan juga efeknya lumayan massif di hidup gua. Jadi gua berpikir, oke gua harus share ke kalian nih supaya bisa dapat insight. Nah, dari tadi gua belum cerita ya untuk efek positifnya di usaha gua ini, gua berhasil ya kita tarik balik ke latar belakang. Tadi kan gua bilang, gua memulai segalanya sendirian dari jadi operator, cuci mobilnya, tukang polesnya, ngiklanin bikin website, ngik bikin sosial media, kemudian ngonakin customer, balas-balasin customer sampai ke pembukuan sendiri, itu gua lakukan sendiri. Nah, efeknya, efek positifnya dari hal sesimpel misahin rekening, gua jadi bisa dari yang sendirian bisa jadi punya tim. Jadi sekarang gua adalah leadernya di atas sini. Gua bisa punya gua enggak bilang karyawan, enggak bilang bawahan ya. Karena kita, we work as a team kalau menurut gua. Jadi gua punya yang namanya admin. Dia akan dia yang mempunyai jobd khusus untuk membalas chat customer ya kan. Meng-follow mem-follow up customer. Kemudian dia juga fokus untuk meng-update pekerjaan-pekerjaan di usaha gua ke customer dan itu efeknya positif banget dan kita juga jadi lebih profesional kan. Kemudian gue juga berhasil punya tim yang ada strukturnya, ada senior detailer, ada junior detailer sampai ke helper. Dan gue juga berhasil untuk meng-hire editor dan content creator yang mana bisa meningkatkan volume orderan yang masuk ke usaha gua. Jadi sesimpel itu. Jadi rekening usaha ini akan gua terus gua putarkan untuk perkembangan usaha itu sendiri. Jangan gua tarik ke sini keperluan atau bahkan keinginan pribadi yang enggak enggak kadang-kadang. Nah, tapi bukan berarti juga udah dipisahin gitu. Rekening usaha kita juga enggak tarik sama sekali ya. Karena kan kita pribadi juga butuh hidup. Kalau gua yang gua terapkan adalah gua menggaji diri gua sendiri. Ini sekedar tips ya, tiap orangnya bisa beda-beda. Kalau gua sih yang gua lakukan adalah dari rekening usaha gua tarik gaji ke rekening pribadi. Jadi itu membuat gua juga lebih disiplin dalam keuangan, enggak terlalu headon dan gua bisa berlatih untuk hidup sederhana. cukup yang efeknya juga ya dengan hidup sederhana ini ini berkembang otomatis kan lama-lama gua juga ikutan naik daripada gua menghabiskan uang dengan sesaat gitu ya tapi jadi ekonomi gua kelasnya di sini-sini terus dengan usaha gua berkembang otomatis kan lama-lama gua naik walaupun kehidupan gua tetap sederhana. Jadi pelajaran yang bisa gua share kali ini di cerita kali ini jangan pernah remehin hal-hal yang sepele. Karena sesimpel pisahin rekening aja ternyata efeknya cukup besar banget ke kehidupan bahkan ke kelangsungan usaha yang kalian jalanin. Tapi disclaimer ya, gua cerita begini bukan untuk mendikte kalian kalau hal yang gua sharing ini adah hal yang paling betul atau hal yang paling benar. Disclaimer ini adalah sharing pengalaman pribadi gua yang menurut gua ini adalah suatu hal yang positif dan menurut gua ini bisa gua share lah untuk menjadi insight baru buat kalian yang mungkin baru mau mulai usaha atau mungkin lagi memiliki pertanyaan yang sama seperti beberapa tahun lalu yang di kepala gua kok usaha gua kok ng-stuck aja ya kenapa ya? Nah, siapa tahu dengan gue sharing begini kalian jadi bisa tahu atau bisa dapat jawaban yang konkret. Nah, buat kalian yang sudah nyimak, kalau kalian juga punya metode lain yang sudah terbukti efektif atau kalian kepikiran cara lain seputar disiplin keuangan, coba sharing juga di kolom komentar ya, supaya kita bisa saling bertukar pikiran dan saling mengembangkan usaha. Dan kalau kalian suka sama series-series kayak gini, video-video seperti ini dan kalian punya ide seputar topik apaagi nih yang pengen gua bahas, sharing juga di kolom komentar ya. Oke, kalau gitu sampai di sini dulu iwake episode kedua ini. Thank you for watching. See you in the next video.
