Ketemu Lumba-Lumba di Bali - Honor 400 (YouTube Video)
Itu dia lum-lumnya paling dekat kita. Yey. Kamera utama beresolusi 200 megapel dan ultrawide 12 megapel. Halo, S di sini dengan Moldi. Dan saya lagi liburan di Bali. Selama liburan kali ini saya sekalian tes smartphone terbaru dari Under yaitu Under 400. Apakah smartphone ini cocok buat dipakai bersosialita selama musim liburan kali ini? Langsung aja kita tes. Ya, ini dia hari pertama. Rencananya hari ini itu kita mau berenang sama lumba-lumba karena posisinya sekarang tuh ada di sekitar pantai Lovina. Jadi ada di ee Bali Utara. Saat ini lagi ee nyari e dolphinnya di mana. Tadi sih tiba-tiba keluar. Nah, ini bareng sama kapal-kapal yang lain juga. Itu lumba-lumanya tuh. Ah, ketutup. Hor 400 punya perekaman video maksimal di resolusi 4K 30 fps dan 1080p 60 fps. Karena kamera utamanya ini punya resolusi 200 megap, dia tuh bisa zoom videonya sampai dua kali. Masih cukup buat lihat lumba-lumba lebih dekat. Selain ngejar lumba-lumba, saya juga dapat kesempatan untuk lihat lumba-lumba langsung di dalam air sambil ditarik sama kapal. Sayangnya saya enggak bisa videoin apa yang saya lihat. Bukan karena HER 400 ini IP ratingnya di IP6 ya. Mau IP69 pun saya itu enggak akan berani videoin pakai HP di laut sambil ditarik sama kapal. Selain air laut itu korosif, kalau HP-nya lepas dari tangan bisa langsung hilang ke dasar laut, coy, HP-nya. Jadi, mending kalian langsung lihat aja ya lumba-lumbanya kalau kalian ke sini. Beneran deh, Soop. Nelihat kawanan lumba-lumba di dalam air itu tuh adalah pengalaman yang enggak akan saya lupa. Kalau kalian ke Bali, sempatkan main ke Pantai Lovina ya. ketika lagi ngambil gambar lumba-lumba ini, mostly si HP-nya ini tuh berada di posisi standby ya. Jadi kayak nyala terus siap untuk menangkap momen. Jadi mungkin dia akan ngambil baterai yang cukup banyak. Dan tentunya saya enggak hanya ambil video aja ya, saya juga sering ambil foto, terutama di mode potret. Soalnya menurut saya hasilnya tuh cukup bagus, separasinya rapi dan ton warnanya juga cakep. Enggak cuma di kamera belakangnya aja ya. Mode potret di kamera depan juga cukup keren. Berbeda sama brand lain yang bekerja sama dengan pabrikan lensa atau kamera, her bekerja sama dengan Hardcore Studio, studio foto yang memang spesialisasinya tuh di foto potret. Makanya hasilnya tuh bagus-bagus banget. Walau kamera belakangnya cuman dua dan enggak punya kamera dedicated buat portrait, under 400 ini tuh udah cukup buat ngasih hasil foto portraet yang kece. Bentar bentar bentar. Kameranya cuman dua. Yes. Kamera belakang dari Hor 400 ini cuma terdiri dari dua kamera aja. Kamera utama beresolusi 200 megap dan ultra wide 12 megap. Keputusan meniadakan lensa telefoto buat potret tapi kemudian mengalihkan budget produksinya ke kamera utama aja adalah langkah yang cukup berani dari her. Karena pasti orang akan bertanya harga segini kamera belakangnya cuman dua. Mending ah kena dah tuh sama netizen mendang-mending. Tapi keputusan ini tuh ada baiknya juga sebenarnya. Standar hasil kamera utamanya tuh jadi sangat baik untuk harganya. Di kondisi cukup cahaya, hasil kameranya tuh cukup tajam. Detail dari bunga tertangkap dengan jelas dan ngasih alami yang enak dilihat. Sementara untuk karakter warna ada tiga preset yang bisa dipilih. Ada alami, bersemangat, dan autentik. Perbedaan masing-masing preset bisa sobat lihat sekarang ya. Di antara ketiga preset ini saya itu lebih pas sama preset yang bersemangat. Makanya mayoritas sampel foto di under 400 ini saya ambil di preset bersemangat ini. Kemudian di kondisi malam juga masih dalam kategori baik, enggak main asal terangin langit. Jadi suasana malam tuh masih nampak di hasil foto. Noise juga terhitung bersih. Belum setara kayak hasil foto smartphone flagship saat ini, tapi terbilang cukup bagus untuk smartphone premium. Nah, itu nilai lebihnya mentokin budget produksi smartphone ke kamera utama yang 200 megapel. Kurangnya apa ya? Jadi enggak ada telenya. Jadi kalau mau zoom-zoom pakai crop sensor dari kamera utama. Kalau mau zoom dua kali atau empat kali sih hasilnya masih bagus ya. Karena sensor 200 megapel kalau di crop itu tuh masih banyak sisanya. Sampai 10 kali juga menurut saya masih bisa kepakai. Kalau misalnya butuh zoom lebih di atas zoom 15 kali, pastikan kamu nyalain fitur AI-nya karena fitur AI zoom-nya bisa bikin hasil fotonya tuh jadi lebih kepakai. Kalian bisa lihat ya perbedaannya. Tapi kalau sampai full 30 kali sih menurut saya kurang oke ya hasilnya ya. Jadi ya ketiadaan lensa tele masih sedikit terobati sama kombinasi crop sensor dan AI. Lensa ultrawide yang 12 megapel juga jadi lensa companion yang baik untuk kebutuhan foto-foto pemandangan. Hasilnya cukup bagus, cocok banget buat diajak jalan-jalan ke Bali kayak sekarang. Seharian saya pakai buat foto-foto, video, dan saya gunakan juga sebagai smartphone sehari-hari. Jadi saya masukin WhatsApp, e sosism saya semuanya ke sini. Apakah baterainya jadi tekor? Ini yang saya dapat, Soop. Saya gunakan secara aktif sejak jam 8.00 pagi di jam .30 malam baterainya tuh tersisa 28%. Kalian bisa lihat juga screen on time saya itu tuh saya gunakan 7,5 jam ya. Jadi ini tuh cukup heavy penggunaannya tapi sisa baterainya masih banyak. Ini karena HER 400 itu pakai baterai silbon dengan kapasitas 6000 mAh. Kapasitasnya besar tapi masih tergolong tipis juga HP-nya. ngecasnya juga lumayan cepat yaitu di 66 watt. Keren bagian yang ini. Hari ketiga saat ini saya sedang berada di Kintamani dan kalian bisa lihat ya pegunung ee pemandangannya seperti apa. Ah, kurang kurang kurang keren. Mungkin kita balik aja kameranya. Hah, seperti ini guys ada danaunya. Mataharinya lagi bagus dan di sana tuh gunung. Nah, ini tuh merekam di resolusi 4K 30 FPS dan punya sudut 0,8. Jadi, masih bisa ngasih lihat pemandangan di belakangnya gitu. Dan dia tuh juga bisa merekam di 10 TV 60 fps. Jadi cocok banget buat bikin Instagram story. Eah. Cuma sayang ini enggak autofokus ya. Dan kalian tadi bisa lihat ya kalau kameranya itu bisa pindah-pindah. Jadi kalau saya pencet pindah. Nah seperti itu hasilnya. Yang awannya di situ. Cakep dah. Estetik. Estetik sekali. Sebenarnya Snapdragon 7 Gen 3 itu tuh mampu merekam video 4K di 60 fps, tapi mungkin under punya pertimbangan lain ya, sehingga merekamnya hanya sampai di 4K 30 fps. Snapdragon 7 gen3 itu tuh adalah chipset yang cukup nyaman untuk digunakan. Masih terasa gesit untuk kebutuhan sehari-hari. Main game casual juga oke karena Antuutu benchmark-nya itu tuh ada di Rp800.000-an. Storage-nya HP ini juga gede ya, 512 GB. Jadi kalau mau pakai smartphone ini buat foto-foto dan video, ini smartphone yang cocok. Hasil foto dan videonya bagus, terus kamu mau share hasilnya ke teman kamu yang pakai iPhone? Tentu saja bisa. Dengan aplikasi Underconnect, kamu tuh bisa mengirim dan menerima file foto dan video semudah pakai airdrop. Tapi zaman sekarang smartphone itu enggak bisa dibilang smart kalau enggak punya kemampuan AI yang baik. Iya, aku nyindir kamu. iPhone H 400 ini untungnya punya fitur-fitur AI yang oke. Fitur esensial AI kayak ngilangin objek di foto alias AI eraser, terus ngilangin refleksi pada foto dan circle to search juga tersedia di HP ini. Integrasi sama Gemini juga membuat smartphone ini tuh sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari. Kalau butuh apa-apa tinggal tekan aja tombol power-nya dan nanya apa aja. Ini kepakai banget pas saya lagi di Bali nanya rekomendasi hotel atau restoran yang bisa lebih spesifik gitu kayak yang kamar hotelnya muat en orang atau rekomendasi menu makanan di restoran yang sebelumnya direkomendasikan. Fitur EA yang spesial di Under 400 ini adalah bisa mengubah foto jadi video. Ini adalah smartphone pertama yang didukung sama Google VO2. Jadi kalau ada foto yang sekiranya menarik untuk dijadiin video, kamu tuh bisa melakukannya seperti ini. Masih ada lagi fitur-fitur AI lainnya kayak AI translate yang sudah mendukung bahasa Indonesia. Interpreter buat ngobrol sama orang lain, AI college buat bikin kolase kayak gini. Jadi mau dipost di sosm tuh gampang dan masih banyak lagi cukup lengkap mulai dari yang esensial sampai yang fun. Dan itu dia hasil dari pengalaman saya menggunakan herone 400 ini selama liburan di Bali. Menurut saya, ini adalah smartphone yang cukup cocok sebenarnya buat buat dipakai e jalan-jalan liburan ya. Kemampuan videonya oke, kameranya juga bagus. Karena yang paling penting dari liburan kan ya tentu di kamera ya sama baterai sih baterainya tahan lama itu dia. Jadi kalau misalnya di pakai jalan-jalan terus itu tuh enggak akan takut kehabisan pas lagi e di sore hari atau pas lagi di jalan gitu. Layar dari HP ini juga udah 5.000 nit, jadi bisa ngelawan triknya matahari Bali dan desainnya juga cakep loh. Apalagi yang warna gold ini enggak akan kebanting gitu kalau kamu bawa liburan di Bali ataupun ke Eropa. Kalau kamu kepengin HP ini, kamu udah bisa melakukan pre-order secara online di her official online e-commerce kayak di Shopee atau Easpace. Mau offline juga bisa di Under Experience Store, Eraone dan stores terdekat dari tempat kamu tinggal. Sekian aja dari Mold dan kita akan ketemu lagi di video yang lainnya. Saya pulang ke Jakarta dulu. Dadah.
