Ketika 12 JUTA Dapet Laptop ROG Baru!😮 - Asus ROG GL552JX #Nerdstalgia (YouTube Video)
Today kita mau explore laptop yang kita review hampir 11 tahun lalu, yaitu Asus ROG GL552 JX. Ini salah satu laptop gaming pertama yang pernah kami review di channel Net Reviews dan pertama kalinya dulu membawa channel ini menjadi lumayan populer. [tertawa] Ini adalah Asus ROG GL552JX yaitu laptop gaming entry level di zamannya di tahun 2015-an ke 2016. Apa yang menarik dari laptop ini sebenarnya? Kalau kita lihat, nothing. Cuma the fact nostalgianya itu yang luar biasa. Pada zaman itu belum ada Asus stuff ya. [musik] Jadi semua laptop gaming Asus itu either Asus doang atau Asus ROG. Jadi di zaman itu kita dengan budget 14 R5 juta, Rp16 juta itu udah bisa dapat sebuah laptop gaming ROG gitu. Beda sama sekarang ya. ROG mulai dari berapa? R jutaan kayaknya. Kalau kita lihat terakhir Rizki kemarin [musik] review itu Asus Staff Gaming aja udah R30 juta. Iya enggak? Sayangnya ini laptop baterainya udah tewas ya, udah almarhum jadinya udah enggak ada baterai lagi. Buat para Gen Gen Alpha yang belum tahu laptop zaman ini tahun 2016 ke bawah itu rata-rata baterainya masih bisa dicabut. Jadi kita lihat di sini ada tempat baterai di belakang baterainya udah enggak ada. Tapi tentu masih bisa berfungsi kalau sambil dicolok. Pada zaman itu adapternya berapa watt nih? Sepertinya sih 120 watt ya. Pada zaman itu ya sekitar 120 watt tuh normal untuk laptop gaming. Enggak ada yang terlalu crazy seperti sekarang 240 bahkan 300 gitu ya. itu enggak banyak. Apalagi ini entry level kita dapat ada Intel Core i7 ini generasi 6 sama GTX 950M. Buat yang belum tahu GTX 950M itu eh entry level GTX di tahun 2015-an. Kalau dibandingin sama GTX 750 Ti yang ada di desktop, performanya actually masih lebih kencang GTX 750 Ti yang ada di desktop. Jadi ini itu lebih setara kayak GTX 750 doang. Yang lebih setara sama GTX 750 Ti pada zaman itu adalah GTX 960M. But oke, maksudnya ini udah dapat VGA discrete gitu ya. Di zaman sekarang kalau kita lihat laptop R jutaan, 6 jutaan aja speknya itu asal-asalan lah. Masih bahkan masih ada R jutaan, 6 jutaan yang ee SSD-nya masih SATA. Sekarang balik lagi ke DDR 3, DDR4 gitu. DDR5 sekarang tiba-tiba langka sekali di bawah harga Rp10 juta. Ini by default masih 8 gig DDR3 4 * 2. Cuma yang menurut e gue hebat dari laptop ini ya, ini adalah bukti bahwa Asus bisa bikin laptop yang tahan lama tahan satu dekade gitu. Dari kita mulai awal dulu bikin channel sampai sekarang, ini laptop masih berfungsi. Dan bahkan teman gue yang minjamin laptop ini, dia masih sehari-hari pai laptop ini buat ngedit foto di Photoshop. Dan ya nonton YouTube, nonton drama, nonton anime masih bisa gitu ini laptop. Cuma hari ini kita mau nyoba beberapa hal lain ya, selain buka Photoshop yaitu coba main beberapa game ya enggak harus yang terlalu crazy lah. Kita enggak enggak bakal langsung nyobain [musik] Cyberpunk gitu, tapi mungkin Enfield, Dota itu masih bisa dimainin. Apalagi kayak Valoran gitu harusnya bisalah dimainin sebuah VGA dari tahun 2015. VGA laptop GTX di zamannya. Tapi asli sih megang ini laptop itu nostalgianya benar-benar berasa ya. Kalau kita ingat pada zaman itu tuh masih ingat enggak sih kalau Xiaomi itu ada Xiaomi yang diri, Xiaomi resmi Indonesia gitu. ROM-nya beda semua. Belum ada blokir-blokiran IMEI gitu. Jadi HP-HP second ya ada limbah Jepang terus juga HP-HP bekas inter tuh benar-benar meraja lela di Indonesia. Sangat berwarna-warni variasi smartphone di zaman itu gitu. Dan dan kita ingat pada zaman itu kayaknya Asus tuh benar-benar lagi jaya-jayanya di semua front. Mungkin sekarang Asus masih jaya ya kalau kita bicara soal laptop, handheld, eh beberapa perangkat PC ya lainnya seperti motherboard, GPU, Asus masih jaya. Tapi pada zaman itu kita harus ingat Asus juga jaya di sisi mobile. Ada Zenfone di mana-mana ya. Bahkan tahun 2016 tuh kita masih ingat ada launching Zenfone 6 ya, launching yang sangat berkesan dan ya puncak-puncaknya [musik] kejayaan smartphone Asus pada zaman itu tuh benar-benar sangat nostalgic. Oh ya ee laptop yang kita pegang ini resolusinya udah full HD untungnya. Dulu kita pernah megang GL552 JX yang resolusinya itu masih 1366 * 768. Tapi tetap aja ini belum IPS ya. Ini masih TN. Kalau kita lihat viewing angle-nya masih payah. Tapi pada zaman itu laptop lu udah resolusinya full HD itu udah bagus lah hitungannya. Kita enggak perlu bicara 120 Hz 144 Hz ya. Ini karena ini contohnya aja masih 60 Hz ya. masih belum masih kurang lah teknologinya zaman itu untuk bisa bikin e panel refresh rate tinggi di harga yang terjangkau. Oh ya kita sedikit tour fitur-fitur pada zaman ini untungnya udah ada ya backlit warna merah. Back lidnya juga udah tiga tingkat dan meskipun kualitas speakernya masih asal-asalan ya ini speakernya front firing dia posisinya di atas. Tentu zaman ini belum ada yang namanya USBC ya. Headphone jack-nya itu kayaknya masih kepisah nih antara mikrofon dan audio output-nya. Terus ada USB 2.0, ada charging port. Ini ada port yang kita udah enggak pernah lihat lagi yaitu port VGA HDMI. Tentu masih ada HDMI mungkin 1.4 ya. Ini ada Landport, ada dua port USBA 3.0 ya pada zaman itu belum ada namanya 3.1 atau 3.2. Tapi jangan lupa ada SD card slot juga di depan sini. Lucunya karena ini posisi baterainya ada di belakang ya, baterainya kan removable jadi bisa dicabut di belakang. Tapi [mendengus] karena di belakang ini enggak ada tempat buat jadi ventilasi, maka ventilasi laptop ini percaya atau enggak cuma ada satu sisi dan hanya ada satu kipas. Enggak tahu ya, kayaknya zaman dulu ee segini tuh cukup untuk ngedinginin eh si Core i7 pada zamannya dan juga GTX Dan ini ngebuangnya untungnya ke kiri ya. Jadi mungkin kalau tangan kalian kidal pakai mouse-nya di sebelah kiri ini akan mengganggu. Tapi untungnya buat mayoritas kita yang pai mouse di sebelah kanan ini sama sekali tidak mengganggu sih gitu. Dan tidak ada udara panas juga yang nyembur ke layar. Mungkin dari desain laptop ini ya yang udah sangat asing buat mayoritas kita, selain desain punggung ya yang sudah kelihatan sangat jadul ini adalah basel [musik] layar. Basel layarnya itu tebal masih di keempat sisi. Dari bawah kiri kanan, atas gitu. Ini masih tebal. gitu ya bingkainya. Ini ini laptop punya DVD drive ya. DVD drive-nya tapi udah gak tahu ke mana. Diganti sama pengguna laptop ini ke sebuah Cady. Pasti ini sesuatu yang udah enggak familiar kan sama kalian yang mungkin baru ngelihat dunia perlaptopan dan perpisi-an 5 tahun terakhir. Jadi zaman dulu ketika laptop-laptop ini masih punya DVD drive dan masa transisi orang udah makin jarang pakai DVD, makin jarang pakai CD, orang mengganti DVD drive-nya ini menjadi Caddy untuk naruh HDD eksternal atau SSD eksternal. Dalam konteks ini isinya ini SSD ya, SSD 2,5 inch dimasukin dalam sini. Jadi kita lihat ada dua SSD di sini. Ada SSD [musik] internal di sini at in this case ada 250 gig. Terus ada 51 gig di dalam Caddy dan Cady ini SATA ya. [musik] Baik baik tadi si 2,5 inch yang internal maupun ini SATA. Untungnya quick access door-nya ini benar-benar sangat membantu ya ngakses RAM, ngakses SSD 2,5 [musik] inch dan juga slot M.2 SATA. Karena otherwise untuk full ngebongkar laptop ini tuh sangat sulit. Jadi meskipun quick access tour tadi sangat mudah dibuka di bawah untuk ngakses bagian mainboard lain termasuk eh membersihkan cooling, membersihkan ya kontak-kontak yang nyambung sama keyboard dan segala macam itu harus dibongkar dari bagian [musik] keyboard-nya dari bagian depan. Tapi ya tadi kita udah sempat bongkar bentar buat bersihin kita. Cek-cek. Tadi juga sempat ada sedikit eh ininya enggak nyambung ya internetnya. Tapi untungnya udah nyambung lagi. Overall ya, kecuali ada beberapa tombol yang ada satu tombol nih yang hilang ya. Ini laptop masih berfungsi kecuali [musik] soal baterai. Ee buka Photoshop, mau browsing buat nonton Netflix, nonton YouTube ini tuh masih sangat serviceable. Oke sih, harusnya main Roblox segala macam, main Minecraft ya bisa no problem gitu daripada beli laptop let's say yang sekarang pakai harga R5 juta, harga R juta masih cuma dapatnya Celeron Pentium ya mending beli inilah gitu loh. Mending beli ini second meskipun ya ada harus ada beberapa hal yang diperhatikan seperti memperbarui baterai dan lain-lain yang mungkin enggak enggak praktis in the end. Tapi untuk sebagai laptop yang dipakainya mayoritas di rumah ya sesekali dibawa ke sekolah, sesekali dibawa ngampus ini tuh masih bisa jadi sebuah kita bisa bilang PC portable lah ya karena beratnya not exactly ringan dan juga ukurannya jauh lebih besar daripada laptop-laptop R jutaan 6 jutaan yang tadi gua mention. Oke, jadi itu aja kayaknya napak tilas sekilas soal si Asus ROG GL552 JX ini. Again, ini piece of nostalgia yang kebetulan kena banget buat gue dan juga Rizki mungkin dari Timn Ner reviews karena ini ya mengingatkan kita pada awal-awal dulu petuangan kita sebagai Teag reviewer dan juga dunia teknologi gitu ya. Ini salah satu yang memperkenalkan kita pada laptop gaming di zamannya pada saat itu ya. Semoga sih Asus jangan sampai berhenti ya bikin laptop yang tahan lama dan juga reliable seperti GL552JX ini. Sampai jumpa di video berikutnya. Kalau kalian suka konten seperti ini, jangan lupa komen, jangan lupa share. And as always, gue Mike. Sampai jumpa di next video [musik]
