Jungkat

Keyboard Kayu Paling ESTETIK!! - Akko MU02 Wood (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Halo, gua Rizki dan gua suka gadget yang berbahan kayu. Gua bahkan bikin kamar dengan warna dasar kayu, beli SSD enclosure juga kayu, dan juga handheld yang emulator begini juga yang skin-nya kayu. Dan kalau soal keyboard, gua sendiri suka nyari keyboard yang berbahan kayu. Mulai dari kikron, ada yang mechanical k keyboard mahal sampai yang murah sekalipun itu gua enggak ada yang shrek gitu ngelihatnya. Sampai di GGS kemarin gua ngelihat ada mechanical keyboard ini. Ini adalah dari Aco. Dia mulai dari key cap-nya, suara switch-nya, dan bodinya itu gua suka semua. Nama lengkap dari keyboard-nya adalah Aquo MU02. sebuah keyboard wireless yang konsep estetikanya adalah walnut dengan keyap yang juga punya konsep zenzen China gitu. Packaging-nya aja terasa premium man, berkonsep banget gitu. Kita pertama bakal dikasih keyboard cover-nya dulu. Lalu ada keyboard-nya juga yang presentasinya benar-benar cakep menurut kita. Aksesoris-aksesorisnya juga lengkap. Kita pertama akan dikasih dongel yang terpisah dulu ya. Sayangnya dongle ini warnanya bukan coklat atau kayu gitu, tapi malah ungu khasnya aku. Lalu lanjut ada spare switch di sini tiga biji. Terus ada Kik puller dan switch puller yang khas Aquo jadi ungu juga. Dan kagetnya gua kita juga dikasih kain microfiber dan wood polisher loh. Benar. Jadi ini bukan balsam buat loop switch tapi buat bikin lapisan kayunya itu lebih shining. Jadi kalau misalnya nanti sepenggundaan kalian kayunya mungkin udah pudar warnanya itu bisa dibikin lebih mengkilap. pakai polisher ini. Dan dari semua aspek yang keyboard ini punya, gua harus akui bahwa aspek yang paling menonjol adalah estetika. Bahan surface wood-nya itu memang kayu sungguhan dan bahkan pas kita unboxing aja ada bau khas dari toko furnitur gitu. Jadi lapisan kayu ini terasa solid parah. Mau di bagian atas, samping-samping, atau bahkan bawahnya itu clean abis ya. Tapi jadinya enggak ada tempat buat naruh donggel. Seperti yang gua bilang tadi, beratnya itu ada di sekitar 1,15 kg. Jadi mungkin enggak terlalu cocok ya buat yang sukanya keyboard berat. Tapi sepengalaman kita sendiri, dia enggak pernah slip pas dipakai ngetik karena rubber fit bawahnya itu juga tebal dan bahkan yang atas ini panjang banget rubber fit-nya. Ada dua pilihan key cap sebenarnya di keyboard ini. Yang pertama ada autominasi warna hitam dan merah. Dan satu lagi itu mountain seclusion yang kita pilih untuk review unit kita. Alasannya ya enggak usah dibilangin lagilah, ini key cap-nya estetik banget, Men. Profile-nya MOA, warna coklatnya masuk banget ke keyboard-nya dan warnachge-nya juga soft banget. Jadi artwork China itu estetiknya itu gimana ya masuk banget gitu ke dalam keyboard-nya. Ada gunung, ada daun, ada angsa, dan pagodanya juga cakep banget gitu. Enggak lupa ada aksara Hanzi di keyboard-nya yang ngasih personality lebih ke keyboard-nya ini. Dan AquU02 ini sebenarnya punya RGB backlit juga buat yang suka. Tapi ya kita sih lebih suka dimatiin aja lah backlit-nya. Dan buat maksimalin pengalaman ngetik di keyboard-nya mereka all out sih ngasih layer dalamannya. Jadi ada black poron dan white poron yang dia itu ditempelin ke PCB-nya. Ada lapisan lain juga dan juga ini dikasih gasket non di pinggiran-pinggiran PCB-nya. Jadi ini ya menurut gua adalah salah satu keyboard mechanical yang high end lah dalamannya. Dan buat baterainya sendiri dia kapasitasnya ada di 4000 mAh. Cuman yang gak enaknya Aqu ini dia decide untuk naruh switch on off-nya itu ada di dalam caps lock. Jadi kalau kita mau nyala matiin itu kita mesti buka caps lock-nya dulu. Ke atas buat ke mode Mac, tengah untuk wired dan ke bawah itu buat Windows mode. Dan kalau misalnya mau Bluetooth pun dia enggak terlalu gampang. dia mesti pakai shortcut Fn dulu baru bisa connect ke Bluetooth tapi bisa ke tiga device sekaligus. Dan di sebelah kanan atas ada dial atau knop yang dia itu warnanya masuk banget ke keyboard-nya itu sendiri dan feelingnya juga solid karena dia ini ada giginya gitu. Kalau secara default dia itu bisa buat ngatur volume dan juga pas ditekan bisa buat ngatur brightness. Tapi kalau gua sendiri sih gua program kalau ditekan itu jadi mute aja karena lebih kebiasaan. Secara overall gua bilang ini keyboard ya bentuknya udah oke sih estetiknya tapi ada aja yang gak suka sama keyboard ini. Nah Jeff sebagai orang yang akan memakai keyboard ini, bagaimana perasaan Anda? Aneh. Kenapa ada kayu lagi? Karena aku suka wood, bos lu suka wood. Tombol on off-nya mana? Ini sama kayak keyboard lu yang sono. Tombol on off-nya enggak bisa. Anjir. Bentar. Jangan bilang ini wirel. Bukan nih pakai ini. Hah? Coba buka kapslocknya. Harga berapa? 1,954. Gua dapat diskon dari 2,2 juta. Itu aja udah dicam ya. Kenapa kalian para penghobi itu suka menyusahkan diri sendiri gitu? Enggak, tapi estetik kan. Lu ngelihat enggak? Ada ada ada carvef line enggak selain? Sekarang gini, ini warnanya apa? Coklat. Kenapa ini warnanya ungu? Karena ada elemen warna ungu enggak di sini? Itu akunya. Tempat dongelnya mana? Tempat donggolelnya mana juga? Kalaupun kalau ini ini USBC ya, ini bisa dicolok sini gitu. Nah, itu bisa tuh. Keyboard ini memakai switch Rosewood dari Aconya itu sendiri yang di mana ini linear dengan 45 gr actuation point. Secara suara dia ini soky dan feeling ngetiknya juga menurut gua ini enak walaupun memang agak berat switch-nya. Dan gua suka banget sama feeling stabilizernya yang agak mahalan di mana dia ada di shift kiri dan juga ada di space bar. Cuman sayangnya shift kanan itu tidak diberikan stabilizer walaupun ukurannya 1,5 U. Dan keyboard ini gak bisa di-et lewat VIA karena dia pakai software sendiri namanya Aquoud Driver. Di sini bisa set makro RGB, bisa bikin profile sendiri juga. Tapi kalau udah diprogram itu bakal kesimpan di dalam onboard memorynya sendiri. Jadi enggak perlu instal lagi di komputer lain. Dan karena switch on off-nya juga ada di bawah capslock, gua jadi malas buat matiin keyboard ini setelah gua pakai. Alhasil di 8 jam pemakaian setiap harinya, keyboard ini enggak mati-mati. dan e langsung lobet di hari ketujuh. Harusnya ada standby mode-nya sih ya. Enggak tahu juga apa. Mungkin karena polling rate-nya sampai 1000 Hz makanya boros. Nah, sayangnya ya di software-nya pun kita enggak bisa atur polling rate-nya biar lebih efisien. Nah, terakhir buat ngebuka case ini ya tergolong gampang cuma memang harus ngebuka empat sekrup yang ada di bawah kakinya aja. Jadi worth itaknya keyboard ini sebenarnya tergantung dari preferensi kita masing-masing ya. Karena kan ya di estetika itu subjektif. Kalau gua bilang ini keyboard worthed banget di R juta karena finishingnya premium, terus juga ada bahan kayunya gini, dia tuh bisa nge-blend dengan furnitur. Yait kan menurut gua kalau misalnya kalian suka dengan keyboard yang bahannya itu surface-nya metal dan juga mungkin lebih premium yang keyboard yang lebih berat itu sebenarnya ada banyak banget pilihan di pasar yang harganya mungkin sama dengan ini. E kalau misalnya secara keyboard sendiri kalau gua suka sih dengan feeling ngetiknya. Ini feeling ngetiknya bahkan lebih enak daripada NVI gua yang harganya Rp3 jutaan. Tapi untuk beratnya dia enggak terlalu yang berat-berat banget. Jadi, feeling premiumnya agak lebih kurang lah. Nah, kalau misalnya yang gua enggak suka dari keyboard ini itu ya tadi dia kenapa sih harus switch on off-nya itu ada di tab terus dia enggak bisa diatur lewat via alias cuman lewat keyboard eh software-nya dia doang. Tapi kalau misalnya kita udah di kita atur ke dia itu akan langsung terprogram di keyboard-nya kalau kita mau colok ke device yang lain. Terus juga untuk damping dan lain-lain gua enggak ada komplain sih kalau menurut gua ini salah satu 2 jutaan yang worth it. Tapi semoga aja nanti GGS bakal masukin lagi keyboard ini karena mereka masukinnya tuh dikit-dikit gitu.

Lihat di YouTube