KING di Segmen 6-7 Jutaan?👑 - Infinix XBOOK B14 (2025) (YouTube Video)
Setelah kemarin-kemarin kita baru review yang namanya Xbox si console handhal, today kita mau ulas yang namanya XB14. [musik] Yang ini emang bukan konsol, tapi OS-nya sama dan sama-sama bisa buka Xbox. Sedikit perkenalan, Infinix XBook B series ini mungkin harganya boleh 111 sama seri Infinix Inook X series atau Inbook Air, tetapi punya flavor yang sedikit beda. Di mana seri Inook lebih mentingin fitur lengkap, layar bagus, dan body metal ala ultra book. XB14 dan B15 lebih mentingin value to performance alias ngasih chip paling kencang di harganya bersaing langsung sama sesama laptop-laptop ODM dari merek lokal macam Axio Hype X series atau Advance Worpl Series. Buat yang ingat kita pernah bahas XB15 ini ya mirip banget wujudnya cuma lebih kecil aja versi 14 inch. Dari keseluruhan body yang mereka klaim berlabel military grade ini hanya bagian punggung aja yang terbuat dari anadise aluminium. Sedangkan sisanya yaitu frame keyboard dan cover bawah dari polimer polos yang finishing-nya sangat mirip aluminium. [musik] Ya, untuk laptop R jutaan hitungannya good looking, boky, dan simpel. Basel tipis di yang keempat sisi tentu juga membantu ngasih kesan lebih premium daripada harganya. Keyboard backlit dua tingkat, tombol power pisah, tetapi layout termasuk touchpad basic, tombol panah sempit dan enggak terlihat ada fungsi Fn lock. Selain body dan absennya sensor biometrik, kekurangan utama sang XBook B14 dan B15 adalah layar IPS rasio 16 bum sRGB dan juga enggak begitu terang. Sure, ini cukup buat ngantor sehari-hari atau ngampus selama kalian bukan anak desain, arsitektur, fotografi, atau illustrator/editor. Tapi kami berharap Infinix bisa seriously pertimbangin opsi layar 100% sRGB layaknya seri Inbook biar jadi selling point ekstra versus kompetitor. Kabar baiknya konektivitas lengkap, di kanan ada combo audio jack, USB A 3.2 gen 1, 2.0, dan slot gembok. Meanwile, di kiri ada HDMI 1.4, satu lagi USBA 3.2 gen yang terpenting ada dua USBC 3.2 yang salah satunya full function, bisa colok charger dan colok monitor. Di range R jutaan, laptop ODM begini seringki menang soal fungsionalitas USBC karena sampai sekarang masih jarang loh merek global di harga segini udah ngasih charger USBC 65 watt out of the box. Webcam basic 720p dengan privacy shutter belum ada sensor biometric. Tapi yang penting Wii udah Wii 6. Menjelang akhir 2025, Infinix masukin dua SU XBook B14, yaitu opsinya kalau enggak Ryzen 57535HS plus radio 660 M di harga R jutaan. Lalu di video ini ada Ryzen 7 7735 HS Plus Radeon 680 M dengan harga R7 jutaan. Kedua chip ini udah pakai IGPU RDNA2 yang terdengar usang. Tapi worth it banget jika kalian mau upgrade dari laptop yang masih pakai IGPU Radion Vega series di Ryzen 5000 ke bawah. Apalagi Intel Iris atau UHD di Intel core generasi 10 ke bawah. Meski RAM 16 gig DDR5-nya sekarang soldered, udah cukuplah buat mayoritas user berhubung harga RAM lagi selangit dan sebagai gantinya kita dapat enggak cuma satu, tapi dua slot SSD NVME yang salah satunya udah keisi 512 gig. Sebagai ultrabook single fan yang berusaha menjinakan CPU seri HS 35 watt, ya tentu kita enggak bisa expect performa sementok laptop yang lebih tebal dan udah pakai sistem dual fan. Tapi oke kok, tetap bisa digeber lebih kencang buat workload jangka pendek ketimbang mayoritas laptop-laptop di harganya yang masih pakai Ryzen 5 atau Core i5. Buat render-render asalkan enggak dipaksa render 30 menit lebih ya masih aman. Bahkan lumayan cepat ini dites video 4K 5 menit kami bisa ekspor dalam waktu enggak sampai 4 menit. Dengan adanya Radeon 700 dan 800 series, Radeon 680M tentu bukan IGP yang bisa diremehin. Secara raw power performanya ngalahin Intel Iris Xi 96u bawaan Core i7 generasi 13 dan jauh ngunggulin Radeon Vega 8 di Ryzen 5000. [musik] Meski performa di limit, selama settingan low bisa-bisa aja diajak main Cyberpunk, steller blade ataupun Huawa di frame rate yang playable dengan syarat kalian nyalain fitur FSR. Meski ditahan, performa laptop ini enggak kalah lah sama handheld handhal Ryzen keluaran 2022. Ya, seperti yang dibahas, XBook B14 sebatas mengandalkan sistem single fan dual heat pipe yang ngebuang ke arah Exel. So, enggak spesial perihal disipasi panas dan wajar kalau performa gaming agak dilimit biar nyaman di atas keyboard. [musik] Sebagai gantinya, kita tadi jadi dapat dua slot SSD, trade off masuk akal karena toh laptop ginian emang enggak didesain buat gaming dan rendering intensif. Daya tahan baterai gimana? Untuk usage ringan macam playback YouTube di mode battery saver, kami coba ini kuat sekitaran 12 jam, browsing ngetik sambil dengerin musik sekitar 7 jam. Bagus kok buat laptop harga segini. Yang penting kalian udah enggak perlu bawa casan khusus laptop karena casan 65 watt bawaan juga bisa dipakai buat HP atau tablet. Ditanya apa ini barang good value apa enggak, sebenarnya bagus kok, no problem. Kecuali soal performa dan cooling yang tuningannya lebih ke penggunaan casual. Tetapi kalau ditanya apakah XB40 ini menawarkan lebih dari kompetitor-kompetitor brand lokal, paling ya hanya soal sertifikasi military grade dan app flashlink buat connect simless ke tablet dan smartphone sesama Infinix. Contoh kalau mau fitur lebih lengkap, desain lebih premium, dan yang terpenting layar 100% sRGB. Actually dengan harga sedikit lebih murah masih ada Infinix Inbook X2. Dengan catatan, Core i5 Gen 13 seri U tentu terasa agak underpowered di hadapan Ryzen 7035 HS series. Coba ya, andai inbook X2 aja yang dikasih Ryzen 77735HS terus harganya dinaikin di R jutaan. Wah, fix dijamin bakal jadi salah satu primadona laptop ultra portable anak DKV/ content creator. Karena keluhan utama laptop 7 jutaan zaman sekarang adalah spek layar yang agak nanggung. Itu aja sih soal XBook B14 dari Infinix edisi 2025. Link toko ada di deskripsi. Gue Mike jangan lupa menang-mening. Sampai jumpa di next video [musik]
