Jungkat

Kingfinix apa KingGimmick ? Review Infinix GT 50 Pro (YouTube Video)

  • 24/04/2026

King Phoenix sepertinya udah mulai turun tahta. Gimana enggak, biasanya Infinix ngasih harga yang kelewatan murah. Sekarang harganya malah bikin kau mendang-mending merana. Tapi kenapa? Ya udah enggak usah kebanyakan curiga. Selamat menonton yang uang jemaat enggak tahu ke mana. [musik] Berdiri di tengah [musik] badan. Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Infinix GT 50 Pro yang kemarin pas saya bawa nongkrong sama teman-teman saya yang gaptek itu, mereka bilang, "Wah, apik mana stiker itu diendi." Nah, itu enggak saya jawab sih ya karena habis-habisin kuota tenaga saya karena ini bukan stiker. Ini tuh pendingin cair atau liquid cooling yang beneran ngalirin cairan di HP. Udah kayak liquid cooling yang ada di PC yang kalau misalkan kita rakit PC water cooling harganya itu bisa 3 digit. Tapi pertanyaannya apakah ini penting? Apakah cuman gimik dan dengan harganya sekarang R jutaan, apakah dia worth buat dibeli? Kalau dengar kata Infinix pasti yang ada di otak kalian itu beh perusak pasar. King Phoenix. Wah, itu dulu ya. Tapi sekarang saya lihat pas kita kemarin unboxing HP-nya banyak yang komen itu Ninix karena harganya memang udah kayak Infinix yang bukan kita kenal ya. Harganya itu 699 untuk yang 12256 dan 79 untuk yang 1251. Bahkan kalau kalian perhatiin Infinix 60 Ultra aja itu [musik] tembus di atas R10 juta. Gokil Infinix. Tapi sebenarnya kalau kalian ngeh ini bukan cuma Infinix aja ya. Hampir semua [musik] brand memang harganya lagi naik. Ada brand yang lumayan ngebaru juga dengan chipset 2022 harganya makin enggak ngotak itu juga ada ya. Kalian tahulah apa penyebabnya karena AI geopolitik [musik] di RAM aja ya komponen yang biasnya dipakai untuk di HP itu naik saya resarches itu sekitar 172% [musik] naiknya. Itu bukan naik sih, lebih ke ganti harga. Jadi ya sebenarnya bukan salah Infinix mereka enggak yang terlalu rakus profit tapi ya karena memang keadaan. Nah, sekarang pertanyaannya di kondisi kayak gini dengan harga segini R juta ini kita bakal dapat apa sih? Karena ya Infinix saya yakin juga pusing. Mereka juga pasti harus ada strategi biar R juta yang kalian keluarkan itu terasa worth. Apa aja itu? Kita bahas dulu dari sisi desainnya. Kalau kalian penggemar Infinix GT 30 Pro sebelumnya, ya desainnya masih familiar sih ya. Dia mengusung cyber meca design. Intinya dia mau bilang kalau dia ini HP gaming. Di Infinic GT50 Pro, mereka sama-sama punya LED strip yang ngelingkar. Bentuknya itu kayak belah ketupat yang berjarak. Soal desensi ya samalah yang bikin beda, yang bikin kita kayak oh okelah naik. Itu liquid cooling-nya. Yang ini bukan gimik, tapi ini beneran cairan yang mengelilingi pipa yang ada di dalamnya. Dan ini dibikin transparan jadi kelihatan gitu. Dan saya juga dikirimin sama Infini itu kayak semacam ini loh cara kerjanya liquid cooling yang kita pakai. Kita bisa cek kalau sistem yang disebut Infinix sebagai hydroflow liquid cooling ini bekerja mendinginkan hampir seluruh permukaan dari HP ini termasuk SUC-nya yang nanti kita bahas ya dia gimik atau enggaknya. Lanjut di bagian frame ini yang bikin GT50 Pro ini beda sama HP biasa. Jadi dia ada pressure sense GT trigger-nya. Sama kayak solder button pada umumnya. [musik] Tombol ini tuh berfungsi untuk button trigger yang bisa di-customize. Jadi ada empat jenis input sekaligus. Bisa cuma [musik] tap ringan, terus ada hard press, ada slide kiri atau kanan. Jadi dia sistemnya itu bukan cuman tombol aja, tapi gester yang punya empat fungsi kontrol. Untuk dimensi kalian bisa lihat aja di video. Tebalnya ini 8,15 mili dengan bobotnya di sekitar 198 gr kalau tanpa casing. Masih di bawah 200 gr lah ya. Masih oke untuk ukuran HP gaming. Masih enak digenggam. Jadi tangan kalian itu enggak kerasa capek pas grinding game berjam-jam di HP ini. Untuk Fan Warnanya dia ada tiga. Yang saya pegang ini namanya Black abis yang artinya itu berarti hitam banget karena kan black abis [musik] ya. Kayak hitam abis gitu. Terus juga ada red bliss yang mencolok dan silver glacier yang lebih [musik] kelihatan premium. Kalau soal konektivitas, HP ini pakai USB type C standar yang ada di bagian bawah. Terus ada slot SIM yang udah support dual untuk cek audio. Sayangnya absen di sini. Terus IR blaster ada in display fingerprint juga ada. Ngomongin under display kita bahas display-nya. Infinix GT50 Pro ini pakai panel AMOLED dengan resolusi 1,5K. Warna yang dihasilkan itu tajam khas AMOLED dengan refresh rate 144 Hz. Layarnya ini juga udah diproteksi sama Corning Gorilla Glass 7i. Dan HP ini punya dua mode color akurasi ya, ada original dan bright color. Dan kalau kita perhatikan P3-nya di mode bright color itu 100% sementara di original 99%. Untuk NTS juga di bright color itu lebih luas dengan 90%. Kalau untuk brightness tipikalnya pas kita tes dapatnya di 808 nits yang artinya kalau kalian bingung dengan angka-angka ini ya dia brightness-nya itu cerah. Pokoknya kalau kalian buat odor itu aman dan warnanya mendekati warna aslinya khas AMOLED yang fibern. Sekarang kita masuk ke bagian yang paling dijual sama Infinix ini ya. Performanya. Untuk spesifikasinya memang chipsetnya ini bukan chipset paling kencang di kelas [musik] harganya karena dia pakai diamity 8400 Ultimate dengan fabrikasi 4 nm. RAM-nya ini langsung dikasih RAM 12 GB yang kata Infinix bisa ditambah lagi pakai extended RAM 12 GB. Jadi total 24 GB. Tapi ini udah kita coba ini ya fitur gimmik aja. Terus untuk storage dia pakai UFS 4.1 yang tersedia dua pilihan ya yang 256 dan juga 512. Kalau yang saya pegang ini 512 dan tagline-nya Infinix ini mereka bilang play performance. Wah, tacklinnya oke sih. Nah, tapi faktor wow-nya itu sebenarnya bukan di chipset, bukan di RAM dan juga bukan di storage, tapi di area liquid [musik] cooling yang transparan yang airnya ini bisa kita lihat kalau dia lagi lari-larian. Dulu pendingin HP itu namanya grafit seat. Jadi dia itu kayak cuman lembaran grafit tipis nempel di atas chip yang fungsinya nyebar panas ke area yang lebih luas. Sederhana, murah tapi terbatas. Terus dia berevolusi jadi vaper chamber sekarang. Dan sekarang naik level lagi itu ada liquid [musik] cooling yang biasanya ada di water cooling-nya PC yang kalau kalian rakit kalian lihat aja harganya PC water cooling itu wow. Tapi pertanyaannya apakah ini airnya ini beneran mendinginkan atau cuma gimik aja? Udah kita tes. Kita coba untuk main game Mobile Legends 1 jam dengan settingan rata kanan dan hasilnya kalian lihat aja chart ini si GT50 Pro kalau pakai cooling FPS-nya sih tetap ya di 143. Terus suhunya turun lumayan lah turun suhu tertingginya itu sampai 3 derajat celcius. Nah, untuk Anutu Infinixi klaim skor antutunya itu bisa tembus di 2,2 juta walaupun itu bukan skor antutu yang paling kencang di kelas harganya. Tapi setelah kita uji di lab-nya DKID, skornya itu enggak sampai segitu. Kalau difault tanpa cooler itu di R1,8 juta. Sebagai catatan HP-nya udah masuk ke mode performance dan liquid cooling-nya nyala dengan suhu lab kita itu sekitar 26 derajat. Terus pas kita coba pakai mixave cooling bawaan dari Infinix nambah sih skornya ya di, juta kayak hampir sedikit lagi gitu menyentuh angka klaimnya. Akhirnya kita coba pakai cooling third party yang kita beli mereknya itu Fly Diggi harganya Rp800.000-an dan dia naik tuh jadi 2,1 juta sekian hampir 2,2 juta kalau pakai kuli yang itu ya hampir sesuailah ya dengan [musik] klaimnya Infinix. Tapi memang buat orang yang Anutu itu udah jadi agama ya skor segini di kelas harga R juta sih mungkin mereka bakalan gak mau pindah agama ya tapi yang perlu diperhatikan skor untutunya ini bukan salah satu alasan untuk beli karena ada trigger button-nya terus ada [musik] liquid cooling-nya itu juga yang bikin performanya bisa lebih stabil kalau dipakai game yang lama karena kalau kita lihat jarang loh ya HP 6 jutaan yang pakai L kit cooling. Kalau trigger button sih Infinite GT30 Pro dulu Rp3 juta 4 juta udah dapat ya. Tapi di kondisi dulu ya sebelum kondisi AI ini menyerak. Lanjut ke 3D Mark-nya. Kalau kalian perhatiin stability-nya itu juga di angka yang oke [musik] untuk sebuah diamensity 8.400 ya 95% di wife stress test dan juga extreme test. Skor lain kalau kalian lihat juga masih aman karena biasanya chipset MediaTek dimensi 8400 itu paling kepala 8 lah ya kepala 7 gitu. Tapi ini masih di atas 85% dan juga 90%. Lanjut kita coba untuk main game karena dia sponsornya MPL Mobile Legends. Jadi Mobile Legends-nya kalau [musik] gak optimal sih ya mending gak usah disponsorin ya. Untungnya optimal karena dia bisa kebuka di 144 FPS dengan average yang didapat itu 137. Drop-dropnya cuma di 69 fps. Itu pun ketika scene loading aja tapi password enggak yang turun-turun banget. Terus untuk PUBG dia dapatnya smooth ultra extreme. Jadi average FPS-nya di 107 maksimumnya bisa tembus 120 FPS. Game-game lain kayak Gensin Impact average dia bisa dapat 53. ini diingan highest ya. Terus di wering wave juga masih playable average di 44 fps. Apalagi game CODM juga dapat average FPS yang sangat-sangat playable di 57,2 FPS. Nah, sekarang soal suhunya gimana? Ternyata suhunya ketika kita coba main game Mobile Legends 1 jam, Genensin Impack tadi 1 jam, kita estafet benar-benar kita stres tes, ya. Dan hasilnya suhu di bagian depan itu 45,5 derajat Celcius lumayan. Dan di bagian belakang itu di 42,8 derajat Celcius. Tapi memang kalau diperhatikan suhu panasnya itu lebih menyebar merata. Jadi memang liquid coolingnya itu bekerja. Performanya juga enggak throttle. Tapi memang ya panasnya di bagian fisiknya jadi lumayan. Buat urusan baterai si Infinix ini ngasih kita baterai bukan yang paling gede juga 6 m. Tapi untuk ukuran HP gaming yang setipis ini udah okelah ya 6.500. Tapi yang saya agak sayangkan itu di fast charging-nya. Karena untuk HP hampir R juta fast charging-nya itu cuma di 45 watt. Sekali lagi brand itu harus ngeracik ya. Sininya dinaikin, sininya diturunin biar bisa dapat harga yang enggak terlalu mahal buat kalian. Nah, menurut saya sih mending kayak wireless charging-nya aja diturunin 10 watt karena ini gede banget 30 watt. Nah, fast charging-nya yang pakai kabel dinaikin 90 wat mungkin bisa hemat cost juga di situ. Kalau untuk datan baterainya pas kita tes pakai PCM modern Office dia bisa tahannya itu di 12 jam 9 menit. Terus kalau buat gaming kita sampling Gensin Impa impact 30 menit berkurang 12%. Boering wave 14 menit berkurang 14%. Kalau dibilang awet enggak juga ya standar lah. Terus fitur wajib menurut saya buat HP gaming bypass charging dia ada. Jadi kalau kalian main game lama dengan dicas enggak [musik] bakalan bikin baterainya cepat haus. Ini termasuk solusi cerdas ya buat kalian yang main game mungkin bisa 3 sampai 4 jam. Saya pun kalau lagi push rank bisa 4 jam lebih main Mobile Legends. Lanjut ke sektor kamera. Kameranya karena dia position-nya ini memang HP gaming, jadi kameranya enggak yang jelek-jelek banget, tapi bukan yang bagus-bagus banget di kelas harganya. Cukup okelah. Dia punya resolusi 50 megapel untuk M ultraw 8 megapel dan kamera depannya 13 megap. Dan kalau kalian pikir cuma liquid cooling aja, gimmik dan juga fiturnya enggak ya. Dia punya chip tambahan yang namanya itu Nmax. Salah N1 network chip. Ini chip buatan Infinix sendiri yang diklaim bisa bikin [musik] 60% sinyalnya lebih kuat di area susah sinyal kayak basement atau di dalam lift. Jadi kalau misalkan push rank tiba-tiba diajak belanja sama istri kan harus push rank di dalam mobil ya itu biasanya kan sinyal hilang-hilangan. Nah, ini enggak jadi lebih stabil. Terus juga ada fitur AI gaming yang secara cerdas ngatur stabilitas FPS dan kontrol panas secara real time. HP ini juga mendukung yang namanya bypass wireless charging. Jadi biasanya kan bypass charging itu enggak bekerja kalau misalkan pakai wireless charging-nya ya. Nah, di Infinix enggak. Bypass wireless charging-nya tetap bisa digunakan. Jadi, HP kalian juga lebih awet karena wireless charging itu kan sebenarnya agak bikin panas baterai karena dia langsung direct dari belakang. Dan biasanya Infinix itu kan enggak ngasih garansi software update karena harganya dulu murah banget ya. Sekarang karena harganya naik, dia ngasih garansi software update itu lumayan lama, 5 tahun. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Infilic GT50 Pro kali ini ya. Kesimpulannya dia memang bukan HP yang sempurna ya. Kayak yang menurut saya agak mengecewakan itu di baterainya karena cuman 45 watt untuk ukuran HP hampir 7 juta. Skor anutunya juga bukan yang paling kencang dari beberapa rival-nya tanpa cooler tambahan. Dan desainnya yang gaming banget ini mungkin ini jadinya banget ya. Ada orang yang suka, ada orang yang enggak suka. Tapi di sisi lain, liquid cooling-nya ini game changer. Karena dia bukan cuma gimmik, dia beneran bisa diajak game dengan durasi yang lama banget 2 sampai 4 jam pun bisa. Dan enggak ada namanya throttle atau drop FPS karena di limit suhunya. Jadi suhu gamingnya itu jauh lebih stabil. Terus GT trigger-nya ini fitur yang jarang ada di HP 6 sampai 7 jutaan, kecuali Infinix-nya sendiri ya. Di Infinitex GT30 Pro itu ada. Emang Infinix karena dia terlalu murah murah murah dulu. Sekarang bingung kan kalau misalkan harganya udah kayak gini. Baterai 6500 mamp, bypass charging ada wireless 30 watt. Terus ekosistem baterainya saya suka ada bypass wireless charging juga. Dan yang paling penting Infinix sekarang enggak gaca. Kalau dulu kan gaca ya, kayak [musik] software update enggak dijanjiin. Kadang ada kadang enggak. Nah, sekarang udah ada jaminan 5 tahun software update. Nah, kalau ditanya apa ini worthed atau enggak, kalau buat saya sih masih worthed ya di kondisi sekarang ya. Ini masih worth it kalau kalian cari HP gaming yang performanya stabil dan jangka panjang. Ada liquid cooling juga yang beneran kerja. [musik] Baterainya ya lumayan awet dan enggak mau ganti HP mungkin 4 sampai 5 tahun ke depan sih ya ini worth it. Tapi kalau kalian adalah tipikal orang yang untutu itu jadi [musik] agama kalian yang mungkin harga segini kalian mintanya Rp3 juta ke atas ya ini [musik] bukan HP buat kalian. Tapi HP yang untut polosannya itu kencang kan dia enggak ngasih liquid cooling dan juga trigger button. Jadi, ya ada plus minusnya lah. Tapi kembali lagi pilihan itu ya ada di tangan kalian. [musik] Karena kalianlah yang tahu prioritasnya, kalianlah yang tahu kebutuhan kalian itu kayak gimana. Tapi buat kalian yang tertarik sama HP ini dan kalian pengin tampil full set, Infinix juga punya ekosistem ya kayak TWS dan smart boots-nya. Aksesoris ini bisa kalian [musik] dapetin di paket special edition gift Box. Tapi kalau misalkan kalian enggak mau kecemplung [musik] di ekosistemnya Infinix, keduanya itu juga dijual secara terpisah kok. Tapi gimana menurut kalian dengan harga segini Infinix jadi King Phoenix atau [musik] Inik yang lain? Coba kalian tulis di kolom komentar ya. Bye bye.

Lihat di YouTube