Jungkat

Kirain Rumah Kecil Ternyata Dalemnya Besar! InspiArsi: Ranah Timur Architects (YouTube Video)

  • 26/09/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta, episode Insia Arsi di Bandung. Kali ini tuh menarik banget. Rumah yang akan kita kunjungi. Dia punya kontur tanah yang cukup unik, down slope. Sehingga rumahnya itu dari luar satu lantai, tapi dalamnya ternyata dua lantai. Kita ketemu sama arsiteknya, yuk. [Musik] Halo, Kang. Siap. Gimana kabarnya? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah sehat. Sehat. Kita terima kasih kita boleh meliput salah satu hasil karya. Silakan silakan. Oke. Ini kita buka dulu kali ya pagarnya ya, Kang ya. Biar lebih kelihatan rumahnya. Wah, ini benar-benar dari luar terlihat seperti rumah satu lantai aja ya, Kang ya. Iya, betul. Emang lain juga requestnya kayak gitu ya. Enggak usah terlalu kelihatan banget dari depan tertutup nanti baru di dalam kita kelihatan luas gitu sih. Dan ini seperti yang aku mention di awal ini berarti posisi kontur tanahnya tuh di down slope gitu ya. Betul. Jadi kalau di atas kelihatan satu lantai padahal kita dua lantai gitu kalau karena ya kayak banyak rumah-rumah di Bandung ya kalau misalnya di atas. Iya karena daerah perbukitan ya. Betul. Terus menyebutnya nih Kang ini pertanyaan teman-teman juga pasti ini lantai berapa? Bawah lantai berapa? Oke. Ee kita sebut aja lantai dasar di bawah lantai basement gitu. Karena di di bawah ya di bawah posisinya. Iya. Soalnya biasanya rumah dua lantai kan lantai satu, lantai du. Ini dasar dan basement gitu. Oke, cukup menarik. Dan luas tanahnya berapa nih, Kang? Luas tanah itu sekitar 210. Luas bangunannya kurang lebih sama area servis 90-an. Jadi memang tidak semuanya full bangunan ya. Jadi Iya. Sedikitlah ya porsi bangunannya tuh. Betul. Kalau kayak kita sih banyak sisain buat taman-taman karena emang dari klien pun rumah sesuai kebutuhan. E lahan lainnya buat jadi karpot, buat jadi taman, buat berkumpulah untuk keluarga gitu sih. Oke oke oke. Dan jadi kayak resapan air juga ya di sini ya. S yap. Oke menarik. Dan ini kalau desain rumahnya itu sendiri kul lihat ya udah pakai apa ya kayak geometri dasarnya ya bentuk segitiga dan kotak gitu ya. Iya betul. Denanya sederhana banget. Benar-benar kotak kayak gitu. itu benar-benar kotak denahnya itu 8* 4 kurang lebihnya untuk dena hanya bangunannya aja ya di luar cardport area service dan lain-lain bentuk atapnya klien udah pengin e atap yang seperti ini gitu jadi buat kita desainer jadi lebih gampang ya untuk maksudnya mener ee menjawab kebutuhannya keinginannya gitu jadi langsung jad lah kurang lebihnya. Nah teman-teman aku kelupaan belum memperkenalkan Kang Regi. Kang Regi boleh memperkenalkan diri dulu dari mana? Oke. Eh, saya Ri Kusnadi. Saya principal arsitek dari Tanah Timur Arsitek. Oke. Dan memang base-nya di Bandung ya, Kang? Base-nya di Bandung. Betul. Oke. Cuman aku lihat tuh beberapa projeknya banyak juga di daerah Jaborabek ya. Iya, betul. Beberapa ada yang kita lagi ngerjain di Jabor Tabek. Di luar pulau pun di Mimika kita ada. Oh, di Mimika ada. Wih, jauh ya. Oke, kita lanjut lagi house tour-nya. Terus untuk warna yang dipakai sepertinya warna monochrome. Betul. Dari awal pun klien emang sudah kasih request penginnya yang mau noook kayak gitu. Jadi ya jauh lebih memudahkan buat kita. Oke. Nah, ini kan ee area pintu masuk ke dalam rumah. Cuman yang aku pengin bahas, aku melihat di sini ada akses ke samping nih, Kang. Iya, betul. Ini gimana ceritanya nih, Kang? W ke samping dan langsung ke bawah sana ternyata. Iya. Iya. Nah, ini untuk bahwa karena memang lahannya kita di awal langsung dikasih lahan yang kontur kayak gitu, kita ideain bahwa ya udah dibagian atas cukup untuk area lebih publik kayak gitu dalam artian ruang keluarga, ruang makan dan lain-lain. Tapi di bawah lebih privat tapi di sisi-sisi kita siapin sebagai taman-taman untuk berkumpul kayak gitu. Oh, iya. Asik sih ya. Terus yang aku melihat di sini tornya peletakannya cukup unik ya. Biasanya kan di atas bangunan nih. Di atas bangunan. Betul. ini ditaruhnya di depan sini ternyata ya. Betul gitu. Karena memang kalau kita simpan di atas sayang banget ya. Kita lebih memilih siling di ruang dalam yang lebih tinggi. Berarti kalau di sini semua perpipaannya lewat bawah sini dulu baru masuk ke dalam. Betul di sini di bawah kalau misalnya ee Mas Bicak lihat bawah itu emang ada pelambing-plambing yang muncul. Oke nanti kita akan lihat lebih lanjut. Kalau untuk pintunya ini ya udah simpel aja juga ya, Kang ya. Warna hitam aja sama ada kacanya di samping sininya ya. Betul. Betul. Kalau misalnya e pintu depan request dari klien memang pengin tertutup sih. Kami coba kasih adsen aja e pencahayaan. Walaupun secara visual tetap enggak bisa lihat ke dalam sih. Iya si karena emang di semua sisi sininya juga tidak ada jendela sama sekali ya. Betul. Enggak ada jendela sama sekali. Nanti di samping dan belakang baru jendela besar. Kalau kelain nanti mau lihat siapa yang bertamu, lihatnya dari CCTV K gitu. Anda jangan macam-macam. Guys, kita mau ngenalin software namanya ODU nih. Cocok banget buat kalian yang lagi bikin online shop terus mau bikin sistem sendiri dengan cara yang mudah. Nah, kalian bisa pakai sales app-nya dari Odu. Ini kita contohin dulu jualan produk Home and Living dari Inspira Homes. Tapi kita masih trial ya, jadi belum beneran dijual. Kalau pakai selsa dari Odo ini, kalian tuh bisa mengatur katalog produk, follow up ke pelanggan dan bahkan sampai bikin voice-nya semua jadi satu app di Odu ini. Simpel dan praktis, kan? Tinggal buka app Sales-nya langsung disambut tampilan yang user friendly. Produknya udah kita input nih sebagai katalog. Jadi pas mau kirim penawaran ke calon pembeli tinggal pilih aja produknya. Harga langsung muncul otomatis lengkap sama teks dan deskripsinya. Terus kalau mau kasih diskon juga bisa langsung otomatis kayak gini. Kalau semuanya udah diisi, kita bisa cek preview-nya dulu nih untuk mastiin udah benar semuanya atau belum. Menariknya kita bisa desain invoice-nya pakai template yang udah disiapin dari ODU kayak gini. Tinggal pilih mau pakai yang mana. Terus input logo. Nanti warnanya juga menyesuaikan. Bisa pilih teks yang diinginkan juga. Baru deh habis itu kita sendice-nya via email. Enggak perlu copy paste atau bikin manual satu-satu. Nah, jadinya kayak gini kalau udah dikirim. Cakep banget kan? Dan semuanya bakal terupdate di fitur chatter ini, Guys. Prosesnya simpel dan cepat, tinggal klik-klik doang. Semua bisa disesuaiin sama style dan kebutuhan masing-masing. Yang makin keren, Appsales ini juga terhubung langsung ke aplikasi lain kayak inventory dan manufaktur, bahkan sampai laporan keuangan. Yang mau jualan di Shopee, Odu juga punya konektornya loh. Gimana? Menarik kan? Kalian bisa cobain free trial-nya dulu, terus nyobain semua fitur-fiturnya di Odu ini. Kalau udah cocok bisa langsung lanjut aja ke versi berbayarnya. Cuma Rp110.000 per bulan. Cek link deskripsi ya. Siapa tahu bisa jadi solusi digital buat naikin performa online shop kalian. Yuk kita lanjut videonya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ini walaupun kayak Kang Regi bilang tadi kan 8 * 4 ya 1 cuman 8* 4 kurang lebih cuman kesannya itu enggak sempit sama sekali. Yap, betul. Gimana tuh, Kang? I jadi kalau kita ee dari awal karena kita punya lahan yang sebenarnya cukup besar dengan kebutuhan yang enggak sebesar itu, kita manfaatin lahan yang besar itu menjadi ekstensi ruang gitu. Kita coba ya udah ee bagian belakang kita kasih jendela besar ke arah belakang gitu. Jadi kesannya ruang luar itu menjadi bagian dari ruang dalam pun sama ke samping kiri dan kanannya. Kurang lebih seperti itu sih. Oke. Iya sih. Terus di lantai satu ini dipakai untuk area apa aja nih, Kang? Berarti. Oke. Yang seperti dilihat ya ee ruang keluarga untuk keluarganya berkumpul semua di sini. Ee ruang makan dan juga dapurnya sendiri. Jadi ya dapurnya ya langsung menyatu keseluruhan kayak gitu sih. Dan ini dibikin sepanjang ini ya, Kang I. Masih ingat enggak, Kang? Ini panjangnya berapa, Kang? Area dapurnya kurang lebih ya sekitaran 3 man ya sekitar 3 sampai 4 m ya 3 iya 3 4 manan ya dibikin sepanjang ini. Terus sininya semua full ventilasi Yap betul jadi kalau misalnya selain exhaust klien pun bisa langsung manfaatin ventilasi karena memang keseluruhan desain kita ini kita hitung secara analisis ee baik pencahayaan maupun penghawaan alaminya gitu. Jadi harapannya seketika proses desain pun em kita bisa proven bahwa ini akan nyaman. Oh, kurang lebih gitu sih. Oke, jadi ini dia masih satu area. Kalau untuk area diningnya berada di tengah-tengah aja ya, Kang ya. Betul. Oke. Nah, pertanyaanku ee si jendela-jendela ini ada yang k lihat ada yang pakai nak sama ada yang jendela yang full gede gitu, Kang. Betul. Kenapa tuh, Kang? Oke, kalau misalnya kita pertimbangin untuk bagian yang nako ini ee kita rasa cari yang ya udah ee kesannya tetap bisa dapat penghawaan alami, tapi juga tetap bisa dapat alami dengan full gitu dari atas ke bawah. Oke, kayak gitu. Cuman kalau misalnya yang bagian sini, kenapa kita ee kasihnya em enggak enggak nako karena ee ini lebih mudah untuk diakseskan dalam artian sebagai batas gitu. Oh, iya. Kalau sini kan ini posisinya juga di tangga gitu ya. Betul. Karena emang cenderungnya kalau nako agak sedikit susit ya maksudnya buat buka tutupnya enggak lebih enggak sefleksibel kaca-kaca ee seperti biasanya gitu sih. Oke. Dan ini tuh ketika di atas ini pohon dari bawah ya berarti ya K. Betul. Pohonnya benar-benar dari bawah nih. Jadi kita bisa menikmati bagian atas ranting-ranting dan daun-daunnya ya. Wah. Y. Sebenarnya sebagai berier ya kalau banyak orang ini tuh langsung ke arah barat Mas. Oke. Jadi kalau misalnya sore ini tuh panas. betul. Nah, dari existing kita udah lihat ada pohon ini yang kita sengaja dipertahanin. Oke. Gitu. Karena kenapa kita berani buat bikin bukakan gede? Karena ada pohon ini. dia sebagai pembatas cahaya matahari dari barat juga dia sebagai pembatas privasi. Jadi, iya iya ya. Paham paham paham. Jadi orang juga enggak bisa langsung ngelihat dari bawah tuh kelihatan lagi ngapain ketutupin ya. Iya. Walaupun ada sedikit-sedikit tapi kan sebagian besarnya itu ketutupin gitu. Menarik, menarik, menarik. Nah, terus ini nih, Kang. Kalau k lihat juga ini kan bagian plafonnya memang sengaja dibikin setinggi ini. I betul mepet sama atap. Gimana ceritanya itu? Oke, ya. Kemarin kita ee dapat dari klien usulan penginnya atapnya memang pelana kayak gitu ya, bentuknya segitiga. Pengin kesannya terlihat benar-benar seperti rumah kayak gitu. Oh, kayak kayak kita dulu gambar gitu ya kan kotak segitiga gitu kan. Gitu. Nah, terus kita pikir e kenapa enggak? Ya udah kita sekaliin aja atapnya kita manfaatin slooping e sampai ke atas gitu ya. Jadi ee buat tinggi kena semakin tinggi ee plafonnya akan jauh semakin nyaman jika memang sirkulasi udaranya baik dibanding ee kita menggunakan pelaku pendon datar. I sih mana ini kan juga semuanya serba warnanya kan cerah gitu ya, putih ya. Putih. Betul. Kesannya jadi tambah lebih luas lagi. Terus aku lihat juga untuk lighting-nya dia emang kecil-kecil aja ya kan ya. Iya aja sih sama di sini ya. Iya. Iya. Ada lagi mungkin, Kang yang belum aku tanyakan yang ingin diceritakan tentang bagian lantai satu ini. Ee bagian lantai satu ini sebenarnya mungkin kalau dari awal banyak cukup perubahan kayak gitu ya. Dalam artian ee dari spek awal dan lain-lain kita coba ee gali keinginan kalian kayak gimana. Ee lantainya tetap kita menggunakan keramik. Nuansanya tetap industrial dan e monokrom. Oke, ini biasanya kalau perubahan material tuh menyangkut juga sama budgetnya ya, Kak ya. Nanti kita akan tanyain budgetnya. Boleh enggak nih dipel nih sama beliau? Boleh, boleh, boleh, boleh. Kalau untuk di railing tangga, pemilihan materialnya untuk yang pakai apa sih? Wiremes nih ya. Iya, betul. Kita pakai wirem ee dengan ketinggian kurang lebih 1,2. Em kenapa kita pakai 1,2? Ee alasannya ya karena masih ada anak kecil gitu. Jadi biasanya itu rata-rata di sekitar 90-an kayak gitu ya atau 1 m. Tapi kita ini cukup tinggi nih 1,2. Jadi biar emang request ee dari klien kalau anak-anaknya naik ke kursi, nah ini masih tinggi. Oh iya. I ya ya. Karena ini sudah pasti di ee siapin sebagai kursi ya semaksimal misalnya kayak kami rasa maksimal di 1,2. Kalau di Momo kayak gitu kan rata-rata yang daerah atasnya itu 1,1 sampai 1,2-an. Nah, itu kurang lebih levelnya ee kita siapin lah safety-nya kayak gitu. Dan ternyata emang dibikin nyambung ke sini semua ya sampai si dindingan dapurnya ini ya. Dan area dapurnya kita buat lebih tertutup karena kan biar kalau dari e jalan ke bawah enggak kelihatannya langsung dapur gitu. Oh iya benar sih. Ketika berada di situ kan enggak kelihatan dapur. Betul. Dan kalau misalnya masuk pun sebenarnya sengaja kita simpan dapurnya di sebelah samping karena yang pengin ee di-highlight itu adalah pemandangan belakangnya sebenarnya bukan area dapurnya gitu. Tuh karena iya juga ya ini kan dapur juga berada di depan rumah tuh. Betul. Di samping ya maksudnya daerah samping di bagian depan gitu tapi orang enggak enggak langsung liihatnya ke dapur gitu sih terdisaksi sama ini. Yap keren. Oke sekarang kita lanjut ke lantai basement. Basement berarti di bawah. Oke sekarang kita mau ke basement ya Kang ya. Boleh ke bawah kita ke basement. Tapi ini kita bahas sedikit deh tangganya. Soalnya ini kenapa pemilihannya dia pakai metal ya. Oke, sebenarnya kita pengin bikin ya yang ee kan bangunan ini seringan mungkin gitu ya. Salah satunya ya kita upayanya dari tangga ini kita coba ee menggunakan metal. Ee dari sisi lain pun sebenarnya secara budget akan jauh lebih affordable kayak gitu menggunakan metal ini walaupun memang tetap ada ya ee kelebihan kekurangannya gitu. Iya. Kekurangannya kayaknya kalau dipijak jadi lebih dingin Lebih dingin terus masih ada suara-suara gitu. Iya. Tapi jadi ketahuan dong. Ketahuan siapa? Ada yang lagi naik, ada yang lagi turun gitu. Iya. Itu sebenarnya kelebihan mungkin kelebihan dan kekurangan jadi satu. Oke. Berarti kalau di bawah ini pasti kamar tidur ya. Yap, lebih privat gitu. Lebih area privatnya ya di sini. Nah, nyampai bawah di sini langsung ketemu pintu-pintu ya. Iya, ada empat pintu di sini. Dan di sini juga ada pintu keluar ya. Kalau ini ya. Betul. Ada luar. Oke. Kayaknya sebelum keluar kita bahas ini dulu aja. Di sini ada ruangan apa aja nih, Kang? Oke, jadi di sini sebenarnya ada kamar anak gitu di sini. Ee dia kita kasih dua pintu ini sama Betul. Karena sebenarnya ke depannya nanti bisa dipisah menjadi dua kamar anak. Walaupun sekarang masih menyatu bercting. Betul. Di sini masih nyambung ya. Kak gini kok satu kamar ee tapi dua pintu. Jadi ke depannya sih Kindi di sini nanti pengin jadi ada lemari buildin untuk pemisah ee antara ruangan satu dan yang lainnya. Jadi buat sekat gitu ya. Tapi saat ini karena masih bergabung ya. Iya. Kebetulan masih pada kecil belum pengin menyendiri jadi masih ini sih udah dipikirin jawab panjangnya. Benar. Kurang lebih ini tuh kisaran ini hanya sekitar 2 m* sekitaran 3 m kayak gitu. 2, ee 2 m ee ya 2,5 lah kurang lebih. Bisa jadi dua kamar tidur ya? Bisa dua kamar. Oh kalau misalnya satunya ya satuannya. satuannya kalau misalnya luasan ininya sekitaran ke sini sekitar 3 atau 3,5 m * 4 m jadi dua kamar. gitu kita bagi dan masih dapat jendela juga di situ. Fnya ket I masing-masing punya jendela. Masing-masing juga ee punya kisi-kisi. Jadi ya kita harapin sebenarnya 24 jam udaranya tetap ngalir. Tapi kalau di sini itu lantainya langsung beda juga ya. Iya. Kita ee klien penginnya lebih anget gitu di bagian bawah. Jadi kita kasih vinil di sini tuh. Karena emang ruangan untuk tidur ya, jadi biar kesannya langsung buat tidur gitu. Oke, ini ke mana dulu, Kang? Betul. Oke, kita kayaknya ke ruang kamar utama dulu ya. Oh, ini kamuah. Pintunya juga hitam semua ya. Hitam semua. Betul. Karena kayang hitam putih ya. Hitam putih dan coklat ya. Atau misalnya warna kasan kayu. Nah, kurang lebih gini. Jadi, ya dia punya pemandangan ke belakang langsung kayak gitu. Dengan bagian bawahnya kita tutupin menggunakan apa ee stiker ya. Ini buat privacy ya, Bu biar enggak terlalu kelihatan. Tapi kita sebenarnya masih bisa ngelihat ke luar juga. Masih bisa kayak luar, tapi kan susah ngelihat ke luar. Iya. Ya. Kalau kamar tidur utama ini ukurannya luasannya berapa, Kang? Kurang lebih ini tuh sekitar 3 m. Di sininya sekitar 4 m kayak gitu untuk area yang kamarnya aja ya. Heeh. Heeh. Heeh. Dan ini ternyata emang ee jadi area bawah tangganya juga bagian dari kamar tidur utama ini ya. Betul gitu. Ee desainnya dulu penginnya memang build in gitu tapi jangan bertahap. Kalau ini masih punya yang barang lama. Ah ya udah aja pakai aja lagi gu sih. Iya. Dan ternyata lemarinya juga muat sih ditaruh pas banget buat nyimpan lemari. Terus di sini juga buat nyimpan ya penyimpan juga biar jadi storage Oh, jadi storage juga di situ. Ini ya simpel tapi enak ya. Nyaman banget. Kayaknya di sini tuh kayak kalau misalnya lagi hening, sunyi gitu kayak masih dengar-dengar suara masih banyak apa namanya? Burung-burung atau masih serangga ya. Terus aku juga suka sama aksen ini sih. Ini tali air aja gitu kan. Iya. tali air sih sebenarnya kita pengin ya udah ee biar ee posisi jadi jendela pun semuanya satu ee sama gitu e sejajar gitu ya pintu juga ya jadi sama semua ditarik gitu iya kayak gitu ini kamar mandi berarti kita nah betul sebelum kita keluar ini adalah kamar mandinya kamar mandinya juga black and white loh black and white keseluruhan kalau misalnya kamar mandi ini sebenarnya ee dengan keterbatasan ee lahan ya maksudnya dalam artian ee lahan dari ruang dalamnya ee Ee akhirnya klien pengin ya udah ee satu kamar mandi buat bersama aja. Kita enggak perlu kamar mandi dalam dan lainlain-lain. Terus ee memanfaatin ee ruangan yang ada tapi pengin tetap ada pencahayaan alami. Ini luasannya berapa? Kisaran kalau kamar kisaran sekitar 2,5 m kali ee 2 man gitu ya. Enggak terlalu luas tapi karena putih semua jadi terkesan luas aja. Enggak sumpek gitu ya. Enggak sumpek. Betul. Oke. Nah, sekarang kita lanjut ke sini ya. Boleh. Oke. Ini tuh bawah sini menarik banget loh, Kak. Ini emang dari awal berarti direncanakan ya udah untuk taman atau seperti apa di desain awalnya tuh. Iya. Jadi kalau misalnya di awal memang ini direncanain buat tempat bersantai. Ee klien sendiri tuh pengin kalau nerima tamu enggak mau usaha di atas deh. Jadi pengin di samping di arah tamannya sendiri gitu buat ee nikmatin si pemandangan. Justru ini buat nerima tamu. Buat nerima tamu. Mukanya kayak kayak pengin kesannya di sini buat kumpulnya Wah asik banget sih. Langsung ke alam ya. Ala sambil ngobrol-ngobrol, sambil makan cemilan. Tapi di sini ternyata turun lagi. Tapi tantangannya apa sih, Kang? Ee ngebangun rumah di kontur yang seperti ini? Nah, itu ee konturnya ya. Maksudnya dalam artian kita ee dengan kontur di sini berarti kecenderungan tanahnya itu sebelumnya tanah urugan. kita harus benar-benar paham mana area-area yang tanahnya masih bisa dimanfaatkan atau misalnya kita harus cut lagi nih karena urugan yang enggak ee padat itu kita enggak bisa manfaatin karena kan kayak gitu. Nah, akhirnya kita harus strategiin biar dia berundak-undak pun memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan budget mereka kayak gitu. Karena sejujurnya tanah di kontur ini strukturnya akan jauh lebih mahal dibandingkan tanah yang datar. Benar sih, kayak gitu sih. Jadi, akhirnya kita coba kasih dimensi yang secukup mungkin sesuai kebutuhan. Strukturnya juga tetap kuat tapi manfaatin ruang luar. Kesannya ruang dalamnya enggak sempit gitu. Nah, sekarang kita turun lagi nih mungkin, Kang. Tadi sih, Kang Regi cerita ya, off cam itu ini tadinya tuh belum seperti ini ya ownernya. sendiri yang coba ngembangin buat bikin taman, bikin tempat kumpul buat keluarganya sendiri gitu sih. Jadi sebenarnya area hijau hijaunya di sini masih sangat luas ya? Masih sangat luas. Nah, ini juga kalau bawah sini ya udah bukan buat tempat apa-apa ya, Kang? Bukan tempat apa-apa sebenarnya ini storage sih. Ee bagian situ storage. Ee di sini pun emang enggak ditempatin buat apa-apa ya. Hanya sebagai area resapan aja. Area resapan ya. Jadi kayak dibuat teman-teman kering kayak gini, dikasih batu-batuan, ini dikasih pijakan kayak gini. Jadi mempercantik aja sih ya. Jadi kayak tempat wisata ya. Kayak tempat wisata. Nah, terus kalau di bawah situ tuh itu ada apa itu, Kang? Ini plambing-plambing toran air di sini. Ada bu kontrol gitu. Ada pompa juga yang ya sebagiannya kita sembunyikan di bagian bawah gitu. Di bawah semua sini pokoknya. Karena sebenarnya ee air itu karena kan di sini kan pakai air lingkungan ee air kaki ee dari gunung. Kita tidak terima dulu di sini pompa ke atas. Dari atas dipompa lagi kayak gitu. Oh, jadi sebenarnya nerima air pertama kali itu di daerah sini. Oke, jadi seperti itu prosesnya. Dan kalau misalnya ini sisi kirinya ini juga sama ya, dia ada tangganya juga menuju ke atas. Iya, menuju ke area servis gitu. Jadi rumahnya asik ya, kanan kiri belakang tuh ada gitu. Space-nya lega banget. Oke, ini sekarang kita ke mana lagi, Kang? Ada cerita apa lagi enggak di sini dulu? Ini kalau misalnya kita lihat dari sini ya, Teman-teman. Nah, ini kelihatan banget bagian belakangnya pun well design ya. Maksudnya kalau aku bilang ada bentuknya juga gitu loh. Biasanya kalau bagian belakang rumah kan enggak terlalu dipikirin ya. Tapi kalau ini emang udah dipikirkan seperti ini berarti ya. Iya. Memang dari awal sih kita pengin coba ya tetap terkesan rapi kayak gitu dari bagian belakang tapi aksen dari mereka yang pengin tetap monokrom juga tetap dapat kayak gitu sih. Jadi ya udah kita kasih memang putih hitam sebagai warna utamanya gitu. Udah ya pokoknya semuanya hitam putih. putih kayu. Betul sebagai konsisten dari awal sampai akhir. Dari Allah sampai akhir. Oke kita ke atas lagi. Boleh. Boleh. Oke udah selesai host tour-nya. Biasanya kalau ah duduk kayak gini teman-teman udah emang menanti nih. Soalnya mau bahas budget nih. Boleh tahu enggak Kang budgetnya berapa sih? Oke. Oke. Budgetnya sendiri itu kisaran R jutaan lah kita per meter persinya. 7 juta per me pers itu untuk pembangunannya kah atau pembangunannya? Pembangunannya aja ya. Enggak termasuk ngisi-ngisinya ya. Iya. Kalau ngisi-ngisi ee klien sih sendirian. Oh oke. Berarti tinggal dikalikan aja sama luas bangunannya tadi yang ada diion gitu. Siapkan kalkulatornya. Siap. Dan kalau misalnya teman-teman masih penasaran nih mau tanya-tanya seputar rumah ini atau mungkin ada yang tertarik mau didesainin juga rumahnya bisa kontak ke mana? Oke. Ee bisa kontak kami ke Instagram kami Ranah Timur Arkitex atau RTR Arkitex dan ke website kami www.rtr.co.id. Oke, tuh teman-teman langsung aja entar langsung ketemu Kang Regi dan tim di sana. E makasih banyak sama-sama udah mau colab sama kita di Insar. Senang nih kita bisa ketemu. Semoga bisa ketemu lagi next projectnya. Amin. Oke, Teman-teman makasih banyak sudah nonton sampai selesai. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wicaksound Mifta Janah Inspira Homes dan TikTok Wicakk Mifta Inspira Homes. Bye bye. Yuk kita ke keluar. Kok tiba-tiba sepatunya udah di sini ya? Iya ya. Wow. Insan Insan enggak ada sepatu, coy. Parah sih. Parah. Pegang kamera sendiri, Mbak. Udah capek kerja, ya? Yeah.

Lihat di YouTube