KIRIM MOBIL DARI JAKARTA KE KUALA LUMPUR VIA KALIMANTAN BUAT KELILING ASEAN! (YouTube Video)
Oke, hari ini hari yang sangat spesial sekali karena kita akan ke Semarang. Kita mau kirim mobil Cherry 38 ya, 23 buat overland lagi. Wah, bersama Bawala di sini. Pal w semalam naik apa? Semalam naik kereta dari Subang. Dari Subang. Emang ada kereta dari Subang? Ada Pagaden Baru. Stasiun Pagaden Baru naik bangun Karta sampai sini. Oke. Nah, hari ini kita Kenapa dari Semarang? Karena kita mau kirim mobil dari Semarang, Pontianak. Betul. Terus dari Pontianak kita ke mana, Bal? Ke kucing lagi. Entar kok mata gua kelilipan ya? Gitulah pokoknya ya. Soalnya kalau kita kirim mobil dari Jakarta ke Portang Kuala Lumpur itu satu mobil Rp45 juta. Oh mahal banget, Pak. Dua mobil Rp90 juta. Nah, kalau ini kita cuma butuh naik DU. berapa? Ee kemarin DLU-nya satu mobil R juta ya. Rp jutaan. Rp jutaan. Heeh. Terus nanti dari ee Pontianak ke kucing ya jalan sendiri ya. Siap. Dari kucing ke pelabuhan. Pelabuhan port kilang satu mobilnya Rp9 juta. Ora. Jadi total per mobilnya itu ya sekitar kalau toal ya Rp15 juta lah. Iya. Sama bensin, Pak ya. Sama bensin ya. Kan nyampai R juta lah. Lebih irit Pak. Lebih irit. Nah itulah. Ee jadi kita memilih jalan seperti itu. Jadi nanti mobil kita tinggal 10 hari ya. 10 hari harusnya jadwalnya. Sekarang kita jalan-jalan. Jadi besok nih pas nyampai Pontianak gua bakal ngajak siapa? Kaget lu pasti. Nah, ini mobil Pal. Udah lihat belum apa yang berubah ini Pak? MCI carbon. Karbon loh. Iya. Lebih enteng dong. Ini yang dipakai di jararis gua juga ya. Oh iya benar. Nah, kenapa kita ganti karbon? Karena ini mobil kan ada pasang aksesoris tapi pasti tambah berat kan. Iya betul. Mana bannya lebih gede lagi ya kan? Betul sekali. Nah, denganoris segitu banyak, barang bom begitu banyak pasti namanya BBM itu makin boros lari makin lemot. Tapi kalau lari makin lemot sih tetap aja masih kencang ya. Masih kencang, Pak. I apalagi yang itu tuh yang 2000 cc tuh. Sadis tuh. Ini turunnya sekitar 10 kilo, Pal. Ih, lumayan. Karena bawaannya si Cherry 38 itu berat sekali. Si kap ini mesinnya. Heeh. Lumay. Sekalian gua pengin tahu produk karbon buatan Indonesia apakah kuat dipakai overland? Iya, betul sekali. Nah, kalau misalkan kuat kan bagus, kita bangga gitu loh. Oh, senang Pakikan juga gas. Aduh, udah lama enggak naik mobil ini. Ini tahu enggak stikernya juga baru loh. Sebenarnya bentuknya sama ya, cuma baru ininya. Oh, iya. Apa namanya? Livery-nya. Ee kita buat ulang yang kemarin udah jelek. Cutting ya. Cutting. Yuk, let's go, guys. [Musik] Jadi, kita langsung saja pergi menggunakan mobil ini dari Klaten menuju Pelabuhan Tanjung Mas yang ada di Semarang. Kita akan menggunakan kapal DLU dan ke Pontianak. Nah, video ini memang bukan video Million Journey, tapi kenapa kita tayangkan sebelum 1 million Journey? Agar bisa relevan. Jadi, biar kalian nanti enggak bingung kok tiba-tiba mobilnya udah sampai di Malaysia aja. sudah sampai di Kuala Lumpur aja. Kapan kirimnya? Nah, jadi video ini untuk pengirimannya. Video One Million Journey Tour the Asian episode 1 akan kita tayangkan besok jam 10.00 tanggal 17 Agustus 2025. Makanya biar kalian enggak ketinggalan, langsung aja klik subscribe buat yang belum subscribe dan nyalakan lonceng biar ada notifikasi ke HP kalian pas videonya tayang. Oke, kita udah mau nyampai di Tanjung Mas. Sudah keluar tol ya. Disuruh lewat kiri, lewat lurus katanya lebih parah, macet. Lebih macet katanya. Gua dulu, Pal, gua punya penyawa di sini, Pal. Jadi, gua dulu cukup sering ke Tanjung Mas rental. Rental mobil zaman 2011 apa 12 atau apa gitu ya. Terus bolak-balik sini. Iya. Cuma enggak tahu ya beberapa akhir ini kenapa pelabuhan itu selalu padat ya. Gua pikir Tanjung Periuk doang loh. Yang kemarin parah sampai jam 3. pagi. Iya, ini Tanjung Emas juga macet. Yey, sampai juga kita di pelabuhan Tanjung Emas. Tanjung Emas Semarang. Tanjung Emas laut itu Tanjung Perak. Perak. Iya, Tanjung. Nunggu sini ya, Mat ya. Nunggu sini ya. Loh, ada bawa sapi tuh, Pak. Mau Idul Adha, Pak. Berarti kita Idul Adha di sono. Mana? Vietnam di mana? Ih, menarik juga Seru juga, Pak. Itu pengalaman yang follow saya ya. Oh, follow suruh follow Rahmat. Wah, iya ya. Salat Id, Pak. Ih, keren banget. Idul Adha di Vietnam. Oh, itu ini. Gede banget loh. Eh, ini lebih gede kayaknya dibanding yang kemarin loh. Tuh, ini, Pak. Gini, Pak. Gini, Pak. Gini, Pak. Kita Pak, gini, Pak. Sini, sini. Astagfirullah. H ini ini gede banget kayaknya lebih gede daripada kemarin deh. Oh iya benar Pak. Uh gede. Gede banget Dharma Kartika 7. Woh gede. Ini gede banget deh ini. Dah gede banget. Gede ini. Gede. Apa karena lebih tinggi? Enggak juga. Lebih gede juga. Iya. Dan ada lumba-lumbanya loh. Si lumba-lumba makan dulu. Y ya kita sudah nyampai di Tanjung Masnya ya Tanjung Mas. Berarti ini ya kapalnya ya ada dua itu yang itu. Yang itu ke Ketapang. Yang sana ke mana? Ke Pontianak yang gede. Yang gede banget tadi. Nah kita sekarang jam 11.00 mobil baru bisa loading jam .00. Iya. Lagi berangkat jam .00 ya? Jam Iya. Jam . sore. Wei wei we. Goyang goyang loh. Enggak truk keluar tadi. Oh berasa goyangnya gede ya truknya yang keluar soalnya ya. Kay gitulah. Emang seru ya naik kapal ya. Tapi enggak ada enggak ada air nyiprat ya? Enggak. Ini kalikan kali Pak Nih kalingan nih. Eal titip mobil. Siap Pak Aman. Dan gua titip lu selama di kapal istirahat. Oh iya harus istirahat. Kenapa? Karena perjalanan 30 jam. Heh. Ya kan? Terus nyampai jam 11.30 ya nyampai hotel mungkin jam .00. Betul. Wah iya tuh kita jam 5. habis subuh langsung sudah berangkat lagi. Ngopi dulu. Ngopi. Habis itu kayak siang. Mas jangan nonton Danutan. Jangan ngjak gua. Mau nonton Danutan J. Enggak. Enggak ada. Jangan ajak gua. Jangan. Iya kan. istirahatlah. Awas aja lu enggak Tidur, Pak. Tenang aja, Pak. Iya, nanti kita sampai jumpa di Pontianak. Besok gua nyusul. Siap. Siap. Hati-hati ya. Kita tunggu. Dadah. Naik dulu. Ridwan dan teman-teman lainnya akan menyusul menggunakan pesawat karena tidak bisa ikut naik kapal dikarenakan pekerjaan. Setelah dilepas sama Ridwan, akhirnya kami prepare memasuki kapal. Dan selama perjalanan 36 jam kami melakukan kegiatan seperti biasanya. Selama 36 jam ini, kami ditemani dengan cuaca yang sangat bagus dengan ombak yang tenang dan pada akhirnya dini hari kami sudah bersandar di pelabuhan Dwikora. Alhamdulillah setelah 36 jam 36 jam perjalanan dari Tanjung Mas ke pelabuhan di Dwiora Wikora Pontiana kita sampai juga dengan di cuaca yang baik. Alhamdulillah Pak. Alhamdulillah kita cuaca yang baik e juga apa namanya itu nyaman kita sama pelayaran. Saya dari Darmalutan terima kasih saya yang terima kasih banyak Pak ee berkenan untuk mengikuti armada kita Darmak Kart 37 ya. ee selamat melanjutkan misi perjalanan. Semoga sukses, makin sehat. Amin. Setelah berpamitan dengan teman-teman DLU, kami langsung melanjutkan perjalanan ke hotel untuk beristirahat sejenak. Dikarenakan keterlambatan masuk antrean ke pelabuhan, kami baru sampai hotel sekitar pukul . pagi dan kemudian di pagi hari kami akan melanjutkan perjalanan ke kucing. Tapi sebelum itu kami akan mampir di Kopi Asiang untuk sarapan. Nah, sekarang kita udah di tanggal 7 ya berarti ya tanggal del delan. Dan pagi ini subuh masih gelap, kita makan dan sarapan di Kopi Asiang. Ini ini terkenal banget ya. Jadi banyak banget orang ke Pontianak itu pasti mampir ke sini dan bukanya dari jam 3.00 pagi ya. Jam 3.00 atau jam kita bukan. Jam 3.00 atau jam .00 lah. Jadi kita habis subuh langsung ke sini masih gelap. Nah, formatnya kali ini ee karena cuma sampai kucing doang enggak enggak muterasean. Jadi kita cuma 3 hari lah orangnya beda-beda semua nih. Orang baru-baru semua. Iya videografer ada Rahmat seperti biasa ya. Ada Bapak Pala sebelah saya mungkin tidak asing lagi koveri ya dari Rotari Auto. Ada Mas Argo, Bapak Argo dan Bapak Jundaf. Ini duet maut orang Magelang. Iya. Terus habis ini kita langsung jalan ke Entti Kong ya. dari Entikong. Kita akan nyebrang, habis itu kita ke kucing. Besok jam 09.00 pagi kita udah harus ada di ee apa? Forwardernya Buat ngirim mobil ke Port Klang, Kuala Lumpur, Malaysia. Oke. Dalam enggak? Untung bukan. Untung bukan saya pelakunya. Bukan saya pelakunya. Jadi tadi gua parkir ya, gua pikir ini bisa masuk dong. Ternyata ada rantai segini kecil. Baret dia dalam. Bukan saya bukan saya. Nah. Ini baret siapa? Dipal lah bukan. Enak aja. Mana gua kecil sih yang ini nih yang berasa nih. Enggak enggak pernah gua. Tapi untungnya kenapa jadi masuk ya? Ya kan kenapa jadi masuk ya? Jadi kita ini ada auto glow ya kan. Jadi produk cat dempul furnish dan kawan-kawan dari Pacific Paint. Oh lengkap ya? Lengkap ya. Dan ini mobil udah kayak diasuransiin lah. Jadi nanti kalau ada apa-apa segala macamnya pas balik ke Jakarta atau ke Klaten lah. I kita akan e perbaiki dengan auto glow. Wih, jaminan tuh, Pak. Jaminan mutu. Oke. Wing bingo gua kemarin. Iya. Iya. Itu yang pakai auto glow. Oh, pakai auto heeh dan kemarin ee nanya sama e Omeni Titanium. Iya, pakai Autoglow enggak? Oh, pakai katanya. Heh, bagus barangnya. Katanya yang paling suka tuh dempul. Dempul ya. Karena dempulnya tuh e gampang dicetak pulen. Oh. Dan warnanya putih sama enteng dibanding dempul biasa. Iya. I. Jadi emang produknya itu emang udah disesuaikan dan tahu sendiri pasiv pand kan udah lama ya. Udah udah legend Pak. Legend. Udah legend ya. Jadi ya buat beginian gampanglah harusnya buat mereka aman ya. Iya. Aduh ada-ada aja ya. Ini baru baru 2 kilo dari hotel Hah? berasa dah. E berangkat ini. Kenapa ada ginian? Ini tiket DLU, Pak. Tiket kapal ya? Tiket DU. Jadi ee gua baru tahu juga ternyata di Pontianak itu pelabuhannya masuk ke dalam sungai. Betul sekali. Jadi yang bikin lama itu nunggu antri antriannya. Jadi antriannya harus keluar dari sungai dulu baru bisa masuk satu-satu ya. Enggak bisa dua sekaligus ya. Iya. Dan untungnya kita tadi urutan pertama, Pak. Heeh. pertama dengan ombak yang juga enggak terlalu gede lah. Aman banget tadi. Dan Pala sama Rahmat tuh benar-benar baru nyampai jam 3.00 pagi ya. Jam 3. Pagi nyampai hotel. Eh, nyampai pelabuhan malah. Pelabuhan. Jadi nanti kita biarkan mereka tidurlah. Bobo dulu, Pak. Ah, Sip. I can see you from Iya. Gimana, K? Perjalanan ke Kalimantan Pontianak. Pertama kali cerita di Kalimantan? Pertama kali banget. Pertama kali? Jadi lu pertama kali Kalimantan nih sekarang. Beneran? Beneran. Oh, langsung dibawa ke jalanan yang ekstrem dong. Enggak, enggak ekstrem lah. Enggak ekstrem. Ini biasa. Tapi gimana ee ngelihat Pontianak terus ke sini jalan seru. Seru ya. Seru banget. Apa yang beda sama yang biasa lewatin? Eh, berasa kayak di luar kota ya. Terak des. Bercanda Bapak-bapak ya. Iya iya iya iya iya. Eh, pertanyaan lu gimana mobilnya? Wih, ini e mobilnya gua kaget loh. Jujur deh. Jujur deh. Ini Cherry ini ya menurut gua harga mobilnya dengan rasanya ini enggak sesuai sih. Ini kalau logonya diganti pakai H gitu Honda gitu ya. Ini kayaknya harga mobil ini ya 6 700 juta lah. Tapi begitu logonya Cherry dengan rasa seperti ini dia punya suspensinya, engine-nya, interiornya enak ya. Harga kurang dari R00 juta sih kayak harusnya sih merem loh. Merem ya. Jadi beli lah. Ah belanja dah. H nunggu yang CSH dari Supra Hybrid yang bisa plakin ya. Yoi. Itu lu ke kantor ya di tanah kusir ya? He. Dari basicnya tanah kusir mah tiap hari enggak usah ngisi bensin. Lu ngecas aja tiap hari. Tiap malam. Berarti berarti kalau dicas kayak gitu aman? Hmm aman. Enggak bocor tuh. Enggak baterainya enggak rusak? Enggak dong. Aman ya? Enggak. Garas juga 8 tahun kok. Itu bayangin mobil segede gitu, tapi dikasih baterai yang ukurannya sama kayak eing RV yang short range yang 18 kWh. Nah, itu dapatnya 100 kil bisa sampai 100 kilo. Baterai only. Kalau misalkan lebih dari 100 kilo habis mesinnya nyala. Oh, itu kalau kita ngecas tiap hari berarti bensin gua isi full tank ee baru ngisi lagi mungkin bulan depan kali ya. Tahun depan ya. Tahun ya. Pokoknya e kayak lu beli mobil listrik aja. Jadi tiap malam lu cas, setiap malam lu cas gitu. Nyampai rumah colok, nyampai rumah colok. Gua rasa enggak pakai bensin deh. Cuman orang banyak yang nanya gini, Om, kayak ibarat handphone atau komputer gitu loh. Katanya lu enggak boleh ngecas mulu, entar kalau ngecas mulu baterai jadi rusak. Nah, kalau di mobil lu bilang bisa pakai 100 kilo gitu ya. Nah, ini menarik koko. Heeh. Itu kalau dicas setiap hari bikin rusak enggak? Nah, ini menarik karena e kemarin tuh ada orang pakai eh Ionic 5 ya 330.000 kilo kalau enggak salah dia di jalan. 3 tahun itu ternyata baterai live-nya itu masih 88%. Nah, gua sendiri Ionic 5 itu 68.000 km. Baterainya belum berasa turun. Masih 100. Gua masih enggak ngerasa ada penurunan ya. Gua enggak tahu batter life-nya berapa karena waktu itu gua nanya ke Hyundai bater life-nya bisa dicek enggak sih? Enggak bisa katanya. Oh, tapi gua ngerasa belum ada penurunan karena sekali gua cas penuh itu pasti ee estimasinya itu sekitar 500-an lah. 550, 540 dari full ya. Padahal kan dia klaimnya 450 tapi kan dia apa baca gaya bicara gaya bicara gaya gaya berkendara kita kan. Nah, yang tadi awal tahun bisa 80% itu tahunya dari mana? Enggak tahu tapi itu jadi artikel. Oke, gitu. dan ada Ionic 5 itu yang baterainya itu baru rusak itu 500.000 kilo. jadi sejauh itu. Nah, itu ee yang katanya bisa sampai 500.000 kilo itu kelihatan dia punya ee quality baterainya tuh tinggal berapa persen yang dianggap udah rusak di bawah 50% kah? Enggak tahu. Mesti cek lagi deh. Coba deh kalau itu komen deh di bawah deh. Ini 40 menit lagi ya nyampai di Entong. Tapi sebelum itu kita mau isi bensin dulu karena kita bawa tangki ini harus kosong. Dan kita tuh bawa barang itu benar-benar dikit. Enggak kita bawa yang perlengkapan-perlengkapan lainnya. Karena untuk nyebrang itu mobil tuh harus kosong. Ini kita nego biar bisa bawa tangki. Karena kalau kita naik pesawat bawa tangki ya lumayan ya. Gimana cara mengetahui ini? Ada 15. Ahah. Saya pasti bisa tahu Pak. Yeay, kita akan menyeberang kembali. Perjalanan dari Pontianak ke Entikong menempuh jarak sekitar 250 km dan membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan. Perjalanan juga amat lancar. Nah, udah mulai kelihatan ada mobil Malaysia di depan ya. Mobil Malaysia lagi kita ketemu. Iya. Dan di Malaysia itu mobil ya Rata-rata catnya itu pada berantakan kagak terkurus. Park entah parkir sembarangan entah bagaimana bentukannya banyak yang begini. Kenapa sih lebih tepatnya ya karena kayaknya edar yang penting mobil jalan gitu. Ee kalau di sana gua lihat orang enggak terlalu sayang sama mobil kayak di Indonesia sih. Dan sekarang kita udah 15 menit lagi mencapai antiom. Heeh. Jadi udah mulai siap-siapin ngisi ini MDAC. MDAC apa tuh? E Malaysian Digital Card of Arrival. Arrival card ya. Nah nanti ee di apa namanya? Border itu enggak boleh bikin video. Tapi nanti kita akan ceritakan aja lah Nah prosesnya bagaimana. Heeh. Kurang lebih seperti itu. Jadi mungkin teman-teman di sini ada yang pengen tour ASEAN gitu ya. Wah seru tuh. Seru banget Pak. Mungkin kita kalau pulangin mobil juga akan lewat sini lagi ya biar murah ya. Iya enggak sih? Benar, Pak. Mendingan lewat sini. Darpala Utama bagus kan? Woh keren Pak. Kapalnya mah nyaman. Asik. Tapi ya gimana rasanya waktu masuk ke dalam pelabuhan yang mesti lewat sungai dulu? Ee mungkin rada lebih lama daripada pelabuhan yang langsung ke laut, Pak. Heeh. Karena kan informasinya semalam tuh apa? Antrian masuk tuh harus satu-satu. tuh enggak bisa tuh. Satu jalur itu ee dilewatin dua kapal. Papasan tuh enggak bisa. Jadi benar-benar dimuara ada kapal keluar baru kita masuk. Karena kan itu masuk sungai, Pak. Pelabuhan Dewi Kora itu ada ininya ee buaya. Nah, itu kagak tahu, Pak. Cerita-ceritanya bagaimana. Nah, lu enggak bercermin ya? Hah? Buaya dong saya jadinya. Yey, sudah berhasil. Tapi ya ini sepi banget enggak kayak waktu kita kemarin, kemarin ada antrian. Ya, kita masuk Malaysia sekarang. Y. Seperti biasa ketika kami melakukan penyeberangan di border, kami tidak boleh mengambil video. Untuk tata cara dan persyaratan menyeberang ke Malaysia menggunakan mobil bisa Anda lihat di video 1 million Journey Borneo 360 episode 7. Dan untuk pembuatan CPDne juga sudah tayang. Bisa dilihat di deskripsi untuk linknya. Namun ada sedikit drama di border kali ini yang membuat penyeberangan menjadi lebih lama dari penyeberangan kemarin. Begini ceritanya. Alhamdulillah akhirnya keluar dari custom. Oh custom apa? Imigration. Imigration ya. Pokoknya itulah. Heeh. Border. Border ya. Border lah namanya. L. Cuma kali ini itu agak bikin pusing karena ternyata kan kemarin kita e keluar itu lewat Tawau. Tawau. Nah itu border belum resmi. Belum resmi. Betul. Se kita sudah surat ke JPJ dan kawan-kawannya. Ternyata dari sistem di Tawa itu dia tidak input untuk surat keluar. Betul. Pernyataan keluar. Pernyataan keluarnya belum ada. Untungnya ya ini kita ada stiker. Stiker permitnya itu ternyata harus dikembalikan. Harus dikembalikan dan kita tidak dapat informasi itu. Nah, tadi dipermasalahkan untungnya tahu enggak untungnya apa? Itu kalau denda sehari telat itu 100. Wow. Berapa bulan kita, Pak? Enggak. itu ee yang kemarin itu habisnya 15 Mei. Oh, masih aman. Sekarang tanggal berapa? 8. Tanggal 8. 8 Mei ya. Seandainya kalau itu hilang bisa 1.000 lebih. Waduh, R jutaan untuk pelanggaran berat itu katanya sampai pusing. Pusing katanya. Nah, untungnya kita masih nyimpan ya. Enggak kita turunin. Masih nyimpan. Iya. Dan kita kembalikan untuk pernyataan keluarlah diberik kata. He. Jadi itu tidak boleh hilang dan Cuma karena kemarin kita lewat border tidak resmi ya walaupun secara e administrasi kita sudah lakukan ya artinya kita tidak ilegal ya tidak ilegal Pak cuman pas proses keluarnya kita tidak ada informasi untuk menyerahkan ini pas keluar iya tapi ya udahlah pokoknya seperti itu. Makanya tadi agak sedikit lama cuman ee buat teman-teman yang pengin nyebrang dari ee Pontianak ke Kuching saran gua adalah datang berangkat sepagi mungkin. Iya, karena tadi waktu sudah mulai siang, wah antriannya, Pak. Udah mulai panjang antriannya. Dan yang kedua, waktu kita mau ngecek kan barang semua dicek ya, tidak boleh bawa yang ilegal gitu ya. Itu mulai panjang tadi. Makanya tadi waktu lagi di custom lagi ngantri ada mobil-mobil ngantri, ngantri, ngantri. Luar biasa ya. Luar biasa Pak. Ternyata aktivitas di custom tuh ramai, Pak. Gua merasa bersyukur karena kita datang sepagi mungkin habis dari A siang langsung jalan. Betul. Betul banget. Heeh. Dan seperti biasa kalau di border itu tidak boleh divideokan. Jadi kita cuma bisa bercerita aja. Bercerita aja ya. Pokoknya pengalamannya begitu dah. Yang jelas aman sebenarnya engak ada kendala apa-apa. Ee petugasnya juga baik kok membantu, mengedukasi. Jadi ya kita enggak enggak usah panik Enggak usahak. Dengerin aja apa kata-kata petugasnya dengan baiklah. Turutin apa katanya dia gitu aja. Okej masih panjang tapi kita ke pom bensin duluan. Pom bensin Petronas. Setelah kami melewati border Entikong dan mengisi bensin di pom bensin, lalu perjalanan kami lanjutkan menuju penginapan dan beristirahat untuk kemudian keesokan harinya kami akan menuju ke agen penyeberangan kucing Port Klang. Sekarang adalah hari berikutnya dan pala ini enggak bisa ikut untuk sekarang. Kenapa? Karena dia PR-nya banyak. One million Journey. Episode berikutnya itu dia harus ngisi VO ya. Hah. Jadi gua hari ini akan sama Rahmat aja untuk ngirim mobil ini ke kantor e penyeberangannya. By the way, ini hotel kita tuh dekat banget tinggal jalan kaki ya. Dan nanti kita setelah naruh mobil kita udah nyewa ini sebuah Proton Saga namanya. Di kucing ini se mobil enggak semurah di Kuala Lumpur ya. Dan biasanya kalau di di Kuala Lumpur gua itu nyewanya itu Proton Beza kayak gitu tuh. Proton Beza. Nah, yang ini Proton Saga ini dia udah lebih lama ya dan kilometernya Rp78.000. Barang-barang udah kita pindahin semua ya. Dan seperti yang gua bilang, kita enggak bawa apa-apa karena emang enggak boleh bawa apa-apa ya. Jadi ee barang-barang itu mesti dikosongin. Cuma kita nego boleh bawa tangki. bahan bakar. Yuk, let's go. Ya, ini kita udah sampai di tempatnya. Jadi, dia di lantai satu di sana, ya. Nah, mobil ini udah diperiksa. Tapi ada yang lucu ya, descamp disuruh dilepas karena e katanya di portlug itu banyak yang pegang nanti ini mobil buat keluar masuk dan kawan-kawannya. Jadi kalau nanti ada kehilangan mereka tidak tanggung, mereka tidak jamin. Itu ini agak tricky sebenarnya. Siapa mau muncul di descamp ya? By the way, entah nanti bagaimana kita meninggalkan itu sih tool kit beberapa emang yang valuables ya. Semoga tidak apa-apa karena kalau harus beli lagi di Malaysia nanti agak repot juga sih. Ya udah. Jadi ini mobil kita tinggal ee tinggal menunggu ini CPD-nya emang perlu ditaruh di mobil ini atau masih kita bawa. Soalnya kalau descap aja enggak berani untuk ditinggal, apalagi CPD. Karena itu kita tanpa itu aduh bagaimana itu. Terus juga dokumen-dokumen yang tadi itu juga kita fotokan ya. Jadi kalau misalkan hilang segala macam kita bisa tunjukkan nih tadinya ada dan kita emang meninggalkan mobil ini di sini ya karena itu baru pertama kali juga ngirim mobil dari kucing ya. Jadi semoga semuanya lancar dan aman. Oke, sekarang udah kita serah terima. Tinggal kita balik ke e hotel. Let's go. Jadi, mobil sudah kita kirim. Sekarang vlognya kita lanjutkan. Dan teman-teman tadi udah gua drop, gua barusan parkir. Nah, kita mau ke Mie sapi. Sekarang kami lagi di Mikolok Sapti Haji Saleh. Tempat ini cukup terkenal dan katanya makan di sini enak. Gimana rasanya, ya? Sekarang kita lagi makan di mie sapi ya. Kita cek seperti apa makanannya enak apa enggak. Jadi ini adalah apa namanya? Mie sapi. Mikolok Saleh. Mikolok Haji Saleh. Mikolok sapi Haji Saleh. Mikolok sapi Haji Saleh. Ya, ini katanya enak sekali. Mari kita coba warna kuahnya deh. Enak banget. Ey. Nah, tuh. Warnanya kayak gini tuh. Warnanya aja pekat-pekat gimana gitu loh. Begitu diseruput rasanya kayak apa Ini bondrot sih, Ko. Hah? Jadi kayak tulang sapi terus ee direbus lama sekali semalaman tapi dengan api kecil. Wah, enak banget. Mantap ya. Gua ini kayak akan kolagen. Iya benar. Collagen itu benar. Jadi kalau ingin kulitnya mulus dan putih ke sini. Ke sini. Jauh amat ya. Juara nih. Juara. Juara. Nih kuahnya aja udah juara nih. Pantas rame ya. Kantri. Ngantri itu apa tuh? Oh yang tendon. Tendon. Tendon. Oh tambahan ini. Nah ini seperti ini myya ya. Bisa dilihat katanya makannya kering dulu, habis itu baru tambahin kuah. Ini mie sama toge sama daging ya. Hmm. Sfa di kucing ini makanan paling enak loh. Iya. Ini juara sih makanannya top mer top. Dia tuh kayak ada asem-asem segarnya, kayak ada jeruknya gitu ya. Terus myya ini tuh mieya kecil beda. Belum pernah gua makan mie yang kecil-kecil gini kok. Ada sebenarnya di Jakarta yang gua bilang ada setengah-setengah babi ya. Setengah halal enggak? Setengah halal. Nah, kalau di sini pasti halal. Orang haji kan masa haji enggak halal kan aneh. Tuh baca tuh. Enam janji Allah. Enam. Janji Allah tuh ada. Kenapa orang harus dekok? Cara makannya kayak apa itu, Bang? Ini kering aja enak. Katanya memang harus kering tadi. Enak banget. Recommended kan? Ke kucing wajib ke sini. Jadi kita kena tilang karena tidak tahu Parking vehicle without displaying coupons. Kuponnya dapat dari mana? Ada di mobil yang gua cerita kemarin. Ada di mobil kunci, Bu. Buka coba. Bentar pegang. Yap. Nah, coba berarti bayar di mana? RM5. R5 Wisma Sato. Belakang BSN tuh. ada satu pondok. Oh, I ya. Apa? Tak. Tak. Ya. Bank BSN simpanan. Ah, belakang sana ada satu pondok. Pondok paki. Oh, pondok paki biasa ya. Ih, terima kasih. Makasih. Oh, bayar RM5 doang. Oh, RM5. Iya, harus ya lumayan kena berarti sekitar Rp20.000 karena enggak nampilin kupon parkir. Ee kita enggak tahu. Nah, ini harusnya bayar pakai ini nih. Ini masukin tanggal bulan kena nanti per satu ini ditaruh di sini. Oh, gitu. Lihat mobil yang samping kan. Oh, di situ ada tulisan P tuh ya di situ Nah, itu enggak tahu yang harus pakai ini yang di mana itu yang enggak tahu enggak. Yang kayaknya perkiraan ada P-nya itu deh. Yuk, yuk kita bayar yuk. Nah, ini ada sistem letak kereta berkupon ya. Jadi daerah sini itu semuanya sistem letak kamera berkupon. Nah, kita enggak tahu. Yuk, kita bayar dulu yuk. Jadi kita kena tilang, ya. Terus gimana caranya? Ya harusnya itu sebelum parkir digesek nih ada tanggal, bulan, tahun sama jam. Hm. Nah, ini terus ditaruh di dashboard. Nah, kalau enggak ada dashboard-nya gini ya taruhin beginian nih di di situ tuh. Padahal di sini parkir murah banget ya. Asli 20 sen doang per lembar. Iya, murah banget. Nah, kalau kena begini jadinya lima eh R5. R5 R.000. Iya. lebih mahal tapi ya. Ya tetap masih oke lah ya. Ini kita berarti ke dekat McD ya. Oh ya wes pelajaran namanya. Pelajaran pondok parking. Sebenarnya itu hitungannya bukan tilang enggak sih? Ini mah hitungannya tuh kayak ya udahlah lu enggak mau ya denda. Jadi denda. Eh enggak. Menurut mereka ini tilang. Denda. Denda karena lebih mahal. Jauh. Lebih mahal. Murah banget loh. 20 sen loh sama R5 itu jauh banget. Iya sen itu kan seperlimanya RM1. kita dendak R5 sekarang. Jauh banget ya. Itu langsung dari pemerintah ya? Iya. Ini ada Dewan Bandaraya Kucing Utara. Tapi gua masih penasaran gini loh, kan katanya setengah jam pertama kan 20 sen, setengah jam kedua 50 sen, setengah jam berikutnya lagi 80 sen. Kan aturan itu kan. Pertanyaannya tahu dari mana kita sekarang ini sudah berapa lama? Itu yang gua enggak tahu. Ini cuman masukin awal masuknya kapan, mau berapa lamanya itu ya enggak ngerti. Nah, mungkin teman-teman yang di Malaysia coba komen deh. Gua juga bingung. Jadi, sementara kita memilih untuk ya udahlah bayar denda aja lah setiap kali parkir. ya. Soalnya kalau hitungan Indonesia murah sih ya. Ini masih murah, masih masuk akal. Iya. Kita sekali parkir kan berapa di Jakarta. Berarti butuh kejujuran apa ya kalau di Malaysia ya. Kalau pakai setengah jam bilang setengah jam gitu loh. Ini kita lagi membayar denda. Denda parkir. Wah, banyak sekali. Ibu itu bagaimana cara pakai apa kuponnya? Kupon. Ah, bawa bawa bawa bawa bawa kuponat berapa satu lembar? Kalau ini kerja di mana? Oke, ini tampak kan ini kan. So, you tengok belakang di sini mana? H tanya kakaklah. Oh, iya. Kami dari Indonesia soalnya tidak. Ah, ini ini cara pakainya gimana? Cara pakainya gimana? Year. Mont is tig eh lima. Today is oke and then what time you park your car? pukul 12. Okey pukul 12 5 minit. Ini hanya untuk 30 minit yang pertama. Terus yang berikutnya? Yang berikutnya ada col lain lagi. Oh gitu. Oh ini untuk 30 menit saja ya? Iya. Kartunya beda. Kartunya beda. Ini harus beli ya? ini harus beli. Dia ada color. Nah kalau misalnya parkirnya 1 jam gitu. He berarti gimana? Kalau satu jam maksudnya you kena display this one plus selepas 30 minit tersebut. So ini tadi pukul 12. Okey. A oh dilanjut dilanjut dilanjut 12 10 minit kan. Let say you p your cut at 1210. Then the next coupon is after 30 minutes is 1245. Correct. Oh oke. So we can multiply ya. Berarti harus tahu mau parkir berapa lama ya di situ ya. Estimate. Iya estimate. Eh eh as long as you didn't get the red one. Yellow one. Yellow one still cheap. 50 cent. Beda harga. Beda harga. This is exit time. Exit time. Exit time. I suppose to pack to pack 30 minutes. Tapi saya tidak letak yang next next kan. So tadi saya parking 3 jam. Salah hitungnya, Pak. Jadi begitu, Pak. Simpel sih sebenarnya sih ya. Iya. Kalau mau pakai 1 jam berarti kita harus pasang kuponya dua Kak yang nextnya. Oh, dijual di sini ya? Dijual sini. Oke. Paham sekali. Itu seberapa itu? Ini baru RM4.25. RM4.25 untuk 20 kupon. 4empat jadi satu buku satu buku 425 ya. Oke buku ini baru the first 30 minutes. Dari mana? Eh Jakarta. Oh I went to Jakarta last February. Oh you have family there? No just vacation shop. Vacation Jakarta Bandung. Jakarta Bandung ya. For my third time. My third time. You love it? Okah. Okelah. Sama still sama AC. Hai. Aduh, balik lagi. Setengah jam aja ini punya enggak boleh lebih dari setengah jam bisa buat setengah jam. Jadi itu cuma buat setengah jam jadi kita harus beli yang satu lagi. Tapi parkirnya ternyata murah sih. Murah. Ini cuman 80 sen tiap setengah jam. Iya 80 sen yang kelebihan-kelebihan. Kelebihannya. Oh, kalau kayak gitu boleh dong. Kita misalnya parkir di sini setengah jam, terus itu kita geser eh 11 seteng jam, entar 11 setengah jam lagi. Ya kalau enggak mau repot. Harus keluar dulu dari area parking masuk lagi. Sebenarnya kayaknya tahu dari mana kita keluar. Ada device, ada device-nya yang microchip. Oh, ini. Iya. Jadi mungkin masuk ke area parking tadi ada kamera atau ada apa. Nah, kalau mau parking tidak cuman punya yang ini aja, tetapi ada beberapa lagi tiket semacam ini yang beda harganya. Hm. kita lanjut biar bisa parking panjang durasinya. Minimal sebenarnya kalau di sini kalau punya yang setengah jam pertama taruh aja setengah jaman bayarnya enggak separah itu. Karena yang tadi kelebihan-kelebihan cuma 80 sen kan kita kenanya R5 tuh. Mending taruh satu aja dulu minimal enggak ya. Makanya dia dia ngasih kita satu begitu ya. Iya biar enggak parah. Iya itu segitu tahu enggak berapa ko? Berapa? R4 25 lembar. jauh lebih murah daripada enggak bayar. Yuk, kita let's go. Kami berjalan dari Kucing ke Kampung Budaya Sarawak sepanjang 36 km. Waktu yang ditembus sekitar 43 menit dan sepanjang perjalanan kita selalu menemukan jalan yang mulus. Oke, kita baru aja nyampai di Kampung Budaya Sarawak naik Proton Saga tadi ya. Hah. Ini tempat tuh kayak tempat wisatanya di sini lah, cultural village-nya. Dan kalau kita ke sana tuh, lihat tuh, itu ada motor-motor tuh, platnya KB, plat Pontianak. Dan di sini tuh ada bus dan kawan-kawan. Nih kita lihat ke depan ya. Tuh, ada bus dan kawan-kawan. Jadi emang ini tuh tempat wisata. Jaraknya juga enggak jauh ya, sekitar 40 menit kalau kita darii kucing. Nah, kayak gitu tuh ada rumah-rumah. Nanti kita lihat masuk ke dalam seperti apa. Pokoknya ini tuh kayak cultural village-nya gitu lah. Tapi gua pikir bakal ada orang tinggal. Ternyata enggak sih. Ini enggak ditinggalin. Emang cuma buat wisata doang. Gimana jalan di Malaysia? Ee sepertinya orang sini skill membangun jalannya itu tidak sehebat orang Indonesia. Kenapa? Karena mereka enggak bisa bikin lubang di jalan. Di bawah kita jauh. parah ini dan tikungannya ya sama jalannya bikin lurus lurus lurus lurus even sampai ee tanjakan turunan tuh kayak ya ampun enggak niat enggak niat kayak enggak berasa begitu jiwa kompetitifnya mana operasi oh ada show ya di sini ya dia dua sesiah ya yang pertama sebelah pagi sampai 11 laut an lah. Kalau sebelah petang pukul 2 sampai 3:30 jam lebih ya nak round tu. Lepas tu break time. Ni dia punya show ada aktivitinya apa saja itu? Aktiviti a lifestyle suku-suku kaum tu macam main sumpit. Oh main sumpit. K tradisional. K tradisional ya. Anyaman macam tuulah aktiviti dia. Lepas tu untuk show ni dalam teater. Teater dalamat dekat depan tulah. Ah yang nampak bumbung tinggi tu. Oh dalam tu dia 45 minit eh untuk satu show eh. Pagi kalau 11 pagi kita masuk 9 show 11:30. Kalau pukul 2 lawat show pukul 4 sesi ni punya harga 155 dan kalau kita beli online dia boleh beli on the spot lah. Kita dapat 135. Oh 35 kan diskaun RM20 lah. Oh okey lumayan tak ada masalah. Jadi kita ke mana kalau mahu beli online? Dekat pergi kita punya official website taip Sarawak Cage itu coba apa namanya tadi? Sarawak Cural Village. Jadi karena masuknya itu lumayan mahal RM150 ya sekitar Rp600.000 ya. Iya. Jadi kita memutuskan untuk keluar saja. Betul. Karena memang ternyata di sini cuaca sangat-sangat panas. Heeh. Dan di depan ada pantai ternyata. Betul. Nanti kita coba cari-cari kelapa ya, Pak ya di sana, Pak ya. Iya. Lumayan kalau empat orang jadi sekitar R. Rp2.150. Iye. Ini tumben-tumbenan gua pakai kacamata kan disuruh koveri katanya. Panas apa? Panas. Eh, super hot. By the way, ya, ini tempat wisata juga ini loh. Lihat ya. Tuh, rapi, bersih. Tapi enggak terlalu ramai ya, Om. Punjuknya enggak banyak kali ya. Padahal bikin ya ini. Heeh. Makanya masuknya pun juga agak pricey karena emang sepi juga tempatnya enggak kayak Indonesia. Tuh, masih ada nuansa-nuansa Australya dikit ya. Padahal ini kan Laut Cina Selatan ya, Pak ya. Oh, iya. Yang berkonflik ya kan enggak boleh ngomong Laut Cina Selatan. Natuna Oh, Natuna. Laut Natuna. Airnya bersih ya? Iya. Bening. Senang banget, Pak. Airnya. Iya. Yang ini masih ada batu yang di sana. Batu pantai yang pakai RR. Ini R. Cobain asing enggak? Bentar kita cari yuk. Ini sampah-sampah mungkin ada bekas-bekas plastik krim ekonomi gitu enggak ada ya? Botol tahun berapa? Tapi ini loh ee tulisannya di sana itu no lifegu on duty. Jadi no swimming. Jadi kalau ada lifeguard dia boleh berenang. Mungkin yang di sana tuh bisa. Yuk ke sana yuk. Ini kalau kita lihat dari batunya ini kayaknya emang sengaja buat biar enggak kena abrasi ya. Karena di sebelah kirinya tuh ada bangunan besar seperti ini. Nah, ada sampah tapi dikit ya dan sampahnya sampah wisata kayaknya. Ada kaleng bir tuh. Sedikit sekali yang datang. Ini hari Sabtu loh, hari libur. Nah, ini ada keropok lekor dan pisang goreng. Wah, rojak. Rojak ada rojak ada. Rojak rojak jambu. Nah, keropok lekor tuh. Apa kerupuk ya? Kerupuk lekor itu apa? Kerupuk basah. Kerupuk basah. Oh, kerupuk basah. Kok kerupuk basah ya? Jadi gimana kuk? Ah, kita coba sajalah. Ini kasihan banget tuh Coca-Colanya. Kenapa? Kekurangan kalori. Iya, iya. Oh, kurang kalori nih. Ini ada jok sekarang. Pisang goreng R2. Jadi yang dimaksud denganok lekor itu apa sih? otak-otak kayak otak-otakah bukan itu kayak otak-otak. Iya dari ikan kayak makan masa kecil ya. Dari ikan Masa kecil lu di mana emang? Oh kotak-kotak garing-kering gitu ya. ini kok ada cukuknya? Cukup basah. Ah, cukuk basah. Coba coba coba. Ini kalau masuk kuah jadi seblak, Pak. Oh, seblak. Kayak makanan gua masih kecil. Ada apaan tuh? Ada kelomang. Kelomang Malaysia. Kelomang Malaysia. Iya. Bentar. Ini miknya nyala enggak? Masih nyala enggak? Mati. Tadi kita habis main di pantai ya. Pantainya bersih, bagus. Cuma sepi sekali ini. Kenapa sedang ada arang dibakar? Kenapa ini bakar ikan? Ini ini restoran itu Dilarang buang sampah sembarangan. Oh ini restoran apaan sih Kat? Tandas di sini bukan toilet ya. Tandas ngomongnya. Pada hari terakhir di kucing, kami singgah di tempat makan yang legend ini. Ini namanya 126 Laksa. Dan yang kerja di sini orang Indonesia loh. Sekarang di tanggal 11, hari terakhir kita ada di Kucing, Malaysia ya. Kita mau makan di tempat yang legend dan ramai sekali. Namanya 126 Laksa. Oh, ini kayak food court gitu ya? Ini laksanya yang ini 126 laksanya apa itu? Ada mie Jawa, FL kuah kiauw dan kawan-kawan. Kayaknya tempat duduk juga susah ya. Ramai sekali. Oh, ini ngantrinya di sini. I di sini dia pesan langsung knya food kot. Heeh. E cuman ada beberapa makanan yang bisa kita pilih cuman bayarnya di kasir di server. nanti kita akan lihat seenak apa kira-kira. Nah, ini laksanya udah nyampe ya. Nah, kita juga pesan telur pitan. Yuk, mari sekarang kita coba. Koh enggak mau coba kok. Hah. Bismillahrahim. Enak. Enak, enak, enak, enak. Suka gua. Akhirnya setelah explore kuliner dan beberapa tempat di kucing, Ridwan bersama rombongan akan kembali lagi menuju Indonesia dan kemudian kita tinggal menunggu mobil sampai di Port Klang untuk kami ambil setelahnya. Kami akan melanjutkan perjalanan One Million Journey edisi Tour The ASEAN. Yeah.
