Jungkat

Kisah di Balik Gereja San Yoso yang Unik di Semarang (YouTube Video)

  • 10/09/2025

Hai guys, di Bean Brix kali ini kita special episode karena kita akan lihat salah satu project dari Pak Revano. Gereja yang unik bentuknya dengan konsep yang minimalis seperti ada cerita yang mau disampaikan. Penasaran kan? Yuk kita lihat. [Musik] Oke, Teman-teman sekarang kita udah sama Pak Revano dari RSI Group. Pak Revano, apa kabar? Baik. Wah, banget. Thank you, Pak, udah dapat kesempatannya. Aku pengin nanyanya nih dari konsep keseluruhan gereja ini tuh gimana sih ceritanya? Ya, mungkin ee pertama pasti dari namanya dulu ya, karena nama itu menjadikan cerita untuk semua konsepnya. Nama bangunan ini adalah San Joso Church ya. Sanoso itu artinya tiga elemen. Jadi nanti saya akan cerita lebih lanjut. Tapi tiga elemen itu apa? itu belajar dari ee bermula dari ee pengajaran Kristiani ee Allah Tritunggal di mana ada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Jadi di projek ini saya ee berpikir ulang bagaimana saya bisa menceritakan itu ya ee secara arsitektural. Luas bangunan ini cukup besar. Total tanah itu 2.500-an. Wow. Ya. Bangunan hampir 700. Wah. dengan budget untuk ee per meternya itu di bawah R5 juta. Oh, I see ya. Jadi termasuk dengan ee kalau dengan landscape malah mungkin hanya 3,5 juta mungkin. Jadi meskipun ini bentuknya bangunan mungkin secara budget ee hampir sama seperti kalau kita membangun ee gudang mungkin ya. Yang ee benar-benar terbatas di situ ya. Tapi kita beruntung karena ee tentu saja selain kontraktor juga ee komitmen ee ada berapa teman-teman dari dunia arsitektur, vendor yang ee tertarik dengan ee bangunan ini. Karena waktu itu saya sempat cerita bahwa di projek ini kita tidak mau menerima ee bayaran apapun karena ini untuk gereja. Lalu mereka tergerak hatinya juga untuk membantu. Jadi itu meringankanlah ya meringankan beban pada saat pembangunan ini ya. Jadi pasti style-nya ee minimalis, tapi ee saya rasa mungkin bukan hanya minimalis ya, yang kita lihat waktu itu bagaimana nanti biar bangunan ini ee meskipun sudah melewati zaman ya ee 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun itu kita berusahaim meminimalkan elemen yang ada. Ya, elemen-elemen yang ada. Jadi kalau misalnya ada perbaikan, perbaikannya pun sudah jelas. Heeh. ya tidak ada unsur-unsur yang ee menyusahkanlah untuk pemilik gereja ini ya. Oke, sekarang kita mungkin bisa ngelihat ya, Pak sambil cerita gimana sih ee dari ee kita bisa masuk apa yang mau diceritain di sini. Oke, mungkin dari luar dulu kali. Iya. Jadi, bagian pertama dari eh San Yoso Church itu saya pilih adalah ee Allah Putra Yesus Kristus. Oke. Karena dalam ajaran Kristen itu ee Yesus Kristus itu diutus ke dunia ya untuk menebus dosa umat manusia ya. Dia yang turun ya. Ya. Jadi saya rasa ee tempat ini penyambutan dan mengulurkan tangan itu hanya bisa direpresentasikan oleh Yesus Kristus Allah Putra di situ. Jadi saya mikir bahwa kalau orang masuk ke sini ya, siapa yang mereprestasikan dalam ajaran Kristiani yang siapa yang turun dan menyambut dan mengelurkan tangannya itu adalah Yesus Kristus ya. Ya. Jadi bagian pertama dari gereja ini adalah entrance ini. Oke ya. Mana yang menghambelkan Heeh. mana yang menurunkan tahtanya dia tunduk ya. Jadi dia menurunkan posisinya, mengulurkan tangannya untuk pengunjungnya. Itu seperti itulah kenapa di sini kita buat rendah ya. Kita buat ketinggiannya rendah. Kita buat ee pemilihan warna juga bahan juga ya. Kenapa kita buat ee di sini kita pilih warna putih? Ya, karena itu yang ee paling tepat untuk menggambarkan ee Tuhan Yesus Kristus yang turun mengelurkan tangannya, merendahkan posisinya ke dunia. Mungkin kalau dilihat di sudut di sini Oh, ada ada akses ke situ juga ya sebenarnya ya. Iya. Jadi akses mungkin kalau mau ditunjukkan. Jadi akses di sini. Iya. Kenapa kita beri celah kecil gitu? Karena ee ini untuk menunjukkan bahwa ini adalah next-nya dalam perjalanan Kristiani itu. Oh, oke ya. Ee meskipun tidak dibuka secara utuh ya, kita beri pengalaman bahwa ini adalah next-nya, next step pada saat Anda mengalami ee pengalaman itu, ya. Jadi itu kita bawa kita beri ee ee bukaan sedikit ya untuk orang itu tahu bahwa nanti apa yang akan dialamin. Wah ya pada saat mereka ee masuk ke sini itu seperti itu ya. sekarang masuk ke sini ee menuju ke mana nih, Pak? Kita jadi kita berikan satu pembukaan ya. Kenapa? Karena kalau dalam ajaran Kristiani itu ee akulah terang. Ah, iya. Ya, jadi kita pengin ee orang ke sini itu tahu bahwa ee ada harapan. Hm. Ya, ada harapan. Nah, ee sebelum kita masuk lagi memang kita ini bagi mungkin orang akan bertanya kenapa harus belok dulu. Jadi para penatua gereja tanya ke saya, "Kenapa sih?" Mungkin kalau orang lebih fungsi ya, fungsi, "Kenapa enggak langsung saja masuk?" Ya, saya bilang enggak bisa karena konsepnya bukan seperti itu. Konsep dalam pengajarannya itu kita akan mengalami nih Allah, Allah Putra, Allah Roh Kudus, Allah Bapa. Ya, boleh aja dibikin untuk dia ee ee sehari-hari membersihkan biar mudah gitu kan. Tapi semua pengunjung harus melewati jalan ini. Nah, jalan itu mereka juga bertanya, "Kenapa ini harus berbalik seperti ini?" Ya, sama tadi dengan ajarannya bahwa pintunya untuk masuk itu tidak mudah. Jalan yang harus dilalui pengorbanannya itu ada. Oh, ya. kamu tidak akan tidak akan ada cerita ee semudah itu. Oke, kalau saya masuk ke dalam ee agama Kristen ee hidup saya akan sangat-sangat lancar. Gak ada yang bilang seperti itu. Ya, bilang seperti itu. Jadi memang ini kita belokkan ee tujuannya adalah seperti itu. Dan ini makanya dibikin pintunya itu kamuflase juga ya, Pak? Ya, kamu karena ini ya untuk sehari-hari kalau mereka ada kebutuhan apa mereka apa biar lebih mudah. Ah, saya yang di sebelah situ ini di belakang itu ada untuk ee ee anak-anak ya kayak sekolah minggu gitu ya seperti sekolah minggu. Betul. Sama area service juga di belakang sini ya. Jadi mereka akan lewatnya itu sini bukan lewat sini. Ini ya lebih untuk practicality aja pengurus gereja. I see. Oke. Di bagian yang kita representasikan ee adalah Allah Roh Kudus. Roh Kudus. Kenapa kolam ini kita beri warna gelap ya? Berkebalikan dengan yang warna putih. Karena sebenarnya satu cerita ee mungkin saya bisa salah ya, tapi ee saya itu pernah membaca bahwa semua dosa itu bisa dimaafkan. He. Tapi satu dosa yang tidak bisa dimaafkan adalah kalau Anda ee menghujat Roh Kudus. Yes. Itu seperti itu. Jadi saya merasa ee ini ada kontras. Hmm. Ya. Ee Yesus yang datang sangat humble ya, simpel ya, memaafkan ya kan. Tapi eh Roh Kudus itu sesuatu yang Anda harus take it seriously bukan dalam hati tidak serius ee terhadap yang lain ya, tapi sebagai Allah Roh Kudus itu ee di situ akan terjadi baptisan ya, bahwa di situ adalah ee saat di mana orang akan melewati fase bahwa ini real. Ya, ini real ya. Ini bukan sesuatu yang pada akhirnya Anda bisa seenaknya ee tiba-tiba me menghujat. Anda tidak ini ada sesuatu ada batasan yang sebagai umat Kristiani itu Anda harus tahu. saya pas melihat itu, wah ini yang paling tepat untuk merepresentasikan dari ee bagian itu ya. Adalah ee kolam yang terlihat dalam, gelap. Sebenarnya aslinya saya itu ingin pada saat itu kalau orang jalan itu bisa kehujanan. Tapi kan tidak Oh iya. Jadi sebelumnya tuh enggak ada enggak ada ininya ya? Iya. Aslinya didesain itu awalnya saya ingin kalau jalan itu bahkan tetap kena hujan. Silakan pakai payung. Ya karena itu ya Anda dapat baptisan Roh Kudus saja kan biasa dengan air. Oh iya iya iya. Iya kan? Jadi ee desain awalnya itu seperti itu ya. Tapi saya takutkan pada saat itu ee practicality-nya kalau ada orang tua Oh, benar. sampai ada terpeleset dan apa jadi salah saya kan. Nah, akhirnya terjadi kompromi. Boleh ditutup tapi tidak full. Tidak full. Iya, tadi tidak full. Jadi ee masih bisa kalau mau mengalamin kena hujan masih bisa. Benar, benar, benar. itu seperti itu. Kalau dari original desain secara size tadi ya saya sudah sempat jelaskan ini he berkurang mungkin tinggal sepertiganya karena ee budget yang ee sangat terbatas Oh, jadi harusnya full ini harusnya full sampai ke depan. Oh, ini harusnya panjang ya. Betul harusnya sampai ke depan tapi memang tidak memungkinkan juga karena budgetnya sangat-sangat terbatas. ee akhirnya saya rubah beberapa ee sudut dinding-dindingnya biar tetap bisa dapat ya. Karena ini krusial. Jadi waktu itu saya sampaikan kalau penetal gereja bahwa ini elemen yang tidak bisa dirubah karena ini sambungan dari semuanya. Jadi tidak ada ee tidak ada opsi untuk menghilangkan ee elemen air ini. Hm. H ya. Jadi akhirnya kita ketemu di tengah saya kecilkan tapi yang penting dapat esensinya. Jadi seperti itu. Oke ini baru jadi kita ke ruang utamanya. Iya ini yang tentu saja yang terakhir ya adalah Allah Bapa. Ya. Allah Bapa posisinya agung ya. Ee bahkan kan dikatakan pada saat Yesus itu ee diangkat itu duduk di sebelah kanan Allah Bapa kan seperti itu. Jadi saya membayangkan bahwa Allah Bapa itu sesuatu yang agung, yang megah, yang besar ya. Jadi berbeda dengan part tadi Allah Putra. Allah Putra dia manusia seperti kita ya. Allah Bapa ya di senter tengah agung. Saya enggak ingin ee ada apapun yang ee mendistract ya pada saat orang masuk selain salib itu sendiri ya. Karena itu ee kadang ada berapa konfigurasi ee tempat duduk yang membagi masih ada di tengah ya. Tapi saya pengin biar jalan menuju Allah Bapa itu jelas. Tapi kalau dilihat itu di kanan dan kiri itu kita juga pakai dinding yang kamuflase juga. Oh, itu kayak itu bukan pintu ya berarti Iya, itu bisa ke belakang. jadi kita pakai itu. Tujuannya apa? Biar tidak ada elemen lain pada saat diutup hanya dilihat ee apa? Seperti dinding biasa aja, kamuflase saja ya. Jadi biar ee fokusnya adalah ee hanya bentukan salib ini. Nah, dan memang ee yang saya pelajarin juga ee kita pengin kalau dilihat ini posisi lighting dan kolom dan semuanya itu kita ingin sesimetris mungkin. Tujuannya apa? Agar sadar bahwa fokus utama kita tuh untuk melayani. Ya, bukan lagi tentang diri kita sendiri. Iya. I ya. Ee saya enggak ingin ada elemen-elemen yang terlalu megah. Terlalu mewah. Ya. Karena ee bukan itu tujuannya. Iya. Tujuannya bukan ke gereja lalu Anda bisa jadi kaya. Ya. Tujuannya itu bukan seperti itu. Ee kaya itu mungkin bonus saja dari menerapkan beberapa ajaran mungkin gitu. Tapi kita ingin pada saat ke sini orang lupa ya. lupa bahwa ee bukan lupa tapi ee bisa sadar prioritasnya. Ya, apa prioritasnya pada saat Anda ke sini ee bukan melihat ke kanan ke kiri, mengagumi ee satu ornamen, kita enggak pengin seperti itu. Jadi, hanya duduk, tenang, dan mereka bisa berdoa di sini. Itu seperti itu. Aku notice di ee buat salibnya itu kan itu dibuka ya. I dibuka tapi ada bentuknya enggak lurus gitu. Itu bisa diceritain enggak, Pak? Iya. Karena ee kita kan ingin cahaya yang timbul dari salib itu bukan dari ee cahaya buatan. Ya, kita penginnya itu adalah bias dari cahaya matahari. Tapi cahaya matahari ee pertama ya pasti ada posisi-posisi tertentu yang tidak menguntungkan. ya. Tidak menguntungkan karena kita takut akan ee airnya jadi gelap. H padahal kita tidak punya cahaya lain selain matahari. Jadi kita ambil decision ee mana yang ee kita anggap paling aman ini akan ee memungkinkan untuk cahaya matahari selama mungkin masuk di area ini. Itu adalah seperti itu. Eh, kedua eh kita ingin biar efek di dalam di sini itu eh terlihat seperti ilusi seperti ini adalah 3D. Ini kalau kita memburamkan mata itu terlihat seperti 3D gitu. Nah, iya kelihatan kayak ada memang ada salib di situ. Memang ada salib di situ ya. Ini kalau kita lupakan bahwa ini adalah sebuah kaca gitu ya, itu kita tiba-tiba ini seperti projektor. Ada salib ee 3D kalau sketch itu ya. Iya. Iya. I kebayang. Wow. Aku boleh enggak sih sebenarnya maknain sebenarnya aku ngelihat kayak material berubah gini bahkan kalau misalnya material kayu ya itu eh aku ngerasa kayak home gitu loh kayak di welcome home ke rumah gitu. Betul memang kalau ditanya kenapa pilihnya kayu sudah jelas ya ya karena ini harus jadi rumah ya. ini harus jadi rumah, ini harus jadi kalau tadi perasaan dibilang homie ya ee pasti ya karena kita enggak pengin materialnya sesuatu yang overwhelm, yang berlebihan, yang menunjukkan ee kekuasaan yang berlebih atau kemewahan yang berlebih. Ya, kita penginnya materialnya itu ee ini adalah rumah. I see. Iya, ini adalah rumah. Kenapa? Makanya dipilih material kayu ini. Untuk itu. Oke, sekarang kita selain di area sini ada ruangan ee buat bayi ya mungkin buat selain itu ada apa, Pak? Kita ya ini mungkin kalau dilihat sekilas juga. Oh ini ini. Oh dia pintu kamuflase ya, Pak? Betul. Pintunya juga kamuflase karena kebetulan posisinya itu ada di ee bagian entrance. Heeh. Jadi saya enggak ingin pada saat masuk itu di kanan dan kiri ini ada sesuatu yang mengalihkan perhatian. Ah iya iya i jadi penginnya tetap fokusnya adalah kan ke depan. Iya. Jadi pada saat itu saya ditanya ini pilihannya seperti apa? H apakah ini pintu kayu normal atau bukan? Kan saya bilang ini enggak bisa pintu kayu. He. Karena kalau pintu kayu pada saat kita masuk nanti akan membuat orang ee pandangannya atau fokusnya dia akan beralih hmm ya ke kanan kiri karena ada satu aksen. Benar. Benar. Iya. Karena ada satu aksen gitu. Mungkin e sebelum naik Pak pengin nanya ini ada kayak bukaan cahaya juga. Ini aku lihat juga enggak. Cuma di sini ada di area ibadah juga. Itu apa, Pak? Jadi waktu itu ee saya berpikir gimana lambang salibnya itu nyebutnya apa ya tidak terlalu terlihat ya di bangunannya kan kalau kalau di bangunan lalu tiba-tiba ada salib gitu ya itu terlalu menurut saya terlalu apa ya intimidasi iya terlalu seperti itu ya kan iya jadi saya ingin masukan seperti itu. Jadi ada garis-garis geometri yang melambangkan itu salibnya itu seperti itu. Terus ee waktu itu saya ingat ada komen ya ee dari luar enggak kelihatan nih salibnya kan gitu kan. Saya bilang enggak bisa memang saya ee enggak pengin menunjukkan secara jelas. Iya. Tapi ee karena pada saat ee ee kita sudah mulai mau pembangunan tadi ada cerita soal kanopi yang setengah itu. Oh iya. Nah, kanopi itu secara enggak sengaja menutup area ini. ya. Karena kan dengan ada kanopi kan enggak semua orang dari depan situ bisa kelihatan. Benar. Iya kan? Kecuali kita dari jauh. Heeh. He. Ya. Jadi karena dari depan enggak terlalu kelihatan ee saya punya ide waktu itu ya sudah saya tambahkan bentukan salib di pintu masuk. Oh. Jadi tidak terlalu terlihat tapi ada di situ. Iya. Ya. Implisit aslinya mungkin kalau ini tidak tertutup bentukan pintu pun akan berbeda. Ya. Jadi saya pindahlah. Iya. Iya. I saya pindah ke situ. Oke. Iya. Ini area mesanin. Wow. Oh, oke. Untuk Wah, luas juga ya di sini ya? Iya. Ee luas juga. Kita memang kasih area mesan inin ini sebenarnya tujuannya adalah agar jarak antar ee pengunjung ee itu tidak terlalu jauh. I see ya. Antara yang duduk jemaat gereja dengan ee pendeta ya. Heeh. itu agar presence-nya tuh lebih terasa ya, tidak terlalu jauh. Tapi kita diuntungkan juga dengan konfigurasi ini karena memperkecil footprint bangunan yang akhirnya membuat ee jauh lebih hemat ya. Oh, oke. Karena kalau kita paksakan porsi ini untuk di sana ee akan jauh lebih besar lagi. Dari durasi desain tuh ee sampai durasi konsumsi itu berapa lama sih kira kira-kira? Kurang lebih 1 seteng atau sampai 2 tahun ya? 1 seteng sampai 2 tahun. 1 seteng sepertinya kalau tahun. Kalau desainnya sendiri Oh, desain sih mungkin hanya berapa minggu ya waktu itu ya? Mungkin 2 minggu. 2 minggu ya. Karena ee ya saya ee cukup setelah saya menformula semua cukup clear lah. Heeh. Iya. Kalau kalau gitu mungkin boleh enggak kira-kira spill budgetnya nih, Pak? Oh iya, pembangunan budget bangunan ini ee sekitar R miliar dengan semuanya ya. 3 miliar semuanya. Betul. Dengan landscape-nya semuanya. Ya, jadi kalau ini mungkin kehebatannya bukan dari arsitek, bukan dari yang pemilik gereja, tapi mungkin keajaiban ilahi. Nyebutnya mungkin seperti itu ya. Ya, karena sampai sekarang juga terbangun. Saya juga bingung gitu. Wah, wah. Kalau begitu thank you banget, Pak. Sudah cerita-cerita banyak sama kita semua. Mungkin kalau misalnya teman-teman pengin lihat nih karya Bapak yang lain-lainnya nih atau nanya Bapak secara personal, kira-kira bisa ke mana nih, Pak? Oke. Emm, mungkin paling mudah kalau ingin ee melihat karya kita atau karya yang lain bisa hubungin ke di Instagram kita ya, mungkin paling mudah ya. E RS aja ya. RSC GR. RSI GR. Ee kadang ada beberapa yang kontak saya di Instagram saya Revano Satria. Ee ya dua itulah paling mudah. Langsung saja teman-teman lihat ee Instagram-nya langsung tanya-tanya ke Pak Refano sekalian dan jangan lupa untuk komen juga di YouTube Arsitek. Kalau mau ada pertanyaan juga jangan lupa like, share, dan juga subscribe supaya tidak tertinggal video berikutnya. Bye bye. Yeah.

Lihat di YouTube