
Kisah Pendiri Apple Jual Kalkulator dan Mobil untuk Modal Apple-1
Jakarta - Alkisah Steve Jobs dan dan Steve Wozniak kehabisan dana untuk membangun prototipe Apple-1 -- komputer Apple yang pertama --. Mereka sampai harus menjual dua barang untuk membiayai prototipe tersebut, yaitu kalkulator dan mobil.Wozniak memang punya andil dalam sejumlah produk komersil, termasuk pengembangan game Breakout untuk Atari. Namun itu tak cukup, dan ia harus mengorbankan kalkulator ilmiah HP-65 untuk mendanai pembuatan Apple-1, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (18/7/2026). Wozniak menjualnya seharga USD 500, meskipun ia kemudian ingat bahwa pembelinya hanya membayar separuhnya. Sementara itu, Jobs menjual mobil van Volkswagen miliknya seharga beberapa ratus dolar AS, yang membuatnya terpaksa menggunakan sepeda sebagai kendaraan. Keduanya membutuhkan uang tersebut untuk memesan papan sirkuit cetak profesional pertama mereka. Peluang besar pertama datang ketika Paul Terrell, pemilik Byte Shop di Mountain View, setuju untuk membeli 50 papan Apple-1 seharga USD 500 per unit, dengan syarat perangkat tersebut harus tiba dalam kondisi sudah dirakit penuh, bukan sebagai perangkat bongkar pasang yang harus disolder sendiri oleh pelanggan. Harga unik dan mitos garasi Apple-1 kemudian mulai dipasarkan dengan harga USD 666,66. Harga yang tidak biasa ini ditetapkan berdasarkan keuntungan sepertiga di atas harga grosir USD 500, ditambah lagi Wozniak memang kebetulan menyukai deretan angka yang berulang. Meskipun banyak kisah legendaris menyebutkan bahwa Apple bermula dari sebuah garasi, Wozniak mengungkapkan bahwa Apple-1 sebenarnya dirancang, diuji, dan diperbaiki kodenya di apartemennya di Cupertino serta di bilik kerjanya di Hewlett-Packard. Garasi keluarga Jobs baru berperan belakangan, yakni ketika teman-teman mereka berkumpul untuk membantu memasang chip, menguji papan yang sudah selesai dirakit, dan mempersiapkannya untuk pengiriman. Pada Juli 1976, Apple-1 akhirnya dipamerkan secara publik di Homebrew Computer Club di Palo Alto, California. Dengan harga yang ditawarkan pada saat itu, para pembeli mendapatkan sebuah motherboard rakitan dengan rincian sebagai berikut: Mengandalkan prosesor MOS Technology 6502 yang berjalan pada kecepatan sekitar 1MHz. Dilengkapi RAM 4KB dan sirkuit yang mampu menampilkan 40 kolom kali 24 baris teks pada monitor komposit. Paket penjualan awal tidak termasuk keyboard, catu daya, layar, casing, dan media penyimpanan. Tersedia opsi antarmuka kaset tambahan yang dapat digunakan untuk memuat program, termasuk interpreter BASIC buatan Wozniak. Hanya sekitar 200 papan Apple-1 yang diproduksi sebelum perusahaan akhirnya mengalihkan fokus pada pengembangan Apple II yang lebih disempurnakan. Unit Apple-1 yang masih bertahan hingga saat ini rutin terjual dengan harga di kisaran ratusan ribu dolar AS di balai lelang, sementara papan sirkuit yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi bisa laku jauh lebih mahal. Pada awal tahun 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 Apple, sebuah prototipe papan Apple-1 generasi sangat awal sukses terjual seharga USD 2,75 juta. Ini merupakan sebuah nilai pengembalian yang sangat luar biasa untuk sebuah ide revolusioner yang pada awalnya hanya didanai dengan bermodalkan kalkulator dan sebuah mobil van. (asj/asj)
Video Lainnya
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Kehadiran sistem operasi terbaru Apple selalu memicu rasa penasaran, namun menjajalnya lebih awal lewat versi developer BETA kerap kali menjadi buah simalakama bagi...

















