Kita yang BOD*H, atau Brand smartphone yang PINTAR!? (YouTube Video)
Kalau ngomongin HP yang berkolaborasi dengan brand otomotif, sebenarnya sudah banyak banget ya. Ada IQOO dengan BMW M Motorsport-nya, ada OnePlus yang pernah dengan McLaren-nya, realme dengan Aston Martin, dan Huawei dengan Porsche Design. Design, design. Dan biasanya ketika kita melihat nama-nama tersebut di sebuah HP, kita langsung mengerti hubungannya [musik] gitu. BMW punya mobil, McLaren punya mobil, Aston Martin punya mobil, Porsche juga punya mobil. Jadi, [musik] ketika brand HP bilang kami berkolaborasi dengan Lamborghini, saya juga langsung mikir, wah, Lamborghini ini nih. Tapi terus saya melihat produknya [musik] dan ada satu hal yang bikin saya agak bingung gitu. Karena Lamborghini yang bekerja sama dengan Tecno itu bukan Lamborghini yang bikin mobil gitu. Nah, kalau kalian baru tahu soal ini, tenang, kalian enggak sendiri. Nama lengkap brand yang bekerja sama dengan Tecno adalah Tonino Lamborghini. Tonino Lamborghini adalah brand lifestyle asal Italia yang didirikan [musik] oleh Tonino Lamborghini, putra dari Ferruccio Lamborghini yang [musik] bikin mobil Lamborghini. Dan bisnisnya memang bukan bikin mobil ya. Tonino Lamborghini itu lebih main ke dunia luxury lifestyle gitu. Mereka punya jam tangan, punya kacamata, tas dan produk kulit gitu. Terus fashion jewelry, accessories sampai hospitality, real estate dan berbagai produk lifestyle lainnya. Anjay. Bahkan dari sejarah resminya, Tonino Lamborghini menjelaskan bahwa ketika memulai bisnis pada tahun 1981, dia justru ingin membuat sesuatu yang berbeda dari dunia otomotif. Jadi, simpelnya, Ferruccio Lamborghini punya sejarah dengan dunia otomotif, sedangkan Tonino Lamborghini bawa nama keluarga itu ke dunia lifestyle dan luxury. Dan ini penting untuk kita bedakan ya, karena Tonino Lamborghini bukan mobil mobil Terus kenapa brand HP suka banget kolaborasi sama otomotif? Nah, pertanyaan bagus. Kalau nanya ya. Karena brand otomotif itu punya sesuatu yang sangat berharga. Image. [musik] Orang beli HP bukan cuma karena ada resolusinya, RAM-nya, atau kameranya. Ada juga faktor desain, gengsi, identitas, dan [musik] bagaimana sebuah produk membuat pemiliknya ngerasa bangga. Makanya kolaborasi OnePlus dengan McLaren dulu bukan cuma nempelin logo doang. OnePlus sampai masukin elemen desain McLaren. Warna khas, material kayak Alcantara, sampai animasi dan icon khusus ke dalam HP-nya. Begitu juga Realme dengan Aston Martin Aramco Formula One Team ya. Mereka bawa identitas Aston Martin Racing Green, desain yang terinspirasi dari mobil balap, sampai aksesoris dan UI khusus. Jadi sebenarnya formula kolaborasi kayak gini tuh simpel. Brand HP dapat image dari brand otomotif, sementara brand otomotif dapat exposure ke audiens teknologi yang mungkin sebelumnya bukan konsumennya. Ya, win-win solution Sekarang kita balik ke Tecno. Karena saya punya sebuah asumsi. Ini cuma asumsi ya. Saya enggak tahu apa yang sebenarnya ada di kepala tim marketing Tecno. Tapi kalau saya lihat dari sudut pandang konsumen Indonesia, saya ngerasa ada kemungkinan Tecno sebenarnya lebih tertarik dengan kata Lamborghini-nya, bukan Tonino-nya. Karena coba kita tanya orang Indonesia secara random ya. Tonino Lamborghini itu apa sih? Saya yakin mereka langsung tahu kata Lamborghini ya. Mobil yang super mahal, mobil sport, V12, pintu yang naik ke atas, warna yang gonjreng. Dan kalau punya satu, kemungkinan besar ya enggak akan parkir di depan Indomaret gitu. Jadi apakah konsumen tahu kalau Tonino Lamborghini itu berbeda dengan Automobili Lamborghini? Eh, jujurly saya agak bingung ya. Kalau HP ini ditujukan untuk pecinta Lamborghini, sebenarnya pecinta Lamborghini yang mana gitu? Kalau yang dimaksud adalah pecinta mobil Lamborghini, ya ini bukan kolaborasi dengan brand mobil Lamborghini gitu. Ini Tonino Lamborghini. Jadi orang yang beli karena ingin punya sedikit DNA dari mobil Lamborghini, belum tentu dapat apa yang mereka bayangin. [musik] Tapi kalau targetnya adalah gamers, ini juga agak gimana gitu. Karena POVA itu emang dari awal punya identitas gaming. HP ini punya Dimensity 7400 Ultimate, Tecno P1 Graphic Chip, layar AMOLED 144 Hz, sistem pendingin Vapor Chamber 5000 mm persegi, dan baterai 6500 mAh. Tapi apa hubungannya gaming dengan brand-brand luxury lifestyle? Jam tangan mewah, kacamata, tas kulit, tas specialty, itu kan bukan sesuatu yang secara natural berhubungan dengan [musik] gaming ya. Jadi, menurut saya ada ambiguitas yang menarik di sini. Anjay bahasanya ambiguitas. Ini HP buat pecinta Lamborghini, tapi Ini HP buat gamer, tapi branding-nya justru luxury lifestyle. Atau jangan-jangan targetnya memang bukan salah satu dari kedua itu. Jangan-jangan yang dijual adalah nama. Nama yang kebetulan sangat kuat, Lamborghini. Dan menurut saya ini justru bagian yang paling menjual dari HP ini. Buset dah, setengah video ngebahas soal nama doang. Sampai lupa saya bahas soal HP-nya. Oke, Tecno POVA 8 Pro 5G Tonino Lamborghini Limited Edition. Eh, secara visual buset ganteng banget coy, kagak ada obat. Dan secara hardware ini sebenarnya cukup oke ya. Layarnya 6,78 inch AMOLED, resolusinya 1.5K dengan refresh rate 144 Hz, dan peak brightness-nya diklaim sampai 4500 nits. Jadi, secara spesifikasi layar ini oke banget menurut saya. Terus untuk performanya pakai MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G tentunya, ditanam sama Tecno P1 Graphic Chips. P1 ini dipakai buat fitur kayak game frame interpolation dan game super resolution. Jadi, Tecno bisa ngaklaim gaming sampai 144 FPS di skenario tertentu pakai interpolasi frame. Untuk baterainya 6500 mAh dengan charging 45 watt. Ada juga fitur bypass charging yang bisa nyalurin daya langsung ke perangkat waktu dipakai dalam kondisi tertentu, termasuk [musik] main game. Walau baterainya bisa dibilang gede, HP ini cuma punya ketebalan 7,39 mm dan beratnya sekitar 189 gram. Jadi, untuk sebuah HP dengan baterai 6.500 mAh, ini tipis ya. [musik] Kamera utamanya pakai sensor Sony Lytia 700C beresolusi 50 megapixel plus OIS. Dan kamera keduanya ultra wide 8 megapixel. Sedangkan kamera depannya 13 megapixel. Untuk kualitas fotonya ya, lumayan oke. Beberapa foto yang saya ambil enggak sampai bikin saya kecewa lah dan cukup memuaskan menurut saya. Tapi tentu saja, yang paling berbeda dari versi biasa adalah desainnya. Karena di sinilah Tonino Lamborghini benar-benar masuk. Ada elemen desain khas Tonino Lamborghini, desain pulse line, perubahan tampilan antarmuka, dynamic wallpaper, animasi boot khusus, dan icon aplikasi yang dibikin sesuai [musik] tema. Jadi, kolaborasinya itu enggak cuma numpang nempel nama doang. Tapi minimal ada effort loh dari pihak Tecno biar HP ini kelihatan beda. Kesimpulannya, menurut saya Tecno Pova 8 Pro Tonino Lamborghini ini adalah salah satu kolaborasi HP yang paling absurd, paling aneh lah pokoknya. Bukan dalam arti produknya jelek ya, justru HP-nya sendiri punya spesifikasi yang oke menurut saya. Tapi secara storytelling, kolaborasinya itu bikin saya bertanya-tanya, bertanya-tanya. Karena ketika kita mendengar Lamborghini, yang ada di kepala kita itu adalah mobil Lamborghini. Sementara yang ada di HP ini adalah Tonino Lamborghini, sebuah brand luxury lifestyle yang emang punya hubungan sejarah dengan keluarga Lamborghini, tapi bukan [musik] perusahaan mobil yang kita kenal sebagai Automobili Lamborghini. Dan saya jadi bertanya-tanya, apakah konsumen benar-benar beli kolaborasi dengan Tonino Lamborghini? Atau sebenarnya di kepala mereka Lamborghini yang ini adalah Lamborghini mobil? Karena kalau memang yang kedua, saya harus mengakui strateginya cukup cerdas ya. karena bahkan sebelum kita [musik] ngebahas spesifikasinya, kita udah ngomong satu kata, Lamborghini. Dan mungkin memang itu [musik] tujuan utamanya. Good job, marketing Tecno. Pintar kalian.
