Jungkat

Kombinasi Pas dgn Harga Murah, Audio Mantap, Pakai Google TV - Review Smart TV Changhong L50M91 (YouTube Video)

  • 16/10/2025

Hei, sadar enggak Smart TV 50 inci itu harganya rata-rata naik ya. Sekarang tuh rata-ratanya jadi di atas Rp4 juta. Eh, ternyata masih ada nih yang harganya di Rp3 jutaan. Yang ini nih, ini Changhong LM91. Smart TV ini udah pakai Google TV dan udah support HDR10. Ada dukungan untuk Dolby Audio dan DBX TV. Punya tiga port HDMI, jadi bisa dihubungkan ke tiga perangkat berbeda sekaligus. Tertarik? Langsung aja kita bahas Smart TV yang satu ini ya. Di tahun 2025 ini, Changhong sepertinya membawa cukup banyak lini TV mereka ke Indonesia. Kita udah pernah bahas e yang E QN9 series, lalu ada yang QM91 series. Nah, sekarang ada lagi yang datang ke lab kita nih. Yang ini adalah M91 series yang harganya lebih terjangkau. Nah, M91 series ini hadir dalam berapa ukuran layar ya? mulai dari 32 inci, 40 inci, 43 inci, dan ada juga yang kami coba ini yang 50 inci. Ini udah cukup besar sih sebetulnya ya. Nah, kita langsung aja bahas si smart TV yang satu ini. Mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smart TV-nya. Lalu ada dua stand lengkap dengan baut untuk pemasangan. Ada remote lengkap dengan baterainya. Ada converter AV in ke 3 RCA. Lalu ada paket dokumen. Ini terbilang paket penjualan yang standar lah ya untuk smart TV kelas ini di masa sekarang. Nah, untuk desain Changhong ini menggunakan desain minimalis ya untuk Smart TV ini dengan warna dasar hitam. Base layarnya terbilang cukup tipis di kisaran 8 mm untuk sisi kiri atas dan kanan layar. Sementara bezel bawah layar itu sedikit lebih tebal di 19,6 mm. Secara umum ini udah kelihatan modern penampilannya. Di bagian dasar TV terlihat ada sebuah sensor infrared, tombol power, dan juga ada dua buah speaker. Stan juga tentunya terpasang ke bagian dasar ini. Ini cukup dekat dengan tepi TV ya. Nah, stand ini menggunakan desain V yang terbalik dan mengangkat TV sekitar 5,9 cm dari permukaan. Oke, beralih ke bagian belakang. Ada area yang menonjol. Di permukaan area tersebut ada lubang untuk mounting Vesa yang ukurannya ini adalah 200* 200 mm. Ini yang bisa kita pakai untukemang Tif ini ke bracket atau ke dinding. Lalu ada kabel power yang terpasang permanen di sebelah kiri. Sementara untuk konektor IO seluruhnya ditempatkan di sisi kanan area yang menonjol tadi. Nah, untuk dimensi TV tanpa stan itu 111 * 64,2 * 6,7 cm. Kalau dengan stan itu 111 * 70,1 * 26,4 cm. Untuk spesifikasinya layarnya tentunya 50 inci. Resolusinya full HD 1920 * 1080 piksel. Ya, sayangnya resolusinya ini hanya full HD ya, ini belum nyampai ke 4K. Untuk refresh rate-nya 60 Hz. Untuk HDR dia punya HDR10 dan punya HLG. audionya itu pakai dua speaker dan udah support DBXTV serta Dolby Audio. Untuk OS dia pakai Google TV tentunya ada Chromecast Buildin yang memungkinkan kita untuk memindahkan konten dari smartphone, tablet atau laptop ke layar yang lebih besar ini ya dengan sangat mudah tentunya. Untuk Google Assistant tentunya udah ada di TV ini. Untuk kreativitas dia pakai Wii bisa Bluetooth 5.1 ada Ethernet juga ada. Nah, untuk TV digital juga udah support di VBT2 jadi udah bisa untuk siaran TV di Indonesia. Nah, terlihat kalau di sini kita bisa dapat banyak channel TV digital Indonesia. Ini cukup pakai antena biasa aja ya, enggak perlu pakai antena khusus atau pakai STB tambahan. Sekarang mari kita lihat konektornya atau IO-nya dari atas ke bawah. Di sini ada AVIN 3,5 mm, ada 3 HDMI 1.4. Nah, untuk port dengan label HDMI 1 ini udah support HDMI AR untuk koneksi ke soundbar. Lalu ada antena input, ada 2 USB 2.0, ada Ethernet, ada analog audio output 3,5 mm, dan ada digital audio output. Oke, tentunya karena TV ini pakai Google TV, ada setup awal khas Google TV. Di sini kita akan diminta menghubungkan TV ke internet dan masuk ke akun Google. Setelah itu, TV ini udah bisa dipakai untuk menikmati konten. Nah, kalau menonton konten langsung dari Google TV-nya nih, ada beberapa aplikasi yang secara standar udah kepasang seperti misalnya Netflix dan YouTube. Kalau butuh aplikasi lain itu bisa didapatkan dari Google Play dan tentunya ada banyak sekali aplikasi yang tersedia. Mau aplikasi streaming lokal juga ada di sini. Nah, karena TV ini hanya mendukung resolusi full HD 60 Hz, wajar ya kalau port HDMI yang disertakan itu cuman HDMI 1.4 ya. Emang enggak perlu yang 2.1 juga. Nah, saat kita coba pasang ke laptop ini terdeteksi bisa menampilkan Full HD 60 Hz dengan HDR. Sayangnya karena cuma pakai HDMI 1.4, beberapa fitur yang tersedia di versi HDMI yang lebih tinggi itu enggak ada di sini jadinya. Jadi seperti IR, VRR, dan ALLM itu enggak ada. Nah, kalau butuh input ke TV dari perangkat yang agak lama ini bisa pakai AVIN ya. Oke, untuk USB secara standar ini bisa untuk membuka beberapa jenis file gambar, audio, dan video yang tersimpan di dalam storage berbasis USB. Kalau butuh pasang keyboard untuk bantu input password atau ngisi judul film di search itu ya kita bisa pakai keyboard Bluetooth atau keyboard USB juga. Colok ke sini aja bisa juga. Oke sekarang kita beralih ke remote bawaan. ini masih pakai desain yang banyak tombolnya ya, seperti TV Changhong lain. Di remote ini ada juga satu tombol free hot key. Ini bisa diatur sebagai shortcut ke aplikasi atau fungsi tertentu. Lalu tentunya remote ini mendukung voice comand seperti ini. Play Heroes Tonight by Janji. [Musik] Oke, saat mencoba menggunakan TV Cangong ini, kami merasa ini memang lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar terhadap sebuah smart TV. Soal ketajaman tampilan, resolusi Full HD di layar 50 inci memang belum bisa yang luar biasa terasa tajam banget ya kalau dilihat dari dekat. Kalau dari jauh sih masih oke-oke aja sebetulnya. Nah, untuk konten yang membutuhkan detail tampilan tinggi tentunya belum bisa tampil dengan prima di sini. Tapi untuk yang tidak mementing ketajaman tampilan, sebetulnya ini masih memadai sih, masih mencukupi untuk berbagai tontonan sehari-hari. Nah, warantel TV ini memang bukan yang super-super cemerlang dengan saturasi yang tinggi banget gitu ya, tapi enggak bisa dikatakan kurang ya. Wajarlah untuk harganya. Ini juga bukan TV OLED kan ya. Oke, berdasarkan pengujian kami, Gamut Cover yang ditawarkan di mode standar dan vivit itu sudah cukup dekat ke 90% sRGB. Sementara untuk gamot volume-nya di mode standar itu di 99% sRGB dan kalau di mode vivit ini naik ke 111% sRGB. Ini harusnya udah terasa cukup ya, bukan yang cuma ada di kisaran 70% sRGB aja. Kalau 70% itu enggak terasa berwarna jadinya kayaknya agak kurang gitu ya. Nah, di sini juga ada mode movie. Nah, ini Camangong ini terasa berusaha untuk membuat gamut volume sedekat mungkin dengan gamut coverage. Efeknya untuk color space sRGB, gamut coverage dan gamut volume-nya sedikit turun itu kekisaran 83%. Ini mungkin untuk yang ingin tampilan lebih berwarna ee lebih baik pakai mode standar atau vivit aja sekalian ya. Oke, bagaimana dengan brightness atau kecerahan layar ini? Saat kami coba ukur, TV ini bisa menawarkan brightness di kisaran 290 sampai 320 nit di beberapa mode yang tersedia. Ini bukan yang super terang. Tapi udah di atas yang diharapkan dari sebuah smart TV class terjangkau. Masih terbilang memadah untuk penggunaan di ruangan yang tentunya jangan yang ada banyak jendela terbuka gitu yang terang banget gitu. Nah, untuk viewing angle kami masih ada sedikit pergeseran warna ya kalau kita menggeser sudut pandang kita terhadap TV ini. Tapi ini masih jauh dari kesan yang mengganggu ya. Jangan bandingkan dengan layar TN lah ya. Ini masih okelah kalau yang satu ini. Oke, bagaimana dengan fitur MEMC? Ini fitur yang biasa membuat kita bisa melihat tampilan film atau video itu jadi licin gitu ya di 60 fps. Sayangnya satu ini tidak ada di TV ini. Tapi sebetulnya kita agak bingung nih ini untungnya atau sayangnya. Kenapa? Karena di kami sih biasanya ya kami lebih suka konten yang tampil natural sesuai yang diinginkan oleh kreatornya. Jadi tidak adanya fitur yang satu ini justru membuat kita tuh langsung dapat kontennya sesuai apa adanya ya. Jadi kalau buat kami sih gak ada masalah sebetulnya. Oke, untuk upsal ada atau enggak? Ada. Tapi memang ini masih agak terbatas ya. Terbatas apa? Iya, terbatas oleh resolusi Full HD dari TV ini gitu ya. Jadi dia nge-upscale cuma sampai full HD aja. Secara umum konten 720p tetap bisa diangkat agar tidak tampil e kelihatan kayak low rest gitu ya. Tapi ya memang tidak melampaui dari 1080p tentunya. Oke, beralih ke audio. Ternyata speaker di Smart TV ini tidak seperti yang kami bayangkan. kemampuannya justru ada di atas dari perkiraan kami. Ini mengejutkan sih. Suara yang dihasilkan tuh rapi dengan bass mid dan travel yang terjaga. Tapi ini hanya kami rasakan saat mengaktifkan secara manual fitur DBX TV. Sayangnya secara standar Changhong memang tidak mengatur fitur ini ke arah aktif. Saran kami sih begitu nyoba langsung aktifin aja. Oke, kalau pakai Dolby Audio bagaimana? Nah, kalau yang ini kami merasa ada pergeseran kualitas suara yang justru mengarah ke kurang mantap aja rasanya. Nah, tapi ini biasanya juga dipengaruhi selera masing-masing ya. Ya, coba aja fitur mana yang lebih pas untuk selera kalian. Kalau kami lebih pas dengan yang di BXTV itu karena menurut kami suaranya jadi terasa lebih rapi aja. Nah, kalau merasa butuh penggunaan sistem audio tambahan, Tif ini kan sudah mendukung output analog, digital, AR, dan pakai Bluetooth juga bisa. Nah, untuk navigasi kita memang masih belum bisa mengharapkan navigasi yang super-super mulus ya. Ingat ini smart TV terjangkau. Setidaknya ini sudah terbilang cukup mulus lah. Bahkan e saat mengatur setting tampilan kami tidak merasa bahwa konten yang diputar di TV ini jadi terlalu tersendat. Oh ya, menu pengaturan setting tampilan juga tampil sebagai overlay ya di atas konten. Jadi aplikasi streaming konten tidak akan tertutup menu pengaturan. Ini mengakibatkan kita bisa melihat secara langsung efek dari pengaturan yang kita lakukan. Ini smart TV yang benar. ya. Oke, lanjut lagi. Sekarang mari kita main game dengan TV ini. Ya, TV ini memang tidak punya fitur pendukung gaming modern seperti ALLM atau VRR. Tapi kalau mau main game di TV ini ya tetap bisa aja. Kami juga tidak merasukkan adanya input lag yang berlebihan saat kita main game dengan TV ini. Jadi masih lumayan ok lah kalau buat main game. Sekarang mari kita lihat konsumsi dayanya. Kalau kita cek ya, konsumsi DV ini ada kisaran 57 watt untuk konten SDR maupun HDR di berbagai mode tampilan. Sementara kalau kita pasang energy saving, konsumsi dayanya bisa turun ke 47 watt saja. Tapi tentunya tingkat kecerahan layar juga akan turun ya di mode ini. Kalau saran kami sih enggak usahlah pakai mode yang itu. Bedanya terlalu tipis ya, bahkan mungkin cuman seampu aja, sebuah lampu-lampu aja ya. Oke, untuk harganya Changhong menawarkan Smart TV L50 M91 ini di harga Rp3 jutaan. Nah, ada juga varian dengan ukuran layar lebih kecil ya, 43 dan 40 inci itu harganya udah di R jutaan. Sementara yang 32 inci bahkan masih R1 jutaan. Smart TV ini dilindungi garansi panel 3 tahun dan garansi service per part selama 1 tahun. Kalau kalian berminat, Smart TV tersedia di beberapa toko online seperti Tokopedia, TikTok Shop, Shopee, Lazada, dan Akulaku. Cek aja langsung linknya di deskripsi video ini. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, resolusi Full HD. ini memang belum bisa membuat tampilan TV layar besar ini jadi terlihat e tajam gitu ya. Tapi memang tidak semua orang akan sensitif dengan hal ini. Misalnya kalau ini TV dipasang di tembok ya dan agak tinggi ya mungkin enggak terlalu terpengaruh karena toh kita akan melihat dari jarak yang jauh juga. Mungkin ini baru akan terasa kalau dipasang di ruangan yang kecil di kamar mungkin di atas meja belajar kalau ada yang mau pakai jarak dekat gitu ya. Tapi jarang sih yang kayak begitu. Kemudian TV ini minim fitur modern. Jadi anggap saja ini Smart TV yang benar-benar menawarkan fungsi smart tingkat dasar saja. Lalu smart TV ini punya potensi bisa mengeluarkan audio yang terasa di atas kelas harganya. Tapi kita harus setting manual aja. Ah, tapi mudahlah cuma ngidupin satu switch doang gampang ya. Oke, dari sini menariknya kualitas tampilan secara umum ini masih bisa dikatakan relatif memada lah buat kelas harganya ya. Sementara kualitas audio seperti kita bahas tadi ini keren terutama kalau fitur DBXTV-nya diaktifkan. Lalu dia udah punya dukungan untuk HDR10 dan HLG juga masih punya tiga port HDMI serta EV in membuat TV ini bisa dihubungkan ke bahkan empat perangkat sekaligus ya. Nah, lalu dia tidak pakai panel OLED. Jadi ini cenderung lebih aman dari masalah burn in. Dayanya juga hemat. Seboros-borosnya juga cuma 57 watt saja ya. Lalu Google TV yang dipakai di sini. Jadi dukungan aplikasinya melimpah ya. Dan dia juga ah bisa nangkap siaran TV digital Indonesia tanpa perlu tambah STB tambahan. Oke, Changhong L50 M91 di kelas harganya, tif ini jadi terasa punya kombinasi yang cukup pas yang menurut kami memang bisa diterima dengan relatif baik. Smart TV ini akan cocok untuk orang yang inin punya smart TV dengan ukuran layar besar tapi tidak merasa perlu resolusi tinggi dan yang penting harganya masih terjangkau. Murahan enggak sih? Ya, smart TV ini tidak akan terasa seperti TV murahan. Kontes tampilannya jauh sekali dari kesan murahan. Secara umum kami masih merasa bahwa ini adalah smart TV yang layak untuk dipertimbangkan. khususnya kalau harga yang terjangkau adalah fokus utama kita. Saya D Irfan Jaka Tib TV.

Lihat di YouTube