Jungkat

Kombo Kencang-Terjangkau Buat Main Game & Kerja: Review ASUS Gaming V16 (V3607VM) 2025 (YouTube Video)

  • 24/09/2025

Jujur deh Asus, kalian sebetulnya bikin laptop gaming atau laptop bisnis sih? Kalau dari penampilannya ini harusnya laptop bisnis yang dipakai buat kerja itu. Tapi kalau lihat dari website Asus ternyata yang satu ini masuk dalam kategori laptop gaming seperti t gaming dan ROG. Apalagi speknya ternyata gaming banget. Prosesornya pakai Intel Core Processor series 2 dengan 10 core dalamnya. Jadi enteng banget buat multitasking atau kerjaan yang lumayan berat. GPU-nya langsung RTX 5060 jadi enggak kaleng-kaleng performa grafisnya. RAM-nya langsung 16 GB dan tentunya masih bisa di-upgrade juga. Layarnya besar 16 inci, panel IPS 144 Hz. Jadi siap buat gaming kompetitif. Uniknya laptop gaming ini ternyata daya tahan baterai bisa nembus 12 jam. Jadi dia irit banget ya. Ini adalah Asus Gaming V16 keluaran tahun 2025. Oke, selama ini kita mendengal bahwa tough gaming itu adalah laptop gaming kelas terjangkau dari Asus. Tapi baru-baru ini Asus memperkenalkan seri laptop gaming terbaru mereka yang lebih terjangkau harganya dibandingkan t gaming. Apa aja sih bedanya? Yuk, mari kita mulai pembahasan dari laptop yang satu ini. Untuk prosesor, dia menggunakan Intel Core 7, processor 240H. Fabrikasinya Intel 7, default TDP-nya di 45 watt. Dia punya 10 core, 16 thre yang terdiri dari 6 performance core, 4 efficient core, dan Intel smart cash-nya ada di 24 MB. Jadi besar. Integrated graphicsnya pakai Intel Graphics dengan 64 execution unit. IGP ini mendukung kemampuan decode AV1 dan fitur Intel Quixink. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 16 GB DDR5 5600 MHz single channel. Tenang, tenang, laptop ini punya dua slot SODIM, jadi kita bisa jadikan dual channel dan ditambah kapasitasnya. Menurut Asus kapasitasnya bisa kita upgrade hingga 32 GB meskipun teoritis prosesornya support sampai 96 GB sih. Nah, untuk storage menggunakan 512 GB SSD MD.2 NVM PCI Gen 4x4. Laptop ini hanya punya satu slot M.2. Jadi kalau mau di-upgrade itu harus ganti SSD bawaannya. Untuk di graphics dia pakai GeForce RTX 5060 laptop GPU dengan VAM 8 GB GDDR7. Jeep ini sudah pakai aksur blackwell ya, jadi mendukung penuh fitur DLSS4 termasuk multifame generation. Untuk kemampuan EI-nya diklaim mencapai 572 tops lebih tinggi dibandingkan RTX 4060 laptop yang duluti cuman 233 tops. Sementara untuk nilai TG GP maksimalnya adalah 75 wat. Jadi ini masih sesuai dengan standar Nvidia. Untuk baris connectivity dia menggunakan modul Realtech yang mendukung WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.3. Sementara itu, kapasitas baterainya adalah 63 wat hour. Untuk OS dia menggunakan Windows 11 24 H2. Untuk bodinya ini form factornya adalah clamp Shell atau laptop klasic. materialnya polikarbonat. Menariknya meskipun tidak menggunakan material logam, laptop ini tetap lolos uji daya tahan military standar 810H. Jadi dijamin durabilitasnya dan sejujurnya ini cukup solid loh untuk sesuatu yang katanya polikarbonat. Nah, untuk warna ini black dengan matte finish. Nah, untuk desainnya walaupun dia namanya adalah laptop gaming, penampilan Asus gaming ini tidak ada mirip-miripnya dengan t gaming ataupun ROG. desainnya sangat minim ornamen gaming dan lebih terlihat seperti seri Vivobook atau Zenbook keluaran beberapa tahun yang lalu. Tentunya ini bukan menjadi masalah ya karena penampilannya justru kelihatan kalem, enggak terlalu mencolok ya. Jadi bisa banget pakai laptop ini buat kerja di kantor, dibawa meeting dengan klien, cocok ini ya. Dan kita juga enggak jadi pusat perhatian atau terlihat aneh saat pakai laptop ini di kafe, sekolah atau kampus. Nah, untuk dimensi panjang 35,7 cm, lebar 25 cm, dan ketebalan di sisi paling tipis 1,8 cm. Paling tebalnya ada di 2,2 cm. Untuk bobot laptopnya ada di 1,99 kg. Ini tergolong ringan ya untuk laptop gaming yang 16 inci. Chargernya juga enggak berat-berat amat di 370 gr. Ini adalah charger 150 watt. Jadi total bobotnya kalau di bawah-bawah adalah 2,36 kg. Ini menarik karena biasanya beberapa laptop gaming yang 16 inci itu bobotnya hanya laptopnya aja di kisaran 2,3 kg. Ini sudah dengan chargernya. Nah, untuk display ini adalah layar berukuran 16 inci. Resolusi 1920* 1200 pikel. Aspek rasionya tentunya 16 breset-nya 144 Hz. Dan ini adalah panel IPS. Menurut Asus tingkat cecaran maksimumnya ada di 300 dengan kelar gambut di 45% NTS. Nah, kalau kami ukur itu hasilnya adalah tingkat keceraannya maksimum di 316 Nit di dalam ruangan. Untuk gambut coverage-nya ada di 57,2% sRGB dengan gambut volume di 59% sRGB. Dengan color gambut seperti ini, layarnya memang masih gak pas-pas banget kalau mau dipakai ngedit-ngedit kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau hanya sekedar dipakai buat editing sederhana yang enggak butuh akurasi warna tinggi atau untuk belajar mulai ngedit video atau foto, harusnya ini sih enggak masalah sama sekali. Terutama karena panelnya sudah panel IPS, jadi tampilannya akan konsisten terlihat dari sisi manapun. Nah, permukaan L juga punya sifat yang non glare. Jadi, minim pantulan bayangan yang dapat mengganggu kenyamanan saat bermain atau bekerja. Layar ini punya tingkat screen to body rac 89% dengan bingkai tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Menariknya, layar ini dapat dibuka lurus hingga 180 derajat. Jadi, ini lebih aman dari resiko rusak akibat terdorong dan ini akan memudahkan kita menunjukkan isi layar ke lawan bicara di depan kita. Ya, ini adalah ciri yang biasanya ada di laptop untuk kerja atau laptop bisnis. Nah, laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps. Kamera laptop ini memang belum mendukung fitur Windows Studio FX ya. Tapi tenang, kan dia punya GPU Nvidia. Jadi kita bisa instal Nvidia Broadcast agar kameranya punya fitur yang mirip seperti Windows Studio FX. Kamera ini juga dilengkapi dengan penutup fisik ya, jadi lebih aman dari resiko dip meskipun kameranya mungkin di-hack. Laptop ini juga dilengkapi dengan dua buah mikrofon pada sisi kanan dan kiri kameranya. Saat dicoba dengan pencaha mencukupi, kamera mampu menangkap gambar dengan kualitas yang baik dan minim noise. Mikrofonnya juga bisa menangkap suara kami dengan jelas dan natural. Sementara untuk noise cancellation-nya bisa meredam suara bising di sekitar kami dengan baik meskipun suara kami terdengar sedikit mendem mungkin ya. Oke, sekarang kita tes kemampuan noise cancellation laptop Asus Gaming yang satu ini. Jadi, gimana nih suara bising di sekitar saya masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, sekarang kita tes kemampuan noise cancellation laptop Asus Gaming yang satu ini. Jadi, gimana nih suara bising di sekitar saya masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, sekarang kita coba kemampuan kamera dan mikrofon laptop Asus gaming yang satu ini. Jadi, gimana nih kualitas kamera dan mikrofonnya oke atau enggak? Oke, untuk sistem audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan lubang keluaran suara mengarah ke alas laptop. Kita bisa mengatur profil suara dan equalizer di aplikasi Direct Audio Manager atau dari My Asus juga bisa. Suara yang sekan ternyata masih terasa kurang lantang ya di telinga kami ya. Tapi tenang, kualitas suaranya terasa cukup memuaskan dan rapi sebetulnya serta punya bass yang cukup bulat. Oke, untuk konektornya di sebelah kiri ada 1 DC in, 1 HDMI 2.1, 1 USB 3.2 gen 1 type A, 1 USB 3.2 gen one type C, dan 1 3,5 mm audio combo jack. Beralih ke sisi kanan di sini ada satu USB 3.2 gen one type A ya cuma itu aja. Sayangnya laptop ini tidak memiliki konektor ethernet seperti laptop gaming lainnya. Tapi tenang, kita masih bisa menambahkan dengan membeli akor USB to Ethernet tentunya ya. Oke untuk keyboard-nya laptop ini menggunakan Ergo Sense keyboard yang dilengkapi dengan tombol 6 pad. Ini unik ya karena Ergo Sense keyboard biasanya itu ada di laptop Asus seri Vivobook atau Zenbook. Seperti Ergo Sense keyboard lainnya, tombol keyboard diberikan cekungan sedalam 0,2 mm. Jadi, jari enggak mudah bergeser dari tombol yang tekan saat kita sedang mengetik dengan cepat. Sementara untuk tingkat travel distance-nya adalah 1,5 mm. Jadi, ters cukup dalam saat ditekan. Keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit dengan satu warna dan satu zona warna. Menurut Asus warna lampu backlit-nya ini disebut sebagai turbo blue. Menariknya untuk tombol WASD dan tombol anak panah ini menggunakan material transparan jadi lebih mudah dibedakan dan cahaya backlit-nya terlihat lebih terang. Untuk kecerahannya ada tiga tingkat yang kita bisa atur dengan menekan tombol function plus F4. Nah, laptop ini dilengkapi dengan touchpad yang ukurannya raksasa ya. Ini dimensinya adalah 15 * 9,9 cm. Nah, posisi touchpad ini melebar dari tombol alt hingga tombol copilot sebelah kanan, ya. Nah, dengan posisi seperti ini, bagian telapak jempol kanan kita itu masih bisa menempel sedikit di atas permukaan touchpad saat kita mengetik. Tapi sepertinya touchpad ini punya fitur palm rejection. Jadi, kursor mouse itu tidak bergerak meskipun ada bagian dari telapak tangan kami yang menempel ke permukaan touchpad. Jadi, kami juga dapat bergerak dengan lancar di atas permukaan touchpad. meskipun dia tidak dirancang dengan menggunakan material kaca, namun untuk ukuran touchpad yang besar ini membuat kami juga tidak perlu mengangkat jari berkali-kali untuk menggunakan kursor mouse dari satu sisi layar ke sisi yang lainnya. Intinya dia lega banget ya. Nah, lanjut untuk cooling systemnya. Sistem pendingin laptop ini dilengkapi dengan dua buah heat pipe tembaga dan dua buah kipas. Untuk lubang pembuangan udara panasnya ada dua buah yang mengarah ke belakang. Mari kita masuk dalam aspek performanya. Nah, laptop ini dilengkapi dengan empat profil performa, yaitu full speed mode, performance mode, standard mode, dan whisper mode. Kita bisa mengaturnya dengan menekan tombol function plus F atau melalui aplikasi My Asus. Kita langsung mulai coba dari SBCH R23 dulu. Dalam stabilitas selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 15.078 poin di mode standar, 15.079 poin di mode full speed. Ini nyaris enggak berbeda ya sebetulnya. Sementara skor yang dapat dipertahankan adalah di mode standar itu sesekali berada di 13.000an poin dan sekali berada di 12.000-an poin. Sementara di model full speed itu ada di kisaran 14.400 sampai 14.700 poin. Jadi terlihat perbedaannya itu ada di performance yang bisa dipertahankan bukan di pick performance-nya. Nah, untuk suhu kerja dengan sin R23 stabilitas selama setengah jam di mode standar supressor sempat naik di awal hingga 92 derajat Celcius tapi kemudian turun di bawah 80 derajat Celcius dengan sesekali ada lompatan sedikit di atas 80 derajat Celcius. Jadi masih lumayan terkendali ya. Sementara di mode full speed, supressor juga sempat mengalami kenaikan hingga 95 derajat celcius sebelum akhirnya terkendali penuh di bawah 90 derajat celcius. Oke, sekarang kita coba tes pakai Blender 4.3.2 2 dengan barber shop scene yang berat itu untuk CPU rendering sesuai dalam waktu 32 menit 57 detik. Sementara dengan GPU rendering pakai kuda sesuai dalam waktu hanya 3 menit 19 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan GPU rendering dengan kuda tadi suhu rata-rata prosesor dan GPU Nvidia terlihat masih berada di bawah 80 derajat Celcius dan sekali-sekali saja ada lompatan ke 82 derajat Celcius. Lanjut untuk Adobe Premiere Pro 2025. Untuk video 4K6 yang durasinya 2 menit 7 detik. Kalau pakai software only saya dalam waktu 7 menit 21 detik. Kalau kita pakai Kuda hanya butuh waktu 1 menit 26 detik. Jadi udah cocok ya buat ngedit-ngedit video 4K 60 fps. Kalau videonya adalah full HD 60 fps, durasinya sama dengan software SE dalam waktu 1 menit 27 detik. Sementara kalau pakai kuda hanya 28 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan kuda. Lagi-lagi di sini suhu rata-rata prosesor dan GPU Nvidia berada di bawah 80 derajat Celcius. Aman banget. Sekarang kita coba Davecy Resolve 19.1. Software video editing kelas profesional. Tapi ini versi gratisnya ya. Untuk video 4K 60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 3 menit 11 detik. Sementara kalau videonya adalah Full HD 60 fps selesai dalam waktu hanya 46 detik saja. Nah, untuk su kerjanya peran melakukan 4K video export di separuh awal durasi ekspor supressor terlihat berada di atas 90 derajat Celcius. Supressor kemudian turun di bawah 80 derajat Celcius di paruh akhir durasi eksport. Sementara itu untuk GP Nvidia-nya suhu tertingginya hanya mencapai 81 derajat Celcius. Lanjut ke capcut video 4K60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu hanya 49 detik saja. Sementara kalau full HD 60 fps selesai dalam waktu hanya 23 detik saja. Nah, 4K video exporting supressor terlihat masih berada di bawah 85 derajat Celcius. Sementara GPN videonya ada di bawah 80 derajat Celcius. Oke, mari sekarang kita uji performa gaming-nya. [Musik] Ah. [Tepuk tangan] Sekarang mari kita lihat suhu kerjanya. Setengah jam memainkan Assassin's Creed Mirage ya. Terlihat bahwa supressor dan GPN videonya terkendali di bawah 80 derajat celcius. Sementara permukaan bodinya setengah jam mainkan game yang sama tadi. Untuk area keyboard yang paling panas itu ditemukan di tombol huruf K dengan suhu berkisaran hanya 42 sampai 43 derajat Celcius. Sementara suhu tombol WASD terlihat aman di bawah 35 derajat Celcius. Nah, untuk body su area sebelah atas keyboard terlihat mencapai 47 derajat Celcius. Tapi tenang ya, area palmrest itu aman di bawah 35 derajat celcius. Oke, sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kesal di smart kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.723 MB/s. Sementara tulisnya di 3.636 MB/s. Sayang sekali ya, kecepatan bacanya itu cuma sekencang SSD PC genry walaupun kecepatan tulisnya itu memang sudah tinggi dan sebetulnya sih 3.000 MB/ itu sudah tergolong kencang ya. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Kita menggunakan brightness di 150 Nits dengan volume suara 25% dan modenya di mode standar. Untuk 1080p local video playback baterai baru habis setelah 12 jam 9 menit. Ini sih irit banget ya. Padahal kapasitas baterai itu enggak besar dan belum menggunakan prosesor Intel Core Ultra ya di sini bukan kan bukan Core Ultra tadi ya, tapi bisa tahan sampai 12 jam. Mantap. Lalu untuk charging 30 menit pertama sudah terisi di 50% dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 12 menit. Ini masih tergolong normal. Target kita biasanya 2 jam ya lebih-lebih 12 menit masih okelah di sini. Nah, untuk harga varian yang kami uji menurut Asus Indonesia sekarang ada di Rp19.99. Rp999.000. Setelah itu ada juga versi yang RTX 5050 laptop GPU dengan harga di Rp17.499.000. Nah, untuk bonus pilihannya dia akan tentu mendapatkan Microsoft Office Home 2024 yang ini aktif selamanya tanpa perlu subscription dan kalau toh mau berlangganan kita sudah langsung dikasih Microsoft 365 selama 1 tahun juga di sini. Oh ya, bertepatan dengan perkhidmatan Asus ROG sebagai number one gaming brand di Indonesia selama 10 tahun. Setiap pembelian laptop ROG, t gaming, Asus Gaming, atau ROG Ali, kita bisa mendapatkan e-wallet senilai hingga R50.000 R000 dan kesempatan memenangkan lucky draw berbagai ROG gaming gears. Sementara itu untuk garansinya setiap pembelian tough gaming dan Asus Gaming mulai dari 1 September 2025 itu garansinya adalah 2 tahun international warranty dan 1 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, dengan VIP perfect warranty, Asus Indonesia akan menanggung 100% biaya perbaikan dan biaya suku cadang untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Asus VIP Perfect Warant ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya itu masih single channel, tapi untungnya kapasitasnya langsung 16 GB dan masih bisa kita upgrade dengan mudah. Tinggal nambah aja ya. Mau nambah 8 bisa, mau nambah 16 lebih bagus lagi. Kemudian layarnya ini masih belum cocok untuk editing kelas profesional tapi tenang karena panelnya IPS masih cukup oke kok sebetulnya untuk belajar editing ya. tentunya selama enggak perlu akurasi kelas profesional dan ya kalau nanti misalnya butuh yang kelas profesional sebetulnya tancep aja monitor eksternal cari yang sudah kelas profesional beres ya yang penting performanya sudah ada di sini lalu dia tidak punya konektor Ethernet yang seperti kita bahas tadi sebetulnya bisa aja ditambahin aksesoris untuk nambahin ethernet di situ. Lanjut untuk poin menariknya penampilannya ini jauh dari kesan laptop yang gaming banget gitu ya. Jadi dia cocok banget untuk yang butuh laptop kerja ataupun laptop kuliah ya, tapi enggak mau kelihatan gaming banget ya. Mantap. Lalu dia sudah menggunakan prosesor 10 core dari Intel Core Series 2. Ini cocok buat multitasking, rendering, atau editing. Dia juga dilengkapi dengan RTX 5060. Ini kencang buat main game triple A maupun game kompetitif. Entank buat dipakai editing video sampai 4K60. Mumpuni untuk desain dan rendering 3D juga. Siaplah buat ngejalanin AI di aplikasi tertentu. Untuk su kerja ini juga masih relatif aman. RAM tadi sudah dibahas langsung 16 GB dan langsung bisa diupgrade ya. Layarnya juga besar, panelnya udah IPS. Kemudian baterainya ini tergolong sangat irit untuk kelas performanya dan dia langsung dapat garansi kelalian pengguna juga. Nah, jadi Asus Gaming V16 ini cocoknya buat siapa sih? Nah, yang satu ini harusnya cocok untuk mereka yang butuh laptop high performance untuk kerja, kuliah, atau mungkin sekolah, ya. Apalagi penampilannya lebih mirip seperti laptop kerja. Jadi enggak mencolok saat digunakan di tempat yang banyak orang atau ketemu dengan klien ya atau rekan bisnis ya enggak mencolok ya. Nah, dipakai sebagai laptop untuk editing video juga masih cocok-cocok aja apalagi dia udah punya RTX 1060 yang bisa meng-handle video 4K60 AV1 maupun yang punya color format 422. Dan seperti dibahas tadi memang kalau butuh akurasi warna lebih dari layarnya tinggal nambah aja bisa ya. Kemudian dia dipakai buat laptop untuk coding. Harusnya juga bisa ya enggak ada masalah selama aplikasi pemrograman yang kita pakai memang cocok dengan spesifikasi laptop yang satu ini. Mau dipakai untuk jalan AI pastinya juga bisa ya asal aplikasinya memang mendukung si RTX 5060. Dan tentunya laptop ini akan cocok untuk mereka mencari laptop gaming yang harganya masih relatif terjangkau tapi punya performa dan fitur gaming kekinian untuk ngelibas game triple A atau game kompetitif terbaru dengan lancar. Jadi, kalau cari adalah sebuah laptop high performance farm skinan yang harganya masih relatif terjangkau dan masih bisa di-upgrade serta punya penampilan yang low profile yang bisa digunakan di segala macam situasi. Rasanya Asus Gaming V16 ini adalah pilihan yang menarik yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Saya Did Irfan Jaka Tib TV. Yeah.

Lihat di YouTube