Jungkat

KOMPAK TAPI PADAT KELEBIHAN, INILAH GAC AION UT (YouTube Video)

  • 01/07/2025

Selamat datang di The Official Auto. Dan sebelah kita sudah hadir model terbaru dari GAC ION. GC ION UT. Seperti apa impresinya? Ayo kita simak bareng-bareng. Sedikit soal sejarah model ini. UT pertama kali diperlihatkan di akhir 2024 lalu pada ajang Auto Guang Show. Model hatchback EV ini memang menjadi andalan ion untuk bermain di segmen kendaraan kompact setelah sebelumnya hadir dengan model kendaraan berukuran medium. Penyebutan UTI sendiri adalah singkatan dari urban traffic yang memang memperlihatkan tujuan model ini dibuat. Setelahnya ION UT resmi dijual di Tiongkok pada April lalu dan kini model tersebut sudah siap hadir di Indonesia. Melihat desainnya mengingatkan pada garis desain kendaraan Eropa, UTI memang didesain oleh desainer Eropa bernama Stefan Janin yang bekerja di kantor desain GAC ION di Eropa. Filosofinya disebut terinspirasi dari kota Milan dengan bahasa desain European aesthetic. Fasia depannya terutama bentuk lampu depannya menyerupai mata dan alis burung hantu dengan teknologi matrix cube light. Sebagai kendaraan perkotaan, desain UTI memang fashion banget. Model yang dijupai auto.com menggunakan warna hijau emerald green dengan pewarnaan tone putih di area pilar A dan atapnya. Kesan futuristik memang terlihat dari pencahayaan tadi. Paling menarik di area bdepan dengan LED 4 titik berbentuk cube serta stop lamp di belakang dengan bentuk serupa dikombinasikan dengan lampu sein di area tengah di atas kertas. Mobil listrik ini menawarkan panjang 4,2 m, lebar 1,8 m dengan tinggi 1,5 m. Jarak sumbu rodanya sejauh 2,7 m, serta ground clearance sejauh 160 mm. Rasanya terhitung pas untuk kemampuan jelajah di berbagai kondisi jalan. UT juga menggunakan peleg berukuran 17 inci dengan model two tone berbentuk kelopak bunga yang menarik. Area bagasinya juga lapang. Jika baris kedua tegak, volume sebesar 440 L ditawarkan guna membawa barang bawaan. Jika dirasa kurang, bisa melipat jok baris kedua dan mendapatkan volume bagasi sebesar 1400 L. Cukup untuk kebutuhan bawaan di berbagai situasi. Sekarang masuk ke interior. Kesan premiumnya terasa dari penggunaan warna hitam dengan bahan kulit sintetis mendominasi. Joknya hadir dengan kontur yang terasa nyaman, termasuk ke baris kedua. Jok ini sudah memiliki fitur ventilated seat untuk kenyamanannya. Menariknya, mobil kompak ini juga menawarkan mode jok sofa alias baris pertama bisa direbahkan untuk mendapatkan ruang beristirahat yang lebih luas sehingga baris kedua dapat dimanfaatkan. Pengguna dengan tinggi 170 cm bisa selonjoran dengan nyaman dari jok baris kedua. istirahat jadi lebih maksimal. Area dashboard bisa dibilang simpel, minimalis, tidak ada tombol fisik. Mengingatkan pada desain model ion lainnya. Perhatian utama adalah kehadiran layar resolusi tinggi di tengah berukuran 14,6 inci serta layar berukuran 8,8 inci di depan pengundi yang hadir sebagai meter cluster. Seperti pada model ion lainnya, mayoritas pengoperasian fitur di kendaraan memang dihadirkan dari layar utama ini. Beberapa fitur yang ada antara lain sambungan telepon genggam, perintah suara, navigasi, dan kehadiran enam speaker Adigo di sekeliling kabin untuk pengalaman hiburan yang imersif. Kesan lapang juga didapat dari kehadiran panoramic sunroof berukuran besar yang juga menambah kesan premium kendaraan ini. Beberapa yang bisa dibahas dari pertemuan singkat dengan ion UT ini. Terdapat konsol tengah yang menjadi tempat fitur wireless charging 50 wat terintegrasi dengan cup holder dan ruang penyimpanan di belakangnya. Lubang AC di area tengah terlihat cukup rendah bersamaan dengan hadirnya lubang udara di konsol tengah untuk baris kedua. Kini tiba pada bahasan performa. ION UT menggunakan platform ion electric platform 3.0 terbaru. Di atas kertas, ION UT menawarkan dua kapasitas baterai berjenis LFP magazine 2.0 di model ini. Baterai berkapasitas 44 kWh menawarkan tenaga 100 kW atau sekitar 135 horsep dengan klaim jarak tempuh 400 km. Baterai berkapasitas 60 kWh menawarkan tenaga 150 kW atau sekitar 2011 horsepow dengan tawaran jarak tempuh 500 km. Tidak ada perbedaan pada torsi di mana kedua varian memproduksi 210 Nm. Kemampuan akselerasi dari diam hingga 100 km/h membutuhkan waktu 8,3 detik. Kemudahan pengisian daya ion UT sudah didapat dari soket CCS2 dengan kemampuan pengisian 30 sampai 80% dalam waktu 24 menit saja. Soal teknologi keselamatan, ION sudah membenamkan ADAS pada model ini. L2 intelligent driving terdiri dari 10 fungsi yang bisa membantu pengemudi dalam perjalanan. beberapa di antaranya lane departure warning, lane keep assist, serta adaptive cruise control dengan kemampuan stop and go. Nah, terakhir soal harga. Belum ada pengumuman resmi dari model yang rencananya akan diperkenalkan pada ajang pameran beberapa waktu ke depan ini. Namun melihat positioningnya ada di bawah saudaranya ION Y Plus yang ditawarkan di angka Rp400 jutaan. Kemungkinan UT akan menjadi modelah ION di Indonesia. Harapannya sih ada di angka 300 jutaan kecil. Sebuah harga yang pastinya akan membuka kesempatan masyarakat mendapatkan pengalaman memiliki kendaraan listrik. Ion UT tidak sendiri di segmennya. Model ini akan langsung menantang BYD Dolphin juga GWM Ora 3 yang baru saja meluncur. Kedua model ini bermain di angka 300 jutaan besar dengan berbagai tawarannya. menarik melihat strategi harga yang akan dimainkan GAC ION untuk model terbaru ini nantinya. Nah, sekian video impresi singkat dengan GAC ION UT. Jangan lupa saksikan informasi seputar otomotif di auto.com, carvaganza.com, dan zikwheel.co.id. Jangan lupa subscribe channel ini dan sampai jumpa di video-video lainnya.

Lihat di YouTube