KONDISI BMW BEKAS SETELAH 100 RIBU KM | PERLU PULUHAN JUTA BUAT BERESIN PENYAKITNYA? (YouTube Video)
Yo, guys. Welcome back to Coco Driver Channel. Hari ini gua mau share owning experience sebuah BMW X3 yang kilometernya sudah di atas Rp100.000. Perbaikan apa aja, kemudian jajannya apa aja, penyakitnya apa aja, nanti bakal gua share. Terus kondisinya, interiornya plus minusnya gimana nanti juga bakal gua share. Cuman sebelumnya ini gua mau ngajak kalian untuk ke bengkel dulu karena ini mau kuras air radiator sekali lagi supaya benar-benar bersih terus sudah ready untuk dipakai dan dijual juga, Guys. Jadi kemarin itu ada beberapa penyakit, sekarang udah beres semua. Hari ini balik ke bengkel tuh cuman tinggal finishingnya aja. Oke, ikutin terus ya. Oke, guys sudah sampai di bengkel. Sekarang gua mau kasih lihat kalian hasil kemarin ya. peremajaannya. Apakah olinya masih nyebrang apa enggak? Nih. Ini lagi didiamin dulu. Nanti kita cek di dalamnya.ETara sudah bersih total ya. Enggak ada lagi oli-oli nyebrang di sini nih. Bening tuh, Guys. Sampai kelihatan ada tulisan max ternyata di dasar tabungnya ya. Perasan kemarin enggak kelihatan pas lagi itu, pas lagi olinya masih nyampur. Sekarang udah bening tuh. Nih, Guys. Air buangan dari ini ya, dari tabung radiator udah bersih banget. Kalau masih ada oli nyebrang kan pasti kelihatan ada pelangi-pelanginya gitu. Biasa kan kalau air nyampur sama minyak kan pasti ada kayak apa ya? Kayak minyaknya gitu kelihatan lah pasti. Kalau ini bening total. Sekarang saatnya kita ganti pakai coolen asli BMW nih. 1,5 liter cukup nih, Mas. Ini satu kali. Oh, warnanya biru, Guys. Kayak mohito. Kuras radiator udah selesai, udah full pakai coolent BMW. Sekarang gua lagi minta untuk dian dulu. Karena kemarin itu kalau kalian ngikutin mobil ini tuh udah pernah ganti koil tapi cuman satu pie. Sedangkan koil ini kan ada empat ya. Dan terakhir di bawah itu ngerasanya agak ngegeter dikit entah sugesti gua atau apa. Jadi gua minta scan aja. Kalau memang koilnya udah mulai kena juga langsung kita ganti sekalian. Jadi empat-empatnya itu baru semua hasilnya udah keluar dan udah enggak ada fault ya. Jadi kayaknya enggak usah ganti koil deh. Nih selesai juga nge-bengkelnya ya. nya udah part 6 berarti dan cukup happy, Guys. Karena semua budget yang dikeluarkan itu menyelesaikan masalah ya. PR-PR yang muncul tuh di sektor mesin sama transmisi udah beres. Dan sekarang mobil ini udah ada improvement lumayan jauh lah. Nih. Tuh digasnya suara mesin lebih halus. Terus rasanya pas digas tuh jadi lebih halus juga. Sama kemarin di part berapa gitu gua bilang mobil ini ada kalau pas digas tuh ada brebetnya. Sekarang udah hilang. Transmisi juga jauh lebih sigap. Dan enggak tahu sugesti apa enggak ya nih AC-nya juga jadi ikutan kayak lebih dingin gitu. Sejuknya lebih gigit. Sekarang saatnya beresin yang minor-minor. Rencananya ban ini mau ke bengkel ban dulu untuk rotasi ban aja sama kuras angin jadi full pakai nitrogen supaya makin enak lagi. Oke, udah sampai di bengkel ban. Hari ini gua mau rotasi silang ban depan ke belakang, belakang ke depan. Karena yang depan ini udah sedikit lebih tipis, ya. Sedangkan yang di belakang masih cukup segar, Guys. Tuh, sekalian mau kuras anginnya pakai full nitrogen semua. Jadi, benar-benar udah enaklah ini mobil. Karena tadi setelah ganti air radiator pakai yang coolen BMW jauh lebih halus. Gua pikir sekalian aja kuras pakai nitrogen anginnya. Jadi rasanya benar-benar udah enak. Kalau ini yang tadi kondisi di depan tahunnya 2022, beda setahun ya. Tapi kalau tipe sama Cintorato V7 juga sama run flap. Kembangan juga masih tebal banget. Oke, udah kepasang yang dari depan ke belakang. Gua isi angin 35. Nah, ini gua juga suka nih sama bengkel yang pakai kunci torsi buat ngencengin baut roda. Jadi, enggak pakai feeling-feelingan, tek. Nah, selesai nih ngebengkelnya, Guys. Dan langsung beda ya kalau menurut gua sih, setiap kali habis kuras angin ban pakai nitrogen tuh rollingnya jadi lebih Tuh, aspalnya tuh jadi kayak berasa halus gitu, Guys. Dan apa suara dengung bannya juga jadi lebih minim. Nah, kalau kena sambungan jalan, polisi tidur juga lebih enak gitu ngayunnya. Dan kenapa tadi gua enggak sekalian spuring? Karena gua pikir ini setirnya masih cukup lurus dan si bannya juga ausnya tuh merata, enggak aus sebelah gitu. Jadi, gua pikir enggak perlu dipuring lah beberapa kali soalnya lagi fine-fine aja gitu. Gua ngide untuk spuring malah jadinya setirnya miring mulu, enggak bisa lurus lagi. Sebel aja tuh. Kalau ini kan setir lurus. Kadang-kadang suka ngide mau spuring, eh malah jadi miring terus enggak bisa lurus lagi. Udah beres semua. Sekarang kita cuci dulu biar segar. Nanti baru di-review. Oke, sudah beres semua. Udah gua cuci, udah gua bawa ke bengkel, udah bawa spuring, eh spuring lagi. Udah gua bawa ke bengkel ban, rotasi ban, dan lain-lain. Sekarang saatnya gua review atau sharing owning experience sebuah BMW dengan odometer lebih dari Rp100.000, lebih tepatnya sekitar 139.000 sekian. Pertama-tama kita lihat dulu dari kondisi depannya ya. Kalau untuk kondisi depan semua masih aman sentosa. Grill-grill ini kan bahannya plastik, tapi dia tidak ada yang patah. Semua masih segar. Tuh dia tengahnya plastik, pinggirannya ada chrome. Lanjut untuk ke bagian lampu. Dia sudah dua buah projektor LED dengan ada angel e-nya di tengah. Semuanya juga berfungsi dengan baik ya. Semua electrical lampunya enggak ada yang error, enggak ada yang mati. Bahkan sampai di angel Eye yang dua buah bulatan ini dia masih menyala dengan terang. Kemudian untuk lampu sein dia masih bohlam. Fog lamp di bawah juga masih bohlam dan masih berfungsi dengan baik. Turun lagi ke bawah dia sudah dilengkapi ini sensor depan masih berfungsi dengan baik juga sampai di kilm R30.000-an ini, Guys. Lanjut di bagian samping ya. Seperti biasalah ya, ini tanda sebuah mobil dipakai spion dihajar sama motor. Terus untuk kondisi keseluruhan eksterior sih fine-fine aja. Enggak ada yang korosi, enggak ada apa. Paling ya minor-minor, lecet-lecet kayak gini aja. Di samping sini udah ada ini side marker atau lampu seingga masih bohlam. Turun ke bawah. Ini ban dia pakai runflat dari semenjak kita beli bekas kemarin ya. Dan semuanya pakai Pirelli Cinturato P7. Profil bannya itu ring 18 eh sori profil bannya 245/50. Velegnya warna gun metal. Profilnya baru ring 18. Overall juga tidak ada yang aneh-aneh di bagian kaki-kaki. Shock breaker dan ini juga masih masih aman lah ya. Enggak ada enggak ada yang keropo shockbreaker enggak ada yang bocor juga tuh di situ ya. Untuk kondisi bagian belakang juga semua overall masih bagus dan masih sangat baik. Di bagian atas kita dapat third brake stop lamp. Di sini masih menyala juga. Kemudian di bagian kaca kita dikasih rear devoger dan masih berfungsi juga, Guys, sampai di odometer Rp.000-an lebih. Rear wiper juga masih menyala. Turun ke bawah, bagasi sudah elektrik. Mantap. Lampu belakang dia ini ya, kalau lampu malamnya ada LED bar dua buah di sini nih, dua garis. Tapi untuk sisanya dia masih full bohlam. Mulai dari lampu se, lampu mundur sampai lampu malam, lampu rem masih bohlam semua. Sama ini ya, Guys. Yang gua suka dari mobil Eropa, mereka memperhatikan keselamatan. Di lampu belakangnya selalu sudah dilengkapi sama rear fog lamp. Kalian perhatiin deh, ini. Ini lampunya silo banget. Ini dipakai kalau kondisi lagi berkabut atau hujan deras. Nah, jadi guys, buat kalian yang suka nyalain hazard pada saat hujan deras itu sebetulnya tidak disarankan ya. Makanya diciptakan ada mobil yang ada rear fog lamp-nya. Memang ini kadang-kadang pabrikan Jepang juga. Kenapa mereka enggak melengkapi juga mobil-mobilnya tuh dengan rear fox lamp? Yang gua ketemu itu hanya di mobil-mobil Eropa sama di mobil Cina tapi di BYD aja yang gua ketemu. Merek lainnya juga enggak ada. Bagian bawah masih mulus dan sudah dilengkapi bumpernya. Ini ada empat buah sensor empat titik. di ruang bagasi ini juga masih ini ya masih menurut gua sih pemakaian Rp100.000-an tapi masih oke gitu. Tidak ada yang patah, tidak ada yang pecah-pecah nih kayak tuas-tuas gini dia masih aman gitu. Terus ini juga ada hook-nya masih berfungsi dengan baik, enggak ada yang dol. Ini ada tray-nya juga masih berfungsi tuh. Enggak enggak loyo ininya. Biasa kan kalau mobil-mobil itu kalau sudah pemakaian lama kan yang kayak gini-gini nih loyo letoy. Di bawah sini kita akan menemukan storage lagi. Ini untuk taruh-taruh mungkin tool kit gitulah. Ini P3K ada ini juga buat pompa elektrik. Ban masih ada di sini. Masih lengkap semua. Semua masih mulus. Tidak ada yang pecah, tidak ada yang rusak. Di sebelah sini ada hook lagi. Lalu di sini dia ada ini lighter. Oke. Ruang bagasi menurut gua cukup luas ya untuk kalian bawa stick golf, raket padel, campurin sama koper kabin terus sama barang-barang lainnya sih masih muat semua ya. Nutupnya tinggal pencet aja. Electric power back dooroor juga masih berfungsi dengan baik. Sekarang kita lihat tuh kondisi interiornya. Pemakaian 130.000-an. Kondisi interiornya juga masih menurut gua top notch. Semuanya bahannya ini bahannya soft touch. Kemudian ini armr juga soft touch. Ini juga soft touch. Sampai ke bawah sini tuh ini tuh kayak plastik tapi soft touch juga, Guys. Jadi tebal gitu. Oh, sori sori. Ini plastik plastik tapi tebal. bahannya tebal, enggak kayak plastik kopongan gitu. Untuk power window semua sudah auto up and down dari sisi spopir sampai penumpang belakang. Ini udah ada speaker tiga ini ya, threeway ini ada twitter, ada midbass-nya juga. Lanjut kita ke sini. Setir juga enggak ada yang haus. Sudah leather wrap juga berwarna hitam. Banyak tombol-tombol di sini. Ada tombol buat cruise control. yang di sini ini adalah tombol audio steering switch sama voice command. Terus sini tuas wiper sudah automatic ya dan yang di sini tuas lampu se dan perlampuan. Ini BC ini board computer jadi kalian bisa pencet-pencet untuk kasih tahu atau ee cari-cari info seputar mid gitulah. Fuel consumption DLL. Nah, ini nih penyakitnya BMW ya, Guys. BMW yang gua ketemuin tuh dari I series sampai F series di sini nih bahan-bahan yang dipakai kalian lihat deh ini banyak yang kayak rubberiz gitu loh. Jadi seiring berjalannya waktu, seiring pemakaian dia akan lumer dan lama-lama jadi lengket disentuhnya. Ini penyakit umum sebuah mobil Eropa yang gua ketemuin ya di BMW, di Mercy juga begini. Gua enggak tahu kenapa deh, kenapa dilapisinnya seperti ini gitu. Apakah ini termasuk salah satu plan obsolence supaya orang tuh servis? Gua enggak tahu juga deh. Oh ya, ini lampu depan juga sudah automatic. Ini perlampuan untuk lampu kabut ya. Ini fog lamp depan. Ini fog lamp belakang. Ini untuk naik turunin atau redupin ini lampu speedometer. Di bawah sini ada storage box. yang cukup dalam dan sudah dilapis sama su. Oke, posisi duduk ya khas BMW ya. Posisi duduknya sporty, setirnya selalu berasa di depan kita. Jadi feel-nya itu sangat-sangat engaging banget nyetirnya. Untuk setir dia sudah tilt sama teleskopic. Tilt-nya cukup jauh naik turunnya. Tapi teleskopiknya ini nih agak sedikit yang sangat yang agak disayangkan menurut gua Pengaturan jok elektrik, reclining, maju mundur sliding, terus head adjusternya juga elektrik dilengkapi sama dua buah memori. Bahan joknya sudah full leather juga. Dan ini kulitnya itu kulit ini ya, kulit kayak kulit asli yang kalau biasa disebut tuh napa lader. Jadi disentuhnya tuh enak. Bahan dashboard juga soft touch khas BMW. Di sini ada tombol start stop engine sama auto start stop. Kita lihat kondisi di bangis kedua. Untuk secara door trim dan kondisi keseluruhan sih menurut gua pemakaian Rp100.000 lebih oke banget ya dengan kondisi kayak gini ya. Tidak ada yang lecet, tidak ada yang somplak dan tidak ada ini. Cuman BMW ya gitu di tombol-tombol ininya nih mereka nih kayak dilapisin karet gitu. Jadi lama-lama tuh di sini di door handle dia lama-lama kayak lumer gitu, Guys. Di di apa namanya? di tangan. Pintu baris kedua dia ada ini nih cup holder door pocket yang cukup gede sama di sini ada storage buat naruh handphone gitu lah ya. Untuk entertainment juga di baris kedua ada twitter sama ada midbus. Jadi kupingnya tetap dimanjain guys. Oke kita bahas posisi duduk penumpang belakang. Gua adalah orang yang kecil sekitar 165 headroom jadi luas banget. Ditambah lagi ini ada full panoramic. Jadi ini bikin kabin tuh lebih spacious feel-nya enggak claustrofobic. Posisi duduk juga enak. Reclining-nya pas derajatnya ya enggak terlalu tegak tapi enggak terlalu rebah juga. Cuman ini aja kaki kita ininya nih kurang tertopang dengan baik ininya. Jadi jok bawahnya menur menurut gua ya kurang naik dikit atau kurang panjang dikit ke depan. Ini kalau yang tingginya 180 ke atas gua rasa nangkring kakinya. Cuman masih nyaman sih. Sini ada door po eh door pocket lagi. Ini ada seatback pocket buat naruh kertas. Ini ada tunnelnya juga di tengah, cuman enggak terlalu mengganggu ya. Jadi bisa duduk dengan nyaman di badah. Nah, baris ke belakang kita dapat kisi-kisi AC yang bisa diatur nih, Guys. Ini untuk buka tutup ininya kisi-kisinya. Ini untuk atur hangat sama dinginnya. Ini ada ini storage dan ada lighter. Oke, bagian tengah sudah dilengkapi armr dan dua buah cup holder. Wah, nikmat sih disetirin mobil ini sih nikmat lah. Re-nya massif, head room-nya juga masif. Sama dia punya detail kecil yaitu ada ini nih di bawah kayak apa ya? ambient light gitu. Jadi kalau malam feel di kaki kita tuh lebih mewah. Untuk kondisi jok dan area penumpang kiri depan ini overall juga masih oke ya. Dashboard masih enggak ada yang retak, masih oke, masih solid. Di sini ada wood panel glossy. Terus untuk glove box-nya dia sudah soft opening dan masih bekerja dengan baik. Udah dilapis sama bluew. Sini storage-nya cukup besar. Ini gua pakai buat simpan-simpan CD original. Di bagian sini joknya juga full kulit. Cuman memang di bagian pinggir dia sudah mulai ada degradasinya nih, Guys. Karena sini kan kita biasa naik dari luar ke dalam, sini pasti ketekan. Makanya area sini biasanya degradasinya lebih cepat. Cuman untuk kursi penumpang kiri depan, dia juga sudah dilengkapi sama elektrik, pengaturan elektrik. Mau reclining, terus sliding, semua elektrik. Di atas ini kita bisa lihat ada tombol-tombol untuk membuka nutup panoramiknya. Di sini ada tombol untuk apa namanya? Lampu, lampu kabin. Cuma di sini ada minusnya, yaitu lampu kabin yang ini tuh udah ini nih, Guys. Nah, tuh udah ada yang kendor, ya. Tapi kalau secara tombol enggak ada yang ngelupas, enggak ada yang hilang nih. Semua masih aman. Bagian sini juga di sunfiser masih kencang, tidak ada yang rusak. Sliding-nya juga masih oke. Vanity mirror masih oke. Lampu masih bekerja dengan baik. Door handle juga masih oke. Spion tengah dia sudah auto diming dan masih bekerja juga auto diming-nya. Turun ke bawah. Di sini kita ada center speaker yang lumayan gede. Jadi suara audio mobil ini juga cukup oke. Gua cukup senang dengarnya. Nah, di sini kekurangannya ya. Mobilnya besar tapi head unitnya tuh kecil sekali, Guys. Ini kalau yang versi facelift dia besar sampai sini. Jadi kalau kalian punya budget, kalau kalian bayarin mobil ini gitu ya, kalian bisa ganti ke yang full screen. Ini ada kisi-kisi AC, tombol ini, door unlock. Ini biasanya yang belum tahu nih, Guys, ya. Kalau yang mobil Jepang kan biasa ada di door trim. Kalau Eropa kebiasaan ditaruhnya di tengah. Mobile hazard AC sudah dual zone dengan pengaturan suhu. Ada heater, ada cooler. Ini fans speed, ada automatic. Ini ada pengaturan arah semburan AC-nya. Di sini ada pengaktifan deveoger rear dan front. Bawah ada slot CD. Di sini ada tombol-tombol. Dan ini uniknya nih, Guys, ya. Kalian mungkin belum tahu nih, gua nyalain dulu, ya. Banyak yang belum tahu kalau ini itu ada sensornya. Jadi, kalau kita sentuh aja, tuh muncul di sana, Guys. Tuh, ini diginiin aja bisa ngebaca dia kita lagi di mana. Tuh, sekali lagi kelihatan enggak? I kan. Tuh, ini banyak yang belum tahu. Ini cuman funf aja sih. Pengaturan volume. Kemudian turun ke bawah. Di sini ada tempat buat taruh ini ya. Taruh barang tuh segini gua. Taruh mikrofon cukup. Ini dua buah cup holder. Tengah ada lighter. Bisa kalian gunakan untuk cas handphone. Transmisi sudah ini sudah joystick. Jadi, buat kalian yang enggak tahu juga transmisi joystick itu enggak ditarik ataupun enggak digeser, melainkan dia kita cukup injak rem, pencet unlock, dia akan kembali ke tengah tuh. Tapi posisinya di D. Begitupun kalau kita mau mundur Ror, dia akan tetap di tengah gitu. Jadi kayak joystick. Kalau kalian main PlayStation, joystick analognya tuh perchase. Jadi biar gimanapun dia pasti balik ke tengah. Nah, kalau mau ngaktifin mode manualnya, tiptronicnya tinggal geser. Kita masuk ke D, kita geser ke sini. Funf berikutnya kalau kalian udah begini, kalian pencet P, dia kembali ke Nanti dia mental sendiri. Tuh, lanjut. Di bawah sini ada mode berkendara, ada sport comfort sampai eco ini ada traction control. Di sini ada heill control. Ini ada buat ini ya, aktifin atau nonaktifin sensor parkir, auto hold braking, electric parking brak, kemudian, nah ini juga nih kalian lihat ya. Nih yang gua sebel dari mobil Eropa. Kenapa sih mereka bikin tuh yang bisa lengket-lengket gini? Mungkin karena iklim di Eropa tuh dingin ya. Kalau di sini terlalu panas mungkin jadi pada luntur. Ini untuk pengaturan entertainment joysticknya juga ini bisa geser kiri kanan. Lanjut lagi. Bagian sini kita ada konsol box yang besar. Ini buat naruh handphone ya. Zaman dulu banget nih kayak handphone Nokia gitu. Terus untuk ininya bisa dinaikin. Eh, nah sini kita ada colokan AUX. Nah, gua dari sini ya supaya kalian jelas. Di sini ada colokan AUX sama USB port. Di sini ada colokan lighter lagi. Untuk storage-nya sih cukup besar. Jadi sebagai perbandingan ini. Ini ya mikrofon DJI. Masukin sini muat tuh. Pas banget ukurannya. Fun fact berikutnya, Guys. Ini panoramiknya itu termasuk panoramic sunroof. Jadi, panoramic itu ada beberapa kategori ya. Ada panoramic roof, ada panoramic sunroof. Bedanya di mana? Kalau panoramic roof hanya bisa dibuka shade-nya aja. Jadi kacanya tuh kaca mati. Tapi kalau panoramic sunroof atau moonroof, kacanya juga bisa dibuka. Dia bukan kaca mati. Mari kita bahas mesin sekarang. Untuk yang X3 ini dia X3 F25. Mana bukanya? Mana ya, Guys? Oh, ini dia nih. Ini ngumpet dia memang. Nah, BMW ini X3 F25. Dia mesinnya 2000 cc 4 silinder berkode N20 dengan output tenaga di 180an horsepow dengan torsi sekitar 270 Nm. Kelemahannya di mobil ini N20 dia diiming chain sama suaranya itu seperti mesin diesel. Padahal ini mesin bensin, Guys. Jadi spesifikasi kan ini bensin dengan turbo, ya. twin power turbo. Tapi kalau kalian dengar langsung dia kayak diesel gitu, kayak ngorok diesel. Kedua, dia akan ada suara timing cheng tek tek gitu terus. Oh, jadi kalau kalian yang mau beli mobil ini enggak cuman unit gua aja ya, gua cuman info aja. Di F series ini gua pernah pakai F30 juga yang 4 silinder N20 itu memang suaranya sedikit kayak mesin diesel. Dan kalian harus perhatiin yang namanya timing chain karena itu memang kayak dietting supaya rusak. Kalau menurut gua kayak plan obsolence gitu loh dari Eropa. Tapi tenang aja kalau yang di unit ini di kilm 120.000-an kemarin sama pemilik sebelumnya udah diganti timing chain-nya itu habis sekitar 15 sampai Rp jutaan. Untuk mesin juga ini udah menurut gua udah rapi banget, tidak ada rembesan oli, kering. Ini cooler mesinnya baru, cooler matic di kolong sana baru tuh ya. Enggak di sebelah sana tuh. Nah, tuh tuh yang yang silver-silver ya. Pokoknya kalau soal mesin sih mobil ini menurut gua udah siap pakai banget. segar. Tutup radiator aja udah diganti baru. Dan permasalahan radiator rembes-rembesan udah dibenerin kemarin. Tapi gua mau notice satu hal ya, Guys. Kit gua beli mobil ini kemarin kita ngambil mobil ini tuh dengan harga murah karena mobil ini ada yang bekas repair di sekitar sini nih. Tuh ini ada yang bekas repair di sasisnya sampai ke sana tuh. sasis bawah yang tulang ini nih. Kalian kelihatan enggak tuh? kayak bekas repair. Sekarang gua mau ngajak kalian test drive BMW ya sambil sharing-sharing. Tapi sebelumnya gua sharing dulu perbaikan dan biaya berapa saja yang udah gua keluarin dari sejak pertama ngambil si X3 ini. Long story short ini diambil bekas dari teman sama ee ambil itu sekitar setahunan yang lalu dengan harga yang cukup miring lah ya steel deal dikarenakan ada minus tadi yang udah gua ceritakan ada bekas repair di bagian depan jadi harga sudah disesuaikan juga pun begitu nanti gua jual juga harganya sudah disesuaikan dan sudah gua infokan ya ada minus tersebut. Oke kita balik lagi untuk biaya yang udah gua keluarkan untuk piara sebuah BMW. Yang pertama itu ada general checkup pas pertama kali beli. Jadi dicek apa saja yang butuh perbaikan bla bla bla itu gua bayar Rp300.000 untuk general checkup sebuah BMW. kedua. Lanjut. Setelah general checkup pertama ini gua ada servis pergantian oli mesin ya seperti servis rutin lah. Sama di sini gua ada keluhan waktu itu mesinnya itu kayak pincang terus pada saat mau digas di kondisi kecepatan rendah seperti ngebrebet dulu. Betb betbet gitu. Pertama gua asumsi busi, tapi ternyata setelah ngelihat historinya busi sudah pernah diganti. Jadi oke ya setelah dicek memang busi juga masih oke. Dan pas e service rutin pertama ini sekalian dibantu scan ketemulah penyakitnya tuh ada di koil yang sudah rusak. Salah satu dari empat koilnya sudah rusak minta ganti. Biayanya tuh di Rp550.000 sekalian ganti oli mesin, ganti filter oli, filter AC dalam itu gua habis Rp2.400 400 untuk servis rutin pertama. Yang kedua, part kedua berarti ya, service kedua itu radiator. Jadi setelah pemakaian beberapa bulan itu notifikasi bahwa tabung e radiatornya itu kurang terus muncul notifikasi. Terus setelah dicek ternyata begitu lagi ngisi, uh, ada yang jelas banget, ada yang netes dari sebuah selang. Nah, langsung ketahuan, langsung ganti selang radiator atas seharga Rp1.800. Ini full original ya, full original BMW. Terus dian lagi engine-nya sama ongkos kerja. Jadi totalnya Rp2.250 untuk servis yang ke dua. Berarti sekarang servis ketiga itu menghabiskan sebuah motor Miometic bekas ya sekitar Rp8.600. Ini ada pergantian cooler matic Rp5.500, terus selang radiator sama ada coding system, ada tutup radiator sama cleaning-cleining aja. Cooler matic ini diganti karena kemarin itu ada masalah oli nyebrang. Jadi pada saat si tabung radiator yang di atas dibuka, isinya itu air radiatornya udah kayak seperti lumpur, tapi belum sampai berlumpur banget untungnya, ya. Jadi baru indikasi pokoknya kalian kalau ngelihat shop sama ada minyak-minyak kayak gitu percis kayak gitu substance-nya. Nah udah begitu dicek akhirnya ketemulah ini yang mesti diganti semua Rp8.600. Berikutnya setelah ganti oli matic masih agak kurang enak tuh mobilnya. Terus disarankan untuk ganti oli, kuras oli, terus oli transfer case juga. Berhubung ini adalah XR yang XD Drive, jadi all wheel drive. Semua rodanya tuh dapat saluran tenaga dari mesin. Jadi dia butuh modul yang namanya transfer case. Transfer case-nya ini kemarin perlu diganti oli juga. Oli transmisi matic kurasnya itu Rp1.750. Kemudian lucunya nih, Guys, filter oli matic. Dia tidak bisa diganti filternya doang, melainkan dia kayak semacam bug charter oli diganti full satu gelondong gitu ya. Jadinya mahal. Ganti filter matic aja habis Rp1.300. Berikutnya sama yang modul transfer case itu dia ganti oli sebesar R1,4 juta sekian. Dan yang service terakhir ini gua menghabiskan totalnya itu R5.150. Nah, terakhir setelah radiator beres. Kemarin tuh ada rembes terus ada oli nyebrang. Disarankan untuk balik lagi sekali lagi untuk kuras total. Kemudian baru ditambahin coolen. Coolen yang asli BMW. Dan ternyata tadi ya tadi nih di video ini kan tadi udah dicek udah bening banget, udah aman total mobil ini. Jadi gua cukup beli air radiator atau coolent BMW aja tadi seharga Rp250.000. Selesai sudah perjalanan servis mobil ini sampai sekarang menurut gua udah sektor mesin dan matic despite ada bekas repair di ruang mesin kanan depan ya. Tapi menurut gua ini udah enak banget cuy. Totalnya 3004 2,7 + 2,2 berarti kan sekitar R5 juta. R5 juta + 5 ee Rp8.600 Rp13.600 ditambah lagi R5.150 150 berarti di ee berapa tuh ya nih berapa tuh guys? Bentar ya gua ngeblank. 2,7 R juta 13,6 18,750. Berarti kurang lebih Rp1 jutaan sampai R juta lah uang yang sudah dikeluarkan untuk peremajaan BMW bekas baru 1 tahun pemakaian ya. Dan so far e gua boleh bilang kayaknya sih udah enggak ada PR lagi sih ini mesin dan transmisi sudah sehat banget. Jadi ya sudah let's go. Sekarang gua mau ngajak kalian jalan-jalan ya walaupun memang secara virtual ya cuman bisa lihat doang dari video. Posisi mengemudi mobil ini sporty, engaging ya. Walaupun dia SUV dia enggak commanding gitu loh. Enggak tinggi ya. kecuali bangkunya kalian tinggiin banget ya. Tapi tetap aja menurut gua enggak setinggi mobil-mobil yang comanding. Posisi duduknya cukup sporty. Oke, ini full elektrik jadi pengaturannya cukup akurat. Transmisi joysticknya juga cukup fancy lah ya. Enggak memudahkan, enggak menyulitkan, tapi menurut gua jadi cukup fancy aja. Setir juga cukup enteng walaupun velegnya itu berukuran ring 18 ya. Tapi enteng karena yang gua tahu ini sudah electronic power steering. Bobotnya juga pas ya memang ini ya apa sesuai prinsip BMW lah. Sheer driving Pleasure. Memang dia menciptakan mobil untuk ini untuk kesenangan dan kenikmatan berkendara gitu. Driving dynamics yang oke banget tuh. Jadi kalau kecepatan udah mulai nambah, bobotnya tuh berasa, Guys. Bobot setirnya ngikut, dia makin ada isinya. Kemudian untuk ukuran sebuah SUV, bantingan mobil ini empuk loh, lembut tuh. Goyangannya enak, mantap. Somewhere in between lah. Lembut tapi enggak overboy. Keras tapi enggak sti banget. Enggak yang sampai bikin ajrut-ajrutan enggak nyaman gitu. Jadi ya beberapa kali gua coba BMW sama Mercy ya. Menurut gua pribadi BMW itu berhasil nyiptain bantingan yang enak di tengah-tengah di di generasi yang sama ya. Karena gua udah pernah coba yang X3, X5, F30, F10 semua mirip-mirip. Nah, gua perbandingan kemarin coba Mercy W205, W212, W211 itu berasanya malah lebih keras. Yang mana sebenarnya kan identiknya Mercy itu kenyamanan. Tapi sebenarnya ini pengalaman gua pribadi ya. Pengalaman gua pribadi Mercy itu lebih stiff, lebih keras. Mungkin yang gua coba itu semuanya AMG, AMG lineup. Jadi mungkin ada perbedaan. Tapi enggak tahu juga deh kalau yang versi biasanya gimana. Gua coba yang W205 tuh C250 AMG. W212 juga AMG. W211 pun begitu. Ya, itulah kesimpulan yang bisa gua rasain. Si Mercy identik dengan nyaman. Padahal faktanya yang gua rasain itu stif bantingannya. BMW lebih lembut, lebih nyaman. Nih peradaman sih enggak usah ditanya lah ya. Peredaman mobil Eropa pasti top notch. Suara dari luar road noise teredam dengan baik. Suara kendaraan lewat nih kayak ini. Stargazer tuh. BMW kedamannya oke. Tuh. Jadi suara dari luar cuman sayup-sayup aja terdengar. Road noise, engine noise juga teredam dengan baik. Bantingan oke, lembut tapi enggak yang sampai bouncy banget. Terus ngelewatin paffing block gini. dia enggak berasa kasar katanya kan. Soalnya ban RFT itu keras. Padahal setelah dipakai nih di di mobil ini ya empuk-empuk aja sih kalau di gua Tuh untuk steering agility sih sharpness udah enggak usah diomongin lagilah ya. Sebuah BMW syarp banget. Terlebih lagi ini X Drive jadi all wheel drive. Traksinya bagus, gripnya oke. Akselerasi. Nah, akselerasi ini baru nih minusnya mobil ini menurut gua mesin 2000 cc turbo charge-nya agak underpower untuk mobil sebesar ini. Mungkin kalau kalian ngambil yang 2.800 ya 2.8 atau yang di atasnya pokoknya B58 atau apa gitu-nya lebih gede mungkin akan lebih enak ya, lebih fun. Tapi tuh kalau menurut gua respon mesinnya agak underpowered untuk bobot yang sebesar ini, mobil sebesar ini. Terus untuk transmisi sih dia ZF 8 HP 8 percepatan juga enggak terlalu sigap. Ini opini pribadi ya. Enggak sesigap kalau kayak kita pakai transmisi DSG-nya si VW. Kemarin gua bandingin sama VW Golf. Golf DSI 1.4 itu kan DSG 6 speed apa 7 speed ya lupa. Dia lebih sigap jauh. Nah, kalau ini kita masuk ke tiptronic tuh kita tuh dia masih hmm delay dikit banget enggak langsung bet bet bet bet bet bet bet bet. ada delay-nya mungkin karena memang orientasinya ini kan mobil keluarga family car jadi orientasinya mungkin ke kenyamanan ya gitu. Balik lagi disclaimer semua ini adalah review dan opini dan sharing pengalaman pribadi gua ya. Mungkin bisa berbeda masing-masing orang, pengguna yang lain juga. Kalau ada pengalaman yang lain ya bisa sharing-sharing aja di kolom komentar. Enggak perlu saling menyalahkan karena ini gua sharing ya opinilah gitu bukannya fakta ya. Overall sih mobil ini cocok lah ya buat kalian para cowok yang udah jadi imam atau kepala keluarga tapi masih doyan nyetir atau mungkin doyan ugal sedikit di jalan terus suka road trip di weekend mungkin Jumat kalian road trip dari Tangerang ke Bandung gitu ya balik lagi hari Minggu ke Tangerang cocoklah tenaga oke walaupun memang underper cuman untuk naik-naik nanjak di Cipu Larang gua rasa enggak akan ada masalah karena ini juga all wheel drive jadi gripnya oke, enak, setir, enak, agile mobilnya walaupun bobot SUV. Yang terakhir, karena ini mobil punya full panoramic sunroof, jadi di kabinnya itu berasa spous sama berasanya tuh mewah, Guys. Gua suka banget sama mobil-mobil yang panoramik ini karena ya itu feel di kabinnya tuh terasa lebih lebih ah gitu aja gitu. Benar enggak, Jo? Kamu suka enggak apa suka yang atapnya ketutup? Kalau kebuka ini lebih ke kerasa benar-benar kayak kan aku lumayan tinggi ya. Kalau misalnya mau berin posisi duduk kan biasa kalian mau berdiri. Heh. Jadi enggak ngerasa harus hati-hati banget sih. Iya. Jadi ber posisi duduk kayak harus naik gitu. Kepala enggak enggak takut kejedut gitu ya. Padahal sebenarnya space-nya tetap segini tapi karena dia ada cahaya dari atas jadi berasinya spicous gitu guys. Ya. Ini balik lagi selera orang. Ada juga yang sebenarnya enggak suka sama mobil berpanoramik karena panas. Jujur memang panas, Guys. Kalau kalian bawa mobil ya bentar nih Intermezo nih W21 3 gua pernah coba dan dia karakternya lebih stiff dibanding F10 sama G30 ya di kelasnya dia tuh. Mobil ini lebih lembut BMW. Oke, lanjut lagi. Panoramic. E jujur memang kalau siang lagi trik pasti panas, Guys. Gua boleh harus harus jujur itu harus akuin. Tapi kalau udah sore-sore gini udah gloomy, e begitu dibuka, uh, feel kabinnya tuh wah wah banget dah. Beda dah gitu. Apalagi kalau kalian mungkin PDKT sama cewek, bawa cewek apalagi malam-malam nyetir santai, night drive pakai panoramic buka sambil ada city light tembus dari atas gitu ya kelihatan. Wah, itu vibes-nya naik banget sih. Oke, ya udah kita ini dulu ya. Gua mau nikmatin perjalanan dulu. Untuk kondisi juga mobil ini menurut gua udah segar banget. AC juga dingin, sejuk. Sejuknya gigit, mesin halus, timing chain baru ganti. Sama kemarin pas gua ambil bekas kan sebelum diambil itu si pemilik sebelumnya udah perbaikan besar juga ganti timing chain. Even gardannya aja sudah pernah diganti gardan belakang. Aki juga baru di akhir tahun 2024. Ganti akinya aja seharga Rp5.500, 500, Guys, mobil ini. Okelah. Dan menariknya ini sekarang harga bekasnya udah di bawah R200 juta untuk unit gua ini. Jadi, bakal bisa jadi opsi menarik buat kalian nih yang lagi cari mobil bekas, terus yang mau ada gengsinya. Eh, tapi yang sehat gitu ya, enggak mau ada perbaikan lagi. Menurut gua ini cocoklah. Kilometer sekarang di R36.000 dan ya kalau boleh gua bilang sih gua simpulkan menurut opini gua pribadi, gua berhasil mematahkan kalau BMW itu rewel dip.000 1000 ke atas bakal jajan teruslah bla bla bla lah ya. Kenyataannya yang dijajanin memang yang sudah umurnya. Kemudian kalau udah di memang kita mau niat untuk perbaikan beres gitu. Enggak rewel yang misalkan rusak A kalian enggak mau perbaikin ya itu baru bisa ngerembet ke rusak B, rusak C, rusak D gitu. Sedangkan kalau ini rusaknya A diperbaikin udah sembuh, enggak rewel gimana banget gitu. Matic juga sehat sih. Mekatronic ZF8 HP-nya juga sehat. Enggak ada ngejeduk sampai kilom 136.000 ya sampai saat ini. Tapi semua kembali lagi ke perawatan juga. Gua enggak menjamin juga kalau BMW itu bakal sehat terus dan lain-lain. Enggak ya. Gua cuman sharing aja. di unit yang gua pakai ini. Oke, guys. Jadi, segitu aja ya review BMW X3 F25 tahun 2013. Menurut gua sih mobilnya enggak rewel ya. Jadi, semua yang rusak yang sudah pernah gua ceritain, yang sudah pernah gua sharing itu adalah apa ya? Kerusakan itu karena umur, karena pemakaian. Memang mobil-mobil itu pasti ada masanya lah. Ada parts-parts mobil tuh pasti ada umurnya. Jadi bukannya yang rewel gimana banget, cuman memang pelihara sebuah BMW itu kalian memang harus kasih perhatian ekstra dibanding kalian pelihara sebuah mobil Jepang yang benar-benar mobilnya tuh basic. Kalau ini kan dia lebih advance, terus komputerisasinya lebih canggih. Jadi kalian harus lebih pay attention sama lebih memperlakukan dia tuh sebagai istri kedua lah ibaratnya. Terus kemudian karena mobil ini udah enak banget, udah halus, udah siap pakai jadinya mau dijual aja. Gua buka harga di Rp15 juta dengan kondisi pajak nyala. Kemudian ada minus tadi yang seperti gua ceritakan ada yang bekas repair di bagian depan kanan ya. Atau kalau kalian mau yang lebih ekonomis, pajaknya enggak gua perpanjang dulu, tapi kalian bayarin di Rp175 juta aja. Untuk kondisi mesin, transmisi, kemudian interior seperti yang sudah di-review menurut gua sih worth it banget. Cuman memang tidak ada gading yang tidak retak juga. Selain minusnya tadi bekas repair di sebelah kanan depan, sepertinya kalian harus ada pengecekan kaki-kaki. E pengecekannya juga bukan kaki-kaki yang rusak gimana banget ya. Cuman kalau kalian pengen yang benar-benar nyaman banget, 100% halus banget, ya kalian harus cek lebih lanjut lagi. Oke, sekian dulu sharingnya. Terima kasih yang sudah menonton sampai akhir. Sampai jumpa lagi di review berikutnya. Bye bye. Apa ya walaupun mobil ini udah 130.000an Ribuan kilometer. Tapi lihat pintunya angselnya tuh enggak letoy Masih kencang. Ini ciri khas mobil-mobil Eropa ya. Gua pernah pakai E46 tahun 2002 dan memang masih kencang even udah 10 tahun. Sedangkan kalau mobil Jepang umurnya 8 tahun 10 tahun sih biasanya udah letoyelnya udah enggak enggak megang gitu. Ibaratnya kalau orang dulu tuh namanya bilangnya apa?
