KONDISI TOYOTA AGYA SETELAH PEMAKAIAN DARI BARU SAMPAI 160 RIBU KM! (YouTube Video)
Yo, guys. Welcome back to Coco Review. Hari ini gua mau share owning experience mobil yang udah gua pakai dari baru semenjak 2015. Nih Toyota Agia matic tipe TRD Sportivo. Kita walk around dari eksteriornya dulu ya. Untuk Toyota Agia yang gua pakai ini dia adalah versi minor improvement dari yang keluaran yang pertama. Cuman enggak ada beda sama sekali di bagian depannya. Untuk lampu utama dia tetap halogen. Kemudian lampu sein juga masih bohlam. Dan tampilan depannya seperti ini. Untuk yang TRD Sportivo ini ada tambahan side skirt atau aerokit. Nah, untuk parts apa aja yang sudah diganti? Yang pertama itu gua ganti di logo depannya ya. Logo ini kan dia aslinya gambarnya burung ya. burung entah burung elang atau Garuda. Oh, Garuda kalau enggak salah karena dia adalah LCGC makanya udah gua ganti pakai logo dari Toyota. Kemudian untuk di grillnya dia aslinya tidak ada list chrome yang bagian atas ini nih. Jadi untuk yang standar dari pabrik ini sewarna body enggak ada tambahannya. Ini gua tambahin sendiri list chrome-nya. Kedua, penambahan berikutnya adalah grill yang ininya. Kalau standaran itu dia berbentuk bila-bila persegi panjang aja. Sedangkan yang ini udah gua tambahin pakai aksesoris grill-grill kotak gini. Dan menariknya ini itu aslinya warnanya chrome, Guys. Yang ini nih aksesorisnya yang jeruji-jerujinya. Tapi e kemarin gua lihat kan kalau chrome semua kan jadinya rameai banget, ya. Jadi gua spray pakai plastip warna hitam. So, kombinasinya agak lebih cakep lah ya. Cuman memang udah agak ini ya kelihatan banget enter-nya karena ini udah 10 tahun. Kemudian berikutnya lagi tadinya gua tambahin itu LED DRL di sini, tapi setelah 2 3 tahun pakai dia udah mulai kalah sama cuaca ya mati. Jadi gua lepasin aja. Untuk fog lamp juga sudah diganti pakai fog lamp dari yang Osram. Osram LED warna kuning. Untuk owning experience setelah 10 tahun dan odometer Rp10.000-an. Lampu depan mikanyaanya nih mikanya sudah mulai menguning. Udah bukan mulai menguning lagi ya ini, tapi memang udah menguning dan oksidasi. Kedua, kemarin di kap mesin juga sudah pernisnya habis, sudah bule. Jadinya ini cup mesinnya sudah bukan cat ori lagi, udah cat ulang. Kalau kalian mau lihat kondisi kap mesin sebelum dicat ulang, kalian bisa lihat di atap. Jadi di atap itu adalah cat original dari sejak pertama. Untuk catnya habis ini bukan karena ini ya. Ya, sebenarnya mungkin ada faktor pemakaian, ada faktor odometer juga, ada faktor parkir di bawah pohon juga, eh parkir di bawah matahari. Tapi faktor terberatnya mungkin ya karena ini mobil gua sering jadiin latihan moles. Jadi waktu awal-awal gua masih jalanin poles, gua latihan di mobil ini juga. Makanya cat kap mesinnya tuh kemarin habis lebih cepat dibanding cat sekitarnya, kap mesin dan atap terutama. naik ke atas ini kap mesin udah dicat ulang. Kemudian ini batang wiper juga sudah mulai karatan semua ya. Jadi selama 10 tahun tidak pernah diganti baru kecuali ininya wipernya. Ini wiper coal juga ini belum diganti dari baru. Jadi ya sudah putih-putih kayak gini, Guys. Seperti yang kalian bisa lihat untuk bagian samping ini catnya masih full orisinil semua, Guys. Enggak pernah ada yang dicat ulang dan belum ada tanda-tanda pernis habis. Karena ya itu gua jarang pakai bagian samping untuk latihan poles, ya. Jadi, dia pernisnya lebih awet dan masih lebih tebal dibanding kap mesin dan bagian atap. Untuk apa? Spion masih krom chrom biasa. Ini enggak pernah gua apa-apain bawaan dari pabrikan. Walaupun tadi pas awalnya gua pengen plasti dipip hitam juga tapi sampai hari ini gua belum sempat juga [tertawa] buat ngitemin ini ya. Jadi ya udah seis saja. Nah, ini kondisi spionnya. Kacanya sudah mulai ada weenter juga di sini nih. Ini udah mulai ada yang habis karena pemakaian tuh. Nah, untuk bagian atas ini biasa kan Agia kalian temuin pasti 95% pakai talang air. Ini malah talang airnya gua copot. Jadi kelihat terlihat lebih clean. Karena kalau kalian lihat ya, kalau kalian perhatiin tuh di mobil-mobil yang mid to upper class malah enggak pernah pakai talang air. Jadi looknya lebih Untuk door handle masih sama dia model model cungkil dan chrom ini ada list chrome di bawah ada aerokit juga karena ini TRD Sportivo. Kemudian di sini tadinya ada stiker TRDS tapi gua lepas supaya lebih clean look. Area kaki-kaki bannya sudah menjalani sekitar dua sampai kali pergantian. Terakhir gua pakai yang Kinergy Echo. Terus veleg juga masih oke, tidak ada yang peang. Tapi memang ini catnya sudah mulai agak bule ya. Maklumlah ya lapisan chrom-nya udah mulai agak bule karena pemakaian dan dicuci berulang kali. Seperti inilah kondisinya setelah 160.000 km km. Untuk bagian belakang masih segar banget ya, Guys. Bukan karena gua membanggakan perawatan gua sendiri, enggak. Tapi bagian belakang ini masih segar banget gitu ya. Apalagi yang bisa dibilang ya segar karena semuanya masih original. Cat bagasi, pintu bagasi juga original. Enggak pernah gua cat ulang. Cuman pernah di PDR karena pernah disundul ibu-ibu yang ngantuk di jalan tol. Ya, pada saat istri gua bawa tiba-tiba katanya bedar gitu. Penyoklah sebelah sini. Untungnya panelnya enggak patah. Jadi bisa masuk PDR aja. Bengkel PDR. Kalian tahu PDR? painless dan removal. Jadi untuk bagian yang penyok tuh cuman tinggal ditarik keluar aja. Nah, bisa rapi lagi deh. Untuk logo-logo yang belem juga gua lepas. Tadi kan di sini ramai banget ya, ada Agia, TRDS, LC apalah gua sampai lupa. Astra Toyota apa Astra Daihatsu dah. Gua lepas semua untuk mencapai clean look dan tidak ini ya, tidak banyak kotoran-kotoran berkerak di area-area logonya. Terus turun ke bagian bawah. Nah, di sinilah ada sedikit cacat nih di mulut bagasinya. Seal plate-nya ini kalau kalian lihat ini karena dulu gua pakaiin tempelan seal plate malahan pada saat dilepas catnya jadi cacat gini. Tapi minor sih kalau gua boleh bilang ya. Lampunya juga masih original semua. Lampu sennya, lampu mundurnya, lampu malam, itu semua masih bohlam ini. Eh, sori ini lampu mundurnya LED. Udah, LED 3 titik. Kalau lampu se, lampu malam masih bohlam biasa ya. Turun ke bawah sama seperti depan karena dia TRDS jadi ada tempelan atau tambahan aerokitnya bikin mobilnya tuh look-nya lebih ganteng. Untuk kaca belakang pemakaian setelah Rp10.000-an ribuan kilometer dia enggak ada ini ya, enggak ada cacat apapun. Cuman memang di area-area yang dilewatin wiper dia udah mulai banyak banget nih goresan wiper tuh. Batang wipernya juga udah mulai bule. Tapi tidak separah yang depan karena ini bahannya plastik ya, Guys. Kalau yang depan itu dia bahannya besi. Kita lanjut cek ke ini apa? Bagasi. Ini yang enggak enaknya LCGC ya. Jadi LCG itu yang keluaran-keluaran awal. Pintu bagasi pasti selalu harus dibuka pakai kunci, enggak ada tuas atau tombol pembuka di belakang. Ini yang menarik nih, Guys. Kita bahas dulu dari atas, ya. Hidraulik bagasi dari awal ini enggak pernah diganti dan kalian bisa lihat masih kuat. ini usianya 100 eh usia usianya 10 tahun dan kilometernya Rp10.000 loh. Tuh ya masih kuat. Kalau biasa kan udah pemakaian lama nih kita fullin dia agak lemas gitu letoy. Ini masih kuat hidrolik bagasinya. Kondisi engsel udah mulai ada karatan-karatan di sini tapi minor lah, enggak sampai parah banget ya. Ruang bagasi juga menurut gua cukup besar untuk ukuran LCGC. Dan buat kalian yang buat belanja ke pasar, bawa-bawa barang anak sekolah, ini kapasitasnya jauh lebih cukup. Lebih dari cukup lah. Ini apa namanya? Enggak di cuman sayang ya di bagian sini tuh dia enggak dikasih pelindung. Jadi, ya gini, Guys. Setelah pemakaian 10 tahun udah mulai pada goresan-goresan gitu, ya. Di bagian bawah sini. Oh, ya. Ini gua pakai karpet comfort, ya. Karpet yang dipotong sesuai dengan ini potongnya presisi. Jadi terlihatnya rapi gitu ruang bagasi. Di bawahnya kita dapat. Ah, susah banget, Guys. Nih, kita tidurin dulu, ya. Oh, I. Kalau kalian butuh ruang tambahan, kalian bisa tidurin. Tapi dia enggak mode split, ya, langsung full. Oke, ini enggak pernah gua buka di sini. Nah, ini ruang bawahnya kita dapat ban cadangan full size dengan peleg bukan pelek kaleng ya, pelek full size juga. Bannya ini gua belum pernah ganti nih kayaknya seingat gua ya. Coba kita cek dulu. Iya, 2000. Eh, enggak deh. Udah pernah diganti nih. Ini bannya Achiles tahun 2020. Untuk kondisi sebelah kiri dia mirip sama yang sebelah sananya. Cuman bedanya adalah di karetnya ini, Guys. Kalau sebelah sana karet pelipit kacanya sana masih mending. Kalau yang ini udah terlihat jauh lebih getas dan pecah-pecah. Sekarang gua mau kasih lihat kalian ya, kondisi interior Toyota Agia setelah 10 tahun. Yang pertama dari angsel pintu nih udah mulai letoy tuh enggak nahan ya. Kalau kalian yang punya mobil pasti kan tahulah bukaan angsel pintu ada tahapannya nih 1 2 3 gitu kan. Tapi kalau ini udah letoy. Oke. Kondisi door trim juga masih overall oke. Tapi di area sini udah mulai ada hitam-hitam. Ini udah kelihatan degradasinya karena ya itu kepegang karena keringat, karena keringat tangan. Ini door handle juga belum gua apa-apain. Dia memang aslinya chrome. Power window sudah fully electric, tapi hanya sisi spir saja yang ada auto down-nya. Door pocket di sini dia muat satu buah aqua botol paling yang ukuran 600 mili lah ya kayak gini. Terus di sini ada sisi ee kisi-kisi speaker tuh udah mulai nganahan, Guys. Jadi dia mau mau nutup terus area sini. Area sini sudah gua pakaiin seal plate di bawah. Nah, yang ini nih. Ini seperti yang gua jelasin di belakang. Tadinya di pintu bagasi tuh di mulut atau di bibir bagasi ada, tapi udah gua lepas. Tadinya gua pakaiin ini nih. Padahal sebenarnya setelah pemakaian beberapa lama, gua berpikir ini enggak guna sih sebenarnya ya. Karena ya itu setelah dilepas malah ninggalin cacat lainnya. Memang sih jadi enggak baret tapi jadi ada cacatnya yang lain gitu. Lu harus milih antara baret atau cacat. Nah, untuk door trim eh door trim lagi. Untuk dashboard dia sudah ini ya spionnya di sini pengaturannya sudah elektrik. Ini enggak ada apa-apa. Ini kisi-kisi AC. Di sini ada kantong buat naruh-naruh koin, uang receh. Untuk hal yang sudah gua rubah dari baru itu adalah joknya. Joknya ini sudah gua lapis. Eh, bukan dilapis. Biasa kan kita hanya disarungin aja ya. Tapi kalau ini tuh dijahit paten atau disebutnya backlitpit. Dijahit paten pakai kulit sintetis. Dia kalau sintetis itu kayak agak keset ya, ngaret gitu feel-nya. Cuman kalau kalian mau hindarin jok kain yang kotor bisa dengan backlit ini. Untuk biayanya kemarin gua habis di kisaran 2,8 sampai Rp3 jutaan lah. Full satu mobil ya. Kondisi setir di bagian sini sudah mulai ada degradasinya nih. Kelihatan ware and-nya. Ini setirnya bahannya ini ya, bahan karet. Tapi untungnya tidak ada degradasi di lokasi lain. Cuman yang di lokasi sini aja. Logo di setir juga masih kinclong. Enggak ada ini ya, enggak ada degradasi. Overall sih menurut gua interior masih cukup oke. Karet-karet masih kencang. Door trim semua enggak ada yang geter-geter, enggak ada yang kotek-kotek. Spion juga masih kencang. Speedometer juga masih bersih. Enggak ada banyak goresan-goresan gitu ya. Di sini ada tuas lampu. Di sini tuas wiper. Masih ini ya tulisannya masih jelas semua, enggak ada yang hilang. Terus untuk ini reclining juga masih berfungsi dengan baik. Maju mundur, sliding juga masih Bagian belakang sama ya, pintunya juga udah mulai letoy, angselnya enggak ada tahanannya. Untuk bagian door trim juga semua masih segar, overall cuman seperti bagian depan ini udah mulai ada degradasinya di bagian door handle. Kemudian di bawah ada door pocket sedikit sama ada buat taruh aqua botol ukuran 300 mili lah. 600 mili masih cukup sih, tapi ngepas banget posisi duduk. Nah, ini yang gua salut dari sebuah Agia ya. Dia punya leg room sama headro tuh masif banget loh. Ini posisi duduk mengemudi gua ya. Kurang lebih kurang mundur dikit sih sebenarnya. Tadi gua agak terlalu maju tapi lihat deh light room-nya ini. Buset sejengkal lebih, Bos. Untuk jok juga udah gua backlit semua full ini ya. Full satu mobil pakai kulit sintetis. Oh ya, buat kalian yang nanya ini bahannya pakai namanya bahan azimut. Nah, warnanya tipenya itu cinnamon brown kalau enggak salah. Tapi gua kurang saranin ya sebenarnya kalau ini kalau mau ngejar feeling karena kulit sintetis itu feelnya ke kulit kita kayak karet, Guys. Gimana sih? Kayak kayak kalian megang balon gitu rasanya. Kalau kalian ada budget lebih, gua saranin naik ke microfiber leather atau full sekalian ke napa leather namanya. Tapi memang untuk mobil seukuran Agia aja napa leader bisa tembus 15 sampai Rp2 juta khusus untuk joknya aja. Posisi duduk menurut gua ya Solso lah namanya LCGC. Ini sudut ininya sudut rebahnya agak terlalu tegak, enggak terlalu rebah. Headr-nya sih untuk ukuran manusia kecil kayak gua sih pas ya. Untung ada untungnya juga sih jadi manusia kecil ya. Coba bayangin kalau kalian 190 cent, kepala kalian ada di atas sini. Nih etresnya mentoknya segini, Guys. Tuh, ini udah mentok nih. Nah, mungkin kalau kalian 190 cent enggak ketopang dengan baik ya. Tapi berhubung gua 165-an duduk di belakang jok belakang Agia ini no issue sih dari awal beli ya. Untuk tengah juga dia lega, tunelnya enggak gitu tinggi. Jadi kalau duduk di tengah juga masih ok lah. Di sini ada dua buah cup holder kalau kalian mau taruh botol dan ya. Oh ya, nih kalian bisa lihat sendiri ya. Gua duduk sini ee kasih lihat headroom-nya deh. Tuh, ini duduk gua yang lumayan nyaman kurang lebih seginiilah. Ini rileks. Tuh, headro-nya masih segini nih. Terus headr-nya juga pas. Kita bahas bagian penumpang kiri depan ya. Bagian door trim pasti sama. Terus angsel juga sama, udah mulai letoy. Di sini juga ada degradasi, tapi enggak separah di sisi spirik masih main semua power window-nya. Ya, posisi duduk untuk manusia kecil seperti gua enak di bagian kiri depan. Hanya ada satu yang perlu gua notice. Headr-nya ini kan model pocong ya, model fix kalau yang ini. Jadi di kepala belakang tuh kayak kayak ngambang. Bukan ngambang ya, kayak nahan gitu loh kepala kita tuh. Aduh, gimana jelasinnya ya? Pokoknya leher gua nih kalau begini nih kayak berasanya enggak enggak enggak ketemu titik rileksnya gitu. Nanggung nanggung ya. Ini untuk manusia kayak gua. Gimana kalau 180 centti ke atas? Bisa-bisa kepalanya di sini kali. Iya kan? Reclining juga masih berjalan dengan baik. Ini juga sama ya, sliding masih berjalan dengan baik. Ini glove box belum ada soft opening dan dia ukurannya juga lumayan simpel, lumayan kecil. Buat ini aja nih buku-buku sama sedikit barang-barang ya. Nah, ubahan lain selain backlit jok sintetis, gua juga sudah kasih karpet MI, karpet comfort full di satu kabinnya, jadi terlihat lebih rapi. Sama ini nih, ada satu variasi yang bikin gua nyesel nih. Karpet kulit ya, karpet dasar. Ini buat sebagian orang sih melihatnya sebagai positif ya, sebagai sesuatu yang positif. Jadi gampang dibersihin gitu. Tapi kalau gua sih kurang demen karena lama-lama terlihatnya jadi enggak original. Tuh, kalian lihat deh, banyak yang udah sobek-sobek lama-lama ya. Terus ada yang keluar-keluar dari door trim kayak di sini nih. Sini nih. Tuh, ini kelihatannya jadi kurang rapi. Makanya gua kurang rekomen sih sebenarnya. Tapi kalau kalian memang ngincernya mudah dibersihin ya dilapis kulit lebih baik. Tapi kalau kalian ngincer looks yang clean, yang original, gua kurang reomen sih dilapis pakai e karpet kulit sintetis gitu ya. Bagian konsol tengahnya udah gua lakukan beberapa perubahan, enggak beberapa sih, cuman satu ya, gua ganti head unit bawaannya yang indesh, jadi yang Android tablet gini. Cuman downside-nya ini nih AC-nya jadi enggak presisi lah. Nah, itulah yang gua bilang tadi ya. Angelnya udah mulai enggak gigit, udah mulai letoy. Jadi dia kena goyangan dikit aja nutup. Lanjut ya. Head unit pakai Android. Lanjut ke bagian bawah. Ini fans speed AC. Ini pengaturan dingin aja atau dingin banget. Ini ada tombol hazard dan karena yang gua punya ini ada versi minor improvement, dia sudah ada pengaturan sirkulasi AC tuh. Kalau yang sebelum minor improvement enggak ada. Di bawah sini dia ada kantong lagi penyimpanan buat taruh-taruh kartu. Ada lighter buat colokan charger sini ada cup holder untuk ya ukuran 600 mili lah. Aqua 600 mili. Ini untuk transmisi maticnya dia model yang linear bukan yang gated dan ada shiftlock-nya. Jadi kalian kalau mau netralin tinggal pencet shiflock-nya aja. Di bawah sini ada tempat penyimpanan lagi buat taruh-taruh koin. Rem tangan model manual dan sini ada ini kocil banget mini ya. Tapi okelah buat naruh-naruh barang ya. Kita lihat ruang mesinnya ya. Ruang mesin ya kotor seperti ekspektasi ya. Namanya juga udah Rp100.000-an. Tapi menariknya tidak ada rembesan di bagian-bagian sini. Oh iya ini enggak ada karena gua udah pernah ganti parking mesin. Jadi dari baru mobil ini hanya jajan parking seal parking ya. hasil parking mesin sama busi aja. Enggak ada penyakit-penyakit aneh lainnya. Transmisi juga dari baru segar banget. Enggak ada pergantian parts apapun. Ya, amit-amit jangan sampailah ke depannya ya. Kurang lebih overall gini. Ini mesinnya yang 1000 cc 3 silinder ya. Jadi getarannya masih terasa, suaranya juga masih agak kasar. Tapi overall tenaganya udah lebih dari cukuplah buat wara-wiri di perkotaan gini ya. Alright guys, sekarang kita coba tes jalan ya si Agia 2015 ini. Eh 2015 ini Waduh akinya udah mulai agak susah nih ngangkatnya ya. Makanya langsung gua bawa ke bengkel buat ngecek kesehatan akinya. Dan benar aja nih, ternyata status aki mobil gua udah jelek. Jadi langsung aja gua ganti pakai aki rekomendasi dari bengkel Cakra Motor 11, bengkel spesialis oli dan aki yang produk-produknya dijamin% original. Di sini tersedia banyak pilihan aki yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian. Selain itu, ada juga berbagai jenis oli yang dibutuhkan untuk servis rutin mobil. Mekanik-mekaniknya juga sudah berpengalaman. Jadi, pengerjaan mobil kalian bisa lebih satset dan lebih cepat selesai. Nah, kebetulan nih mereka juga lagi ada promo ganti oli mulai dari Rp260.000-an ribuan aja, Guys. Untuk informasi lebih detailnya, langsung hubungi aja ke Instagram mereka di @chakramotor 11. Terakhir ganti tuh 3 tahun yang lalu, Guys. Sekarang belakangan ini nih, seminggu kemarin gua nyalain udah mulai agak berat ngangkatnya. Jajan udah minta jajan nih akinya. Terus ini gua notice satu hal, Agia ini seat belt-nya masih ngeper nih, Guys. Tuh, jadi ada beberapa mobil yang sudah pakai lama dia seat belt-nya letoy. Begitu ditarik susah banget buat ngebalik. Tapi ini masih bagus tuh ngepairnya. Oke, sekarang kita jalan-jalan sambil ngobrol ya. Udah dibawa ke mana-mana. Gua pernah bawa mobil ini trowad trip ke Semarang, nanjak ke Dieng juga pernah. Dan mesin 1000 cc-nya sih lumayan ok lah. Walaupun memang kalau tanjakan yang curam kemarin agak kedodoran ya, tapi oke enggak ada kendala sama sekali, enggak ada yang sampai enggak kuat nanjak itu enggak ada. Kemudian gua e bokup gua juga pernah bawa mobil ini road trip sampai ke Bali, Guys. Dari Tangerang Jakarta. Dan dia katanya fine aja gitu. Mungkin karena dia bukan seseorang yang hobi mobil ya, jadi bawa mobil kayak gini juga ya udah yang penting enggak kehujanan, enggak kepanasan. Oke-oke aja. Kalau gua mungkin kalau sampai road trip ke Bali gua bakal merasa bosan sih. Karena jujur aja mobil ini memang mobil paling basic yang bisa kalian dapetin di market. Mobil yang kalian butuhin untuk take you from point A to point B tanpa kehujanan, tanpa kepanasan. as simple as that. Terus dari baru AC-nya mobil ini juga enggak pernah ada masalah sampai hari ini nih, saat ini gua review AC-nya masih dingin dan dinginnya itu ada gigitannya. Dingin beda kan kalau kalian sering main mobil pasti kalian berasalah AC mobil yang dinginnya menggigit sama dingin yang cuman hawa dingin doang. Nah, mobil ini sampai hari ini AC-nya dingin. Mungkin karena kebantu dari kaca filmnya gua pakaiin 3M depan Black Beauty. Eh, depan kristalin samping Black Beauty. Tapi enggak tahu deh karena udah 10 tahun mungkin udah ada degradasi itu ya. Tolak panas. Posisi mengemudi mobil ini juga tinggi comanding gitu ya. Jadi menurut gua untuk kalian yang newb yang baru-baru bisa mobil kayaknya sih enggak bakal ada masalah deh nyetir mobil ini. Pandangan ke depan jelas. Terus kap mesinnya juga kan pendek. Kaca samping lebar gitu gampanglah. Spionnya juga kotak lebar gitu ya. Kelihatan ke belakang tuh jelas banget. Hal lain yang pengen gua notice di mobil ini adalah setirnya. Yang gua tahu sih mau LCGC itu pasti sudah ada power steering ya. Tapi entah kenapa yang gua rasain power steeringnya terasa lebih berat dibanding mobil-mobil lain di kelasnya. Bahkan anehnya lagi yang gua rasain khusus di mobil gue ini dia jauh lebih berat dibanding Agia-Agya lainnya. Kayak saudara gua kan punya Agya ya kan, teman gua punya Agya dan terasa lebih enteng dibanding mobil gua ini. Aneh tuh. Padahal nitrogen eh angin ban udah gua ganti nitrogen. Ban juga udah ganti pakai yang empuk. Masih terasa berat juga. [tertawa] But overall inilah dari baru mobil ini no complain. Gua beli di harga R170 jutaan waktu itu ya di tahun 2015. Sekarang bekasnya itu mungkin dihargain R0 jutaan kali ya, Rp80 juta. Depresiasinya setahun itu mungkin sekitar R jutaan Kecil banget. Nah, berikutnya kita bahas bantingan. Mobil ini sudah jajan kaki-kaki, tapi enggak banyak sih. Yang dijajanin itu mounting shock breaker sepasang, terus tirod gitu-gitulah ya. komponen kaki-kaki sama shockbreaker udah pernah ganti sekali. Dan setelah gua ganti shock breakernya itu gua malah lebih puas pakai mobil ini karena shock breaker bawaannya itu keras ternyata. Terus pada saat dia minta jajan gua ganti ke shockbreaker Monro namanya brandnya ya. Setelah ganti uh lumayan, Guys. Empuknya jauh ada improve, ada improvement lah kenyamanannya ya. bantingannya jadi lebih empuk kena sambungan jalan, kena speed trap tuh enggak terasa bledak bledakbak gitu. lebih ada dep dep dep dep dep ya walaupun memang bawaannya mobil ini ini ya namanya juga LCGC gitu kalian tahulah ride quality-nya gimana tapi dengan ganti ke Monro itu lebih membantu. Nah sekarang gua ajak kalian ini ya POV driving sebuah Agia tahun 2015 dengan transmisi matic odometernya udah di 167.900 1989. Ini yang gua bilang tadi untuk visibilitas ke depan sih aman banget. Enggak ada ini kalau menurut gua ya, enggak ada keluhan. Setir juga sebenarnya berat, tapi enggak sampai yang mesti dikeluhin gimana banget sih. Overall ok lah. Dan kalau kita lewatin speed trap tuh, semenjak gua ganti shock breaker ke Monro lebih membantuah dia sedikit lebih renyah lah kalau kena sambungan jalan gitu-gitu lebih deret deret gitu. Electrical mobil ini juga enggak pernah ada masalah. Head unit udah gua ganti pakai Android. Jadi dia bisa Bluetooth. Eh, oh iya ini ada tambahan lagi gua pakai Twitter. Dia model OIM ngikutin Pero 2 Aia punya jadi enggak pakai bolong-bolong pilar di sana. Terus untuk Twitter-nya sendiri gua pakai dari Pioneer. Apalagi yang bisa gua bahas ya sebenarnya ee gini-gini aja sih sebenarnya ya, Guys ya. Electrical juga lampu masih sehat semua, masih nyala. Itu ambient speedometer warna amber dan tidak ada yang mati ya sampai hari ini. Full masih nyala semua. Alright, guys. Jadi, sekian dulu Coco review kali ini, ya. Sharing owning experience gua pakai Toyota Agia dari tahun 2015 berarti udah 10 tahunan dan odometer di Rp10.000-an Ribuan. Sekarang kondisinya dan driving experience-nya tadi udah gua share. Semoga bisa jadi insight baru. Barangkali kalian yang mau cari-cari mobil pertama ya kan atau lagi cari mobil kedua untuk istri wara-wiri dalam kota ya mungkin kalian bisa pertimbangkan LCGC yang kayak gini juga. Oke, terima kasih yang sudah menonton sampai habis. Sampai jumpa lagi di review berikutnya. Bye bye.
