Kontrakan Kecil 16m2 di Dalem Gang! Inspirahoms: Ahmad_bze (YouTube Video)
Halo teman-teman, kembali lagi di channel Ucak Nista di Inspir Homes. Kali ini kita mau ngedatangin kontrakan tiga petak di dalam gang punyanya Mas Ahmad. Nih di dalam gang ya. Tadi kita menelusuri dulu di sana. [musik] Halo teman-teman semuanya. Perkenalkan nama aku Ahmad dan selamat datang di kontrakan tiga petak ala genzy. Dan kontrakannya ada di sini. Halo. Halo. Halo, Mbak. [tertawa] Amat. Senang banget akhirnya kita bisa datang ke sini ya kan. Saya yang senang soalnya [tertawa] kita ngelihat kontennya yang viral itu loh. Ada kontrakan tiga petak di dalam gang kayak gitu. Tapi mungkin kalian kalau misalnya ngelihat dari luar tuh emang apanya nih yang mau di-review? Tunggu dalamnya nih. Cakep banget. Oke, sebelum kita masuk ke dalam nih, pasti teman-teman udah penasaran juga dalamnya kayak gimana. Cuman ngebahas sedikit luarnya kali ya, kenapa sih mutusin di sini gitu. Ee jadi sebenarnya awalnya itu kebetulan aku kerja di Jakarta Selatan, tapi orang tua tinggal di Jakarta Barat. Oke. Nah, itu tuh lumayan lama di jalan. Jadi, bisa sekitar 40 sampai 45 km. Jadi, di jalan tuh bolak-balik 2 jam. Akhirnya cari yang dekat dari tempat kerja. Jadi dari sini tuh cuman sekitar 10 sampai 15 menitan. Jadi dan ee owner ini juga memperbolehkan untuk e merombak, mendekorasi. Jadi ya udah cocok. Terus juga secara kos bulanan juga harganya lumayan oke. Oke. Tapi kan ini dalam gang ya. Nemuinnya gimana tuh? maksudnya kalau nemuinnya sebenarnya awal-awal tuh sempat survei-survei di sekitaran sini terus nanya-nanya ke teman, terus juga nanya-nanya ke keluarga itu ada enggak yang punya kenalan ee yang punya kontrakan gitu akhirnya nemu terus coba survei ke sini terus oke. Oke. Di sini ya. Dan katanya di sini ada empat unit ya. Betul. Di sini ada empat unit. Dua unit di bawah dua unit di atas. Oke. Tapi aku udah tahu sih pasti lebih milih di bawah lah ya. Betul [tertawa] betul. Katanya entar takut kesiangan kalau kerja terus nurunin tangga ininya agak heboh gitu. [tertawa] Benar, benar, benar. Oke, langsung masuk ke dalam. Boleh lihat? Berarti kalau di luarnya kan enggak diapa-apain kan ya? Boleh. Enggak sih, enggak diapa-apain. Oke, ini kita lihat. Oke, kita ini udah ada di dalamnya. Nah, ini langsung beda kan, Teman-teman, dari yang luar tadi. Pasti awalnya enggak kayak gini dong. Yes, betul. Eh, awal pertama kali survei ke sini ini masih polosan masih kosong semua. Dindingnya masih putih, terus juga e lantainya juga masih pakai keramik. Jadi benar-benar kayak kanvas putih aja gitu. Terus akhirnya kenapa nih kok bisa kalau menurutku ini kan baru bagian depannya ya, bagian dalamnya sih sebenarnya udah ngintip dikit ya di Instagram gitu kan. Cuman ini termasuk niat sih menurutku [tertawa] pas udah emang udah direncanakan kah atau gimana gitu. Ee benar sih dari awal emang direncanakan untuk didekorasi. Jadi penginnya kita kan di luar tuh udah hiruk pikuk perkotaan Jakarta terus juga hiruk pikuk pekerjaan. Penginnya tuh pas buka pintu itu kita serasa pulang ke main cave kita sendiri. Jadi penginnya dibuat sehomi mungkin. terus juga ee barang-barang dekorasi terus juga beberapa ee staff itu di buat sesuai preferensi sendiri. Jadi penginnya dibuat senyaman mungkinlah gitu. Kalau ini konsepnya apa nih ceritanya gitu kan? Kalau ini mungkin lebih ke banyak kejepangan gitu [tertawa] kayaknya di situ. Benar, benar, benar. Kalau ini mungkin secara konsep niat awalnya penginnya ke midy, pengin ke retro gitu cuman enggak tahu ini mid century beneran atau enggak. gitu kayak ya udah sesuai apa yang disuka aja gitu kayak dan emang cenderung warnanya emang warna-warna coklat yang gelap gitu ya di sini kalau misalnya ini berarti kan terbagi menjadi tiga area gitu kan ini luasannya berapa tadi aku belum tanya betul nah untuk luasannya itu lebarnya itu di terus panjang ke belakangnya itu di 6,3 m gitu oke mungkin ada yang mau dijelasin lebih detail ini apa gitu atau ini aku pasang sendiri loh [tertawa] gimana benar mungkin apa nih Mau diceritain wall panel aku pasang sendiri. Jadi sebenarnya kenapa pakai wall panel ini kan dindingnya semuanya full putih. Heeh. Pengin ada satu focal point pas kita buka pintu itu langsung disambut sama sesuatu yang ada surprise effect-nya lah. Jadi enggak monoton. Akhirnya coba pasang wall panel e full sampai atas. Terus warnanya juga ini aku pakai warna e coklat tua. Ini enggak tahu kenapa warna yang tua tuh lebih warm dan lebih enak di [musik] mata aja sih. Dan sesuai selera juga kayaknya emang. [tertawa] Oke, betul. Terus juga ada aku tambah beberapa aksen ee piringan hitam vinil ini sebenarnya cuma buat aksen aja. Terus aku lumayan suka ee hobi juga ya. Lumayan. Oh, tapi enggak enggak yang se enggak yang seculture itu sih. [tertawa] Dia kayak agak mau takut gitu kan. Enggak apa-apa kok. Aku baru bilang culture ab [tertawa] untuk di area ini mungkin cuman cukup detail loh ini menurutku. Tapi cuman ornamental aja sih. Ee ada turnable vinil, terus ini mesin tik. Ee ornamen juga ini udah enggak bisa dipakai. Oh, tapi asli. Eh, enggak bisa bal. Tapi asli ini waktu itu lagi trif ke Kebayoran terus nemu kok lumayan bagus untuk dekorasi. Terus ini ada beberapa koleksi vinil. Terus untuk di ambalannya ini balik lagi karena aku lumayan rada suka Jepang. Jadi ada beberapa dekorasi-dekorasi yang ee jejepangan. Ada noace dari studio Gibl. Terus ada Gundam. Terus juga ini ada apa? LBWK. Nah, untuk posternya juga aku e ambil yang jejepangan gitu sih biasanya. Tapi kalau di ruangan sini tuh buat ngapain selain kayak jadi kalau di rumah kan kayak ada voer-nya gitu ya. Kalau ini berarti buat apa biasa? Betul. Kalau ini sebenarnya awal awal banget aku pindah ke sini penginnya dibuat [musik] ruang tamu. Jadi penginnya ada ee sofa atau tempat duduk. Cuman ternyata lemari ini lemari baju karena ini sebenarnya dari dari rumah. Iya. Lemari baju. Lem baju. Oh. Oke, itu enggak muat di ruangan utama. Akhirnya aku taruh di sini. Ya udah, tempat ini cuma buat ee foto OOTD atau buat ya semacam Voy aja sih gitu. Oke. Tapi keren sih. Tapi ini tidak tampak seperti lemari baju ya. [tertawa] Jadi kayak kita mata kita udah tertujunya enggak ke sini lagi gitu soalnya ke sini semuanya gitu. Jadi ini Mas Nihong Dekas [tertawa] ketawa dia ketawa. Oke. Dan ini juga Oke. Ini juga ee rak emang suka hunting-hunting ini ya. Betul. Ini ornamental aja sih. Ini ada ee kamera Polaroid jadul. Ini tadinya masih bisa cuman sekarang udah enggak bisa. Jadi akhirnya ya udah buat dekor aja. Terus juga ada beberapa film-film yang belum dicuci. Terus di bagian bawahnya ini ada radio lama juga. Ini sama kayak itu ketemu drifting juga di Kebayoran. hobi drifting anaknya ternyata lumayan [tertawa] lumayan karena harganya pastinya lebih murah terus biasanya kita nemu barang-barang yang ee keci gitu iya terus kayak unik udah enggak ada lagi kayak gitu kayaknya ya oke betul betul betul terus ini ya tempat tisu biasa terus di sini ada tempat kopi lumayan suka ngopi gitu si matching semuanya ya hitam semuanya mungkin tuh baru di bagian depan ini aja kalian udah dapat banyak inspirasi gitu kan walaupun ruangannya tuh mungkin enggak terlalu besar Tapi gimana caranya kita menata dan sesuai yang apa kita suka juga sih sebenarnya karena kan ini jadi rumah kita sendiri juga ya. Nah, kalau untuk lantainya nih berarti apakah masang sendiri juga? Kalau ini aku pasang sendiri aku pakai SPC ini eh Marvel Fairman Brown. Ini kenapa aku pakai SPC? Mungkin satu SPC tuh gampang banget dipasang karena dia click and go. Jadi enggak perlu ada lem. terus juga enggak ngerusak keramik yang di bawahnya. Jadi, akhirnya ee memutuskan untuk pakai SPC dan secara ketahanan pun lebih oke dibandingkan Vinilu. Kalau dari beberapa review-review, Ben terus juga warnanya juga aku pilih yang warna dark brown tadi. Em, biar meci aja sih, biar masih menyatu juga ya keseluruhan tema. Betul. Dan kalau misalkan nantinya pindah karena ini klik and go bisa dicoba bisa bongkar dibongkar dengan mudahnya. Oke, sekarang kita geser ke sini. Berarti ini ruangan utamanya ya. Betul. Ini ruang utamanya ruang untuk beristirahat kamar. Nah, ini seperti apa nih cerita ngedesainnya nih? Awalnya kayak gimana sih bisa jadi kayak gini? Jadi awalnya itu ini sama kayak yang di depan masih kosongan. Jadi ee dinding masih putih terus juga bawahnya masih polos bangetlah masih kosong. Terus akhirnya coba masukin beberapa ornamen-ornamen. Ini di sini kasur e 90* 200 karena aku tinggal sendiri. Oke. Terus juga karena aku suka jejepangan, jadi kebanyakan ornamen-ornamennya itu jejepangan. Di sini ada ee poster, banyak poster lah di sini. nih. Terus untuk di ambalannya juga beberapa aku kasih tanaman-tanaman artifisial buat aksen-aksen hijau. Ee ada beberapa ornamen Harry Potter. Aku lumayan suka Harry Potter juga. Nah, untuk di bagian ee kasurnya ini biasa sih warnanya abu-abu karena sukanya yang ee rada dark, rada gelap. Di sini ada drawer juga. E, ini berarti juga baju sama. Kalau ini lebih ke skincare, body care aja sih. Oh, oke. Gitu. Siap. Terus dindingnya emang benar-benar ini juga ya enggak kosongan aja gitu loh. Karena tadi pas aku masuk ke sini kan langsung fokusnya ke sini. Cukup besar juga ukurannya gitu. Betul. Betul. Ini aku pakai ukuran A1. Dan memang direncanakan ukuran A1 biar kayak tadi Mbak Mifta bilang, pas masuk harus ada satu surprise effect lagi. Dari depan udah dikasih wall panel, di sini kita kasih poster gitu. Setuju banget. Jadi langsung ya orang menuju yang ke sini gitu. Biasanya main ke sini kan teman-teman gitu ya. Iya. ya. Pada [tertawa] si oke oke. Nah, di bagian sini nih. Ini cukup menarik juga karena kan tadi di depan ada lemari juga ya pakaiannya ya. Tapi ini yang sering dipakai kah atau emang ya udah dibuat terbuka aja gitu? Kalau yang ini sebenarnya lebih ke baju-baju yang tebal. Jadi kayak jaket, terus sweatshirt terus kek itu biasanya aku taruh di sini karena satu kalau aku taruh di lemari itu lumayan. Betul. lumayan makan tempat. Terus juga biar dia enggak lecek aja sih kalau misalkan di lemari kan harus dilipat gitu. Terus aku pakai gantungannya juga yang ee lumayan rada kech juga sih biar biar enggak polos aja sih gitu. Keren sih. Dan di bawah sini masih banyak nih perintilan. Ada buku-buku, ada koleksi apa tuh? Perfum ya? Parfum. Betul. Terus habis itu ya udah pokoknya ada lampu-lampunya juga jadinya tuh pas masuk ke dalam sini emang benar-benar kerasa nyaman ya. [tertawa] Betul. Kalau pas pulang pulang kerja ngelewatin gang dulu itu kan kayak udah enggak sabar ya. Benar [tertawa] benar udah enggak sabar masuk ke sini sampai sini udah kayak hah reban akhirnya nyampai rumah gitu. Entar kita bakal bahas budgetnya juga sih. Mungkin kan ada teman-teman yang penasaran kepo emang gimana sih? Sepatu ada juga kan yang mau ngontrak kayak gini. Oke lanjut ke mana lagi mungkin? Oke mungkin lanjut di ornamen ini. Oke sih ada beberapa ornamen-ornamen jejepangan lagi sih karena banyak ya. Betul. [tertawa] Di sini ada komik Dora Emon. Terus juga ini ada lampu Mario. Ini saya Wis [tertawa] jadi lumayan lumayan banyak aksen-aksen Jepang sih gitu. Oke. Paling entar tuh ini sih teman-teman biasanya paling mintanya spelingnya ya Kak gitu. Nah loh. Enggak langsung aja tuh. Instagramnya apa? Pas Instagramnya di ahmad_bez terus TikTok-nya di @chiknestik gitu. Oke. Agak beda namanya ya. Kirain sama aja gitu [tertawa] kata-kata beda. Kita boleh ke dapur enggak? Boleh. Kita lanjut ke dapur. Dapur ini pasti tadinya juga enggak kayak gini dong. Enggak mungkin seperti ini dong gitu kan. Tapi sebenarnya udah sampai belakang sini pertanyaanku tuh ini sih pasti teman-teman juga pada penasaran kan ini ngontrak ya. Kenapa niat banget gitu untuk ngubah semuanya jadi maksimal banget kayak gini? Iya. Balik lagi sebenarnya ee satu karena kenyamanan itu sendiri pengin bikin yang tadi pas pulang tuh rasanya tuh beneran kayak pulang ke rumah jadi enggak pulang ke kotrakan. Terus juga ee pengin dibuat semaksimal mungkin aja sih gitu. Udah kayak gitu aja. Iya. [tertawa] Oke. Kirain masih ada lagi. Tapi entar kalau misalnya pertanyaan kalau misalnya pindah terus gimana dong ini sama dapur dan lain-lainnya? Kalau pindah mungkin beberapa barang-barang yang bisa di-take out pasti aku take out dan aku pindahin ke tempat yang baru. Kayak lemari atas dan lemari bawah ini mungkin masih bisa dibawa. Terus juga ee SPC wall panel itu masih bisa dibawa Oke, jadi barang-barang yang ditaruh pun yang dipasang juga sudah dipertimbangkan ya. Gimana nantinya kalau pindah gitu ya. Oke. Nah, kalau untuk dapurnya ini tadinya pasti polosan aja dong. Enggak seperti ini. Iya. Kalau misalkan dapurnya itu sebelumnya di sini ada e top table beton gitu, cuman dia ternyata tingginya tuh kurang kurang tinggi. Jadi pas ee cuci tangan atau cuci piring itu lumayan sakitlah di punggung. Akhirnya aku ganti, aku bongkar, ganti jadi top table ini. Ini warnanya juga balik lagi ee dark coklat. Ini aku pakai taco yang American Walnote. Terus juga untuk backsplash-nya ini aku pakai keramic tiles persegi panjang persegi panjang. Enggak tahu kenapa lebih estetik aja sih. Terus tadi aku ceritain katanya ini dipasang sendiri pakai silen ya. Betul. Ini aku pasang sendiri pakai silen karena ee areanya enggak terlalu besar. Terus aku cek-cek di YouTube, di TikTok itu banyak yang bilang kalau areanya enggak terlalu besar pakai silen masih aman. Jadi akhirnya aku pakai silen terus dinat sendiri juga gitu. Pertanyaannya apakah emang suka masak atau hanya pajangan saja kompornya? Kalau ee masak sebenarnya lumayan sering hampir setiap hari masak tapi masaknya enggak yang heboh. Jadi paling masaknya masak nasi masak Indomie, masak telur, rebus sayur. Udah itu aja. Iya. Udah yang secukupnya buat diri sendiri gitu ya. Berarti semuanya udah di sini ya. Makanya dibikin stor.E Jadinya lebih rapi juga. Oke, kita geser ke sini. Ada kamar mandi. Aku dengar-dengar kamar mandi ini salah satu yang paling banyak makan biaya. Betul. Kamar mandi lumayan, lumayan rada costly. Karena ini aku rombak total. Jadi, dinding aku rombak, terus juga ee lantainya aku rombak. He. Terus tadinya ininya klosetnya itu kloset jongkok. Aku ganti jadi kloset duduk. Jadi hampir semuanya aku rombak. Ini aku pakai keramik e roman e detin cele ukuran 60* 30. Ini motif terazo. Sama untuk lantainya ini aku juga pakai roman. Ini the banda. Motifnya kayak andesit gitu sih. Abu-abu. Jadi iya kayak batu alam ya. Betul. Jadi kalau kotor mungkin enggak terlalu kelihatan lah gitu. Oke, pasti ini before-nya entar kalau teman-teman lihat, wah after-nya jadi cakep banget. [tertawa] Jadi nyaman terus rapi ya, bersih karena buat kita sendiri juga ya. Betul, betul. Tadi aku juga kelupaan kalau misalkan untuk ventilasi dapur ini ee sebenarnya ada satu ventilasi di atas kecil gitu. Cuman kadang-kadang kalau misalkan masaknya rada ee kayak goreng telur gitu, asapnya lumayan rada ngebul. Jadi satu-satunya cara biar asepnya gampang keluar tuh adalah ee pintu depan dan jendela depan harus sambil dibuka gitu sih. Jadi ngalir juga ya udaranya. Tapi ini cukup membantu mungkin daripada ini tertutup full ya. Tuh biasanya teman-teman nanyanya kayak gitu tuh. Sudah terjawab? Sudah. [tertawa] Yuk kita bahas lagi yang lainnya. Oke sekarang gantian sama aku. Nah aku mau nanya sama Mas Ahmad nih Mas. Heeh. Pas dari awal nih memilih kontrakan ini kan tadinya kosong banget tuh. Itu langsung tadi kan sempat disinggung juga sempat didesain seperti apa itu berarti pas survei pertama langsung gua bayang dong ini mau dijadikan kayak gini gitu ya. Mm sebenarnya kalau di awal banget baru survei itu enggak kebayang ee mau diapain terus barang-barang apa yang mau dibeli itu belum kebayang sama sekali. Cuman arah ee desainnya mau seperti apa itu udah banyak di aku save-safin di Pinterest. aku referensi di Airbnb. Jadi lihat di Airbnb luar negeri itu kok kamarnya bagus-bagus. Terus akhirnya ee save-safin e kamar-kamar Airbnb yang bagus-bagus gitu sih. Jadi akhirnya kemudian diimplementasikan di sini ya. Ini walaupun secara ukuran ruang kan juga enggak terlalu besar ya. Enggak terlalu besar. Tapi Mas ini jujur pas masuk sini nyaman. Tapi boleh tinggal di sini enggak Mas? [tertawa] Ya. Eh, terus ini Mas ee apa tadi ee di balik layar kan Mas Ahmad juga cerita banyak yang nanya juga kenapa sih kok enggak milih di apartemen atau di ngekos saja? Kenapa lebih milih dikontrakan di petak ini? Oke. Sebenarnya pertimbangan awal itu kan ee cari kontrakan itu yang dekat dari kantor. Nah, kebetulan karena kantornya di Jakarta Selatan, apartemen-apartemen yang ada di Jakarta Selatan itu lumayan mahal. Jadi secara jangka panjang itu pastinya lebih banyak e budget yang dikeluarin. Terus kalau misalkan kos-kosan itu enggak banyak kos-kosan yang ruangnya lebih lebih besar. Jadi biasanya masuk langsung ke kamar terus enggak ada dapur terus perizinannya juga rada susah gitu. Biasanya enggak boleh diotak-atik apapun gitu ya. Oh oke. Dan itulah makanya lebih milih dikontrakan ini. Akhirnya lebih milih dikontrakan ini gitu. Oh, dan menariknya karena tadi kan sempat disinggung juga jangka panjangnya tuh malah tetap lebih malahan apartemen ya walaupun ini direnovasi ya. Betul. Tetap lebih mahal apartemen. Oh wow. Oke, ini menarik menarik menarik. Nah, berarti kalau untuk biaya sewanya itu Mas ee kira-kira sampai berapa kalinya tuh Mas kalau dibanding sama sewa di apartemen Mas? Mm kalau misalkan apartemen udah pasti kalau di sekitaran Jakarta Selatan ini bisa dua sampai tiga kali dari biaya per bulan kontrakan ini. Nah, makanya ini salah satu ya itu ya Mas ya bisa lebih terjangkau dan bisa direnovasi jadi jauh lebih nyaman enggak kalah kayak apartemen. Anjay. [tertawa] Oke oke oke. Keren, keren, keren. Nah, ee ada lagi Mas yang ingin disampaikan sebelum aku naik renovasinya. budgetnya berapa nih, Mas? E mungkin buat teman-teman ee kan banyak yang nanya, kok kontrakannya boleh di dekor, boleh dienove segala macam itu mungkin balik lagi ke owner masing-masing. Jadi ada beberapa owner yang kos-kosan pun boleh didekor, ada yang kontrakan enggak boleh didekor. Jadi sebenarnya semuanya fleksibel dan mungkin teman-teman bisa cari kontrakan atau kos-kosan yang kalau mau didekor bisa didekor gitu sih. Kalau e aku POV sebagai owner kontrakan atau kosan kalau ada yang mau dekor jadi lebih bagus kenapa enggak ya kan? Betul [tertawa] betul betul betul. Oke oke. Nah kita saatnya bahas budgetnya Mas. Berarti total membuat kontrakannya ini jadi jauh lebih cantik senyaman ini, itu memakan biaya berapa sih Mas? Kalau misalkan ee sama renovasi dapur terus renovasi kamar mandi terus tadinya ini enggak ada AC. Aku pasang AC sendiri itu mungkin ee di range 25 sampai 30. Tapi kalau misalkan dekorasinya aja, jadi misal wallpel eh SPC, wallpel dan segala macam ini mungkin di 15-an. Oke, berarti yang sisanya tadi tuh karena ada pekerjaan di dapur dan kamar mandi kayaknya paling banyak juga tuh ya, Mas ya, makan biayanya tuh teman-teman. Oke loh, apalagi kalau untuk apa ee mungkin beberapa tahun tinggal di sini worthed it banget. Betul, betul. Dan untuk ee dekorasi ini juga aku enggak langsung brek ee di depan. Jadi ee nyicil-nyicil kadang-kadang awal pertama kali pasti kamar mandi dulu, terus ee pasang ini dulu. Jadi karena di sini udah hampir 1 tahun, jadi setiap bulan tuh beli-belinya. Jadi enggak yang langsung di awal banyak, tapi dibagi per bulan per bulan gitu sih. Jadi lama-lama jadi sebenarnya nyaman ini. Wah keren. Cakep cakep cakep cakep. Oke kalau dari aku sih cukup. Mungkin buat teman-teman yang pengin tanya-tanya lebih detail lagi Mas bisa ke mana tadi? Udah seb boleh di Instagram ahmad_beze sama TikTok @chciiknestik. Nanti ada di bawah sini. Nah temuin inspirasinya yang dibikinin nih sama Mas Ahmad di situ semua tanya aja langsung detail ke beliau. Oke, thank you teman-teman sudah nonton. Jangan lupa follow Instagram kita juga Wicakson Wiftajana. Subscribe channel YouTube kita dan apalagi ya? TikTok kita juga. Dadah. Oke. Dadah. nama saya Ahmad. Eh, ulang pakai aku aja biasanya. Terus bawahnya juga keramik putih. Terus coba ee aduh aku ngeblank. Enggak apa-apa. [tertawa] Santai, santai.
