Jungkat

Kost Unik Tapi Estetik! InspiArsi: Saturasi Projects (YouTube Video)

  • 06/01/2026

Oke, selamat datang kembali di channel Weic Mifta. Inspirasi kali ini kita mau mengunjungi sebuah kos-kosan yang didesain bagus banget. Ini lebarnya tuh cuma 4,7 mjangnya 42 m. Jadi dia tuh langsing ke belakang dan dibangun jadi dua fase. Ya udah kita langsung ketemu aja sama arsiteknya yuk. Let's go. [musik] Oke. Asalamualaikum Mas Abil, Mas. Waalaikumsalam warahmatullahi wab. Apa kabarnya? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Mas nih kita terima kasih sudah boleh main ke sini ya. Kita mau kostur berarti ya hari ini. [tertawa] Oke. Nah, ini boleh memperkenalkan diri dulu, Mas? saya ee Abil sebagai principal arsitek di saturasi ini Mas Ivan ya. Ianda Pratama sebagai [musik] principal juga di saturasi. Dan ada satu lagi tim kami yang di Tangerang ee Desta itu ee sebagai tim inti saturasi. Oke, ada kurang lebih di sinilah ya orangnya nanti [tertawa] nanti kirimin ya Mas fotonya. Jadi teman-teman episode inspirasi kali ini kan kita masih di Jogja. Jadi sesekali aku akan ngomong bahasa Jawa juga nih sama Mas Abil nih. [tertawa] Oke. Nah, ini piye Mas ceritanya Mas? Kok bisa di lahan lebar 4,7 panjangnya 42 dijadikan rumah kos dan dari depan pun sudah menarik sekali. Ceritanya seperti apa tuh, Mas? Siap. Oke. Jadi ee awal mula mungkin dari klien ya, kebetulan klien klien KM ini dari ee kuliahnya di Jepang. Oke. Iya. Ini asal mula nama Kibo Place. Kibo itu ee artinya bahasa Jepang kan harapan ya di lahan yang memanjang ini ee mempunyai harapan yang lebih baik ke depannya ya. Makanya dibuat kos-kosan dan kos-kosannya pun harapannya beda dari kos yang pada umumnya. Terus makanya ee dengan lahan yang 4,7 ini kita coba membuat ee kos yang ee sederhana tapi unik terus ee kompact ya. Oke. Sederhana berarti nanti juga akan berkaitankah, Mas, dengan budgetnya bisa lebih Iya, betul. Jadi sederhana itu dari segi budgeting, terus dari segi ee material juga kita ee mungkin enggak yang terlalu eksklusif ya, tapi kita lebih bermain ke ee konsep dari arsitekturnya bentukan, terus dari konsep pencahayaan sirkulasi udara. Oke. Nah, ini Mas kita sepertinya harus maju lagi dulu sedikit untuk membahas dari desain fasadnya. Oh, ya. Ini berarti luas bangunannya berapa, Mas? Untuk luas bangunannya itu ee 150 m². Jadi di lantai 1 75, lantai 2 75. Itu yang tahap satu. Ee ini kan kebetulan lagi dibangun tahap duanya, jadi masih on progress. Berarti tahap 1, tahap 2 ini dibangun juga menyesuaikan dari budgetnya owner juga. Iya, betul. Oke. Jadi enggak langsung semuanya. Nah, ini menarik nih. Nanti akan kita tanyakan lebih detail gimana caranya membuat seperti itu. Karena sering juga tuh, Mas, Teman-teman nanyain punya budget baru segini nih, bertahap gitu kan penginnya. Nah, kalau dari fasadnya nih, Maskan menarik ya. Banyak kayak aku lihat ada garis-garis nih kayak miring terus ada jadi kayak ngebentuk segitiga. Begitu pula di atapnya yang ternyata si atapnya juga dibikin asimetris kanan dan kirinya. Iya. Mungkin untuk ee konsep dari ee eksteriornya ini, ini kan ee bentukannya segitiga yang asimetris ya. Nah, itu kenapa kok kayak gitu? Jadi ee sebenarnya bentukan itu kita dapat dari penyesuaian dari ruangnya dulu. Jadi kita konsepnya di layouting-nya dulu, sirkulasinya nyaman, terus nanti kalau sirkulasi sudah kebentuk, modulnya sudah kebentuk, ee semua ruang sudah terkoneksi dengan sirkulasi udara alami, pencahayaan, ee baru kita main di bentukan. Nah, bentukan ini pun sebenarnya kenapa kok miringnya ee enggak simetris gitu ya? Karena segitiganya itu ngepasin dari ruangan e modul costnya. Jadi tengahnya segitiga itu kalau dilihat nanti ng garis lurus dengan grid di bawah di dalamnya kosnya. Oh, karena pas di dalam itu kanan dan kirinya ada celah itu ya, Mas ya? Iya, betul. Konsepnya seperti itu. Jadi form follow function gitu. Weh, canggih-canggih. Kemudian ee untuk materialnya sendiri dari lantai du itu ya itu di area atas itu ee kita ee kasih warna hitam itu material kamprot. He. Terus kemudian di bawahnya itu ada material bata merah yang kita [musik] emang sengaja ya. Jadi karena ee apa untuk ee memberi kesan yang berbeda. Jadi kita buat e susunannya itu random kita. Oh ya itu ya Mas ya. Maaf ya. Ada yang nongol-nongol itu ya. Ada yang maju ada yang ee rata gitu kan. Jadi harapannya sih biar ada ini ya efek ee shading pembayangan. Jadi misalkan ini kan kebetulan tanahnya hadap timur. Jadi jadi kan matahari langsung datang ya. Jadi, pembayangan itu akan bergerak [musik] gitu. Oke. Jadi, tiap jamnya pasti akan berbeda dia. Ada seninya jadi ee ada unsur seninya juga yang kita masukkan. Nah, kemudian itu di lantai dua. Terus yang di sisi ee sisi kanan di sebelah sini itu kan ada ee bok planter box itu harapannya untuk ee sirkulasi udara itu biar bisa langsung cross dari depan sampai belakang itu jadi kayak ee kan dari ee lahan yang sempit. Jadi udara itu kan dari area yang luas terus dia masuk ke area sempit jadi [musik] kayak ditekan. Jadi udaranya nanti akan lebih enak di dalam. Kebutuhanang di lantai satu kan ada karpot untuk kendaraan. Jadi kita kasih kanopi biar enggak terlalu panasya. Kalau e kita tutup kanopi yang nutup solid itu kan nanti ee kesannya ngeblok [musik] dan gelap ya. Jadi kita sobek dari ujung sini sobek ke sana. Jadi kita kasih solid terus kemudian sisanya transparan dan ada celah ya, Mas biar si pakis berasil ini bisa ke atas ya. Iya. Jadi biasanya kan kalau kanopi ya sudah enggak ada pohon gitu. Tetap kita masukkan ee elemen pohon ya. Jadi ada ee dua pohon pakis Brazil. Kita pilih pohonnya itu yang ee batangnya itu enggak yang besar gitu. Kita kasih pakis Brazil itu kan dia meninggi ya. Benar. Jadi sesuai dengan ee lahannya sudah pemanjang. Jadi kita kasih pohon yang meninggi. Jadi langsing ketemu langsing. [tertawa] Boleh juga. Boleh juga. Dan ketika ada hijau-hijunya gini ini kan memang dominasi eksteriornya ini ya Maspos. Iya betul. Jadi terus jadi dikasih hijau-hijau gini jadi kayak me apa netralkan ya Mas ya. Iya. Jadi ee material di arsitektur itu kan udah hardscape ya. Jadi kayak ya udah itu emang buatan ciptaan apa ya fabrikasi. Tapi kalau e elemen hijau itu kan nature ya. Jadi e mengkombinasikan antara material dan alam itu kan sebuah keharmonisan ya. Weh. Jadi tapi yang di lantai satu ini di karpot itu kita buat ee polanya itu mengikuti dengan lantai apa kanopi atasnya. Jadi ini tetap segitiga lagi. Iya. Jadi kalau dilihat itu kayak ada sobekan di area karpot itu menyesuaikan dengan atasnya. Jadi yang di bagian bawahnya ee atap yang transparan itu kita kasih grass block. Kemudian e ini emang sengaja kita bedain materialnya ya. Oke, yang ini ya Mas ya. Ee ini 1 m ini nanti e menerus sampai ke koridor di belakang. Oh iya. Jadi satu kelihatan garis lurus sampai belakang sana. Jadi ini sebenarnya sebagai ee pengarah ya. Jadi ee dari depan kan udah apa ya enggak ada pintu ya. Jadi kita emang konsepnya kita itu open gitu ya. Maksudnya enggak yang ter apa ya terblok di kayak suatu ruang yang tertutup. He. Jadi emang kita konsepnya tapi di depan itu kita kasih kamar penjaga. Jadi di depan ini ada satu unit kamar itu kamar penjaga dan ini kita kasih apa? Bukaan sipit ya horizontal itu harapannya untuk kamar penjaga itu bisa monitoring langsung. J misalkan ada orang atau ada Kanget itu nanti kan ada tahu Nah ini terus kul lihat juga ternyata di bagian dindingnya sini perimeternya juga dibikin ini ya Mas ya. Miring juga ya ternyata ke sini ya. Iya. Jadi dindingnya ini samping kanan kiri. Kenapa kok miring? Karena kita acuannya dari pagar depan. Nah, pagar depan ini ee kita buat di 2 m ya. Oh, cukup tinggi. 2 m dari jalan. Dari jalan. Heeh. Kalau tinggi yang sana kan acuan dari bangunan yang di lantai satu itu. Itu kan sebenarnya lebih ke efisiensi material sih. Tapi harapannya biar cahaya itu enggak ngeblok. Jadi tetap bisa masuk. tetap bisa masuk dan udara masuk juga ya. Iya. Oke. Ini memang area untuk parkiran motornya, penghuni kosnya ya, Mas ya. Cukup 10 motor ada kali ini ya. Iya, mungkin kurang lebih di 10 motor ya. He. Jadi di lahan yang 4,7 ini kita kasih pagarnya itu sliding itu efisiensi tempat juga karena lahannya cuman 4,7. Jadi biar ee parkirnya bisa maksimal terus enggak ganggu ee kendaraan juga. Nah, yang sini, Mas. Monggo. Berarti sini tuh memang lebar 1 m untuk koridor. Sini yang tadi kita bahas ya, Mas ya. Ini untuk sirkulasi udaranya ya. Iya. Iya. Untuk ee ini sebenarnya ee samping ini untuk akses kebetulan kamar penjaga terus di samping itu ada akses maintenance ke tandon. Jadi misalkan ada ee perawatan itu enggak perlu masuk ke dalam. Jadi dari depan bisa langsung ke ee ke atas itu di depan ini ada ee bench bench dan ya inilah untuk duduk-duduk sementara. Jadi e biasanya kan kayak ee naruh sepatu atau helm. Nah, itu biasanya ditaruh di sini atau dimasukkan ke dalam gitu. Oh, oke. Jadi bisa buat naruh ini ya atau buat area santai juga ya? Iya. Nah, kemudian untuk yang di lantai satu depan ini kan ada celah-celah ya kalau kalau diperhatikan detail. Heeh. Itu jadi ee memberikan kesan ee antara dinding sama lantai itu enggak nyatu Kayak floating ya, floating. Harapannya biar apa ya, misalkan ada kelembaban atau apa itu enggak langsung apa ngalir ke atas itu jadi kepotong di di ininya jaraknya. Terus juga sebagai efek pencahayaan alami. Jadi dari dalam itu nanti dapat efek cahaya luar. Jadi kayak bias. Heeh. Jadi cahaya ee minim banget penggunaan lampu di siang hari. Oke. Ini karena kebutuhan syuting ya, Teman-teman ya. Lampunya kita nyalain berarti apa? Apa lagi, Mas? Terus ee ini yang tadi kelewatan ini kan kanopinya tadi kita kasih celak juga. Kasih cela pencahayaan. Jadi kalau dilihat kan ini ada efek cahaya. Nah, ini masuknya dari sini. Oh, jadi ee melimpah cahaya ya. Iya. Jadi ee dinding lantai itu semuanya harapannya bisa masuk ke dan dindingnya kenapa dibikin finishingnya seperti ini nih, Mas? Ee dindingnya itu emang sengaja kita os aja. Jadi harapannya sih karena ini kan kos-kosan ya. Jadi biar ya udah low maintenance gitu. Kalau misalkan dicat misalkan cat buat dipegang kotor. Oh lebih mudah kotor ini lebih menyamarkan ya. Ya udah kayak apa adanya gitu. Cuman satu yang menarik, Mas. Ternyata di koridor sini ini kan kalau yang atas ini kan ya udah plafonnya diekspos saja. Tapi yang sebelah sini ternyata ada celah-celah untuk cahaya lagi ya, Mas. Oke. Nah, jadi untuk konsep dari bagian atasnya di lantai 1 ini ee emang sengaja kita expos karena ketinggiannya itu kita buat ee ngepasin dengan modul tangga. Jadi sebelum kita nentuin ketinggian di lantai du itu kita pasin dengan modul tangga ini ya. Iya. Kurang lebih tangga itu ee naik trapnya kita buat ee estimasi di 17 sampai 18-an dikali jumlah anak tangganya itu menyesuaikan dengan ee ruangan. Terus kemudian yang ini tadi belum belum saya bahas. Jadi kenapa kokos? Karena ini ee tingginya sebenarnya kan enggak terlalu tinggi. Tinggi pintu itu ee kita buat di 2 15 m. Jadi kita buat ee selaras semua 2,5. Kemudian ada ee estimasi balok latai itu di atasnya pintu. Kurang lebih di 30 lah. 30 cm. Terus kemudian ada celahnya itu 20 cent. Jadi kemudian di atasnya celah itu ada langsung balok utamanya. Jadi sebenarnya dari balok ketemu balok gitu. Oh oke. Jadi efisien banget gitu kalau dari strukturnya ya. Nah kemudian kita ekspos biar ee ini kan pendek ya. Jadi biar enggak terkesan pendek dan biar ee kesannya tuh agak tinggi sedikitlah. Jadi kita expos terus juga kita itu biar ini sih apa kesannya tuh ada semacam pembeda. Jadi di lantai satu nanti kita os nanti di lantai du kita kita apa munculin plafonnya tapi plafonnya nanti di lantai du akan miring gu. Nah kemudian yang di glas blok ini ee sebenarnya sebagai aksen cahaya ya. Jadi di lantai dua itu nanti atasnya ada skylight. Kemudian di lantai satu ini dia glas bloknya ditaruh di lantai itu biasanya kan di dinding ya. Jadi ini di lantai. Harapannya sih ee memberikan pengalaman ee yang baru gitu ya. Jadi misalkan lewat oh ada glas blok nih. Jadi bisa ngelihat ke bawah terus yang bawah bisa lihat ke atas itu tapi samar. Jadi yang masuk cuman bias cahayanya gitu. Oke. Dan itu nyambung ke yang fase du yang lagi dibangun ya Mas ya. Iya. Ini kalau misalkan lurus-erus ini yang pembangunan tahap dua. Kebetulan sekarang lagi on progress. Jadi ditutup sementara itu. Nah, kita ke sini dulu nih, Mas. Ini berarti secara leuting karena ini kosan pasti perlu area ini ya, area bersantai, area komunal gitu ya, Mas ya. Nah, ini seperti apa pas mengkonsepkannya, Mas? Jadi ee untuk area komunal ini kita taruh di dekat tangga. Jadi tangga itu kan sebagai kor dari kos-kosannya ya. Maksudnya naik turun ya akses utamanya kan dari tangga. Jadi tangga itu aksesnya kita taruh di yang mudah dijangkau di dekat di area depan area depan. Nah, terus setelah tangga biasanya tangga itu kita buat ee terbuka ya, enggak yang tertutup dinding solid itu. Jadi kita kasih ee railing e railing-railing yang vertikal besi apa bulat. Heeh. Ee terus sampingnya ya sudah kita jadikan sebagai communal space. Jadi misalkan ee ada penghuni kos mau masak atau mau bikin kopi, teh kan bisa di sini nanti bisa sambil nongkrong di sini. Jadi harapannya sih biar ee penghuni kos di sini tuh bisa betah di sini gitu biar enggak perlu nongkrong di luar gitu. [tertawa] Boleh, boleh, boleh. Ini sudah bisa jadi coffee shop juga ya, Teman-teman ya. Iya. Ini konsepnya emang semi-semi kafe kayak gitu sih. Jadi kayak ada ee island barnya kayak gitu. Jadi tinggal nyariin ini ya, Mas. Nyariin baristanya. [tertawa] Iya. Oh, sudah ada di situ. Terus ini ee ada bench di sekeliling bench coran ya, Mas berarti. Iya. Jadi, ini kita pakai cor. Jadi, harapannya sih biar ee permanen aja gitu Biar ee enggak perlu mindah-mindahin karena emang kita sudah set ee apa posisinya di situ ya paten gitu ya. Jadi bench-nya ini kan ee nge-L ya ngikuti bentuk. Terus juga ini yang di area sini kita sobek nih. Jadi kita kasih sobekan. Jadi harapannya biar ini tuh bisa ngakses ke belakang transisinya ke sana. Iya. Untuk maintenance untuk misalkan ada perbaikan AC atau apapun itulah. Jadi aksesnya bisa dari sini gitu. Oh iya karena semua ada ini ya odorasnya ditaruhnya di samping sini ya. Dan terus juga ini jadi void juga ya Mas ya ke atas ya yang sebelah sininya ya. Iya ini atasnya ini void. Jadi skyllek dari lantai du nanti tembus sampai ke bawah. Oh, jadi dari pagi sampai sore biasanya jarang nyalain lampu. Bisa sih lebih hemat listrik ya. Listrik juga. Dan ini di sini dikasih ini ya, Mas, batel. Iya. Ini pakai material batel. Emang sengaja ya kita kasih tadi kan udah konkret-konkrit. Nah, kita kasih satu elemen pembeda yaitu ee menggunakan bata merah. Jadi ee nunjukin kalau ini tuh kor apa inti kayak gitu ya. Jadi komunalnya dan lebih hangat nih. Ada tambah ini nih lukisan buah-buahan ya. [tertawa] Keramik. Oh iya. Sama yang bawahnya keramiknya dikasih motif tagle. Iya. Jadi ee untuk di pola lantainya ini kita konsep itu ee yang lantai sirkulasi ini kan abu-abu ya. M kita konsep ee mat. Jadi emang konsepnya konkret-konkret gitu. Terus yang di komunal ini ee menggunakan pola apa ya? Tagle. Tagle motif ya? Iya, tegel. Dan ini motif batik ini kau ini ukurannya 20 * 20. jadi ee pola ini sebenarnya kita ngepasin di ee apa? Pembentuk ruang ee ininya island bar-nya. Cakep sih. Cakep. Jadi sekitarnya itu abu-abu. Jadi nunjukin kalau abu-abu itu sirkulasi Jadi yang beda ini ee area sini gitu. Are sini. Oke. Oke. Nah, ini kita mau ke unit cost-nya berarti. Oke. Siap. Oke, cuman kalau yang pas sudah dalam sini kita gantian peran nih. Silakan. Oke, sekarang sudah bergantian sama si Ivan ini. Sekarang kita mau ke mana nih, Mas? Melewati satu koridor ini dan kayaknya ke kamar-kamar tuh. Oke, tadi kan kita sudah di area komunal. Selanjutnya kita menuju ke belakang ke area koridor dan kamar satu. Oke, ini kamarnya ada yang bisa kita lihat? Silakan. Untuk konsep kamar lantai 1 ini kita buat kompact ya. Jadi kita ada modulnya dibuat 2,8* 2,9 dan sisanya 1 m untuk kamar mandi. Oke, bisa dicetakin konsepnya seperti apa nih, C? Karena ini kan kamarnya cukup kompact. Nah, tantangannya apa nih, Mas, mendesain sebuah kamar yang kompact gitu kan? Nah, untuk tantangan sendiri dari owner sih harapannya karena ini kamarnya kecil ya ee untuk bednya bisa dilipat-lipat, mungkin mejanya juga bisa dilipat. Jadi, oh ini bisa di ke atas folding gitu. Bisa dipraktikin enggak? Mungkin. Ayo kita coba untuk biar kelihatan. Nah, kita buat seperti ini. Wah, berarti kalau misalnya pada saat enggak tidur ini bisa jadi multifungsi gitu ya, bisa digunakan buat yang lainnya ya. Betul. Ee selain sebagai tempat tidur, ini juga sebagai tempat multifungsi bisa buat ya mungkin ada teman-temannya yang masuk satu dua orang. Dan bisa juga dimusikan sebagai yang muslim buat salat. Salat. Nah, tapi yang menarik juga itu ini. Ini cukup panjang diend aja. Berarti ini bisa dilipat juga ya tadi kalau enggak usah dipraktikin. Enggak apa Mas kalau susah. Cuman ini berarti kan apa semuanya menyatu sampai ke lemarinya ini ya. I jadi untuk ruang kamar ini kita sudah konsepkan yang area berdiri kita di sini sebagai [musik] tempat tidur. Kemudian area depannya kita buka sebagai jendela ya sebagai pencayaan utama dan sirkulasi udara juga. Jadi ini bisa di Wah, benar jadinya emang dia punya ini ya maksudnya cahayanya juga maksimal. Terus juga enak kalau pagi-pagi bisa buka jendela segar gitu. Jadi misal kita buka gini kan untuk sirkulasi udaranya jadi lebih lancar. Semisal kita untuk mengurangi pengurangan AC juga sangat memungkinkan seperti itu sih. Dan ini kebetulan pas lagi panas cahayanya masuk dari sobekan di sisi luar celah. Oke. Dan ternyata aku baru lihat ada TV di atas situ. Beneran baru lihat sih Mas di atas banget nih TV-nya gitu. Ini kebetulan karena waktu itu kita ee di luar konsep jadi ownernya menambahkan sendiri di area atas ini. Oh, aku pikir emang dari Mas Ivan konsepnya di atas enggak ya, Mas ya? Jadi ya ini tambahan dari ownernya karena mungkin supaya lebih enggak jenuh jadi tambahkan TV di atas. Oke. Dan ternyata di bagian atas itu juga masih ada sobekan untuk cahaya juga ya Mas ya. Betul. Jadi dari depan kita tadi kan sudah ada beberapa celah. Kita teruskan ke belakang mulai dari sisi sebelah utara dan sisi selatan. Oh iya. Jadi untuk pencayaan dari segala area kamar ini baik dari utara maupun selatan. Oke. Dan seilingnya juga dibedain diekspos aja konkret lagi di sini. Kenapa, Mas? Kalau boleh tahu ini kan kelihatan nih ada batasnya nih catnya putih. Nah, untuk lantai satu ini memang kita konsepkan lebih ke OS ya, karena dari klien membatasi untuk budget. Jadi kita desain bagaimana caranya budget yang ada bisa dimaksimalkan mungkin. Oke. Wah, tapi tetap keren sih. Dan di bagian sininya Oh, ternyata di bagian situ ada lemarinya juga. Betul. Jadi yang tadi sisi sini ada bed. Kemudian untuk wardrop atau lemarinya ada di sisi sampingnya untuk tempat pakaian di sisi sini dan untuk barang-barang atau peralatan bisa di sisi kiri. Iya. Ini bahkan sampai pojokan situ juga loh. Di bawah bisa buat naruh sepatu, sandal, semuanya dikombinasi juga ya, Mas. Ada yang terutup, ada yang terbuka. Ini kamarnya enggak besar. Tapi semuanya ada ya rasanya di sini. Jadi harapannya semua terkumpulkan di Dan betah kayaknya nih yang ngos di sini. Nah, di situ ada kamar mandi. Nah, di antara lemari atau kabinet ini kita ada sebuah pintu. Pintu ke kamar mandi. Untuk ukuran kamar mandi ini lebarnya satu dan panjangnya menyesuaikan seperti kamar tadi yaitu 2,8 ya. Jadi oke kita buat seperti kamar mandi pada umumnya ada westffel. Kemudian di sisi kanan ada untuk shower dan di sisi kiri ada kloset. Untuk kamar mandi tersendiri kita juga kenapa milih warna putih? Karena ya supaya lebih terang dan lebih luas kesannya, kita tetap fungsikan celah. Nah, tapi untuk celah yang di sini kita buat patahan ya. Dagetnya buat ee sirkulasi udara [musik] jadi enggak terkumpul di kamar mandi dan enggak lembab juga ya rasanya ya. Dan ini emang jadi terpisah juga area basah dan keringnya ya, Mas. Dipisahkan oleh wasffel ini. Simpel, clean. Suka sih. Apalagi ini sebenarnya mungkin ini simpel ya, Mas ya. Cuman ketika udah ada kita enggak perlu beli lagi gitu kan. Nah, kita juga kalau di kamar mandi tidak lupa pula menyiapkan kayak nice. Tempat tadah sabun naruh-naruh peralatan mandi itu sih. Oke, mungkin lantai satu sudah kita naik ke lantai du. Oke, ayo Mas menuju lantai du di tangga ini kita buat di tengah ya atau di sisi depan sebagai akses menuju ke lantai du kita buat tangga ini selebar 90 dan ketinggiannya 17 sampai 18 cent. Jadi harapannya sih biar dikai itu nyaman. Nyaman juga ya. Tangganya kita buat mensiku bisa dilihat jadi enggak lurus. He kita menyesuaikan bentuk keramiknya jadi yang memanjang dan meninggi bisa dilihat. Oh. Nah, pas di atas ini rasanya lebih terang lagi karena aku lihat ada skylight ternyata di atas situ. Tapi ini cukup menarik loh, Mas, perpaduan materialnya di sini. Ternyata glass bloknya juga ada di sisi sini ya. Ini, Mas sebagai sirkulasi juga ini ada lubangnya di roasternya. Nah, jadi selain tadi ada beberapa material seperti cat, roaser, dan glassb kita sisipkan di area ini untuk sirkulasi udara dan pencahayaan dari harapannya dari depan maupun dari atas bisa masuk ke dalam bangunan ini. Oke. Jadi kita lanjut ke atas nih. Kalau di atas ini berarti isinya kamar tidur semua ya? Jadi di lantai dua ini kita ada empat kamar. Oke, di depan ada satu dan di belakang ada tiga. Sebelum bahas kamar, mungkin kita bahas koridornya ini dulu karena cukup menarik kalau dilihat dari sisi sini akhirnya kelihatan nih I kalau glas blok yang di bawah tadi buat lantai di bawah dan masih ada sampai atas juga ya, Mas ya. Betul. Jadi kita melanjutkan dari yang lantai satu tadi. Untuk glas blok kita buat di lantai ini sebagai ya pengalaman material ya. Jadi rasanya akan beda antara granit dan glas blok ini selain sebagai untuk pijakan juga pencahayaan dari atas. Jadi dari lantai kemudian dari atas harapannya kan nanti ada cahaya yang turun dia sampai ke bawah. Oke. Jadi area bawahnya juga enggak gelap gitu ya Mas ya. Dan di sisi sini tuh ada sedikit celah untuk ambiance light-nya. I lampu LED strip memancang sebagai arah penanda bahwasanya di depan ada ruangan dan di belakang juga ada ruangan. Ngomong-ngomong tadi soal kamar, emang di sini ada berapa kamar dan tipenya emang beda-beda, Mas? Atau gimana? Nah, untuk di sini setotalnya di lantai du ada empat dan lantai satu tadi ada dua, jadi ada enam, ya. Oke, untuk tipenya juga ada dua. Untuk lantai satu yang lantai dua plafon mungkin bisa masuk ke lantai duanya. Nah, kita tadi belum bahas pintunya nih, Mas. Ini pintunya juga cukup menarik loh menurutku. Boleh diceritain enggak, Mas? Ini materialnya dari apa dan kenapa didesain seperti ini? Nah, oh iya ini pintu kita dari material kayu jati ya, kita susun-susun per 10 cm. Jadi karena untuk menghemat budget ya, jadi kalau kayu yang utuh kan akan sedikit lebih mahal ya. Kalau yang sudah potongan-potongan gini dari berbagai potongan kayu yang sebelumnya mungkin disatukan akan jadi lebih menarik. Berarti ini tuh berawal dari budgetnya juga ya, karena budgetnya yang ada segitu. Terus akhirnya gimana caranya jadi pintu yang estetik juga gitu ya, Mas ya. Kita juga aplikasikan pintu. Handl-nya juga enak nih dipegang dan perpaduan warnanya lagi-lagi ya dari tadi hitam, coklat, abu tuh. J kita ada pengulangan-pengulangan dari depan dan belakang sudah ke atas. Oke. Nah, kalau untuk kamar tidur yang ini bedanya apa ini, Mas, sama yang di bawah? Karena kelihat mirip-mirip. Memang sekilas agak mirip di kamar tidur lantai 2 ini kita buat silingnya miring mengikuti bentuk atap yaitu plafonnya agak miring ya. Ya, bisa dibilang miring banget juga karena ya kita mengikuti bentuk atap supaya untuk yang lantai du ini agak lebih luas untuk perbedaan harga juga nanti. Karena ini kan secara tidak langsung untuk komersil juga kos-kosan. Yang lantai satu mungkin agak sedikit lebih low, yang lantai dua agak sedikit lebih high gitu. Oke. Tapi kalau untuk secara ukuran ruangnya sama kah, Mas, ukurannya? Untuk secara ukuran ruang sama. Jadi kita buat modul yang sama dengan lantai satu maupun lantai dua. Oke. Tapi kalau untuk layout-nya semua sama ya, Mas? Aku lihat ya, kasur, lemari sama kayak di bawah dan masih ada bukaan ini juga sama berarti menerus sampai atas juga ya, Mas ya? Iya. Jadi ini kurang lebih kita mirror aja. Dari sisi yang kiri ke kanan mungkin jadi seperti ini. Oke. Kamar mandinya juga aku intip. He sama sih sama ya Mas ya? Betul. Oke mungkin kita bisa lanjut ke area lain, Mas. Untuk di depan sini kita taruh plan BX tadi ya dan bench. Ee harapannya sih kalau yang di sini sebagai selain sebagai untuk penahan atau pembatas juga ada area hijau-hijaunya gitu ya. Jadi di rumah itu enggak terkesan gersang gitu. Heeh. Walaupun ini rumahnya kecil atau kosnya kecil, jadi kita tetap sisipkan vegetasi atau tanaman. Oke. Jadi bisa buat duduk-duduk juga di sini santai. Dan ini tuh kan dari sisi depan dan belakang ya. K lihat emang ada seperti ini sama persis ya. Udaranya ngalir banget ya Mas di sini Betul. Jadi ya karena kita buka open dari depan dan belakang ya harapannya selain cahayanya masuk secara maksimal ya udaranya juga lebih mengalir. Ini juga tersusun rapi di sini Mas ya. Heeh. Untuk di AT2 kita sisipkan juga untuk area MCB ya meteran listriknya di satu titik ya. Harapannya nanti semua misal ada mungkin ee mau habis listriknya bisa ke depan jadi satu. Sini semua jadi satu. Oke. Nah, kalau di belakang sana kan aku lihat ada sedikit pengerjaan tadi. Kayaknya kita bisa ngintip tuh. Ngintip dikit tuh kalau dari atas nih. Ayo, Mas. Ayo. Kita ke belakang. Kita ngelihat nih yang fase duanya. Tapi kalau boleh tahu, Mas, emang untuk pengerjaan fase satu ini tuh berapa lama sih waktu itu, Mas? Untuk pengerjaan fase 1 ini kurang lebih hampir 6 sampai 7 bulan ya. Oh. Untuk projeknya karena untuk bangunan arsitektur dan interiornya kurang lebih hampir ya setengah tahun lebih ya. Hmm. Dan sekarang lagi dilanjutkan ke fase duanya yang rencananya emang ada penambahan berapa kamar Mas untuk fase du ini? Nah untuk fase du ini sekarang lagi on progress ya. di antara kos yang fase 1 dan fase du ada inner garden sebagai pembagi ya. Untuk yang fase du ini kurang lebih hampir sama ya untuk modul ruangnya. Nah, tetapi untuk interiornya akan sedikit lebih berbeda. Harapannya sih nanti yang ini lebih high lagi. Oke, kita lanjut ngobrol di bawah. oke. Mas Abi, Mas Ivan biasanya kalau udah duduk kayak gini, Teman-teman pengin tahu nih soal budget. boleh tahu enggak, Mas? Oke, untuk eh estimasi budget ya untuk pembangunan kos ini kan di tahun 2023 itu ee kisaran budget permeter pembangunan itu di 4,5 ya. Itu fisiknya saja belum termasuk interior. Oke. Kalau misalnya prosesnya nih seperti apa sih ee mungkin dari desainnya, pembangunannya berapa lama nih untuk membangun kosan ini? E untuk proses desain waktu itu estimasi 3 sampai 4 bulan ya, dibangun sekitar 6 sampai 7 bulan. Oke. Nah, kalau projek-projeknya saturasi arkitek sendiri yang lainnya ini apakah emang residensial atau coffee shop atau apa aja? I untuk kebanyakan projjectnya di saturasi itu emang lebih banyak menangani di residensial ya. Ee kita enggak cuman di rumah tinggal kan biasanya ada juga yang kos-kosan terus kafe ee jadi semuanya nih Iya. Iya ya. Yang bisa di gitu ya. Oke. Dan aku dengar-dengar katanya kantornya itu ada di tiga kota. Kota apa aja, Mas? Ee ada di Lamongan, Jogja, dan di Tangerang. Ya. Jadi ee untuk Lamongan itu mencakup di Jawa Timur ya untuk ee wilayah Jawa Timur. Terus kemudian di Jogja itu di Jawa Tengah. Terus di Tangerang itu untuk ee wilayah di Jawa Barat. Jadi ee tapi kebanyakan projeknya saturasi itu hampir di wilayah Jawa itu hampir merata gitu. Oke, mungkin ada lagi sebelum aku tutup nih, Mas. Kalau Oh, kalau teman-teman mungkin ada yang mau tanya-tanya, mau ng-edesain juga sama kalian bisa kontak mana? Oke, mungkin bisa ee cek di Instagram kami ya, di Saturasi Projects. Kemudian nanti bisa di DM aja nanti akan direspon dengan admin. Oke, tuh teman-temannya sudah kita kasih lengkap jelas. Terima kasih banyak Mas Abil. Baik, terima kasih. Kita udah boleh main ke sini, udah colab sama kita, kata Mas Ian, entar kita suruh datang lagi kalau udah jadi yang Oh [tertawa] oke, Teman-teman. Makasih juga nih sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wicaks Mufta Janah, Inspira Homes, dan TikTok Wicak Mufta dan Inspira Homes. Oh ya, kalau misalnya kalian ada yang lagi cari rumah, kalian bisa cari juga di klikin. Ada di Instagram dan TikTok. Bye bye. Dadah. multifungsi bisa buat ya mungkin ada teman-temannya yang masuk satu dua orang dan bisa juga diikan sebagai yang muslim [musik] buat salat salat. Wah multifungsi banget ini. Mohon maaf ini gimana [tertawa] kayak jualan jadinya dulu kali ya. Yeah.

Lihat di YouTube