Jungkat

KPR ala Gen Z: Rumah impian tanpa drama! #99Talks (YouTube Video)

  • 28/08/2025

banyak e stigma atau anak muda itu yang mikir bahwa KPR itu bisa bertahun-tahun. Karena dengan tenor yang panjang, kita bisa mendapatkan cicilan yang jauh lebih rendah dibandingkan kalau kita ngambil tenor pendek. Aku pribadi juga e lebih prefer sewa ya, mungkin karena em aku rantau ya. Halo Property People, selamat datang di 99 Talks. Podcast seru seputar dunia properti barengan sama gua Bayu yang bakal nemenin e Property People untuk ngebahas tentang e dunia properti gitu ya. Dan kali ini bakalan seru banget karena kita bakal ngebahas seputar KPR dari kacamata anak muda gitu ya. Ya, kenapa? Karena anak muda juga sekarang ternyata banyak sekali yang sudah melag properti, tapi ee apa namanya? Cara pembayarannya adalah salah satu opsi yang paling ee di ee dipilih gitu ya, adalah dengan melalui KPR. Nah, supaya enggak salah jalan, supaya enggak ee salah langkah gitu ya, gimana kalau kita langsung ngebahas aja KPR dengan mortgage analis dari rumah 123? Ada Sabina Marisa. Halo Property People. Dan satu lagi ada perwakilan dari Gen yaitu Hai Sidik. Halo Property People. Oke, apa kabar kalian? Baik, Mas. Alhamdulillah. Kenapa kita mau ngebahas KPR? Bahkan sebenarnya gini, banyak e stigma atau anak muda itu yang mikir bahwa KPR itu bisa bertahun-tahun, terus juga ee cicilan seumur hidup jadinya bikin kayak beban. Nah, tanggapan kalian atas ee statement itu seperti apa? Dari kacamata Genji atau aku pribadi deh, aku kadang mikir em cicilan KPR tuh gede gitu, Mas. Jadi, emm ada tekanan tersendiri buat Genzi untuk ee mengambil KPR gitu. Belum lagi kalau bunganya bunganya gede gitu kan. Nah, jadi menjadi em beban tersendiri, menjadi komitmen yang e terus-menerus gitu. harus bayar bayarbayar bertahun-tahun gitu. Mungkin seperti itu kalau dari POV aku sih, Mas. Oke, ya. Jadi sebenarnya ada apa namanya, ya? Tantangannya adalah lebih ke ini sebuah komitmen jangka panjang ya. Maksudnya kayak kan enggak bisa juga di tengah-tengah berhenti. Tapi mungkin sebenarnya juga ada solusi juga kalau misalnya tiba-tiba di tengah jalan puyeng ya kan. Betul. Kalau dari aku sih aku sebenarnya mengerti ya Mas ee POV-nya dari Mas Sidik gitu kan. Kalau memang KPR ini bisa dilihat sebagai komitmen yang cukup panjang, tapi e menurutku ini tuh bukan berarti menjadi isu yang enggak bisa kita selesaikan. Apalagi kita sebagai Genzi gitu kan. Kita tuh punya ee kemampuan literasi yang lebih tinggi dibandingkan generasi-generasi lainnya. Jadi dengan careful planning menurut aku kita bisa memiliki KPR dan tetap e memiliki rumah impian kita kayak gitu sih. Careful planning. Seru banget tuh. Ya kan? Nah, kalau ngomongin ini e apa namanya? agak ee belok sedikit. Ee sebenarnya benar enggak sih kayak Genzi itu masih suka banyak distraksi? Maksudnya kayak sekarang kan banyak konser gitu ya, e banyak hal-hal itu emang itu matter banget ya, Mas. He, banyak yang bilang kayak World Balance, masih senang main, masih senang paddle, ngopi-ngopi cantik gitu ya. Jadi ee mungkin jadi konsern juga kalau kita ngambil KPR gitu kan. Jadi ada duit kita nih misalnya kita bisa pakai buat main pedal, main ngopi-ngopi gitu kan. ini harus disisihkan berapa juta gitu untuk bayar rumah mungkin kayak gitu. Iya. Iya. Tapi kamu ee Sidik udah pun udah udah ada kepikiran belum sih kayak di umur kamu yang sekarang gitu ya? Kayak punya rumah ah gitu. Belum kepikiran. Mungkin kalau untuk sekarang aku masih milih sewa gitu kan karena masih muda dan emm kalau balik lagi kalau misalkan kita ngambil KPR kan komitmennya jangka panjang gitu. Jadi mungkin rencananya nanti setelah menikah atau udah udah ada pasangan gitu, Mas. Oke. Oke. Tapi bukan berarti ee sebenarnya apa namanya ya mungkin itu salah satu ketakutannya ya karena ada yang ngerasa nih komitmen nih kayaknya berat gitu ya. Padahal kan sebenarnya yang tadi Sabina mention gitu ya kalau ada e planning yang tepat terus juga kalau memang ada ee emang itu tantangan tapi bukan berarti itu enggak ada jalan keluarnya gitu ya kan. Betul. Oke. Nah, sebenarnya kalau menurut kamu sendiri saat di usia Gen gitu ya, Gen itu mungkin bisa dibilang start umur berapa sih sekarang 20 20 sampai 30-an gitu ya, Mas? Itu memang sebenarnya mampu enggak sih buat punya rumah atau buat beli rumah? Oke, ini menarik banget ya menurut aku. Jadi bahwa memang Gen ini kan kalau misalnya kita lihat ee di umur 20 30-an ini mereka tuh sebenarnya lagi produktif-produktifnya. Mereka juga punya ee umur untuk bekerja tuh juga cukup panjang. Jadi kalau misalnya berdasarkan pengalamanku di bidang KPR, bank itu akan melihat Genzi ini sebagai e potensi yang sangat bagus. Kenapa? Karena bank akan memercayai Gen untuk mengambil tenor atau durasi cicilan itu jangka panjang. Dan ini menjadi beneficial juga untuk Genzi. Kenapa aku bisa bilang kayak gitu? Karena dengan tenor yang panjang kita E untuk dari segi itu akan mungkin lebih bisa membayar cicilan KPR tersebut dengan kondisi mereka saat ini. Oke. Jadi ibaratnya kayak kalau misalnya baru umur 20 ngambil yang 10 tahun atau 15 tahun tuh masih ya selesai-selesai masih umur 35 masih produktif juga ya gitu ya. Kecuali kalau misalnya kamu udah umur ee 35 atau 30 atau 35an ke atas mungkin e kebayang juga tuh gila ngambil ngambil e KPR 10 atau 15 tahun mau selesainya. umur berapa kan gitu ya. Oh, I. Nah, jadi ini ada sekali nih e mungkin beberapa konsern dari e orang yang mau ngambil KPR gitu ya. Karena mereka banyak yang ngerasa ee mereka enggak tahu nih batasan gaji minimum berapa. Karena mungkin banyak orang yang sebenarnya pengin punya rumah lah dengan cara pembiayaan KPR, tapi mungkin mereka banyak kekhawatiran nih gaji berapa sih sebenarnya yang cocok gitu. Nah, mungkin kamu ada e insight. Oke. Jadi sebetulnya enggak ada angka pasti ya, Mas, untuk bisa pengajuan KPR. Selama menurutku yang sehat itu adalah ketika cicilan KPR yang kita bayarkan per bulan itu tidak melebihi 30% dari pendapatan bersih kita per bulan. Sehingga kita tetap bisa sehat nih di mana kita bisa membayar pengeluaran kita yang lainnya which is pasti banyak gitu kan Mas ya. Jadi pertanyaannya tuh bukan berapa minimal gaji untuk KPR tapi rumah seperti apa yang bisa kalian beli dengan daya kemampuan cicilan KPR kalian. seperti itu. Dan contohnya gini ya, kita kan kalau misalnya Gen itu e kalau kita being realistik biasanya gajinya enggak jauh-jauh dari UMR kan karena PR graduate gitu. Let say kalau misalnya kita tembak gajinya R juta berarti kamu harus bisa pastikan rumah yang mau kamu beli itu cicilannya tidak lebih dari 30% dari R juta tersebut. Kayak gitu. Dan ee aku mungkin mau tanya dikit. Kalau misalkan nih kita gajinya atau mungkin kita ee duitnya R juta nih atau berapal lah gitu, tapi rumah yang kita mau tuh emm mau yang lebih gede gitu karena sudah punya istri, ada anak gitu kan. Nah, ini kan Gensi sudah ada beberapa banyak yang sudah nikah gitu kan. Nah, tapi gajinya kalau dihitung sendiri itu enggak bisa nih untuk beli cicilan rumah ini gitu. Ada ada solusi enggak gitu kira-kira kalau kita mau ngambil KPR gitu? Iya. Jadi sebenarnya kalau misalnya KC sudah menikah itu itu akan jauh lebih baik lagi. Kenapa? Karena kita punya apalagi kalau misalnya pasangan kita bekerja ya, Mas ya ee Mas Sidik juga di mana gaji suami dan istri itu bisa disatukan dalam bentuk join income atau gabung pendapatan sehingga daya cicilan KPR yang diberikan itu akan menjadi lebih tinggi dan ee rumah yang mau dibeli itu bisa jadi lebih fleksibel, mungkin bisa jadi harganya lebih tinggi karena bank itu ngelihat oh berarti mereka bisa mampu bayar untuk melebihi rumah tersebut. Kayak gitu sih sebetulnya. Oke oke oke. Menarik. Nah, em tadi aku agree juga sih maksudnya dengan perencanaan keuangan ya yang maksimal kalau mau bayar utang itu 30% untuk bayar utang itu 30% aja karena kalau sudah ngelebihin itu itu bakal jadi keteteran semuanya benar ya. Nah, kamu sendiri Sidik udah aware belum sama ee financial ee planning itu gitu ya? Kayak ada pos-posnya nih buat buat buat hutang itu maksimal segini segala macam itu. Ah, mulai aware belum sih? Atau kamu mulai aware-nya di umur berapa? Oke, untuk aware-nya aku mungkin sekarang udah aware ya, Mas. Jadi aku biasanya bikin spreadsheet gitu. Jadi ada dashboard untuk pengeluaran. Jadi dibudgeting gitu kan. Ee berapa persen untuk sekian sekian. Nah tapi ada kalanya nih Mas ya kalau Gen kan ada ajakan main gitu tetap diikutin. Jadi kadang membengkak gitu pengeluaran tersiernya. Ee awalnya cuma berapa persen 20% itu jadi bisa jadi 30 40% mungkin kayak gitu. Mungkin perlu didisiplinkan aja gitu Mas. Betul ya. Ee apa namanya? Bukan berarti Gen punya rumah. He. Tantangannya ada, tapi pasti ada solusinya. Betul. Khususnya to solusi dari rumah 123. Betul ya? Jadi mau mau mau cari properti yang apapun juga ada. Terus juga kalau enggak salah ada e ada beberapa fitur yang nanti mungkin bisa kamu jelasin juga. By the way tadi ee sempat dengar Sidik sempat mention ee mungkin sekarang lebih prefer sama ee sewa gitu ya. Emang sebenarnya kalau dari POV kamu sendiri atau mewakili teman-teman Genz yang lain di tongkrongan gitu kalau ngobrol gitu emang ee lebih banyak ke sewa ee yang kayaknya pengin sewa aja deh gitu gimana? Iya. Eh, kalau dari teman-teman banyak yang nyewa dan aku pribadi juga e lebih prefer sewa ya. Mungkin karena em aku rantau ya, rantau ke Jakarta juga. Jadi emm nyewa kos atau nyari kos atau ngontrak gitu kan. Nah, terus kebetulan sebelumnya juga sempat freelance dan ee kerja remote gitu, Mas. Jadi ee banyak pindah-pindah kan. Terus aku ngerasa kayak kalau misalkan nanti aku pindah kerja lagi atau ada opportunity baru lagi ke luar negeri lagi. Jadi kayak kalau aku beli rumah kan ee komitmen jangka panjang gitu. Nah, jadi setelah tadi dijelasin sama Mbak Sabina mungkin lebih enak kalau misalkan memang ada rencana nikah, ada udah ada pasangan gitu, jadi bisa join income bisa ee lebih stable gitu kan, lebih tepat gitu karena untuk membangun keluarga juga gitu. Mungkin kayak gitu, Mas. atau mungkin aku izin sedikit ee nambahin dikit kali ya dari point of view-nya Mas Siddiq, which is aku setuju banget gitu ya Mas memang ee apalagi Gen ini kita banyak banget dinamika kehidupannya ya Mas ya. Tiba-tiba kerjanya remote, tiba-tiba pengin healing ke luar negeri dan segala macamnya. Sebenarnya kalau menurutku sendiri ya, dari sudut pandangku memang ee kita itu ee lebih baik untuk punya KPR ketika kita memang enggak mesti sudah nikah dulu, tapi at least kita sudah punya plan kita ke depan mau ngapain. Kira-kira kita bisa memproyeksikan 5 tahun ke depan atau ya beberapa tahun ke depan kita mau mau ngapain, mau seperti apa kayak gitu. Jadi ee kita bisa itu yang aku bilang tadi careful planning itu sehingga even though nanti misalnya terjadi sesuatu gitu kan di kehidupan kita, kita tuh tetap bisa settle dan sufien untuk bayar ee cicilan KPR itu sendiri kayak gitu sih Mas. Apakah beli rumah secara KPR itu lebih aman daripada ee ngontrak atau sewa? Oke. Jadi ee menurut pandangan aku ya, Mas ya, bahwa memang kalau kita ngomongin short term dan tadi Mas Sidik juga sempat singgung bahwa memang ada banyak dinamika kehidupan, mungkin memang e best option-nya bisa untuk sewa ya. Tapi kalau misalnya kita ngomongin jangka panjang gitu menurut aku akan lebih safe kalau misalnya kita ee KPR. Kenapa? Let's say gini, aku akan kasih ee contoh gitu. Misalnya kita sewa e kos-kosan dengan harga R juta gitu, but at the same time mungkin kita bisa beli rumah dan cicilan KPR juga dengan harga yang sama R juta gitu kan. Mungkin untuk sekarang kita enggak akan ngerasain e berperbedaan begitu signifikan karena value-nya masih sama. Tapi once ketika contohnya dari ibu kosan naikin harga sewa kos-kosan lagi bayar listrik belum bayar listrik benar kok ada kerusakan terus e tiba-tiba kontrak diputus secara sepihak atau yang paling parah kalau tiba-tiba kita disuruh move out dari tempat tinggal kita kan enggak enak banget ya itu jadi kayak kita mau tinggal di mana habis itu benar nah sementara kalau misalnya kita ee bayar KPR gitu kan dan ketika masa cicilan itu sudah selesai rumah itu akan menjadi milik kita dan kita tuh mau ngapain aja terhadap rumah itu ya enggak masalah kan itu punya kita kayak gitu dan itu akan menjadi aset kita. Makanya menurutku dalam jangka panjang memang investasi yang paling worth itu ya ee punya rumah dengan salah satu opsinya ee dengan KPR gitu instead of e ngontrak atau sewa gitu. Aku mikir-mikir lagi kalau misalkan kita ee nyewa dengan harga Rp3 juta. Apalagi kalau di Jakarta R juta R juta tuh normal gitu ya kan. Iya gitu kan. Kalau misalkan kita di bawah itu mau dapat apa gitu kan. Jadi kalau nyicil rumah juga sekitar angka-angka segitu juga gitu kurang lebih punya jadi punya jadi sendiri. Iya. I emang sih kalau misalnya kita ngelihat ee balik lagi ya kayak em spending e bulanan untuk sewa dan segala macam harganya ya kayaknya ya udah segituan. Tapi kadang kalau di ujung-ujung di akhir tahun wah udah ngeluarin segini harusnya udah bisa dapat segini bisailah segala macam gitu kan. minimal udah punya barang eh maksudnya itu jadi aset sendiri yang mungkin di kemudian hari aset itu kan juga bisa jadi lebih berharga ketika misalnya kita butuh butuh sesuatu itu kan bisa ee di apa namanya bisa dijadikan jaminan gitu ya kalau misalnya kita mau ngapa-ngapain juga kita bebas mau renovasi sesuka hati kamar mau diapain apa segala macam enak karena punya sendiri kalau masih nyewa kan mungkin ee ada banyak ada aja ininya lah ya gitu oke gimana caranya nya ee strateginya untuk bisa KPR tapi tetap bisa hidup bebas. Oke. Atau bisa kayak ngejalanin hidup gitu, enggak terbebani. Nah, gimana coba? Kalau misalnya kalian memutuskan untuk KPR nih para e gen-genzi budiman gitu kan ee coba kalian pertama harus being realistic e dulu. Kalian harus aware dulu sama kondisi finansial kalian dan kalian juga perlu budgeting secara e realistis ya. At least kalian bisa menyisihkan maksimal 30% untuk bayar KPR. Dan sisanya kalian juga harus planning untuk kebutuhan pokok, kemudian darurat dana darurat dan lifestyle gitu. Dan lifestyle ya memang kalian juga harus bing realistik ya. Jangan kayak oke mungkin gaji kalian R juta tapi kayak pengin tiap bulan liburan ke Hongkong kan susah ya. Kayak he wake up wake up kan gitu mungkin banget gitu. Iya. But but at the end of the day eh punya KPR tuh tetap akan menjadi ee suatu hal yang realistis selama kita juga bisa ee realistis juga dan disiplin kayak gitu sama kondisi finansial kita. Jadi yang paling penting adalah kalau kata Sabina tadi saving 30% itu udah mentok maksimal. Jangan sampai kalau misalnya rasio ee untuk bayar utang sudah 30 lebih dari 30% itu yang harus diwaspada, harus diketatin lagi ya kan biaya keinginannya, biaya jalan-jalannya, biaya nongkrongnya segala macam dibatasin lah gitu ya kan. I. Oke. Nah, kalau ee aku lihat di sosial media nih ya ee teman-teman. Jadi itu banyak orang yang takut mau KPR karena ada istilah em floating ya. Ada istilah floating. Sebenarnya cicilan floating itu apa sih? Dan apakah benar bahwa cicilan floating itu makin memberatkan? Iya. Benar. Benar. Benar. Mas pernah dengar enggak? Nah, itu itu yang menjadi konscern kita juga kalau di Genj itu karena kan bunganya bisa tiba-tiba naik gitu. Padahal dijanjinnya fix 5 tahun tuh sekian persen. Eh, ternyata pas masuk tahun sekian naik bukanya tinggi banget gitu. Oke, oke, oke. Aku coba jelasin dulu dari awalnya ya, Mas ya. Jadi, secara garis besar produk KPR itu dibagi tiga. Ada fixed and floating yang banyak banget nih di sosial media dan Mas-mas tadi juga udah singgung. Ada lagi berjenjang dan yang ketiga adalah fix rate. Cuman untuk sekarang aku coba jelasin e fix and floating gitu kali ya. Jadi kalau fix and floating itu kalau misalnya kita tahu nih mungkin kayak fix 1 tahun, fix 3 tahun, fix 5 tahun gitu kan. Nah, konsepnya tuh seperti apa sih? Jadi eh orang yang mengambil produk fixed and floating ini contohnya fix 3 tahun gitu kan, nanti di 3 tahun pertama itu cicilannya akan ee cenderung lebih rendah dibandingkan produk lainnya. Ee contohnya kayak single rate kayak gitu. Nanti di tahun keempat nanti ee orang tersebut akan membayar cicilan yang tiba-tiba akan naik kayak gitu. Nah, makanya ee mungkin ketika orang-orang nih yang sudah ngambil KPR itu mereka akan takut atau kaget itu ketika mereka memasuki masa floating kayak gitu yang tadi sudah sempat juga disinggung sama Mas Sidik gitu ya. Tapi bukan berarti itu enggak ada solusinya karena kita juga di sini ada yang namanya take over atau pindah KPR. Hm. Cat take over atau pindah KPR apa tuh kalau boleh dijelasin sedikit? Oke, jadi singkatnya pindah KPR itu adalah pemindahan KPR kita di bank saat ini ke bank lainnya dengan tujuan untuk memperkecil cicilan atau ee memperpendek tenor. Oke, menarik banget nih ya. Mungkin aku enggak bahas lanjutan di ee tentang pindah KPR walaupun itu sangat-sangat menarik sekali. Jadi kalau misalnya Property People tadi ee ee kebayang gitu ya bahwa ini KPR udah dijelasin solusinya tadi apa, gimana caranya supaya enggak salah pilih, gimana caranya supaya ee lebih mindful gitu ya ketika ee pakai uang. Habis itu nanti ada fase di mana harus ee cicilannya naik atau kena masa floating. Ada lagi solusinya. Take over KPR atau pindah KPR. Menarik. Nanti kita bahas lagi di episode selanjutnya gitu ya. Karena ini mungkin bisa jadi obrolan yang sangat panjang dan mungkin juga banyak juga nih property people yang sekarang lagi memasuki masa-masa pusing karena floating betul dan ee ada solusi baru gitu ya. Well, kalau misalnya aku bisa konklusiin gitu ya, sebenarnya Property People intinya KPR itu tuh eh bukan sesuatu yang ee harus ditakuti atau sesuatu hal yang seram gitu ya. Karena ee kalau misalnya kamu tuh paham cara mainnya gimana, gimana cara ee pilih ee produk yang benar dan segala macam gitu ya. Jadi jangan keburu takut sama kata-kata KPR gitu ya, karena ee KPR anti PR gitu ya kan. PR enggak boleh PR ee karena pasti akan di ee bantu sama e Rumah 123 tentunya gitu ya. Nah, kalau misalnya ee kamu e ngerasa sekarang lagi mau nyari KPR, semoga video ini sangat bermanfaat gitu ya dan juga e jangan nunggu perfect dulu baru mulai. Yang paling penting kamu tahu dulu tujuannya apa tadi ya. Terus juga jangan e harus tetap ngejaga e keuangannya juga, planningnya juga harus benar gitu ya dan harus berani mulai dari sekarang. I enggak sih? Karena kalau nunggu-nunggu harga rumah naik terus. Betul. Keban nanti tinggi kan in punya teman banyak juga makin banyak distraksi gitu ya. Iya betul. Dan kalau misalnya teman-teman mau tanya-tanya tentang KPR atau konsultasi langsung caranya gampang banget. Kamu tinggal masuk ke website www.rumah123.com rumah 123.com dari homepage. Kamu langsung klik menu KPR dan kamu langsung pilih simulasi KPR untuk hitung estimasi cicilan kamu. Setelah itu, kamu bisa isi data diri kamu dan konsultasi langsung gratis tentang KPR. Ada juga opsi KPR syariah bahkan sampai dengan takeover KPR. Oke, sekian dulu e 99 Talk episode hari ini. Thank you banget buat Sabina dan juga Sidik atas waktunya ya. Semoga obrolloan hari ini bermanfaat sekali. I dan juga semoga obrolan ini bisa bikin anak muda ee bisa lebih siap, bisa lebih percaya diri, dan mau memulai langkah pertamanya untuk mencari hunian impiannya ya gitu. Dan e jangan lupa buat Property People untuk komen dan juga subscribe YouTube channel-nya Rumah 123 karena jual beli SEO Property jadi lebih mudah di Rumah 123 karena Rumah semua. Kalau gitu gua Bayu Kraza pamit Sabina dan juga Sedikq pamit. Kita ketemu lagi di episode 19 berikutnya. Bye bye. Bye. [Musik]

Lihat di YouTube