Krisis RAM Makin NYATA, Harus GIMANA? 😱 (YouTube Video)
Harga RAM telah meningkat ratusan persen sejak awal tahun 2025 dan diprediksi akan terus naik sepanjang tahun 2026 hingga 2027. Terus gimana nasib dunia teknologi? Apakah Kiamat RAM beneran di depan mata? Dan kira-kira kita harus beradaptasi macam mana? Yuk, simak analisis sok tahu kami. Seperti yang kita tahu, kelangkaan RAM yang dimulai 2025 ini bukan gara-gara mining crypto ataupun perang Ukraina yang ngabisin stok RAM buat rakit drone Kamikaze dan peluru kendali. Tapi ini semua gara-gara ulah AI di mana masing-masing perusahaan AI lagi FOMO bikin data center harga miliaran dolar yang habis-habisan menyedot stock chip nant buat kebutuhan mereka. Terlebih mayoritas memori yang mereka butuhin tuh jenisnya HBM high band with memory. Di mana per memory nyedot lebih banyak chip biar ditumpuk secara paralel. Alhasil, ketika semua foundry dan vendor memory fokus ngelayanin ekspansi data center, harga produk net lain, terutama RAM dan SSD terus naik enggak terkendali. Kalau semua cip memori di. AI, consumer, gamer, PC builder sampai pabrikan laptop dan smartphone mana kebagian kan. Buktinya Samsung MIUtor aja lately bikin statement bahwa mereka bakal lebih prioritasin customer enterprise dan data center mereka dibanding menuhin kebutuhan Samsung Mobile. Kurang badut apa coba keadaan sekarang ini? Sekalipun foundry memori macam SK Hinxsung dan Micron detik ini juga berbaik hati. Enggak cuma mikirin cuan bangun vap-vap baru buat menuhin permintaan. Minimal akan butuh waktu 2 sampai 3 tahun untuk menyelesaikan konstruksi dan mulai produksi. Keadaan ini bikin kita semua cuma take entusias putus asa melihat dunia teknologi 1 tahun 2 tahun ke depan. Nah, sekarang mari kita bahas prediksi langkah-langkah yang kemungkinan bisa diambil pabrikan elektronik, terutama PC, laptop, dan smartphone, terus juga developer serta kita juga sebagai konsumen produk-produk tersebut. Karena menangis di pojokan dan meratapi nasib bukan solusi. Pertama, pabrikan komputer prebuild, laptop, dan smartphone cuma punya dua opsi. pertama naikin harga secara drastis atau kedua naikin harga dikit tapi RAM dan storage bawaan di pangkas di mana upgrade dan memori SSD bakal dibebanin secara premium ke masing-masing user. Mau enggak mau vend dan Toko mungkin lebih nge-push jualan laptop gaming dengan RAM hanya kepasang 8 gig sekeping ya, balik lagi ke tahun 2015 dan storage 256 atau 512 gig doang dengan opsi 16 gig dual channel kalau customer sanggup langsung include saat pembelian. Laptop yang punya lebih dari satu slot SSD juga punya advantage di sini. Tetapi itu kan cuma berlaku di PC prebuild dan laptop yang punya memori upgradable. Gimana kalau memorinya on board apalagi on package macam Apple. Mau enggak mau harga bakal naik, enggak ada pilihan lain sehingga mungkin banyak pabrikan bakal lebih nge-push dari laptop dengan upgradable RAM. Karena takutnya laptop-laptop RAM on board seperti Ultrabook bakal lebih susah kejual. Biasanya laptop-laptop dengan RAM onboard besar lebih cepat jatuh harganya dibanding yang RAM upgradable. Mungkin bisa juga kalian sebagai konsumen mencari peruntungan di pasar barang second. Lebih kasihan lagi smartphone nih. Masih mending rata-rata laptop sekalipun ultrabook masih bisa nambah ukuran SSD. Nah, HP boro-boro upgrade storage, buka backdoor buat ganti baterai aja susah. Kalau nanti HP-HP MR cuma bisa dikasih konfigurasi RAM 6 gig storage 128 gig gimana mau nyimpan data di mana? Mungkin ini saatnya pabrikan-pabrikan HP slot micro SD kecepatan tinggi minimal UHS1. Kalau bisa UHS2 lebih bagus lagi. Jadi kalaupun terpaksa install app yang support ke dalam SD card, bottle neck-nya gak parah-parah amat. Maybe HP-HP flagship pun bakal embrace kembali SD card biar konsumen bisa nyicil beli storage meski harga SD card juga enggak akan aman. In the meanw, mumpung harga smartphone belum naik-naik amat, mungkin akhir tahun 2025 ini saat yang tepat buat beli HP dengan storage besar sebelum harganya makin enggak ngotak. Oh ya, awas aja nih kalau pabrikan-pabrikan makin gencer ngepromosin virtual RAM sebagai RAM asli sebagai solusi daripada RAM kecil. Ketiga, bagi di antara kita yang enggak punya privilege beli RAM dan storage lebih, mungkin terpaksa buat puas dengan apa yang ada, yaitu ngakal-ngakalin PC biar enggak banyak makan RAM seperti mati-matiin background apps, ngurangin settingan grafis game, hemat-hemat tab di browser, ngurangin kegiatan multiwind, dan optimisasi-optimisasi lainnya. singkat cerita, kita dipaksa lebih bersyukur dengan RAM yang ada sambil nabung atau nunggu bisa beli RAM lebih banyak. Nomor 4AT. Selain dari sisi user, kami harap developer dan engineer harus bisa makin jago optimisasi usage RAM daripada aplikasi-aplikasi yang mereka buat. Mungkin di MacOS atau iOS usage memory udah sangat optimal. Namun alangkah baiknya di Windows bisa ngasih effort 110% demi improvement soal efisiensi memori dan storage. Karena jujur segitu banyaknya app dan game saat ini yang optimisasinya jelek. Alih-alih GPU makin powerful, RAM dan SSD gede sebelumnya juga murah dan lain-lain bikin banyak developer malas bikin app dan game-nya jalan dengan konsumsi resource yang minimal. Contoh big win yang terakhir gue dengar itu aplikasi Call of Duty HQ di PS5 yang tadinya 126 gig berhasil dipangkas jadi 25 gig doang diskon 100 gig. Gila kan? Optimisasi memori dan storage jelas bisa jadi label yang dibanggain developer-developer app ketika mereka beneran susah payah melakukan PR tersebut. Terakhir, ketika storage offline jadi begitu mahal, kita juga berharap cloud storage enggak ikutan naik gila-gilaan biar at least ada alternatif penyimpanan data yang reliable selama internet lancar. Ini bisa jadi kesempatan bagus buat para provider cloud storage untuk kerja sama bareng vendor-vendor laptop dan smartphone. Misalnya, let's say beli HP flagship mahal cuma dapat storage 256 gig, tetapi ada bonus Google Drive atau Dropbox 200 gig selama setahun gitu biar rasanya enggak rugi-rugi amat beli HP di tahun 2026. Itulah beberapa prediksi dan rekomendasi yang kami bisa berikan terkait krisis chipn [musik] yang sedang terjadi. Suka enggak suka, kita semua sebagai user termasuk dealer dan vendor elektronic sampai developer pun harus beradaptasi dengan situasi yang ada di depan [musik] mata. Harapan kami punya cukup memori maupun enggak cukup memori, semoga kita semua bisa mencapai semua goals yang udah kita set di tahun 2026 dan seterusnya dan survive bareng-bareng. Itu dulu aja gue Mike. Sampai jumpa di video berikutnya.
