KUPAS TUNTAS KELEBIHAN dan KEKURANGAN HONDA VARIO STREET 125..!!! l Otomotif TV (YouTube Video)
Bahkan untuk dapat power to speed-nya pun lama banget, Teman-teman. Di yang ver Street ini cuma dapat 108 km/h. K bensinya klaim dari Honda 51 km/l. Lebih empuk, Teman-teman. Empuk dan jarak mainnya juga lebih panjang. Enggak gampang bottoming. Dan ini, Teman-teman, helm bisa masuk nih. Selamat siang, Teman-teman Otomotif TV. Apa kabar? Semoga dan bahagia selalu video ini. Amin. Kali ini kita udah test lengkap Honda Vario Street. Jadi ini adalah varian tertingginya Vario 125 ya. Jadi kalau misalnya kalian ya kepengin bat street tapi kekecilan atau Honda ADV 160 kegedean, nah ini tengah-tengah teman-teman ada di tengah-tengah ngasih posisi berkendara yang kalau menurut saya lebih enak daripada versi yang standar karena jelas ya stangnya lebih tinggi, posisi berkendara juga bisa lebih tegak. Nah, secara harga memang dijual lebih mahal kalau dibandingin sama Vario yang versi CBS atau CBS. Yang ini dijual R6 jutaan, Teman-teman. Cuma dengan R26 juta kita dapat ngerasain feeling berkendara yang mirip kayak naik motorsport. Nah, kita akan sama-sama bahas lengkap di video kali ini. Bukan cuma posisi bundaran, tapi juga mesin, kursi, bahan bakar, kenyamanan suspensi juga. Nah, kita akan rangkum dalam 10 hal, 10 poin penting yang kalian [musik] harus tahu dari Honda Far State 125 ini. Tonton terus videonya. Yang pertama kita ngomongin desainnya. Ini salah satu yang saya paling suka ya. Wah, desainera top sih kalau menurut saya topat lah. Di bagian depan sampai ke belakang tajam-tajam garisnya. Memang garis yang Indonesia banget lah. Dan yang sebelumnya saya paling enggak suka sama alisnya ya. Alis DRL di bagian depan sekarang udah hilang. [tertawa] Di depan juga makin keren lagi. Malah sekarang silwetnya mirip kayak Vario 125 yang gen 2 LED pertama dan ada mirip-mirip juga kalau dibandingin sama kakaknya yang VAR 60 teman-teman. Secara tampilan body cakep sih. Cuma emang bod depannya kan kembung ya lebar gede. Di bagian samping sini juga lebar juga. Bikin rodanya ketan kecil ya. Kalau menurut saya sih ini naik satu step pasti okelah. Misalnya kalau kalian nanti ganti ban di up dikit ya dari 90 yang depan jadi 100 yang belakang 100 jadi 110 masih oke masih pas sama lebar pelaknya enggak terlalu lebar juga kemudian yang saya enggak suka nah tapi tetap ada sih ya [musik] ada yang saya enggak suka ya kayak bentuk pelegnya kenapa enggak sekalian ganti ya padahal kalau menurut saya ini peleg yang lebih elegan ya kurang sporty sebenarnya kalau palang-palangnya mirip kayak Vario 160 atau mirip kayak pecek-pecekan lebih keren gitu kemudian ini nih yang aneh juga adalah di cover ini ya, cover speedometernya ya. Kalau di bagian samping gini kayak gantung gitu loh, Kay. Aneh terlalu besar gitu. Saya malah lebih suka kalau dikasih itu dikasih cover genuin aksesorisnya Honda itu lebih cakep karena menyamarkan bentuk depan yang aneh ini teman-teman. Sebetulnya saya suka sih telanjang kayak gini ya, trondol kayak gini saya suka. Seandainya casing-nya enggak terlalu besar pasti akan lebih cakep. Terus yang saya suka juga adalah ini nih bagian stangnya ya. Jadi pas kita lagi naik lagi duduk tuh feelingnya kayak naik motor spot teman-teman. Beneran kayak naik Honda CB gitu ya. Tampangnya sangar, ada racernya gitu kan. Feeling kayak naik motor sport padahal naik matic, naik Vario gitu kan. Oh ya di bagian belakang. Nah ini kamu ban nanya ya kok jarang sih ada yang ngomongin bagian belakangnya. Kalau menurut saya bagian belakangnya cakep sih. Di belakang ini nih kecil tapi pas begel ini turun ke bawah gini. Nah di sini langsung garisnya dibikin lebih keker di bagian tengah teman-teman. Dan ini memang lampu belakangnya sekarang jadi secuil banget ya. Tuh cuma satu LD-nya. [tertawa] Cuma untungnya desainnya bagus sih. Kalau yang lama kan L-nya banyak tuh, ada enam [musik] ya, en atau delan gitu. Banyak banget titik-titiknya. Kalau ini cuma ada satu doang, Teman-teman. Terus spatbard sebenarnya masih sama kayak versi yang sebelumnya tapi di kasih ada beberapa tasur baru di bagian bawah sini teman-teman gitu. Dan modelnya masih pai model yang gantung sporty banget ya. Kalau ada menar-menor dikit ya selera lah ya. Tapi overha sih ini desainnya bagus sih. Desainernya Honda perlu diangin jempol. Mantap. Berikutnya kita ngomongin posisi berkendara. Ini yang paling enak sih. Wah kalau dibandingin sama yang vari teman-teman. Dia kan posisi stangnya pendek ya, pendek terus juga ke dalam. Feelingnya tuh kayak naik motor spot yang firing gitu lah. Memang sih kalau buat selap-selip di kepesatan kayaknya lebih gesit ya, lebih lincah gitu kan. Cuma [musik] badan tuh enggak rileks karena tangan tuh kayak dipaksa buat mengapit gitu kan. Mengapit stangnya itu kan posisinya di kayak gini kayak agak bokuk dikit. Nah, kalau di motor ini beda banget teman-teman. Ini stangnya lebih tinggi 4 cm, lebih mundur 6 cm, dan lebih lebar 7 cm. Nah, kalau saya lagi duduk, Teman-teman, punggung bisa benar-benar rata ya. Dan stangnya memang agak mundur. Posisinya mirip kayak posisi genggam stangnya PCX, ya. Jadi, bukan yang santai tinggi enggak sih. Ini lebih pendek sebenarnya, enggak terlalu tinggi-tinggi banget. Cuma kalau dibanding sama yang versi biasa ini udah lumayan ya, lumayan lebih tinggi dan lebih dekat ke badan. Cuma emang kalau dibanding sama PCX, PCX itu lebih nengkuk ke dalam ya. Kalau ini enggak, ini sedikit lebih lurus tapi enggak selurus Honda ADV, Teman-teman. Ini feelingnya masih nyaman sih, nyaman banget ya. Bahkan ini buat yang tingginya di atas 70 cm pasti akan badannya malah bukan tegak lagi tapi malah bisa miring ke belakang gitu kan. [tertawa] saya sih ini jauh lebih nyaman ketimbang yang versi yang biasa. Jadi kemarin saya sempat jalan-jalan samaan ke Bogor gitu kan dari Jakarta ke Bogor PP gitu. Wah enak teman-teman sama sekali enggak pegal badannya. Beneran jauh lebih santai ketimbang pakai yang versi standar. Kemudian joknya. Nah joknya ini masih kayak versi sebelumnya ya. versi yang tahun 2022 ini empuknya pas lah, tengah-tengah. Enggak yang keras tapi juga enggak yang terlalu empuk ya. Terus kulutnya model yang banyak kayak ada [musik] titik-titiknya ya. Ini mirip kayak beberapa tahun yang lalu mungkin udah agak lama ya sempat yang model kayak gini. Positifnya adalah ini lumayan keset ya. Jadi kalau kita pakai CH jeans sih enggak terlalu licin, Teman-teman. Dan kalau menurut saya sih busanya oke ini enggak keras-keras banget buat jalan jauh gitu ya. juga masih enak, Teman-teman. 1 jam pakai motor ini juga enggak yang begal-pegal banget. Kemudian, deck, pijakan kaki ini masih sama kayak versi yang sebelumnya, ya. Lebar-lebarnya, sempit-sempitnya masih sama, Teman-teman. Ini enggak yang ee lega-lega banget ya. Saya ukuran sepatu 41 aja ngepas banget, Teman-teman. Tapi emang patternnya ini dibikin nge-grip, ya. Jadi, kaki itu enggak gampang meleset-meleset, ya. Ini oke sih, gitu, Teman-teman. Ini posisi bundar yang enak banget. Cuma emang ini ya bur samping. Nah, bur samping ini masih sama ya ukurannya kalau dibanding sama versi yang sebelumnya. Banyak yang nanya kan ini gampang mentok gampang mentok enggak? Kalau saya cuma 165 cm teman-teman ya enggak mentok sih masih jauh banget gitu kan. [tertawa] Tapi buat yang 175 cm ke atas misalnya ya itu baru deh. Pasti akan dekat banget sama body bagian samping sini ya. Kemudian stang juga banyak yang bilang kan kalau Vario itu kalau dibelokin mentok gampang mentok ke paha. Ternyata di motor ini biarpun stangnya lebih tinggi tapi sama aja teman-teman tuh masih tetap dekat nempel ke paha ya ini saya 165 cm Aan yang 173 sama aja teman-teman di Vario yang biasa ya nempel ke paha juga waktu-waktu dibelokin mentok di yang versi state ini juga sama aja teman-teman karena memang biarpun lebih tinggi tapi stang ini lebih mundur 6 cent kalau dibandingin sama versi yang standar jadi ya gimana lagi pasti akan tetap gampang nempel ke paha gitu teman-teman cuma buat saya sih jarang banget banget ya. Belok sampai benar-benar mentok sementok-mentoknya gitu ya. Kecuali putar balik putar balik juga kayaknya enggak sampai benar-benar mentok kayak gini sih. Jadi sebenarnya sih itu isu yang kalau menurut saya ya jarang kejadian lah. Jarang kejadian teman-teman gitu. Oh iya tinggi joknya tinggi joknya saya 165 cm teman-teman lihat nih. Saya masih bisa menapakkan kaki sempurna dua-duanya ya. Kalau duduknya di tengah pas tengah ya. Tapi kalau bisa duduknya mundur lagi ya pasti ini lumayan jinjit lah. Tapi dikit aja teman-teman tuh gitu. Dan kalau kakinya naik satu ya masih bisa napak sih. Enggak ada masalah gitu teman-teman. Kalau posisi berkendara ini enak banget sih. Beneran nyaman ya nyaman buat jalan jauh, buat jalan santai. Komuting juga wah enggak cepat capek. Kemudian gimana dengan pembonceng? Nah, pemonceng ini teman-teman joknya juga masih mirip kayak versi yang sebelumnya ya. Kalau yang depan mungkin memang lebar banget, tapi ke belakang ini makin sempit. Tapi untungnya busanya lumayan tebal di bagian belakang ini ya gitu, Teman-teman. Cuma kalau misalnya sih tetap aja nih kalau yang pantatnya lebar-lebar gitu ini kurang tercover semua sih. Pasti akan bleber-belebar sampai ke behel teman-teman. Dan untungnya buat pembonceng posisi pusepnya ya ini lumayan enak loh pusepnya. Ini posisinya enggak terlalu nangkring tapi juga enggak terlalu maju ya. Tuh pas banget teman-teman. Udah gitu si Fepnya pakai karet. Biun tamangnya kayak tampang jadul ya, bukan pakai aluminium kayak zaman sekarang. Tapi ini di kaki keset loh. Di kaki enak enggak licin teman-teman gitu. Posisi boncengan yang kalau mut saya ya ya mirip kayak vari-varia yang sebelumnya gitu teman-teman. Berikutnya kita ngomongin kenyamanan suspensi. Nah kemarin waktu kita jalan ke Bogor teman-teman ternyata bukan cuma running position yang bikin nyaman, tapi juga karakter suspensinya yang depan ya. Yang depan ini sejak versi tahun 2022 itu ada penyempurnaan ya. Jadi kode paten juga kalau dibanding sama Vario 125 yang sebelumnya beda. Lebih empuk teman-teman. Empuk dan jarak mainnya juga lebih panjang. Enggak gampang bottoming. Jadi kalau yang lama itu empuk tapi jarak mainnya enggak terlalu panjang. Jadi gampang mentok ya. Kalau yang sekarang ini udah jauh lebih baik teman-teman. Lihat nih empuknya nih. Mantap ya. [tertawa] Ini untuk ukuran matic 125 cc di kelasnya dia ini ya yang harganya serupa lah. Ada Frigo, ada ee Brookman. Ini salah satu yang paling enak sih suspensi [musik] depannya. Kemudian yang belakang ini sebenarnya karakternya masih mirip kayak versi-versi yang sebelumnya ya. Masih kayak Vario yang gen 1 2 3 4 itu masih mirip banget ya. Dan karakternya memang karakter empuk teman-teman. Lihat nih. Tuh udah gitu ngayun-ngayunnya enggak semules kayak naik Vario 160 ya. Di sini masih tetap kesah lebih lembut gitu. Bahkan kalau dibandingin sama naik PCX 160 atau 160 kalau saya sih masih tetap lebih nyaman di Fire 125 ini, Teman-teman. Masih lebih enak, lebih angres rasanya. Enggak tahu ya, mungkin karena ini juga sih engine mountingnya. Dia kan masih di bawah nih modal di bawah gini ya. Itu mungkin gerakan suspensinya juga beda kalau dibandingin sama Hor 60 atau peceek yang udah pakai engine moting di bagian atas gitu, Teman-teman. Kalau suspensi oke sih. Ini salah satu yang paling nyaman di harga [musik] 24 R25 jutaan. Mantap. Lalu, gimana dengan handlingnya? Nah, ini motor secara bobot memang lebih berat 1 kilo kalau dibanding sama versi yang biasa. Tapi kalau dibanding sama generasi yang sebelumnya sama, cuma 112 kilo. Dan feelingnya sama-sama aja teman-teman kerasa yang ringan-ringannya, lincah-lincahnya masih sama banget. Jadi dipakai buat selap-selap di kemasetan. Rasanya itu enak banget, simpel ya. Enggak seberat kayak naik KDP60 tapi emang sedikit lebih berat kalau dibanding sama Honda Beat ya. Jadi tengah-tengah teman-teman. Cuma tengah-tengahnya kalau saya masih enak sih, masih lincah. Buat selap-selip paling yang agak repot ini aja ya stangnya ya, karena memang lebih lebar 7 cent 3, kanan, 3,5 kiri. Jadi pas lagi masuk di antara mobil ya lebih hati-hati lah ya. Jangan sampai spion atau stangnya kena spionnya mobil gitu kan. [tertawa] Kemudian ban-ban. Nah, bannya ini ban standar yang bentuknya keren loh, Teman-teman. Lihat nih. Cakep ya peternya ya. Petnya kayak ban basah di MotoGP ya. Jadi kalau lagi balap tiba-tiba basah kan dia pakai ban yang petnya garis-garisnya banyak kayak gini, Teman-teman. Dan ini ternyata dipakai buat belak-belok, dipakai buat hujan-hujanan. Mantap, Bro. Enggak kerasa licin, ya. Jadi masih oke banget si buat ukuran ban standar juga gripnya cakep, Teman-teman. Ini mereknya Federal ternyata, gitu. Yang keempat, Teman-teman, kita ngomongin remnya, ya. Ini agak beda kalau dibanding sama versi yang sebelumnya. Kalau yang kemarin tuh vendornya pakai Tokico, sekarang balik lagi ke biskuit ya, ke waver Nissin. Bukan. Bukan ini Nissin rem ya. Cara spesifikasi sebenarnya sama aja dia pakai kaliper atau piston ya. Terus dis-nya juga diameternya sama juga, Teman-teman. Tapi emang feelingnya ya kalau musnya sih mirip-mirip ya. Udah empuk ya. Sama-sama empuk. Cuma emang di rem ini bukan karakter yang responsif banget. Jadi memang tuasnya empuk, nyaman, tapi buat sampai ke pakemnya memang kita harus tarik lebih dalam, Teman-teman. Kira-kira kayak gitu. Kemudian yang kiri ini remnya masih pakai tromol ya, rem belakangnya. Cuma memang rem tromolnya juga pakem ya, mung karena masih baru gitu kan. Saya beberapa kali narik dua-duanya malah yang belakang ini udah kerasa kayak kekunci dikit gitu. Wah, yang belakang juga lumayan oke nih. Pakem juga gitu kan. Terus di motor ini, ini combi break ya. Jadi kalau misalnya kita tekan rem belakang, maka sudah otomatis yang depan juga akan ngerem juga. Biarpun porsinya enggak segede yang belakang teman-teman. Jadi kalau misalnya kita tariknya tarik yang belakang, maka secara otomatis di depannya kayak ada jedak kosongnya nih. Tapi kalau belakang dilepas, nah ini akan full lagi tuh. jarak mainnya akan kembali ke posisi normal lagi gitu, Teman-teman. Dan yang beda juga adalah di parking breaklocknya. Jadi, parking breaklcknya ini sekarang mekanismenya agak beda ya. Biarpun untuk pengoperasiannya kalau pakai tangan satu memang agak susah ya. Jadi meang saya juga harus nekannya lebih dalam gitu kan. Enaknya memang ngoperasinnya pakai dua tangan ya, tarik sama tangan satunya buat nekan gitu teman-teman. Ini empuk sih sebenarnya cuma tadi ya karena jauh aja jadi memang sebaiknya pakai dua tangan gitu. Dan yang aneh, yang paling aneh adalah yang menurut saya sih kurang, kurang oke ya, enggak bangetlah bentuk tuasnya, Teman-teman. Lihat nih, tuas kanan sama kirinya beda. Yang kanan cakep nih bentuknya nih lekukannya bagus ya. Yang kiri ini kayak motor lama gitu ya, [tertawa] enggak ada lekukan apa-apa. Benar-benar cuma melengkung gitu doang dan panjang banget gitu loh. Kalau menurut saya sih next-nya dibikin seragam aja ya. Jangan kayak gini. Beneran kurang enak dilihat. Apalagi yang versi standar ya, yang warna tuasnya warnanya silver. Kelihatan banget. Yang kelima kita ngomongin mesinnya. Secara mesin sebenarnya basicnya nih kalau dibanding sama yang Gen 1 tahun 2013 masih sama teman-teman. Bor stroke-nya, kapsas ruang bakar, power sama torsinya ya. Powernya 11 HP, torsinya 10,8 tonm. Sama aja. Begitu juga sama penyaluran tenaganya. Ya, sebenarnya mirip-mirip lah ya, enggak beda jauh. Cuma memang di versi yang sekarang ini ada perubahan setyangan ECU yang bikin putaran bawah sampai tengahnya itu lebih enak, Teman-teman. Jadi emang kalau dirasain tuh waktu pertama kali kita buka gas ya responsif banget dari 0 sampai 40 ya ini kepakai banget ya kerasa banget tuh pas lagi kita lagi stop and go di kemasetan jadi pas lagi selap-selip berhenti gas lagi berhenti gas lagi tuh rasanya motor enteng banget gitu udah gitu mesin ini karakternya halus teman-teman waktu pertama kali buka gas gak ada gedek ya mungkin karena masih baru juga belum 1000 km kan tapi pas lagi jalan e konstan rasanya halus pas lagi berhenti diam juga getarannya juga minim itu menambah ee kesan menyenangkan ya selain responsif di putaran bawahnya. Tapi ada tapinya teman-teman. Tapi ternyata di putaran atas waktu kita ngukur pakai restbx ya, pakai alat ukur GPS terus kita cobain juga toch speed-nya ternyata enggak sekencang versi yang sebelumnya. Jadi kalau sebelumnya itu kayaknya capai ke 100 lebih gampang ya. Lebih cepat sampai ke 100. 100 ke atasnya ke top speed baru kesannya lama gitu kan. Kalau di motor ini, ini sekarang kalau udah di atas 60 70 naiknya lagi tuh lama banget. Bahkan untuk dapat to speed-nya pun lama banget, Teman-teman. Di yang versi Street ini cuma dapat 108 km/h. Sedangkan versi yang biasa. Mungkin karena stangnya lebih sempit ya, bisa lebih nunduk dia dapat 112 km/h, Teman-teman. Cuma di GPS karena ini cuma 108 km/h, di GPS ternyata enggak nyampai 100 km/h, cuma dapat 98 km/h aja. Jadi kayaknya memang karakternya dibikin karakter yang kota-kota banget. Buat dalam kota, responsif buat stop and go, tapi memang mengorbankan kecepatan di putaran atasnya. Kemudian kalau dipakai buat nancak-nancak gimana? Nah, kita kemarin kan sempat ke Sentul ya, Sentul Bogor naik ke titik nol gitu kan ya. Kalau menurut saya sih buat sendirian saya 70 kg bobotnya teman-teman masih enak-enak aja buat naik-naik juga responnya masih lumayan nendang ya kalau dibandingin sama Honda Beat ya. jauh lah di motor ini. Jelas lebih responsif dipakai buat nanjak-nanjak. Terutama tadi karena karakter putaran bawahnya dibikin lebih responsif. Jadi pas hentakan awalnya waktu kita lagi nanjak kerasa bertenaga. [musik] Kira-kira gitu teman-teman kalau dari mesinnya. Oh iya di versi yang terbaru ini ada beberapa perubahan ya perubahan [musik] di mesin. Cuma memang lebih ke pengurangan bobot. Jadi si cover shift-nya teman-teman ini dibikin lebih ringan ya. Begitu juga sama swing arm-nya itu juga dibikin lebih ringan ya. Jadi ripnya, tulang-tulangannya strukturnya masih sama, tapi ketebalan dagingnya gitu ya, ketebalan bodinya ini dibikin lebih tipis. Infya sih kayak gitu. Terus yang berubah juga adalah radiatornya ya. Radiatornya sekarang dibikin lebih kecil dengan menghilangkan satu slotnya ya satu slot yang dihilangkan kalau diband versi yang sebelumnya tapi memang secara bobot lebih ringan dan secara pendinginan juga diklaim masih sama kayak versi yang sebelumnya gitu teman-teman ya. Mungkin ini ya kalau bahasa kerennya weight reduction we kayak di MotoGP kan. dientengin biar kencang gitu mungkin ya [tertawa] atau buat cost down enggak tahu juga kan. Oke, Teman-teman. Kira-kira kalau mesin situ ya, ini mesin yang menyenangkan kalau menurut saya. Buat harian cukupan respon dial bawahnya oke ya mantaplah. Yang keenam kita ngomongin konsumsi bensin. Oh, teman-teman lihat nih. Ini si ee radiator barunya ya. Radiatornya lebih kecil dan tutupnya juga pakai plastik, Teman-teman. Pakai tutup plastik, bukan pakai tutup yang logam lagi ya. Itu kalau knalpot masih sama kayak versi yang sebelumnya. Oh ya, kondisi bahan bakar. Kons bensinnya klaim dari Honda 51 km/L. Tapi kalau kita pakai buat harian sih kira-kira dapat 44 ya 43 sampai 44 km/lit masih okelah itu masih lumayan hemat dan kalau dibanding sama Mahavario 125 yang versi yang lama-lama juga ya segituan juga sih sebenarnya enggak berubah terlalu banyak lah ya masih tetap di kisaran 43 sampai 44 45 km/l buat harian kalau saya cukup ya dan tipsnya kalau mau hemat teman-teman kalian riding di 50 sampai 60 km/h dan saat itu saat tradingnya konstan gitu RPM itu benar-benar rendah banget. Dan kalian juga bisa lihat di indikatornya ya, di fuel meter yang real time-nya di situ ada tulisan sampai ke 60 barnya di 60 km/l, Teman-teman. Gogil ya. Dan saat itu emang rasanya tuh mesinnya halus banget dan kiban bakarnya bisa hemat banget teman-teman gitu ya. Kalau saya sih kasih bahan bakar yang cukup lah ya buat harian ya. Buat kemuting sehari-hari segitu sih kalau misalnya udah lebih dari cukup. Apalagi secara performa akselerasi awalnya di motor ini lumayan ringan. Oke, Teman-teman. Kib segitu itu didapat menggunakan ISS ya. Jadi, ISS-nya aktif. Ling stop systemnya kita aktifkan. Jadi kalau lagi berhenti di lampu merah, lagi idle 3 detik, mesinnya mati digas yang lagi. Nah, itu juga bikin kons bahan bakarnya bisa lebih hemat. Kalau yang versi standar, versi yang CBS doang enggak ada, Teman-teman. Jadi kalau yang versi CBS ISS sama yang St ini udah lengkap ada ending soft systemnya. Berikutnya kita ngomongin sorot lampunya. Tapi lihat dulu desainnya ya. Desainnya cakep sih. Saya suka teman-teman ini kalau lagi jalan malam-malam atau kabut-kabut ya. Itu kelihatan banget sih luet si DRL-nya. DRL bagian atas ini. Ini mirip kayak tanduk rusa gitu loh. Ini ada dua kayak gitu, Teman-teman. [tertawa] Di atasnya paling atas sendiri ini ada lampu sennya ya. Nah, lampu s di atas sini nih paling atas sendiri lampu sennya. Cuma sayangnya emang belum ada hazard-nya. Jadi biarpun udah lebih keren tampilannya, tapi ternyata hazardnya belum ada di motor ini dan salut lampunya, Teman-teman. Jadi motor ini punya dua kluster ya, [musik] kanan kiri dan masing-masing tuh ada dua kolom besar gitu. Yang tengah buat lampu dekat, yang kanan kirin aja buat lampu jauh. Kayak gini sorotnya, Teman-teman. Begini sorot lampunya. Nah, kalau kunci kontak on otomatis langsung nyala ya. Ini lampu dekatnya kayak gini, Teman-teman. Jadi memang lebih lebar kanan kirinya tapi enggak terlalu jauh ya dan enggak terlalu fokus, Teman-teman. Ini kepekatannya biasa aja. Nah, lampu jauhnya kayak gini. Nah, dia nambahin di tengah. Dan memang sedikit lebih jauh sih kalau versi yang sebelumnya ya. Dan dia benar-benar cuma nambahin tengahnya aja nih segini doang nih. Kanan kirinya masih sama masih sama kayak lampu dekatnya gitu teman-teman. Cuma sayangnya kurang pekat aja sih sebenarnya bagus nih kayak ini nih ujung sini ya. Jadi kedobel pertama lampu jauh cutnya oke banget. Cuma kalau yang sini nih yang lampu dekatnya biasa banget sih sayang banget ya kurang wah gitu jadinya. Gimana menurut kalian? Nah, sayangnya kurang pekat ya lampu dekatnya kurang pekat lampu jauhnya ya okelah sebenarnya kalau saya sih lebih oke kalau lampu dekatnya tuh kayak lampu jauh kepekatannya nanti kalau lampu jauhnya nyala bisa lebih pekat lagi gitu kan tapi secara luasnya jauhnya oke sih udah ditambahin kan lebih lebar sedikit ketimbang versi yang sebelumnya dan lebih [musik] jauh juga kalau diband sama versi yang sebelumnya terus yang belakang kayak apa yang belakang kayak gini teman-teman yang belakang nyalanya kayak gini ini lampu nya. Nah, kayak motosport ya. Dan lampu belakangnya teman-teman lihat nih. Dia cuma satu doang satu titik aja nih. Dan nyalanya kayak gini. Nah, kalau nyala dia akan makin terang. Bukan cuma yang tengah tapi semuanya ya. Nah, semuanya lebih terang, Teman-teman, gitu. [musik] Gimana kalian suka enggak bentuk lampu belakangnya? Jadi ketan lebih imut, ya. Imut banget ya. Tapi memang sesuai sama bodunya yang makin ke belakang makin kecil sih gitu sih. Sebagai motor harian, akomodasi jelas penting dong. Yang delapan ini kita ngomongin akomodasinya ya. Yang pertama adalah bagasnya di bawah joknya. Ini kalau buka pakai tombol di sebelah kanan ini ya, kanan knop killless-nya. Dan ini teman-teman helm bisa masuk nih. Kalau helm open face kayak gini yang seukuran ini ya ini masuk banget nih. Benar-benar masuk banget plus tuh kanan kirinya masih oke. Nutupnya juga gawang banget. Klek. Ini kapasitas bagasnya 18 L masih sama kayak versi yang pertama. Jadi yang pertama KSR tahun 2013 sama teman-teman, sama 18 L juga di bawah joknya oke sih lumayan lega ya. Kemudian di bawah stang ini ada beberapa komen juga sebelah kanan ini. Ini enggak ada tutupnya ya. Kalau bisa sih [musik] bisa buat naruh sarung tangan misalnya taruh sini ya. Kemudian tengahnya ada gantungan barang kalau misalnya kalian belanja gitu pakai plastik misalnya bisa taruh di sini. Kemudian di sini nih, ini ada laci konsol yang ini pakai tutup, Teman-teman. Ada tutupnya dan ini lebih gede volumenya 10 L kalau dibanding sama F yang sebelumnya. Sekarang jadi 1,7 L. Dalamnya ini ada power outlet yang sekarang udah pakai model USB type C. Jadi menyesuaikan sama kebanyakan kabel charger yang beredar di Indonesia ya. Jadi cuma tinggal colok doang enggak makan tempat gitu kan. Lebih simpel teman-teman. Nah, ini biarpun lebih besar ya, 1,7 L, tapi ternyata botol air mineral itu enggak semua bisa masuk, Teman-teman. Kalau yang 600 ml kalau di masukin ke dalam dia masih nongol ya. Enggak bisa benar-benar masuk ke dalam. Harus dipeotin dulu gitu kan ditekuk-tekuk. Tapi kalau yang lebih kecil, yang misal 400 ml, bisa masuk dan bisa ditutup juga gitu. Dan ini juga cakep ya buat buka tutupnya cuma tinggal ditekan aja. Tekan klik, tekan lagi gitu ya. Asik teman-teman. Dan keunggulannya Vario adalah dia pakai deck rata. Nah, nih. Jadi, ini biarpun enggak terlalu lebar ya, jarak di bagian tengah ini enggak terlalu lebar tapi masih bisa buat naruh tas. Misalnya kalau saya ke kantor saya malas gendong tas, taslalu sini, terlalu tengah sini. Kaki juga masih dapatlah, masih enggak terlalu yang ngangkang-ngangkang banget. Tapi di sini yang jelas bisa ditaruh buat bawa barang juga. Kalau galon gimana? Galon galon ternyata ya cuma beneran cuma di samping aja, Teman-teman. Benar-benar samping sini ya. Jadi si diameter galonya itu cuma tercover setengah aja. setengah lagi enggak bisa dipegang sama deck pijakan kakinya. Anja kalau saya bahaya sih. Kalau galon jangan telepon aja lah. Jangan pakai motor ini gitu kan karena memang bagian decknya enggak terlalu lebar gitu teman-teman. Kalau men sih cukupan ya buat harian udah okelah biarpun tidak segede PCX gitu kan tapi buat unutitas seari sih udah jauh lebih baik si daripada Honda Beat misalnya. Yang kesembilan speedometernya teman-teman. Ini sebenarnya kalau secara tampilan isinya ini sama kayak versi yang biasa ya. Ini kan kayak kalkulator nih. Kecil banget ya. Kecil cuma memang beda di casing-nya aja. casingnya dibikinin cover sendiri menyesuaikan sama desain stangnya. Isinya sebenarnya lumayan lengkap loh ini bi kecil kayak gini ada fil meter spometer, ada jam digital, ada mid-nya ya multiation display-nya di sini ada total odometer trip A, trip B, ada Fed Full Samson di trip A-nya, keman ada tegangan baterai dan sini ada Ful Samson yang real time-nya. Terus ini juga ada indikator buat pengingat ganti oli, ya. Ganti oli di sini nih ada oil change di sini. Kemudian ini di atasnya ada beberapa e lampu-lampu indikator buat lampu se, buat koneksi kees, lampu dekat lampu jauh gitu kan. Ada engine cek, ada suhu, kemudian ada buat stop system, ada tegangan baterai juga. Nah, sini paling kanan ini ada lampu yang nyala. Ini buat indikator killnya, Teman-teman. Sebenarnya kalau secara isi okah, ini cukupan buat harian. Tapi kalian nilai sendiri deh, enak enggak dilihatnya. Ini siang-siang di atas banyak pohon. Lihat tuh, berbayang-bayang gitu ya. Kurang cerah gitu loh. Kurang cerah, kurang ee kontrasnya kurang kelihatan kalau lagi siang-siang kayak gini, Teman-teman. Dan ini kalau kita lagi jalan yang beneran cuma kelihatan jelas tuh hanya speedometernya aja sih. Yang lain tuh info-info lainnya kalau menurut saya sih harus pantengin ya. Kita enggak bisa yang cuma sekali ngelirik doang langsung kelihatan semua infonya. Ini memang benar-benar karena ukurannya kecil aja. Jadi kita cuma bisa jelas lihat spotnya aja. Cuma kalau malam-malam cakep sih. Latarnya biru gitu kan. Warnanya ket cerah terang gitu. Cuma kalau lagi siang-siang kayak gini, waduh kurang enak dilihat teman-teman gitu sih. Nah, ini gara-gara ada logo kiles ya. Jadi ingat kita belum ngomongin killersnya. [tertawa] Nah, ini killersnya sebenarnya mirip kayak versi yang sebelumnya ya, cuma ada dua tombol teman-teman. Yang atas ini tombol buat answer back system sekaligus buat mengaktifkan alarmnya. Sedangkan yang bawah ini buat memutus koneksinya. Jadi kalau misalnya kalian lagi mau ditinggal lama gitu, kalian matiin gitu. Jadi kalau perbetutnya mendekat pun enggak akan terkoneksi gitu kan. harus nyalain lagi. Nah, sekarang kita fokus sama yang atas, Teman-teman. Yang atas ini satu tombol tapi punya dua fungsi. Jadi, kalau kita ngeklik ini, ya, nglik sekali aja. Nah, ini entar ada klik yang kedua alarmnya udah aktif, Teman-teman. Dan ini kalau digetarin eh digetarin, digoyangin dia bunyi tuh matiinnya pencet lagi. Atau kalau misalnya kalian betah dibiarin aja juga nanti dia akan mati sendiri sebenarnya cuma emang agak lama ya, ada beberapa detik sampai dia terakhirnya mati sendiri. J. Kalau misalnya di parkiran enggak perlu khawatir karena sebenarnya kalau dibiarin juga nanti akan diam kayak gini. Nah, kemudian ini juga jadi asp system. Kalau misalnya kalian ninggal motor ini di parkiran gitu, kalian lupa di mana tinggal ditekan. Nah, dia akan bunyi pipnya dua kali yait nit gitu. Jadi lebih gampang nyari lokasi parkir motor ini ketika kalian lagi parkir di tempat yang kalian lupa. Kira-kira gitu. Dan kalau di Honda kalau kalian beli motor ini, kalian dapat dua remote, Teman-teman. Jadi, remotnya langsung dapat dua, bukan cuma satu. Kalau Yamaha kan cuma satu ya. Kalau misalnya hilang, kalian harus beli lagi. Tapi kalau di Honda memang snya juga [musik] dibawain juga dikasih satu remote kayak gini lagi. Mantap. Terakhir yang ke-10, gimana dengan build quality-nya? Kalau mood saya sih ini ada yang oke, tapi ada yang aduh kok kurang ya gitu kan. Yang oke apa? Yang oke sini kayak body-body body yang utama ya, body yang di set halus ini. Ini sini nih. [musik] Ini tebal teman-teman tuh ditekan-tekan tebal gitu kan. Terus jarak antar bodinya juga sekarang ah lebih oke ya. Kemarin ada beberapa motor yang jarak kantor bodinya tuh renggang-renggang banget kan. Tapi di Vario ini udah cakep lagi, udah balik ke yang lebih cakep. Terus warnanya juga bagus teman-teman. Kayak ini nih body belakang ini. Ini warnanya hitam ya, tapi bukan hitam dove teman-teman. Kalau sebelumnya kan Honda itu dove-nya kasar ya. Jadi kalau kita tangan kotor megang di sini itu gampang banget e nempel kotorannya. Tapi yang di Vario ini, Vario State dan Vario yang CBS ISS [musik] warnanya bukan benar-benar dove tapi dikasih clear cod-nya tuh satin ya. Jadi ada clear cod-nya tapi enggak terlalu ngodof-ngodof banget dan enggak terlalu grosy-grossi banget. Tengah-tengah lah ya. Dan ini ada finishing e metalicnya teman-teman. Cakep banget nih. Tetap kelihatan klip-klip gitu biarpun warnanya kayak hitam dove. Keren sih. Kalau yang ungu ini ungunya lebih solid ya. Warnanya warna ungu solid. Busnya sama peleknya juga sama teman-teman ya. Kalau warna okelah saya suka ya. Tapi di body-bod ini nih body kasar yang sini ya. Nah, ini ni baru nih. Ini kelihatan kayak kayak kurang kokoh ya. Kayak kurang kokoh. Kayak masih lentur-lentur gimana gitu kan ya. Mudah-mudahan sih kuat-kuat aja ya. Mudah-mudahan kuat dan mudah-mudahan tetap tebal juga teman-teman gitu ya. Wis kira-kira itu review kita ngomongin Honda Vario Street 125 yang kalau menurut saya sih ini oke banget ya. Terutama di riding impression-nya, posisi berkendaranya. Wah, nyaman, Teman-teman. Kalau dibandingin sama versi yang standar, saya jujur sih mendingan ini. [tertawa] Mendingan yang ini. Ya, saya enggak ngomongin e desainnya selera gitu ya bagian stangnya. Tapi kalau dipakainya nyaman-nyamannya masih tetap lebih enak di yang strik ini, Teman-teman. Buat jalan jauh juga enggak terlalu pegal karena tadi ya, suspensinya juga nyaman, joknya juga enggak terlalu keras, enggak terlalu empuk juga pasti tengah-tengah. Mesinnya juga karakternya karena dibikin enak buat stop and go, konsiman bakar juga kalau menurut saya masih oke lah ya. masih dapat 43 sampai 45 km/ liter itu masih bagus banget buat harian. [musik] Bahkan kalau kalian jalannya lebih santai, lebih lembut, saya yakin sih 50 km/ mungkin bisa tercapai ya. Kalau jalannya banyak yang lurus-lurus gitu yang enggak macet-macetan. Mungkin masih bisa tercapai dikasih bahan bakar sesuai sama klaimnya Honda. Oke deh, kira-kira itu lebih sat kita ngomongin Honda Vario Street 125 versi 2026 ya. Karena memang di akhir tahun ini baru mulai distribusi gitu kan. Udah ada beberapa daerah yang udah bisa dapetin unitnya. Ya wis sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa tonton unus otomotif TV nyalakan tombol notifikasi subscribe dan follow juga otomotif_TV. Jangan lupa follow juga IG saya di Maspop di bagian belakang. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.
