Kupas Tuntas ROG Phone 9 Series‼️ (User ROG Phone 7) (YouTube Video)
ROG Phone 9 adalah seri ROG Phone yang harganya itu paling mahal di antara seri sebelum-sebelumnya. Kalau biasanya ROG naruh harga smartphone-nya di R jutaan aja udah dapat chipset yang paling tinggi, tahun ini mereka cuma ngasih chipset tahun lalu di harga yang sama. Sementara kalau mau chipset yang paling terbaru harus beli seenggaknya yang Rp16,5 juta. Kalau cuma menang chipset, banyak smartphone merek lain yang juga udah pakai Snapdragon 8 Elite di harga Rp16 jutaan, bahkan lebih murah. Sekarang apa yang menjustifikasi ROG Phone untuk menjual seri keesembet terbaru dip [Musik] juta? Kita mulai dari unboxing dulu untuk yang versi Pro-nya ini ternyata presentasinya itu premium banget mirip sama laptop-laptop ROG yang pernah kita unboxing juga. Di dalam bok kita diberikan HP-nya itu sendiri. Lalu di bawahnya ada charger 65 watt dengan kabel braided. Ini Mas Dedi dari Jagat Review pasti senang. Ditambah ada headset kabel juga dan casing untuk HP-nya itu sendiri. Berbeda dengan yang Rp20 juta, di sini kita cuma dikasih satu casing aja. Tapi kalau kalian mau ada yang plus chill casing-nya mereka itu ada bundelnya sendiri di Tokopedia. Desain ROG Phone 9 ini enggak terlalu jauh berbeda dari seri ROG Phone 8 tahun lalu. Bentuknya itu dibuat enggak terlalu gaming banget dengan beasel yang lebih tipis dan kamera bump seri-seri sebelumnya. Menandakan kalau ROG Phone sekarang udah mulai fokus dengan kamera dan juga kamera depannya itu berbentuk whole punch bukan basel lagi. Di bagian belakang ada 648 LED dot yang bisa dicustomize sesuai keinginan kita. Tapi kalau bahas LED DT ini kayaknya nanti deh karena ini akan panjang. Kita bahas layarnya dulu. Layarnya itu berukuran 6,78 inch full HD plus AMOLED dengan refresh rate sampai 185 Hz. Namun refresh rate segini cuma bisa dicapai di beberapa game tertentu aja. Karena kalau di home screen misalnya, kita hanya bisa setel refresh rate-nya itu up to 165 Hz doang. Lalu sebenarnya layar ini udah support dengan LTBO sampai 1 Hz juga. Namun kita gak pernah mencapai 1 Hz di saat diam baca artikel, melainkan paling rendah kita ngelihat hanya 24 Hz aja. Dan di saat home screen pun sebenarnya mode auto itu ada di 120 Hz untuk preserve bateri. Speaker yang ada di ROG Phone 9 juga bukan dual front firing lagi yang biasanya ada di ROG Phone, melainkan stereo speaker seperti HP mainstream pada umumnya. Tentu ada kualitas suara yang juga dikorbankan karena hal ini. Kalau kalian tadinya pakai HP yang stereo biasa, mungkin enggak terlalu kerasa berbeda banget. Tapi kalau pakai ROG Phone yang seri sebelumnya itu bakal kerasa downgrade. We left but you been away you been so long since you been gone away. Jujur gua yang daily drivernya memakai ROG Phone 7 yang HP-nya itu enak banget dipakai nonton Netflix atau buat nyetel lagu jadi kerasa kurang ROG gitu. Lanjut. Seperti biasa ROG Phone punya dua USBC di sini di mana yang samping itu udah support USB 3.2 gen one buat transfer data lebih cepat dan kalau charging-nya udah support sampai 65 watt dua-duanya kalau klaimnya Asus. Namun di pengalaman kita paling besar dia bisa charge itu hanya 56 watt aja. Dan kalaupun pakai charger yang non Asus meskipun udah sampai 100 watt, dia hanya nampilin quick charge aja bukan Hyper Charge 65. Untungnya di sini masih ada headphone atau 3,5 mm jack buat para pengguna IEM atau audio F yang suka ke mana-mana. Balik lagi ke LED yang ada di belakang. Jadi seperti biasa di sini ROG memberikan gimmik-gimmik macam LED dot yang bisa kita customize sesuka hati. Ada preset effect stoknya atau bisa digambar sendiri juga. Bahkan ada fitur Animal Play yang di mana kita bisa main game di LED ini dan ada beberapa pilihan juga dari Asus ya. sentuhan bagus lah ya buat gimmik ROG tahun ini. Dan seperti biasa, fitur yang enggak ada di HP lain juga ada di ROG phone ini, yaitu air trigger di left dan juga right. Spesifikasi ROG Phone 9 Pro unit review kita itu memakai Snapdragon 8 Elite yang didampingi Adreno 830 dengan 16 gig RAM LPDDR 5X dan storage 512 gig UFS 4.0. Wii-nya sudah support sampai Wii 7 dan Bluetooth-nya juga sudah 5.4 dengan Qualcom aptx. Spesifikasi seperti ini harusnya sudah bisa melibas game-game zaman sekarang dengan frame rate yang juga tinggi. Kalau di AnTutu Benchmark, Snapdragon 8 Elite yang ada di HP ini jauh lebih kencang daripada si Samsung S250-nya dan juga sedikit lebih kencang daripada IQ 13. Tapi apakah di game bakal selancar itu? Kalau gameennya adalah game-game wibu demanding macaming waves, HSR ataupun Zenless Zone Zero itu bisa lancar di 60 fps ke cap sama game-nya. Lalu game yang mungkin kalian belum tahu yaitu Rainbow Six Mall bisa ditahan di 60 fps mentok kanan dan juga Racing Master itu bisa di 60 fps settingan HD. Terus Delta Force juga bisa di 120 fps. Infinity Niki juga sayangnya di cap di 30 fps. Tapi itu udah mentok kanan ya. Yang kita lihat belum mentok FPS-nya hanyalah game terberat di HP aja yaitu Call of Duty Warzone yang cuma dapat 43 sampai 50 FPS. Lalu kalau mau main game yang bisa support 185 Hz-nya, kalian harus cek dulu di list armory crate game-game-nya dan cuma bisa hidupin refresh rate 185 Hz lewat game Gini aja alias cuma in game. Contohnya di sini kita pakai Deathad Cells. Jujur aja sih kita senang ada game yang bisa dilihat ssmooth ini di 185 FPS atau 185 Hz. Tapi gua secara pribadi karena gak terlalu bisa bedain antara 120 dan 185 Hz, mungkin gua akan pilih lock di 60 atau 120 Hz aja biar batery life saat gaming itu lebih terjaga. Lalu buat touch sampling rate-nya, kita juga bisa bilang kalau touch-nya ini responsif banget. Terutama saat main game rhythm di sini asik parah. Cuma sayangnya karena dia kamera bumpnya itu gede banget jadi enggak asyik kalau dimainin sambil ditaruh di atas meja. Masih enakan ROG Phone lain sebelum generasi ke-elapan. Buat mendisipasi panasnya, ROG Phone 9 memakai sistem pendingin yang memakai vaper chamber dan juga gravit cooling. Memang kita akui sistem pendingin ini bisa mengepush Snapdragon 8 Elite-nya ke tetes performa terakhir. Namun jadinya HP ini tetap panas pas dipakai gaming berat. Di sini juga ada fitur bypass charging yang bisa mengalirkan listrik langsung ke motherboard tanpa harus lewat baterai agar main game sambil dicas itu lebih nyaman. Namun saat kita tes bypass charging on dan off sambil war zone itu ternyata hanya berbeda 1 derajat aja. Lanjut ke kameranya. ROG Phone 9 yang sekarang menggunakan tiga kamera setup. Ada 50 megapel kamera utama, 32 megapel kamera tele, dan 13 megap kamera ultrawide. Untuk hasilnya sih lumayan oke ya. Detail dari fotonya itu dapat, gambarnya juga tajam. Cuma kurang cerah aja warnanya, terutama di kamera utamanya. Dan buat kualitas foto nightlight-nya juga suka ada overpos di beberapa bagian yang terang. Dan di kamera utama itu lebih sering white balance-nya kebiru-biruan. Apalagi kalau udah dibandingin sama HP merek lain. Tapi overall kalau di kondisi cahaya yang terang, kualitas kameranya udah lumayan oke. Sementara buat hasil video juga kadang tidak terlalu konsisten. Bisa kadang terang dan kadang gelap di tempat dan situasi yang sama. Kalau di saat terang hasilnya ini lumayan bagus dengan warna yang vivit juga. Tapi pas pencahayaannya kurang, videonya itu malah terkesan desaturated dan kadang fokusnya itu suka kabur-kaburan. Tapi overall videonya ini cukup tajam, bisa sampai 4K 60 fps dan stabilisasinya juga lumayan oke. Dan untuk kualitas e dari kamera depannya ini bisa dibilang biasa aja. Memang ada improvement dari ROG Phone yang sebelumnya, tapi kalau kita lihat ini dibanding sama flagship yang harganya setara itu biasa aja masih kalah lah. Baterainya berkapasitas 5800 mAh. Ini naik sekitar 300 mAh ketimbang ROG Phone 8. Namun belum sebesar ROG Phone 7 yang daily driver gua sebelumnya. Namun karena Snapdragon 8 Elite ini lebih efisien ketimbang Snapdragon 8 Gen 2, jadinya baterainya itu sama-sama bisa tahan sampai 20 jam lebih. Pas kita bermain game juga baterainya itu hanya berkurang sekitar 3% saat pemakaian 10 menit dan itu udah setting mentok kanan. Lalu saatnya kita masuk ke fitur yang tidak ada di HP lain yaitu Game Gini. Buat yang belum tahu, ini adalah overlay yang ada di ROG Phone di mana kita bisa ngatur mode-mode performanya, refresh rate layarnya, ngatur network, dan notifikasi bar biar tidak mengganggu. Bikin makro juga bisa, ngatur air trigger juga di sini dan banyak yang lain-lain juga. Jujur aja ini adalah overlay yang intuitif banget. Dan sepanjang gua pakai ROG Phone 7 ini berguna buat ngasih pengalaman gaming yang berbeda dari smartphone merek lain. Namun dari ROG Phone 7 ke ROG Phone 9, gua tidak melihat adanya perbedaan yang signifikan di Game Gini. Paling hanya ada aja. Nah, yang lucu dari HP ini adalah ini kan ROG ya, sebuah brand gaming yang udah establish cukup lama dan ada ekosistemnya sendiri pula. Tapi entah kenapa ekosistem gaming-nya itu enggak bisa komunikasi dengan baik satu sama lain. Contohnya di sini gua mau pakai ROG controllernya itu namanya adalah ROG Tesen dan TWS ROG Cetra Speed Nova. Tapi untuk mengatur-ngatur periferalnya dia harus men-download Armory Crate lagi. Enggak bisa pakai Armory Crate yang sudah build in di dalam ROG Phone-nya. Ini lumayan fatal sih karena ROG Phone dan perifera lainnya itu kan enggak murah ya. Orang-orang pasti berharap dapat pengalaman yang seless lah kalau udah ngeluarin uang banyak. Tapi ya hasilnya seperti ini. Yang baru di dalam ROG Phone 9 adalah fitur AI di dalam gaming yang namanya itu adalah Exense, tapi ini hanya berlaku di beberapa game tertentu aja. Misalnya nih ya di MLBB dia itu bisa ada auto level up, ada animasi juga kalau nge-kill, terus juga ada informasi juga kalau misalnya ada buff. Terus kalau di HSR itu cuma ada skip conversation aja yang memang sih membantu kalau lagi BT sama story-nya yang makin lama makin panjang. Tapi overall kita belum banyak ketemu fungsi ini lagi di game lain ya. Dia itu lebih ke pelengkap aja sih kayaknya fiturnya ini bukan ke yang game changing banget juga. Ini sangat disayangkan di mana smartphone lain yang setara harganya seperti IQ 13 itu punya fitur AI frame generation-nya sendiri yang lebih terlihat gaming ketimbang AI di HP ini. Buat kesimpulan, gua akan menyebutkan dua skenario yang berbeda buat smartphone ini. Yang pertama adalah ROG Phone sebagai smartphone gaming dan yang kedua ROG Phone 9 sebagai mobile gaming device yang portable. Nah, sebagai smartphone gaming memang gua akui kalau ROG Phone 9 Pro punya performa yang paling kencang dibanding smartphone lain sekalipun punya chipset yang sama, baterainya juga gede. Dan pengalaman gaming dengan air trigger itu beda banget sih dengan smartphone lain. Hanya aja AI-nya itu dia tidak ada di kamera ataupun galery. Dan kemampuan kameranya memang enggak bisa dibandingkan dengan flagship lain yang harganya itu Rp16 jutaan. Fitur-fitur AI yang ada di ROG Phone 9 juga bukan yang amazing banget, tapi lebih ke nice to have aja. Gimik anime vision-nya juga bukan jadi alasan buat justifikasi mahalnya HP ini. Lebih ke oh lucu juga ya, ada nyala-nyala di belakangnya. Dan kalau gua yang beli HP ini, gue itu berharap kalau dia itu bisa dipakai sampai 4 atau 5 tahun di mana performanya mungkin udah degradasi di pemakaian selama itu. Sampai gua baru tahu kalau ternyata ROG Phone 9 hanya akan mendapatkan update sampai 2 tahun aja. Dan ini sangat disayangkan di mana dia membunuh alasan untuk membeli flagship di harga segini. Ya, paling ya kita menghargai fitur game Gin-nya lah yang memang dari dulu sampai sekarang itu kepakai banget buat gamer. Skenario yang kedua, ROG Phone 9 sebagai mobile gaming device memang gua akui itu portable banget. Ini adalah sebuah hand gaming yang bisa berfungsi juga sebagai smartphone. Buat dibawa ke mana-mana ini pasti lebih enteng dibanding ROGI atau handheld yang lain. Dan ini enak banget buat gaming on the go. Mau itu di dalam kereta atau di mobil pas lagi perjalanan. Apalagi kalau di bawanya itu satu paket dengan ROG Tyen dan TWS-nya ROG Set Cra. Tapi yang jadi problem dari semua gaming smartphone adalah pilihan game yang gua suka itu sedikit di Play Store. Kebanyakan ya ada di Steam atau hanya bisa dimainin di device berbasis Windows. Dan gua bukan user Wnador ya. Itu jadi pertimbangan juga kalau misalnya kita lagi milih barang Rp16 juta mending beli HP gaming Android atau ROG Ali sekalian ya? Coba deh kalian mendangmending di bawah.
