Jungkat

LAGI-LAGI! Disikut Lawan | Review realme GT7 (YouTube Video)

  • 10/06/2025

Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Bukan Realme namanya, kalau ngeluarin handphone tidak ada jugalan. Hal yang sama pun juga terjadi kali ini untuk Realme GT7 yang baru aja rilis resmi di Indonesia. Bareng Nabotch Review. Dan ya, Realme GT7 ini sudah saya gunakan selama kurang lebih 1 minggu. Sehari setelah rilisnya barang ini di Indonesia, tiba-tiba datanglah IQ dengan Neo 10 yang secara harga sangat agresif. Performa jangan salah, tidak lebih bagus dari Realme GT7. Masalahnya secara harganya, agresifnya memang sangat memancing. Di video ini saya akan menceritakan beberapa keunggulan Realme J7, tapi bukan untuk membela ya ataupun juga membagus-baguskan. Karena memang ada beberapa hal yang sebenarnya menarik di Realme J7 tapi memang punya impact yaitu masalah harga. Dimulai dari yang bagian pertama body belakang. Handphone ini adalah Industri Revers, handphone yang menggunakan bahan grafin untuk body belakangnya. Alasannya adalah karena body belakang Realme JT7 ini menjadi bagian cooling systemnya handphone ini. Bahan grafin ini sebenarnya adalah bahan yang emang sangat sensitif dengan suhu. Di acara launch-nya Realme GT7 di Paris, kita bisa ngelihat saat ada lembaran tembaga dan juga ada lembaran grafen ditaruh di es ditetesin air. Di tembaga airnya tetap masih bentuk air. Sementara di lembaran grafin airnya sudah langsung berubah menjadi S. Alasan ini sebenarnya yang membuat Realme gimana caranya ngebikin si Graffin itu bisa menjadi backdoor-nya Realme GT7. Simpel, pengin membuat Realme GT7 ini menjadi satu buah handphone yang punya performa kencang dan juga bertahan. Jadi enggak cuman kencang di depan, tapi juga bisa awet. Dan ini terbukti nanti kita coba bahas di bagian performance-nya. Untuk device ini sendiri secara desain lainnya kalau kita ngelihat ke bagian body sampingnya dia hadir dengan side frame yang bentuknya tegas. Ini ala-ala handphone tahun 2025 pada umumnya. Dan untuk di bagian atas frame dia hadir dengan infrared blaster. Di bagian depannya Realme GT7 ini mengandalkan layar AMOLED 6,78 inci resolusi 1264 * 2.780 dengan refresh rate 120 Hz maksimalnya dan dia sudah LTPO ya. Jadi dia bisa menyentuh up to 1 herz untuk refresh rate-nya. Sementara untuk perlindungan layarnya sendiri, Realme GT7 mengandalkan armor shell glass dan secara IP ratingnya handphone ini udah punya IP. Untuk experience penggunaan layar sendiri saya tidak merasakan adanya ghost touch eh mis touch dan untuk penggunaan multimedia sendiri secara pewarnaan bisa dikategorikan nyaman, tidak ada masalah. Saya selama ini selalu menggunakan mode natural. Secara suara dia sudah stereo speakernya walaupun memang kualitas suaranya bukan yang paling oke di bass. Lebih banyak bermain di area mid-nya aja. Jadi ya modal double speaker lantang lah. Overall design Realme GT7 ini bisa dibilang punya desain yang menarik dan juga clashy terutama yang warna hitam ini dan hadir dengan housing atau kamera bumpak seperti ini. Dalam kamera bumnya sendiri kita akan ketemu dengan tiga buah setup kamera 8 megap ultra wide angle kamera, 50 megap two times tele kamera, dan juga 50 megap main kamera. Sementara kamera depan dari Realme GT7 ini adalah 32 megapel. Untuk hasil-hasil fotonya bisa dibilang udah lumayan oke. Terutama kalau misalnya Anda penyuka atau penikmat under expos foto seperti saya. Beberapa objek-objek dengan hasil underpos itu bisa saya dapatkan hasil yang cukup menarik. Tapi untuk objek manusia atau muka, saya merasa handphone ini kadang secara hasil kurang konsisten. Ada rasa-rasanya tiba-tiba kurang saturasi. ada kalanya terasa kontrasnya terlalu banyak. Tapi hal-hal ini bukan hal-hal yang berhubungan dengan hardware. Good news-nya adalah dengan firmware update harusnya hal-hal ini nanti akan bisa teratasi. Nah, untuk hasil videonya sendiri jujur saya tidak banyak bermain video selama 1 minggu ini. Lebih banyak mencoba explore foto-foto aja. Tapi good news-nya adalah Realme GT7 ini emang punya perekaman video yang luar biasa ya. Dia bisa merekam up to 8K 30 fps atau 4K 120 fps untuk main kameranya. Sementara perekaman kamera depannya ini bisa sampai 4K 60 fps. Jadi udah maksimal kalau misalnya emang pengin merekam konten menggunakan handphone ini. Tapi sayangnya untuk kamera ultra wide angle-nya memang ini masih berhenti kemampuannya di perekaman 1080 30 fps saja. Dari sisi baterai Realme GT7 ini enggak main-main karena dia punya baterai 7000 mAh ya. Hadir dengan ketipisan 8,3 mili aja dan bobot 200 gr lebih sedikit 206 gr. Berpadu dengan kecepatan nge-charge 120 watt. Handphone ini secara baterai enggak main-main. Berdasarkan uji coba saya menggunakan koneksi 80% Wii 20% GSM, handphone ini bisa total aktif selama 1 hari 14 jam dengan total screen on time-nya itu 11 jam 9 menit. Untuk mengisi baterai 7000 mAh-nya, handphone ini hanya memerlukan waktu 49 menit mengisi daya dari 0 ke 100%. Untuk benchmarking baterainya sendiri, di saat saya coba untuk nonton YouTube 30 menit full brightness 100%, dia ini hanya memakan daya 2% saja. Sementara Tiktokan 30 menit, handphone ini berkurang daya 3%. CODM 15 menit, handphone ini berkurang daya 2%. Dan MLBB 15 menit, handphone ini berkurang daya 3%. Jadi kalau Anda tipikalnya banyak aktivitas di luar ruangan, nah handphone ini bisa menjadi salah satu alternatifnya. Nah, terakhir kita pengin ngomongin sedikit masalah performa. Performa dari Realme JT7 ini dia diperkuat secara chipsetnya itu menggunakan MediaTek Diamond City 9400 berpadu dengan RAM 12 GB dan juga storage 256 GB. Untuk storage dia mentok di situ aja belum ada yang opsi 512 dan tidak bisa ya karena untuk card slotnya sendiri memang hanya dual sim card saja. dan tidak ada istilah hybrid atau bisa expand menambahkan micr SD card. Seperti biasa untuk performa kita lihat dari angka benchmark dulu. Saya bisa mendapatkan total skor AnTutu itu R2.162.904. Untuk Geekbench 6-nya single core di 2.142 dan multiore score 6.996, OpenCL 14.980, Vulcan 15.487 dan yang paling menarik hadir di 3D Mark Wel Stress Test. Dia ini memiliki stabilitas 95,6% dengan best loop score 11.549 yang letaknya itu bukan di loop pertama melainkan ada di loop ke-16. Jadi di sini kita bisa menilai kalau usaha Realme menaruh grafin sebagai salah satu schooling system untuk handphone ini itu berhasil. Karena kita bisa melihat dari performanya dia sangat stabil dan tingkat stabilitas ini tidak bisa didapat kalau hanya ngandelin spesifikasi tinggi aja. pendinginannya pun juga harus benar. Kalau kita terjemahkan ke penggunaan sebenarnya, tidak hanya benchmarking seperti apa. Realme ngeklaim untuk masalah gaming handphone ini ada 20 game yang bisa mendapatkan total FPS itu sampai 120 FPS. Dan dua game di antaranya yang saya tes itu adalah CODM dan MLBB. Benar. Kedua game ini bisa mendapatkan FPS sampai dengan 120 FPS. dan lewat pantauan saya dari satu sistem ini berjalan dengan cukup stabil. Sekalinya drop di MLBB ini hanya terjadi seperti biasa di saat turet itu hancur. Sementara di CODM ini kecenderungannya adalah lebih aman. Tidak ada jumi turun ke bawah yang gimana-gimana. Untuk suhu sendiri di saat saya main langsung 15 menit MLBB disambung dengan 15 menit CODM. Terasa aman-aman aja secara suhu di body belakang. Hangat-hangat sedikit tidak ada panas yang membuat handphone ini jadi tidak nyaman dipegang. Sementara untuk yang pengin menggunakan handphone ini sebagai content creating device, kita coba uji editing ya menggunakan CapCard. Ada dua project yang akan kita buka. Yang pertama ini project menggunakan kamera mirrorless. Datanya dipindahkan ke handphone dan berjalan dengan aman-aman aja. Memang di saat playback tidak sesooth yang saya inginkan, tapi ya udahlah kurang lebihnya ini masih bisa berjalan dengan cukup baik. File yang sangat aman dijalankan adalah file yang saya rekam dari handphone. Filennya ini adalah lock 10 bit 422 dari Xiaomi 14T. Banyak handphone-handphone di kelas 6 7 jutaan yang cukup berat menjalankan file ini. Tapi untuk Realme GT7 menjalankan file ini dengan sangat baik. Baik saat itu kita swiping ataupun juga di saat kita menonton ulang atau kita playback file-nya. Untuk rendering time-nya sendiri file video 1 menit dengan source 4K 10 with 422 kita export atau render ke 1080. dia hanya memerlukan waktu sekitar 25 sampai 26 detik aja. Jadi jatuhnya untuk content creation baik dari sisi kamera ataupun juga dari sisi editingnya Realme GT7 bisa dikategorikan sebagai satu buah device yang nyaman. Nah, good newsnya Realme juga enggak cuman ngegas di masalah hardware ya. Untuk masalah software optimalisasinya Realme juga bisa dibilang ini udah oke ya. Realme UI yang merupakan titisan dari Colori OS itu jadi ada beberapa hal yang familiar dan juga menyenangkan itu hadir di sini. Di home screen saat lo pengen menuju ke satu buah ikcon yang posisinya ini agak mojok-mojok itu simpel, tinggal swipe aja dari bagian sebelah kiri atau sebelah kanan layar dan nanti iconnya akan ikutan mengecil. Enggak ketinggalan, dia juga sudah punya AI planner. Semisal kita dikirimin message, email atau WhatsApp, undangan, event atau meeting, kita tinggal buka aja message-nya dan tap bagian body belakang dua kali, maka Realme akan menganalyze layar dan kemudian tinggal menaruh event yang dikirim masuk langsung ke dalam planner. Ini sangat simpel, mudah, dan belum ada di Color OS nih. Apakah ini fitur selanjutnya yang ada di color OS? Kita tunggu. Enggak ketinggalan di saat kita main game optimalisasi seperti GT Boost, AI Gaming options-nya sampai juga touch optimizations-nya sudah hadir. Jadi ya experience main game-nya ini bisa dibilang jadi lebih optimal lagi ya karena terbantu dengan optimalisasi dari software-nya si Realme GT7. Nah, jadi kalau kita melihat dari sisi software dan juga hardware gitu ya, optimalisasi semuanya bisa dibilang Realme GT7 itu fair antara harga dengan yang kita dapatkan. Tapi memang jegalan-jegalan dari luarnya itu hadir seperti IQ dengan Neo 10-nya. Benar itu bukan lawan yang sebanding karena secara kelas performa bahkan benchmarkingnya pun juga masih di bawah Realme GT7. Tapi just enough untuk orang-orang yang mencari memang handphone untuk gaming dengan harga yang agresif gitu ya. Jadi, huh tentangannya Realme emang tidak main-main ya untuk di tahun 2025 ini. But then again, this one is actually a really good device. Dan kalau emang Anda tertarik ya rasa-rasanya enggak salah sih kalau memilih Realme GT7 karena memang device-nya semenarik itu. Tapi kan itu menurut saya ya. Menurut Anda gimana? Tulis di dalam komentar. Yuk kita diskusi buat sekarang. Taufik ma diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

Realme GT 7

Realme GT 7 yang dipasarkan resmi di Indonesia hadir dalam satu SKU retail dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Tidak ada varian ukuran bodi lain yang dijual untuk pasar Indonesia. Pilihan warna yang tersedia secara resmi adalah IceSense Black dan IceSense Blue.Dimensi bodi Realme GT 7 memiliki panjang...