Jungkat

Lah kok mirip?! Google Fitbit 3.2 Juta VS Lige Tracker 200 RB ! (YouTube Video)

  • 15/08/2026

Ini adalah Google Fedbit yang saya sulap jadi Wop 5.0 yang saya beli dengan harga 3,2 juta. Dan ini adalah Liga Smart Tracker namanya. Harganya Rp200.000-an. Lebih mahal strapnya Wop 5.0 ketimbang Smart Tracker ini. Selisih harganya itu sekitar 16 kali lipat. Tapi ketika lihat datanya nanti, bah ini kayaknya Google kemahalan deh. Jadi saya udah pakai Google Fedbit ini sih lama sih ya. Kalau Ligo ini baru 2 hari dan di 2 hari ini kita coba bandingkan datanya gimana antara harga Rp200.000 sama 3,2 juta. Disclaimer dulu Google Fitbit itu sebenarnya harga resminya cuman 99 cuman karena enggak ada yang jual dio harganya itu jadi naik Rp3,2 juta. Mungkin sekarang udah turun kali ya karena hype-nya udah enggak ada. Tapi enggak tahulah. Kalian cek aja nanti di link pembeliannya di bawah. Nah, kalau soal desain keduanya ini sama-sama tracker namanya bukan smartband. Enggak ada layarnya, enggak ada AMOLED-amoletan. Enggak ada digital, enggak ada notifikasi WhatsApp. Dan awalnya Liga ini saya enggak berekspektasi yang gimana-gimana gitu ya. Karena ya Rp200.000 lebih mahal dibandingkan strap-nya WOP ya. Kayak ya paling cuman gitu-gitu aja kayak brand ODM [musik] Cina kayak pada umumnya. Tapi surprisingly kalau dipakai nyaman juga ternyata ya. kayak pakai gelang biasa, ringan, kayak enggak pakai apa-apa. Awalnya kenapa saya beli Liga Smart Watch atau Smart Tracker ini? Ya, awalnya saya pengin ngerubah si Liga ini untuk jadi wood juga sebenarnya ya. Cuman ternyata susah. Kenapa? Karena sensornya dia sendiri aja itu lebih gede dibandingkan pengait dari strapnya WB. Jadi mekanismenya kayaknya susah deh. Atau kalian yang engineer bisa coba tulis di kolom komentar ya. Bisa enggak ya liga ini jadi adapternya WBU? Kayaknya susah deh atau saya yang kurang pintar ya. Kalau desain selera lah ya. Tapi sebelum masuk ke sensor, fitur-fitur lain kayak ketahanan airnya si Google Fedbit ini bisa masuk sampai kedalaman 50 m. Sementara si Lig ini ya entah bener atau enggak ya, ya namanya bareng R00.000 dia katanya bisa sampai kedalaman 10 m. Tapi 2 hari saya pakai nih saya pakai dia untuk mandi. Dan so far sih aman ya, enggak ada kerusakan kalau dibuat untuk mandi aja. Nah, yang menurut saya agak patut dipertanyakan baterai sih karena si Google ini klaimnya enggak yang muluk-muluk gitu ya. dia ngecasnya 90 menit 0 ke 100% terus bisa dipakai 10 hari. 10 hari sebenarnya juga menurut saya itu lemah banget baterainya karena enggak ada layar masa cuman 10 hari. Huawei aja bisa sampai 1 bulan gitu ada layarnya ya. Nah, si Liga Smartwch ini untuk baterainya diklaim bisa sampai 45 sampai 50 hari. Gila gak ya perbandingan baterainya tuh lima kali lipat. Nah, jujur saya belum sampai habis sih baterainya ya. Ini masih dipakai 2 hari. Jadi nantilah kalau misalkan ada update. Apakah benar 50 hari dengan harga Rp200.000? Yah, kayaknya sih. Oke, sekarang kita masuk ke pengalaman saya pakai keduanya. Jadi, saya udah kayak orang gila. Kirinya pakai Google Feedbit, kanannya pakai si Lige. Kemarin pas ng-review smartwat Samsung ya, pakai Samsung juga udah kayak jualan gelang tapi di tangan gitu. Nah, hari pertama pas saya gunakan untuk jalan kaki ya [musik] di Google Fitbit 1 hari itu saya dapatnya 6.412 langkah, lige di 6623 langkah, selisihnya 211 langkah sekitar 3,3%. Nah, ini kalau misalkan kayak Ari pelari yang benar-benar butuh akurasi ini kata Ari sih kayak pajak Straf. Wah, itu orang pelari bakalan bakalan marah banget sih karena selisih 10 langkah aja buat mereka itu penting. Karena kan mereka kayak pamer tinggi-tinggian Straava ya. Tapi kalau kebutuhannya itu cuma pengen tahu hari ini saya gerak kira-kira berapa sih ya liga ini udah ok lah ya karena selisih errornya itu cuman sekitar 3% ya. Intinya langkahnya sekitar 6.000-an sama lah. Di hari kedua Fitbit nyatetatnya sekitar 2.670 langkah. Sementara Liga 2021 langkah. Nah, ini hari kedua mulai ngacu nih si Liga ya. Selisihnya sekitar berapa tuh? Berarti 17,2% atau 459 langkah. Cuman di hari kedua itu saya lupa saya copot atau enggak karena si Google Fitbit ini juga kadang saya buat untuk quality control adapter yang saya jual ya. Jadi adapter si Wop 5.0 ini kan saya jual juga hasil 3D print-nya. Kadang saya copot untuk quality control untuk ngepasin aja dia pas atau enggak. Jadi hari kedua menurut saya sih enggak valid. Kita pakai data hari pertama aja. Terus sekarang kita cobain untuk sensor slip tracking-nya. Sensor slip tracking-nya gila sih ini kayak kalian ngerasa Google Fitbit ini kemahalan. Karena di hari pertama si Fitbit itu nyatat 7 jam 13 menit. Liga nyatatnya 7 jam 20 menit. Selisihnya cuman 7 menit aja. Di hari kedua Fitbit 6 jam 25 menit. Lige 6 jam 29 menit. Selisihnya sekarang 4 menit. Makin pendek tuh. Kalau butuhnya cuman kayak slip tracker sih oke sih ya liga ini ya. Kira-kira kalian tidur 6 jam gitu ya, enggak usah lihat menit-menitnya sih oke. Cuman yang menarik si Lig ini datanya juga lengkap ternyata. Jadi ada rem slip, deep slip, light slip itu di aplikasinya banyak banget nih. Kalian bisa lihat sendiri aja. Jadi fitur-fitur yang ada di Google Fitbit ada beberapa yang bahkan liga itu lebih lengkap ya. Cuman kalau kalian tanya keakurasiannya gimana, Zuzur, saya enggak paham ya. Kalau di Google Fitbit itu ada AI-nya. Jadi dia bisa ngerangkumin hasil tidur kita. Oh, hasil tidurmu, deep slipmu, light slipmu kayak gini nih. Oh, berarti besok kamu harus kayak gini, harus olahraga ini, gitu. Jadi enak. Kalau ini kita harus mandiri baca sendiri, ya. Mungkin kalian bisa screenshot terus lempar ke game ini. Bisa juga sih sebenarnya, ya. Cuman kalau masalah akurasinya jujur ya perlu dipertanyakan karena untuk harga Rp200.000 selengkap itu loh datanya. Nah, enaknya Fitbit itu ada slip scor-nya ya. Jadi totalnya tadi selaing dirangkumin ada slip skor-nya. Jadi, kalau makin bagus tidur kita itu makin bagus intinya. Jadi kalian juga bakal ngerasa ketika bangun tidur angkanya 80. Oh fresh ya. Terus saya pernah tidur cuma 3 jam angkanya jadi 60. Ya, itu berarti pur. Memang saya ngerasa kayak hari itu uh lemas banget ya karena kurang tidur. Jadi lebih siap menghadapi hari aja kalau ada fitbit. Kalau ini ya harus manual baca sendiri. Terus sensor lain ada HRV. HRV itu jangan diterjemahkan Honda HRV Mugen beda. HRV di sini tuh hard rate variability. Jadi kalau misal di Ligue itu skornya 38 detik, fit bit 40 m. Jadi jantung saya itu naik turun 40 kali gitu. Dan di Liga itu ada SPO2 juga. Cuman yang SPO2 saya kenapa 99% terus ya? Jadi kayak menurut saya agak aneh gitu ya akurasinya entah gimana cuman ya fiturnya terlalu banyak emang. Kayak contohnya ada blood pressure juga di Liga ya dia nunjukin 128/90. Cuman jujur aja blood pressure itu saya gak percaya sih ya sama Liga karena 1 8/90 itu menurut saya tinggi banget. Nah, kalau misalkan kalian butuh smartwatch yang ada blood pressure-nya punyanya Huawei gitu. Huawei apa ya 4 pokoknya dia ada kayak pompanya dia pompa W gitu saya lupa serinya. Itu menurut saya akurat karena itu udah pernah saya tes juga. Nah, ini kayak fitur-fiturnya tuh terlalu banyak tapi ya yang akurat ada ada beberapa yang menurut saya patut dipertanyakan. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya video side to set antara harga Rp3,2 juta dan Rp200.000. Nah, kesimpulannya memang kalau misalkan tujuan kalian itu hanya untuk ya gambaran aja berapa kalian gerak sehari, stepnya 6.000-an itu oke, terus slip tracking-nya oke juga menurut saya. Tapi kalau udah kayak SPO2 terus apalagi tadi kayak blood pressure menurut saya dengan harga Rp200.000 kayaknya perlu dokter deh ini yang ng-review ya. sambil ada side to side alat yang benar-benar bisa ngukur blood pressure dan juga SPU2 yang valid. Mungkin nantilah ya kita tes juga. Tapi overall kalau misalkan kalian butuh tracker kesehatan yang ya cuman gerak, olahraga, sensor untuk ya slep, tidur terus HRV itu si Liga masih ok lah. Tapi ya Liga enggak bisa ngangkat privilege sekalian. Yang bisa ya Google Fitbit pakai st woop kayak gini ya. Jadi kayak kalian pakai wop, wah gila ini ini lagi ngetren banget wop itu ya. Harganya itu sekitar 3000 350 dolar per tahun kalau enggak salah dan harus subscription, harus langganan. Makanya orang-orang itu ngakalinya Google Fitbit pakai adapter Bu. Nah, sebenarnya kalau misalkan kalian cuma butuh untuk yang benar-benar ya santai-santai aja lige karena harganya Rp200.000-an. Tapi kalau kalian butuh yang ada EA-nya, yang EA-nya ini bisa kalian tanya-tanya. Ada coach-nya juga di aplikasi Google Health. Jadi kalian bisa promin aja kalian butuhnya apa, mungkin nurunin badan, naikin badan, itu bisa semua di promnya. Dan ya kalau saya disuruh milih sih, saya sih pilih Google Fitb Adapter Wop ya. Karena ini kayak wah gila masa reviewer 1,6 juta subscriber pakai R00.000-an itu kayak ya namanya gengsi itu masih ada L ya. and see you on the next video.

Lihat di YouTube