Jungkat

LAH! KOQ BEGINI!? - Nyobain Xiaomi 14T di Berlin! (YouTube Video)

  • 27/09/2024

Halo, Sob! Langsung dari Berlin, Jerman, dan ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan Xiaomi 14T. Ini bukan video review ya, ini adalah video pengalaman saya pakai smartphone ini seharian. Buat foto-foto, video, sosmed, dan chat. Semua akun sosial media dan WhatsApp itu sudah saya masukkan ke hape ini biar saya juga bisa cerita pengalaman penggunaan saya selama satu hari di Berlin ini. Pertama, mari kita lihat desainnya. Sejujurnya, desainnya ini tuh nampak lebih sederhana. Bagian belakangnya ini flat, bentuknya itu mengotak dengan modul kamera yang juga kotak, mengikuti desain smartphone secara keseluruhan. Tepiannya juga tegas dan flat, nggak ada lengkung-lengkungnya. Feel di tangan masih nyaman karena sudutnya ada lekukan dikit. Di sisi kanan ada tombol volume dan tombol power dengan guratan ya. Dan di bagian atasnya ada dua lubang microphone dan Infra-Red Blaster biar bisa jadi remote. Oh, tambahan, Xiaomi 14T ini juga sudah IP68. So, ya, nice. Untuk layarnya, dia pakai layar dengan ukuran 6.67 inch CrystalRes AMOLED dengan resolusi 1.5K. Jadi, dia tuh punya kerapatan piksel sampai 446 ppi. Sangat tajam. Udah gitu, punya refresh rate 144Hz, maximum brightness sampai 4000 nits, support HDR10 dan Dolby Vision. Belum LTPO tentunya, cuman nggak apa-apa. Segini aja tuh sudah termasuk sangat bagus. Pakai smartphone ini di luar ruangan bukan masalah. Cuman memang di Berlin saat ini tuh nggak terik sih mataharinya, malah lebih sering mendung. Enaknya nanti kita tes lagi pas di Bekasi ya. Nah, mumpung lagi di Berlin, emang paling pas di tes kemampuan kameranya. Kamera Xiaomi 14T ini pakai kamera utama Leica 50MP dengan OIS, telephoto Leica 50MP dan ultrawide 12MP. Sejauh ini, hasil fotonya tuh bagus banget. Hasil fotonya tuh tajam, dynamic range-nya oke, warna juga enak dilihat. Untuk warnanya, seperti biasa, Xiaomi menyediakan 2 opsi warna, yaitu Leica Vibrant dan Leica Authentic. Kamu bisa pilih karakter warna seperti apa yang lebih cocok sama seleramu. Bisa dilihat perbedaannya ya. Leica Vibrant tuh ngasih warna yang lebih vibrant dan exposure yang lebih terang, sementara Leica Authentic emang ngasih warna yang plek natural. Saya sendiri sih lebih suka yang vibrant. Buat lowlight-nya juga sejauh ini bagus, cuman tempat kita jalan-jalan di Berlin ini tuh belum nemu yang punya tingkat pencahayaan yang sangat gelap. Jadi, baiknya buat performa lowlight-nya, mending nunggu di video review-nya aja. Lensa telephoto 50MP-nya bisa ngasih hasil foto potret yang wadidaw. Ada 4 focal length yang bisa dipilih, yaitu 23mm, 35mm, 50mm, dan 75mm. Hasilnya jangan ditanya ya. Bokeh-nya rapi, hasilnya tajam. Hadir juga pilihan sistem lensa master buat dapetin foto dengan karakter seakan pakai kamera DSLR dengan lensa master-nya Leica. Cakep banget deh hasilnya. Bikin betah buat foto-foto potret. Nah, ini adalah sampel perekaman video kamera belakang dari Xiaomi 14T. Dan saya merekam di 4K 30fps. Sebenarnya soal sekarang tuh lagi agak mendung ya. Jadi nggak begitu kelihatan performa HDR-nya, tapi ini mendukung HDR video. Dan ketika dipakai jalan, teman-teman bisa lihat bahwa stabilisasinya cukup bagus. Dan kalau misalnya saya taruh objek di depannya, nah hasilnya seperti ini. Bagus kan? Detailnya kelihatan? Kita tuh lagi mem-eskim. Eskrim-nya enak. Dan ya, kemampuan fokusnya juga cepat ya. Walaupun ini di belakang biasanya kadang kalau ada muka orang, dia pindah. Nah, kan pindah kan benar? Tapi dengan mudah akan pindah lagi. Balik lagi. Balik lagi, nggak? Karena ada orang di sana. Masih belum? Nah, pindah lagi. Masih oke sih. Dan ini adalah sampel perekaman kamera depan Perekaman maksimalnya di 4K, 30 fps. Bisa juga jadi 1080p, 60 fps kalau kamu mau story di Instagram, jadi kelihatan lebih smooth. Itu bisa dilakukan. Satu yang saya notice lagi adalah di kamera depannya ini. Dia tuh cukup steady ya dengan hadirnya EIS. Yummy, yummy. Nggak ada HDR di kamera depan, but it's okay. Memang juga hape mid-range. Ini masih cukup bagus buat dipakai nge-vlog di pas lagi jalan-jalan. Sementara untuk perekaman video dalam kondisi gelap, hasilnya seperti ini. Sebenarnya nggak gelap-gelap amat sih ini. Maksudnya masih lumayan. Masih ada percayaan yang ini lampunya terang banget. Tapi hasilnya bisa dilihat bahwa memang stabilisasinya kayaknya ini memang lebih baik daripada versi sebelumnya. Dan ini saya sedang pakai jalan, jadi walaupun lagi dalam kondisi kurang cahaya, gelap, ya dia masih bisa ngasih stabilisasi yang cukup bagus. Ini saya ngerekam di 4K 30 fps. Tuh lihat movement ke atasnya. Saya panning ke kiri. Hasilnya masih oke. Tuh ada sepeda. Oke ya. Cukup mantap lah ini. Dan ini adalah perekaman video di kamera depan dalam kondisi malam. Ya, ini bisa dibilang sudah cukup capable ya baik di siang hari ataupun di malam hari. Jadi kalau kamu jalan-jalan ke tempat bersejarah seperti ini, kamu masih bisa dapetin detail-detailnya. Dan ya, ini mungkin karena efek ini sih habis dipungkiri bahwa ada pencahayaan yang cukup oke ya di atas sana. Dan ini saya pakai jalan. Tentu ada getaran-getarannya, tapi kelihatan ya bahwa getaran ini kayak berusaha untuk diredam dengan menggunakan EIS-nya. Jadi ini adalah suatu hal yang bagus. Good job, Xiaomi! Ada satu fitur lagi yang mau saya kasih tahu ke teman-teman, yaitu fitur Master Cinema. Seperti yang teman-teman lihat saat ini video tanpa Master Cinema nyala dan karakter gambarnya itu seperti ini ya. Dan sekarang saya mau nyalain Master Cinemanya. Dan ini dengan Master Cinema hidup. Jadi video itu lebih film-like dan seperti yang kalian lihat ini adalah salah satu situs bersejarah yaitu Checkpoint Charlie. Jadi kalian bisa lihat ya suasananya itu jadi beda terus lebih kontrasi mirip kayak ini lah, mirip kayak film lah. So, itu dia fitur Master Cinema. Kemampuan kamera yang bagus tidak akan lengkap kalau spek chipsetnya itu ecek-ecek. Untungnya Xiaomi itu tidak pernah kasih chipset yang nanggung ya. Buat Xiaomi 14T ini, Xiaomi ngasih chipset MediaTek Dimensity 8300 Ultra. Bukan chipset terbaru memang. Sebelumnya itu Xiaomi sudah kasih di Poco X6 Pro. Performanya cukup ngebut dan cukup hemat daya karena sudah 4nm. Saya sengaja mindahin semua akun pribadi dan WhatsApp selama saya ngetes smartphone ini di Berlin. Dan setelah seharian pakai hape ini buat foto, video, dan komunikasi, baterainya tersisa 32% di jam 5 pagi esok harinya. Cukup bagus. Baterainya standar padahal ya 5000 mAh tapi dilengkapi sama kemampuan pengecasan cepat sampai 67 Watt. Cuman ini sudah 2024, standar bagus sebuah smartphone itu tidak diukur lagi hanya dari kamera, performa, atau baterainya. Sekarang diukurnya pakai... Bukan otak. AI. Fitur AI di Xiaomi 14T ini dibantu sama kolaborasi mereka dengan Google. Untuk saat ini ada beberapa fitur AI yang belum aktif. Cuman saya bisa ngasih demo beberapa fitur yang sudah aktif saja. Yang pertama adalah AI Interpreter. Kamu bisa ngobrol dengan seseorang dengan bahasa berbeda dengan mode Conversation seperti ini. Fitur ini tidak on-device ya, jadi dia masih membutuhkan koneksi internet kayak Google Translate. Hal baiknya adalah bahasa Indonesia sudah available dan bisa langsung digunakan. Kemudian ada AI Recorder. Bisa merekam suara dan langsung mengubahnya jadi teks. Tidak hanya itu saja sih, bisa langsung ditranslate dan kemudian membuat summary-nya. Yes, masih belum sempurna, tapi fitur ini promising. Terakhir yang saya bisa kasih contoh mungkin AI Image Editing. Nah, kalau yang ini itu AI on-device. Tidak perlu koneksi internet. Contoh yang paling sering digunakan adalah menghilangkan orang atau obyek yang mengganggu pemandangan. Tinggal pilih saja yang mau dihilangkan dan puff, dia menghilang. Sebenarnya masih ada fitur AI lainnya kayak AI Notes, AI Portrait, Google Gemini, dan bahkan akan kebagian fitur Circle to Search. Cuman masih harus menunggu beberapa waktu lagi agar semua fitur AI ini available. Untuk warna, di Indonesia akan available warna Titan Grey dan Titan Black. Cuman 2 saja. Ada varian yang warna hijau-nya padahal, dan pakai finishing vegan leather. Cuman sayangnya dia itu tidak akan ke Indonesia. Ini namanya Lemon Green. Lucu ya? Selain Xiaomi 14T, hadir juga Xiaomi 14T Pro. Mengasih spek kamera yang lebih baik, material bodi yang lebih mewah, dan ada lengkungan di bagian belakangnya, jadi lebih enak untuk dipegang. Tentunya harganya ini akan lebih tinggi ya. Buat yang ini saya akan bahas kalau Xiaomi itu minjemin hape-nya. Karena saat ini device-nya belum banyak dan belum bisa saya tes, so Xiaomi... Kamu tahu alamat saya di mana? Dan itu aja yang baru saya bisa kasih tahu di video kali ini. Lengkapnya nanti aja di video review. Tulis aja yang kalian mau tahu dari smartphone ini di kolom komentar di bawah. Saya akan coba jawab di video review-nya nanti ya. Sekian aja dari Mouldie. Semoga membantu dan pastikan kamu sudah subscribe. Mouldie out! Ada Chris, lagi video-in.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 14T

Xiaomi 14T merupakan smartphone kelas menengah atas yang resmi dipasarkan di Indonesia oleh Xiaomi sebagai bagian dari lini seri T. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi, kemampuan kamera hasil kolaborasi dengan Leica, serta daya tahan yang kuat untuk penggunaan harian. Xiaomi 14T menargetkan pengguna yang menginginkan pengalaman...