Jungkat

Lah Poco Kok Jadi Gini ?! Unboxing Poco M7 Resmi Indonesia (YouTube Video)

  • 09/10/2025

Tumben HP Poco jualannya bukan performa tapi baterai yang tahan lama dengan 7000 mAh. Baterainya bakal tetap awet meskipun main game tanpa jeda. Desainnya secakep seri atasnya. Punya layar gede bikin nonton jadi lebih berasa dan dari segi kamera lebih gonjreng hasilnya. Ya udah enggak usah banyak bicara selamat menonton yang kemarin kebantai sama Vila. [Musik] Jadi kenalin ini adalah Poco M7 4G bukan varian yang pro ya harganya. Harusnya sebenarnya ketika video ini dibuat saya belum tahu harganya. Tapi kalau kita lihat dari sebelumnya untuk yang versi terendah startnya itu R jutaan kalau enggak R jutaan. Jadi harusnya sih harganya bakal ada di range itu. Dan boknya juga warna kuning seperti biasanya. Dan langsung aja deh kita coba unboxing di dalam paket pembeliannya Poco M7 sekarang itu kayak gimana ya. Kalau untuk spesifikasinya nih langsung tertulis baterainya itu 7000 mAh 6,9 inch. Buset hampir 7 inch. Chipsetnya pakai Snapdragon 685. Kameranya 50 megap. Untuk yang kita bahas ini varian 8 GB 256. Oke, jadi langsung aja coba kita lihat. Wuh, boksnya serba kuning. Ala-ala puk. Wuh. Desainnya mirip-mirip sebelah ya, yang dulu edisi Transformer kalau kalian tahu. Jadi ada warna merah, biru, sama silvernya. Iya enggak sih? Kayak ada vibef transformer Optimus Prime-nya yang di sebelah itu juga ada gitu ya. Terus kita juga dapat stiker seperti biasa pukunya beraksi. Ini harusnya colollabsama band kotak sih ya biar lebih beraksi lagi. Terus kita juga dapat softcase yang warnanya hitam enggak bening. Nah, saya penasaran chargernya nih. Chargernya uh chargernya kita dapat yang 33 watt ya. ya bukan yang paling kencang tapi masih ok lah. Terus kita juga dapat kabel type A to type C. Untuk warnanya seperti yang saya bilang tadi, dia mirip-mirip sama warna Optimus Prime. Cuman bedanya di sini ada kayak semacam kotak-kotak ansimetris yang jadinya itu futuristik. Keren sih ya. Jadi kayak playful dan funet. Terus kalau untuk bingkai kameranya dia mirip sama Poco F7 ya dengan bingkai kamera dua vertikal oval. Terus di sini ada flash-nya. Tapi kalau menurut kalian gimana nih ya? Poco M7 mencoba tampil beda lah dibandingkan versi sebelumnya. Tapi oke kok ya. Jadi finishing-nya ini juga pakai mid, enggak gampang nempel fingerprint. Warnanya juga cakep menurut saya beda anti mainstream. Cuman kalau ditutupi case-nya yang warna hitam tadi ya percuma juga sebenarnya karena bakalan ketutupan. Terus di sebelah kanannya ada volume up and down. Ada fingerprint yang menjadi satu sama tombol power. Sekaligus kita nyalain sambil kita instalasi untuk beberapa aplikasi. Terus ada type C audio jack speaker. Di sebelah sini ada SIM 3 yang dia support sama dual SIM plus ada micro SD plus masih ada infrared blaster. Nah, speakernya kok cuma satu ya? Apakah di sini jadi speaker juga? Nanti coba kita cek. Dan kalau untuk bobotnya dia ada di 226 gr. Ketebalannya itu lebih tepatnya di 8,6 mili. Lumayan bulky ya. Hampir 9 mili ya. Wajar sih ya karena baterainya itu di 7.000 1000 mamp dan HP-nya udah selesai kita instal beberapa aplikasi untuk hands on. Kampak depan masih kerasa entry levelnya di bagian dagu terutama ya. Untuk kiri kanan atas sebenarnya masih cukup oke. Dia enggak yang tipis-tipis banget kayak flagship-nya. Cuman untuk harga entry level harusnya Rp1 juta atau R jutaan masih okelah. Cuman dagunya aja nih. Untungnya selfie kameranya itu udah pakai punch hole ya, bukan waterdrop. Jadi lebih kelihatan modern lah, enggak dari zaman-zaman goa. Untuk layar dimensinya ini 6,9 inch. Panelnya pakai IPS dan dia punya refresh range nih 144 Hz yang bisa adaptif. Jadi adaptifnya itu 6090 up to 144 Hz. Tapi 144 Hz-nya ini ya kayak ya penting enggak penting ya. Karena kalau saya cek si Snapdragon 685 ini dia enggak support sama 144 Hz. Jadi 120 Hz aja supportnya. Jadi kalau secara chipset enggak support, layarnya support ya jatuhnya kayak cuman gimmik aja sih. Tapi kalau secara F kayak home screen dan di aplikasi-aplikasi tertentu dia 144 Hz-nya memang kebaca sih. Tapi enggak semua aplikasi ya. Aplikasi kayak contohnya Google Chrome itu enggak bisa ya. Kebanyakan aplikasi-aplikasi bawaan dari Poco M7. Terus untuk layar karena memang biasanya ketika brand itu jualan baterai dengan 7000 mAms pasti dikombinasikan dengan layar yang support untuk dipakai outdoor, dipakai di lapangan. Nah, contohnya kayak Poco M7 ini layarnya dia udah support sama wet touch yang artinya kalau misalkan hujan-hujan mungkin kalian gunain untuk odor driver online, nah kehujanan itu masih bisa dipakai walaupun kena air layarnya. Kalau untuk warnanya ya seperti biasanya Xiaomi, jadi ada Vivit standar dan satur rated. Dan pas kita tes pakai Kalman dia dapat Vivit-nya itu di 99,5% sRGB. Satu rate-nya 99,6%. Standarnya mirip-mirip juga di 99,5%. Tapi yang saya salut itu di brightness-nya ya. Tipikalnya untuk mode satur rated itu bisa tembus hampir 600 nits. Nah, kalau tipikalnya aja udah hampir 600 kalau kita pakai outdoor di luar ruangan ini ya, coba saya tembakkan ke lighting tuh masih kelihatan. Padahal brightness-nya itu masih segini. Nah, kalau misalkan saya mentokin tuh masih enggak kalah gitu sama lighting yang ada di depan. Cuman kalau di kamera ya jadinya kayak over exposure ya. Lanjut kita bahas soal baterai. Untuk baterainya ini seperti yang saya bahas tadi, baterainya ini punya kapasitas yang ya gede ya. Banyak sekarang HP yang punya 7.000 mamp salah satunya PU M7 ini. Tapi dia ada beberapa mode ya, baterai software, terus ada ultra battery saver dan kalau misalkan dan kalau untuk proteksinya ada nih, ada battery protection di mana dia bakalan smart cut off ketika 80%. Terus kita juga bisa lihat cycle-nya dia dicas berapa kali, baterai health-nya berapa. Jadi untuk memperpanjang umur baterainya. Terus karena dia ini punya kapasitas yang gede, sayang dong kalau misalkan dia gak bisa dijadikan powerbank. Akhirnya sama Xiaomi, ya udahlah kita jadiin kayak powerbank juga lah. Dengan rever wireless charging itu di 18 wat lumayan loh ya. Biasanya reverce bar charging itu awal-awal keluar cuman 5 watt terus naik 10 watt. Nah, ini sekarang untuk entry level aja udah bisa 18 watt. Terus untuk waktu pengecasannya cukup lumayan walaupun secara angka fast charging-nya sebenarnya bukan yang 45 watt ke atas, enggak 33 watt, tapi masih cukup lumayan mengingat harganya sekali lagi yang R2 jutaan. Ngecas 30 menit, dia bisa full 50% kalau 0 ke 100% 1 jam 45 menit. Untuk 7000 mamp itu bukan yang kencang gimana, tapi bukan yang lambat juga. Kalau untuk datan baterainya, pas kita coba untuk main beberapa game. Contohnya game PUBG 30 menit dia berkurang cuman 4% loh ya. Mobile Legends juga berkurang cuman 4%. Gensin Impact 30 menit berkurang cuman 6%. Biasanya itu 12%. Gila ini dua kali lipat lebih awet. Dan untuk YouTube 30 menit, Netflix 30 menit, berkurangnya cuman 2%. Dari situ aja udah kelihatan kalau dia kita sampling aja awet baterainya. Nah, sekarang kita coba untuk kameranya, ya. Kameranya ini selfie kameranya naik. sekarang jadi 13 megap dulu 8 megap. Main kameranya 50 megap dan sisanya lensa gimik aja. Kayak gimana kualitasnya? Kita langsung bahas di luar aja ya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Poco M7 ya. Dia bisanya di 1080p 30 fps. Oh, ini saya jalan dikit aja udah getar-getar ya. Jadi ya standarnya entry level lah. Untuk dynamic range kira-kira seperti ini. Masih cukup oke karena ya walaupun ada blown out tapi terpisah antara langit dan juga temboknya. Dan juga di bagian daun itu enggak yang over expose, biasanya over expose. Dan untuk skin tone masih oke, natural aman tapi ya gempa ya gempa, duddutan dan agak shaky starter juga. Nah, kalau buat fast movement kira-kira seperti ini. Terus kalau digunain untuk jalan biasanya apa yang 3 level itu ya. Kalau misalkan kita move dari area terang ke area gelapurnya itu kacau gitu. Nah, sekarang kita coba dari area terang ke gelap. Nanti ada yang ambil birol. Terus kita masuk ke area gelap. Kira-kira seperti ini. Masih aman exposur-nya, enggak yang tap-tap, transisinya aneh gitu. Kita keterang lagi. Masih aman. Kita coba kamera belakangnya kayak gini. Satu kalinya skin tone-nya masih oke juga. Terus dia bisa dizoom sampai di dua kali, tiga kali. Ini bisa en kali. Enam kalinya noise ya. Jadi prefer better sih di tiga kali atau dua kali lah. Satu kalinya kayak gini. Kalau misalkan zoom in detail dia dapatnya kayak gini. Zoom out kayak gini. Masih cakep. Terus kita coba untuk autofokusnya. Autofokus juga jalan aman. Dan kalau misalkan kita gunain untuk jalan, saya pegang tangan dua deh. Kira-kira seperti ini ya. Nah, kalau untuk objek detail tomat ini masih oke juga. Tuh, detail daunnya masih kelihatan. Walaupun memang karena dia enggak ada-nya, stabil stabilisasinya jadi kurang ya. Coba untuk fokus ke sini terus kita pindah ke sini set aman. Kita pindah lagi ke sini set aman. Terus untuk dynamic range aman juga dan atas bawahnya enggak terlalu yang patah-patah. Cuman exposur-nya ya osurnya pindah ke terangga gelapnya agak gimana gitu. Terus kalau buat jalan ya, karena enggak ada OIS jadi kayak gini. Lanjut, sekarang kita coba bahas untuk performanya. Ya, sebenarnya saya jujur aja bosan kalau harus ngebahas chipset yang lama ya, karena dia pakai Snapdragon 685 ya. Tapi sekalian kita lihatlah untuk AnTuTu versi 11. Perlu dicatat ini versi 11 bukan versi 10. Di mana versi 11 itu skornya memang lebih tinggi dari versi 10 ya. Dengan skornya kalau kita lihat di sini dia bisa tembus di 500.000 poin dengan detailnya kalian bisa baca di sini. Terus untuk Geig Bandch 6-nya single core-nya 400-an. Multi core-nya ya standarnya si 685 dengan 1500. Kalau untuk skor GPU-nya ada di 378. BTW, untuk yang kita bahas ini versi yang 8 GB plus 256 ya. Nah, sekarang kita coba gimana performanya kalau dibuat gaming. Mungkin tuningannya beda karena sekarang lebih tebal. Harusnya airflow-nya lebih optimal kan ya. Kita tes aja. Dan hasilnya pas kita coba tiga game ya, ini ada PUBG. PUBG ini kita coba main sekitar 30 menit. Dia kebukanya di settingan 40 jadi smooth ultra 40 fps. Tapi lancar aja ya, aman-aman aja selama 30 menit dengan power-nya itu butuh 2,21 wat, temperatur bagian dalam di 37,8 derajat celcius. Lanjut di Mobile Legends. Mobile Legends kebukanya 60 fps cuman power-nya 1,98 watt. Jadi lebih ringan dibandingkan PUBG tadi dengan suhu temperatur bagian dalam masih mirip-mirip ya, 37,9 derajat Celcius. Ini kita juga coba main sekitar 30 menit. Kalau yang turun ini, ini sebenarnya enggak turun ya. Ini masuk ke lobi seperti biasa. Setelah lobi match dia 60 fps lancar lagi. Nah, sekarang kita coba lihat untuk game Gensin Impact. Gensin Impact kita coba di settingan lowest 60 fps-nya aktif. Dan hasilnya seperti yang kalian lihatlah ya, average FPS-nya dia dapat di masih playable di 35-an. Cuman kadang terlalu sering 1 2 3 4 kali dia drop di bawah 30 fps 5 6 en kali. Jadi kalau untuk si Gensin Impact, asalkan kalian gak masalah untuk drop selama main sekitar 30 menit, sekitar 6 kali drop FPS-nya ya. 6 kali itu bukan sesuatu yang banyak juga sih ya kalau selama setengah jam. Tapi powernya dia butuh 3,16 watt. Temperaturnya lebih tinggi di 42,3 derajat celcius. Wering wave enggak kita coba karena game Gensin Impact aja dia udah drop en kali di bawah. Jadi, ya, Wing Wave pasti lebih drop lagi. Dan kemarin kan saya diundang Xiaomi ke launching globalnya di Jerman, ya. Itu bakalan ada muncul Hyper OS3 di Xiaomi 15T series. Harusnya sih udah launch 30 kemarin. Harusnya untuk Xiaomi 15T ada HyperOS3. Cuman kalau untuk Poco M7 ini belum ya. Dia masih pakai Hyper OS generasi kedua. Cuman si Poco berani ngejaminin 48 bulan fluent software yang artinya selama 48 bulan kita pakai software-nya itu enggak bakalan nge-lag, enggak bakalan patah-patah gitu ya. Ya, kalau itu sih waktu yang bisa ngebuktiin. Terus walaupun di ini seri entry level, tapi dia ada interconnectivity-nya nih. Nah, hyper connect-nya ini sekarang bisa kalau di yang seri Xiaomi 15T dia bisa cross platform ke MacBook ke Apple. Kalau yang ini belum sih ya. Dia masih bisanya ke device Xiaomi yang lain. Tapi untuk interconnectivity-nya ini cukup lengkap kok. Ada peace clibboard, terus call sink, notification s ada juga untuk AI. Coba kita lihat apakah ada AI dan jawabannya untuk Xiaomi AI yang biasanya di tab setting itu ada. Jawabannya di sini enggak ada sih. Tapi kalau misalkan AI basic kayak Gem ini kita tinggal tekan tahan aja bisa ada tuh gem ini ada. Jadi kalau misalkan mau circle to search juga ada karena sebenarnya ini adalah fitur basic yang dimiliki sama Google atau Android lah. Jadi semua HP yang pakai Android harusnya ada. Jadi kalau kalian tanya apakah ada AI remover ada tapi ya bawaannya si Google. Untuk konektivitas Wii-nya sayangnya masih pakai Wii 5 bukan WiFi 6 tapi it's ok lah ya. Di Indonesia juga router atau provider yang pakai WiFi6 itu jarang. Terus Bluetooth-nya versi yang lower versi 5. Terus konektivitasnya belum bisa 5G karena Snapdragon 685 kan ya, bisanya cuman 4G. Tapi kalau kalian tanya apakah ada fingerprint NFC, sensor-sensornya lengkap kok. Micro SD-nya ini juga bisa dual SIM atau pakai micro SD jadi bisa hybrid. Kalau kalian tanya apakah audionya stereo jadinya kita cek bareng-bareng ya karena saya juga belum ngecek. Plus kita coba lihat untuk layarnya ini yang hampir 100% sRGB tadi kalau dibuat untuk di YouTube. Terus kita coba upsaling apakah masih aman. Jadi untuk upskilling-nya dia bisa di full HD walaupun ini videonya 4K ya, tapi upskilling-nya di 1080p 60 fps gak bisa 2K atau 4K dan hasilnya untuk layarnya masih cukup oke sih ya tuh viewing angle-nya karena IPS juga masih aman nyaman, warnanya juga adem. Ijaunya itu hijau yang adem. Sekarang kita coba lihat untuk audionya. Wuh dia ada volume boost sampai 200%. Tapi volume boost-nya ya by software aja sih ya. Karena hardware itu kayak dipaksa tembus di 200% yang hasilnya biasa aja sih ya audionya standarnya R jutaan dan dia munuh. Jadi kalau misalnya ini saya tutupin tuh suaranya B aja. Cuman enggak fair lah ya kalau misalkan kita putar lagu biasanya kita putar lagu tapi ini enggak lagu. Jadi biar kita bisa tahu perbandingan audionya. Coba sekarang kita putar lagu yang sama pas kita video unboxing. Bentar nunggu pas jedak sudutnya. Oke, untuk suara bassnya enggak muncul. Standar lah ya. Entry level banget untuk kualitas suaranya. Nah, untuk si Poco M7 ini kalau kita bandingkan dengan generasi sebelumnya ya, Poco M6 yang juga varian 4G karena untuk M series itu ada banyak. Ada yang Pro, ada yang 5G. Ada yang M6 tok banyaklah. Yang sekarang itu bodinya lebih gede, lebih tebal, dan lebih berat juga tentunya. Terus sekarang udah ada IP64 yang tahan untuk dibuat kerja lapangan dengan dimensi yang lebih gede. Layarnya juga lebih gede juga dengan 6,9 inch dan refresh-nya lebih tinggi walaupun menurut saya gimik aja ya karena 144 Hz chipsetnya enggak support 144 Hz. Chipsetnya upgrade kalau dulu kan Helio G91 Ultra. Kalau ini sekarang upgrade enggak ya? G91 Ultra ke Snapdragon 685 ya. Upgrade tipis lah ya. dari Mediatek pakai Snapdragon lah. Okelah, jadi itu tadi adalah unboxing dan juga hampir review sebenarnya ya, karena semua datanya udah saya berikan kepada kalian. Dan kesimpulannya hmm bisa dibilang ini adalah salah satu HP Poco yang enggak jualan performa ya, tapi jualannya lebih ke baterai yang gede dan daya tahan yang awet juga. Sekarang kalau kita dipakai dia untuk outdoor selain baterai itu layarnya juga brightness-nya gede, color akurasinya bagus, plus udah ada sertifikasi IP rating. Jadi kalau misalkan hujan-hujanan pokoknya dibawa ke lapangan lah kita itu ngerasa aman. Kalau untuk performasi di kelas HP R jutaan ini lumayan kencang walaupun bukan yang paling kencang ya. Upgrade dari generasi sebelumnya juga udah lumayan banyaklah, lumayan okelah. Tapi yang menurut saya yang agak kurang dari HP ini, pertama dari bodinya yang jadinya jadi lumayan tebal, berat 6,9 inch loh ya. Hampir kayak mini tablet. Terus basil layarnya juga lumayan tebal. Kamera depan dan hasil videonya menurut saya sih ya standarnya di harga R jutaan lah. Dan sekarang udah enggak ada audio jack. Jadi udah ranah-ranah flagship ya. Entry level sekarang udah enggak ada audio jack. Mungkin karena baterainya ya, baterainya 7.000 mamp. Jadi harus dikorbankan audio jack biar ada ruang untuk baterai. Kalau dulu kan baterainya tuh 5100 mamp sekian lah di versi M6. Terus sekarang chargernya jadi 33 watt plus ada reverse charging di 18 watt. Jujur saya belum tahu harganya berapa, tapi kalau kita lihat dari puku M6 sih harusnya R juta gede atau R jutaan kecil. Dan kalau memang beneran harganya segitu, alternatifnya sih ada banyak ya. Bahkan dari Poco sendiri ada. Ada Poco M7 Pro 5G, dia pakai Diamond City 7000 series 2,6 juta kalau enggak salah. Terus ada POVA 7 juga yang baterainya sama-sama 7.000 mamp itu juga R2 juta sekian. Ada Kemen 40 kalau kalian carinya baterai itu sekarang juga harganya R2 juta sekian. Dan terakhir kalau kalian pengen HP yang tipis stylish di harga R jutaan, ada Infinix Hot 60 Pro Plus. Nah, sekarang tinggal kalian aja sih sesuai kebutuhan aja mana yang kebutuhan kalian paling pas. Kalau misalkan butuhnya kamera terus bisa dibawa odor dengan desain yang cukup anti mainstream dibandingkan yang lain ya. Ya, si Poco M7 ini bisa jadi pertimbangan di harga R juta. Saya dikud and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 15T

Xiaomi 15T merupakan smartphone kelas atas yang secara resmi dipasarkan di Indonesia sebagai bagian dari lini seri T terbaru dari Xiaomi. Model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman flagship yang seimbang, dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, kamera hasil kolaborasi dengan Leica, serta pengisian daya yang sangat cepat. Xiaomi 15T...

Poco M7

POCO M7 adalah smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dan hadir sebagai bagian dari lini POCO yang fokus pada layar imersif, baterai besar, serta performa harian yang seimbang. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS berbasis Android, antarmuka terbaru yang mengatur sistem, optimasi daya, dan fitur-fitur navigasi yang intuitif. HyperOS membantu...