Jungkat

LAMBORGHINI DIABLO VT, HYPERCAR PALING MENGGODA DI ZAMANNYA (YouTube Video)

  • 26/11/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fitrairi. Selamat datang lagi di Evans Motor. Tempat mobil-mobil impian Anda berada. Tapi mobil yang saya review ini mobil impian yang enggak semua orang bisa punya karena ini sangat jarang. Ini ikonic sekali. Ini adalah Lamborghini Diablo Vi. [musik] Nah, buat Anda yang belum tahu ceritanya kenapa Lamborghini sampai ada di dunia super car. Jadi, Feruchcio Lamborghini sebenarnya adalah pelanggan Ferrari. Dia seorang petani yang sukses dan membeli Ferrari dan dia merasa Ferrari ada ketidaksempurnaannya. Dan beliau langsung ngomong ke Enzo Ferrari bahwa Ferrari ini sangat bagus tapi bisa disempurnakan lagi di beberapa bagiannya terutama di penggeraknya. Dan reaksi dari Enzo adalah petani tahu apa? Kamu ngurusin pertanian aja biar saya ngurusin supercar. Kira-kira begitu ya. Dan karena merasa sakit hati, Feruccio Lamborghini menciptakan automobili Lamborghini. Dia yang tadinya membuat traktor, sekarang dia kemudian membuat superc dan di antara superc superc-nya ada line up bermesin V12 sebagai flagship-nya. Dimulai dari Lamborghini Miura di tahun 0-an yang kemudian dilanjutkan dengan Lamborghini Kuntas di 80-an yang itu langsung menjadi mobil ikconic yang banyak dipajang di poster-poster di rumah anak kecil saat itu. Nah, Lamborghini Diablo ini adalah penerus langsung dari Lamborghini Kuntas. Bedanya kalau kuntas itu benar-benar hanya keren untuk dilihat, benar-benar eksotis, tapi untuk dikendarai itu agak mengerikan dan enggak terlalu asyik buat dikendarai menurut orang-orang yang sudah pernah nyetir Lamborghini Kuntas. Nah, Diablo ini semuanya disempurnakan. bentuknya makin aerodinamis, tetap eksotis, tenaganya bertambah, tapi driving experience-nya juga makin bagus. Apalagi Lamborghini Diablo ini di tengah usianya menandai hadirnya Audi di kepemilikan Lamborghini sehingga membawa sejumlah pengaruh yang positif. Lamborghini Diablo VT yang Anda lihat ini adalah versi setelah facelift. Nanti saya akan perlihatkan bedanya yang paling kentara. Dan ini di akhir-akhir produksi dari Diablo. Jadi Diablo itu diproduksi pertama di tahun 90 dan sampai berakhir di 2001. Sedangkan unit yang ada di Evans Motor ini adalah tahun 2000. Kita mulai dari desain yang paling kentara setelah terjadi facelift itu adalah lampunya. Kalau sebelumnya di awal-awal kemunculannya Lamborghini Diablo itu memakai lampu jenis pop up. Nah, di akhir 90-an lampu pop up itu mulai dilarang di sejumlah negara karena dianggap ee agak berbahaya untuk pejalan kaki kalau misalnya lampunya sedang membuka dan juga ada kekhawatiran gimana kalau misalnya malam ternyata mekanismenya itu ee tidak bisa membuka. Maka dilaranglah di sejumlah negara maju. Makanya banyak mobil dari pop up berpindah ke headlamp biasa termasuk Lamborghini. Dan uniknya ini lampu adalah lampu sama persis dengan yang dipakai di Nissan 300 ZX. Jadi sepertinya Lamborghini ee eh enggan untuk mereset sendiri lampu untuk Lamborghini Diablo ini dan merasa eh di 300 ZX kayaknya pas tuh kalau ditaruh di mobil kita pas udah dipas-pasin. Oh i ini bagus. Dan kemudian mereka melakukan deal dengan Nissan. Jadilah lampu 300ZX yang ditempatkan di sini. Dan ini bedanya ada lips carbon fibernya, ada alis carbon fiber-nya di sini yang kalau ini dibuka ada tulisan Nissan di situ makanya ditutup dan saya juga enggak mau buka. Tapi selain itu semuanya pure Lamborghini. Desainnya desainnya jadi semakin halus dibandingkan dengan sebelum facelift. Tapi kalau Anda lihat belakangnya, wah belakangnya ini tetap ada kesan kuntasnya ya. Jadi lampu empat buah bulat-bulat gitu ya. Jadi ee ciri desain dari kuntas ini masih ada. Ini ini ee memang ya kuntas generasi baru. Cuman kan di Lamborghini generasi baru tidak pernah diberi nama yang sama. dari Kuntas ke Diablo, dari Diablo ke Murcilago, dari Murcilago ke Aventador, dari Aventador terakhir ke Refwelto. Nah, ini kemudian nih pipihnya ya, pipihnya mobil ini juga lambo sekali gitu. Ferrari di zaman itu enggak seeksotis Lambo bentuknya. Ini benar-benar ee masterpiece of design lah. Dan pada saat mobil ini ada, ini enggak ada yang jual di Indonesia. Makanya ini luar biasa sekali. Ada unit tahun 2000. Tahun 2000 itu artinya pertama kali keran import itu dibuka di Indonesia dan ini ada unitnya yang masuk. Sekarang kita lihat penggeraknya dulu. Nah, ini buka kap mesinnya dari sini. Kayaknya harus dibantu satu orang lagi. Ref tolong diangkatin, Ref. Oke. Wow. Anda bisa lihat ini mesinnya V12 6000 cc. Jadi di awal kemunculannya Lamborghini Diablo itu memakai mesin 5.700 cc V12 yang bisa mengeluarkan tenaga 490 one PS atau sekitar 480-an HP. Pada saat ee Lamborghini merancang mobil ini, tujuannya adalah mobil ini kecepatannya harus di atas 315 km/h. Dan ternyata mereka berhasil membuat yang lebih kencang lagi. Bahkan dengan mesin hanya 5.700 700 cc tenaga enggak sampai 500 PS. Mobil ini sudah bisa membuat top speed mencapai 3205 km/h dan menjadikan Diablo ini adalah Lamborghini pertama yang bisa menyentuh top speed 200 m/h alias 322 km/h. Nah, di versi setelah facelift ini mesinnya 6.000 1000 cc tenaganya naik menjadi 550 PS 0 sampai 100 km/h dalam 3,9 detik yang mana itu luar biasa untuk di zamannya dan dia bisa mencapai top speed sampai 335 dan ini tradisi yang tetap ada sampai sekarang ada firing ordernya. Jadi dari 12 silinder ini firing order-nya di tuliskan di mesinnya seperti ini. Dan ini carbon fiber. Dan bicara carbon fiber, mobil ini benar-benar enggak pelit carbon fiber. Bahkan hampir semua body ini terbuat dari carbon fiber. Carbon fiber. Ini juga carbon fiber. Kalau misalnya Anda eh lihat di sini. Ah, ini ini juga carbon fiber tuh. Ini carbon fiber. Kemudian carbon fiber. Kemudian ini lihat tutup bensinnya. Ini juga carbon fiber. Dan ini tutup bensinnya. Fuel cap-nya. Ini masih original dari baru. Dan bicara orisinalitas ini mobil masih sangat-sangat original. Berapa konsumsi bahan bakar mobil ini? Well, udah pasti pembelinya enggak ada yang peduli dan saya juga enggak tahu. Tapi yang jelas saya yakin ini pasti satu dekat konsumsi bahan bakarnya. Tapi enggak masalah. Karena mobil ini punya tangki bensin raksasa. Mobilnya enggak seberapa, tapi tangki bensinnya bisa sampai 100 liter. Jangankan di Indonesia, mendapatkan mobil ini di dunia saja sangat-sangat sulit. Karena Lamborghini Diablo VT ini hanya diproduksi 300 unit di dunia dan 70%-nya adalah setir kiri. Jadi, setir kanannya tidak sampai 100 unit. Mungkin hanya ada 90 unit di dunia. Apalagi ini mobil memakai warna juga salah satu yang paling langka Aranchio Atlas Pearl Orange. Jadi ini warna eh mutiara dan ini unit di depan saya ini catnya masih full original dari baru. Nah, ini ada yang menarik nih di dalamnya. Oke, jadi ada bagasi kecil di depan ya. Enggak kecil-kecil amat sih buat tas medium, backpack besar juga ini bisa. Sini ada nama e warnanya nih, Arancho Atlas. Dan ini emblem-emblem asli dari Lamborghini. Tapi ini yang menarik, masih ada tool kit aslinya. Gimana kalau kita buka? Yuk, kita buka. Saya juga belum pernah buka ini. Ini kan pertama kali saya buka depan Anda nih. Ada logo Lamborghini-nya Embos. Ada ikatannya. Kita buka dulu ikatannya. Oke, nanti kita buka. Towingnya aja ribet. Kita mesti pasang dulu semua pakai baut. Kemudian ada sarung tangannya. Ini buat kita ee apa? Buat kita ee kalau ganti ban jadi ada sarung tangannya. Aduh sarung tangannya. sudah berdebu. Ya, ini benar-benar dari tahun 2000 ini dari tahun '90-an. Lihat tool kit-nya Lamborghini. Jadi zaman itu masih biasa tuh orang harus punya tool kit buat reparasi ringan sendiri. Ini buat ngencengin ban. Ada kunci torsinya. buat ngencingin semuanya juga ada kunci torsi nih. Eh, bukan kunci torsi nih, tapi ini ee yang bisa searah dia ngebuka atau nutupnya. Ada kunci-kunci, ada tang. Nah, sekarang kita lihat ini yang bulatnya ini. dari Ag 4obili Jadi di zaman mobil itu masih pakai ban serep. Belum hampir enggak ada mobil itu pakai TIE repair kit. Baru zaman sekarang kan mobil pakai TI repair kit di Lamborghini udah pakai. Dan ini masih dari barunya masih ada nih mobil di sini. Kayak gitu pasangnya. Kita benar-benar kayak mobil dari showroom kita dapat kelengkapannya nih velegnya. Ini model font dial seperti telepon zaman dulu. Ini juga bawaan pabriknya. Yang lebih istimewa lagi adalah bannya. Ukurannya 235 35 ZR18. Di depan enggak terlalu aneh. Yang aneh di belakang adalah ukurannya 33530 ZR18 dan ini menggunakan ban Pirelli. Apa nih tipenya nih? Asimetrico dari tahun 90-an. Jadi ini ban zaman dulu tapi dalam kondisi baru. Jadi mobil ini baru saja disegarkan semuanya oleh Evans Motor termasuk ini yang paling susah mencarinya. Ban standar aslinya yang ee ini teknologi tahun '90-an, tapi ini jadi membuat mobil ini tampil sangat otentik. Dan misalnya Anda yang membeli mobil ini karena mobil ini juga dijual di Fans Motor dan pengin coba pakai di sirkuit, saran saya mendingan cari ban modern aja. Ban ini simpan, pakai lagi buat dipajang. Karena ini tampilannya jadi keren sekali gitu loh. Jadi benar-benar otentik sekali. Dan bicara otentik mesinnya kita buka lagi kita mesinnya. Ini mesinnya segar. Benar-benar segar. Kenapa? karena semuanya masih bagus, mileage-nya juga masih sangat rendah mobil ini. Kemudian ini baru saja dicek dan di rekondisi semua direstorasi oleh Evan's Workshop. Dan jadi ee karena ya mobil ini udah mobil lama, jadi semua yang getas-getas, karet-karet diganti tapi secara mekanikal masih bagus semua. Bahkan sebelum mobil ini dipajang di showroom itu, tim dari Evans Motors juga sudah mencoba membawa mobil ini dan running really, really well menurut mereka. Dan lagi-lagi lihat carbon fiber lagi di dalamnya sini. By the way, penasaran enggak sih pengen dengerin suara V12 dari tahun 90-an? Walaupun ini mobil tahun 2000, tapi ini teknologi tahun 90-an. Diablo awalnya itu hanya dibuat dalam versi rear wheel drive, sama seperti kuntas. Nah, tapi kemudian dibuatlah versi all wheel drive yang disebut sebagai VT ini. Jadi, VT ini adalah all wheel drive. VT itu adalah singkatan dari visco traction. Jadi, dia menggunakan eh visc different diferensial di tengahnya untuk menyalurkan tenaga ke depan. Jadi maksimal itu 25% tenaga bisa disalurkan ke depan. Membuat mobil ini memiliki traksi yang jauh lebih baik dibandingkan versi rear wheel drive-nya. Dan versi facelift ini sebenarnya dibuat pada saat di tengah-tengah Lamborghini itu sedang merancang Murchilago dan pada saat itu Audi masuk dan makanya Audi mengubah mobil ini dari sebelum facelift. itu seperti membuat prototype untuk murchilagonya. Ini adalah studi pertama Audi untuk Lamborghini ini sebelum kemudian diterapkan di Murcilago. Tapi hasilnya adalah mobil yang jadi kelihatan keren sangat Lamborghini tapi tidak melupakan heritage-nya. Mobil ini kalau dilihat bentuknya tuh seperti di antara di antara Kuntas dan di antara di antara Kuntas dan Murcilago. Kayak mobil ini pas gitu buat berada di tengah-tengahnya. Bukan hanya soal spek, bukan hanya soal generasi, tapi juga soal desainnya di antara Kuntas dan Murchilago. Oke. Wah, pintunya model gunting seperti ini ya. Ini yang bikin Lamborghini itu selalu terasa istimewa dan menarik perhatian ketika kita turun dari mobil atau mau naik dari mobil. Nanti juga saya akan ajak Anda buat melihat interiornya, buat kita melihat gimana sih super car atau bahkan mungkin bisa dibilang ini hyper car di era 90-an. Manual. Lihat. Get it shift. Nanti kita akan lihat lebih detail. Kita masukkan dulu. Ada yang lupa. Jadi ini mobil ada cut off-nya. Sama seperti superc supererc car sekarang. Mobil seperti ini kan jarang dipakai. Nah, kalau jarang dipakai itu bisa akinya itu eh lemah. Makanya ada cut off untuk menghilangkan semua sambungan listrik. Nah, ini dia tombolnya. Jadi, ini tombol cut off-nya. Sekarang kita sambungkan listriknya baru dia bisa nyala. Oke, bismillahirrahmanirrahim. Nah, ini langsung nyala semua. Uh, tuh semua peringatannya kala. Oke, udah. Sekarang kita starter. Siap. suaranya enggak seeksotis seperti Aventador atau Mucho gitu, tapi gemuruhnya tuh sangat berwibawa. Baru jalan 17.000 kilo ini mobil. Dan ini setirnya juga kita sambil kita nunggu agak panas ya mesinnya. Ini dia bisa tilt dan teleskopik di zaman itu. Enten banget mesinnya dan terasa sehat sekali mesinnya tuh. Uh, tidak melengking dan RPM-nya pun enggak tinggi-tinggi banget, 7.500. Tapi tetap wibawanya tuh terasa kuat. Oke. Nah, kemudian sekarang sekarang sekalian kita lihat dalamnya. Kuncinya kunci mobil 90-an. Jadi masih pakai anak kunci yang kita bisa ee bikin duplikatnya di mana aja. Oke, kemudian di sini banyak tombol-tombol fisik ya. Beda dengan mobil sekarang yang sudah e di layar semua. Ini masih tombol fisik semua. Tapi lihat nih, carbon fiber, carbon fiber, carbon fiber, carbon fiber. Nah, ini setelah facelift dia bentuknya enggak flat lagi seperti sebelumnya, tapi dia lebih rounded untuk eh instrumennya. Posisi nyetirnya enggak seergonomis mobil sekarang karena dia ada wheel archies yang sangat tebal. Jadi, kita tuh gasnya tuh agak ke kiri sedikit. Mungkin kalau di setir kiri mungkin ini lebih natural ya posisi gasnya ya. mungkin posisi koplingnya yang agak enggak natural. Tapi karena yang di setir kanan dia agak ee ini apa? Agak ke kiri kita posisi kakinya. Kemudian ini setirnya dia bisa sampai mundur. Jadi sebenarnya ini saya masih bisa mundur lagi duduknya tapi udah habis. [tertawa] Jadi buat orang yang 180 cm ke atas sih agak aneh. Tapi kalau di bawah 175 cm mestinya oke. Nah, langsung yang menarik perhatian saya adalah transmisi manualnya. Transmisi manualnya nih khas superc Ital. Bukan hanya Lamborghini, Ferrari juga menggunakan yang namanya Gated Shift. Jadi ini transmisi manual yang di tuasnya itu ada jalur-jalurnya. Enggak, enggak gampang gitu. Tapi ini minimal kalau kita udah masuk ke gigi dua gitu, kita tahu pasti ini gigi dua dan dia masih ada tahanannya ya. Ini apa transmisinya nih masih ini masih ee tahanannya tuh masih seperti baru gitu. Biasa kan mobil kalau udah lama tuh udah udah jadi ee sangat enteng gitu ya. Makudnya ini enggak, ini masih ada berat-beratnya yang proper. Kemudian di sini, ini di mobil zamannya sudah ada untuk menaikkan dan menurunkan suspensi karena mobil ini kan sangat pendek. Jadi ini bisa naik dan turun suspensinya. Audio audio tahun '90-an sebenarnya aslinya mobil ini menggunakan Clarion tapi ini sudah diganti Pioneer menurut Evans Motor karena Clarion yang awalnya itu sudah tidak bekerja yang namanya juga barang elektronik ya. Pengatur AC AC-nya sudah digital. Coba kita lihat nih tahun 90-an dia sudah digital tuh AC-nya udah digital semua tapi pengaturannya masih menggunakan tombol fisik. Jadi dia sudah pakai climate control. Kemudian di sini ada untuk ngatur spion. Jadi spionnya juga udah elektrik, ada eh power window. Kemudian pengaturan lampu di sini ada fog lamp depan, ada fog lamp belakang. lampu kecil dan lampu besar tidak ada auto, belum ada teknologinya waktu itu buat mengunci pintu, kemudian buat membuka ee tangki bensin, dan untuk mengatur keredupan dari instrumen. Dan bicara instrumen, ini saya suka sekali ya instrumen seperti ini. Bukan cuman layar yang atau glass cockpit gitu ya kalau diistilah di pesawat, tapi ini masih dial-dial ee analog semua. Ini untuk suhu oli, ini untuk jam, ini untuk level bensin, RPM, suhu mesin, speedometer, dan ini adalah tekanan oli. Dan di sini ada untuk mengeraskan dan mengempukan suspensi kali ya. Saya juga enggak tahu pasti karena ini gambarnya gambar shock breaker di sini. Jadi ini modern sekali untuk di zamannya. Tapi lihat di setirnya tidak ada tombol-tombol untuk mengatur apapun. Jadi benar-benar fokus kita hanya berkendara. Buat klaksonnya juga bukan di tengah tapi di sini. Ah, klaksonnya kayak gitu. [tertawa] S-nya di kiri tertama. Dan ini wiper di kanan masih ada lighter. Lighternya belum pernah dipakai sama sekali untuk memantik rokok. Sini ada asbak. [tertawa] Khas zaman dulu masih ada asbak. Ini juga masih enak sekali buka tutupnya. Dan di sini ada penyimpanan ya mungkin buat handphone kali ya. Walaupun handphone belum banyak yang pakai zaman dulu. Di sini ada lampu. Lampunya masih nyala. Nah, terus yang uniknya lagi biasanya seat belt itu kita narik dari kanan, tapi tidak di mobil ini seat belt kita narik dari kiri kalau kita eh driver. Jadi ee untuk yang penumpang kiri dia nariknya dari kanan. Jadi unik sekali ini mobil. Di sini udah enggak ada laci ya. Enggak ada laci. Di sini ada airbag. Jadi, udah ada airbag di sini. Jangan sampai digunakan ya airbag-nya. Jangan sampai nabrak nih mobil karena ini susah sekali mendapatkan lagi. Di Indonesia ada emblem Lamborghini di sini. Ventilasi AC-nya. Aduh, ini benar-benar klasik interiornya dan fungsional. Dan kalau semuanya itu di layar ada rasa ada kegagahan yang kurang gitu kita sebagai pengendara supercar kalau semuanya di layar. Tapi kalau di sini tuh uh lihat tuh tombol-tombolnya ada di sini semua. Dan ini adalah teritory untuk kita kontrol sebagai driver gitu. Jadi mau menambah rasa gagah dan rasa keren gitu ketika banyak tombol seperti ini. Apalagi pertunjukan utamanya adalah di transmisinya yang gated ship seperti ini dan gigi satunya itu ke kiri dan ke belakang atau disebut sebagai doklek seperti ini. Di sini juga ada ventilasi AC di atas dashboard-nya. Apple CarPlay enggak ada, Android Auto enggak ada, fitur radar enggak ada. Enggak ada waktu itu teknologinya. Tapi itu enggak masalah karena justru orang jadi lebih berkonsentrasi keasyikan berkendaranya dan suara mesinnya. Bahkan audionya juga biasa saja. Audio standarnya itu Clarion dan bukan yang suara yang premium sekali gitu. Dan saya yakin pasti banyak yang mematikan audionya. Lebih baik mendengarkan suara mesinnya. Ini posisi nyetirnya sih jauh dibandingkan even Murcilago. Murilago udah lebih eh ergonomis apalagi Aventador apalagi Revwelto ya. Ini masih ada kaku-kakunya tapi udah kebayang sih asiknya membawa mobil ini gitu ya dengan posisi nyetir yang enggak terlalu ergonomis. Setir tuh agak lebih ke kiri dari kita gitu ya. Kemudian tenaga yang ganas. Tapi ya ini adalah peninggalan sejarah yang sangat sulit didapat dalam kondisi min original seperti ini. Ini mobil sangat-sangat rawat kulitnya. Masih kulit aslinya ada bekas-bekas pemakaian tapi ini masih sangat wajar. Dan ini mobil kan artinya usianya sudah 25 tahun, sudah 1/4at abad. Tapi masih terasa mewah di dalamnya. Termasuk ini blue-bludru di belakangnya ini juga masih sangat bagus. Ini pertama kalinya saya bertemu Diablo secara langsung dan langsung yang kondisinya benar-benar seperti baru keluar dari showroom Mobil ini ada di Evans Motor Pondok Indah, arteri Pondok Indah di Jalan Sultan Iskandar Muda dan ini diletakkan di lantai duanya. Jadi bagi Anda yang penasaran ingin melihat mobil ini secara langsung sebelum mobil ini laku ya karena mobil ini dijual juga oleh Evans Motor, Anda bisa main-main ke sini atau keterangan lebih lanjut mengenai mobil yang sangat layak menjadi collectors item ini. Anda bisa juga follow Instagram-nya Evans Motor. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @fitra. dan follow Instagram Evans Motor di sini. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube