Land Rover DEFENDER 110 (YouTube Video)
Manusia itu aneh. Mereka punya kebiasaan untuk memanfaatkan sebuah barang, tidak sampai potensi terbaiknya. Contoh, di dapur punya alat masak lengkap, kompor canggih, microwave segala macam. Ujungnya ngapain? Masak mie instan. Kita punya HP flagship, prosesor kencang, kamera bagus, tajam. Dipakai buat apa? Cuma buat buka grup WhatsApp, sosm dan selfie yang kadang-kadang juga delete soon. Begitu juga dengan mobil dikasih mesin gede, kemampuan offroad yang di atas rata-rata dan tampilan gagah raget macamu kayak gini dipakai buat apa? Ke kantor, ke mall, arisan, jemput anak, dan lain-lain. Tapi anehnya semua pengen SUV kayak gini. Jadi apa yang bikin semua orang pengen SUV gagah kayak gini? Ya, sebenarnya enggak aneh sih kalau banyak orang pengen mobil ini. Karena mobil ini kan ditesnya itu ngelewatin medan yang luar biasa bervariasi ya. Dia lewatin pasir, tanah, bebatuan, segala macam medan yang kayaknya enggak bisa dilewutin mobil biasa diuji sama si Land Rover Defender ini. Jadi pemikirannya simpel. Kalau misalnya mobil ini bisa ngelewatin jalanan-jalanan kayak gitu, jalanan aspal dalam kota, harusnya enggak masalah dong. Ya, seperti itu gampangnya. Dan dia ini adalah Land Lover Defender yang baru yang sebenarnya bukan mobil baru-baru amat ya. Dia keluar sekitar tahun 2019-2020 dan sekarang kita pengen cobain gimana dia di habitat dua dunia on road dan offroad. Karena banyak orang yang yakin kalau Land Rover itu adalah sebenarnya mobil offroad yang dikasih kemampuan on road tipis-tipis. di mana sebaliknya mobil-mobil SUV lain itu adalah mobil onroad biasa yang dikasih kemampuan offroad tipis-tipis. Notice bedanya mobil offroad dikasih kemampuan on road sama mobil on road dikasih kemampuan off road. Nah, ini mobil offroad dikasih kemampuan on road. Jadi kita coba gimana dia di jalanan yang biasa. Jadi, pertama-tama soal mobil ini, ini Land Rover generasi baru yang kalau dulu Land Rover Defender itu dia pakai sasis leather frame. Kalau sekarang udah bukan leather frame lagi. Dan sekarang dia pilihan mesin ada beberapa. Ada yang 2000 cc 4 sider turbo, ada juga yang 5000 cc V8 super charger. Tapi itu agak susah nemunya. Kita di pilihan mesin yang lumayan swe lah. Tengah-tengah dia 3000 cc 6 silinder turbo berkode atau bernama Inenium. Land Rover sama Jaguar udah pakai mesin ini lumayan lama ya. Dan ee sekarang dia jadi sebuah swe spot untuk pilihan mesin Defender ini. Dia punya tenaga lumayan loh, dia 400 PS dan tors Nm. Dan buat generasi sekarang ini dia ditambah teknologi malt hybrid 48 volt. Jadi kurang lebih kayak EQ boost-nya Mercedes. Tapi eh kalau dibandi sama EQ boost Mercedes, mungkin ini enggak seberapa advance atau canggih. Nanti gua jelasin kenapa. Tapi intinya mobil ini kan sebetulnya berat ya, 2,3 ton. Tapi dia bisa tarikannya tuh 6 pol lah. Dia 0 ke 100 cukup 6,1 detik aja di mobil segede bangker ini. Dan top speed-nya 191 km/h. 0 kecepek 6,1 detik, top speed 191 hampir 200. Ini mungkin beberapa mobil sport bisa kalah sama mobil ini dalam hal tarik-tarikan ya. Nah, eh hal lainnya lagi adalah di desainnya terutama luar dalam gitu ya. Oke. Ee bagian luar dia tuh sebenarnya kalau boleh dibilang Land Rover mengklaim mobil ini terinspirasi dari yang lama, tapi tidak untuk menjadi yang lama karena ini tahun 2025 dan setelahnya dia harus mengikuti beberapa sentuhan modern untuk tetap relevan. Tapi justru yang gua suka dari mobil ini adalah betapa kuat karakternya dia sebagai sebuah offroader. Kelihatan dari dalamnya dia enggak punya bahan-bahan mewah atau luxury atau eksotik kayak enggak eksotik juga sih maksudnya mewah gitu ya kayak Range Rover karena dia konsepnya adalah sebuah offroader yang harusnya tough, durable, dan e utilitarian gitu. Jadi bahan kulit secukupnya di setir sama di beberapa area dashboard sama di sini lebih banyak bahan plastik daripada bahan-bahan yang luxury. Tapi karena ini mobil harus terkesan kuat seperti itu dan bahkan fungsional. Contoh di bagian sini, di bagian tengah juga dan di sekitar sini itu banyak banget ruang buat kita nyimpan barang-barang yang mungkin akan kepakai pas kita berpetualan jauh pakai mobil ini. Bahkan banyak banget colokan USB di mobil ini. Di sini ada, di tengah ada. Dan enggak cuma satu tipe, enggak cuma USB A doang atau C doang. Dua-duanya ada. Dan ada juga colokan 12 volt dan bahkan ada wireless charge. Jadi mau yang paling kuno sampai yang paling canggih pun kalau pengen ngisi daya semua ada di mobil ini. Dan gua enggak nyangka gua akan menggunakan kata-kata fungsional untuk mendeskripsikan mobil ini. Contoh yang gua suka dari Land Rover itu integrasi antara layar dan tombol. Ambil contoh gini. Putaran yang sebelah kiri normalnya buat temperatur ya. Dia bisa dual zone temperatur segala macam. Tapi kalau kita tekan gambar kipas ini, kita bisa jadi ngatur fans speed atau blower speed-nya. Ini pintar dan gua rasa semua pabrikan harus coba lihat contoh dari Land Rover Defender ini. Terutama pabrikan Cina sih kalian butuh banget. Nah, e putter-putan yang sebelah kanan itu juga buat suhu gitu ya. Tapi enggak cuma itu, kalau kita tekan gambar yang ada gambar mobilnya ini dia jadi buat ngatur drive mode. Tapi kalau Land Rover bilangnya enggak drive mode, dia bilang trin response system ya. TRS TRS terin response system. Jadi kita bisa pilih antara echo eh normal grass, gravel sand rock segala macam. enggak ada mode sport di mobil ini. Dan justru itu gua suka di sebuah offroader kayak gini karena dia tahu ini offroader bukan buat eh agresif di sirkuit atau di open road gitu kan. Open road maksudnya kayak jalan pergunungan, belok-belok. Bukan itu tujuannya. Mobil ini untuk mencari medan-medan atau jalan-jalan yang belum pernah kalian lalui sebelumnya. Dan ee berkaca pada hal itu, ada kamera 360 yang sudut pandangnya itu bisa banyak banget. Ini enggak cuma berguna buat offroad, jadi buat ngelihatin jalan segala macam, berguna juga pas kita di jalan aspal kayak gini misalnya pas ke parkiran basement itu kira-kira ruangnya cukup enggak ya segala macam perhatiin apakah kita itu udah mepet trotor atau enggak itu kepakai banget. Dan bicara soal MP, kita juga bisa lihat info dimensi atau ukuran mobil ini. Jadi, pas kita lihat menunya, kita bisa oh panjangnya 5 m, oh e lebarnya sekitar 2 m. Dan approach angle dipatur angle, break over angle, itu derajat-derajatnya semua kelihatan. Itu biar kita kalau misalnya lewat mana gitu terus ada e pembatasnya cuma sekian meter yang boleh lewat gitu-gitu, kita bisa mengira-ngira apakah mobil kita bakalan lewat atau enggak. Dan enggak cuma itu, dia punya penyaring atau filter udara buat kabin. Jadi, ada menu kayak e air quality gitu ya. Kita bisa lihat kalau kita tap dia ada e PM 2.5 buat nyaring udara kotor di luar. Jadi, biar di dalam udara tuh tetap bersih. Dan kalau kita lihat ya di luar udaranya kalau boleh kita bilang secara kasar agak sedikit berbahaya ya. Untungnya di dalam udah good gitu quality-nya ya. Jadi menyenangkanlah. Terus sebelum kita lanjut ke gimana rasanya bahwa mobil ini di road, mungkin gua harus agak sedikit confess atau ngaku ya, gua bukanlah penggemar mobil-mobil Land Rover. Jadi, bahkan ini baru pertama kali gua pinjam mobil Land Rover gitu ya, Range Rover, Evo segala macam. Gua enggak pernah. Ini Land Rover pertama yang gua cobain. Jadi, gua enggak pernah cobain Defender sebelumnya segala macam. Tapi ya jadi ini mungkin perspektif dari orang yang enggak pernah atau mungkin enggak tahu banyak soal Land Rover. Gimana ngerasain Land Rover yang modern. Mesin 6 silinder pastinya halus ya. Dan ini sih apa namanya? On par alias setara dengan mesin-mesin 6 silinder lain kayak katakanlah dari Mercedes, BMW segala macam seperti itu. Dan sekarang dia pakai gearbox 8 percepatan. Kayaknya ini gearbox yang lumayan umum ya. Dia pakai mungkin ya ZF8 HP yang udah dipakai di banyak mobil dan itu salah satu gearbox yang the best lah mungkin kalau boleh kita bilang. Tapi kalau buat sistem mal hybrid-nya ambil contoh kalau misalnya di IQ buost Mercedes dia kan bisa ngasih sedikit e tenaga gitu ya, mungkin sekitar 12 atau 20 S dan torsi ekstra 200 Nm gitu. Ini kayaknya enggak begitu ngefek karena ambil contoh kalau kita kick down ini di mode normal ya, dia emang kerasa ada torsi gitu ya, tapi itu setelah lag beberapa lama gitu. Jadi ini mungkin bukan instant boost dari elektrik motor sama baterai sistem 48 volt-nya, tapi dari down shift nunggu turbonya nge-spol dan seperti itu. Jadi intinya adalah kayaknya mal hybridnya cuma buat bantu dia kayak start stop gitu ya. Di beberapa motor atau mobil kan kalian tahu ada feature itu. Dia juga sama jadi buat matiin mesin kalau misalnya lagi diam enggak kepakai dan buat nyalain mesin lagi kalau misalnya kita mau jalan. Jadi torsinya emang gede, tapi kerasanya kayak e lag antara turbo lag-nya sama perpindahan giginya itu berasa banget di mobil ini. Tapi kalau misalnya kita nyetir normal kayak gini ya enggak ada masalah. Tapi kalau di kecepatan tinggi kita emang bisa sedikit ngedengar suara anginnya karena gimanapun juga ini adalah mobil yang gede desainnya boky dan spionnya juga gede. Jadi udah enggak heran lagi kalau misalnya emang ada suara angin sedikit kedengaran dari mobil ini. Padahal dia udah pakai kaca yang tebal. dia bukan double glazing, tapi tetap aja kedengaran beberapa suara angin dari mobil ini gitu ya. Nah, lanjut lagi. E kalau misalnya kita lagi diam kayak gini dengan keadaan mesinnya lagitu ya, kadang-kadang kalau misalnya RPM itu udah di atas 1500 atau 2000 rpm, kita sayup-say bisa dengar suara mesinnya. Emm, deskripsi yang paling apa ya mendekati untuk menggambarkan suaranya adalah bayangin suara Vcoven Toyota Innova bensin yang mesin 1TR. Ya, kurang lebih mirip kayak suara e mesin yang masuk ke mobil ini. Terus kalau buat pilih setirnya dia sebenarnya cukup ringan gitu ya. Padahal ini mobil pakai peleg 20 inci, ban yang tapaknya lebar segala macam. Dia cukup ringan tapi cukup akurat buat sebuah mobil sebesar, selebar, dan seberat ini. Cuma ee jangan lupa kalau dia tetap sebuah SUV besar. Jadi, kita sempat buat cobain pindah arah secara mendadak di kecepatan 80 atau 90. Dia body roll-nya ada. Tapi mungkin gak separah defender pendahulunya. Tapi tetap aja mobil segede sejangkuk ini dia punya body roll. Jadi hati-hati kalau bermanuver di kecepatan tinggi. Tapi overall ini mobil masih lumayan nurut sih buat belok-belokan ringan kayak begini dia masih ngikut. Cuma emang kalau misalnya body roll jangan ditanya ini adalah sebuah SUV. Nah, kalau buat putar balik juga kayak gimana? Misalnya kita putar balik sekarang ini mobil ingat panjangnya 5 m dan ini di sekitar BSD kita belok tuh ini ya dari jalur yang paling dalam apa dapat? Dapat sih, tapi kita jadi pindah ke jalur yang paling luar masih oke sebenarnya. Masih oke. Dan kalau misalnya buat ke kenyamanan segala macam ya bantingannya nyaman. Dan jangan lupa sekarang semua Defender standarnya udah pakai suspensi udara. Dan ini bukan sembarang suspensi udara, dia bisa adaptif tergantung ter respon sistem mana yang dipilih dan kebutuhan ee mungkin dibilangnya kebutuhan medan kali ya seperti itu. Tapi untuk penggunaan onroad atau harian gitu ya, yang gua sayangkan dari mobil yang kita bawa sekarang ini adalah dia adasnya sama sekali bisa dibilang enggak lengkap. Dia ada cruise control bagus tapi dia cuma ada land keepeping aja. Jadi kalau misalnya kita nembus mark jalan, dia ngarahin kita balik lagi ke tengah. Tapi dia enggak bisa benar-benar ngikutin garis. Jadi kita enggak bisa lepas setir terus setirnya belok-belok sendiri ngikutin marka jalan gitu. Dia cuma menghindarkan kita biar enggak mau tahu marka jalan sembarangan dan dia enggak bakal jaga jarak aman sama mobil depan mau di kecepatan tinggi maupun di kecepatan mancet-mancetan. Jadi dia enggak bisa. Gua tahu dia bisa di option gitu ya buat nambahin feature ini, feature itu segala macam. Tapi kalau misalnya ngelihat sebuah Land Rover yang harganya lumayan selangit dengan ee kelengkapan ada seperti ini kok kayak kayak agak sayang ya. Yang kedua, gua kurang suka gimana Land Rover itu agak main-main sama switch lampu. Di sini ambil contoh, kalau di mobil lain kan kalau kita pengen nyalain lampu, kita putar udah selesai posisinya cukup di situ aja. Dia enggak balik ke posisi semula. Ini misalnya dari lampu mati ke lampu nyala, dia tuh balik lagi. Ini aneh sih. Gua selalu bilang, gak usah ngeribetin hal yang emang gak perlu diribetin dari awal gitu loh. Ya, overall itu gimana kita bisa ngerasin si Land Rover ini di jalanan on road. Halus, bantingan, nyaman, dan ada body L pot SUV segala macam. Emm, tapi overall masih bisa dipakai buat onroad sebagaimana mobil lainnya. Sekarang kita coba bawa dia ke habitat aslinya ya. Kita bawa ke habitat aslinya Medan Offroad. Tidak ada aspal, cuma tanah, rumput, dan kadang-kadang lumpur. Kita lihat gimana mobil ini. Tapi sebelum itu kita kasih tahu dia pakai ban Pirelli Scorpio Zero. Jadi ini ban on road yang bisa offroad juga tipis-tipis. Dan dia punya suspensi udara udah kita setting ke settingan yang paling tinggi. Jadi dia ada tiga settingan. akses yang paling rendah, normal ya normal, offroad ya yang paling tinggi. Dan kalau namanya Land Rover atau Range Rover atau Defend bahkan kayak gini ya di era modern itu udah terkenal dengan feature-feature offroad yang bisa memudahkan siapa saja buat offroad termasuk orang yang pengalamannya setipis tisu kayak gua di medan offroad. Kita coba aja. Oke, sekarang kita mau coba ini kan di tanah ya segala macam. Dan gua bukan offroaded profesional, expert juga bukan. Gua bukan JJ Logit. Jadi, gua cuma coba apa yang gua bisa cobain di sini. Kita lihat kamera offroad udah siap nih. Ini kan on road. Offroad. Kita pilih yang offroad. Kamera depan kiri kanan ada ya. Jadi kamera kiri kanan dia dipion dan ngarah ke roda depan. Jadi lumayan. Terus kita buat tereya kita pilih yang mat rats. Oke, masuk. Nah, kalau di mode matraat eh auto engine start stop mati. Heal desain control nyala. Jadi ini buat kalau turunan dia bindingin rem biar kita gak usah e injak rem terus-terusan dan dia masuk ke settingan suspensi udara yang paling tinggi dan dia ada central deflock dia nge-lock ya kita maju pelan-pelan aja ini kan offroad ya dan yang penting kalau di sini terutama buat orang kayak gua yang penting pelan-pelan dan lewat aja enggak usah cepat-cepetan ini kamera sih nolong banget sumpah apalagi buat mobil kayak gini ya oke pelan-pelan di sini kita ngetes Tes approach angle enggak gasruk. Oke, bagus. Di depan ada tanah yang enggak rata buat ngetes artikulasi roda kiri kanan. Baik lagi kita pelan-pelan aja santai. Semoga enggak kenapa-enapa. Oke. Iya. K ini nih kerasa kiri ngangkat eh sori kanan ngangkat kiri ke bawah dan sebaliknya terus-terusan. Ini tanahnya enggak rata ya. Tapi untung di sini lagi kering jadi enggak becek. satu sisi ya mungkin enggak becek agak sayang ya kalau misalnya buat offroad jadi enggak bisa lihat cpratan lumpur segala macam cuma paling enggak buat kita dan kameramen kalau misalnya enggak becek palingnya sepatu kita tetap kering jadi enggak ngotorin mobil ini. Dan bicara soal ngotorin kita kan biasanya kalau misalnya mobil tes kayak gini kita bersihin gitu ya biar kalian ngelihatnya enak juga di kamera. Ini adalah satu dari sekian mobil yang kalau misalnya kotor enggak akan gua bersihin. Kenapa? malah lebih keren. Sama kayak mobil balap gitu pas bersih ya keren. Tapi ketika habis balapan kena battle scar, baret-baret segala macam malah tambah keren sumpah. Nah, coba kita putar balik sekarang. Kita lihat soal nanjak ya. Ini mesin 3000 cc 400 horsepow 550 Nm. Masa ya enggak kuat nanjak gitu kan orang bilang FWD RWD AWD lah. 4x4 berisik banget sih. Dan ini kan balik lagi kita cuma berduaan doang. Ini gak ada spotter yang bantu gua kiri kanan kanan gas gas rem-rem atau jangan ke situ. Gak ada. Jadi gua pure mengandalkan akal sehat gua kalau ada dan kemampuan mobilnya sendiri. Uh ini cuma kelihatan langit sih. Wis. Aduh. Oke break over angle sih ngebantu. Jadi mobil ini enggak mentok ya. Dan iya iya iya iya. Cuma ee gua sayangkan mobil ini dia enggak punya spion tengah digital ya. Soalnya ini kan mobil ada ban serap Kde terus ada jok baris tengah itu lumayan ngalangin pandangan. Harusnya dia ada ban serap eh kok ban serap apa kamera digital buat spion tengahnya buat mobil kayak begini. Harusnya ada standarnya, tapi mungkin di varian lain ada gua enggak tahu. Sekarang kita lanjut turun aja yuk. Nah, sekarang di depan kita kan ada air. Ini bukan tempat di mana gua biasa berkunjung atau main gitu ya. Ini bukan kampung halaman gua dalam tanda kutip. Jadi kita enggak boleh sok tahu. Kita enggak mungkin terobos aja karena kita gak tahu seberapa dalam. Jadi, gua milih buat lewatin pelan-pelan. Dan di sinilah feature ini weight sensing sangat berguna buat mobil ini. Nah, dia bisa water weding itu maksimal 900 mm kalau misalnya posisi apa namanya? Suspensi udara lagi di bagian yang paling tingginya. Tapi kalau misalnya mobil lagi turun ya ee wedding, kemampuan wedding-nya, water wedding-nya juga berkurang. Tapi e balik lagi dia ada sensor di sekitar spion dan dia mantulin sonar ke bawah terus airnya kan mantulin ke atas itu kayak teknologi di kapal selam gitu ya. Oke kita coba seberapa dalam ini kita belum masuk ya. Ya, semoga gua tidak salah pilih jalan sih. Oke, jadi tadi e yang bagian water wedding mungkin kalian enggak lihat kenapa. Karena emang kita begitu mobil tuh udah kerasa ini hidungnya turun banget ya. Hmm. Kayaknya bukan keputusan yang bijak kalau dilanjutin. Ini bukan mobil gua. Dan emm kayaknya memang mendingan ditunda dulu kita cari tempat lain. Apalagi kita enggak sempat survei tempat ini karena gimanapun juga secanggih-canggihnya teknologi, feeling manusia juga harus diasa. Makanya tadi begitu waduh ini hidungnya udah turun banget kayaknya kita cari tempat lain deh gitu biar aman. Karena gim juga seseru-serunya kita pergi ke tempat offroad, kita tetap harus bisa pulang. Dan sekarang ini kita nemu jalan setapak yang relatif lurus ya, dan enggak ada batu atau apa yang aneh-aneh. Jadi ngebut pun juga enak. Nah, di sini benar-benar kerasa peran suspensi udaranya yang bikin bantingannya tuh halus, lembut, dan nyaman. Bahkan di medan-medan kayak gini nih. Nih, pilih jalan. Iya. Wuhu. Baik lagi gua bukan apa ya, gua gak terlalu menjadikan offroad sebagai hobi gua. Gua suka mobil tapi offroad ya bolehlah kali-kali, tapi anjir ini seru. Dan mobil ini juga punya under body yang lebih kuat katanya ya daripada Genesis sebelumnya biarpun casisnya bukan leather frame lagi. Dan ee dia juga punya sensor dan komputer yang sangat banyak. Apalagi dibanding di fender dulu kan yang mungkin enggak ada komputer sama sekali buat ngatur seberapa besar tenaga dan torsi buat dikirim ke roda depan belakang gitu-gitu biar kita bisa offroad dengan nyaman dan aman seperti itu. Cuma baik lagi yang namanya offroad tuh hati-hati aja terutama kalau belum punya pengalaman banyak gitu ya. Contohnya gua, gua enggak punya pengalaman offroad sama sekali. Intinya hati-hati kenali Medan jangan sok tahu. Tapi misalkan udah berpengalaman, mungkin kalian akan appreciate mobil ini atau bahkan mungkin build mobil kalian sendiri. Ternyata offroad tuh seru loh, sumpah. Oke, jadi kesimpulan soal si Land Rover Defender ini. I gua selalu senang bawa mobil ke tempat habitat aslinya bawa mobil spot ke sirkuit gua senang. Bawa mobil offroad kayak gini ke daerah tanah tanpa aspal kayak gini gua senang banget karena di situ kita bisa nguji seberapa kuat karakter mobil ini sesuai konsep awalnya. Dan ya tampilan gagah pasti Land Rover Defender dan kemampuan offroad ya pastinya lebih halus daripada Defender lama. Tapi memang mungkin kalau dibanding sama kakaknya Range Rover gitu-gitu belum, tapi masih cukuplah dan kemampuan offroad tetap dipertahankan. Dan kalau misalnya kalian penasaran, kita benar-benar ke sini sendiri. Tapi untungnya di tengah-tengah jalan kita ketemu sama teman-teman itu ada double cabin e Mitsubishi Tritan sama Ford Ranger XL di situ ya. Jadi buat kalian yang nanya apa sih serunya otomotif? yaitu kita nyobain mobil kayak gini atau mungkin mobil kita sendiri ke medan-medan yang emang kita peruntukkan gitu buat mobilnya misalnya offroad kayak gini. Ketemu teman-teman seobi rasanya kayak ketemu keluarga atau saudara yang udah lama hilang. Balik lagi ke mobilnya. Mobil ini benar-benar Land Rover itu ngasih defender jiwa modern tapi tidak melupakan kemampuan offroad-nya. Dia masih nyaman di offroad, capable segala medan tidak masalah dengan mobil ini. Dan kalau kalian mikir ini rival-nya Gwagon atau gimana? Enggak. Gwagon tuh lebih ketemunya sama Range Rover. Ini kalau si Defender ini mungkin bisa dibilang kelasnya sendiri. Pilihin cuma lu beli Defender atau enggak beli Defender. Selesai. Terlepas buat beli lu sendiri atau misalnya buat bodyguard segala macam. Intinya pilihnya beli Defender atau enggak. Cuma memang ada beberapa hal yang aneh. Switch lampunya aneh, sayang dia enggak punya spion e digital kayak gitu. Dan sayang buat mobil kayak gini adasnya kalah sama mobil lain yang harganya bahkan jauh jauh jauh lebih terjangkau. Dan intinya adalah kalau misalnya kalian memang suka tongkrongan Defender, kenapa enggak? Cuma please jangan nonton film No Time Today di mana mobil ini kalah sama Land Couser Tua. Oke segitu aja dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempol komentar, dan subscribe. [Musik]
