Jungkat

Laptop 10Jt 2021 vs 4jt 2025. Mana yang lebih worth it? (YouTube Video)

  • 25/07/2025

Di video kemarin kita sudah bahas mengenai Advance Soulmate Plus diadu dengan Zc dan Z Detect keluar sebagai pemenang. Tapi ada hal yang lain kenapa Advance Soulmate Plus itu bisa jadi pilihan. Untuk video lengkapnya kalian bisa tonton di atas ini nanti saya letakkan card dan kita adu Z detech yang kemarin sudah keluar sebagai pemenang dan kita bandingkan dengan laptop second di harga yang mirip-mirip. Yuk, sekarang kita bahas. [Musik] Sekarang kita akan tengok spesifikasinya terlebih dahulu. Jadi, ZX Detect ini dia pakai Ryzen 5 3500, RAM 16 gig dual channel. Bayangin di harga segitu dapat dual channel. Untuk storage-nya 256 gig NVME genry. Nah, untuk laptop satu ini, ini adalah laptop Lenovo Ting Pad L13 Gen 2. Dia pakai Intel Core i3 generasi ke-11 115G4 gitu ya. Dia pakai 2 core 4 Red. Untuk RAM-nya 8 gig, SSD juga sama, 256 gig. NVME Gen 3. Untuk layarnya sama-sama menggunakan HD dan panelnya TN. Untuk komparasinya juga kita buat sama seperti perbandingan antara Advance Soulmate Plus dengan Zirect Detect yaitu kita mulai dari desain dan bodinya, lalu ada eh port, layar, dan juga bagian keyboard-nya, performance after seal sampai harganya. Kita masuk ke perbandingan dan pengujian yang pertama yaitu desain dan body. Untuk desainnya sendiri di direct cukup sering kita puji gitu ya. Karena dia punya logo yang simpel, enggak gila branding, warna juga cakep gitu ya. Ya, kesannya clean aja gitu. Nah, sedangkan untuk eh tingpad L13 dia khas banget tingpad. Jadi kalau di huruf di atas logo tingpad ini huruf I-nya nyala warna merah. Lalu untuk bahan yang dipakai dia pakai bahan metal di keseluruhan bodinya. Beda seperti direct yang masih menggunakan ABS atau plastik polikarbonat. Dan kalau kita ngomong dari sisi solidnya, L13 ini cukup solid. Dan enggak cuman itu, untuk tingpad L13 ini dia sudah punya standar military grid. Jadi kalau kalian agak siksa laptopnya kayak gini gitu ya. Nah, kayak gitu. Karena memang bahan metal dan tingpad itu sangat terkenal dengan kekuatannya. Jadi bisa dikatakan ini laptop yang sangat travel friendly. Tapi ya memang gitu khasnya laptop second ya atau kalian menyebut X display atau apalah ya enggak lepas dari kekurangan. Yang pertama jelas kalau kalian lihat bodinya banyak banget baret di bagian sini. Lalu cat-cat yang mengelupas di bagian ujung-ujungnya itu juga cukup banyak. Lalu untuk QR code di bagian bawahnya juga enggak perfect. Jadi buat kalian yang punya OCD, masalah barang perfect gitu ya, baret-baret gitu, ini kurang cocok sih buat kalian. Untuk J detect bisa dikatakan juga enggak kalah dari sisi bodinya walaupun dia pakai body ABS atau plastik polikarbonat gitu ya, dia solid banget, enggak ada kesan-kesan kopong atau apa gitu ya. Yang jelas juga dia secara body jauh lebih perfect karena memang ini laptop baru gitu ya. Enggak ada baret-baret. Lalu juga enggak ada fisik-fisik yang mengganggu dilihat. Dan bisa dikatakan secara body ini cukup tipis juga tapi dia menggunakan layan forve vtor di 14 inch. Tapi untuk yang Lenovooting pad L13 ini dia menggunakan Vektor yang lebih cakep di 13,3 inch ya. Buat kalian yang memang enggak punya OCD perihal body yang harus perfect gitu ya atau punya problem dengan X pemakaian orang lain, kalian bisa ambil di tingpad L13 ini sih. Tapi kalau untuk saya pribadi, saya punya problem gitu ya. Ini kita enggak tahu laptop ini sudah diapain. Lalu juga ada overthinking ke arah sana. Mungkin laptop baru dengan body yang jauh lebih mulus ini itu bisa jadi pilihan ya. memang harusnya bisa cukup banyak perdebatan perihal body karena memang Tingpad L13 ini punya standar military grade yang dia bisa bertahan di suhu-suhu ekstrem gitu ya, di kelembapan ekstrem bahkan bisa diperlakukan agak kasar tapi berbeda dengan Zerex DCH. Jadi eh untuk skor desain dan body saya rasa kita buat imbak itu jauh lebih adil. Tapi menurut kalian gimana? Kalian tulis di kolom komentar. Jadi untuk Lenovo footing pad L13 skornya 1 dan Z Detect skor 1. Nah, kita masuk ke pengujian yang kedua yaitu layar, keyboard dan juga portnya. Untuk keduanya sama-sama menggunakan layar TN dengan resolusi HD. Tapi untuk ZTCH itu punya color gamut yang cuman 54% sRGB. Uniknya di Tingpad ini walaupun dia SDTN pada pengujian kita di Kalman dia mendapatkan di angka sekitar 99% sRGB. Wah, itu cukup tinggi untuk sebuah layar yang cuman SDTN. Tapi memang agak disayangkan walaupun layarnya punya color akurasi setinggi itu ya. Apa yang bisa diharapkan dengan layar TN? Sudut pandang pun enggak akan seluas IPS atau bahkan di layar OLED. Lanjut ke bagian keyboard-nya. Untuk Zar Det sendiri punya keyboard yang cukup cakep. Dia punya backlit keyboard dengan finishing keyboard yang khas banget di midrange. Dan layout-nya pun juga enak, navigasinya juga pas. Nah, sedangkan di Tingpad L13 kalian harus sedikit menyesuaikan dengan layout keyboard-nya karena memang ini beda seperti kebanyakan keyboard yang lain. Tapi perlu diakui perihal kenyamanan kayaknya kita harus ngakuin kalau Thingpad punya feel mengetik yang jauh lebih enak walau tidak ada backlit. Tapi memang kalau layout harus sedikit menyesuaikan seperti yang saya omong tadi. Touchpad Ditting Pad pun juga memiliki feel yang jauh lebih solid jika dibandingkan dengan ZX Detect. Untuk portnya sendiri bisa dikatakan sebenarnya Z Detect punya port yang cukup lengkap gitu ya. Port charging-nya juga menggunakan USB type C full function juga. Jadi bisa kalian pakai untuk display port dan power delivery. SDMI juga masih ada dan tiga buah port USB type E. Tapi pembeda di Thinkpad itu jauh lebih OP. Selain punya port yang mirip-mirip seperti Zerex Detect, di Thingpad itu punya Thunderbolt 4.0 yang ini jelas jadi pembeda yang sangat signifikan. Jadi untuk perihal layar, keyboard, dan portnya saya jatuhkan pemenangnya ada di tingpad L13 Gen 2. Jadi untuk skornya ZX 1 dan Lenovo Tingpad L13 Gen2 2. Sekarang kita akan masuk ke pengujian yang ketiga yaitu performance-nya. Kita adu Ryzen 5 3500 U yang punya 4 core 8 trad dengan Intel Core i3 generasi ke-11 1115 G4 dengan 2 core 4 red. Dan untuk informasi aja bahwa Ryzen 5 3500 U itu keluaran tahun 2019 sedangkan Intel Core i3 Gen 11 itu keluar di tahun 2020. sintetisnya terlebih dahulu. Z DCH lebih unggul pada pengujian R23 dengan skor rata-rata di empat kali pengujian di 2.757 poin. Sedangkan tingpad L13 di 2.231 poin. Benar-benar 4 core 8 tradig dual channel itu jadi pembeda. Nah, bagaimana kalau dipakai untuk rendering? Untuk 4K di Premiere dan 3D rendering di Blender keduanya ini kurang cocok. Tapi kalau untuk FHD atau sekedar video-video pendek di CCAD itu masih bisa. Untuk rendering FHD, ThinkPad punya hasil yang sedikit lebih kencang dengan 8 menit 42 detik. Sedangkan Zirc detect di 9 menit lebih dikit. Enggak jauh sih emang selisihnya, tapi ya lumayan lah ya untuk 3D Mark. Entah itu di stress test, di time spy dan fireestrike. Di ketiganya, tingpad L13 Gentu ini unggul jika dibandingkan dengan Zah detect. Walaupun hasilnya juga enggak signifikan banget bedanya, tapi kalau dipakai main game itu berbanding terbalik. Dengan resolusi dan grafik yang sama, pada game Dota 2, tingpad rata-rata dapat di 30-an FPS. Sedangkan Z detect itu mampu di 43 fps. Tingpad untuk generasi ke-11-nya itu enggak bisa dipakai main Gensin Impact. Tapi di ZCH kita masih dapat rata-rata di 48 fps dan game valorannya juga lancar bisa sampai 83 fps. Wah, mantap banget enggak tuh? Jadi dengan prosesor Ryzen 5 3500U ditambah RAM 16 gig dual channel, saya rasa ZTCH itu lebih allrounder jika dibandingkan dengan i3 Gen 11 plus RAM 8 gig di L13 Gen2 ini. Jadi untuk pemenang di performance testnya itu kita jatuhkan di Z detect secara otomatis skornya sama Lenovooting pad L13 Genentu 2 dan ZCH 2. Nah, sekarang kita masuk ke pengujian keempat yaitu after sales. Dan kalau kita ngomongin after sales di produk Lenovo yang masih bergaransi pastinya ya, itu salah satu brand dengan after sales terbaik di mana enggak cuman banyak banget di Indonesia, di Malang aja ada Maijen Panjaitan satu, di Kaw, lalu ada di Dieng juga ada satu, di Togomas ada satu. Bayangin di Kota Malang yang enggak terlalu gede aja ada empat service center Lenovo. Di seluruh Indonesia itu ratusan service center. Dan enggak cuman itu, Lenovo juga punya yang namanya Premium Care yang bisa kalian hubungi dengan bebas pulsa itu 24 jam. Mungkin tutupnya cuman kiamat doang. Kalian tinggal telepon nomor yang ada nanti saya letakkan di bawah juga. Kalian bisa jelaskan ee problem kalian apa. Kalau memang bisa dipandu secara online, akan dipandu secara online. Jika enggak bisa dan harus klaim garansi, mereka akan kirim tim untuk pick up produk kalian. Ingat ya, saat masih garansi. Tapi untuk Lenovo L13 Gento ini udah jelas karena ini dia keluaran tahun 2021 pasti udah lepas garansi. Walaupun Tingpad biasanya punya garansi 3 tahun gitu ya. Tapi kalau kalian memang ada kerusakan di laptop ini, siap-siap merogoh kocek yang lumayan dalam. Saat kita cari di e-commerce, contoh keyboard-nya doang ya, yang original ya, itu Rp600.000. Itu keyboard-nya doang, belum termasuk biaya pasang ya. Kemungkinan besar kalau sama biaya pasang bisa sampai R50 sampai Rp800.000. Itu keyboard-nya doang, belum layar atau mungkin komponen-komponen yang lain. Tapi untuk ZX DCH punya jaminan garansi yang jauh lebih jelas. Direct klaim garansinya 2 tahun ya, at least untuk 2 tahun ke depan kalau memang kalian ada problem di keyboard itu all pump rest-nya akan diganti baru. Misal rusak di mainboard di mana harga mainboard tuh mirip-mirip seperti harga laptopnya itu kalian enggak usah bingung dan enggak akan was-was harus ngeluarin biaya gede. Jadi untuk after sales jelas laptop baru akan jauh lebih unggul dan skornya kita lempar ke ZCH. Secara otomatis Lenovo footing pad L13 Gentu skornya 2 dan Zirec Detect skornya 3. Dan sekarang kita masuk ke perbandingan yang terakhir yaitu harga. Kalau kita ngomongin Lenovo L13 ini kita waktu itu dapat di angka sekitar Rp3,5 juta. Tapi kalau saya coba cari-cari di e-commerce di Tokopedia gitu ya, cukup banyak yang jual di bawah itu gitu ya. bisa ada di 3,2 3,3 gitu ya. Sedangkan untuk Zariah Ditech punya skor yang lebih mahal yaitu di Rp3.999.000. Jadi udah jelas kalau kita ngomongin cuman sekedar harga gitu ya, Lenovo Ting Pad L13 Gen 2 ini punya harga yang jauh lebih murah secara otomatis skornya kita lempar ke e Lenovooting pad L13 dan skornya jadi sama persis tiga sama. Nah, hal-hal seperti ini biasanya jadi perdebatan untuk kaum mendang-mending. Pasti banyak juga yang pilih Lenovo L13 karena memang dia sudah standar milit grade gitu ya. Jadi, bawa ke mana-mana juga aman dan Lenovo punya khas banget di keyboard yang enak banget. Tapi untuk layout-nya memang kita harus mulai dibiasakan gitu ya. Dan ada juga yang ngomong Lenovo L13 enggak ada garansi resmi. Pasti was-was ada potensi untuk eh X garansi atau XV gitu ya. kita kita juga enggak bisa ngomong juga. Dan pasti juga ada yang ngomong Z detech jauh lebih unggul karena punya spesifikasi yang jauh lebih matang. Terus juga 3.500-nya juga dengan 4 core 8 trad itu punya performance multitasking yang jauh lebih enak, bisa dipakai main game juga dan itu persepsi masing-masing kita enggak bisa salahkan. Nah, kalau kalian pribadi disuruh pilih antara dua produk ini, kalian pilih yang mana? Lenovo L13 gen 2 atau Zah Detect juga harganya mirip-mirip. Kalian bisa tuliskan di kolom komentar. Ya udah cukup sekian video kali ini. Kalian mau bandingkan produk apa lagi nih yang ada itu yang di toko kita itu ya. Ada Transformer Pixel World ya yang pakai Ryzen 7 6800 dengan Acio Hype 7 X8 ya X8 gitu. Dia pakai 6800 juga. Itu sama persis cara spesifikasi. Mau enggak diadu? Kalian tuliskan di kolom komentar mumpung momennya back to school.

Lihat di YouTube