Laptop 15" TERMURAH? - Infinix XBook B15 (YouTube Video)
Terakhir kali kami me-review laptop Infinix 15 inch itu wujudnya laptop gaming belasan juta yang bernama GTBook. Nah, tahun ini ada lagi laptop 15 inch Infinix yang masuk Indonesia, tapi justru bisa mengguncang segmen R jutaan. [Musik] Pemirsa Nerd Reviews dan kawan-kawan harusnya udah familiar dengan Infinix Inbook Series yang selama ini hadir sebagai line up laptop 14 inch rasa premium harga miring dengan range harga 5 hingga Rp9 jutaan. Nah, Infinix XB15 ini sedikit beda, yaitu menjual titel laptop 15 inch paling terjangkau. So, apa yang kira-kira bisa disajikan oleh King Phoenix di sebuah laptop entry level berukuran luas? To be clear, Xbo sekedar Inbook X1 yang digedein. Desainnya sedikit beda meski sama-sama boxy dan simpel. Body ngotak ini didominasi polimer di mana hanya punggungnya aja yang terbuat dari metal. Ada keyboard full size pakai. Layar gak bisa ditidurin sampai rata. Dan terdapat beberapa perbedaan spek dan fitur lain yang akan segera kita bahas. Perbedaan utama selain ukuran dan keyboard adalah kualitas panel layar. Yes, di mana pretty much semua tipe inbook pakai panel full HD 100% sRGB. X B15 sayangnya masih 70% as RGB. Ini pilihan yang agak disayangkan. Padahal kalau dinaikkan dikit harganya dan dikasih panel 1% sRGB, ukuran 15 inch justru bisa lebih menarik minat orang-orang yang butuh ukuran layar besar. terutama para editor dan content creator. But oke, kalau target marketnya lebih ke orang kantoran dan atau pelajar yang merasa 14 inch itu kekecilan, kita enggak perlu komplain mengingat ini laptop R jutaan. Sisi positifnya, konektivitas lengkap mulai dari slot micro SD XC, combo audio jack, USB 2.0, dan LAN port di kanan. Lanjut kiri ada charging port bullet HDMI, 1 USBA 3.2 gen 2 USBC 3.2 yang salah satunya support charging PD dan display output. Sedangkan Wii-nya Wii 5. Perlu dicatat juga tombol power enggak punya sensor fingerprint. Namun at least webcam udah lumayan. Kualitas webcam not bad dia udah 2 megapel full HD dengan privacy shutter. Ada dua varian XBook B15 yang masuk Indo. Pertama ada Ryzen 5 7430 U yang kami pegang dan satunya lagi Ryzen 7825U. Meski terdengar aneh, kepisah dua generasi, dua-duanya itu sebenarnya APU Zen 3 yang belum pakai IGP RDNA2. Jadi, ini rebrand ya, jangan sampai terkecoh angka 7uh di SU Ryzen 5. Dua-duanya pakai konfigurasi RAM 8 gig single channel 1 slot. Jika mau beli laptop ini di Agress ID, kalian tinggal klik opsi 16 gig dual channel biar tinggal terima. Jadi, udah optimal performanya. SSD bawaan udah 51 gig. So, selama gak nyimpan banyak videoem dan mainin banyak game mestinya udah oke. Ryzen 57430 U ini seperti yang udah disebut actually masih oke di harga 5 sampai 6 jutaan. At least lebih mumpuni ketimbang Core i3 Gen 11 atau Ryzen 3000 series. Skornya enggak memukau. Namun again, cukup untuk yang mau pakai laptop ini buat buka Excel, bikin presentasi, buka chat GPT, browsing YouTube, meeting online, dan lain-lain secara nyaman di layar 15 inch. Kami tentu gak bisa rekomen laptop ini kalau tujuannya buat ngedit video 4K atau render project blender. Tapi ya kalau kepepet bisa. Perlu diingat lagi iGPU Radion Vega 7 to8 itu masih berbasis GCN bukan RDNA sehingga contohnya belum support hardware acceleration di Blender. Tapi kalau disuruh main game performanya masih lebih oke kok dari Intel UHD graphics 2432 EU yang terkadang masih aja ada di laptop harga 4 sampai R5 jutaan. Bakal sekencang radeo 660 MC sih enggak kan? Yang penting buat main Dota rata kiri lancar jaya. Melihat lagi ke dalam cooling satu kipas satu hit nyatanya masih cukup untuk CPU seri U yang hemat daya ini. Suhu prosesor full load selama ruangan berac enggak tembus 40 derajat aman buat nge-daily game Mihoyo atau render video pendek di CapCut. Hehe. Oh ya. Satu lagi alasan kenapa orang kadang ngincer laptop 15 inch adalah keyboard yang pakai pad. Yes, keyboard backlit 2 tingkat ini luas lengkap. Udah gitu ada en lock dan tombol panah pun full size. Mantaplah meski kit travel cetek karena contohnya anak accounting dan bendahara butuh banget keberadaan pet. Tombol cilot pun ada. Terus enggak lupa ada Infinix PC connection buat sinkron sama HP King Phoenix kalian. Di luar itu soal touchpad dan kuota speaker stereo basic. Daya tahan baterai 50 WH ya juga standar. Untung aja charger bawaan udah USBC 45 watt modular. Jadi perlu dipertanyakan kenapa laptop ini bisa-bisanya masih punya port casan bullet? Hmm, apa iya di harga R6 jutaan enggak ada opsi laptop 15 inch yang lain? Actually ada sih Acerpire Light AL15 yang harganya Rp6,9 juta sama-sama full HD 15 inch bedanya udah 16 gig RAM udah include Office tapi masih pakai APU Zen 2 yaitu Ryzen 7 5700 belum support USB charging dan webcam belum full HD. Nah, tapi pas naik dikit ke R jutaan ada dua opsi menarik, yaitu Vivobook Go dari Asus yang udah pakai layar OLED Full HD meski masih Ryzen 3. Lalu ada Advan Pix War Ryzen 7 6800H yang jauh lebih kencang dari segi CPU maupun grafis plus konstruksi full metal. Still buat laptop yang starting price-nya di 5,8 juta, King Phoenix berhasil ngasih opsi laptop 15 inch ramah kantong. ganteng, upgradable, dan cukup lengkap fiturnya kecuali layar 1% s RGB. Kalau ngincar layar bagus, mending ambil InBook R atau Inbook X2 2025. Semuanya tersedia di toko partner kami, Agress ID lengkap dengan garansi Agress Protect 1 tahun. Oke, sekian dulu dari gue Mike. Silakan mendang mending di komentar and as always stay safe, stay healthy.
