Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA: Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 (YouTube Video)
Hei, Lenovo, kalian tuh lagi mau sedekah ya? Masa harga laptop gaming ini masih sama seperti tahun 2025? Padahal RAM dan SS di tahun 2026 ini udah mahal banget. RAM laptop ini bukan 16 gig loh, 32 gig DDR5. Tahu kan berapa harga RAM laptop yang 32 gig DDR5 ini? Ya, bahkan SSD-nya juga 1 TB. Ini bukan 512. Prosesor juga enggak kaleng-kaleng ya. AMD Ryzen 9000 series dengan 16 core di dalamnya. GPU-nya RTX 5070 dan layarnya udah 2,5K OLED. Dapat ADP selama 3 tahun yang bisa diklaim berkali-kali. Ini beneran nih harganya enggak naik ini ya. Okelah ya. Laptop gaming ini adalah Lenovo Legend Pro 5 Gen 10. [mendengus] Ya, saat live berburu laptop beberapa waktu yang lalu, kami sempat menemukan beberapa tipe laptop yang tidak mengalami kenaikan harga di tahun 2026 ini. Tapi kami enggak nyangka kalau laptop gaming dengan spek setinggi ini ternyata harganya tidak banyak berubah dibandingkan tahun 2025. Lalu bagaimana dengan performa dan fiturnya? Sebelum kita masuk ke situ, kita cek dulu speknya. Untuk pressor dia pakai AMD Ryzen 9 995 HX. Uh, fabrikasi CPU-nya udah TSMC 4 nanom finet. Default TDP-nya 55 watt. Dia punya 16 skore 32 trad. LTri cas-nya juga besar di 64 MB. Kalau lihat dari spek prosesornya, sepertinya ini adalah prosesor desktop Ryzen 99950X yang disesuaikan power-nya untuk laptop. Ya, harusnya sih prosesor ini performanya brutal buat kerjaan-kerjaan yang super berat. Integrated grafisnya pakai AMD Radion 610M dengan dua compute unit. Untuk memori atau RAM-nya 32 GB DDR5 5600 MHz dual channel 128 bit. Laptop ini pakai dua slot shodim ya, jadi kalau mau diupgrade masih bisa. Teoritis prosesor seperti ini tuh bisa mendukung kapasitas hingga 96 GB. Untuk storage 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4x4. Laptop ini punya SSD dengan ukuran fisik 2242 yang kecil ya. Tapi tenang, kita masih bisa masang SSD yang 2280 yang ukuran panjangnya normal di sini ya. Nah, laptop ini juga dilengkapi dengan slot M22 kedua. Jadi, kapasitasnya bisa ditambah tanpa mengganggu SSD yang utamanya tadi. Lalu untuk diskrit GPU-nya dia pakai NVIDIA RTX 5070 laptop GPU dengan kapasitas viram di 8 GB GDDR7. GPU ini punya arsitektur blackwell, jadi udah mendukung penuh fitur DLSS 4.5 dan multifame generation 6 kalinya. Untuk kemampuan E-nya diklaim bisa mencapai 798 tops. Ini lebih tinggi dibandingkan RTX 4070 laptop yang cuma 321 tops. Sedangkan untuk nilai GP maksimalnya adalah 115 wat. ini lebih tinggi dari standar Nvidia ya, yang 100 wat doang. Nah, untuk wires connectivity dia pakai modul Realtech yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapas baterainya lumayan besar di 80 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 24 H2. Untuk body factornya adalah clamp cell dan materialnya adalah aluminium untuk punggung layarnya dan polikarbonat untuk bagian body lainnya. Untuk warna ini hitam ya atau Eclipse black. Untuk desainnya sebenarnya enggak ada yang luar biasa istimewa atau baru ya. Tidak istimewanya karena bentuk dan lukan bodinya masih tetap legend banget sebetulnya. Tapi ini membuat penampilannya terasa profesional seperti sebuah laptop workstation yang satu ini. Untuk dimensinya panjang 36,4 cm, lebar 26,8 cm, dan ketebalan di sisi paling tipis 2,16 cm, paling tebalnya di 2,59 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 2,26 kg dengan charger 566 gr. Ini adalah charger 245 watt. Jadi udah siap banget buat monster yang satu ini ya. Total bobot kalau di bawah-bawa jadi 2,83 kg. Untuk display-nya ini adalah layar berukuran 16 inci resolusi 2560 * 1600 piksel dengan aspek rasio 16 bfresh rate-nya sampai 165 Hz dan mendukung variabel refresh rate dengan Nvidia GSNC ya Gsync beneran ya. Panelnya adalah panel OLED. Nah, menurut Lenovo tingkat kecaran maksimumnya ada di 500 nit di mode SDR dan 1100 nit di mode HDR dengan targa muti 100% di CP3. Nah, kalau kita ukur hasilnya kita dapat 483 Nit di mode SDR dan 1096 nits di mode HDR. Udah sangat mendekati ya. Sementara untuk gamot covers-nya di 100% DC IP3 dengan gamut volume di 121,1% DC IP3. Menurut Televo, warna layar ini sudah kalibrasi di pabrik dengan standar Xrite. Jadi dia udah siap untuk editing dan desain kelas profesional. Dia juga punya sertifikasi display HDR True Black 1000 dan Dolby Vision. Jadi mantap buat streaming film atau main game di mode HDR juga bisa. Nah, kalau mau main game berjam-jam juga enggak ada masalah di sini ya karena layarnya udah punya sertifikasi TUV low blue light dan TUV Rinland Flicker free yang bikin mata tetap nyaman dan aman. saat menatap layar berlama-lama. Permukan layar juga punya sifat glossy ya, di mana ini normal untuk sebuah layar OLED. Walaupun dia akan mantulin sedikit bayangan, tapi permukaan seperti ini justru akan membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Bingkai layer juga sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan, kiri, atas, dan bawah. Jadi, tingkat aktif rasionya itu mencapai 91,7%. Lalu untuk layar yang satu ini bisa dibuka lurus sampai 180 derajat. Jadi ini aman dari resiko rusak akibat kedorong enggak sengaja dan memudahkan kita juga kalau mau nunjukin isi tampilan layar ke lawan bicara yang tepat. berada di depan kita. Nah, laptop gaming ini dilengkapi dengan kamera 5 megapel. Kamera ini bisa merekam gambar dan merekam video di resolusi 5 megapel kalau aspek rasionya 4 b 3. Kalau aspek rasio kita buat jadi 16 b 9, dia bisa menangkap gambar di resolusi 3,7 megap dan merekam video hingga resolusi 1440p. Sayangnya kamera ini tidak punya fitur Windows Studio Effect ya. Tapi tenang, kita masih bisa nginstal aplikasi Nvidia Broadcast. Jadi kita bisa menggunakan fitur seperti Windows Studio FX. Mikrofon di laptop ini ada dua buah ya ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera tadi. Nah, kameranya ini sebenarnya bisa menangkap gambar dengan kualitas yang oke dalam pecahaian yang mencukupi. Hanya saja noise tampak cukup jelas pada gambar yang ditangkap meskipun menggunakan pencahayaan lampu studio kami. Sementara untuk mikrofonnya dia bisa menangkap suara dengan jelas dan menghilangkan sepenuhnya suara kebisingan di sekitar kami. Oke, ini adalah hasil pengujian mikrofon dari laptop Lenovo Legion yang satu ini. Suara yang kalian dengar saat ini adalah suara yang direkam menggunakan kamera. Nah, kalau yang ini adalah suara yang direkam menggunakan mikrofon dari laptop yang satu ini. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih terdengar dengan cukup jelas dan suara kipas bisa teredam dengan baik? Oke, saat ini saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Lenovo Legion yang satu ini. Nah, perlu kalian ketahui kamera laptop ini bisa merekam video up to 1944p 30 fps di rasio 4 b 3. Sementara kalau kita pakai rasio 16 b 9, resolusi maksimalnya ada di 1440p 30 fps. Nah, sebagai tambahan kalau kalian mau mendapatkan hasil rekaman video yang sebagus ini, pastikan kalian berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai ya. Nah, untuk audionya laptop ini digampi dengan dua buah speaker dari Harman dan arah keluaran suaranya itu ke alas laptop. Kita bisa mengatur profil dan equalizer suara di aplikasi Nahimic. Untuk suara mid dan high yang disan speaker laptop ini sebenarnya udah tergolong cukup oke ya. Hanya saja untuk bass tuh ya baru tipis-tipis aja terasa masih agak kurang dalam. Selain itu suara yang dikeluarkan masih terasa agak kurang menggelegar. Oke, untuk konektornya di kiri ada 1 DC inin, 1 HDMI, 2 USB 3.2 gen 2 type C, lalu ada satu USB 3.2 gen 2 type A yang besar itu ya. Di kanan ada 3,5 mm audio combo jack, ada dua USB 3.2 Gen One type A yang besar-besar itu dan ada 1 Gabit Ethernet. Oke, untuk keyboard-nya laptop gaming ini mendengarkan Legend true strike keyboard ya dengan desain dan tata letak tombol serupa dengan Legend Gen 10 lainnya. Menurut Lenovo, keyboard tersebut tidak hanya nyaman saat dipakai main game, tapi juga saat mengetik. Jadi, tidak ada masalah untuk dipakai bekerja. Nah, tombol keyboard ini punya travel distance 1,6 mm. Jadi, terasa dalam ya saat ditekan ya. Kyaps keyboard ini juga memiliki cekungan sedalam 0,3 mm yang bisa mencegah risiko jari bergeser dari tombol saat mengetik dengan cepat. Tentunya keyboardnya juga dilapi dengan backlit RGB dengan 24 zona warna yang terbagi secara vertikal. Nah, kita bisa mengatur tingkat kecerahan dan efek lampunya itu di aplikasi Legion Space. Sementara tombol function plus space bar itu bisa digunakan untuk berganti profil efek warna. Nah, untuk touchpad ini ukurannya adalah 12 * 7 cm dengan bahan milar untuk permukaannya. Tentunya Lenovo mendapatkan touchpad laptop mereka sejajar dengan tombol space bar yang memberikan kenyamanan optimal saat kita mengetik. Kalau dicoba ya, jari kami itu bisa bergerak dengan mulus di atas permukaan touchpad ini. Nyaman sekali. Tombol klik kiri dan kanannya juga terasa empuk saat ditekan dan tidak menimbulkan suara yang kencang. Jadi enggak mengganggu ya. Nah, untuk cooling system laptop gaming ini merupakan sistem pendingin Legion cold front hyper dengan tiga buah heat pipe tembaga dan dua buah kipas. Untuk lubang ventilasi pangan udaranya ada dua dan semuanya itu mengarah ke belakang ya. Untuk security-nya nah untuk keamanan laptop gaming ini dilengkapi dengan tombol e shutter switch di samping kanan body untuk mematikan modul kamera sehingga kita lebih aman dan resiko kemungkinan diintip kalau kena hack ya. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan empat profil performa, yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Kita bisa mengubah profil tersebut dengan menekan tombol function plus huruf Q atau melalui aplikasi Legion Space. Menariknya, saat kita pilih mode custom, kita bisa mengakses menu pengaturan lebih lengkap untuk power limit dan temperature limit untuk prosesor dan GPU Nvidia-nya juga. Nah, selain itu disediakan pula menu pengaturan untuk kecepatan kipas. Jadi, kecepatan kipasnya hanya bisa kita atur kalau kita masuk dalam mode custom. Oh ya, menu overclock GPU juga tersedia kalau kita pilih mode balance, performance atau custom. Oke, langsung aja kita mulai pakai CBZ R23 ya. Diabilitas selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 32.200 poin di mode balance dan 36.596 poin di mode performance, 33.593 poin di mode custom dengan fan speed di 100%. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan kalau di mode balance skor sempat berada di R.000 sampai R31.000-an R000an sebelum akhirnya turun ke kisaran 28.000 poin. Lalu yang pada performance kita mendapatkan 36.100 sampai 36.500 poin dan 30.400 sampai 30.800 poin di mode custom dengan fans speed di 100%. Dari hasil pengujian di atas kami menggunakan mode performance untuk pengujian selanjutnya ya. Nah, untuk suhu kerjanya Ceb R23 stabilitas selama 30 menit di mode balance supressor sempat naik ke 80 derajat celcius sebelum akhirnya turun dan dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Selau di mode performance, supressor memang mengalami sedikit kenaikan tapi masih terkendali di bawah 90 derajat celcius. Nah, kalau pakai mode custom dengan kecepatan kipas 100% supressor bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius. Oke, langsung aja kita benchmark dengan aplikasi beneran ya. Kita pakai Blender 5.0.1. Kali ini kita menggunakan workload pengujian baru ya dengan file 3D Blender 4.1 Splash yang lebih berat dibandingkan barbershop yang dulu kita pakai ya. Nah, untuk CPU rendering dia butuh waktu 12 menit 32 detik. Sementara untuk GPU rendering dengan kuda cuma 4 menit 3 detik saja. SU kerja pada saat melakukan GPU rendering dengan kuda, supressor itu terlihat masih dapat dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius. Sementara suhu tertinggi GPU Nvidia hanya berkisar 71 derajat celcius saja. Lanjut ke Adobe Premiier Pro 2026. Videonya 4K60, tapi ini video 5 menit yang baru nih ya, yang baru kita pakai sekarang nih ya. Untuk kuda itu selesai dalam waktu 2 menit 35 detik ya. Udah kencang ya karena udah separuhnya dari durasi videonya yang 5 menit tadi. Lalu kalau kita pakai video Full HD 60 fps yang 5 menit juga ya dengan kuda sesuai dalam waktu hanya 56 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video eksport dengan kuda supressor terlihat bergerak di rentang 91 sampai 99 derajat Celcius. Sementara SU tertinggi GPU NVD-nya ada kisaran 75 derajat Celcius. Kita lanjut ke Daveinci Resolve 20.3. Software video editing kelas profesional, tapi kita pakai versi gratisnya di sini. Untuk video 4K60 yang durasinya 5 menit, yang baru ini ya, itu saya dalam waktu 5 menit 29 detik. Ini kencang sih ya. Lalu kalau kita pakai yang full HD 60 fps selesai dalam waktu 1 menit 36 detik. Kencang banget ya. Untuk su kerja pada saat melakukan 4K video exporting, SU rata-rata prosesor itu terlihat ada di kisaran 101 derajat celcius selama pengujian berlangsung. meskipun sempat ada drop sesaat ke 73 derajat celcius saat hampir selesai. Sementara SU tertinggi di GPU Nvid-nya hanya mencapai 77 derajat Celcius saja. Tapi tenang ya, SU setinggi itu hanya terjadi kalau pakai mode performance. Kalau kita pakai mode custom dengan kecepatan kipas 100%, supressor dan GPNVD-nya bisa dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Jadi saran kami kalau pakai software satu ini langsung custom aja kipasnya pentokin ke 100%. Tentunya kita juga nyoba caput ya dengan video 4K60 5 menit yang baru ya. ini dirender dalam waktu hanya 1 menit 52 detik saja. Sementara untuk full HD 60 fps dirender dalam waktu 43 detik saja. Untuk suhu kerjanya dengan 4K video export di awal SU sempat naik ke 92 derajat Celcius sebelum akhirnya turun dan terkendali di bawah 80 derajat Celcius. Sementara SU tertinggi GPNVD-nya hanya mencapai 63 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita lihat sekencang apa monster ini kalau diajak main game. H [musik] Oke, sekarang kita lihat SU kerjanya. Sekarang kita pakai yang lebih berat ya. 30 menit main Cyberpunk 2077. Nah, di sini lihat supressor terlihat berada di kisaran 86 sampai 89 derajat Celcius. Sementara suhu GPU Nvidia-nya ada di bawah 85 der Celcius. Untuk suhu permukaan bodinya memainkan setengah jam si game Cyberpunk 2077. Untuk keyboard area paling panas kami temukan di sekitar tombol F9 dengan suhu sekitar 42 sampai 43 derajat Celcius. Sementara suhu area tombol WASD itu ada di kisaran 35 sampai 36 derajat Celcius saja. Sedangkan suhu area pamres itu ada di bawah 35 derajat Celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.266 MB/ dan tulisnya ada di 5836 MB/s. Untuk SSD ukuran kecil ini ya yang 2242 ini luar biasa kencang sih kecepatannya ya. Biasanya 7.000 itu bisa tercapai kalau ukuran fisiknya di 2280. Oke, sekarang mari kita lihat daya tahan baterainya. Nah, kita pakai bright di 150 Nit dengan volume suara 25%, modenya balance dan GPU mode-nya kita taruh di hybrid. Untuk 1080p local video playback kalau layarnya di 2,5K 165 Hz, baterai habis setelah 3 jam 23 menit. Sementara kalau layar di 2,5K 60 Hz, baterai habis setelah 4 jam 10 menit. Ini sebetulnya tergolong agak boros ya baterainya meskipun bisa dimaklumi mengingat tipe prosesornya dan tipe GPU-nya. Jadi, ini harusnya lumayan wajar sih sebetulnya. Sekarang kita lihat chargingnya dengan rapid charge. 30 menit pertama baterai terisi di 53%. Sementara dari sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 33 menit. Ini jauh lebih kencang dari harapan kami yang 2 jam ya. Jadi sebetulnya ee enggak ada masalah dengan baterai agak boros. Dichage aja cepat kok ngisinya. Oke untuk harga harganya ada di Rp34.999.000 dengan bonus pembelian dapat Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya itu ya yang enggak perlu langganan-langganan lagi. Tapi kalau mau langganan masih dikasih langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun. Ini gratis 1 tahun ya. Dan laptop gaming ini juga dilindungi dengan garansi Legend Ultimate Support sekaligus accidental damage protection selama 3 tahun. Nah, dengan garasi tersebut kita akan mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer dalam optimalisasi hardware dan juga software. Teknisi ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Bisa pakai fitur chat, telepon tol free, maupun lewat email. Setelah itu disediakan juga dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi enggak perlu datang ke service center. Sementara untuk garansi accidental damage protection akan menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama seperti ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja, keretakan pada panel LCD, keyboard mati, atau bahkan corseling listrik. Dan ini ditanggung 100% selama 3 tahun. Dan menariknya ini dapat diklaim lebih dari sekali selama bukan di part yang sama. Kalau part yang sama itu maksimum dua kali. Ya, menariknya lagi Lenovo menyebutkan kalau garansi ADP-nya bisa diperpanjang kalau dibutuhkan sampai ke 4 tahun dengan menambah biaya. Nah, kalau untuk biayanya yang satu ini itu tergantung laptopnya ya. Jadi, cek aja dulu berapa biaya penambahan untuk 1 tahun ekstra itu. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, supressor di mode performance itu agak tinggi untuk skenario tertentu. Tapi tenang, ini masih bisa diatasi dengan menggunakan mode performa yang lain atau naikin kecepatan kipas ke 100% di mode custom. Nah, bicara soal yang satu ini, ini masuk dalam hal yang perhatikan juga ya. Opsi kecepatan kipas 100% itu hanya ada di dalam mode custom saja. Kemudian untuk daya tahan baterai ini agak kurang cocok untuk aktivitas mobile e tanpa membawa charger ya. Lalu untuk kelas harganya harusnya speakernya itu bisa lebih mantap lagi. Dan menariknya dia pakai pressor AMD Zen5 16 core 32 trad. Performanya udah sekelas prosesor PC desktop. Ini udah enteng buat multitasking kelas berat. Enten jalanin aplikasi berat yang butuh core prosesor yang melimpah. Lalu dilengkapi lagi pakai RTX 5070. Mau main game Triple A lancar, bahkan bisa tumpah-tumpah FPS-nya kalau mau pakai multiframe generation ya. Mau ngedit video enteng banget. Terserah deh mau resolusi berapa ya. Mau desain cat, desain 3D rendering enggak ada masalah juga. Mau jalan aplikasi AI aman asal aplikasinya kompatibel dengan RTX 5070 laptopnya. RAM ini langsung 32 GB zaman sekarang ya di 2026 32 gig itu wah sangat mewah ya. Lalu dia bisa dipasangin 2 SSD pula di sini ya. Dan bawahnya 1 tera langsung ya. Layarnya juga mewah untuk main game dan untuk kerja juga. Chargingnya juga kencang bisa 1,5 jam doang. Konektornya lengkap. Backlit keyboard-nya juga mantap. Kameranya udah 5 megapel. Ada Wii 7-nya dan masa garasinya panjang 3 tahun. Ada garansi kelainan pengguna selama 3 tahun yang masih bisa diperpanjang lagi kalau dibutuhkan. Jadi pertanyaannya Lenovo Legend Pro 5 Gen 10 ini cocoknya buat siapa? Ini buat desainer atau animator 3D? Harusnya cocok nih mengingat kebanyakan aplikasi 3D itu mendukung akselerasi GPU Nvidia dan menyukai prosesor dengan jumlah core yang melimpah seperti ini. Buat yang kerjanya video editor harusnya inih cocok banget apalagi kontennya baru sampai baterai 4K60 doang. Wah keentenganlah ini ya. Bahkan mau editing video AV1 juga bisa. Kan GPU-nya punya encoder video AV1. Mau edit video dengan color format 422 juga masih bisa. GP-nya support kok dipakai buat kerja di kantor, sekolah atau kuliah harusnya juga enggak ada masalah ya. Apalagi kalau aktivitasnya memang butuh laptop yang sekencang ini. Dan yang penting banget di sini ada garansi kelarian selama 3 tahun. Jadi enggak perlu was-was kalau laptopnya kenapa-napa. Pas dipakai yang masih diupgrade ke 4 tahun. Ini mungkin cocok ya buat orang tua yang mau ngasih anaknya yang gede kafe mungkin ya tinggal upgrade ke 4 tahun ya udah selama kuliah anaknya enggak ganti-ganti laptop juga. Ini masih kencang banget harusnya. Dan terakhir pastinya ini cocok banget buat gamer yang butuh laptop gaming yang bisa ngejalanin game triple A keluaran terbaru hingga ratusan FPS. Pada akhirnya kalau cari adalah laptop high performance, siap buat berbagai macam pekerjaan berat yang harganya masih menarik untuk semua yang ditawarkan. Mendingan buruan beli deh yang satu ini, Lenovo Legend Pro 5 Gen 10 sebelum harganya beneran naik.
