Laptop 2-in-1 Kencang Paling Irit? Review ASUS Vivobook 14 Flip (TP3407SA) (YouTube Video)
Siapa bilang laptop yang pakai Pressor X86 baterainya gak bisa tembus 20 jam. Yang satu ini bahkan bisa di atas 23 jam. Lucunya laptop yang irit ini bahkan juga lancar bisa memainkan game Black Myth Wukong yang super berat itu. Nah, dia bisa seperti itu karena pakai Intel Core Ultra 200 V series yang punya NPU 40 tops di dalamnya. Dia punya sertifikasi Evo juga jadi performanya tetap lancar dan kencang saat dipakai. saat pakai charger atau tidak. Baterainya irit dan fiturnya kekinian. RAM-nya langsung 16 GB dual channel jadi siap pakai dan langsung kencang. Layarnya oled 100% di si IP3 jadi siap dipakai juga untuk editing yang serius. Layarnya touch screen juga dan ada stylusnya jadi bisa buat gambar-gambar. Nih ada Thunderbot 4 juga Wii 7 di sini jadi kekinian. Laptop ini bahkan bisa berubah jadi tablet seperti ini ya. Ini adalah Asus Vivobook 14 Flip. Oke, sama seperti Vivobook yang lainnya, laptop yang satu ini harganya juga cukup terjangkau. Padahal laptop convertibel 16 jutaan ini bisa main game triple A, lalu baterainya super irit bisa jadi tablet, dapat stylus dan ada sertifikasi Evoon-ya pula. Beneran nih Asus enggak salah pasang harga nih kali ini ya. Oke, langsung kita mulai pembahasannya dari spesifikasinya. Untuk prosor dia pakai Intel Core Ultra 5 226V, fabrikasi TSMC N3B ya 3 ya. Base power 17 watt, 8 core, 8 thread. Ya, ini terdiri dari 4 performance core dan 4 low power efficient core yang sebetulnya low power tapi high performance. Lalu Intel smart cash-nya 8 MB. Integrated graphicsnya dia pakai Intel Arc Graphics 130V dengan 7xi Corse. Nah, selain sudah mendukung kemampuan encode dan decode video IV1, IGP ini juga sudah support decode video H266. Apa itu H265 sama H264? Ini H266 ya. tentunya IGP-nya juga sudah support fitur retracing dan Intel XCS 2.0 dengan frame generation-nya. Untuk NPU, dia pakai Intel AIBost dengan kemampuan komputasi hingga 40 tops. Jadi tentunya dia sudah memenuhi persyaratan cilot plus PC dan fitur-fiturnya udah hidup juga seperti Microsoft Recall, Coat, Live Caption, hidup semua tuh ya. Untuk memori atau RAM-nya 16 GB LPD 5X 853 MHz dual channel. Perlu diperhatikan chip memori yang di sini nih ya, karena ini pakai Lunar Lake sudah menyatu dengan prosesornya bukan dengan board dengan prosesornya. Jadi benar-benar enggak bisa di-upgrade. Mau dicopot pakai solderan juga enggak bisa nih ya. Nah, untuk storage dia pakai 512 GB SSDM.2 NVM PCI Gen 4x4. Untuk baris connectivity dia pakai modu Intel yang support WiFi 7 gigabit WiFi dan Bluetooth versi 5.4. Jadi udah kekinian dan feature proof. Kapasitas baterainya ada di 70 wat hour. Nah, ini nih kuncinya nih lumayan besar nih ya. Operating system dia pakai Windows 11 24H2. Nah, untuk body form factornya adalah convertible 2 inone. Jadi laptop ini bisa diubah jadi tablet dengan memutar layarnya 360 derajat seperti ini. Selain itu, dia juga bisa digunakan di mode tenda atau stand mode dan juga mode stand seperti ini. Materialnya aluminium ya. Tentunya laptop sini juga sudah monai standar uji daya tahan military standar 810H. Jadi tangguh saat kita pakai. Warnanya ini matte gray ya atau abu-abu lah ya. Untuk desain Vivo BL Flip ini sebenarnya masih menggunakan bentuk dasar yang mirip seperti versi clem shell-nya. Kalaupun ada perbedaan itu hanya di ya engsel-nya tadi ya. Jadi DNA penampilannya tetap sederhana tetapi tetap elegan dan profesional. Untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 22 cm, dan ketebalan sisi paling tipis 1,69 cm, sisi paling tebal 1,71 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,54 kg dan chargernya 225 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger satu ini pakai desain satu bagian seperti charger smartphone ya. Jadi lebih praktis saat dibawa-bawa. Tapi berbeda dengan charger smartphone ini kabelnya enggak bisa dilepas ya. Tapi karena USB type C ya tentunya dia bisa dipakai buat ngecas smartphone juga kok ya. Nah untuk total bobot tual di bawah-bawah adalah 1,76 kg. Di sepatu layar dipakai Asus Lumina OLED dengan ukuran 14 inci. Resolusinya 1920 * 1200 pikel dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 60 Hz dengan response time di 0,2 ms. Ini adalah panel OLED. Nah, menurut Asus tingkat ccaran maksimumnya ada 400 nit di mode SDR dan 500 Nit di mode HDR dengan karamut 100% di CP3. Nah, kalau kami ukur hasilnya kita mendapatkan dia ada di 35 nits di mode SDR dan 612 nits di mode HDR. Ternyata untuk di mode HDR ini dia lebih tinggi daripada klaimnya. Untuk gambut coverage-nya ada di 97,4% di CP3 dengan gamut volume di 119,6% DC IP3 ya. Kalau hasil seperti ini sih udah bisal ya layarnya dipakai untuk editing maupun desain kelas profesional yang butuh akurasi warna yang tinggi. Mau dipakai untuk streaming video HDR juga mantap ya karena ada sertifikasi HDR True Black 500. Layar ini juga sudah punya sertifikasi TUV Rinline low blue light. Jadi mata kita tetap nyaman meskipun melihat layar selama berjam-jam. Layar laptop ini juga tentunya punya kemampuan touch screen. Jadi, kita bisa mengoperasikan layar tersebut dengan sentuhan jari seperti ini. Atau bisa juga pakai stylus pen yang disertakan pada paket penjualan. Ya, stylus pen-nya udah dalam satu paket ya, jadi enggak perlu beli-beli lagi di sini. E, stylus ini mendukung 4.096 pressure level dan juga support protocol MPP 2.0. Menariknya disediakan tiga penip tambahan dengan pilihan tingkat kekerasan H, HB, dan B. Selain ada juga yang 2H yang sudah terpasang. Nah, untuk suplai daya stylus pen ini menggunakan baterai isi ulang yang dapat dicharge melalui konektor USB type C. Jadi lebih praktis aja. Dan kita bisa munculkan konektor USB-nya seperti ini nih ya. Nah, bisa nih. Nah, baterai stylus pan tersebut diklaim punya daya tahan hingga 140 jam saat digunakan dari kondisi penuh. Nah, kembali ke layarnya. Ini permukaannya bersifat glossy dan ini memang normal untuk sebuah layar touch screen. Permukaan seperti ini memang akan menentukan sedikit bayangan. Tapi tenang, perpaduan panel OLED dan permukaan glossi seperti ini justru membuat tampilannya jadi lebih cemerlang lagi. Nah, untuk bingkai layar ini juga sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan dan kirinya sehingga tingkat screen tub rasionya bisa mencapai 85%. Untuk kameranya, laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps dan sudah support fitur-fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, dan background effect. Saat diaktifkan, fitur-fitur itu akan dijalankan di NPU. Jadi, penggunaan baterai lebih irit ketimbang kalau tidak punya NPU. Nah, untuk modul mikrofon ada dua buah yang ditempatkan pada si kanan dan kiri kamera. Saat kami uji dengan lampu studio kami, kamera ini mampu menangkap gambar dengan kualitas yang mantap di sini ya. Detail muka kami pun masih bisa ditangkap dengan cukup jelas meskipun masih ada noise tipis-tipis. Suara yang ditangkap oleh mikrofon laptop ini juga terdengar jelas dan natural. Sementara suara kebisingan yang ditangkap oleh mikrofon ini dapat dihilangkan sepenuhnya saat fitur noise cancellation kami aktifkan tanpa mengganggu karakter suara kami. Ya, saat ini saya lagi mau ngejik kemampuan noise cancellation laptop Asus Vivook dengan Intel Lunar yang satu ini. Jadi, gimana nih suara bising di sekitar saya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon di laptop Asus Vivobook Flip yang satu ini. Jadi, gimana nih kemampuan kamera dan mikrofonnya? Oke atau enggak? Untuk audio, laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke permukaan meja atau ke bawah laptop, ya. Dan speakernya ini dapat diatur profil dan equalizernya melalui software Dolby Access atau lewat aplikasi My Asus. Laptop ini ternyata punya suara speaker yang lantang ya, padahal ini Vivobook bukan zenbook. kualitas suaranya juga terasa memuaskan banget untuk las harganya. Tradelnya itu lumayan bright. Sementara untuk bassnya tuh cukup bulat meskipun ya mungkin agak sedikit kurang rapi lah ya. Tapi udah mantaplah untuk kas harganya. Nah, untuk konektor sekarang di kiri ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 GEN 2 type C yang mendukung power delivery dan display output ya. Lalu ada satu Thunderb 4 yang mendukung USB 4, power delivery, display output lagi, dan perangkat-perangkat berbasis Thunderbolt. Kemudian ada 1 3,5 mm audio combo jack dan ada micro SD card reader. Nah, kalau di sebelah kanan hanya ada satu USB 3.2 gen type A yang besar aja. Oke, untuk keyboard-nya sebenarnya memang tidak ada yang luar biasa baru di sini ya. Ee laptop ini menggunakan keyboard yang sama seperti seri Vivobook lainnya. Desain, tata letak tombol, serta kenyamanan pakaian terasa mirip tombolnya. terasa empuk dan enggak berisik kalau kita lagi operasikan ya dan feedback-nya juga cukup gesit di sini travel distance-nya 1,7 mm dan ini membuat tombol terasa dalam saat ditekan jadi nyaman buat dipakai buat mengetik. Lucunya kami sempat mengira tidak ada tombol home and page up dan page down di laptop ini. Biasanya fungsi tersebut diletakkan di tombol anak panah tapi di sini markahnya enggak ada, enggak ada tulisan sama sekali. Tapi saat kami coba menekan tombol function dan anak panah, ternyata fungsi-fungsi tersebut tetap ada. Hanya tulisannya aja yang enggak ada ternyata ya. Ayo Asus, kenapa tuh? Lupa nulis ya. Oke. Tentunya keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit sehingga membantu kita saat mengetik di ruangan minim cahaya. Warnanya putih dan dia punya tiga tingkat kecerahan dan ini semua dapat diatur dengan menekan tombol function plus F4. Oke, beralih ke touchpad-nya. Area touchpadnya ukurannya di 12,7 * 7,9 cm. Tergolong lumayan besar ya untuk laptop yang 14 inch layarnya. Posisinya center to body tapi tidak sejajar dengan space bar ya. Dan dengan posisi seperti itu memang ada bagian telapak tangan kami yang masuk ke area touchpad. Tapi sepertinya touchpad ini punya fitur palm rejection. Jadi kursor tidak bergerak kalau kita lagi mengetik dan e telapak tangan kita kena-kena ke dalam touchpad. Kemudian saat digunakan jari kita tuh dapat bergerak dengan lancar, licin, mulus, lancar aja di atas permukaan touchpad. Enggak keset-keset gitu ya. Klik kanan dan klik kiri juga terasa empuk saat tekan meskipun agak sedikit berat ya nekannya. Beralih ke cooling sistemnya, laptop ini dilengkapi dengan sistem pending dengan satu heat pipe dan satu kipas. Lubang ventilasi pembuangan panasnya ada dua, satu ke arah belakang dan satu ke kanan. Untuk sistem keamanannya, laptop ini dilengkapi dengan sistem biometrik dengan pengenalan wajah. Selain itu, ada juga penutup fisik untuk kamera. Jadi, ya tetap amanlah kalau di-hack pun ya enggak ada masalah. Lalu, untuk aspek performanya bagaimana? Nah, laptop ini memiliki empat profil performa yaitu full speed, performance, standar, dan whisper. Untuk model full speed, kecepatan kipasnya akan naik ke 100% saat ada beban kerja yang berat. Tapi kalau beban kerjanya ringan, kecepatan kipasnya akan lebih rendah. Jadi enggak bikin missing. Profil performa dapat diubah juga dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui software My Asus. Oke, sekarang kita coba lihat eh konsistensi performanya kalau kita pakai CBZ R23. Kita colok ke charger dulu ya. Nah, untuk stabilitas tes selama 30 menit, skor tertinggi yang dapat dicapai adalah 9.989 poin di mode standar dan 10.052 poin di mode full speed. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan itu adalah 8.100 sampai 8.200. poin di mode standar dan 9.700 sampai 9.800 poin di mode full speed. Lalu kalau kita cabut chargernya hanya pakai baterai aja. Kita lihat sekarang. Jadi saat kami lepas chargernya skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 7.900 sampai 8.000 poin di mode standar. Jadi mirip ya dengan yang tadi colok ke charger. Jadi di sini persyaratan Evoon-ya terpenuhi. Oke untuk suhu kerjanya pada saat menjalankan SB yang tadi di mode standar supressor itu sempat naik hingga 88 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun. dan dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajus. Nah, kalau pakai mode full speed zhunya memang mengalami kenaikan tapi masih bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 90 derajat celcius. Nah, bagaimana kalau kita mau pakai laptop ini untuk desain 3D? Kita coba pakai blender 4.3.2. Ini adah tes BMW Carsin. Untuk CPU rendering selesai dalam waktu 4 menit 7 detik. Sementara kalau kita pakai GPU rendering dengan one API-nya ini sesai dalam waktu yang kencang 1 menit 5 detik saja. Jadi kalau mau dipakai untuk desain 3D tipis-tipis selama objeknya enggak rumit-rumit amat masih bisa di sini. Nah, sukutnya persa melakukan GP rendering dengan one API tadi ya di mode full speed rata-rata prosesor ini berada di bawah 80 derajat celcius. Walaupun kadang-kadang dia bisa naik ke 81 derajat celcius ya enggak jauhlah naiknya. Kita lanjut ke video editing Adobe Premiier Pro 2025. Video 4K 60 2 menit 7 detik dengan software only dalam waktu 7 menit 40an detik. Kalau pakai open saya dalam waktu 5 menit 24 detik. Kalau videoonya full HD 60 fps 2 menit 7 detik, software only saya dalam waktu 1 menit 51 detik. Kalau kita pakai open shell saya dalam waktu 1 menit 16 detik. Nah, su kerjanya pada saat menjalankan 4K video exporting dengan Open CL, lagi-lagi suprosor dapat dikendalikan di bawah 80 derajus di mode full speed. Oke, kalau sukanya pakai software gratis yang satu ini, kita tes juga deh. Dainci Resoft 19.1. Software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya. Untuk video 4K60 2 menit 7 detik. Exporting time-nya adalah 11 menit 30 detik. Sementara kalau pakai video full HD 60 fps 2 menit 7 detik, exporting time-nya ada di 4 menit 46 detik. Nah, su kerjanya pada saat melakukan 4K video export biasanya sih ya di pengujian ini bisa naik di atas 90 derajat celcius, tapi di laptop ini ternyata rata-rata prosesor tetap aman di bawah 80 derajat celcius kalau kita pakai mode full speed. Nah, kalau kalian mau ngedit video 4K60, saran kami adalah pakai aplikasi yang satu ini, pakai CapCut ya. Untuk mengekspor video 4K60 yang 2 menit 7 detik sama dengan yang tadi, hanya butuh waktu 1 menit 56 detik saja. Sementara kalau resolusinya adalah full HD 60 fps, selesai dalam waktu 41 detik saja. Untuk suhu kerjanya, nah kalau di aplikasi ini supressornya bahkan di bawah 70 derajat celcius di mode full speed. Lanjut untuk handbreak. Nah, di sini kita akan melakukan konversi video 4K 60. Durasinya sama yang tadi lagi ya. Untuk dijadikan video full HD 60 fps dengan kodex AV1 tanpa akselerasi Quix, kita lihat butuh waktu 6 menit 13 detik. Kalau kita pakai Quix hanya 2 menit 50 detik. Nah, SU kerjanya pada saat pengujian yang terakhir ini SU kerja terlihat sempat naik hingga 93 derajat celcius tapi kemudian berkurang sampai ke kisaran 84 derajat celcius. Ini menggunakan model full speed ya. Oke, kita coba lagi untuk UL Prosion. BP ini akan menguji kemampuan NPU yang kencang tadi ya. Di sini kita akan uji dia untuk menghasilkan gambar dari input tex atau prom ini pakai stable division 1.5. Nah, NPU di laptop ini ternyata butuhkan waktu 11.3 detik untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksel. Oke, walaupun ini adalah laptop convertibel yang cakep tapi tentunya kalian mau tahu kemampuan gaming-nya ya. Nah, hasil pengujian kami adalah seperti ini. [Musik] [Tepuk tangan] Nah, di game yang satu nih supressor tuh tetap berada di bawah 80 derajat celcius ya. Nah, untuk suhu permukaan bodinya saat main game yang tadi selama setengah jam untuk keyboard area paling panas ketemukan di tombol angka 4 dengan suhu sekitar 39 sampai 40 derajat celcius. Sementara untuk tombol keyboard lainnya, suhunya masih berada di bawah 40 derajat Celcius. Sedangkan suhu area sebelah atas keyboard itu ada kisaran 42 sampai 43 derajat Celcius di dekat ventilasi pembuangan panas. Nah, kalau area palmres ini suhunya aman banget di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita tes kecepatan SSD-nya. Dengan kristal disma, kita dapatkan bahwa kecepatan baca SSD-nya itu ada di 6.281 281 MB/ dan untuk tulisnya ada di 4.320 MB/ Buat laptop yang belasan juta performa SS seperti ini sudah kencang banget. Oke, sekarang daya tahan baterainya. Nah, kita lihat nih ya. Ee untuk gratis kita set di 150 Nit untuk volume suara di 25% dan kita pakai mode standar untuk 1080p local video playback baterai baru habis setelah 23 jam 30 menit. ini teramat sangat sangat sangat irit banget untuk daya tahan baterai sebuah laptop X86. Jadi, siapa yang bilang laptop X86 itu di tahan baterai enggak bisa tembus 20 jam? Bisa nih, bisa bahkan bisa 23 jam lebih. Oke, sekarang mari kita lihat kecepatan charging-nya. 30 menit pertama sudah terisi di 41%. Dari kosong sampai penuh butuh 1 jam 51 menit. Ingat, patokan kita adalah 2 jam. Jadi ini sekitar 9 menit lebih cepat dari harapan kami. Nah, untuk harganya menurut Asus Indonesia itu harga resminya ada di Rp16.299.000. Selain varian yang ini juga ada varian Intel Core Ultra 7 256V dengan harga di Rp17.899.000. Eh, tapi itu kan harga resmi dari Asus Indonesia ya. Kalau kalian cek di toko online dapatnya harganya berapa? Coba cek deh coba. Oke, lanjut. Untuk bonus pemberian kita dapat Microsoft Office Home 2024 dan itu berlaku terus ya, enggak usah pakai langganan-langanan lagi. Cuman masih dikasih juga langganan Microsoft 365 Basic selama 1 tahun. Lalu tentunya dapat stylus pan-nya yang tadi dan ada backpack-nya juga. Nah, untuk garansi dia dapat 3 tahun international warranty dengan 1 tahun Asus VIP Perfect Warranty. Sebentar, sebentar, sebentar. Ini kenapa terasa seperti garansinya seri Zenbook? Padahal ini vivobook loh. Oh ya, dengan international warranty kita bisa mengklaim garansi kita ini di negara lain selain Indonesia. Jadi kalau kita pergi ke luar negeri aman banget nih. Selain itu dengan VIP perfect warranty, ASUS akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Nah, Asus VIP Pref warty ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama jelas RAM-nya gak bisa di-upgrade. Tapi kalau memang 16 gig sudah cukup, harusnya baik-baik aja ya. Lagi pula nih 16 giganya juga kencang dan yang penting kan bukan 8 gig ya, 16 sudah lumayan oke sih harusnya. Untuk layarnya ini juga mungkin kurang cocok buat yang cari resolusi tinggi. Ini mungkin belum gitu cocok kalau kalian memang cari yang resolusinya tinggi-tinggi banget ya. Ini masih di full HD aja ya. Lalu untuk tombol home and page up dan page down ini enggak ada marking-nya ya. Mungkin kalian bisa bingung, tapi ya kalau udah nonton video ini harusnya udah tahu ya. Oke, dari segi menariknya baterainya super super irit banget. Ini sih parah iritnya sih ya. Charging itu juga bisa di bawah 2 jam. Lalu dia multifungsi B jadi laptop biasa jadi tablet udah dapat stylus pen juga ya. Lalu dia punya sertifikasi EVO terbaru pula ya. Sudah pakai Intel Core Ultra 200V series juga. Jadi buat editing video sampai ke 4K 60 pun bisa lancar. Buat desain 2D bahkan untuk desain 3D itu masih bisa. Asal kalau untuk 3D objeknya itu yang sederhana-sederhana ya. Lalu buat main game itu masih bisa lancar. Bahkan sebagian game triple A juga jalan di sini ya. Lalu kalau aplikasinya mau pakai NPU aman. Ada juga NPU-nya di sini dan kencang pula NPU-nya ya. Nah, suhu juga ini terkendali cukup aman. Layarnya ini mantap nih. OLED 100% DCIP3. Nah, ini cocok buat editing serius atau streaming video HDR bisa juga di sini ya. Eh, main game, wah mantap juga tampilannya. Dia sudah punya connector Thunderbolt 4, ada Wii i7 di situ, ada pengamanan biometrik dan garansinya 3 tahun dan dilengkapi dengan garansi kelalian pengguna juga. Jadi, Asus Vivook Flip 14 ini cocoknya buat siapa? Ya, tentunya ini akan cocok banget untuk kaum yang kita sebut sebagai road warrior ini yang butuh laptop yang komplit, kencang, tapi baterainya harus super irit karena mungkin kerjanya di luar terus mau itu buat kerja, mau ngedesain macam-macam. Kalau sering di luar ruangan ya enggak ketemu colokan listrik cocok banget nih satu nih ya. Mau pakai meeting berlama-lama enggak nemu colokan listrik juga masih aman ya. Dan kalau ketemu langsung meetingnya juga nah tampilan laptopnya juga terlihat profesional ya jadi elegan aja. Buat pelajar atau mahasiswa juga harusnya cocok ya kalau memang aktivitasnya butuhnya laptop yang seperti ini. Apalagi harganya masih relatif terjangkau dan ada garansi 3 tahun juga di sini ya. Kemudian kalau kalian butuh laptopnya untuk editing video juga atau gambar gitu ya juga masih cocok yang satu nih. Apalagi layar pakai panel olet 100% DC IP3 dipakai editing video 4K60 juga masih bisa nih sebetulnya asal aplikasinya tepat bahkan bisa handle video EV1 juga. Mau ke gambar ada stylus sp-nya juga di sini. Kalau aplikasi content creation-nya butuh NPU juga ada di sini. enggak ada masalah. Mau dipakai buat coding? Ah, juga bisa ya. Mantap juga asalkan emang aplikasinya cocok untuk spek laptop ini. Jadi kalau butuhnya laptop sekaligus tablet yang baterainya super irit banget di atas 20 jam performanya maunya yang kencang bisa buat ngedit, bisa buat main game. Lalu fiturnya juga harus lengkap dan harganya masih relatif terjangkau. Rasanya Asus Vivobook 14 Flip ini adalah salah satu pilihan laptop convertible tin and light yang sangat menarik untuk saat ini. Saya D Irfan JakaB TV.
