Laptop 3 Jutaan Rasa Premium | Backlit Keyboard + FHD IPS !! Zyrex Ultra (YouTube Video)
Kalau ngomongin laptop murah, ada aja tradeof-nya. Mulai layar dari yang SDTN sampai keyboard yang finishingnya kayak amplas bekas, tapi laptop ini beda. Ini adalah Zerex Ultra. Bukan Ultraman yang datang kalau kota lagi kebakaran, tapi langsung pergi kalau kerjaan udah kelar. Tapi ultranya di sini lebih ke untuk layanan teknologi rendah anggaran. Gimana enggak rendah anggaran? Dia pakai Intel N100. Jadi Selero N100 yang di mana di produk-produk internasional itu ada di rentang harga 4 sampai R juta, tapi ini under Rp3,5 juta. Di mana N100 itu merupakan versi upgrade-an dari Celeron N420 tapi dengan speed dua kali lebih kencang. Sekarang kita akan coba tengok ke bagian keyboard-nya dulu deh. Ini salah satu anomali. Kalau kalian cari tuh laptop di under R,5 juta. Coba ada enggak yang keyboard-nya bisa nyala atau punya backlit keyboard? Enggak cuman itu, keyboard-nya juga sudah enak, empuk, terkutuk. Bukan keyboard ini maksudnya ya, tapi yang lainnya gitu ya. Kenapa keyboard ini bisa enak dan punya backlit tapi di sono enggak. Salah satu pujian lain dari keyboard-nya sendiri, tombol navigasinya yang ada di bagian kanan tuh cukup menyenangkan kalau kalian memang pakai office begitu ya. Karena memang segmentasi laptop ini lebih ke arah sana. Tapi enggak cuman itu. Wait, wait, wait, wait. Kalau kalian perhatikan ini hitemnya pekat banget dan finishingnya juga cakep. dia pakai dove dan branding untuk ZX-nya juga ini pas banget enggak over branding. Tapi memang agak disayangkan dengan finishing seperti ini agak sedikit meninggalkan sidik jari kalau kalian sentuh. Tapi dikit banget sih. Jadi kalau dibersihkan dikit bisalah. Anomali kedua ada di bagian layarnya dan layarnya ini untuk sebuah laptop entry level secara harga dia sudah pakai panel IPS dan resolusinya FHD. Jadi sudut pandangnya kalau kalian pakai nonton gitu ya untuk Netflix itu sudah bisa sampai 178 derajat. Jadi kalau nonton barang-barang itu sudah enak. Sekali lagi coba deh kalian cari ada enggak laptop di harga Rp3 jutaan yang sudah pakai layar IPS dan FHD. Jarang banget ada. Walaupun memang kita enggak bisa berharap lebih dengan berharap punya color gamut yang cakep banget gitu ya. Tapi dengan layar IPS seperti ini aja udah cukup bersyukur. Nah, pada pengujian kita untuk color gamutnya kita dapat di 54% untuk sRGB-nya. P3-nya di 43% dan NTS-nya di 47,7%. Dan brightness-nya sendiri ya standar banget di 240-an. Jadi kalau dipakai indoor itu sudah lebih dari cukup. Tadi udah dispill dikit mengenai spesifikasinya. Dia pakai N100 yang di mana dia versi upgrade dari N40 yang punya speed dua kali lebih kencang. Untuk clock speed-nya sendiri dia berada di rentang 1 sampai 3,4 GHz dan masuk di keluarga Alderx. Fabrikasinya juga sudah 10 nanm. Beda seperti yang N420 yang masih 14 nanm dan juga ini jelas lebih kencang dan lebih efisien. Untuk RAM-nya dia pakai 8 gig dengan speed 3.200 me transfer per second. Yang sayangnya memang hanya single slot, tapi harusnya 8 gig itu lebih dari cukup untuk pekerjaan-pekerjaan atau software yang bisa di-handle oleh N100 ini. Dan untuk storage-nya itu bisa jadi nilai minus dan plus sekaligus. Gimana tuh maksudnya? Nah, untuk C-nya dia diinstal di AMMC. Jadi dia punya basic storageMC yang speed-nya ya kita enggak bisa berharap kencang cuman di 300-an mega. Tapi dia langsung bisa menyelesaikan problem itu dengan kasih storage SSD NVME yang kencang. Dan pada pengujian kita untuk SSD-nya kita dapat di 2.000-an untuk read-nya dan 1500-an untuk wid-nya. Tapi z kenapa sih harusnya kalian tuh install Windows 11-nya langsung di SSD bukan di MMC? Secara otomatis performance-nya akan jauh lebih oke. Jadi masukan nih untuk teman-teman yang akan meminang laptop ini, kalian cloning dulu Windows-nya dari AMMMC ke SSD biar performance-nya lebih cakep lagi. Yuk, sekarang kita akan coba performance-nya. Tapi disclaimer dulu bahwa laptop ini sebenarnya bukan laptop untuk bermain game dan juga bukan laptop untuk hal-hal yang berbau produktivitas berat seperti ee editing video atau bahkan 3D rendering. Tapi yang namanya kalian pasti ada pertanyaan, "Dicoba dong untuk main game." Ya, nanti kita akan coba sekalian, ya. Tapi kita akan masuk ke pengujian sintetisnya dulu untuk kita tes CPU-nya bagaimana. Pada pengujian kita di R15 kita dapat skor di 238 CB. Sedangkan N40 itu dapat di sekitaran 100 sampai 110 CB. Nah, untuk R23 kita dapat skor di 1779 poin. Sedangkan ya N40 itu di 600-an lah. Jadi gap-nya cukup jauh dibandingkan 4020. Dan untuk pengujian statis GPU-nya atau IGP-nya karena memang enggak mungkin ada dedicated GPU, kita dapat skor di 328 poin untuk 3D Mark Spy-nya. sedangkan fire strike-nya di 834 poin. Dan surprisingly laptop ini walaupun tanpa kipas, dia lolos uji stres test dengan hasil yang cukup meyakinkan di 97% persis sesuai dengan standar dari 3D Mark Time Spy. Dari pengujian 3D Mark tadi, yakin deh laptop ini enggak enak dipakai untuk main game. Enggak percaya? Dota 2 dengan setting graficest kita dapat berkisar dia 25 sampai 28 fps bahkan dalam kondisi tertentu turun sampai 9 fps. Lanjut di game yang kedua yaitu ada Point Blank. Ini game yang cukup ringan gitu ya. Kita masih dapat di sekitaran 34 sampai 55 FPS. Ingat ini setting HD bukan FHD. Tapi kadang-kadang drop di sekitar 22 FPS. PD dengan Poin Blank kita coba di Valoran. Hasilnya kita dapat di 34 fps. Sempat nyentuh juga di 47, tapi nge-dropnya yang paling bawah itu 8 FPS. Udah pasti deh auto kena headshot kalian. Untuk produktivitas berat gimana, Bang? Yuk, kita tes. Pada pengujian rendering di Premiere 4K kita dapat di 22 menit 29 detik. Nah, untuk FHD di 19 menit 59 detik. dari kedua pengujian ini aja tetap kok dia gak terlalu cocok untuk dipakai rendering. Dan untuk 3D rendering kayaknya jangan kalian lakuin deh, cukup kita aja. Pada pengujian CPU rendering untuk 3D ya, di simulasi BMW pada Blender, kita dapat lama waktu yang 37 menit. Gila, ini lama banget. Untuk kapasitas baterainya sendiri memang enggak terlalu gede, cuman di 45 watt hours. Dan pada pengujian kita di PC 10 modern Office dan dengan simulasi brightness kita buat 50% dan volume kita buat 20%, kita dapat waktu yang lumayan walaupun baterainya enggak gede gitu ya di 8 jam lebih. Nah, untuk pengujian ril-nya kita coba 30 menit untuk video streaming YouTube dan hasilnya itu hanya berkurang 1%. Dan kalau kita pakai mengetik selama 30 menit itu juga berkurang 1%. Tapi kalau dipakai main game itu berkurang 7%. Nah, untuk portnya sendiri cukup lengkap ya. Jadi ada USB type A dua buah juga dan yang biru itu 3.0 sedangkan yang hitam 2.0. Dan sayangnya di seri Ultra ini untuk BC-nya masih pakai mode lama bukan seperti yang versi yang lain di ZX yang sudah pakai USB type C. Tapi kalau kalian punya charger type C dan itu PD minimal 45 watt, port untuk USB type C-nya sudah bisa kalian pakai ngecas juga. Jadi kalau kalian ke mana-mana bisa bawa charger type C itu dan charger konvensional bisa kalian tinggal di rumah. Dan untuk type C-nya dia juga bertindak sebagai display port. Nah, salah satu trade off-nya itu ada di bagian kameranya sih. Nah, kameranya sendiri dia punya PRT secara fisik sini tuh. Nah, cuma memang kualitasnya walaupun dia punya resolusi 1200 P dengan rasio 4 bing 3 kayak gini, tapi noise-nya ini banyak sih memang walaupun ini di posisi di studio dengan pencahayaan yang cukup bagus sih. [Musik] Kesimpulannya adalah ada dua anomali di laptop ini. Yang pertama untuk laptop di bawah harga Rp3,5 juta dapat layar FH IPS itu udah cakep banget. Itu udah spesial banget. Ditambah lagi keyboard-nya bisa nyala atau dia punya backlit keyboard itu yang buat laptop ini makin cakep. Ditambah lagi warna finishing dove-nya ini yang hitam pekat ini, itu juga keren banget. Dan laptop ini punya garansi 2 tahun yang bisa kalian klaim di seluruh Indonesia. Kalau kalian perhatikan di Google Map, hampir di setiap kota besar itu ada service center direct. Jadi dengan variabel dia menggunakan prosesor Intel N100 ditambah lagi RAM 8 gig, layar IPS, backlit keyboard, finishing laptop yang oke punya. Kira-kira kalian tertarik enggak kalau laptop ini dibandrol cuman di bawah R,5 jutaan? Dan jangan lupa itu sudah termasuk preinstall Windows 11. Nah, coba deh kalian tulis di kolom komentar worth it apa enggak. Oke, cukup sekian pembahasan laptop Zultra ini. Jadi, kalau kalian ada pertanyaan, kalian bisa tinggalkan di kolom komentar. Saya Rico. See you on the next video.
