Laptop 5 Jutaan, 15", Kencang yg Salah Harga? REVIEW Infinix XBOOK B15 (YouTube Video)
Ini laptop gak salah ngasih harga kan R jutaan tapi performanya udah kencang karena ini pakai AMD Ryzen 57430. RAM-nya bisa di-upgrade. SSDnya 1 TB lega banget buat harganya ya. Layarnya gede padahal IPS 15,6 inci. Jadi puas banget kalau mau dipakai belajar, kerja, nonton, ataupun main game. Infinix yakin kalian enggak salah pasang harga? Anyway, langsung aja kita review Infinix XB. Ya, seperti biasa Infinix ini suka bikin kita kaget kalau ngeluarin laptop. Apalagi untuk laptop-laptop di kelas harga terjangkau seperti yang satu ini. Ya udahlah, langsung aja kita bahas. Tapi seperti biasa kita mulai dari spesifikasinya dulu. Untuk pressor dia pakai AMD Ryzen 5 7430. C name-nya adalah Barcelo R ya. Harurnya Zen 3 7 nanm TSMC finfat. Total dia punya 6 core dan 12 trap. Bas clock 2,3 GHz dengan maksimum boost clock di 4,3 GHz. Default TDP di 15 watt dengan kapasitas L3 cash di 16 MB. Untuk integrated graphisnya pakai AMD radion graphics dan dia punya 7uh graphic score dengan total 448 sender unit. RAM-nya bawaannya adalah 8 GB dar 4 3200 single channel. Tapi tenang walaupun di single channel laptop ini punya dua slot sodim ya. Jadi kita masih bisa upgrade ke dual channel dan kalau mau upgrade yang satu ini akan support RAM hingga 64 GB dual channel. Kalau saran kami sih begitu beli langsung upgrade aja ke dual channel kan DDR 4 murah-murah tuh minimum 8 plus 8 lah. Untuk stornya 512 GB SSD NVM PC Gen 3. slot SSD di sini tapi karena kapitasnya udah 1/2 TB ya udahlah ini okelah ya. Untuk modul WiFi dia pakai Realtech 8821CE. Ini support Wii AC atau Wii 5 dan Bluetooth-nya versi 5. Kapasitas baterainya ada di 50 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 Home. Form factornya tentunya adalah clamp cell atau laptop klasik dengan material polikarbonat warnanya grey. Nah, sama seperti laptop Infinis lainnya, yang satu ini memang tampilnya tuh dengan desain simple profesional. Desain seperti ini membuatnya cocok dipakai sekolah, kuliah, kerja bisa ya. Laptop ini juga diklaim punya durabilitas yang tinggi karena sudah lolos berbagai uji ketahanan militer. Untuk dimensi panjangnya 35,9 cm, lebar 2 3,6 cm, dan ketebalan di 2,29 cm. Untuk bobotnya 1,6 kg ya janjinya 1,59 kg ya. Beda-beda tipis lah. Ini enggak berat loh untuk ukuran layar yang besar itu. Bisa soal layar ini pakai panel IPS dengan ukuran 15,6 inci resolusinya full HD atau 1920 * 1080 piksel. Jadi aspek rasionya ada di 16 b 9. Refresh rate-nya itu standar di 60 Hz. Menurut Infinix, tingkat kecerahan layar itu ada di 300 nits. Nah, kalau dari pengujian kami ternyata maksimumnya ada di 312 nit dengan gambut coverage di 59,2% SRGB dengan gamut volume di 59,7% sRGB. Memang ini belum yang pas-pas banget kalau mau dipakai untuk konten creator kelas profesional ya. Tapi kalau memang enggak butuh akurasi warna yang luar biasa banget atau mungkin sekedar untuk latihan editing foto dan video ini udah oke sih ya. Karena layarnya udah IPS juga, jadi konsistensi warnanya itu lebih bagus dibandingkan layar TN. Dan kalau emang nantinya butuh akurasi warna, kita bisa pakai monitor eksternal aja kan ya. Cari yang 100% RGB aman ya. Nah, ukuran yang besar seperti ini membuat ruang kerja kita jadi terasa lebih luas dan harusnya bisa meningkatkan produktivitas saat kita bekerja. Enggak perlu terlalu banyak altap lagi untuk pindah-pindah software. Tinggal diplit screen aja gampang ya. Permukaan layarnya juga mat atau antigar. Jadi tidak mantul-mantulin terlalu banyak bayangan saat digunakan. Bingkai layar untuk sisi kanan kirinya terlalu tipis nih ya di 3,75 mm. Sementara untuk atas sedikit tebal karena seperti biasa ada kamera dan mikrofon di situ. Bicara kamera ini webcam-nya menarik ya karena sudah pakai 1080p 30 fps. Untuk harga segini tuh biasanya 720p, ini 1080p. Lubang mikrofonnya itu ada di sisi kanan kiri kameranya ya. Dan untuk kualitas kamera serta mikrofonnya adalah seperti ini, ya. Sekarang kita uji kamera dari laptop Infinix Xbox B15. Untuk kameranya sendiri ini punya kualitas yang bisa dibilang bagus ya untuk kelas harganya. Apalagi resolusinya udah di 1080p. Dan kalau kalian emang pengin gambarnya terlihat jelas, kualitasnya bagus, saya menyarankan untuk menggunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup seperti saya sekarang ini. Ya, kali ini saya sedang ada di luar untuk menuju mikrofon dari laptop X yang satu ini. Untuk mikrofonnya sendiri sayangnya memang untuk kelas harga ini kita tidak berharap banyak terhadap noise cancelling laptopnya ya. Jadi memang suara-suara bising yang ada di belakang saya ini masih masuk ke dalam laptopnya. Tapi meski demikian, suara saya masih bisa ditangkap dengan jelas oleh mikrofonnya. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi stereo speaker sebanyak dua buah ya dan ini mengarah ke alas laptop. Untuk kualitas suaranya ini tergolong sangat lantang dan kualitasnya bisa dibilang bagus untuk kelas harganya. bass-nya terasa dan separasinya juga udah cukup oke. Untuk konektor di kiri ada DC in, ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen ada dua USB 3.2 gen one yang type C dan ini sudah mendukung display output dan power delivery juga. Di sisi kanan ada satu micro SD card reader, ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada USB 2.0, ada Ethernet port, dan ada satu Kensington lock slot. Wah, konektornya melimpah di yang satu ini ya. Lengkap ya. Nah, untuk keyboard karena ini adah laptop yang pakai layar 15,6 inci, keyboard-nya udah yang layout-nya full size. Di kanan itu ada tombol padet dengan ukuran tombol yang sama seperti tombol-tombol lainnya. Tombol anak panahnya juga memiliki ukuran yang normal, jadi nyaman untuk dipakai. Tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu menyatu dengan tombol yang padet tadi. Nah, untuk tombolnya ini bukan tipe yang silent ya. Jadi, saat digunakan untuk ngetik tuh agak sedikit keliky di sini. Walaupun demikian saat digunakan untuk ketik tombolnya masih tergolong nyaman yang satu ini. Nah, untuk tombol power karena tenang ini terpisah dengan layout keyboard. Jadi udah aman enggak ada istilah enggak sengaja kepencet tombol power-nya enggak ada ya. Nah, untuk keyboard ini juga dilengkapi dengan backlit warna putih yang punya dua tingkat kecerahan. Oke, untuk touchpad ini punya ukuran yang tergolong besar dan memuaskan di sini ya. Terletak center to space bar. Jadi saat kita ngetik tuh aman jarang kesenggol telapak tangan yang kanan. tentunya yang satu ini juga sudah menggunakan Windows precision driver dan udah support berbagai gester dari Windows 11. Nah, untuk sistem pendinginnya, laptop ini menggunakan sistem pendingin yang aktif dengan satu kipas dan satu heat pipe intake udara dari bawah dan ekha. Sekarang kita masuk ke dalam aspek performa. Kita coba dulu konsistenasi performa dengan Camage R23 stabilitas selama 30 menit. Untuk skor maksimal ini seperti laptop dengan pressure AMD yang biasa kita uji ya, skor maksimalnya bukan di run pertama dan ini bisa mencapai 5.360 poin. Untuk suar dipertahankan juga tergolong bagus di kisaran 5.200-an poin. Sedangkan untuk mode baterai atau tanpa nyolok ke charger, skornya terlihat unik karena malah sedikit lebih tinggi dibandingkan saat dia dicolok dengan charger. yang maksimumnya sendiri dapat 5.859 poin dan skor yang sudah dipertahankan ada di kisaran 5.300-an poin. Nah, untuk suhu kerja CPU-nya di awal dan pertengahan radio sempat spike kisaran 73 derajat celcius saja sih ya. Dan untuk suhu sustain atau suhu yang bisa pertahankan itu di kisaran 56 sampai 60 derajat celcius. Adem. Langsung aja kita lanjut ke Adobe Premiere Pro Sisi 2025. Kita pakai video yang 2 menit 7 detik seperti biasa. Untuk esport video 4K60 single channel software only 24 menit 34 detik. Open CL 28 menit 13 detik. Sementara kalau untuk dual channel server only 17 menit 7 detik. Untuk open CL 21 menit 13 detik. Sekarang beralih ke video yang 108p 60 fps. Kalau kita pakai single channel bawaan aja 8 gaya software only 6 menit 42 detik dengan open sial dapat 4 menit 57 detik. Sementara kalau pakai dual channel software only itu 4 menit 15 detik. Untuk open shell itu 4 menit 29 detik. Nah, suhu kerja pada saat melakukan 4K video exporting open saat e awal proses eksport suhu ship itu ada di kisaran 68 derajat celcius. tapi langsung turun dan stabil kisaran 54 sampai 58 derajat celcius. Jadi masih aman banget. Lanjut ke Dafincy Resolve 19. Software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Video sama durasinya lagi untuk yang 4K60 video export. Single channel 33 menit 48 detik. Dual channel 22 menit 43 detik. Kalau 1080p 60 fps video exporting di single channel itu 8 menit 24 detik. Kalau dual channel itu 6 menit 2 detik. Nah ini sudah mulai kencang nih ya. Dan untuk suernya pada saat melakukan 4K video exporting di awal suhu si CPU sempat naik ke 74 derajat celcius tapi kemudian turun dan stabil di bawah 60 derajat celcius. Oke kita lanjut ke CapCut. Kita masih pakai video yang sama ya 2 menit 7 detik untuk 4K60 video exporting single channel itu 6 menit 18 detik, dual channel 5 menit 7 detik. Sementara kalau pakai 108.60 fps, video exportnya single channel di 2 menit 15 detik, dual channel di 1 menit 18 detik. Nah, ini baru mantap nih ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting di awal itu di 62 derajat celcius tapi kemudian turun di bawah 55 derajat celcius. Lagi-lagi super super aman. Apa kalian minta buat gaming? Ya tentunya kita tes lah kemampuan gaming-nya ya. Hasilnya kurang lebih seperti [Musik] ini. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat menjalankan Gen GTA 5 selama setengah jam, suhu sipu itu ada di bawah 55 derajat Celcius dan sempat spike sekali di pertengahan yaitu ke 62 derajat Celcius. Untuk su permukaan itu titis panas ada di daerah tengah-tengah di sela-sela huruf U dan angka 8 ini mencapai 40 derajat Celcius. Di sisi kiri suhu ada di bawah 39 derajat Celcius. Sementara sisi kanan ini adem banget ya. Suhunya sama dengan pames di bawah 30 derajat celcius. Lanjut ke pengujian SSD-nya. Kecepatan BC ada di 3.529 MB/ dan kecepatan tulisnya ada di 3096 MB/s. Ya, untuk standar SSD PC genry ini kencang banget ya. Yang kayak begini nih ya. Tadinya tuh ada di laptop gaming kelas premium. Jadi ini ya juga kencang banget rasanya di sini. Nah, lanjut untuk pengujian baterai. Kita tes di 150 Nis dengan volume di 25%. Nah, untuk local video playback 1080p baterainya itu habis setelah 6 jam. Ini kami lihat sebagai hasil yang wajar untuk laptop di kelas harga segini, terutama yang pakai ukuran layar 15,6 inci. Oke, sekarang kita coba untuk charging-nya ya. Setengah jam pertama terisi 23% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 55 menit. Nah, ee durasi chargingnya tuh agak lama ya menurut kami ya. Menurut kami tuh untuk laptopless harga ini harusnya sih maksimum 2 jam 30 menit lah itu pas gitu ya. 2 jam 55 agak sedikit lama. Tapi balik lagi kalau kita lihat harganya ya ini harganya ada di Rp5.799.000 garansinya itu 2 tahun resmi dari Infinix Indonesia tentunya karena ini Infinix layanan garansiya bisa diklaim di Calcare yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Oke, kita langsung masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konfigurasi RAM-nya ini bawaannya masih 8 GB single channel. Tapi kan tinggal di-upgrade aja ya. Ada slot kosong di sini. langsung upgrade aja ya ke 16 minimum ya. Nah, kemudian layarnya belum 100% sb ya miningat harganya masih ok lah ini ya dan kalau butuh akurasi warna tinggal nambah monitor eksternal itu bisa ya. Lalu durasi charging-nya. Nah ini nih tergolong agak lama sebetulnya. Kemudian dia masih belum ada bandling Microsoft Office. Tapi kalau mauinstall Office bisa banget enggak masalah. Kalau bilang wah mahal ya udah alternatif untuk office yang gratis itu banyak sekali. Tinggal dipilih aja ya. Nah, dari menariknya performa laptop ini tergolong kencang untuk kelas harganya. Dia pakai AMD Ryzen 5 7430 UU yang punya total 6 core dan 12 trad. Buat multitasking ini masih oke banget. Tapi ingat ya, ingat saran kami tadi langsung upgrade RAM-nya buat dia jadi 16 GB dual channel minimum. Nah, kalau udah kayak begitu nanti buat main game tipis-tipis sudah asik. Mari foto dan video udah oke banget. Apalagi kalau pakai CapCut itu jadi kencang ya. Lalu storage ini cukup lega untuk harganya 1/2 tera ya. Lalu untuk layar udah IPS ukuran 15,6 inci. Ruang kerja jadi luas juga. Ini udah asik juga. Kamera udah kekinian juga karena resolusinya 1080p. Konektor ini udah melimpah bahkan kita bisa pakai dua monitor ekstra di sini kalau dibutuhkan ya. Nah, untuk suhu kerja ini aman, luar biasa aman sekali dan dia sudah dapat garansi 2 tahun dari Infinis Indonesia. Jadi pertanyaannya Infinix XBook B15 ini cocoknya buat siapa? Pertama, buat yang nyari laptop untuk sekolah, kuliah yang harganya terjangkau. Wah, ini cocok banget nih. Lalu buat yang kerja nih, mau multitasking, butuh layar lebar atau yang butuh 6 padet karena sering ngetik angka, ini cocok banget. Apalagi harganya ya terjangkau juga. Lalu mau ngediting foto atau video di 10p 60 fps atau 30 fps ini juga udah oke banget ya. Tapi pastikan aja kalau butuh akurasi warna kalian harus pakai monitor eksternal dan kalau butuh performa jelas RAM-nya harus naik ke 16 GB dual channel ya. Ya, kali ini Infinix hadir dengan sebuah laptop yang cukup unik ya. Laptop tin and light kencang dengan ukuran layar yang besar. Jarang sekali ditemukan di harga yang seterjangkau ini. Jadi kalau memang itu kriteria yang dicari, rasanya Infinix Xbox B15 ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaga TV.
