Laptop 5 jutaan Paling Worth It In This Economy ! Zyrex L-Book 3 (YouTube Video)
Kalian pernah enggak lihat orang beli laptop harganya belasan juta, bodinya setebal batu bata, adaptor chargernya [musik] segede trafo kota, speknya mentok bikin kagum tetangga, tapi kesehariannya cuman digunain untuk main game Zuma. Sebenarnya ya terserah toh duit-duit mereka. Tapi kalau belinya cuman demi gengsi biar kelihatan wah aja, ya buat apa? Di spek kayak gitu juga kodok Zumanya bakalan tetap muntahin bola. Enggak bikin kodoknya itu berubah jadi ninja. Ya udah daripada nurutin gengsi aja, selamat menonton yang [berteriak] enggak jadi juara. Ya di seluruh Asia dan Malaysia yang banyak. Pokoknya Indonesia selamat. Hai Andika, Guys di sini. Jujur aja saya itu paling gemes ke orang-orang yang kalau misal ditanyain rekomendasi langsung nyuruhnya itu beli yang paling mentok aja. Apalagi in this economy ya, udah enggak relevan menurut saya. Ya, sekali lagi sebenarnya terserah toh duit-duit mereka, tapi in this economy menurut saya bakalan lebih wise kalau beli itu sesuai kebutuhan [musik] aja. Contohnya kalau butuhnya itu cuman untuk anak sekolah aja, paling ngapain sih? Paling ngetik, cari materi, atau bikin PowerPoint yang isinya sekian dan terima kasih. Dan paling sekarang anak sekolah itu ya berusaha biar enggak keracunan makanan setelah makan siang. Itu aja paling fokusnya sekarang. Nah, contohnya kayak laptop di depan saya ini. Karena harganya di kondisi sekarang ini termasuk sangat-sangat terjangkau. Namanya Zyrex Lightbook 3. Beh, tapi biasanya kalau brand-brand lokal kayak gini kita patut curigai kenapa dia terjangkau ya. Jadi langsung aja kenapa harganya terjangkau, yuk kita bahas. Pertama, kenapa harganya terjangkau jelas spesifikasinya. Di saat brand multinasional itu enggak mau ngeluarin [musik] Celeron atau Athlon, pokoknya prosesor dual core itu mereka udah enggak mau minimal sekarang Core i3 dan harganya itu bisa tembus 12 juta. Nah, si Zarex ini masih berani ngeluarin prosesor-prosesor yang dual core. Kayak contohnya ini dia pakai Athlon Gold 3150C yang sebenarnya prosesornya ini kalau digunain untuk kegiatan office aja udah cukup sih. Kayak kemarin kita coba untuk export PowerPoint 150 slide ke PDF itu dia butuh 23 detik, Excel random data yang large juga masih cukup dengan 200 detik. Terus untuk RAM-nya juga enggak dikasih 4 GB karena sekarang saya lihat banyak juga laptop yang RAM-nya 4 GB buat Windows 11 itu apa namanya bunuh diri ya. Windows 11 plus 4 GB itu secara hukum fisika udah enggak ketemu tuh. Nah, si Zarex untungnya masih ngasih RAM 8 GB walaupun storage-nya itu di 128 GB tapi SSD yang speed-nya masih lumayan kok ya. Read-nya itu 2000 Mbps, write-nya di hampir 1000 Mbps yang berarti dia pakai NVMe bukan pakai SATA karena kalau SATA pasti speed-nya di 500-an Mbps. Dan menariknya lagi dia juga punya opsi upgrade. Jadi kalau misalkan kalian pengen upgrade RAM atau upgrade storage karena 128 pasti nanti ke depannya enggak cukup ketika datanya udah banyak itu masih ada slot lagi buat kita upgrade. Jadi untuk jangka panjangnya masih oke lah. Contohnya misalkan ke depan kalian mau upgrade laptop, laptop ini misal dijual harganya udah hancur karena ini kan harganya harga bubble di atas gitu ya. Terus kalau misalkan ke depan mau dijual dan wah ini kayaknya rugi deh kalau dijual. Sayang, mending dilungsurin atau dikasihin ke adiknya, [musik] keponakannya itu lebih make sense karena masih bisa dipakai. Ngomong-ngomong soal jangka lama baterainya ketika dipakai juga masih lumayan jangka lama juga karena ketika kita tes pakai modern office PCMark dia masih bertahan di sekitar 8 jam 17 menit. 8 jam kalau dipakai untuk kuliah, kerja masih oke lah. Tapi kalau kalian tanya, "Bang, ini pekerjaan saya di Adobe Premiere Pro dengan laptop ini bisa enggak?" Bisa kalau misalkan kalian sabar karena ketika kita coba export untuk video 4K itu selesai dalam waktu 18 menit 32 detik dan untuk full HD di 16 menit 3 detik. Biasanya kita nge-review laptop yang cuman 1 menit gitu 4K ya, bahkan ada yang di bawah 1 menit. Ini 18 menit jadi kalau misalkan kalian tanya bisa atau enggak? Bisa, asalkan kalian sambil puasa lah ya, karena kalau orang puasa kan harus sabar. Kalau untuk stability-nya karena ini processor juga processor ya Athlon Gold ya, processor yang hemat daya jadi stability sih aman pas kita tes di Time Spy stress test dia lolos dengan skor 99,1 %. Nah, untuk suhunya ketika kita coba render 4K tadi dan juga Time Spy stress test yang artinya di-loop sebanyak 20 kali dia udah stress banget lah, dia lebih stress ketimbang jadi WNI lah intinya ya. Suhu permukaannya itu masih aman dengan suhu tertingginya di 46,5 derajat Celcius, WASD atau keyboard-keyboard yang bakalan sering kita pakai itu di 37,5 derajat Celcius. Lanjut kita bahas soal desain. Beh, desainnya ini surprisingly Zarex-nya enggak kelihatan yang, sorry Zarex ya kalau dulu itu menurut [musik] saya desainnya itu norak banget, tapi sekarang enggak loh desainnya itu clean, minimalis, simpel dengan logo Z-nya sekarang juga lebih rapi. Menurut saya sih [musik] cakep ya ala-ala MacBook lah. Jadi kalau dilihat itu kayak MacBook cuman enggak ada logo buahnya aja, tapi yang membedakan kalau MacBook itu kan pakai aluminium ya. Sayangnya dia masih pakai polycarbonate, plastik polycarbonate yang areanya ya kalau dibilang kopong enggak juga [musik] sih. Ini adalah produk Zarex yang menurut saya di harga entry level ini yang paling oke sih karena solid, enggak kopong, enggak terlalu terlihat Zarex, enggak terlalu terlihat affordable banget. Terus Zarex Lbook 3 ini juga punya tiga varian warna yang enggak norak, ada silver yang saya pakai ini, terus ada grey dan juga blue. Terus untuk port-port-nya juga kalian lihat aja wah super lengkap, type C ada, HDMI ada, audio jack ada, micro SD juga ada. Terus untuk Excel sayangnya dia belum bisa dibuka dengan satu tangan, tapi kalau kalian adalah tipikal orang yang suka presentasi, dia sudah bisa dibuka [musik] sampai 180 derajat. Di kondisi serba digital, serba AI kayak gini, bisa dibuka 180 derajat itu poin plus karena bisa enak presentasi itu empat orang ngumpul langsung lihat gitu. Cuman buat apa fitur 180 derajat kalau panelnya panel yang koreng. Untungnya si Zyrex ini dia enggak pakai panel TN ya, karena biasanya brand-brand yang harganya itu murah ngakalinnya pakai panel TN. Ini untungnya enggak, dia pakai panel IPS. [musik] Jadi kalau misalkan kita gunain untuk presentasi seperti ini yang sebelah kanan itu juga bisa lihat pas gitu. Kalau pakai TN, ini yang sebelah sini lihatnya tomat, sebelah sana lihatnya bisa duku gitu ya karena ada color shifting. Tapi kalau kalian pakai laptop ini untuk editing Canva, terus kerjaan kalian itu color critical editing, masih belum [musik] bisa sih karena layarnya walaupun sudah IPS tapi sRGB-nya pas kita tes itu cuma di 52,5%, Adobe RGB 36%, P3 [musik] 37,8%. Dengan nits di 257. Jadi kalau untuk tabulasi data, kegiatan office ringan, oke, tapi color critical editing belum. Terus kita cobain sekarang, coba ya kameranya. Biasanya laptop-laptop Windows itu kameranya menurut saya walaupun yang harganya mahal itu kayak B aja [musik] gitu. Hmm, ini juga sama ya ternyata. Kameranya menurut saya B aja. Nih, kalian coba lihat footage-nya seperti ini. Kayak saya lagi ada di padang mahsyar gitu ya. Terlalu over expose, pucat. Jadi saran saya beli webcam eksternal aja. [musik] Lanjut ke harga. Nah, harganya berapa sekarang in this economy ya, jangan samain dengan harga laptop 2 tahun lalu karena sudah enggak mungkin sama. Tapi untuk harga sekarang ini sebenarnya bisa jadi penyelamat buat kalian yang pengin punya laptop pertama kalinya. Karena daripada kalian beli Core i3 [musik] harga 12 juta ya. Wah, itu mahal banget sih kalau Core i3 12 juta. Dulu 12 juta itu kita bisa dapat laptop gaming entry level gitu. Sekarang Intel Core i3 aja. Nah, untuk Zyrex ini harganya ada di 5 jutaan. Jadi, eh si Zyrex Elbook 3 ini sangat cocok buat pelajar atau mahasiswa jurusan non teknis atau bisa juga buat kalian yang punya usaha UMKM yang kebutuhannya cuman dipakai buat pembukuan, ngetik, browsing. Cuman biasanya ya, kayak kemarin saya nge-review brand lokal yang lain, harga launching-nya itu 7 juta, 2 minggu lagi naik jadi 9 juta. Jadi, harga 5 juta ini harga ketika video ini kita upload ya. Nanti kalau misalkan naik, tolong, saya ini enggak jualan Zyrex. Jadi, jangan marahnya ke saya, marahnya itu ke Zyrex ya. Jangan di kolom komentar itu, "Mana ada harga segini? Orang dicek segini." Nah, kan saya enggak jualan. Ketika video ini di-upload, harganya segini. Kalau naik, ya bukan salah saya. Dan selling point-nya sih jelas ya. Karena ketika brand lain itu enggak mau main di harga-harga 5 juta dengan Athlon, mereka semuanya main di kalau enggak Core i3 Ryzen 3. Nah, si Zyrex masih mau ngasih opsi yang affordable. Start-nya di 5 jutaan dengan Athlon Gold, RAM-nya juga dapat 8 GB. Ya, kekurangannya di storage. Storage-nya [musik] enggak yang 256, 128 GB, tapi masih mending. Karena saya dengar-dengar ya, ke depan itu bakalan pakai hard disk lagi untuk laptop yang start from 4 sampai 5 jutaan. Wah, gila. Kalau balik pakai hard disk lagi sih, agak berat ya. Terus di harga 5 juta, desainnya juga menurut saya enggak terlalu terlihat 5 jutaan ya, enggak terlalu terlihat murah gitu. Terus keyboard-nya ya walaupun bukan yang tactile banget, tapi feel plastiknya masih oke lah. Tactile-nya nyaman. Mungkin kekurangannya ya di layarnya yang belum color akurasinya itu 100% sRGB. Enggak bisa dibuka dengan satu tangan engselnya. Dan kameranya tadi seperti yang kalian lihat, mending beli webcam eksternal [musik] aja. Tapi, overall di harga 5 juta, ya menurut saya sih ini adalah opsi buat kalian yang pengen punya laptop baru dengan harga yang enggak di atas 10 juta. Soal garansi, karena ini laptop baru, jadi aman dan udah include sama Windows ya. Jadi, udah ada nih stiker hologram Windows. Yang enggak ada sih Office and Home Student. Cuman di zaman serba cloud seperti ini sih, saya pribadi aja pakainya Google Docs ya. Udah jarang tuh saya nyentuh Microsoft Office. Karena enak misalkan saya pindah laptop, pindah device, tinggal login Google-nya aja. Saya Nikisae and see you on the next video. Bye bye.
