Laptop 7 Jutaan yg Keren dan Kencang | ADVAN Workplus Heritage (YouTube Video)
Ini adalah Advance Work Plus Heritage Batic Edition. Laptop ini keren banget ya penampilannya ya. Pakai desain batik mega mendung Indonesia banget. Tapi bukan cuma penampilan yang keren, speknya juga enggak main-main buat kelas harganya. Prosesornya pakai AMD Ryzen 5 7535 HS. Iya udah yang HS. RAM 16 GB DDR5 5600 MHz dan masih bisa di-upgrade. SSD 5 bukan 512 1 TB. Nah, apa Advan mau jadi badan amal lagi lewat laptop yang satu ini? Mari kita simak review-nya kali ini. Oke, Advance Worpl Heritage Batic Edition. Laptop ini dirilis di akhir bulan Mei 2025 yang lalu untuk menyemarkan Hari Kebangkitan Nasional. Ya, brand asli Indonesia ini merilis produk yang Indonesia banget. Ada motif batik di laptop ini dan ini adalah motif batik mega mendung. Bukan motif akatsuki yang di anime itu. Bukan, bukan. Jangan salah kalian ya. Ini motif asli dari daerah Cirebon atau wilayah Jawa Barat lah ya. Jadi laptop ini merupakan hasil karya Advance dalam menggabungkan teknologi modern dengan budaya di Indonesia. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan laptop ini. Mulai dari spesifikasinya untuk prosesor pakai AMD Ryzen 57535 HS quad name-nya Rem Bran Ritektonnya langsung Zen 3 plus litografi TSMC 6 nanm Finfet ya TDP 35 wat. Iya dong 35 watt kan HS ya bukan yang U. 6 core 12 tradboquens up to 4,55 GHz dengan L3 cash-nya ada di 16 MB. Untuk integrated grafis dia pakai AMD Radion 660M sudah support hardware decode AV1. Kapasitas V RAM-nya 2 GB diambil dari kapasitas RAM laptopnya. Untuk RAM-nya sendiri 16 GB DDR5 5600 langsung dual channel, langsung siap pakai. Tapi kalau butuh di-upgrade masih bisa karena dia pakai dua keping Sodim sebetulnya. Jadi kita bisa ganti dan dibesarkan lagi ukuran RAM-nya. Nah di sini RAM yang terbaca di Windows ada di kisaran 14 GB ya karena sudah dibahas tadi ya 2 GB-nya diambil untuk V RAM. Untuk storage di 1 TB SSD M.2 2 NVM PCI Gen 3x4 dan ini terdiri dari dua keping SSD 512 GB. Tapi ini bukan rate ya. Jadi ini terpisah aja sifatnya kalau mau upgrade. Jadi memang kita harus ganti salah satu SSD yang terpasang. Tapi harusnya udah 1 TB lah di kelas harga sini udah cukup banget harusnya. Untuk konctivitas wireless sudah support Wii 5 dan Bluetooth versi 5. Baterainya kapasitasnya ada di 60 wat hour. Untuk OSnya dia pakai Windows 11. Bodinya front factory adalah clim cell atau laptop klasic. materialnya tentunya polikarbonat warnanya silver. Untuk desain seperti kita bahas tadi, dia pakai motif batik mega mendung yang terletak di punggung layar serta area palm rest. Lengkaplah di mana-mana kelihatanlah ini mega mendungnya ya. Motif ini dipilih karena maknanya yang dalam yaitu melambangkan ketenangan, harapan, dan kebebasan berpikir. Di bagian kanan punggung laptop terdapat logo Advan, ya. Lalu untuk e dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22 2,2 cm, dan ketebalan di 1,99 cm. Masih cukup tipis untuk bobotnya. Laptopnya itu di kisaran 1,47 kg dengan charger 287 gr. Ini adalah charger dengan konektor USB type C. Jadi bisa dipakai untuk ngecas smartphone juga kalau perlu ya. Dan dia bisa diganti dengan gun charger kalau mau yang lebih ringan. Total bobot kalau dibawah-bawah dengan charger bawan adalah 1,76 kg. Untuk display atau layar ini adalah panel IPS dengan ukuran 14 inci. Resolusinya full HD plus 1920 * 1200 pikel. Jadi aspek rasionya udah kekinian di 16 bing 10. refresh rate-nya 60 Hz. Berdasarkan pengujian kami, tingkatnya ada di kisaran 320 nits. Nah, untuk gambut coverage-nya ada di 60,7% SRGB dengan gambut volume di 61,3% sRGB. Memang ini belum begitu pas untuk kegiatan konten creas profesional, tapi karena udah layar IPS, masih cocoklah buat ngedit foto atau video kalau enggak butuh akurasi warna yang tinggi-tinggi amat. Karena layar IPS paling tidak ada konsistensinya kalau kita lihat dari berbagai sudut. Mengingat harganya yang cukup terjangkau, kami sih enggak komplain ya. Oh ya, kalau memang butuh akurasi warna yang tinggi kan tetap aja kita bisa nambahin aja monitor tambahan eksternal sesuai dengan kebutuhan kita. Nah, dia juga menggunakan permukaan antigare yang minim pantulan cahaya di sini. Jadi, ya nyaman aja mau dipakai berjam-jam di berbagai jenis kondisi enggak terlalu banyak kelihatan tuh lampu-lampu atau jendela-jendela itu enggak terlalu terlihat di situ. Untuk angsel layarnya ini juga bisa dibuka hingga 180 derajat. Jadi akan minim resiko rusak akibat kedorong tidak sengaja. Dan ini juga memudahkan kita kalau mau menampilkan isi layar ke lawan bicara yang ada tepat di depan kita di atas meja. Jadi seperti laptop bisnis yang profesional ya, bingkai juga terolong tipis di sisi kiri dan kanan di kisaran 5,5 mm. Untuk bingkai atas wajar ya agak tebal karena ada webcam di situ. Oke, untuk kameranya yang satu ini mendukung perekaman video sampai 720p 30 fps. Nah, cukup wajar ya untuk las harganya ya. Menarik ya, laptop ini dilengkapi dengan setter fisik yang dapat meningkatkan privasi dan keamanan kita sebagai pengguna. Nah, untuk mikrofon di sini ada dua dan letaknya ada di sisi kanan dan kiri kamera tadi. Untuk kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Ini adalah hasil rekaman video dari kamera laptop Advance Workpl Heritage. Di sini memang baru mendukung perekaman 720p saja, tapi mengingat harganya sih kami enggak protes, ya. Lalu untuk kualitasnya sendiri ini sudah mencukupi untuk kebutuhan video call dan meeting online ya. Saat ini saya sedang berada di pinggir jalan untuk menguji kemampuan mikrofon dari Advance Workplus Heritage ini. Dan seperti yang teman-teman lihat ya, di belakang lagi ramai kendaraan dan di sini suara background masih ditangkap. Tapi istinayaknya suara saya enggak ketutupan sama sekali. Lanjut untuk audionya. Laptop ini menggunakan speaker stereo yang terletak di bagian kiri dan kanan laptop mengarah ke alas laptop. Untuk suaranya sayangnya agak cenderung flat dan kurang lantang aja di telinga kami. Timeat harganya rasanya masih bisa dimaklumi lah ya. Dan kalau emang butuh suara yang oke ya kita bisa nambah aja headset atau pasang speaker eksternal kan bisa. Nah untuk konektor di kiri ada dua USB 3.2 type C full function yang juga mendukung power delivery dan display output. Lalu ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 type A. Udah kelihatan ya dari konektor di kiri aja kita udah bisa pakai laptop ini untuk kerja dengan tiga monitor sekaligus. Lanjut ke sisi kanan. Ada satu cancington lock slot, ada satu USB 3.2 type A, ada satu USB 2.0 type A, dan ada satu audio jack combo 3,5 mm serta satu slot micro SD. Nah, untuk keyboard desainnya terlihat persis seperti serius yang lain. Tombol-tombolnya tergolong besar di sini. Tapi untuk tombol anak panah atas dan bawahnya ini ukurannya kecil. Tombol power terletak di sebelah tombol delate. Jadi, agak hati-hati aja supaya enggak salah pencet ya saat mengetik. Oke, untuk touchpad-nya ini punya ukuran 12,1* 7,3 cm dengan posisi center to body memanjang dari tombol alt hingga tombol kontrol sebelah kanan. Saat digunakan untuk mengetik, telapak tangan memang sering masuk ke area touchpad ya. Nah, tapi touchpad ini sudah dilengkapi dengan palm rejection. Jadi kalau telapak tangan kita masuk seperti tadi, kursor enggak ikut-ikutan bergerak. Aman. Beralih ke sistem pendingin ya. Nah, ini menarik nih. Laptop R jutaan ini punya sistem pendinginan yang sudah dilengkapi dengan dua kipas dan dua heat pipe. Keren ya. Intakect dari bawah dengan ventilasi pembongan udara ke arah belakang. Sekarang kita masuk ke aspek performa. Kita lihat dulu konsistensi performanya dengan Sinabens R23 stability test selama 30 menit. Untuk skor maksimum dicapai adalah 10.404 poin. Ini adah skor yang cukup tinggi ya dengan skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 10.200 sampai 10.400 00 poin. Jadi konsistensi performanya terbilang baik dan minim gejala throtling di sini. Lalu kalau kita tidak colok ke listrik, jadi hanya pakai baterai saja, skornya ada kisaran 9.000 sampai 9.100 poin. Ini lagi-lagi tidak terlalu jauh dari skornya saat dicolok ke listrik. Nah, untuk suhu kerjanya pesat menjalankan Cine Benz R23 stabilitas selama 30 menit, SUC CPU terlihat dapat dipertahankan di bawah 90 derajat Celcius. Jadi aman. Oke, lanjut langsung aja ke Adobe Premiier Pro 2025. Kita pakai video yang 2 menit 7 detik seperti biasa. Kalau resol 4K60 untuk exporting software only on dalam waktu 10 menit 50 detik. Kalau kita pakai open shell akan lebih cepat di 7 menit 6 detik. Kalau 1080p 60 fps videonya software only saya dalam waktu 1 menit 51 detik. Ini udah kencang. Lalu kalau pakai open dia dapat 2 menit 4 detik. Masih lumayan kencang juga. Nah suhu kerja saat melakukan 4K60 video export dengan Open CL. Terlihat di sini suhunya bergerak di antara 53 sampai 60 derajat celcius masih aman. Di tengah-tengah Sporting SU memang sempat spike ke 65 derajat celcius tapi dia langsung turun lagi kok ke 60 derajat celcius. Lanjut Dainci Resolve 19.1. Software videoing kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Nah masih pakai durasi video yang sama dan videonya sama juga sebetulnya ya untuk 4K60 video export selesai dalam waktu 13 menit 58 detik. Sementara kalau untuk video 1080 p 60 fps selesai dalam waktu 3 menit 48 detik. Sudah cukup oke di sini. Untuk suhu kerja pada saat melakukan 4K video exporting itu suhu CPU dari kisaran 53 sampai 62 derajat celcius saja. Lanjut ke CapCut. Videonya masih sama, durasinya juga sama 2 menit 7 detik. Untuk 4K 60 video exporting selesai dalam waktu 2 menit 25 detik. Ini kencang. Ini udah usable banget di 4K60 ya. Lalu untuk 1080p 60 fps video exporting selesai dalam waktu yang kencang banget di 45 detik. Nah, su kerja pada saat melakukan 4K60 video export, SU bergerak di kisaran 65 sampai 74 derajat celcius saja. Masih aman walaupun ada spike ke 80 derajat celcius di tengah-tengah exporting. Lanjut untuk gaming test ya. Nah, tentunya kalian mau tahu dong performa gamingnya seperti apa? Nah, hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Nah, untuk suhu kerjanya pada saat menjalankan game yang GTA 5 selama setengah jam, SUCP di kisaran 73 sampai 74 derajat celcius. Jadi masih aman banget untuk su permukaan. Area terpanas ada di area ekha wajar ya di kisaran 55 derajat celcius namanya juga area pembuangan panas. Lalu kalau kita lihat di bagian kanan keyboard suhunya berkisar 29 sampai 44 derajat Celcius. SU di area tengah keyboard juga berkisar di 39 sampai 44 derajat Celcius. Area kiri keyboard terlihat ada di kisaran 37 sampai 44 derajat Celcius. Sementara untuk palmr aman banget di bawah 36 derajat Celcius. Lanjut untuk storage tesnya. Dengan Kadisma kita dapatkan bahwa untuk SSD yang pertama ya, SSD sistemnya kecepatan baca di 3.557 MB/ dan tulis di 36 MB/. Untuk SSD kedua, kecepatan bacnya di 3.568 MB/ dan tulisnya di 2418 MB/. Ini adalah kecepatan baca dan tulisan tergolong lumayan kencang untuk SSD PCI Gen 3 dan sangat jauh dibandingkan SSD SATA ya. Ya, kalau beberapa tahun yang lalu ini SSD buat laptop gaming kelas profesional nih ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Seperti biasa kita set bright 150 Nit dan volume speaker di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk memutar video resolusi 1080p. Baterai habis setelah 7 jam 1 menit. Untuk kas harganya ini adalah hasil yang tergolong standar dan cukup memuaskan sih sebetulnya ya. Lanjut untuk charging testnya. 30 menit pertama terisi 31%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam 55 menit. Ini hasil yang wajar menurut kami kan standar kami ada 2 jam. Jadi ini ya 5 menit lebih kencang lah ya. Oke untuk varian yang kami uji ini harganya dijual di kisaran Rp7.499.000. Kalau mau yang harga le miring lagi Advance juga menyediakan opsi yang RAM-nya 16 gig dengan SSD 512 itu harganya di Rp6.999.000. Ada juga yang RAM-nya 8 gig dengan SSD 512 harga di Rp6.699.000. Dan ini semua sudah termasuk Windows 11 dan garansi resmi 1 tahun. Oh ya, by the way buat kalian kalau kalian cari di toko online dapatnya berapa sih? Coba deh tulis di kolom komentar. Bisa mengalahkan harga resminya enggak? Oke, lanjut untuk hal yang perlu diperhatikan. Pertama, speakernya terasa agak kurang oke aja tapi ya untuk harganya masih oke lah sebetulnya ya. Syarat kami sih kalau mau meningkatkan kualitas suaranya sih kalian bisa pakai headphone atau speaker tambahan. lalu dia belum dapat bundle Microsoft Office. Sebagai gantinya laptop ini sudah datang dengan WPS Office dari pertama kali dinyalakan. Dan kalau kalian mau nginstal Microsoft Office bisa banget di sini, tapi ya beli dulu ya baru diinalstal di sini. Lalu kemudian berikutnya keyboard-nya. Ini sayangnya belum dilengkapi dengan backlit. Dari segi menariknya kita lihat harganya sangat menarik. Apalagi kalau kita lihat performanya karena ini kencang banget, super kencang untuk las harganya. Untuk R jutaan itu rasanya masih agak jarang laptop yang sekencang ini. Prosesor udah pakai Ryzen 57535 HS 6 core 12 thread ya. Gaming tipis-tipis masih bisa karena IGP-nya cukup kencang. Bahkan beberapa game triple A bisa dimainkan dengan lancar juga di sini. Mau buat editing video juga lumayan kencang. Multitasking jelas aman dan nyaman banget di sini. Cash memori juga gede banget ya. Meskipun harganya terjangkau dan performanya super kencang, SU kerja CPU-nya juga tergolong rendah dan aman. Super permukaan saat kita main game juga masih terjaga di level yang lumayan nyaman ya. RAM-nya untuk versi yang ini juga udah langsung 16 GB, dual channel langsung siap pakai. Kalau kurang bisa di-upgrade aman. Storage-nya untuk yang ini 1 TB langsung gede ya dan bisa di-upgrade pula kalau mau. Lalu layarnya emang belum pakai 100% sRGB tapi udah pakai panel IPS resolusi full HD jadi tergolong mantap untuk kelas harganya. Konektornya juga lengkap dan dia punya dua USB type C dengan fungsi penuh. Jadi bisa dicolokin monitor juga. Keyboard ini tergolong nyaman juga. Nah, kesimpulannya kami merasa bahwa kali ini Advance kembali berhasil menghadirkan laptop yang bagi kami salah harga. Salah harga tapi penampilannya elegan ya. Mengingat laptop performance seperti ini tergolong sangat kencang banget untuk harganya dan penampilannya keren banget. Ee pertanyaannya buat siapa laptop ini? Kayaknya sih laptop ini bakal cocok buat siapa saja sih yang nyari laptop baru dengan budget di bawah Rp8 juta. Karena laptop ini bisa dipakai buat apa aja. Mau main game masih bisa lancar, mau dipakai buat ngedit video bisa banget. Bahkan dengan aplikasi yang tepat 4K 60 pun bisa diedit di sini. Mau dipakai buat kegiatan belajar mengajar seperti untuk pelajar guru, mahasiswa juga cocok banget. Buat pekerja kantoran yang mau ngetik-ngetik olah di Excel, bikin PPT presentasi ini juga cocok banget karena performnya juga tinggi. Mungkin ada yang mau nyari laptop buat programming, yang ini bisa. Asalkan memang speknya cocok dengan software yang digunakan. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop yang serba bisa dengan penampilan super unik, keren banget di harga R jutaan seperti yang satu ini sayang sekali untuk dilewatkan. Saya Dedi Irfan Jaga TV.
