Laptop Bisnis Kelas DEWA. - ASUS Expertbook Ultra (Panther Lake) (YouTube Video)
Selain Zenbook sebagai seri laptop premium dan Vivobook [musik] di seri mainstream, kita seringki lupa bahwa Asus punya satu lagi brand laptop [musik] yang basically enggak menyasar konsumer biasa-biasa seperti kita, namun lebih ke pasar korporat dan profesional. Tetapi ternyata ini laptop juga bisa jadi idaman semua kalangan. Oke, inilah Asus Expert Book Ultra. Apakah dari jauh tidak terlihat spesial? Enggak ada logo ROG juga? Yakin ini cuma ultra book biasa. Saat dilihat lebih dekat dan disentuh, laptop berdesain low profile ini baru mulai menebar pesonanya. Mulai dari sambutan hangat oleh light bar, terus bahan yang dipakai di hampir semua sisi adalah magnesium alloy aeros space grade dengan lapisan finishing nanoceramic ala seraluminum kemarin yang mereka klaim sangat kuat dan enggak gampang baret walau laptop ini terkesan sangat tipis dan ringan enggak sampai 1 kg. Perfect buat sang profesional yang traveling sana sini tapi tetap butuh laptop mewah yang kuat tempur di berbagai medan. Lengkap dengan label M SD0H di 157 pengujian termasuk drop test 120 cent. Keyboard-nya tadi juga tahan tumpahan air atau spill resistant. Terus ada dua opsi warna yang masuk Indo, yakni Morn Grey yang sekarang kami pegang atau Jet Fox yang hitam elegan. By the way, kalau kalian merasa desain touchpad-nya ini agak unik, kalian benar. Ini bukan touchpad biasa, melainkan haptic touchpad borderless dengan 64 sensor. Salah satu heptic touchpad terbaik yang pernah kami uji bisa diadu sama heptic touchpad-nya [musik] MacBook Pro secara feel dan akurasi. Meanwhile, keyboard-nya sendiri nyaman. Q travel 1,5 mili itu dalam enggak berasa ngetik di laptop tipis lalu senso fingerprint nyatu di tombol power kanan atas. Aura farming laptop ini enggak berhenti di desain low profile super premium. Lanjut di sisi layar ada touchsreen tandem OLED di K120 Hz dynamic refresh [musik] rate yang luar biasa terang up 1000 nits atau 1400 nits HDR. Jadi sangat posibel dipakai di bawah matahari. Di saat yang sama juga lebih efisien daya dan tahan lama anti burn in. Hemat baterai up to 40% menurut klaim Asus. Ini bisa dibilang standar layar OL terbaik yang bisa dikasih ke sebuah ultrabook. Udah gitu dilapisin Gorilla Glass Mate bikin layarnya enggak terlalu efektif sekaligus enggak gampang nempel sidik jari. At the same time juga sangat kuat. [musik] Yang mungkin kurang cuma support stylus aktif dan exel enggak bisa dibuka 180 derajat sampai tiduran. Tapi enggak seberapa pentinglah buat sebuah laptop yang enggak bisa di-flip jadi tablet. Well, nikmatin konten apapun di layar ini benar-benar manjain mata dan jari. Telinga juga sih yang mengingat speakernya [musik] bukan stereo, bukan quad speaker, tapi sistem en speaker. Luar biasa jernih detail, sound stage luas, dan bassnya powerful banget. Bikin X1 tiap kali dengerin musik. Untuk sebuah laptop yang beratnya enggak nyampai 1 kilo ini sulit [musik] dipercaya. Meanwile, kualitas webcam nothing special dan itu masuk akal untuk meminimalisir ketipan layar. At least sudah support sensor AR Face ID dan privacy shutter physic. Halo, Guys. Kurang lebih kayak ginilah quality kameranya cakep ya gue. Oh i tipis bukan alasan mangkas koleksi port. Namanya juga expertbook. Jadi minimal ada dua USB A3.27 GN2 dan 2 USBC Thunderbolt 4 full function. Masing-masing satu ada di kiri kanan ditambah HDMI 2.1 dan combo audio jack. Ada pula WiFi 7 dengan antena LDS yang meningkatkan efisiensi sinyal. Ingat Sandbox S14 2026 yang kemarin-kemarin kami review itu Asus baru pemanasan di babak Intel Core Ultra 300 series Panter Lake dengan CPU berbasis Node Intel 1,8 nanm. Nah, expert book Ultra udah enggak pakai sekedar Core Ultra, tapi Core Ultra X7 atau X9 yang berarti diisi GPU Intel paling kencang sedunia saat video ini dibuat, yaitu Intel Arc B390. Terkait prosesor Panter Lake-nya sendiri kami udah bahas ya di video-video sebelumnya. lompatan besar sih kalau dibanding Intel Lunar Lake. Namun di hari ini kita akan lebih fokus ke iGPU-nya yang menurut kami cukup game changer di ranah Ultrabook Intel. Enggak kalah game changer adalah RAM LPDR 5X holder 64 gig di saat harga memori lagi mahal-mahalnya. Mantap jiwa ini. Ditambah SSD PCI Gen 5 single sided yang ultra kencang. Meski meningkat tajam dibanding Lunar Lake, skor CPU-nya ini actually masih comparable sama CPU di Intel Core Ultra Arrow Lake. Bedanya ya kenaikan efisiensi berkat fabrikasi Intel 18A dengan TDP max 50 wat pun performanya bisa lebih maksimal jika kita lihat di benchmark. Tapi again kelebihan utamanya ada di IGPU-nya di mana Arc Graphics B390 lompat jauh dibanding Ultrabook-Ultrabook yang pakai Arc Graphic 140V atau Radeon 890M [musik] meski belum sampai level Radeon 8060S. Perlu diingat, Intel Core Ultra X series ini dimaksudkan sebagai prosesor mass market. Jadi, performa grafis segini tinggi, patut diacungi jempol. Ya, seperti biasa di sini kami cobain CyberPunk 2077 dengan dan tanpa frame generation juga. Black Myth Wukong dan Arc Knights Enfield di resolusi Full HD Plus. Udah nyaman bangetlah main game di sini. Ibarat pakai GPU RTX 3050 Ti atau RTX 4050 low power. Cooling. Ada sistem dual fan yang mereka sebut expert Cool Pro. Ventilasi oke. Meski kalian pakai eksternal monitor dan nutup laptop ini, itu enggak ngaruh ke performa. Turbo hingga 50 watt TDP juga aman berkat material kipas berbasis liquid crystal polymerer. Selama mode turbo enggak nyala, ini benar-benar senyap banget. Bisa sampai 28 dBel hingga 42 dB doang. sesuatu yang jarang dipikirin di laptop kerja semacam ini. Jadi, meski permukaan tetap hanget, expert book yang satu ini bisa sustain performa pas di pakai render atau main game. Next, bukan expert book namanya kalau enggak ada safeguard atau sistem keamanan canggih dan komprehensif ala enterprise security karena laptop ini enggak sekedar ngandalin Windows Defender dan TPM biasa. Asus Expert Guardian punya label resiliency SP800, punya chip TPM 2.0 discret, support Microsoft Pluton, dan system secured core yang ngamanin laptop bahkan sebelum booting udah aktif. Contohnya habis bongkar laptop aja pas nyalain langsung ada notif kalau backdoor habis dibongkar. Keamanan level enterprise-nya ini benar-benar future proof karena juga punya post quantum cryptography PQC berstandar NISD. Selain itu ada fitur Asus My Expert AI LLM yang jalan secara lokal dalam NPU. Dia bisa bantuin rubah setting, bikin summary PDF, transcript meeting, subtitle, file search, dan bantuan-bantuan AI lain dalam satu aplikasi yang intuitif. Settingan performa dan utility tools laptop ini ikut gabung di aplikasi dan Toolbar My Expert. Terakhir, kapasitas baterai gede yaitu 70 WH, daya tahan up to 20 jam YouTube playback. Meski kalau main game tetap cuma kuat sekitar 2,5 jam dan charger USBC bawaan berkekuatan 90 wat. Hari ini kita mau ngasih dua kesimpulan. Pertama soal expert book Ultra B9406 sebagai salah satu Ultrabook Asus paling premium dan paling rata kanan yang pernah kita pegang. Dan kedua, soal prosesor Intel Core Ultra X Series. Bisa dipastikan orang atau instansi yang beli produk ini bukan anggota kaum mendang-mending. Tapi ya kalau mau dimendang-mendingin juga bingung ya sama laptop apa berhubung di Indonesia saat ini baru dia doang yang combo Core Ultra seri X dan RAM 64 gig. Kedua, kami happy Intel akhirnya ngikutin langkah Apple dan AMD dalam membuat prosesor efisien daya tapi punya iGPU dan performa CPU sangat mumpuni. Mampu gantiin GPU gaming [musik] laptop entry level jauh lebih kencang dari Ultrabook Ultrabook high end. pada umumnya. But then again, apapun laptopnya, apapun prosesornya, tahun ini tetap mendapat cobaan besar dari harga komponen yang lagi tinggi. Jika kalian dikasih budget unlimited buat beli Ultra Book, apakah kalian bakal milih Asus Expertbook Ultra? Please like dan share gue Mike. Sampai jumpa di next video [musik]
