Laptop Bisnis Tahan Banting! Review ASUS ExpertBook P3 (P3405) (YouTube Video)
Ini adalah laptop bisnis entry level yang tahan banting. Gak cuma tahan banting, mau diinjak atau disiram juga masih aman. Jadi kalau udah dipakai beneran worryf free. Performanya juga kencang karena pakai pressor Intel Core i7 generasi 13 seri H nih ya. RAM-nya 16 GB DDR5, storage 1 TB dan masih bisa di-upgrade. W free dong. Kektornya juga lengkap dan tentunya sudah punya fingerprint sensor wor lagi nih. Ini adalah Asus Expert Book P3. Ya, laptop yang satu ini memang cocok banget sih digunakan untuk keperluan bisnis ya. Karena selain setiap keamanan yang lengkap, laptop ini tahan banting. Saat acara launching kemarin, Asus tuh menampilkan berbagai demonstrasi yang menurut kami sih udah sangat ekstrem sebetulnya ya. Ada yang keyboardnya diserem air hampir satu botol, lalu ada yang laptopnya diinjak juga. Ada demonstrasi ngangkat barbel 8 kg pakai port Ethernet-nya doang. Dan kemarin Rifky juga sempat jatuhin laptopnya nih. Dan semuanya masih nyala normal. Keren banget sii ya. Nah, yuk kita langsung aja mulai bahas laptop yang satu ini dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core i7 13620H. Code name-nya adalah Raptor Lake. Littography Intel 7 base TDPD 45 watt. Total punya 10 core dan 16 thread. Ini terdiri dari 6 performance core dan 4 efficient core. Maksimum turbo frekuensinya di 4,9 GHz. Untuk Intel Smart case-nya itu lumayan besar di 24 MB. IGP-nya pakai Intel UHD Graphics yang sudah pakai 64 execution unit dan tentunya sudah support akselerasi Quix dan AV1 juga. RAM yang bawaannya adalah 16 GB DDR5 5200 single channel. Memang ini datangnya dengan konfigurasi single channel ya, tapi tenang, di sini masih ada satu slot SodIM tambahan, jadi masih bisa di-upgrade sampai 64 GB. Kapasurnya ada di 1 TB SSD NVM PCI Gen 4 dan masih tersisa satu slot SSD F22 tambahan lagi. Jadi kalau saya kurang tinggal nambah aja ya enggak perlu ganti SSD yang terpasang. Konektivitas wireless-nya pakai Realtech 8852BE ya. Sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya di 50 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Pro ya bukannya versi home nih ya. Karena memang ini tujuannya untuk keperluan bisnis. Untuk body form factornya adalah clamp shell atau laptop klasic. materialnya polikarbonat warna misty grey. Untuk desain ini mirip seperti Expertbook P yang pernah kita review sebelumnya. Desainnya simpel dengan DNA khas Asus Expertbook yang terasa profesional. Di bagian cover atas terlihat logo Asus Expertbook yang berukuran kecil tentunya. Yang satu ini juga sudah lolos uji ketahanan standar militer yang militer standar 810H dan standar durability robust Asus superior durability. Tadi udah dilihat ya di awal ya gimana laptop ini disiksa sampai seperti itu tuh. parah banget sih, tapi tetap masih nyala normal sih. Nah, untuk dimensi panjang 31,5 cm, lebar 22,6 cm, dan ketebalan di 1,8 cm. Bobot laptopnya ada di 1,43 kg. Ini termasuk ringan untuk sebuah laptop dengan durabilitas tinggi seperti yang satu ini. Untuk chargernya itu 215 gr. Jadi, total kalau dibawa-bawa dengan charger adalah 1,65 kg. Untuk display ini adalah panel IPS ukuran 14 inci resolusi full HD plus atau 1920 * 1200 pikel. Aspek rasio otomatis 16 b, refresh rate-nya 60 Hz. Menurut Asus tingkat kecerahannya itu ada di 300 nit dengan kelar gambut di 45% NTS. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahannya itu maksimum mencapai 336 nits. Lalu untuk gamut coverage-nya di 58,1% SRGB dengan gambut volume di 59,3% sRGB. Memang ini belum yang benar-benar cocok untuk kegiatan content creation class profesional, tapi mengingat ini udah layar IPS, konsistensi warnanya masih jauh lebih bagus dibanding kalau pakai panel TN biasa. Jadi kalau mau digunakan untuk editing foto atau video yang memang gak butuh akurasi warna tinggi ya kelas profesional ya ini memang udah cukup oke sih sebenarnya. Nah, kalau memang butuh akurasi warna kan gampang tinggal colok monitor eksternal aja bisa ya. Nah, permukaan layarnya ini matte atau anticlear jadi nyaman digunakan tanpa pantulan bayangan yang mengganggu di sini. Excel layer juga bisa dibuka sampai 180 derajat. Jadi, kita bisa dengan mudah menampilkan isi layar ke lawan bicara tanpa perlu memutar laptopnya. Danel seperti ini juga meminimalkan kemungkinan kerusakan layar saat itu layar tidak sengaja terdorong. Layar ini juga kuat banget ya. Misalnya enggak sengaja lupa naruh pulpen di atas keyboard dan kita tutup layar dengan keras. Nih masih aman tuh. Enggak pecah tuh layarnya. Keren kan? Bingkai layar juga tergolong tipis dengan bingkai atas yang sedikit agak tebal karena ada kamera dan mikrofon di area situ. Untuk kameranya ini resolusinya 1080p 30 fps dan sudah dilengkapi dengan privacy shutter untuk meningkatkan keamanan dan privasi penggunanya. sayangnya emang dia belum dilengkapi dengan fitur Windows Studio Effect karena memang prosesornya belum pakai NPU. Lubang mikrofon ini terletak di samping kanan dan kiri kamera. Mikrofon ini sudah dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling yang dapat diakses melalui software My Asus. Untuk kontes kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini saya sedang ada di luar untuk mengunci mikrofon dan kemampuan noise canceling dari laptop Asus Expertbook yang satu ini. Jadi kualitas suaranya gimana? Suara noise di belakang saya ini masih kedengaran atau enggak? Dan kali ini kita uji kamera dari laptop Asus Expertbook P3 yang satu ini. Untuk kameranya sendiri dia punya resolusi 1080p. Jadi kualitas gambarnya bisa kalian lihat sendiri. Ini bagus ya. Ee kalian bisa lihat gambarnya dengan jelas. Apalagi kalau misalnya dibandingkan dengan kamera di laptop lain yang punya resolusi 720p. Dan sekali lagi kami ingatkan kalau pengin emang kualitas gambarnya terlihat bagus seperti saya sekarang ini, pastikan kalian gunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup. Oke, kita lanjut lagi. Laptop ini menggunakan speaker stereo dengan konfigurasi dua buah speaker yang mengarah ke alas laptop di sisi kanan dan sisi kiri. Untuk suaranya bisa dibilang sangat lantang ya untuk las harganya ya, khas laptop expert book. Detail suaranya juga sangat bagus, rapi, dan bassnya masih kedengaran cukup powerful meskipun bukan yang mendentum banget ya. Wajar sih ya. Ini mungkin cocok banget ya buat kalian mau presentasi gitu, mau pakai suara langsung dari laptopnya udah bisa nih. Untuk konektor di sisi kiri kita lihat ada satu USB 3.2 Gent 2 type C full function dan digunakan sebagai port charging by default. Lalu ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen 1 yang 5 Gbps, ada satu USB 3.2 gen 2 type C full function juga nih ya, dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Nah, untuk sebelah kanan ini ada satu USB 3.2 Gen One yang type A yang besar ya. Lalu ada satu Ethernet port dan Kensington lock slot. Nah, untuk keyboard-nya dia menggunakan layout khas Asus Expert Book. Keyboard-nya diklaim sudah spill resistant. Bukan hanya spill sih sebetulnya ya. Disiram juga enggak masalah nih. Tapi punya keyboard seperti ini bukan berarti ya tiap hari kalian pamer-pamer ke teman kalian disiram-siramin terus gitu ya. Bukan ya. Ini dirancang supaya kalau tidak sengaja ketumpahan cairan dia aman ya. Bukan untuk didemuin setiap hari. Saat digunakan untuk mengetik. Yang satu ini memang asik banget sih ya. Tombolnya terasa solid dengan key travel di 1,5 mm. Ini beneran terasa seperti laptop bisnis kelas atas. Switch-nya masih tergolong silent, jadi amanlah kalau mau dipakai di tempat yang hening. Nah, untuk tombol navigasi seperti home page, up page, down, dan end ini menyatu dengan anak panah. Tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran setengah dari tombol yang lainnya. Nah, keyboard ini juga sudah dilappi dengan backlit putih yang punya tiga tingkat kecerahan. Untuk pengaturannya bisa pakai tombol F7. Nah, untuk touchpad ini punya ukuran yang tergolong besar dan terletak cenderung center to body. Jadi agak melebar sedikit ke kanan dari tombol space bar hingga tombol. Di sini tidak ada tombol khusus untuk klik kanan dan kiri. Tapi yang satu ini nyamannya karena sudah pakai Windows precision driver. Nah, untuk setiap kamerannya dia punya sistem kameraan biometrik ya dan dia sudah memiliki fingerprint sensor yang sudah support Windows Hello. Untuk sistem pendinginnya dia menggunakan sistem pendingin aktif yang diberi nama Asus Expert Cool dengan satu kipas dan satu heat pipe. Intake udara dari bawah dan ekha. Desain ekhaos ini dibuat khusus agar sistem pendinginan dapat beroperasi dengan maksimal. bahkan saat layar laptopnya ditutup. Karena biasanya ada aja nih yang menggunakan ini dengan monitor eksternal serta keyboard dan mouse eksternal. Nah, kan laptopnya ditutup tuh. Nah, ini sudah dirancang untuk digunakan seperti itu. Oke, sekarang kita lihat aspek performanya. Di software My Asus terdapat tiga opsi mode performa yang bisa kita pilih, ya. Ada performance, standar, dan whisper. Mode performa ini juga bisa diubah dengan shortcut function plus huruf F. Sekarang kita lihat konsistensi performanya pakai Ceb R23 stability test. Untuk skor maksimum yang dapat diraih di mode performance itu mampu mencapai 11.402 poin. Untuk skor yang bisa dipertahankan di mode performance itu berkisar 10.800 sampai 10.900-an poin. Sementara di mode standar skornya bisa mencapai 10.664 poin. Skor itu bisa bertahan di kisaran 8.800-an poin. Nah, kita juga coba tes saat enggak nyolok ke charger dan hasilnya skor maksimumnya ada di 10.115 poin dan skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 9.000-an poin juga. Keren ya. udah mirip dengan kondisi tercolok ke charger. Sekarang kita lihat suhu kerjanya. Untuk mode performance di awal pengujian suhu sempat bertahan di kisaran 93 sampai 96 derajat celcius. Tapi kemudian dia berhasil turun dan bertahan di kisaran 80 sampai 84 derajat celcius dengan spike sekali-sekali ke 93 derajat celcius. Terkendaliah di sini ya. Oke, langsung kita lihat untuk Adobe Premier Prosisi 2025 dengan pakai video yang durasi 2 menit detik. Kita lihat untuk esport video 4K60-nya. Software only selesai dalam waktu 8 menit 37 detik. Untuk open sial selesai dalam waktu 10 menit 19 detik. Sementara untuk sport video 10 80 fps dengan durasi yang sama dengan software only on dalam waktu 1 menit 51 detik. Kalau pakai open dalam waktu 2 menit 42 detik. Ini mungkin karena kita menggunakan RAM yang single channel ya bawaannya aja. Kalau kita pakai dual channel harusnya ini hasilnya berbeda. Terutama untuk open CL-nya. Nah, SU kerjanya saat melakukan 4K60 video export di awal proses ekspor SU sempat mencapai 97 derajat Celcius tapi kemudian berhasil turun dan bertahan di kisaran 80 sampai 90 derajat Celcius. Lanjut ke Davinci Resolve 9.1. Ini software video editing kelas profesional tapi versi gratis yang kita pakai ini. Kita masih pakai video yang sama. Untuk esport video 4K60 kita selesai dalam waktu 20 menit 16 detik. Sebentar kalau videonya adalah 1080 60 fps selesai dalam waktu 5 menit 9 detik. Nah, SU kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export SU CPU ada di kisaran 73 sampai 93 derajat celcius. Masih terjagalah nih. Lanjut untuk CapCut video editor. Kita masih menggunakan video yang sama untuk export video 4K 60 fps selesai dalam waktu 4 menit 35 detik. Sementara kalau videonya adalah 1080p 60 fps. Selesai dalam waktu yang kencang sekali di 1 menit 6 detik saja. Oke, saya tahu ini laptop bisnis, tapi kalian pasti mau tahu kemampuan gamingnya seperti apa. Nah, hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, untuk game yang terakhir ini Assassin's Creed Mir ya selama setengah jam kita lihat suhu kerjanya. Untuk CPU terlihat masih tergolong aman bahkan saat digunakan untuk main game seperti ini. Lalu untuk suhu permukaan kita bisa lihat di area keyboard terlihat ada beberapa titik yang agak hangat. Tapi ini wajar mengingat laptop yang ini memang bukan didesain untuk kegiatan gaming dengan durasi lama seperti ini. Meski demikian, suhu di area pamres masih dijaga cukup rendah, jadi tangan tetap nyaman. Lanjut untuk pengujian storage-nya. Kecepatan bacanya kita lihat di sini ada di 6.218 218 MB/ dan tulisnya di 5.672 MB/s. Kecepatan yang sudah mumpuni bangetlah ya untuk kelas-kelas kayak begini ya. Nah, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Kita set brightness di 150 Nit dengan volume di 25%. Mode performa kita gunakan adalah standar. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p, baterai habis setelah 10 jam 10 menit. Ini sebetulnya hasil yang cukup bagus untuk sebuah laptop dengan prosesor seri H yang biasanya dipakai buat gaming seperti yang satu ini ya. Apalagi baterainya kan di 50 watt hour, bukan yang 60-an atau 70-an watt hour. Oke, sekarang kita tes untuk charging. 30 menit pertama terisi 54% dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 45 menit. Ini termasuk durasi yang kencang ya karena ada di bawah 2 jam sebagai standar kami. Nah, untuk harganya laptop yang satu ini dijual di harga kisaran Rp13.599.000 Dan ini sudah termasuk garansi 3 tahun yang bisa diklaim secara global dan ada 1 tahun 100% accidental damage protection gratis di Indonesia. Tentunya karena di laptop bisnis komersial, di sini ada beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh laptop konsumer seperti misalnya dukungan internasional yang panjang ya. Lalu ada perpanjangan masa garansi. Iya itu bisa dilakukan ya. Lalu ada onside service di hari berikutnya dan ada VIP hotline juga. Jadi perusahaan yang membelinya itu bisa mengkonfigurasikan ini juga ya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konfigurasi RAM-nya masih single channel. Ini bawaannya aja ya, tapi kapasitasnya udah langsung 16 GB dar 5. Dan kalau memang butuh upgrade masih ada slotnya. Lalu layar memang belum 100% sRGB, tapi yang satu ini kan untuk laptop bisnis kantoran ya yang enggak selalu butuh 100% sRGB. Dan kalau emang butuh akurasi warna yang lebih baik bisa pasang monitor eksternal tentunya. Lalu buat yang memang butuh sebuah copyright plus PC yang satu ini belum masuk dalam kategori tersebut. Tapi tenang karena berbagai fitur dasar copilet lainnya tetap bisa diakses. Ya, kalau kalian butuh yang copyet plus PC kan ada yang versi P5 ya. Udah pernah kita review juga tuh. Dari si menarik pertama jelas laptop yang satu ini beneran tahan banting. Durabilitasnya super. Mau dijatuhin, diinjak, disiram, masih nyala juga ya. Meskipun durabilitasnya tinggi, bobot laptopnya masih tetap bisa dijaga di kisaran 1,4 kg. Ini masih cukup ringan sebetulnya. Performa prosor juga kencang, bahkan bisa menyamai beberapa prosesor keluaran tahun ini di kelas harganya. Dia punya total 10 core 16 th, jadi cocok banget kalau mau dipakai untuk multitasking. Ngedit foto, wah lancar banget. Ngedit video full HD 60 fps juga masih oke. Kalau ngedit 4K ya bisa pakai capcut aman. Buat gaming tipis-tipis juga kalau misalnya lagi bosan kerja tuh bisa juga sih di sini ya. Butuh kerja dengan banyak monitor juga bisa. Mau dua monitor ekstra aman. Tiga monitor ekstra juga masih bisa di sini. Storage-nya juga udah super lega di 1 TB. Kamera udah 1080p. Punya sistem kamera biometrik dan speakernya oke banget untuk kelas harganya. Kemampuan S kanceling-nya juga bagus nih, bisa nge-filter suara noise dengan sangat bersih. Durasi chargingnya juga kencang banget. 30 menit aja udah keisi 54%. Garansinya juga panjang hingga 3 tahun plus ada 100% accidental damage protection di tahun pertama. Ditambah masih ada dukungan layanan kelas bisnis komersial. Ya, jadi pertanyaannya laptop Asus Expertbook P3 ini cocoknya buat siapa? Yang pertama jelas pemilik bisnis atau usaha mungkin UMKM ya yang sedang butuh laptop yang kelas bisnis untuk pegawainya nih cocok banget yang satu ini. Apalagi kalau kerjaannya lebih banyak di lapangan ini tahan banting. Tapi enggak harus milik bisnis karena perorangan pribadi yang nyari laptop badak buat dibawa kerja outdoor ini juga cocok. Untuk pengguna yang sering multitasking dengan beberapa monitor ini juga cocok banget. atau butuh laptop tipis untuk editing foto dan video. Di sini cocok ya, tapi pastikan kalau memang butuh akurasi warna, tambahin aja monitor ekstra lagi ya. Atau mungkin butuh laptop buat programming. Ini juga bisa tapi pastikan software-nya udah sesuai dengan spek dari laptopnya. Intinya kalau memang yang dicari adalah sebuah laptop bisnis komersial kelas menengah dengan durabilitas super, rasanya Asus Expertbook P3 yang satu ini layak untuk dipertimbangkan. Asus Expert Book Fitri trusted by Expert Built for worryfe saya Irfan Jaka TVTV [Musik]
