Jungkat

Laptop Brand Lokal 5 Jutaan ini Punya Garansi ADP 2 Tahun! Review Polytron Luxia i3 (YouTube Video)

  • 23/08/2025

Laptop 5 jutaan ini punya garansi accidental damage protection 2 tahun. Bahkan bisa diklaim kalau laptopnya dicuri orang. RAM dan SSD-nya punya slot ekstra, jadi bisa di-upgrade tanpa harus ganti bawaannya. Baterai juga cukup awet, bisa hampir 10 jam untuk sekali charge. Layarnya IPS dan resolusi WUXGA. Desainnya minimalis tapi tetap menarik dengan back cover berbahan metal. Laptop ini adalah Polytron Luxia i3 [Musik] ya. Politnya resmi menghadirkan seri laptop pertamanya lewat Luxia Series. Enggak tanggung-tanggung, mereka langsung menghadirkan tiga laptop berbeda. Ada Luxia i3, Luxia Pro i5, dan Luxia Pro Ultra 5. Di video kali ini kita akan bahas varian yang paling terjangkaunya dulu, yaitu si Luxia i3. Enggak usah lama-lama, langsung aja kita mulai pembahasannya tentunya dari spesifikasi utamanya dulu. Untuk pressor dia pakai Intel Core i3 1215U ya. Jadi ini Gen 12 lumayan baru juga. Litography Intel 7 base TDP ada di 15 watt. Dia punya total 6 core 8 trad yang terdiri dari du performance core dan 4 efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,4 GHz dan dia punya 10 MB Intel Smart Cash. IGP-nya pakai Intel UHD Graphics. Ini punya 64 execution unit tentunya sudah mendukung akselerasi quick sing dan AV1 juga. RAM yang terpasang adalah 8 GB DDR 4 3200 single channel. Tapi tenang, walaupun ini masih single channel, laptop ini punya dua slot untuk masang sodim. Jadi kita masih bisa expand dengan mudah dan upgrade ke dual channel. Kalau RAM-nya mau dipentokin, dia bisa nyampai 64 GB dual channel. Kalau saran kami sih mending langsung upgrade dual channel aja biar performanya langsung optimal. Untuk storage yang terpasang adalah 256 GB SSD NVM PCI Gen 3. Kalau dirasa kurang di laptop ini ada slot M.2 kedua juga. Jadi kita bisa menambah kapasitas storage tanpa mengganggu SSD utamanya. Untuk wir connectivity dia menggunakan modul dari Rtech yang sudah support Wii 5 dan Bluetooth 5 juga. Nah, untuk baterainya ada di 57 wat hour dan OS menggunakan Windows 11 Home. Untuk body form factornya adalah clamp Shell atau laptop klasic ya. Materialnya ini perpaduan metal dan polikarbonat. Bahan metalnya digunakan untuk bagian punggung layar. Sementara bagian lainnya ini pakai bahan polikarbonat. Untuk warna ini namanya adalah obsidian gry atau ya abu-abu ya. Nah, untuk desain laptop ini memiliki desain yang cukup simpel dan tidak terlalu mencolok dengan logo Polytron di bingkai bawah layar dan di bagian punggung layarnya. Secat seluran, desainnya cukup sederhana dan cocok dijadikan laptop untuk ikatan sekolah atau kerja gitu ya bisa. Untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22 cm, dan tebalnya di 1,8 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,44 kg. Chargernya 220 gr. Total bobot kalau di bawah-bawah adalah 1,66 kg. Nah, untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci resolusinya 1920 * 1200 pikel dengan aspek rasio 16 b. Panelnya panel IPS, refresh rate-nya 60 Hz. Nah, kalau dari pengujian kami, peck brightness-nya ada di 420 nitz cukup tinggi. Lalu, gamut coverage-nya ada di 58,5% sRGB dan gambut volume di 58,7% sRGB. Memang ini belum yang pas-pas amat untuk content creation class profesional ya. Tapi kalau emang enggak butuh akurasi warna yang tinggi-tinggi amat atau mungkin sekedar buat latihan atau belajar editing foto dan video, ini udah oke banget karena layarnya udah IPS jadi ada konsistensi warnanya kalau kita geser-geser. Ya, ini bukan layar TN yang murah itu. Dan seandainya memang butuh akurasi warna ekstra, ya kita bisa pakai monitor eksternal kan tinggal tancep aja bisa. Permukaan layarnya ini matte atau anti gleare. Jadi nyaman digunakan tanpa banyak pantulan bayangan yang mengganggu. Untuk exel-nya ini lumayan kelihatan profesional ya. Bisa dibuka hampir 180 derajat. Jadi udah cukup rebah ya walaupun belum benar-benar lurus gitu. Jadi ya kalau misalnya kesenggol tangan gitu ya itu masih bisa terlindungiah yang satu ini ketimbang laptop yang cuma bisa berdiri tegak doang layarnya. Oke untuk kameranya laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps dan sudah dilengkapi dengan privacy shutter secara fisik. Untuk otes kamera sendiri memang bukannya super-super tajam jadi standar aja l kualitasnya. Sementara untuk mikrofonnya di sini ada satu dan terletak di samping kanan kameranya. Untuk mikrofon dan kameranya seperti ini ya. Oke, sekarang saya lagi di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Polytron Luxia i3 ini. Ini kondisinya di ruangan yang pencahayaannya e lumayan oke ya. Kualitasnya tuh kayak gini. Ini resolusinya 1080p 30 fps. Btw bukan yang super-super tajam tapi masih bisa kepakai. Oke, kali ini saya lagi ada di pinggir jalan raya yang bisa dilihat ya ramai sama kendaraan untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Polytron Luxia i3 yang satu ini. Eh, sayangnya suara background ini, background noise ini masih masuk ke dalam mikrofon laptopnya. Tapi untungnya suara saya ini masih bisa terdengar dengan cukup jelas lah. Oke, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker yang arah keluaran suaranya tuh ke alas laptopnya. Untuk mata suaranya itu menurut kami standar aja ya dengan volume yang sedikit kurang lantang rasanya tapi untuk kas harganya ini masih terbilang cukup wajar sebenarnya. Oke, kita lihat konektornya sekarang. Di kiri ada satu cancing turn lock, ada satu DC in, ada satu USB type C 3.2 gen one yang mendukung charging, data transfer, dan display output. Kemudian ada satu port HDMI 2.0 dan ada satu USB 3.0 type A. Di sisi kanan ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada satu USB 3.0 type E dan ada satu USB 2.0 type E serta ada satu micro SD card slot. Untuk keyboardnya di pakai keyboard chicklet ya dengan ukuran tombol yang tergolong besar dan cukup nyaman kalau dipakai buat ngetik-ngetik. Untuk backlit-nya sayang belum ada di sini tapi di kelas harga sini masih agak wajar lah ya sebetulnya ya. Nah, lanjut untuk touchpad-nya. Ini ukurannya adalah 11,8 * 6,8 cm. Posisinya itu center to body dan ini manjang dari tombol alt hingga tombol copilot di sebelah kanannya. Fitur palm rejection juga sepertinya sudah ada di touchpad ini karena kursor mouse-nya enggak bergerak ya walaupun touchpad-nya kesentuh telapak tangan pada saat kita sedang mengetik. Untuk sistem pendinginnya laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan satu heat pipe intake dari bawah dan ekha. Nah, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Langsung aja kita mulai dengan CB R23 pakai charger dulu ya. Distabilitas selama setengah jam, skor tertingg dicapai adalah 4.562 poin. Sementara skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 4.300 sampai 4.400 poin. Sekarang kalau kita cabut chargernya, kita lihat bahwa skornya itu ada di kisaran 4.350 sampai 4.380 poin. Jadi, performanya saat dicolok dengan charger atau enggak pakai itu kurang lebih mirip-mirip aja. Nah, untuk suhu kerjanya, P jalankan Ceb R23 stabilitas selama 30 menit, supressor tempat naik ke 95 derajat Celcius di awal pengujian. Tapi kemudian suya bisa dikendalikan ke kisaran 80 derajat Celcius. Sempat ada spike ke 90 derajat Celcius, tapi cuman sekali aja. Jadi aman-aman aja. Nah, jadi untuk pengujian berikutnya kita akan uji dalam dua konfigurasi ya. Pertama kita akan tes dengan RAM single channel. Ini konfigurasi bawaan dari laptopnya. Kemudian kita akan juga tes dengan konfigurasi dual channel untuk melihat performa yang lebih optimal dari laptop yang satu ini. Lanjut aja langsung kita masuk ke Adobe Premiere Pro 2025. Untuk video Full HD yang biasa ya, Full HD 60 FPS 2 menit 7 detik. Durasinya software only selesai dalam waktu 4 menit 48 detik untuk single channel dan 4 menit 39 detik untuk konfigurasi dual channel. Sementara kalau kita pakai akselerasi via OpenCL itu single channel-nya di 4 menit 59 detik, sementara dual channel di 3 menit 27 detik. Ya, jadi lebih kencang di sini kelihatan. Untuk suhu kerjanya pesan menjalankan 1080p 60 fps video export dengan open cl. Di sini juga suhu prosesor sempat naik hingga 95 derajat celcius di proses awal render. Tapi tidak lama setelah itu suhunya dikendalikan ke sekitar 70 derajat celcius sampai akhir proses render. Oke, lanjut untuk Dafinci Resoft 19.1. Software video rating kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 9 menit 15 detik untuk single channel. Sementara untuk dua channel sesuai dalam waktu 6 menit 35 detik. Ini signifikan sekali bedanya ya. Nah, untuk suhu kerjanya untuk 1080p 60 fps P2 exporting di sini juga mirip ya. Supressor sempat naik ke 95 derajat celcius di awal proses exporting, tapi kemudian berhasil dikendalikan di sekitar 70 derajat celcius sampai akhir prosesnya selesai. Oke, sekarang kita lihat untuk cap videonya lagi-lagi full HD 60 fps 2 menit 7 detik ya. Untuk single channel itu sesai dalam waktu 3 menit 23 detik. Untuk dua channel sesuai dalam waktu 2 menit 12 detik. Untuk suhu kerjanya di sini lagi-lagi sama ya. SU CPU sempat spike ke 90 derajat Celcius di awal proses, tapi setelah itu langsung bisa dikendalikan ke kisaran 70 derajat Celcius hingga akhir proses. Oke, sekarang tentunya mau tahu dong bagaimana performa gamingnya. Nah, hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, di game yang terakhir ini suhu kerjanya pada saat kita jalankan GTA 5 selama setengah jam itu suhu CPU terlihat aman di kisaran 70 sampai 75 derajat Celcius saja. Nah, untuk super pemekannya untuk area terpanas itu di bagian ekha tentunya ya tempat area buang panas di sini ya di 48 derajat celcius. Untuk area tengah keyboardnya suhunya mencapai 38 sampai 41 derajat Celcius saja. Sedangkan untuk area keyboard kanannya SH-nya ada di kisaran 30 sampai 35 derajat celcius. Nah, untuk palmres ini aman di bawah 31 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada 3.144 MB/ dan tulisnya di 1338 MB/. Untuk kecepatan tulisnya ini terbilang standar aja tapi untuk kecepatan bacanya ini udah cukup kencang untuk SSD PCI Gen 3 terutama untuk yang 256 GB seperti ini. Oke, sekarang kita lanjut tes baterainya ya. Bright test kita atur di 150 Nis, volume suara di 25%. Untuk 1080p lokal video playback, baterai habis setelah 9 jam 45 menit. Nah, untuk laptop di kelas harga segini ekspektasi kami itu ada di 7 sampai 8 jam. Itu yang kita bilang sebagai normal. Tapi yang satu ini sudah hampir mencapai 10 jam. Jadi ini berada di atas ekspektasi kami. Bagus. Lanjut untuk charging testnya. Setengah jam pertama baterai terisi di 26%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 29 menit. Ini agak sedikit lambat dari yang kita harapkan. Biasa kita berharap dia terisi dalam waktu 2 jam. Oke, untuk harganya laptop Polytron Luxia i3 ini dijual dengan harga R5.499.000 dan ini termasuk Windows 11 Home ya terpasang di situ. Lalu ada garansi 2 tahun lengkap dengan accidental damage protection atau yang dikenal dengan ADP. Nah, garis si ADP ini meng-cover berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan pengguna seperti ketumpan cairan rusak secara tiba-tiba, bencana alam, mungkin karena kerusuhan dan masih banyak lagi. Menariknya, selain kerusakan, ADP dari Polytron ini juga akan meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan. Saya tanya di sini perlu bukti kekerasan seperti mungkin rekaman CCTV pada saat rumah dibobol, kaca mobil pecah dan lain sebagainya. Garansi adep ini dapat diklaim lebih dari satu kali selama masa garansi dengan total nilai perbaikan maksimal setara dengan harga laptopnya. Nah, klaim garansi ADP ini dapat diajukan melalui 64 service center resmi Polytron yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Untuk detail selengkapnya, cek di kolom deskripsi. Kita langsung aja masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya masih single channel. Tapi untungnya dia kan punya dua slot RAM ya, jadi gampanglah di-upgrade ke dual channel-nya ya. Lalu kapasitas SS di bawaannya itu hanya 256 GB. Untungnya masih ada slot SSD M.2 lagi. Jadi kalau mau upgrade ya tinggal nambah di slot itu aja. Lalu dia belum mendapatkan bundle Microsoft Office. Tapi kalau mau beli sendiri lalu instal di laptop ini bisa kok. Atau mau pakai solusi Office yang lain banyak yang gratis juga ya. Ada bisa dipasang di sini kok. Nah, dari sisi menariknya pertama dia punya accidental damage protection selama 2 tahun yang bisa diklaim lebih dari satu kali dan juga bahkan bisa diklaim kalau laptopnya dicuri. Nah, di kelas harga R jutaan untuk brand lokal ini enggak ada yang punya. Apalagi yang sampai 2 tahun ini enggak ada yang punya nih yang sampai 2 tahun ini ya. Ini langka banget. Hebat. Polytron bisa ngasih kayak beginian ya. Lalu ada slot SODIM kedua, jadi kita bisa upgrade RAM tanpa harus ganti-ganti bawaannya. Ada slot M.2 juga yang kedua. Jadi, kita juga bisa upgrade storage-nya dengan gampang. Layarnya udah pakai IPS, resolusinya juga tinggi di WUXGA. Desainnya juga minimalis tapi tetap keren. Lalu baterainya ini awet untuk kelas harganya. Suhu kerja juga relatif aman. Jadi kalau digunakan untuk kerja dalam waktu yang lama masih cocok. Bahkan dihajar gila-gilaan juga dia cuma naik sebentar terus turun aman terjaga di sini. Konektornya juga cukup lengkap di sini. Jadi pertanyaannya laptop Polytron Luxia i3 ini cocoknya buat siapa? Tentunya ini akan cocok buat siapapun yang lagi nyari laptop R jutaan, tapi maunya yang bebas dari rasa khawatir. Kalau laptopnya kemungkinan ada kena kerusakan, kan tinggal klaim garansi ADP-nya aja. Enggak pakai tuh disalahin karena wah ini kan kamu yang melakukannya nih, kamu jatuh gitu h laptopnya enggak apa-apa. Namanya ADP kok accidental damage protection akan ditanggung oleh Polytron. Lalu untuk pekerja yang butuh laptop terjangkau tapi baterai cukup awet ini juga cocok ya. Pastikan aja pekerjaannya memang cocok dengan performa laptop ini dan spesifikasinya. Lalu buat orang tua yang nyariin laptop untuk anaknya sekolah, wah ini cocok sih. Harganya kan terjangkau dan ada garansi yang tadi itu ya. Jadi aman. Mau dipakai buat editing video tipis-tipis di 1080p apalagi 30 fps. Wah ini masih aman ya. Tapi RAM-nya sebaiknya di-upgrade ke dual channel dulu. Pada akhirnya kalau dicari adalah laptop harga yang terjangkau, tapi RAM dan storage-nya bisa di-upgrade. Baterainya harus yang awet, serta punya garansi yang bikin bebas dari rasa khawatir. Kami rasa laptop yang satu ini wajib untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan, Jakat TV.

Lihat di YouTube