Jungkat

Laptop Buat Kerja dengan Dua Layar di Mana Saja: Review ASUS Zenbook DUO UX8406CA (2025) (YouTube Video)

  • 01/07/2025

Laptop buat kerja serius tuh harusnya punya dua layar nih seperti ini nih ya. Jadi kita bisa memunculkan banyak aplikasi sekaligus biar kerjaan jadi lebih lancar, traveling juga jadi lebih praktis karena kita enggak perlu repot-repot bawa monitor tambahan. Performa multitasking pasti mantap. Karena yang satu ini pakai pressor Intel Core Ultra 200 Aerrowake dengan 16 core di dalamnya dan dia punya sertifikasi Evo juga. Jadi performa dan fiturnya sudah divalidasi sesuai standar Intel. RAM-nya langsung 32 GB. Jadi kapasitasnya lega banget buat kerjaan yang berat-berat. SSD-nya langsung 2 TB jadi aman buat nyimpan-nyimpan file kerjaan yang besar-besar. Kedua layarnya pun pakai panel OLED 100% di CP3 panton validated. Jadi mantap buat editing class profesional. Dua konektor Thunderbolt dan Wii 7 juga tersedia di sini. Jadi kekinian ya. Laptop ini adalah Asus Zenbook Duo keluaran tahun 2025. Oke, sebelumnya kita memang sudah pernah membahas Asus Zenbook Duo, tapi itu keluaran 2024 yang masih pakai Intel Core Ultra yang meteor Lake. Kalau yang ini tentunya udah lebih kekinian prosesor dan fitur-fiturnya. Mari kita mulai pembahasannya dari spesifikasinya. Untuk pressor dia pakai Intel Core Ultra 9 285H fabrikasi TSMC N3B. Base power-nya langsung 45 watt. Dia punya 16 score dan 16 thread yang terdiri dari 6 performance core, 8 effisien core, dan 2 low power efficient core. Untuk cash memorinya besar nih, 24 MB. Integrated grafisnya pakai Intel Arc Graphics 140T dengan 8 X Corse. Sistem grafis ini sudah mendukung kemampuan endcode dan decode video AV1. Selain itu, dia juga sudah mendukung fitur Racing dan Intel XCS2 dengan frame generation-nya. Untuk NPU dia pakai Intel AIBost dengan kemampuan komputasi hingga 13 stops. Memori atau RAM-nya 32 GB LPDDR 5X 7467 MHz dual channel langsung. Ya, laptop ini memang tidak punya slot sodim jadi kita tidak bisa upgrade RAM-nya tapi kapasitasnya udah besar harusnya udah cukup banget ya. Nah, untuk storage dia pakai 2 TB SSD M.2 NVM PCI gen 4x4. Untuk wires connectivity dia pakai modul Intel yang udah support Wii 7 gigabit Wii dan Bluetooth versi 5.4. Sementara untuk kapasitas baterainya lumayan besar 75 wat hour. Untuk operating system tentunya dia pakai Windows 11 versi 24H2. Nah, untuk body form factornya itu adalah clamshell atau laptop klasik. Sebenarnya ini agak unik sih karena laptop dua layar lainnya biasanya first factornya adalah convertible two inone one. Ini bukan ya. Nah, untuk material ini aluminium. Laptop AS ini juga sudah memenuhi standar uji ketahanan military standar 810H. Jadi tangguh nih harusnya kalau kita pakai ya. Untuk warna ini namanya adalah ink well grey ya. Nah, untuk desain kalau dibandingkan dengan versi 2024 sebenarnya penampilan Zenbook 2 yang satu ini tidak banyak berbeda. Kalaupun ada perbedaan itu hanya pada letak konektornya saja. Tapi secara keseluruhan Zenbook 2 yang satu ini tetap punya penampilan yang elegan dan profesional sama seperti Zenbook lainnya. Nah, untuk dimensinya panjang 31,3 cm, lebar 21,7 cm, dan ketebalannya di sisi paling tipis adalah 1,46 cm, di sisi paling tebal 1,99 cm. Untuk bobotnya laptop plus keyboard-nya itu adalah 1,72 kg. Untuk keyboard-nya aja itu ada di 325 gr, chargernya di 220 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger ini menggunakan desain satu bagian seperti charger smartphone. Jadi lebih praktis aja saat dibawa-bawa. Tapi bedanya dengan charger smartphone ini kabelnya enggak bisa dilepas ya. Total bobot kalau dibawa semuanya adalah 1,94 kg. Nah, untuk display kedua layarnya itu ukurannya 14 inci. Keduanya juga punya resolusi sama ya di 2880 * 1800 pikel dengan aspek rasio 16 b. Dua layar ini punya refresh rate 120 Hz dengan response time di 0,2 ms. Jadi laptop gaming banget enggak sih? Nah, untuk panel yang digunakan tentunya ini adalah panel OLED. Nah, menurut Asus tingkat cecaran maksimumnya ada di 400 nits di mode SDR dan 500 nit di mode HDR dengan color gambut di 100% di CP3. Nah, kalau kami ukur nih kita mendapatkan di mode SDR adalah 356 nits dan untuk mode HDR di 591 nitz. Ya, ternyata hasil di mode HDR itu e lebih tinggi daripada klaimnya ya. dan lumayan jauh juga. Nah, untuk gamut coverage itu ada di 99,9% di CP3. Sementara gamut volumenya ada di 118,6% d IP3. Kedua layarnya sudah panton validated. Jadi cocok banget mau dipakai untuk editing atau desain kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Mau streaming film HDR pastinya juga mantap ya karena dia punya sertifikasi display HDR True Black 500. Dia juga punya sertifikasi TUV Rinland low blue light. Jadi mata kita tetap nyaman meskipun melihat layar selama berjam-jam. Kedua layar ini juga sudah punya kemampuan touchscreen walaupun laptopnya bukan two inone. Ini membuat kita bisa dengan mudah melakukan scrolling halaman website atau dokumen dan juga memperbesar atau ngecilin gambar dengan hanya menggunakan sentuhan jari saja. Selain itu, kita juga bisa mengoperasikan dua layar tersebut dengan stylus pen. Tenang, stylus pennya ini ada juga tersedia dalam paket penjualan. Nah, stylus yang satu ini sudah mendukung 4.096 pressure level dan protokol MPP 2.0. Style SP-nya juga punya empat jenis penip. Ada yang H, HB, B, dan 2H. Nah, yang 2H ini sudah langsung terpasang. STP SP juga dilengkapi dengan baterai isi ulang yang dapat dicharge melalui konektor USB type C. Baterainya ini diklaim punya daya tahan hingga 140 jam saat dipakai dari kondisi penuh. Nah, kedua permukaan layar yang tersedia di sini itu dilapisi dengan Corning Gorilla Glass. Jadi, aman dari goresan jari yang mungkin kena kuku gitu ya atau goresan stylus penn sendiri. Nah, lapisan tersebut memang membuat permukaan jadi glossy. Tapi tenang itu normal untuk sebuah layar touch screen. Lagian kan OLED dengan permukaan yang glossy itu membuat tampilan layar jadi lebih cemerlang lagi. Nah, bingkai kedua layar juga sudah dibuat tipis di keempat sisinya sehingga screen tu body rasionya mencapai 91%. Layar tersebut juga udah punya angel 180 derajat, jadi bisa diluruskan sehingga lebih aman dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat kedorong secara tidak sengaja. Meskipun ini bukan laptop convertibel, dia punya sejumlah mode penggunaan seperti laptop mode. Untuk menggunakan mode ini caranya seperti ini nih ya. Jadi penggunaannya seperti laptop normal lainnya. Lalu ada dual screen mode with virtual keyboard. Untuk ya. Nah, virtual keyboard-nya bisa kita munculkan dengan cara seperti ini. Kalau butuh posisi yang beda, bisa kita atur dengan gerakan jari seperti ini ya. Ada gesture-nya ya. Nah, kita juga bisa munculkan dan mengatur posisi virtual touchpad-nya seperti ini. Selain itu kita juga bisa memunculkan widget yang kayak ini nih ya. Nah, bisa. Lalu ada lagi dual screen mode with Bluetooth keyboard. Nah, untuk mode ini cara menggunakannya seperti ini ya. Mod ini seharusnya bisa bikin kerja kita lebih produktif karena kita bisa buka banyak Windows aplikasi secara bersamaan. Posisi Windows aplikasinya juga bisa kita atur dengan cara seperti ini nih. Nah, tuh kan gampang kan ya. Kita juga bisa membuat Windows aplikasinya memanjang dari layar pertama ke layar kedua. Bisa tembus gitu ya dengan cara seperti ini. Jadi kita lebih leluasa melihat dokumen yang halamannya panjang ataupun bekerja dengan file Excel berisi ratusan baris dan kolom. Dipakai buat ngedit pakai aplikasi Adobe Premiere. kayak ini bisa juga nih. Bisa ya. Lalu dia punya desktop mode. Nah, penggunaan mode ini sebenarnya mirip dengan mode dual screen sebelumnya. Hanya saja posisi layar dibuat vertikal seperti ini. Mode ini bisa kita pakai kalau butuh buka dua window aplikasi yang memanjang secara bersamaan. Kemudian ada sharing mode. Kalau mode ini cara pakainya kayak gini nih ya. Nah, jadi kita bisa menunjukkan isi layar ke lawan bicara di depan kita. Saat menggunakan dua layar kita juga bisa mengatur tingkat kecerahan secara terpisah untuk layar yang satu dengan layar yang lainnya. Kita juga bisa matikan layar kedua nih agar baterainya lebih hemat. Caranya adalah dengan menekan tombol di sebelah F12 yang ini nih ya. Nah, nah sekarang kita bicara soal kamera dan mikrofonnya. Laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps. Kamera ini sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, dan background effect. Saat diaktifkan, fitur akan dijalankan di NPU, jadi penggunaan baterainya lebih irit harusnya ya. Sementara untuk model mikrofon itu ada dua buah yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Kamera di laptop ini sebenarnya mampu menangkap gambar dengan jernih dengan detail yang cukup baik nih. Hanya saja bagian muka kok kelihatan agak sedikit kuning-kuning ya dan agak berminyak rasanya ya. Mungkin kontrasnya agak tinggi ya. Nah, satu ini kita uji dengan pencayaan lampu di studio kami. Tapi harusnya hal ini bukan jadi masalah ya kalau mau dipakai buat video call atau online meeting. Oke, untuk mikrofon suara kami dapat ditangkap dengan jelas bahkan dalam kondisi bising. Tentunya suara bising di sekitar dapat diredam sepenuhnya saat noise cancellation itu diaktifkan. Ya, ini dia kemampuan kamera dan mikrofon dari laptop Asus Zenbook Duo yang satu ini. Jadi, gimana nih kualitasnya? Oke atau enggak ya? Jadi seperti inilah kemampuan noise cancellation laptop Asus Zandenbook Duo yang satu ini. Jadi gimana nih suara bising di sekitar saya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker yang mengarah ke alas laptop. Profil dan equalizernya bisa kita atur melalui aplikasi Dolby Access atau dari My Asus. Nah walaupun cuma ada dua speaker ternyata laptop ini suaranya lantang sekali ya. Kualitas juga terasa memuaskan dengan detail yang baik dan basnya cukup bulat ternyata. Luar biasa ya. Tapi ya sesuailah ya dengan kelasnya. Nah, untuk konektor di sebelah kiri ada satu USB 3.2 gen lalu ada satu Thunderbolt yang sudah mendukung USB 4, power delivery, display output dan perangkat-perangkat berbasis thunderbolt. Kemudian ada juga 1 3,5 mm audio combock. Beralih ke sisi kanan di sini ada satu Thunderbolt 4 dengan fitur yang sama seperti yang tadi ya. Lalu ada satu HDMI 2.1. Laptop ini tetap menggunakan Ergo Sense keyboard yang sama seperti versi sebelumnya. Meskipun ini Bluetooth keyboard ya, kenyamanan pakainya ternyata mirip seperti keyboard, laptop, Asus, dan book lainnya. Travel distance-nya cukup dalam sih di 1,4 mm. Jadi tombol terasa empuk dan nyaman saat ditekan. Nah, di permukaan tiap key-nya itu ada cekungan sedalam 0,3 mm. Ini supaya jari kita enggak mudah bergeser atau miss gitu ya. Terutama kalau kita sedang mengetik dengan cepat. Nah, untuk konektivitas selain dengan Bluetooth, ada juga Pogo PIN. Jadi, keyboard seperti terhubung dengan kabel nih rasanya nih ya. biar enggak ada lag-nya sama sekali ya. Nah, konektivitas Pogo Pin ini bisa kita gunakan saat keyboard dipasang di atas layar kedua. Untuk mengisi baterai bisa melalui konektor USB type C di sisi samping atau pakai pogopin tadi. Keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit yang dapat membantu kita mengetik dalam kondisi minim cahaya. Jadi, ya lengkap keyboard-nya ya. Di sini ada tiga tingkat kecerahannya ya yang bisa diubah dengan menekan tombol F4. Oh ya, keyboard ini bisa kita bawa dengan menyelipkan di antara layar. Jadi praktis aja saat dibawa-bawa kayak bawa laptop biasa aja. Oke, untuk area touchpad-nya ini ukurannya 13* 7,4 cm. Posisinya center to body tapi tidak sejajar dengan tombol space bar ya. Untungnya hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita mengetik. Jadi enggak terlalu mengganggu kenyamanan kita. Saat dicoba nih, jari kita bisa bergerak dengan mulus dan lancar di atas permukaan touchpad. Nah, klik kiri dan klik kanan juga terasa empuk saat ditekan dan terasa seperti touchpad di laptop biasa. Padahal sebetulnya itu kan keyboard terpisah ya. Oke, kita lanjut ke cooling system. Sistem pendingin laptop ini dilengkapi dengan dua heat pipe dan dua kipas. Lubang ventilasi pembangan panasnya ada dua yang tidak mengarah ke layar melainkan ke sisi samping kanan dan kiri. Jadi layar utamanya tetap aman. Nah, untuk sistem security-nya laptop ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan pengenalan wajah. Sekarang kita masuk ke aspek performa. Untuk pilihan profil performa di dalam laptop ini ada full speed, ada performance, standard mode, dan whisper mode. Kita bisa mengaturnya dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui aplikasi My Asus. Oke, sekarang kita langsung masuk ke SinBZ R23. Nah, saat kami tes dengan charger terpasang, skor tertinggi yang dicapai adalah 17.234 poin di mode standar atau 17.056 poin di mode full speed. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan itu ada di 12.000 sampai 12.400 poin di mode standar. Sementara di model full speed kita bisa dapat 16.000 sampai 16.200-an poin. Sedangkan kalau kita enggak pakai charger, skor tertinggi mencapai 17.14 poin dengan skor yang dipertahankan itu ada di kisaran 11.800 sampai 12.600 poin di mode standar. Jadi sebetulnya skornya enggak jauh berbeda dibandingkan saat pakai charger ya. Itulah sebabnya dia dapat sertifikasi Evo. Oke, suhu kerja yang perat menjalankan CB R23 selama setengah jam di mode standar supressor itu sempat naik ke 93 derajat Celcius di awal pengujian saja. Lalu dia turun suhunya di bawah 70 derajat Celcius. Kalau di mode full speed itu suhu bisa naik ke 96 derajat Celcius tapi di awal pengujian kemudian dia turun ke kisaran 88 sampai 91 derajat Celcius. Ini masih aman suhunya ya. Kan batas atas suhu prosessor ini bukan 100 derajat celcius tapi 110 derajat celcius. Oke, langsung aja kita tes pakai apa ya? Blender dulu deh ya. Blender 4.3.2 dengan BMW Carsin. Untuk CPU rendering suai dalam waktu 2 menit 35 detik. Udah lumayan oke. Tapi kalau pakai GPU rendering dengan one API, wah ini kencang sih 43 detik saja. Ini berarti kita sudah bisa mendesain 3D tipis-tipis di sini ya. Nah, untuk suhu kerja pada saat melakukan GPU rendering dengan one API, saat ng-render surat rata prosesor tuh masih di bawah 90 derajat Celcius dengan hanya satu kali saja lompatan ke 91 derajat celcius. Jadi masih aman banget. Lanjut ke Adobe Premiere Pro 2025. Untuk video 4K60 2 menit detitik dengan software only ini sesai dalam waktu 5 menit 14 detik. Kalau kita pakai open sial sesuai dalam waktu 4 menit 1 detik. Kalau videonya adalah full HD 60 fps durasinya sama. Software only saya dalam waktu 1 menit 17 detik udah kencang. Lalu untuk open CL selesai dalam waktu 1 menit 6 detik ya. Nah, untuk sukernya pada saat melakukan 4K video export dengan OpenCL lagi-lagi supressor dapat dikendalikan di bawah 90 derajat Celcius. Nah, sekarang kita tes pakai Dainci Resolve 19.1 software video editing kelas profesional versi gratisnya. Untuk video 4K60 durasinya sama dengan yang tadi selesai dalam waktu 6 menit 39 detik. Sementara untuk full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 1 menit 47 detik. Nah, ini kencang ya. Nah, untuk su kerja bersat melakukan 4K video export, supressor terlihat bergerak di rentang 80 sampai 96 derajat celcius masih dalam batas aman. Lanjut untuk CapCut video 4K60 2 menit 7 detik. Selesai dalam waktu 1 menit 33 detik aja. Wuh, kencang nih sih ya. Lalu untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 37 detik saja. Nah, untuk SU kerjanya pada saat melakukan 4K video export, SU rata-rata prosesor itu masih berada di bawah 90 derajat Celcius meskipun sekali ada lompatan ke 91 derajat Celcius aja. Oke, lanjut ke handbreak. Di sini kita mengkonversi video 4K60 2 menit 7 detik ke Full HD 60. Kodexnya adalah AV1 tanpa akselerasi quick sing kita dapat di 3 menit 49 detik. Kalau kita pakai quick sing selesai dalam waktu 1 menit 56 detik. Ya emang harusnya pakai quick sing aja biar lebih cepat ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat konversi dengan Quick Sync suhu pressor terlihat berada di kisaran 96 sampai 97 derajat celcius. Tapi ingat ya tadi kan limit atasnya bukan 100 tapi 110 derajat celcius. Jadi masih aman ini. Lanjut untuk UL Prosion. Benchmark ini menguji performa NPU di processor dalam penghasilan gambar dari input tek atau dengan pakai prom gitu ya. Di sini dia menggunakan stable diffusion 1.5. Nah, NPU laptop ini membutuhkan waktu sekitar 36 detik untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksel. Oke, T kalian bertanya-tanya ya, kalau buat gaming seperti apa ya? gaming dengan dua layar nih. Hasilnya adalah seperti ini. [Musik] Oke, di game yang terakhir ini Assassin's Creed Mirage ya. Kita lihat setengah jam dimainkan terlihat bahwa supressor masih bisa dikendalikan di bawah 90 derajat Celcius dengan sesekali saja ada lompatan di atas 90 derajat Celcius. Nah, untuk suhu permukaan body setengah jam main game yang tadi kalau kita pakai mode laptop suhu seluruh area Bluetooth keyboard terlihat berada di bawah 40 derajat Celcius. Jadi aman nih ya. Sementara suhu permukaan layar kedua di mode dual screen terlihat berkisar 43 sampai 44 derajat celcius di area tengah atas. Ini wajar ya, karena letak prosesornya ada di bawah layar yang kedua. Tapi tenang, su tinggi itu hanya dicapai kalau kita menjalankan aplikasi yang berat dan terus-terusan ya. Kalau untuk aktivitas yang ringan atau yang cuman ngedit-ngedit video doang gitu ya, sambil ngedit itu enggak setinggi gitu. Oke, sekarang kita uji kecepatan SSD-nya. Dengan krisal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di87 MB/s dan kecepatan tulis ada di 4.496 MB/. Wah, kecepatan segini sih udah kencang. Hanya saja masih di bawah harapan kami untuk SSD 2 TB PC Gen 4. Harapan kami sih bisa tembus 6000 MB/s ya. Tapi ya sebenarnya 3.000 aja udah kencang. Dapat 5.000-an itu udah mantap sih sebetulnya. Lanjut ke pengujian daya tahan baterainya. Brightness kita set di 150 dengan volume suara 25%. layar di 2,8K 120 Hz. Untuk 1080p local video playback di mode laptop itu baterai baru habis setelah 13 jam 28 menit. Ini masih tergolong irit ya meskipun bukan yang paling hebat. Nah, kalau dua layarnya aktif dan memutar video secara bersamaan dengan keyboard yang terhubung via Bluetooth, baterai habis setelah hampir 7 jam, tepatnya 6 jam 56 menit. Nah, ini sebetulnya rasanya agak boros ya, walaupun wajar karena dua layar menyala dan prosesornya juga lumayan kencang. Nah, sekarang kita lihat untuk charging-nya. Setengah jam pertama dia udah terisi di 35%. Sementara untuk mengisi dari 0S sampai full butuh waktu 1 jam 57 menit. Nah, ini sedikit lebih cepat dari harapan kami yang biasanya ada di kisaran 2 jam untuk normalnya. Jadi, ya lebih cepat 3 menit lah ya. Nah, untuk harga menurut Asus Indonesia harga resminya laptop ini adalah di Rp40.999.000. Tapi itu harga resminya. Biasanya harga di toko online bisa lebih murah ya. Coba deh kalian cek sendiri deh harganya ada berapa sih dapatnya ya. Nah, coba cek ya. Nah, untuk bonus pilihan dia dapat e Microsoft Office Home 2024. Yang satu ini gratis selamanya ya. Jadi aktif selamanya, gratis selamanya. Lalu dapat juga langganan Microsoft 365 selama 1 tahun. Lalu ada stylus dan ada sliffback. Nah, untuk garansinya kita dapat 3 tahun international warranty dan ada 1 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, dengan international warranty kita bisa ngeklaim garansi di negara lain selain Indonesia ya. Jadi mau pergi-pergi ke luar negeri tetap aman nih ya. Selain itu ada VIP Perfect Warranty di mana Asus akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Asus VIP perfect ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama baterainya agak boros ya saat kita pakai dua layar aktif. Kemudian performa SS 2 TB-nya seharusnya bisa lebih kencang lagi. Walaupun sih ini udah kencang sebetulnya tapi harusnya lebih mantap kalau dia bisa 6.000-an. Lalu ini kalau untuk upgrade-nya memang sulit ya, tapi untungnya RAM dan SSD-nya itu kapasitasnya udah langsung gede aja ya. Nah, dari si menariknya dia punya dua layar. Jadi bisa bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus. Punya banyak mode penggunaan sesuai dengan kebutuhan aktivitas kita. Punya mode laptop normal, sudah Evo Certified, dan dia sudah menggunakan Intel Core Ultra Aeroic 16 core. Ini yang bikin mantap, ya. Ini enteng buat multitasking, enteng buat jalanin aplikasi berat, IGP-nya kuat main game tipis-tipis dan siap jalanin aplikasi yang butuh NPU juga. Lalu kapasit RAM dan SSD-nya itu langsung besar. Panel layarnya tuh mewah ya. Siap untuk editing serius atau gambar-gambar juga bisalah di sini ya. Kemudian kalau hanya satu layar yang menyala ya, nah ini baterai ternyata cukup irit. Lalu untuk charging lumayan cepat juga di bawah 2 jam. Dia punya dua konektor Thunderbolt. Ada konektor USB dan HDMI yang besar. Ada Wii 7 juga. Ada pengamanan biometrik. Dan Bluetooth keyboard-nya itu punya backlit serta bisa disimpan di antara layarnya. Kemudian kick stand-nya ini menyatu dengan body, jadi enggak perlu dibawa-bawa terpisah. Lalu speakernya juga kencang dan berkualitas. Fitur noise cancellation-nya bekerja dengan bagus juga. Lalu ada garansi 3 tahun untuk internasional dan ada garansi kelalaian pengguna. Pertanyaannya nih, Asus Zenbook Duo keluaran 2025 ini jadinya cocoknya buat siapa? Laptop ini cocok banget nih buat yang butuh alat kerja dengan dua layar yang bisa dengan mudah dibawa ke mana-mana seperti bawa laptop normal aja. Jadi enggak perlu repot-repot bawa portable monitor lagi nih ya. Buat yang terbesar kerja di PC desktop dengan dua layar harusnya cocok banget nih laptopnya pakai yang ini nih harusnya nih ya. Mau dipakai kerjaan di kantor pastinya juga oke. Jadi lebih produktif aja apalagi kalau ditambah lagi nih layarnya bisa loh. Lalu mau dibuat meeting ini juga oke banget tapi hati-hati ya nanti meeting-nya bisa ngaret ya gara-gara ngomongin laptop yang satu ini dulu. Mau dipakai untuk coding juga pastinya oke banget dengan dua layar di laptop ini ya. Tapi pastiin aja dulu ya bahwa speknya itu memang cocok untuk aplikasinya. Jadi kalau kita butuhnya itu adalah laptop dua layar yang praktis dan enggak ribet dibawa-bawa ke mana-mana ya, performanya sudah kekinian banget ya, fitur komplit dan langsung siap pakai Asus Zenbook 2 keluaran 2025 ini sepertinya bisa jadi pilihan yang sangat menarik. Sed Irfan Jakatibu TV.

Lihat di YouTube