Jungkat

Laptop Convertible Lokal Paling Ringan! Review Axioo Hype-R 5 Flip OLED (YouTube Video)

  • 19/12/2025

Ini adalah salah satu laptop convertibel paling enteng yang pernah kami uji. Cuman sekitar 1,2 kg. Lebih ringan dibandingkan laptop convertibel lain yang biasanya sekitar 1,41,5 kg. Bahkan lebih ringan dibandingkan laptop convertibel yang harganya di atas Rp20 juta. Padahal yang ini cuman R10 jutaan. Speknya juga udah lumayan kekinian sih ya. Prosesor pakai Intel Core Gen 12 dengan 10 core dalamnya. RAM-nya bukan 16 tapi 24 GB. Pakai LPDDR 5 pula jadi kencang layarnya. mewah nih, OLED 100% DC IP3 dan dia punya garansi terhadap kecurian juga. Nah, tahu dong apa laptopnya? Ini adalah Axio Hype R5 Flip OLED. Ya, bisa dibilang bahwa laptop ini adalah versi convertibel-nya dari laptop Hype R yang Intel ya. Tentunya karena convertibel layarnya juga udah touch screen dan ada stylus juga dalam paket penjualannya. Oke, langsung aja kita bahas yang satu ini mulai dari spesifikasinya ya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core i5 1235. Fabrikasinya Intel 7. Base power 15 wat. Dia punya 10 core 12 thread yang terdiri dari 2 performance core dan 8 efficient core. Intel smart cas-nya ada 12 MB. Integrate graphicsnya pakai Intel IX SE graphics dengan 80 execution unit. Tentunya IGP ini sudah support di code video AV1 ya. Untuk memori atau RAM-nya dia menggunakan 24 GB LPDDR5 4800 MHz dual channel 128 bit. Laptop ini pakai RAM on board ya, jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi karena pakai LPDR 5, kecepatan RAM-nya lumayan tinggi dan performa IGP-nya juga jadi maksimal karena dia sudah langsung dual channel. Lagi pula ukurannya udah 24 gig udah lumayan besar ini ya. Nah, untuk storage 512 GB SSD M.2 NVME PCI Gen 3 by4. Nah, di sini hanya ada satu slot M.2 ya. Jadi kalau mau upgrade itu harus ganti SSD bawaan. Untuk connectivity-nya dia pakai modu Intel yang udah support Wii 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapas baterainya ada di 60 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Pro. Oke, untuk body form factornya adalah convertible 2 inone. Jadi laptop ini bisa dirubah jadi tablet dengan memutar layarnya 360 derajat seperti ini. Selain itu, laptop ini juga dapat digunakan di mode tent. Nah, untuk material ini bahannya aluminium loh untuk warnanya abubu gelap dengan permukaan yang matte finish. Untuk desain, kalau dari penampilannya sih hype air flip ini masih mirip seperti hype air yang lainnya ya dengan perbedaan pada sudut bodinya yang lebih membulat di dekat exsel layar. Secara keseluruhan penampilan terlihat minimalis dan bodinya polos. Enggak pakai ornamen yang aneh-aneh di sini. Kalaupun ada ornamen itu hanya terdapat pada logo kecil Aksio di sudut atas punggung layar. Nah, untuk dimensinya panjang 31,5 cm, lebar 22,9 cm, dan ketebalan di 1,64 cm. Bobotnya laptopnya aja di 1,2 kg. Ini enteng banget untuk laptop convertibel ya. Untuk chargernya juga enggak kalah enteng di 156 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger ini menggunakan desain satu bagian seperti charger smartphone tapi kabelnya itu enggak bisa dilepas. tentunya charger seperti ini jadi lebih praktis dibawa-bawa ya, enggak terlalu ngerepotin. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa cuma 1,35 kg. Untuk displaynya ini adalah layar berukuran 14 inci. Resolusinya 1920 * 1200 piksel. Jadi aspek rasio kekinian ya 16 bing 10. Refresh rate-nya 60 Hz dengan response time di 0,2 mnya adalah panel OLED. Nah, kalau kami ukur dengan alat kami e tingkat istirahannya tuh maksimum di 323 Nis di mode STR dan 508 gig n di mode HDR. Sementara untuk gamot coversnya ada di 99,8% di CP3 dengan gamut volume di 128,2% di CP3. Ini sih cocok banget ya kalau mau dipakai buat editing serius yang butuh akurasi warna tinggi. Nah, buat streaming video HDR juga pastinya mantap di sini ya. Lerat ini juga sudah punya kemampuan touchscreen tentunya ya. Jadi kita bisa scrolling halaman website atau dokumen memperbesar atau mengecilkan gambar itu semua pakai sentuhan jari saja. Selain dengan jari, kita juga bisa mengoperasikan layar dengan active pen yang disertakan dalam paket penjualan. Nah, active pen ini mendukung 4096 pressure level dan sudah support protokol MPP 2.0. Menariknya disediakan mata pena tambahan juga nih untuk pengganti kalau yang lama udah haus. Nah, Active Pen ini menggunakan baterai isi ulang dengan klaim daya tahan hingga 50 jam yang dapat dicge melalui konektor USB type C. Nah, untuk permukaan layar ini sifatnya adalah glossy ya dan ini normal lah untuk sebuah layar touch screen. Permukaan seperti ini memang akan menantukkan sedikit bayangan tapi perpaduan olet dengan permukaan glossy membuat tampilannya jadi lebih cemerlang aja. Untuk bingkya dia sudah menggunakan desain yang tipis pada sisi kanan dan kiri. Sementara untuk kameranya sayangnya laptop ini masih pakai kamera 720p 30 fps. Ini bukan yang 1080p. Sementara untuk modul mikrofon itu ada dua buah ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera tadi. Saat kami coba gambar yang ditangkap kamera terlihat agak kurang terang ya walaupun kami sudah menggunakan pencahayaan dari lampu studio. Jadi kalau mau video call pastikan aja pencahayaannya seterang mungkin. Nah, untuk mikrofonnya suara yang direkam terdengar agak kurang kencang ya meskipun volume mikrofonnya udah dimaksimalkan. Sementara untuk nice cancellation itu memang tidak ada di sini. Jadi suara kebisingan itu masih masuk ke dalam mikrofon. Oke, sekarang saya sedang di studio untuk menguji kualitas kamera dari Axio Hype R5 Flip OLED. Untuk resolusinya ini sampai 720p 30 FPS dan di sini saya menggunakan pencahayaan lampu studio. Untuk kualitasnya di sini bukan yang paling tajam dan super terang, tapi sudah mencukupi lah untuk ee kebutuhan sederhana seperti meeting online. Ya, sekarang saya sedang di luar untuk menguji kertas microp dari Axio Hype R5 Flip OLED. Bisa dilihat kalau di belakang saya sedang ramai dan karena laptop ini tidak dilengkapi dengan noise canceling, jadi noise dari background masih bisa terdengar di laptop ini. Setidaknya suara saya juga masih bisa terdengar dengan cukup baik di laptop ini. Oke, untuk sistem audionya laptop ini memiliki dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke bawah ya. Suaranya seakan memang tidak terlalu lantang, tapi tidak bisa dibilang yang pelan juga ya. Sementara untuk watch cukup oke nih sebetulnya suara bass masih terdengarlah tipis-tipis di sini. Oke, untuk konektornya sekarang kita lihat di sebelah kiri ada 1 HD 2.1, satu USB type C dan konektor yang ini bisa dipakai untuk nge-charge aja ya. Lalu ada satu USB 3.2 gen one type C. Nah, ini sudah mendukung power delivery dan display output. Kita beralih ke sisi kanan. Ini ada switch untuk mematikan kamera, lalu ada tombol power, dan ada satu USB 2.0 type C. Konektor ini hanya bisa untuk transfer data. Yang ini tidak bisa untuk nge-charge ataupun output ke monitor. Kemudian masih ada lagi 1 3,5 mm audio combo jack dan 1 USB 3.2 gen one type A yang ukuran besar. Oke, untuk keyboard bentuk tombol dan kenyamanan pakaiannya dapat dikatakan masih miriplah dengan yang ada di Hype R yang Intel yang pernah kita uji sebelumnya. Tombol keyboard cenderung empuk dan senyap saat ditekan dengan travel distance yang terasa cukup dalam. Tapi berbeda dengan tombol keyboard di Hype R. Di sini ada tombol khusus untuk home and page up dan page down. pada sisi pinggir kanan keyboard. Selain itu, tombol anak panah juga dibuat sama besarnya dengan tombol lainnya. Jadi, ini lebih nyaman untuk dipakai. Menariknya lagi meskipun di sini ada tombol copilot, tombol control kanan itu tetap ada, enggak dihilangkan. Ya, ini berbeda dengan laptop lainnya yang kadang-kadang itu tombol kontrol kanannya udah diganti aja pakai tombol copilot ya. Jadi kontrol sebelah kanan hilang. Kalau di sini masih ada. Nah, tentunya keyboard ini dilengkapi dengan lampu backlit. Ini akan membantu kita untuk mengetik di dalam ruangan yang minim cahaya. Warnanya itu putih dengan tiga tingkat kecerahan yang dapat diatur dengan menekan function plus F4. Nah, untuk touchpad areanya ini ukurannya 12,9 * 8,5 cm dengan posisi yang memang tidak sejajar dengan tombol space bar. Untungnya hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita mengetik. Jadi enggak terlalu mengganggu kenyamanan pada saat mengetik. Nah, untuk king sistem laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin yang menggunakan satu buah heat pipe dan satu kipas. Sementara lubang ventilasi pembuangan udara panasnya itu mengarah ke belakang. Nah, di sini dalam posisi laptop seperti ini, kipasnya itu tidak membuang udara panas kena layar. Enggak, enggak kena layar. Jadi layar olet-nya aman. Nah, kita lanjut ke aspek performa dengan Sinabas R23 kita pasangkan ke charger di stabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 5.958 poin dengan skor yang dapat dipertahankan di kisaran 5.600 sampai 5.700 poin. Nah, sekarang kalau tanpa charger kita jalankan lagi, kita akan mendapatkan skor di kisaran 5.600 sampai 5.700 poin. Jadi di sini ternyata tidak ada penurunan performa saat chargernya dilepas ya. Mantap. Kita langsung lihat SU kerjanya pada saat menjalankan Sinab R23 stabilitas test selama 30 menit. Di awal pengujian suutu sempat naik sesaat ke 92 derajat celcius, tapi lalu turun dan dikendalikan di bawah 70 derajat Celcius. Jadi ini masih tergolong wajar aja. Nah, langsung aja kita lihat Adobe Premiere Pro 2025. Bagaimana untuk video 4K60 yang durasinya 2 menit 7 detik kalau kita export dengan software only saya dalam waktu 14 menit 11 detik. Kalau kita pakai open 7 menit 56 detik. Sementara itu untuk video full HD 60 fps ya. Durasinya sama. Saya pakai software only on ses dalam waktu 3 menit 28 detik. Kalau pakai open 2 menit 12 detik. Nah, untuk su kerja bisa melakukan 4K video exporting dengan OpenCL. Di pengujian ini, supressor bergerak di rentang 70 sampai 85 derajat celcius. Masih aman ya. Lanjut ke Davinci Resolve 19.1 software video editing class profesional. Ini versi gratisnya yang kita pakai. Video 4K60 durasi yang sama se dalam waktu 14 menit 53 detik. Kalau videonya 1080p alias full HD 60 fps. Durasi yang sama sesuai dalam waktu 4 menit 20 detik. Suhu kerja ya pada saat melakukan 4K video exporting. Nah, kalau di sini suhu prosesor terlihat bergerak di rentang 67 sampai 85 derajat Celcius ya. Masih aman juga sih sebetulnya ya. Lanjut untuk CapCut. Kita pakai lagi video 4K60 yang 2 menit 7 detik tadi. Ini selesai dalam waktu 4 menit 19 detik. Sementara kalau full HD 60 fps durasi yang sama selesai dalam waktu 1 menit 55 detik. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan CapCut suprosor terkendali aman di bawah 75 derajat Celcius. Jadi overall untuk editing video kayaknya 1080p 60 fps itu udah maksimumnya ya yang oke banget rasanya. Oke, sekarang kita lihat apakah laptop convertible 2 inone ini bisa dipakai untuk main game. Nah, begini hasilnya. Ya, sekarang mari kita lihat SU kerjanya selama setengah jam memainkan game GTA 5. Di sini supressor dapat dialkan sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius. Untuk permukaan bodinya setengah jam main GTA 5. Untuk keyboard area paling panas ada di tengah dengan suhu tertinggi tercatat di 41 sampai 42 derajat Celcius di tombol angka 6. Sementara untuk area keyboard lainnya SU terjaga di bawah 40 derajat Celcius. SU area sebelah atas keyboard tercatat mencapai 43 derajat Celcius. Sementara palmr itu aman banget di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal Desmo kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.298 MB/ dan tulisnya di 2770 MB/. Ini udah teralong cukup kencang ya untuk SSD di laptop convertible untuk harga segini. Oke, sekarang daya tahan baterainya. Nah, kita tes dengan setting berat 150 units dan volume suara di 25%. Untuk 1080p local video playback, baterai habis setelah hampir 11 jam, tepatnya 10 jam 50 menit. Ini sudah tergolong irit baterainya. Nah, apalagi kalau kita melihat bahwa ini layar OLED dengan harga di kisaran Rp10 juta ini udah tergolong mantap sih. Untuk charging time-nya 30 menit sudah terisi di 28%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 28 menit. Agak sedikit lebih lambat dari harapan kami. Yang harapan kami sebetulnya ada di kisaran 2 jam pas ya. Oke, harganya sekarang ya menurut Axio Indonesia harga resminya adalah Rp10.649.000. Ini sudah dengan Windows 11. Nah, kalau butuh varian yang lebih murah tersedia varian Core i3 1215U dengan SSD 256 gig. Ini harganya di Rp8.949.000. Nah, untuk bonus pembeliannya keduanya akan mendapatkan stylus pen yang tadi kita bahas. Lalu ada pernak-pernik JKT48 juga. Nah, untuk garansi dia dapat 1 tahun dari aksi Indonesia. Tentunya garansi ini sudah mencakup ADP ekstra selama 1 tahun. Nah, garansi ADP ekstra ini akan meng-cover berbagai kerusakan yang diakibatkan kelalaian pengguna seperti ketumpahan cairan, enggak sengaja jatuh, corating listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Menariknya, ADP ekstra ini akan meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian misalnya. Dan enggak cuma itu, Asio juga menjanjikan proses klaim ADP akan mudah dan dapat dilakukan di 193 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan Asio memiliki layanan same day service, jadi klaim garansinya cepat. Nah, kalau proses servisnya melebih 6 jam, AXo akan meminjamkan laptop pengganti. Jadi, kita tetap bisa beraktivitas. Setelah itu, Asio juga menjadikan jasa pembersihan dan repasting atau repasta secara gratis seumur hidup. Mantap, ya. Oke, langsung kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya ini on board, enggak bisa di-upgrade, tapi tenang, udah langsung 24 gig dan langsung dual channel. Harusnya udah cukup banget untuk laptop seperti ini, ya. Lalu gambar yang tangkap kamera ini agak kurang terang sih ya. Lalu untuk garansi normalnya ini cuma 1 tahun dan dia belum mendapatkan Microsoft Office. Tapi tenang, ada Libre Office di sini ya dengan fungsi yang mirip banget dengan Microsoft Office. Dan tentunya kita bisa menginstal Microsoft Office di sini, tapi kita harus beli dulu lisensinya. Nah, dari sisi menariknya dia multifungsi ya. Bisa jadi laptop, bisa jadi tablet. Bobotnya untuk sebuah laptop convertible 2 inone seperti ini, ini tergolong yang ringan. Salah satu yang paling ringan yang pernah kami uji bahkan ya layarnya. Wah, ini udah olet 100% di CP3 dan ada mode HDR-nya pula. Lalu dia udah pakai pressor 10 core Intel Gen 12 di sini. Udah mumpuni untuk multitasking dan juga editing ringan. Bisa kencang juga untuk gaming tipis-tipis di resolusi full HD. RAM-nya langsung 24 GB LPDR 52 channel. Baterainya irit nyari 11 jam ini tahannya ya. Lalu dia punya garansi untuk kelalaian dan kecurian. Stylus pnya langsung tersedia dalam paket penjualan dan ada pernak-pernik JKT48 juga di sini ya. Jadi, Axio Hype R5 Flip OLED ini cocoknya buat siapa? Yang satunya ini harusnya cocok banget buat yang butuh alat kerja multifungsi yang bisa jadi laptop atau tablet tapi tetap enteng. Nah, nih kuncinya tetap enteng untuk dibawa ke mana-mana. Buat pelajar atau mahasiswa harusnya cocok nih ya kalau memang aktivitasnya butuhnya laptop yang seperti ini. Apalagi harganya masih laptop terjangkau dan dia punya ADP yang bikin orang tua enggak terlalu was-was kalau laptopnya jatuh atau dicuri di tahun pertama. Mau dipakai kerja kantoran juga gak ada masalah kalau memang pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi si laptop ya. Sesuai dengan hasil pengujian kami tadi. Buat yang butuh laptop untuk editing video sampai di 1080p atau untuk gambar-gambar gitu ya atau untuk editing foto ini cocok juga ya. Apalagi layarnya udah pakai panel OLED 100% di CP3 dan adanya stylus pen tentunya akan membantu sekali buat yang menggambar-gambar tadi ya. Mau dipakai buat coding harusnya bisa juga ya. AS aplikasinya memang cocok dengan spek laptop ini. Jadi kalau butuhnya laptop sekaligus tablet Windows yang enteng di bawah-bawah, speknya siap pakai untuk berbagai kebutuhan dan harganya masih relatif terjangkau, rasanya Axio Hype R5 Flip OLED ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik. Saya Did Irfan Jaga Dib TV.

Lihat di YouTube