Jungkat

Laptop Convertible yang Kami Suka! Review Lenovo Yoga 7i 2-in-1 Gen 10 (2025) (YouTube Video)

  • 03/06/2025

Ini adalah laptop convertible class premium dari Lenovo. Desainnya cantik dengan cover vegan leather jadi terasa mewah banget. Performanya juga super kencang karena udah pakai pressure Intel Core Ultra 7 258V. RAM-nya jadi langsung 32 GB LPDDR 5X storage 1 TB NVM PCI Gen 4. Lalu layarnya udah pakai OLED resolusi 2,8K 100% DC IP3 dengan refresh rate 120 Hz. dan pastinya baterainya bisa tahan lama hampir 18 jam ya. Ini adalah Lenovo Yoga 7i 2 14 tahun 2025. Ya, di tahun 2025 ini, Lenovo menghadirkan desain baru yang sangat menarik di lini Yoga 7i 2inone. Ya, cover atas laptopnya ini sudah pakai silicon vagan leather. Jadi mewah banget dan kelihatan premium sekali kalau dibandingkan dengan Yoga 7i 2 inone generasi sebelumnya. Selain itu, performa dan kemampuan baterai juga meningkat dibandingkan yang sebelumnya. Penasaran? Yuk, kita langsung aja mulai pembahasan kali ini dan kita bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesor, dia pakai Intel Core Ultra 7 258V fabrikasi TSMC N3B ya. Base power-nya 17 wat. Dia punya total 8 core dan 8 trad yang terdiri dari 4 performance core dan 4 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,8 GHz dan Intel smart cas-nya ada di 12 MB. Untuk NPU-nya dipakai Intel AI Boost dengan kemampuan komputasi hingga 47 tops. Jadi Intel Core Ultra yang satu ini punya kemampuan AI yang cukup mumpuni dan sudah memenuhi persyaratan dari Copilot Plus PC. Integrated graphicsnya menggunakan Intel Art Graphics 140V yang punya 8X Course. Nah, yang satu ini juga sudah mendukung kemampuan decode atau playback video dengan codec VVC atau versatile video coding alias bukan H265 tapi H266 udah yang baru nih. Tentunya akselerasi AV1 dan Quicksink juga sudah ada di sini. Untuk RAM dia pakai 32 GB LPD dari 5X 853 du channel 128 bit. Perlu diperhatikan chip memori pada Intel Core Ultra Series 2 yang satu ini sudah menyatu dengan prosesor. Jadi, ini memang enggak bisa di-upgrade tapi udah langsung 32 gig dan kencang banget. Jadi, ya udahlah ya udah cukup di sini ya. Dan kalau dilihat-lihat ini sebenarnya upgrade ya karena Yoga 7i 2 inone generasi sebelumnya itu RAM-nya di 16 GB dan enggak bisa di-upgrade juga. Storage-nya pakai 1 TB SSD M.2 NVME PCI Gen 4. Ini hanya tersisa satu slot ya untuk e SSD-nya di sini ya. Dan untuk SSD ini punya ukuran 2242. Jadi ini versi yang pendek dan kita gak bisa pasang yang ukurannya lebih panjang. Nah, kalau mau upgrade jadi udah pasti kita harus mengganti SSD bawaannya dengan SSD baru yang lebih besar. Tapi kapasitasnya udah gede banget sih, udah 1 TB. Jadi ya kayaknya udah ok lah di sini. Untuk aktivitas wireless-nya dia pakai modem Intel WiFi 7 BE21. Tentu dia langsung bisa WiFi 7 dan Bluetooth-nya bisa versi 5.4. Kapasitas baterinya lumayan besar di 70 watt hour dengan OS menggunakan Windows 11 Home. Tentunya karena laptop sat ini sudah memenuhi persyaratan copilot plus PC, dia juga sudah mendukung fitur-fitur seperti Cocreator dan live caption. Nah, untuk body form factornya adalah convertible atau laptop two inone. Jadi, laptop ini bisa digunakan dengan fleksibel ya. Mau mode laptop biasa tuh bisa. Mau dijadiin tablet ataupun mode lain seperti mode tenta, dan stun yang cocok buat nonton itu bisa semuanya. Nah, untuk material yang satu ini menarik ya. Kalau Yoga 72 in one tahun lalu itu pakai full aluminium. Yang ini agak beda. Di cover atas laptop ini pakai material aluminium daur ulang atau recycled aluminium dengan cover dari silicon vegan leather. Ya, cover kulitan sini membuat laptopnya jadi kerasa premium. Megangnya aja pertama kali udah terasa beda banget ya. Nah, untuk cover bagian bawahnya ini pakai bahan aluminium. Nah, kalau desainnya ini agak beda dari pendahulunya. Nah, kalau dilihat dari silwet-nya sebetulnya dia mirip seperti yang Slim 7i, tapi ini convertibel dan secara keseluruhan penampilannya terasa sangat mewah di laptop yang satu ini. Padahal baru seri 7, belum ini ya. Jadi kalau mau digunakan untuk meeting atau kerja yang satu ini akan tampil profesional sekali. Untuk desain bagian dalam atau keyboard-nya juga sama ya terlihat seperti Yoga Steam 7i14 Aura Edition yang sudah pernah kita review juga. Nah, hal lain yang membuat dia mirip banget dengan versi Slim 7i ya. Di bagian atas dekat webcam terdapat sebuah tonjolan di situ ya. Ini membantu kita untuk membuka laptopnya dari keadaan tertutup. Nah, di bagian cover atas juga terdapat logo Lenovo yang dicetak di bos pada kulitnya. Intinya nih cantik bangetlah, keren banget ya. Untuk warna ini namanya adalah seashella, mungkin kalian mau bilang broken white atau putih bisa juga. Yang jelas warna putihnya ini ada tone kemnya. Jadi mirip seperti warna putihnya kerang yang biasa kita jumpai di pantai. Oke, untuk dimensi panjangnya 31,7 cm, lebar 2 2,8 cm, dengan ketebalan di 1,59 cm dan bobotnya untuk laptopnya aja di 1,42 kg. Ini cukup wajar ya untuk sebuah laptop convertibel. Lalu untuk charger di 185 gr berarti cukup ringan dan total bobot kalau semuanya di bawah-bawah itu ada di 1,6 kg. Nah, untuk layarnya dia menggunakan Lenovo Pure Side OLED Display dengan ukuran 14 inci tentunya ini panel OLED resolusi 2,8K atau tepatnya 2880 * 1800 piksel. Jadi, aspek rasionya di 16 bfresh rate-nya 120 Hz dan sudah mendukung dynamic refresh rate. Selain itu, layar ini juga sudah mendukung fitur automatic brightness. Jadi, dia bisa menyesuaikan tingkat kecerahan layar berdasarkan cahaya yang ada di lingkungannya. Menurut Lenovo layarnya punya tingkat cecerahan di 500 nit dengan kelar gambut di 100% di CP3. Nah, kalau kami uji tingkat ceceran maksimum di mode SDR itu berada di 506 nit. Sementara untuk mode HDR ini sebetulnya mampu mencapai 1050 nitz. Luar biasa terang banget ya. Nah, untuk gambut covers-nya itu ada di 99,5% di CP3 dan gambut volume di 118,9% di CP3. Jadi jelas layar ini udah cakep banget. Mau dipakai buat ngedit video, ngedit foto, desain, nonton, main game, bahkan keren banget layarnya. Apalagi dia sudah support Dolby Vision dan display HDR True Black 1000. Dari standar ini sebetulnya udah agak bingung kami ya, kenapa sih Lenovo ngakunya cuma 500 nitz? Ini kan dia support display HDR True Black 1000. Berarti memang 1000 nits dan terbukti juga dalam pengujian kami kalau HDR nyampai 1000 nits. Nah, kemudian ini layar mau dipakai berlama-lama ditonton atau dilihat juga nyaman karena sudah punya sertifikasi low blue light dari Tuv Rinland. Jadi mata tidak cepat lelah saat menggunakan laptop yang satu ini. Nah, kemudian karena ini adalah laptop convertibel tentunya layarnya sudah mendukung fitur touchsreen ya dengan 10 titik multitouch serta bisa dipakai untuk penggunaan stylus pen juga. Nah, untuk stylus pen ini juga sudah disediakan dalam paket penjualannya. Ini berupa Lenovo Yoga Pen. Pen ini diklaim memiliki 4096. Tingkat sensitivitas tekanan dan deteksi kemiringan juga ada di sini. Stylus pen ini juga sudah mendukung Wacom AIS 2.0. Yang satu ini sudah rechargeable dengan port USB type C ya. Jadi, ini lebih praktis karena kita enggak perlu ganti-ganti baterai lagi. Jadi, buat kalian yang suka gambar-gambar untuk desain atau sketching atau bikin catatan-catatan dengan pen, ini udah cocok banget. Nah, berbeda dengan Yoga 72 inone generasi sebelumnya, yang satu ini tidak punya aksesoris pen holder. Tapi sebagai gantinya, stylus ini dapat ditempelkan dengan magnet di area atas layar laptop dan di area cover atas laptopnya juga bisa. Jadi, malah lebih praktis. Nah, balik ke layarnya. Untuk permukaan layar ini menggunakan material kaca yang sifatnya adalah glossy. Samalah seperti laptop two inone dan tablet pada umumnya. Permukaan layar seperti ini memang agak memantulkan bayangan ya, tapi karena dia glossy ini membuat warna yang ditampilkan jadi terlihat lebih cemerlang. Perbukan lernya juga punya lapisan anti fingerprint. Jadi ini akan meminimalkan bekas-bekas sentuhan jari di layar. Bingkai kanan dan kiri juga tergilong tipis. Sementara atas dan bawah terlihat agak tebal ya. Memang karena kalau atas itu ada webcam-nya. Oke, untuk kameranya ini resolusinya 5 megapel dan saat digunakan untuk merekam video resolusinya bisa mencapai 1440p 30 fps. Kamera juga sudah dilengkapi dengan infrared dan shutter fisik untuk meningkatkan keamanan dan privasi penggunanya. Fitur-fitur Windows Studio Effect seperti background blur, eye contact, auto framing itu juga sudah ada di laptop ini. Untuk mikrofon, laptop ini sudah memiliki fitur noise canceling yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Nah, untuk pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. I kali ini kita sedang ada di luar untuk menguji mikrofon dari Lenovo Yoga 7i2 in1. Untuk fitur noise canceling-nya sendiri ini bisa dibilang cukup bagus ya. Meskipun suara saya jadi agak sedikit terdistorsi, tapi suara noise yang ada di belakang saya ini bisa dihilangkan. Ya, kali ini kita tes kamera dari Lenovo Yoga 7i 2 in1. Untuk kameranya sendiri ini bisa dibilang punya kualitas yang bagus banget ya. Resolusinya ada di 1440p dan gambarnya itu kalian bisa lihat sendiri ini gambarnya terlihat dengan sangat jernih, sangat jelas. Kalian bisa lihat detail-detail muka saya dengan cukup rapi di sini dan apalagi kalau kalian gunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup seperti saya sekarang ini. Dan karena laptop ini prosesor yang sudah punya NPU, kameranya jadi mendukung fitur-fitur Windows Studio Effect seperti biasanya ya. Yang pertama ada automatic framing. Ini kameranya akan ngikutin gerak kita. Jadi supaya posisi kita tetap ada di pusat frame dari gambar kameranya. Nah, seperti contohnya sekarang ini. Lalu fitur berikutnya ada ee background blur. Kalian bisa lihat di sini background blur. Jadi background saya jadi kelihatan keblur dan ini lumayan rapi ya. Kalian bisa lihat kayak sela-sela jari saya gitu bisa tetap keblur kayak misal kayak gini. Nah, ini bisa cukup rapi. Oke, beralih ke audio. Dia menggunakan empat buah speaker yang terdiri dari dua buah woover dan dua buah twitter. Speakernya terletak di samping kanan kiri keyboard dan area bawah yang mengarah ke kanan dan kiri. Nah, di sini terdapat software Dolby Access yang dapat digunakan untuk mengubah preset audio dan equalizer juga ada di sini. Untuk kata suaranya ini tergolong keren ya dan memang lebih dominan di vokal tapi suara yang lain juga masih terdengar dengan jelas dan rapi. Di sini speakernya juga tergolong lantang untuk sebuah laptop yang tipis seperti ini. Jadi keren banget. Nah, untuk konektornya di sebelah kiri kita lihat ada satu HDMI 1.4B, ada satu Thunderbolt, ada satu audio jack combo 3,5 mm. Beralih ke sisi kanan, ada tombol power, ada micro SD card reader, ada satu Thunderbolt 4, dan ada satu USB 3.2 gen one yang 5 Gbps. Tentunya konektor Thunderbolt 4 di laptop ini sudah support USB 4 yang 40 Gbps, USB power delivery 3.0, display port 2.1, dan penggunaan perangkat Thunderbolt lainnya seperti external GPU. Sedikit catatan di sini untuk port USB type C-nya yang ukuran USB type C ini menarik karena posisinya itu berseberangan tidak sebelah-sebelahan. Ini membuat kita lebih mudah untuk masang perangkat-perangkat yang menggunakan USB type C. Karena kalau bersebelahan kadang-kadang jadi susah ya kita mau nge-charge di satu USB type C sebentar satunya lagi atau pasang perangkat jadi enggak bisa. Nah, kalau di sini enggak ada masalah karena USB type C-nya dua biji seberang-seberangan. Oke, untuk keyboard ini terlihat sama persis seperti Yoga Steam 7i A14 Aura Edition yang pernah kita review. Switch-nya ini soft dan silent, enggak berisik dan terasa nyaman saat digunakan untuk mengetik. Ya sudahlah ya, ini khas laptop seri yoga lah yang satu ini. Jadi kalau mau ngetik tempat yang hening aman, dia enggak berisik. Nah, untuk tombol navigasi seperti home page up, page down, dan end ini menyatu dengan tombol anak panah yang punya ukuran setengah dibandingkan dengan tombol-tombol lainnya tentunya. Satu ini juga sudah dilengkapi dengan backlit berwarna putih dengan dua tingkat kecerahan dan satu tingkat kecerahan yang otomatis ya. Nah, untuk touchpad laptop ini menggunakan precision touchpad dengan lapisan milar yang mirip seperti kaca di sini ya. Jadi jari kita akan meluncur dengan mulus karena dia licin banget itu rasanya ya. Dan tentunya yang satu ini juga support multi touch. Ukurannya juga terlalu besar ya di 7, 15 * 12 cm dan terletak center to space bar. Jadi minim resiko tersenggol saat mengetik. Untuk sistem keamanan, laptop ini menggunakan sistem keamanan biometrik berupa kamera infrared yang sudah mendukung Windows Hello juga. Sementara untuk sistem pendingin, dia pakai sistem pendingin aktif berupa satu kipas dan dua buah heat pipe, intake udara dari bawah dan ekhaya ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk ke dalam aspek performanya ya. Sama seperti laptop Lenovo Yoga lainnya, yang satu ini juga memiliki profil performa yang sudah ada di dalam Lenovo Vantage. Pilihannya adalah performance, adaptive power mode, dan power saver. Atau kalau mau lebih cepat bisa pakai shortcut function plus huruf Q. Ya, sekarang kita langsung lihat aja konsistensi performanya. Kalau pakai Ceb R23 kita jalankan stability test. Dengan CindB R23 stabilitas selama 30 menit. Kita lihat bahwa skor tertinggi yang dapat dicapai di mode balance itu mencapai 9.510 poin. Sedangkan di mode performance itu mencapai 10.366 poin. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan di mode Balance ada di kisaran 8.600 sampai 8.800-an 00an poin. Sementara di mode performance itu 9.300 sampai 9.400-an poin. Nah, sekarang kita tes juga sin BCH saat tidak dicolok ke charger ya untuk lihat konsistensi performanya di mode baterai. Di sini skor maksimumnya ada di 10.254 poin, sedangkan skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 9.300-an poin. Nah, ini skor yang bisa dibilang sangat mirip seperti saat dicolok ke charger ya. Ya, namanya juga laptop Intel Evo kan. Oke, lanjut untuk suhu kerjanya. Untuk selama stabilitas 30 menit di awal pengujian suhu sempat spike ke 94 derajat celcius. Tapi kemudian suhu prosesor kembali berhasil turun dan ditahan di bawah 80 derajat Celcius dengan hanya sesekali spiking ke 85 ke 86 derajat celcius di awal run saja. Jadi terjaga dengan aman di sini. Sekarang kita lanjut aja langsung tes yang berat-berat. Blender 3.4 BMW 27 ya ini ya. Nah, untuk CPU render sesai dalam waktu 4 menit 23 detik. Sementara untuk GPU render saya dalam waktu 48 detik saja. Wow, kencang yang satu ini ya. Nah, untuk suhu kerja saat melakukan GPU render suhu CPU berhasil ditahan di bawah 80 derajat Celcius. Jadi di sini kelihatan ya kalau kita mau sedikit berkarya dengan tiga dimensi 3D-3D seperti ini pakai blender masih bisa selama objeknya enggak yang rumit-remit amat. Lanjut. Untuk Adobe Premiere ProC 2025 kita pakai video yang durasinya 2 menit 7 detik seperti biasa ya. Untuk 4K 60 fps video exporting, software only 8 menit 9 detik. Sementara kalau pakai open selesai dalam waktu 4 menit 4 detik. Nah, kalau videonya adalah full HD 1080p 60 fps. Software only saya dalam waktu 2 menit 2 detik. Kalau pakai open seal 1 menit 5 detik. Nah, ini kencang. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan OpenCL di awal itu sempat ada di kisaran 80 sampai 80 derajat celcius, tapi kemudian berhasil turun dan ditahan di 76 derajat celcius. Lagi-lagi aman banget. Sekarang kita lanjut ke Davinci Resoft 19.1. Ini software video editing yang kelas profesional ya, tapi ini versi gratisnya. Masih pakai video yang durasinya sama 2 menit 7 detik. 4K 60 fps video exporting di 9 menit 3 detik. Sementara kalau 1080p 60 fps video eksport-nya di 2 menit 24 detik. Nah, yang ini kencang. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting, Sip itu sempat mencapai 69 derajat Celcius di awal, tapi kemudian turun dan bertahan bahkan di bawah 60 derajat Celcius. Wah, ini malah adem banget. Nah, kalau mau kencang baiknya ngeditnya pakai CC. Nah, ini masih pakai video yang sama ya, durasinya juga sama. 4K 60 video exporting butuh waktu hanya 2 menit saja. 1080 p 60 fps video exporting butuh waktu 48 detik saja. Oke, sekarang kita lanjut untuk gaming. Mau tahu kan kemampuan gamingnya? Nah, kurang lebih hasilnya seperti ini. [Tepuk tangan] [Musik] Oke, untuk game yang terakhir ini Assassin's Creed Mirage ya. Selama setengah jam dimainkan suusip itu sangat stabil di kisaran 68 sampai 69 derajat celcius saja. Untuk suhu permukaannya, area terpanas ada di area kiri tengah dengan suhu di kisaran 38 sampai 42 derajat Celcius. Ini wajar ya, mengat 1 ini memang tidak didesain untuk gaming berat dengan durasi lama seperti ini. Sedangkan untuk area tengah sampai kanan suhunya tergolong rendah ya di bawah 35 derajat Celcius. Untuk pamr aman banget di bawah 32 derajat Celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya dengan storage test krystal dismark. Kita lihat bahwa kecepatan bacanya ada di 6.857 MB/s dan tulisnya di MB/s. Wow, ini sama-sama 6.000-an bahkan rate-nya hampir 7.000-an. Jadi ini termasuk SSD PCI Gen4 yang kencang banget. Lanjut ke pengujian daya tahan baterainya. Seperti biasa berarti sekitar set di 150 Nit dengan volume di 25%. Untuk mode pertama kita taruh di balance dulu ya. Hasilnya untuk lokal video playback resolusi 1080p, baterai baru habis setelah 17 jam 40 menit. Ini hasil yang sangat bagus sekali untuk sebuah laptop Windows dengan prosesor X86. Tentunya kita juga akan tes baterainya dengan standar pengujian EVO di mana di sini brightness-nya itu harus naik ke 200 nits untuk layar seperti ini. Nah, di sini untuk lokal video playback resolusi 1080p baterai baru habis setelah 17 jam 10 menit. Jadi, masih bagus juga cuma beda setengah jam aja ya. Jadi ini udah melewati jauh dari standarnya Evo sendiri lebih tinggi nih ya. Oke, lanjut untuk pengujian charging-nya. 35 pertama terisi 24% sementara dalam waktu 2 jam terisi 95%. Nah, untuk mencapai penuh itu butuh waktu 2 jam 15 menit. Jadi hasil pengujiannya adalah normal-normal aja. Oke, laptop kelas premium yang keren banget satu ini harganya ada di Rp22.999.000 dan ini sudah termasuk Microsoft Office Home and Student 2024 ya. Jadi ini yang enggak usah pakai langganan-langganan lagitu ya. Tapi kalau mau berlangganan Microsoft 365 Basic, tenang di sini dikasih 1 tahun gratis berlangganan Microsoft 365 Basic. Ada langganan Adobe Creative Cloud membership selama 2 bulan. Nah, ini cocok nih buat kalian yang mau pakai laptop ini buat content creation karena langganan ini mencakup lebih dari 20 aplikasi kreatif dari Adobe termasuk Photoshop, Illustrator, Premiere, After Effects, dan ini semua gratis selama 2 bulan. Nah, untuk pengguna Adobi baru, kalian bisa klaim bonus ini tanpa perlu melakukan pembayaran atau memasukkan informasi kartu kredit. Sementara untuk pengguna yang sudah berlangganan, kalian akan mendapatkan tambahan 2 bulan langganan secara gratis. Kemudian laptop ini juga mengikut sertakan sebuah Lenovo Yoga Pen yang tadi ya, ada sleeve bagun premium care lengkap dengan 3 tahun accidental damage protection. Nah, Garansi Premium Care ini menawarkan layanan call service center selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Ya, garansi ini juga menawarkan layanan perbaikan di tempat seperti di rumah pengguna gitu ya atau di kantor kalian bisa juga. Jadi, enggak perlu dibawa ke service center. Sementara untuk accidental damage protection ini menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna laptop ini di luar garansi utama ya. Jadi misalnya ketumpahan cairan, jatuh dari meja, retak di panel LCD, keyboard-nya mati, kena corselet, jatuh enggak sengaja atau apapun lah ya, itu ditanggung 100% selama 3 tahun dan ini bisa diklaim lebih dari satu kali, tapi selama bukan part yang sama. Eh, sebentar. Kalau part yang sama sebetulnya bisa lebih dari satu kali, tapi maksimum dua kali. Nah, kalau kalian tertarik, laptop Lenovo ini bisa dibeli melalui Lenovo official, baik secara offline maupun online. Oke, sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya enggak bisa di-upgrade. Tentunya ini karena RAM-nya sudah nempel di prosesor ya. Tapi ya RAM yang besar dan speed yang tinggi langsung dual channel udah 32 gig ini ya udahlah cukuplah sih harusnya ya. Kemudian untuk stylus pen yang saat ini tidak memiliki docking khusus ya, tapi ya enaknya jadi bisa nempel gitu, jadi lebih praktis aja naruhnya. Anehnya pada unit kami saat kita tempel stylus di tempat-tempat tertentu pada laptop ini, ada bagian-bagian yang membuat laptopnya itu masuk ke dalam mode slip secara otomatis. Kemudian untuk material cover-nya yang satu ini pakai vegan leather ya dan warnanya juga cenderung putih. Ini kalau kena kotoran itu akan lebih sulit dibersihkan dibandingkan kalau pakai cover aluminium atau metal seperti biasanya. Tapi ya jadinya sih keren ya. Ya kalau kalian pakai tas keren warna putih ya jangan dikotorin gitu ya kalau dari kulit ya. Samalah perlakukan samalah seperti yang satu ini. Nah dari sisi menariknya kita lihat dari desainnya. Yang satu ini beneran terasa naik kelas kalau dibandingkan dengan Yoga 72 inone generasi sebelumnya. Lalu dari sisi performa jelas ini super kencang karena prosesor udah pakai Intel Core Ultra yang 200V series ya. Bisa ngedit foto, ngedit video, desain 2D, bahkan bisa digunakan untuk 3D modeling dan 3D rendering. Untuk versi yang agak ringan sih mungkin ya. Mau main game Triple A bisa, enggak ada masalah. Bisa juga di sini ya. Dan laptop ini juga sudah punya sertifikasi Intel Evo platform jadi jelas bisa diandalkan. Suhu kerjanya aman, storage-nya super lega 1 TB. Layarnya olet, resolusinya tinggi ya. Udah 120 Hz pula di satu ini. Pokoknya nyamanlah buat pakai apapun ya. Dan kemudian walaupun tipis, yang satu ini masih punya konektor USB dan HDMI yang full size. Jadi enggak perlu pusing-pusing cari adaptor lagi atau converter lagi ya. Dia juga udah punya dua buah konektor Thunderbolt 4. Punya fitur keamaneran biometrik. Speakernya juga keren ya. Paslah untuk harganya ya. Kemampuan kamera dan noise cancelling-nya juga udah oke banget. konektivitasnya udah WiFi 7, udah future proof nih, dan bonus penjualannya menarik dan garasi panjang lengkap dengan garansi accidental damage protection selama 3 tahun. Nah, jadi pertanyaannya Lenovo Yoga 7i 2 inone gen 10 ini cocoknya buat siapa? Pertama-tama walaupun ini bukan seri 9-nya biasa kalau seri 9 tuh yang benar-benar kelihatan premium banget ya. Ini masih seri 7 loh. Tapi tetap aja menurut kami kali ini seri 7-nya ini cocok buat yang nyari laptop dengan desain super premium. pengin terlihat beda tapi harganya masih cukup terjangkau untuk sebuah laptop premium. Yang satu nih cantik banget. Lalu siapa pun yang butuh laptop tipis dan ringan kelas atas tapi nyari performanya mau yang kencang. Nah, yang ini kencang ya. Atau buat yang nyari laptop convertible yang bisa jadi tablet Windows atau butuh laptop untuk gambar, sketching, desain 2D ya dengan pakai stylus pen begini ya bisa bahkan ini langsung dapat stylus p-nya juga atau mau dipakai buat edit foto atau ngedit video sampai 4K juga bisa enggak masalah. Ee dan bisa juga untuk yang nyari laptop untuk programming bisa jadi cocok juga ya asalkan memang aplikasinya sesuai dengan spek laptop yang satu ini ya. Lenovo Yoga 72 inone di tahun 2025 ini hadir dengan desain yang cukup berani membuatnya terasa naik kelas. Performanya pun kencang jadi jelas bisa diandalkan. Jadi kalau memang yang dicari adalah sebuah laptop convertible premium yang cantik dan super kencang, Lenovo Yoga 7i 2 inone 2025 ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan Jaka Tibik TV.

Lihat di YouTube