Laptop Core i3 gen Baru VS i7 Lama, Mending Mana ?! (YouTube Video)
Daripada tiap hari kalian debatin soal OD DM, mending sini deh kita bahas bedanya kedua laptop ini di pasalan. Karena meski kedua laptop ini pasti [musik] bisa dipakai buat kalian, tapi kedua laptop ini punya tujuan yang enggak sama. Apa aja itu? Ya udahlah ya daripada kalian kebingungan, selamat menonton. Kum Monkey yang butuh kehan. [musik] Hai semua, aku Azula. Jadi depan aku ini udah ada dua laptop. Yang satu itu ditujukan untuk perusahaan alias B2B dan yang satunya itu ditujukan untuk kita konsumen alias B2C. Buat orang yang memang paham soal pebisnisan, kata B2C atau B2B itu udah jadi hal yang umum. Tapi buat orang awam kayak kita-kita mungkin bakalan menanyakan B2B, B2C, boyband mana itu? Dan ketimbang ilmu kalian itu cuman mentok sampai ODM, tenak atau apalah itu. Makanya gampang banget disuapin nih. [tertawa] Jadi mending kita langsung aja bahas soal apa perbedaan dari B2B dan B2C ini. Aku pakai contoh dua laptop ini. Yang ini adalah Dynabook satellite Plock, laptop yang dulu pernah kita review. Jadi Dobook ini dulu namanya adalah Toshiba. Cuman sekarang divisi laptop bisnisnya si Toshiba ini udah diakuisisi sama Sharp di bawah namai Dynabook. Sedangkan yang satunya lagi itu ada si laptop Lenovo Idapad Slim 3. Laptop Lenovo blend yang pasti semua orang udah tahu. Dan kedua laptop ini ada di harga kisaran Rp8 jutaan. Pertanyaannya selain spek apa sih bedanya kedua laptop ini? Yuk kita bahas. Secara tampilan kelihatan banget perbedaan DNA-nya. Dinerook C40J ini punya desain kaku khas inventalis kantol pemerintah atau fasilitas kampus. Body polikarbonatnya kelasa tebal, beza layalnya masih lumayan tebal dengan bobotnya ada di sekitar 1,49 kg. Di sisi lain, si Lenovo Idad Slim 3 tampil jauh lebih modelen dan clean. Profil bodinya lebih tipis, bobotnya sekitar 1,37 kg, lebih ringan sekitar 10% dibanding Dynabook. Bawa laptop Lenovo ini buat nugasi coffee shop gak bakal bikin kalian kelihatan kayak admin keuangan yang lagi ngejal deadline buat laporan bulanan. Plus Lenovo ini udah dapat sertifikasi ketahanan standar militel mil STD 810H. Cuman kalau ulusan port atau konektivitas laptop Dynobook ini langsung ketala perbedaannya. Dinobook ngasih kita portland yang buat anak IT network admin atau alang kantol yang butuh koneksi kabel stabil tanpa intelensensi Wii ini fitol yang wajib. Apalagi di zaman sekarang laptop tuh udah mulai ninggalin portland biar laptop kelihatan makin tipis. Jadi kalau mau colok lan ya wajib modal lagi beli dong tambahan USBC tole net. Tapi kalau kalian cuman mau pakai wifi, akrapin aja deh sama tetangga biar dikasih tahu password-nya. Masuk di bagian layar. Di lunch harga Rp8 jutaan ini kita dapat spesifikasi layal yang mirip-mirip yaitu 14 inch full HD dengan panel IPS anti gelup aja buat harga segini dan untuk hasil tesnya juga mereka mirip-mirip. Gambut Covage-nya tipical panel IPS level yang memang cocoknya buat kerja kantolan yang enggak butuh detail yang tajam. Ya masih bisalah ya buat bedain susu dan balang di Copdana yang kelipik kentang, mana yang minuman, mana yang manajer ngantuk. Terus ada info sedikit mengenai si Lenovo Ide Petro 3 ini. Jadi dia itu punya dua opsi. Yang pertama itu panel yang IPS dan TN. Jadi kalau semisal kalian memang misalkan carinya itu yang IPS, jangan sampai salah beli. Kalau dari layout sih aku enggak banyak komen karena menurut aku kedua laptop ini sama aja. Tapi gimana ya kalau soal spesifikasi? Ngomongin soal spesifikasi, jujur kedua laptop ini enggak bisa benar-benar dibilang setala karena laptop Dob C40J ini pakai Intel Call i7 generasi ke-11. Sedangkan Adiapet Slim 3 ini ditenagai Intel Call IT generasi ke-13. Sekilas mungkin ada orang yang salah kila kalau Dyobook ini lebih kencang karena pakai Intel Call i7. Masalahnya walau cuman beda jalak dua generasi, i7 generasi 11 cuman punya 4 call aja. Sedangkan generasi ke-13 ini udah punya total enam call. Yang satu tua, yang satu muda. Tapi kenalnya enggak beda jauh ya. Milip-milip lah ya sama Presiden dan Wapres. Sebagai gambalan kita tes lima kali di kedua laptop ini dengan kondisi yang sama-sama dicolok Chargel. Hasilnya lata-latas callnya punya jalak cuman sekitar 800-an aja. Secara teknis, package power dari Lenovo Ide Pad sekitar 40 watt. Sedangkan Debook cuman di kisaran 25 watt. Jadi bisa dibilang jumlah kol tadi itu berdampak dengan power di prosesor yang dipakai sama laptop Lenovo ini. Sedangkan kalau kita tes pakai game yang memang bergantung sama prosesor kayak contohnya Dota dan Followo, hasilnya di settingan yang sama di kedua laptop ini, Danebook punya aage FPS yang lebih tinggi di angka 88 fps untuk game Valolan. Sedangkan di Ide Pad FPS, tapi berbanding terbalik dengan Dota 2. Di Lenovo Ideapad itu average-nya lebih unggul di 66 FPS. Sedangkan di Debook berjalak cuman 3 fps lebih rendah di 63 fps. Sisanya kalian bisa baca sendiri aja di tabelnya. Meskipun CPU powel-nya itu makannya lebih gede di Lenovo daripada Dyebook, tapi soal ketahanan bat ternyata Lenovo ini jauh lebih unggul. Contohnya di tes PC Max Canalio Modelon Office. Idea Pet Slim 3 ini bisa tahan selama 8 jam 45 menit. Sedangkan Debook cuman bisa tahan di 6 jam 31 menit. Ini bekat generasi lebih baru yang memang punya efisiensi daya lebih baik. Walau memang ada perbedaan kapasitas ya si Dyebook ini 45 watt awal, sedangkan si Lenovo ini dia 47 watt awal. Tapi dengan perbedaan kapasitas 2 watt aja dan efisiensi prosesor yang lebih baik, akhirnya dia bisa selisihnya sampai 2 jam sendiri. Itu 2 jam kalau Subasa mau ngegolin udah bisa salto cerita masa kecil ibunya jadi TKI. Tapi perbedaan paling krusial antara laptop B2B khas perusahaan dan laptop B2C konsumer umum ada di ulusan lam. Lenovo Slim 3 itu pakai tipe lamp yang lebih baru LPDDL5 tapi posisinya di soldel di motherboard. Artinya kita gak bisa nambah atau ganti lamnya. Jadi kalau semisal kalian itu belinya yang varian 8 gig ya udah selamanya dia kapasitasnya akan 8 GB. Ibaratnya kalau semisal kita itu bangun rumah dindingnya itu udah paten. Kita udah enggak bisa nambah kama lagi kalau semisal kebutuhan kita tiba-tiba bertambah. Sebaliknya Dob itu punya keunggulan di aspek upgradability. Dia masih menyediakan slot kosong untuk klam fisik yang bisa dilepas pasang sendiri hingga kapasitas 32 GB. Jadi kalau suatu saat kalian tuh pengen nambah kapasitas, kalian gak perlu beli laptop baru. Kalian cukup beli kepingan lam balu aja dan pasang sendiri. Perbedaan lain dari kedua laptop ini itu terletak pada software-nya. Jadi kita akan bahas soal software-nya. Uusan sistem operasi dan aplikasi bawaan kedua laptop ini menggambalkan siapa target pemakainya. Soalnya Dana C40J ini udah dibekali Windows 11 Pro bawaan publik. Lisensi Velciplo ini kalau kalian beli sendiri harganya lumayan mengulas dompet karena dia punya fitur keamanan kayak enklipsi databit local dan kemampuan buat terhubung ke jalingan sistem kantor. Tapi yang perlu dicatat si Dobook ini enggak kasih bonus Microsoft Office. Jadi kalau semisal kalian kerjanya itu pakai Word atau Excel ya kalian harus beli license sendiri atau ya pakai alternatif yang gratisan [musik] lah. Sedangkan di Lenovo Idea Patch Lim 3 itu cuman pakai Windows 11 Home. Tapi tenang, buat pengguna umum atau mahasiswa, Lenovo itu biasanya ngasih bonus berupa lisensi permanen Microsoft Office Home and Student secara gratis. Jadi, begitu kalian beli laptopnya kalian tinggal login terus kalian bisa langsung pakai software-software-nya si Microsoft Office tanpa peluk keluar biaya lagi. Terus soal Galaxy kayak Lenovo ini dia punya sistem ADP atau accidental damage protection. Pada umumnya laptop B2C itu punya layanan yang lebih gampang. Soalnya kalau laptop B2B ini misalkan kalian dapat dari kantol terus laptopnya ada kendala, kalian perlu kontak divisi IT atau inventaris kalian. Baru deh nanti sama divisi tadi dituluskan ke bland masing-masing. Itu pun kalau divisi inventaris kantol kalian itu enggak lemot ya kerjanya. Jadi memang masih ada satu layer tambahan lagi buat klaim galansynya. Kecuali kalau kalian beli laptop B2B itu ke toko. Soal galan itu kembali ke kebijakan si toko tempat kalian beli laptopnya. Jadi kesimpulannya perbedaan antara laptop perusahaan B2B dengan laptop pengguna umum B2C itu dilentang harga Rp8 jutaan. Ya, balik lagi ke prioritas kalian. Kalau kebutuhan kalian adalah sebagai anak IT, network admin, atau tipe pengguna yang ngincal kebebasan jangka panjang dan preval slot RAM yang masih bisa di-upgrade, portland fisik langsung di body tanpa libet bawah dongel dan fitur keamanan ekstra dari Windows Pro. Maka dana book satelite Pro C40J ini adalah pilihan yang sangat rasional. Tapi konsekuensinya kalian harus siap dengan kompromi yang ada. Sedangkan kalau kalian kebutuhannya enggak muluk-muluk dan lebih milih performa prosesol yang lebih balu terus pengin yang langsung pakai tanpa libet, contoh Lenovo tadi bisa jadi pilihan kalian. Nah, soal halga pas aku syuting ini si laptop Dynook ini harganya sekitar R jutaan. Sedangkan si laptop ide patch limit 3 ini dia harganya di Rp8 jutaan, mepet Rp9 jutaan. Nah, kalau menurut kalian sendiri, kalian bakal lebih milih yang mana? Coba tulis di kolom komentar ya. Ya udah, segitu dulu aja. Aku Azula. Bye-bye.
