Jungkat

Laptop Core i3 tembus 10 Juta ?? Mending MacBook M2 ini !! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Hai Andika, Guys. Di sini kondisi perlaptopan sekarang itu lagi ambadul. Kemarin Pak dari [musik] kios komputer juga udah hed kalau misalkan Asus Cor 3 bakalan tembus di Rp10.400. Nah, kalau harga kulanya aja Rp10.400, mau dijual ke user berapa? Rp10.500, profit Rp100.000. Dan enggak mungkin ada yang beli harga segitu. Core i3. Dari sisi retail kulaannya udah enggak masuk akal. Apalagi dari sisi kita customer enggak masuk akal. Karena kalau kalian punya uang budget Rp10.400, nambah sedikit aja kalian udah bisa dapat MacBook M2. Yang per video ini saya buat harganya itu di R jutaan. [musik] Jadi selisihnya ya sekitar Rp3 juta lah sama Core i3. Tapi kalau ditanya mending core i3 [musik] seri U R10 juta atau MacBook M2 Rp3 juta. Kalian pilih mana? Yang jelas MacBook lah ya. Sebenarnya kalau buat yang udah tahu tentang peri-an, perlaptopan, kalian bisa skip video ini karena intinya video ini kayak mending MacBook lah selisih Rp3 juta dibandingkan Core i3 [musik] yang Rp10 juta. Tapi buat kalian yang mungkin belum paham kenapa harus MacBook, yuk kita bahas. Oke, buat perbandingan kalian bisa lihat langsung tabel berikut ini aja. Ini adalah tabel perbandingan antara Asus Vivobook core i3 Gen 13 sama MacBook RM2. Nah, kalau dari spesifikasi utama kalian lihat memang secara SSD Asus lebih unggul ya dengan 512 GB. Tapi di sektor lain MacBook lebih unggul kayak contohnya layarnya lebih bagus pakai retina display. Terus yang terpenting baterainya. Baterainya Asus ini diklaim dia 8 sampai 10 jam tapi re pemakaiannya paling 5 sampai 7 jam. Sedangkan MacBook RM2 diklaim MacBook itu 18 jam dan realnya kadang bisa 18 jam juga ya. Kalau kita lihat dari sisi storage-nya aja mungkin buat yang awam. Tapi kan storage-nya lebih gede, Bang, 51 gig apalagi kalau kena gen jutsunya sales ya. Wah, ini MacBook cuma 256 terus Asus 512. Wah, itu biasanya udah terpengaruh. Wah, benar juga ya. Staurus-nya lebih gede. Tapi ini beda ya, beda sistem bukan Windows. Ini Macos. Ibaratnya storage ini kayak kalian beli makan. Yang satu itu porsinya gede tapi rasanya B aja dan yang satu porsinya memang lebih kecil tapi rasanya enak. Jadi ini sebenarnya level yang berbeda. Enggak bisa dibandingkan kalau secara kompleks ya. Tapi karena harganya mirip-mirip makanya videonya saya buat karena memang beneran mending map ya. Storage itu memang salah satu yang penting juga, tapi itu bukan satu-satunya alasan kenapa kalian harus pilih Windows. Kalau enggak percaya, kita bahas dulu dari sisi performanya deh, ya. [musik] Di harga Rp10.400 itu harga kula distributor ya. Walaupun saya lihat di beberapa marketplace masih ada mungkin stok lama yang masih jual Rp9 juta, ada yang Rp10.100. Tapi stok-stok baru harusnya sih Rp10.400 ke atas. Nah, dengan harga Rp10.400 kalian dapatnya Intel Core i3 1315. [musik] U itu singkatan dari ultra loop power yang artinya dia memang enggak kencang karena dia ngejar efisiensi. Itu prosesor entry levelnya Intel karena kan i3, i5, i7. Kalau seleron bukan entry ya. Seleron itu ah enggak usah kita anggaplah. [menangis] Nah, kalau M2 itu memang didesain hemat daya tapi kencang dan fabrikasinya kecil banget dibandingkan Intel Core i3. Nih, kalian juga lihat di tabel perbandingannya di Geekbandch hampir di semua tes ya kayak Blender, pasmar, Sense bench-nya, terus efisiensi dayanya. Si MacBook itu rata-rata unggul dengan 55% lebih cepat di multicore dan 30% lebih cepat di single core dengan efisiensi daya yang lebih unggul. Sekarang pertanyaannya saya balik ke kalian. Dengan kalian selisih Rp3 juta, kalian bisa dapat performa yang lebih unggul dan baterai yang lebih awet. Selisihnya berapa jam tuh? Hampir 10 jam. Dengan ngeluarin uang Rp3 juta, dikit lagi ya sekitar 30% dari R10 juta. Kira-kira kalian bakal pilih yang mana? Itu tadi cuman dari performa dan juga baterai. Kalau saya breakdown lagi contohnya kayak layar. Layarnya MacBook ini walaupun 13 inch tapi resolusinya lebih gede dan dia punya istilah marketing itu retina display yang secara layar memang MacBook lebih terasa menyenangkan dilihat entah itu dibuat kerja ataupun dibuat editing. [musik] Belum lagi masalah build quality kalau kita ngomongin MacBook build quality-nya udah dapat premium ya. Ini F premiumnya dapat banget. Kalian bisa buktiin aja kalau misalkan kalian punya Asus Vubook, kalian pegang feel plastiknya di harga segitu terus kalian pegang lagi tuh MacBook. Wah, udah kerasa jauh bedanya. Belum lagi trackpad. Trackpadnya MacBook itu bisa saya bilang dia masih satu-satunya yang paling enak di industri per laptopan. Jujur saya belum nemuin trackpad Windows yang lebih enak dibandingkan MacBook ya. Secara feel ya, kalau secara fungsi sih udah banyak kayak contohnya Asusbook itu udah ada pet numeriknya. Terus ada kayak bullet yang bisa kita atur untuk display dan juga brightness-nya. Tapi kalau secara fungsional, trackpad MacBook menurut saya masih yang paling enak. Terus yang paling parah update keamanan sistem atau Windows Update atau MacOS update lah. Entah apa kalian bilangnya. Kalau di Windows Update itu yang paling ngeselin pas kita kerja tiba-tiba ada Windows Update. Nah, update-nya itu kadang bisa 2 atau 3 jam. Bahkan ada di film apa gitu saya lupa yang dia mau mau kayak meng-counter meteor tiba-tiba Windows-nya update. What's wrong? Seriously, updating Microsoft. Nah, itu kan bayangin kalau udah ada meteor datang, Windows update, wah bumi keburu hancur duluan. Tapi kalau macOS update-nya itu lebih sopan. Jadi kita dikasih tahu dulu ini update-nya apa aja nih? Ini ini, ini, ini. Dan update-nya tinggal klik aja beres. Jadi enggak auto update kayak Windows. Terus soal keamanan. Keamanan itu MacBook juga lebih tertutup dibandingkan Windows, tapi dia jatuhnya lebih aman. Memang minusnya kalau misalkan pakai MacBook, kalian enggak bisa kayak Windows yang Advance banget gitu karena memang dia sistemnya tertutup. Tapi kalau buat kerja jauh lebih aman. Terus yang terakhir ini yang mungkin jarang kalian pikirin ya. Ini adalah depresiasi atau nilai jual kembali. Bayangin kalau misalkan kalian beli i3 hari ini Rp10.400 terus kondisinya udah balik normal bakalan balik ke harga R sampai Rp6 juta. Apa kalian enggak mangkel ya istilahnya jengkel lah. Udah beli Rp10 juta harga barunya terus harga barunya balik lagi ke harga awal. R jutaan itu udah rugi separuh dulu. Tapi kalau MacBook misalkan kalian beli M2 R juta, kalian juual lagi 2 tahun lagi, harganya bakalan jatuh tetap tapi enggak sejatuh harga Windows. Ini sama kayak kasusnya di Android dan juga di iPhone. Tapi bukan berarti saya di-endorse sama Apple ya, ini logika aja sih. Dan MacBook juga bukan berarti dia superior, dia ada kekurangannya juga. Kayak contohnya kalau misalkan kalian beli M4 pun atau M4 Pro Max yang harganya mahal, tapi kalau kalian gamers ya enggak cocok karena Mac OS itu enggak support yang namanya Direx X. Itu kayak semacam fondasi di game Windows. Jadi kalau kalian gamers ya jangan beli MacBook. Karena kalau kalian buka Steam aja di sistemnya MacOS, gameennya itu bakal terbatas dan dikit banget jauh lebih kecil dibandingkan Steam di Windows. Kedua, di Indo kadang software-software developer lokal ya, kayak software akuntansi, pembukuan, terus kasir gitu kayak iPod itu jarang yang ada di macOS, adanya di Windows. Kayak kayak software pemerintahan juga biasanya supportnya di Windows bukan di MacOS. Nah, kalau kalian butuhnya aplikasi itu ya jangan dibeli Mac-nya karena percuma enggak kompatibel. Ketiga, RAM-nya MacBook itu gak bisa di-upgrade. Jadi kalau kalian beli yang 8 GB tapi yang M2 itu Rp3 juta harusnya 16 GB kok. Jadi kalau kalian beli 8 GB kalian mau upgrade enggak bisa. Kalian harus upgrade sama MacBook MacBook-nya. Kalau di Windows di harga segitu masih bukan LP jadi masih bisa upgrade RAP. Kelima, service center. Service centernya MacBook itu harus diakui ibox itu bukan service center ya. Dia cuma distributor aja. Jadi kalau ada apa-apa ibox pun bakalan ngirim ke Apple Store yang ada di Singapura. Jadi after sales paling busuk menurut saya after sales-nya Apple ya. Tapi kalau kalian beli Asus, Asus itu service pointnya di mana-mana. Lenovo ada ADP, [musik] XB ada ADP. Hampir semuah ya brand-brand Taiwan atau Cina laptopnya itu di Indonesia yang punya TKDN enggak lewat jalur Donald Trump ya, itu punya after sales yang bagus ketimbang produknya Apple. Jadi kalau misalkan ada apa-apa ya Apple-nya bakal tanggung jawab tapi bakalan dikirim ke Singapura dan itu butuh waktu yang lumayan lama juga. Jadi kesimpulannya kalau punya uang Rp10 juta, mending nabung lagi beli MacBook M2 atau langsung beli Asus Windows atau laptop apapun yang Windows Bang dengan harga Rp10.400. Ya, sebenarnya tergantung kebutuhan ya. Tapi kalau saya pribadi karena saya itu kerjaannya ngedit, kebanyakan kerja, jarang [musik] gaming, ya saya bakalan pilih MacBook. Tapi kalau kalian gamer, gamer casual sekalipun ya, karena kalau i3 itu kan ya buat game apa sih? Paling Dota terus juga Valoran itu aja kuatnya. Walaupun gamer casual aja menurut saya MacBook ini janganlah mending Windows kalau dibuat gaming. Terus kalau budget kalian emang mentok enggak bisa nambah ke Rp3 juta lagi ya mau enggak mau ya harus Windows. Terus apaagi? Storage. Storage-nya lebih gede. Kalau MacBook itu di harga segitu masih dapat yang 256 GB. Tapi kembali lagi kalau saya pribadi selisih Rp3 juta saya mending MacBook aja L karena saya kerjaan saya memang content creation terus saya dapat disality yang sebagus ini. Dan kalau misalkan saya pengin update ke M4 contohnya M2-nya ketika saya jual harganya bakalan masih resonable. Nah kalau Windows i3 Rp10.400 00 kondisi balik normal lagi kalian jual aja enggak mungkin bisa R5 juta karena harga barunya normalnya kan R sampai R juta. Nah, kalau udah balik normal kalian jual lagi paling mentok-mentok Rp3 juta berarti kalian udah rugi R juta. Nah, sekarang kalian coba pilih mana i3 Windows atau MacBook M2. Coba tulis di kolom komentar. Say Kudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.