Laptop Dengan Batre Seharian!!! - Vivobook S3407QA (YouTube Video)
laptop dengan prosesor Snapdragon ini udah makin ideal ya, kok bisa banyak banget sih SKU-nya. Kemarin kita udah review kan A407Q yang di mana itu adalah laptop dengan Snapdragon yang paling murah yang bisa kalian beli. Nah, dengan prosesor yang sama nih, SKU-nya yang sama, ada juga yang harganya Rp12 juta dan udah 100% sRGB. Tapi apakah itu laptop ideal di 2025 ini? [Musik] Buat yang suka nonton review Vivobook S14 series, entah di channel kita atau channel lain biasanya udah familiar sama hero model Vivobox S14 yang ada di pasaran sekarang. Sayangnya Vivobook yang ini tidak menggunakan hero model yang tersebut. Yang ini ya satu kelas di bawah lah. Nah, secara build quality sih kurang lebih sama. Bahannya ada yang terbuat dari metal, namun tidak seluruh surface-nya. Overall ini lebih tebal sedikit dari yang biasanya 1,4 cm menjadi 1,6 cm. Namun beratnya sekarang jadi lebih ringan sedikit sekitar 40 gr berkurangnya. Hingch dari laptopnya juga lumayan oke, bisa dibuka sampai 180 derajat hanya dengan satu tangan. Dan layarnya itu 14 inch juga yang kerennya sudah 2.5K dengan 100% sRGB. Namun kalau biasanya Asus ngasih laptopnya di harga segini udah OLED, ini masih IPS walaupun memang sudah 100% sRGB. Keyboard-nya kurang lebih punya layout yang sama dengan keyboard laptop Asus yang lain. Dan cantiknya di sini warna keyboard-nya itu sama dengan laptopnya. Sayangnya power button yang tergabung dengan keyboard ini tidak ada preventive akan shutdown-nya. Terus patch up, patch down, home, dan end juga masih tergabung dalam arrow. Cuman sekarang tidak dituliskan aja. Touchpad-nya cukup lebar. Udah ada smart gesture-nya juga di mana kita bisa ngatur brightness, volume, ataupun scrubbing video di pinggir-pinggir touchpad ini. Kalau buat konektivitasnya, di sebelah kanan hanya ada USB 3.2 gen one aja. Sementara di sebelah kiri itu ada 2 USB 4 yang bisa sampai 40 Git/s. Terus ada HDMI 2.1 juga, USB 3.2 gen one lagi, dan audio combo jack. USBC-nya masih ada dua di sini, biar masih ada port yang bisa dipakai apabila satu port lagi dipakai buat ngecas. Lalu buat spesifikasi, jadi laptop ini memakai Snapdragon X series yang paling bawah yang kemarin kita sempat bahas juga. Jadi ini adalah Snapdragon X yang paling basic ditambah dengan 16 gig RAM LPDDR 5X dan 51 gig SSD PCI Gen4 yang speed-nya udah kencang banget. Secara spesifikasi ini enggak terlalu jauh dengan Vivobook A14. Dan kalau misalnya kita lihat dari performanya ya kurang lebih sama-sama juga. Jadi performa Ceb 2024 itu termasuk high performing ya CPU-nya dibanding saingan-saingannya yang lain. Apalagi saingannya adalah prosesor Snapdragon X series juga yang biasanya ada di laptop yang lebih mahal. Ditambah ada Core Ultra 155H juga. Dan tapi entah kenapa di sini Snapdragon X yang ada di Asus itu lebih kencang dibanding Snapdragon X Plus yang adanya itu di Omnibook. Namun performa IGP-nya ini masih termasuk underdog dibanding kompetitornya, terutama dari Intel yang sekarang sudah pakai arc yang paling terbaru. Performa asli dari CPU ini juga memang SOS. Jadi di Premiier Pro aja renderingnya itu bisa sampai setengah jam lebih untuk video 10 menitan 4K doang. Jadi memang laptop ini bukan diperuntukkan untuk editing video yang berat. Dan kalau gaming juga gameennya itu Piky. Little Nightmares kita bisa dapat 50 FPS. Namun game macam Zenless Zone Zero aja cuma 25 fps dan bahkan game yang katanya playable di website Windows on Woa aja Dincom itu cuma dapat 30 fps konstan. Jadi pilihan game di sini sih sedikit banget kalau menurut gua. Kalau temperaturnya sih karena ini adalah laptop arm dan performanya juga enggak kencang-kencang banget. Seenggaknya stress test time spy bisa lolos lah hampir 100% dan suhu surface-nya aja mentok-mentok hanya di 36 derajat. Cocok kalau buat jadi laptop pelajar atau pekerja yang mau tahan seharian. Kalau ditanya pengalaman, ya laptop ini kurang lebih sama dengan Vivo Box A14 yang kemarin kita udah review. Hanya aja memang build quality-nya ini lebih bagus dan layarnya lebih cantik dengan nambah sekitar R,8 jutaan. Keyboard-nya lebih estetik dan feeling ngetiknya juga enak pula. Touchpad-nya juga ada, smart gesture-nya ini enak. Suara speakernya pun juga kurang lebih sama dengan Vivobook S14 yang lain. Di mana clarity-nya ini oke, bahkan di 100% volume sekalipun. Namun sayangnya tidak ada bass aja. Webcam-nya pun masih 2 megapel, tapi di sini sudah dilengkapi dengan Windows Hello dan juga ada privacy shutter. Dan karena ini adalah laptop dengan NPU, jadi ada Windows Studio Effect juga. Ditambah p-nya itu punya fitur ada cator dan image creator. Intinya ini adalah benefit untuk laptop yang punya NPU. Yang enak adalah batery life-nya. Dengan baterai 70 wat hour dan efisiency Windows Arm, laptop ini benar-benar tahan sampai 16 jam beneran. Gila, ini kita juga baru ngeh kalau ada laptop yang bisa tahan sampai segitu lamanya. Dengan catatan kita tes baterainya itu saat pakai full HD ya. Jadi kalau 2.5K-nya ya mungkin tidak akan selama itu. Chargernya pun adalah sebuah USB CPD 65 watt yang enteng juga buat dibawa ke mana-mana dan bisa dipakai ngecas smartphone atau gadget-gadget yang lain. Jadi di sini Asus itu membuat beberapa opsi SKU untuk Snapdragon X series yang paling bawah. Jadi kalau kalian mencari laptop dengan Snapdragon yang paling murah itu ada A107 yang kemarin kita udah review juga. Itu masih build quality-nya itu masih plastik dan juga masih belum 100% sRGB. Sementara kalau kalian mencari build quality-nya agak bagus, udah lebih slim and light dan juga dia layarnya udah lebih terang dan juga udah 100% sRGB, ini adalah pilihan yang lumayan bagus. Plusnya itu adalah ya balik lagi ini adalah laptop dengan Snapdragon yang alias ini Windows on Arm berarti batery life-nya itu cukup panjang dan juga untuk e beberapa aplikasi yang menggunakan NPU dia itu udah sampai 45 tops dan pastikan kalau aplikasi kalian itu memang kompatibel 100% dan nyaman digunakan di Windows on Arm karena walaupun Qualcom sudah klaim bahwa aplikasi yang ini udah kompatibel dengan eh Windows on arm, tapi ternyata di pengalaman kita itu tidak senyaman itu. Nah, tapi kalau kalian mau laptop yang lebih ideal dan kompatibilitasnya lebih oke, di X86 itu ada yang pertama Vivobook 14 itu pakai Ryzen 7 7730 dan juga 16 gig RAM 1 ter SSD. Layarnya udah OLED di harga 11 jutaan something hampir ke R juta. Nah, kalau kalian mau mencari laptop yang batery life-nya bagus ya, Snapdragon is the way. Tapi kalau kalian mau mencari laptop yang performa graphicsnya bagus, kedua laptop yang tadi gua sebutkan mungkin bisa jadi pertimbangan. Kira-kira gimana? Kalian mau coba Windows on Arm atau kalian mau stay aja di X86 yang kuno itu?
