Laptop Gaming "CROSSOVER"⁉️ - Advan Pixwar Touch (YouTube Video)
Harga laptop di mana-mana naik, Guys. Apalagi laptop gaming, gak usah ditanya. [musik] Jadi, enaknya kalau punya budget R jutaan gimana nih? Gak bisa main apa-apa di laptop. As, tenang. Advance punya produk yang cukup unik bernama Pix World Touch. [musik] Jadi sebenarnya makhluk apa Pix Series ini? Dibilang laptop gaming gak punya GPU diskrit, gak punya layar refresh rate tinggi, tapi dibilang notebook mainstream desainnya terlalu gaming. Ini ibarat mayoritas mobil MPV crossover zaman now yang secara fungsi masih MPV tapi dibikin lebih tinggi, bannya digedein, dikasih beberapa desain Q SUV, terus dijual sebagai SUV crossover. Tapi kami paham sih, meski secara hardware lebih mirip laptop mainstream atau Ultrabook yang ngandulin GPU on board, body inch yang lebih besar make sure bisa sustain performa lebih adem. Layar lebih luas, ada lighting biru keren meski enggak RGB. Keyboard lebih nyaman, punya dua slot SSD, dan overall lebih proper dipakai main game atau kerja berjam-jam ketimbang laptop desain tipis 14 inch. Lagian enggak kayak rata-rata laptop gaming entry level, build quality-nya oke loh. Punggung dan base-nya full aluminium. Membantung juga kan soal disipasi panas. Yang harus dibayar dari ukuran luas ini adalah bobotnya ya. Bobot hampir setara laptop gaming sejati. Pix Touch ada dua varian yaitu edisi normal macam yang kami pegang dan transformer edition seperti banyak laptop Advance lainnya. Satu unit picking kelucuan dari desain Pixwya pantat tapi Shohow tetap sulit dibuka satu tangan. Jujur aja Pixw bisa punya potensi mantap sebagai laptop enak editor atau DKV gitu ya. Enggak cuma buat gamer budget mepet tapi mereka memutuskan untuk ngasih layar IPS full HD yang hanya mendekati 70% sRGB dan malah ngasih layar touchsreen pada soft panel. Iya. Guys, ini bukan layar kaca. Hmm, sebuah keputusan unik. Berharap aja Advance bisa ngasih opsi layar 1% sRGB tanpa touchscreen. But, oke, siapa lagi pabrikan yang bikin laptop 15 inch di bawah R juta tapi udah touch screen lumayan jadi bisa elose-elose wifu kalian di layar. Oke, kelebihan laptop gaming crossover gini adalah konsumsi daya yang rendah memungkinkan performa maksimal dengan charger USBC 100 watt bahkan lebih kecil sekalipun. Cocok nih buat anak kuliahan nih yang gak pengin bawa-bawa charger gede pas lagi ngampus karena emang udah dibandling charger USBC. Hebatnya enggak cuma ada satu, tapi dua port USBC full function yang support charging dan output monitor juga. Jadi fleksibilitas maksimal di samping dua port USBA, HDMI 2.1, slot SD card full size, dan combo audio jack. Soal prosesor, udah sering lah ya kita bahas si AMD Ryzen 7 6800H atau rebrand-nya, yaitu Ryzen 7735HS. Didampingi dengan setia oleh Radeon 680M yang sampai saat ini masih solid untuk gaming casual settingan rata kiri. At least lebih cespleng dibanding opsi-opsi IGPU Intel di laptop 10 jutaan ke bawah. Enggak kalah penting, RAM onard-nya udah 16 gig LPD DR5. Enggak perlu nambah sih harusnya buat target audience laptop ini karena banyak yang mangkas RAM jadi 8 gig doang karena lagi mahal. Terus kalau SSD 512 gig bawaan belum cukup, ada satu slot M.2 NVMi kedua yang siap dipasangkan storage. Performa macam mana dibanding opsi-opsi core i5 atau Ryzen 5 yang umumnya ada di bracket harga Rp8 jutaan? Bisa dipastiin Ryzen 7 6800H lebih ngebut dengan 8 core full power. Enggak perlu diraguin lah ya, meski buat multitasking ringan sehari-hari dan ngedit-ngedit tipis. Despite gak punya GPU discrit, realistis aja kok kalau kalian mau pakai laptop ini buat ngedit video di Premiier Pro atau sekedar buka file blender. Seperti yang bisa kita lihat, IGPU keluaran tahun 2022 ini masih perkasa buat mainin game-game settingan rata kiri unggul ketimbang Iris Xi 96. Buktinya GTA 5 enhanced dan Steller Blade lancar di resolusi full HD settingan FSR3. Udah gitu, touch screen bisa lebih fleksibel dalam hal manajemen lini produksi kayak gini. Gimik sih, tapi asik kan? Disipasi panas oke karena ada sistem dual fan yang memadai. Meski pas di bagian tengah keyboard bisa tembus 40 derajat. Sisanya adem, terutama bagian WASD. [musik] Buangnya ke belakang tanpa dihalangi pula sehingga airflow enggak terganggu. So far gua pakai main game berjam-jam enak-enak aja, enggak floatling macam laptop-laptop tipis yang pakai APU sejenis. Selain lampu biru keren yang ada di exhaust, keyboard-nya punya backlit putih dua tingkat. Keyboard full size ini actually nyaman, luas, termasuk tombol panah full size meski touchpad dan kualitas speaker standar. Daya tahan baterai sih oke, ada di sekitar 10 jam usage ringan. Panjang kok buat laptop 15 inch yang pakai prosesor seri H. Saat ini Pix World Touch enggak ada saingan yang wujudnya sama persis. Di saat kenaikan harga RAM dan storage bikin laptop gaming entry level berisi RTX 2050 atau 3050 pun tembus harga Rp2 jutaan, inilah pilihan laptop baru yang paling bisa diajak main game. Ditanya alternatif, paling di harga segini yang bisa ngasih chipset mirip-mirip ada Advance WPL dan Axio Hype R. Lebih enak sih ukuran 14 inch tapi tampilannya enggak sekeren dan segaming Pix Touch. Ini laptop kalau diajak nongkrong kelihatan lebih wah aja gitu. Pasti ditanya merek apa dan sekilas dari belakang gak ada yang nyangka kalau ini laptop Advance. [musik] Kalau menurut kalian sendiri gimana? Punya budget Rp8 juta apa mending beli laptop bekas aja? Please menang mending di komentar. Gue Mike. Sampai jumpa di next
