Laptop Gaming OLED Paling GOOD DEAL? - Legion 5i 2025 (Core i7 HX + RTX 5060) (YouTube Video)
Gimana kalau gua bilang ada laptop gaming yang desainnya keren, gak terlalu tebal, gak terlalu berat juga, build quality-nya solid, CPU GPU-nya kencang, upgradable pula dan layarnya OLED. Tapi harganya enggak nyampai R30 juta. [Musik] Legion 5i Series atau yang sekarang Legion 5 aja. Sejak beberapa tahun terakhir adalah salah satu laptop gaming kelas 20 jutaan yang paling sukses di pasaran. Kami juga sering puji-puji desainnya yang simpel, tegas, namun di waktu yang bersamaan itu sangat oke dari segi durabilitas. Build quality-nya itu juga oke. Kita lihat dari Loki series aja udah mantap, apalagi Legion yang punggung serta frame keyboard-nya udah serba metal. Build-nya terasa kayak pad gitu, enggak gampang rusak sekaligus hingch-nya mudah dibuka tutup satu tangan. Legion 5 yang generasi ini juga sudah lebih ramping dari Legion 5 generasi sebelumnya dengan tebal 2 centti aja plus berat sedikit di bawah 2 kilo. Dengan berat segini ya buat kita masih enggak masalah lah buat bawa laptopnya ke CFE atau tempat kerja manapun. Desainnya juga kalem. Jadi saat dibuka di publik atau di CFE enggak kelihatan kalau ini adalah sebuah laptop gaming. Malah model laptop ini lebih condong kayak laptop kerja ketimbang laptop buat main game. Nah, untuk sekarang Legion 5 yang SKU ini adalah salah satu laptop gaming full power dengan layar OLED 15 inch termurah yang ada di dunia. Bukan sebarang layar OLED juga. Banyak laptop creator yang punya layar OLED 2K ke atas dengan refresh rate 90 atau 120 Hz. Tapi yang ini no compromis sampai 165 Hz dengan pure Side OLED gaming QHD Plus 16 bing 10 seperti rata-rata laptop gaming IPS R jutaan pada umumnya. Tentu layarnya udah lebih dari 100% as RGB, 100% DCI IP3 juga dan udah Vesa True Black 600 yang kontrasnya amat tinggi. Walaupun sayangnya karena layar OLED itu glossy, jadi kalau dibuka di tempat terang itu benar-benar reflektif banget. Jadi kayak ngaca. Bagian percolokan juga cukup lengkap. Di bagian kanan ada audio combo jack, 2 USB 3.1 genen 1 type A yang jaraknya agak jauh dan webcam shutter button. Sementara di sebelah kiri ada RJ45, USB 3.2 Gen 2 yang support PDDP, Thunderbolt 4 yang support DP juga. Dan percolokan ini juga lebih clean karena charging port dan HDMI dipindah ke bagian belakang yang membuat kalau dicolokin ke layar juga akan lebih bersih. Dengan body yang lebih tipis dari sebelumnya bukan berarti Lenovo ngorbanin kombinasi CPU dan GPU dengan daya relatif rata kanan. Pertama ada Intel Core i7 14700HX yang hingga kini masih nampol banget sebagai prosesor laptop gaming 20 core 28 SR kelas 55 wat TDP. Walaupun CPU ini tidak mempunyai NPU karena ya rata-rata gamer dan creator lebih menentingin raw power lah baik single core ataupun multi core. Ditemenin juga dengan RTX 5060 115 Wation 5i terbaru ini dijamin bisa ngasih performa solid sebagai laptop gaming 20 jutaan per video ini dibuat. RAM bawaan juga bukan 16 gig atau 32 gig, tetapi dikasih 2 * 12 gig DDR5 yang seharusnya sekarang udah jadi standar minimum PC gaming. Ada pula dua slot SSD NVMI Gen 4 yang satunya udah diisi 512 gig. Agak sayang sih laptop gaming harga segini tapi SSD-nya cuma 512. Tapi no worries karena ini masih bisa diganti. Walaupun Lenovo di sini ngasih SSD yang berdimensi 2242, tapi kita masih bisa upgrade ke SSD yang dimensinya 2280 yang di mana itu lebih umum. Sebagai prosesor 20 core yang delapan di antaranya adalah PCORE. Sudah jelas performanya itu enggak kaleng-kaleng dan cocok sebagai desktop replacement. Apalagi performanya konsisten berkat cooling yang segera kita bahas. Untuk multitasking dan mainin game intensif CPU dijamin ini enggak botol neck. Bedanya jauh ya kalau kalian bandingin dengan Core i7 seri H doang. Bahkan prosesor ini juga lebih kencang dari Core Ultra 9 285H yang biasanya ada di laptop gaming yang tipis enteng. Nah, kalau RTX 5060-nya secara paper punya performa yang sudah menyusul RTX 4070 100 wat bahkan udah melewati RTX 4060 dengan TDP sampai 140 wat. Di mana ini membuktikan bahwa RTX 50 series mempunyai performance per watt yang lebih tinggi karena bandwidth yang double di GDDR7. Namun secara raw power kalau sebelumnya mau upgrade dari RTX 4060 ya bedanya enggak terlalu signifikan. Terlebih RTX 40 series pun saat ini udah support dengan transformer upscaling di LSS4 juga. Hanya aja RTX 50 series itu mempunyai multiframe generation yang ada di beberapa game triple A. Di game-game macam Spider-Man 2 atau Hogws Legacy, kita bisa dapetin FPS sampai 100-an. Begitupun di Cyberpunk 207 bisa ratusan juga asalkan multiframe generation-nya itu dinyalakan. Sedikit notes aja buat kalian. Multifame generation itu adalah AI generated frame yang ada dari Nvidia. Jadi sebenarnya ini bukan frame asli. Kalau misalnya kalian mau main game dengan nyaman dengan MFG ini ya untuk sekarang kadang-kadang masih suka ada error lah. Kalau game yang enggak ada MFG-nya kita enggak mendapatkan FPS semewah itu ya. Karena memang game-nya itu sendiri sudah menggunakan P tracing yang termasuk berat. Di Adobe Premiere Pro, rendering time-nya juga lumayan cepat dibandingkan dengan RTX 4070 ataupun 4060 sekalipun. Membuktikan bahwa RTX 5060 ini punya peningkatan yang cukup signifikan di aplikasi kreatif. Tentunya laptopnya juga udah bisa ngerjain aplikasi 3D, namun mungkin yang enggak terlalu profesional. Dari segi cooling, kita dapat Legion cold front hyper yang sudah di-update dengan separasi aliran udara dingin dan panas yang terpisah bersama sejumlah 3D heat pipe dan dua kipas yang besar. memungkinkan cooling efektif itu hanya dengan dua exhaust sport besar yang ada di belakang. Dalam putaran RPM yang sama, cold front hyper bisa lebih senyap dibanding cold front sebelumnya yang punya ventilasi samping. Suhu surface-nya sih lumayan terjaga di bagian WAD-nya, namun di bagian tengah itu lumayan panas. Di dalam pun minim sama resiko throtling. CPU-nya kita lihat nyaman hanya sekali spike di 105 derajat walaupun stabilnya di 75 sampai 80 derajat celcius. Sementara GPU-nya itu stabil di 80 sampai 86 derajat Celcius. Di luar update layar, cooling, dan juga hardware, ada beberapa improvement lain yang misalnya AI chip LA1 yang mengenable software Lenovo AI Engine Plus itu gunanya adalah buat bantu optimisasi frame rate dan performa aplikasi yang bisa diotak-atik di Legion Space. Keyboard Lenovo True Strike juga salah satu fitur kece lain dari Legion Series. Jujur aja ini ngetacknya enak banget. Keyit travelnya dalam, empuk, plus key cap-nya bisa dibongkar pasang. Udah gitu, sekarang backlit RGB-nya itu punya 24 zona pula. Jadi lebih smooth animasi RGB-nya pas lagi pengin pasang vipe warna-warni. Speakernya yang sekarang enggak berubah, stereo, standar, dan berlebel Harman. Dan yang paling penting adalah baterainya itu gede 80 watt hour di harga segini dengan fitur rapid charge serta juga bisa charging via USBC up to 100 watt. Jadi, pas dipakai ngantor atau kuliah enggak perlu bawa adapter gede 245 bawaannya. Nah, walaupun begitu nih entah kenapa laptopnya ini enggak support dengan charger PD 65 watt. Jadi, pastiin kalau adapter kalian memang pure 100 wat. Dan gua ingetin sekali lagi, yang support USB PD hanya yang 10 GB/ aja. Sementara yang standard bolt 4 itu enggak support charging. Ya, ada tulisannya sih ada USB PD yang support. Untuk kualitas webcam-nya gua cukup senang dengan resolusinya. Dia udah 3,7 megapel alias ini 2K. saturasinya juga oke asalkan objeknya terang paling juga hanya kelihatan noise di beberapa objek yang e gambar itu cukup gelap tapi overall ini okelah cuman dia itu karena ini prosesornya belum support dengan NPU alias belum ada NPU-nya jadinya tidak ada Windows Studio Effect tapi ya who cares lah gua juga enggak terlalu peduli-peduli banget sih ada NPU-nya juga sebenarnya gua cukup kaget kalau ternyata Lenovo itu bisa bikin sebuah laptop gaming dengan RTX RX50 series yang harganya cukup worth it laptop gaming pakai RTX 50 itu lagi mahal-mahalnya gitu. Nah, apalagi kalau misalnya kita mengingat ini adalah sebuah laptop gaming dengan layar OLED yang di mana juta lagi itu dapat Legion Pro 5i yang udah pakai Core Ultra 7 255. Cuman ya ini agak lebih berat dan lebih tebal sedikit aja. Tapi gak lupa juga kalau Lenovo itu udah ngasih accidental damage protection dan juga Legend Ultimate support yang sampai 3 tahun. Enggak 2 tahun ya, 3 tahun ya. Kalau menurut kita sih sebenarnya ini udah good deal banget di harga Rp jutaan. Tapi kita serahin lagi ke kalian. Menurut kalian apakah ini worth it harganya atau ada yang lebih baik?
