Laptop Gaming Pakai AMD 3D V-Cache Bisa Sekenceng Ini?! Review ASUS ROG Strix G16 (G614FR) (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming super kencang yang pertama kali pakaior dengan teknologi 3D V Cash yang resmi di Indonesia ya karena prosesor pakai AMD Ryzen 9 995 HX3D. Jadi jelas super kencang buat gaming. Disk GPU-nya juga pakai yang sama kencangnya. Dia pakai Nvidia RTX 5070 Ti laptop GPU. RAM-nya langsung 32 GB dual channel. Storage langsung 1 TB. Layarnya pakai Nebula Display resolusi 2,5K 240 Hz dan sudah langsung 100% DC IP3 dan su permukaannya pas dipakai buat ng game bisa adem banget ya. Ini adalah Asus ROG Strix G16 2025 versi AMD. Oke, kalau yang belum tahu apa itu teknologi 3D Vcasch? Ini teknologi yang ada di prosesornya ya. Nah, kita bahas singat terlebih dahulu ya. Singkatnya, teknologi 3DV Cash adalah teknologi dari prosesor AMD yang melakukan stacking atau menumpuk memori di atas core prosesornya. Nah, memori ini digunakan sebagai L3 cash memory dari prosesornya. Nah, kalau 3D V Cash yang generasi pertama memorinya ditumpuk di atas prosesor. Kalau yang di Ryzen 9995 HX3D ini sudah pakai 3D V casage generasi kedua yang ditumpuk di bawah di prosesornya. Dibandingkan dengan generasi pertama, desain generasi kedua ini mampu memberikan kemampuan pembuangan panas yang lebih baik. Nah, efeknya apa? Nah, di prosesor tipe ini L3 cas-nya itu jadi besar sekali. Dan karena L3 cas-nya besar, jadi banyak data yang tidak perlu dilempar ke RAM. Ya, RAM itu lebih jauh daripada L3 Cash dan memang laten yang diberlukan untuk mengirim dan menerima data dari prosesor ke RAM itu akan jauh lebih tinggi kalau dibandingkan kalau prosesor itu ngirim datanya ke cash memory yang memang langsung ada di dalam prosesornya. Tapi harusnya ini gak cuma buat game doang loh. Banyak aplikasi yang memanfaatkan L3 CAS ini juga. Jadi harusnya ya harusnya semua aplikasi juga terbantu sih, cuman masalah berapa persen terbantunya ya. Nah, udah penasaran bakal sekencang apa laptop yang satu ini jadinya ya? Oke, langsung aja kita mulai masasangan laptop ini dari spesifikasi utamanya dulu. Untuk prosesor seperti bahas tadi dia pakai AMD Ryzen 9 995 HX3D. Code name-nya adalah Fire Range. Arsitekturnya adalah Zen 5. Dia punya total 16 skore 32 trad. Maksimum boost clock-nya up to 5,4 GHz. Dan seperti yang dijelaskan tadi karena yang satu ini sudah pakai teknologi 3D V Cash, kapasitas memori L3 cash-nya itu udah bukan belasan atau puluhan MB lagi. Ini udah mencapai 128 MB. Besar sekali. Lalu untuk grafik grafiknya pakai AMD Radion 610M. ini punya total dua grafic skore. Untuk RAM yang terpasang adalah 32 GB DDR5 5600 dual channel. Dia menggunakan RAM sodim ya. Jadi kalau misalnya RAM-nya kurang, kita masih bisa upgrade dengan mengganti RAM yang sudah terpasang. Menurut Asus dia bisa diupgrade sampai dengan 64 GB. Untuk stornya dia pakai 1 TB SSD M2 PCI Gen 4. Dan masih ada satu slot M22 lagi di sini. Jadi kalau butuh upgrade enggak perlu ganti SSD yang udah terpasang. Untuk disk GP-nya pakai Nvida GeForce RTX 5070 Ti laptop GPU. Arsornya blackwell yang terbaru ya. Total dia punya 5.888 kuda CE. Kapasitas wiram-nya ada di 12 GB GDDR 7 dan langsung 192 bit. Maksimum TGP-nya up to 140 watt. Dilengkapi dengan ray tracing core generasi keempat dan tensor core generasi keelima. Tentunya sudah support resizable bar juga. Nah, dalam software Atmore Crate kita bisa mengubah mode GPU dengan empat opsi di sini. Ada ultimate, standar, ecomode, dan optimized. Nah, lalu untuk kontivitas wireless-nya dia pakai Mediatek MT7922. Ini udah support WiFi 6ei dan bluetoothnya versi 5.3. Sementara untuk baterainya, wah ini enggak kecil, 90 wat hour. Sistem operasinya dia pakai Windows 11 Home. Oke, untuk body form factornya adalah clamp cell atau laptop classic ya. Materialnya untuk cover atasnya itu menggunakan material logam. Sedangkan untuk cover bawah dan cover area keyboard itu pakai bahan polikarbonat. Secara desain, laptop saat ini masih mirip dengan ROG Strix G16 yang belum lama kita review. Desainnya simpel dan elegan khas ROG. Tapi memang untuk yang satu ini belum menggunakan tooless desain untuk cover bawahnya ya. Jadi kita masih butuh obeng untuk membuka covernya. Nah, di area palmr terdapat garis diagonal yang membelah dua area keyboard-nya dengan teks logo ROG. Di area ini seperti biasa di area cover atas juga terdapat garis diagonal dan logo ROJ yang besar. Untuk warna ini namanya adalah eclipse greu-abu tua lah di sini ya. Dimensinya panjang 35,4 cm, lebar 26,4 cm dengan ketebalan area tertipisnya di 2,26 cm dan paling tebal di 3,04 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 2,33 kg. Chargernya 616 gr. Total bobotnya kalau dibawa-bawa jadi 2,95 kg. Oke, untuk display seperti biasa laptop gaming ROG Strick menggunakan layar ROG Nebula Display. Panelnya ini pakai yang katanya namanya IPS level dengan ukuran 16 inci. Resolusinya Wy XGA atau lebih tepatnya di 2560 * 1600 piksel. Jadi, aspek rasionya 16 b. refresh-nya 240 Hz dengan respon time di 3 m dan tentunya sudah support fitur Nvidia GS. Jadi jelas kalau mau dipakai buat gaming ini udah mantap banget. Menurut Asus peak brightness-nya ada di 500 dengan color gamut di 100% di CP3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat citaran maksimumnya ada di 535 nit lebih tinggi ya ternyata ya. Gambut coverage di 98,5% di CP3 dan gambut volume di 105,3% di CP3. Jadi jelas mau dipakai buat content creation bisa juga kalau misalnya butuh color space sRGB nih. Nah, kita bisa ubah profil warna layar melalui software Armory Crate. Optinya di sini ada di CP3, Display P3, sRGB, dan Vivit. Nah, yang satu ini adalah mode default-nya ya, Vivit ini ya. Nah, saat kita tes di mode sRGB, hasilnya gambut coverage ada di 98,8% sRGB dan gambut volume di 102,2% sRGB. Nah, jadi tinggal disesuaikan aja butuhnya yang mana color gamut-nya. Layar ini juga sudah panton validated ya, jadi cocok buat content creation. Mau dipakai berlama-lama juga nyaman karena sudah ada sertifikasi low blue light dari Tuv Rinland. Bingkai layar sisi kanan kiri juga tergolong tipis ya ini ya. Nah, untuk bingkai atas memang terlihat sedikit tebal karena ada notch dan kamera di area itu. Untuk kameranya ini resolusinya 1080p 30 fps. Tapi sayangnya memang belum mendukung fitur Windows Studio Effect karena memang prosesornya belum dilengkapi dengan NPU dan sayangnya juga kameranya belum dilengkapi dengan infrared. Tidak seperti G16 yang sudah pernah kita review. Mikrofon ada di sisi kanan dan kiri webcam dan sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Untuk kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lanjut ke uji mikrofonnya. Di sini kita uji kemampuan noise cancelling dari laptop ROG Stream G16 yang satu ini. Nah, saat ini laptop sedang berjalan di kipas mode full speed. Jadi, bagaimana? Apakah suara saya masih terdengar dengan cukup jelas? Oke, jadi seperti inilah hasil pengujian kamera dari laptop ROG Strick G16. Oh iya, pengujian kamera ini kami menggunakan Lightning Studio yang memadai. Jadi menurut kalian bagaimana kualitas hasil perekaman dari videonya? Oke, untuk sistem audionya menggunakan konfigurasi dua buah speaker dengan smart amplifier technology. Terdapat software Dolby Access untuk mengatur profil audio dan equalizer. Untuk speakernya ini mirip dengan Strix G16 yang kemarin ya. Masih terasa kurang lantang di telinga kami untuk sebuah laptop gaming di kelas harga segini. Meski demikian, kualitas suaranya bisa dibilang bagus dan rapi. Separasi oke, detail juga cukup jelas, bass juga udah terasa walaupun belum yang menggelegar luar biasa. Jadi sudah bagus cuma kurang kencang aja. Nah, lalu untuk konektornya di kiri ada DC, ada satu Ethernet port, 1 HDMI 2.1, ada dua USB 4 type C, ada satu audio jack combo 3,5 mm, dan di sebelah kanan ada dua USB 3.2 Gen 2 type E yang 10 GBPs. Untuk keyboard-nya, laptop ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout yang khas ROG banget. Sama seperti Strick G16 kemarin, keyboard-nya juga tidak dilengkapi dengan 6 pad. Tombolnya terasa solid dan cukup soft saat digunakan untuk mengetik ya. Di bagian atas itu terdapat lima tombol makro untuk akses cepat ke volume, mute mikrofon, mode performa, dan software armory crate. Kelima fungsi tombol itu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan penggunanya melalui software Armory Crate. Nah, tombol anak panahnya ini punya ukuran yang besar dan menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end. Tentunya keyboard ini juga bisa dilengkapi dengan backlit per RGB yang model lighting-nya dan tingkat kecerahannya dapat diatur melalui software Armory Crade juga. Nah, untuk touchpad ini ukurannya 15* 9,9 cm dan cenderung center to body ya. Jadi agak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Touchpad ini tidak memiliki tombol khusus untuk klik kiri dan kanan, tapi yang penting dia sudah menggunakan Windows Pression touchpad yang mendukung berbagai gesture dari Windows. Nah, untuk sistem pendinginnya ROG Strix G16 versi AMD ini menggunakan sistem pendingin yang menggabungkan berbagai teknologi dari ROG. Pertama ada Trient Technology dan seperti namanya ini adalah sistem pendingin aktif dengan tiga buah kipas. Ini untuk menjamin sirkulasi udara maksimal ke area komponen internal laptop. Kemudian ada tujuh buah heat pipe yang berfungsi untuk mengalirkan panas dari berbagai komponen internal seperti CPU, GPU, VRM, dan VRAM untuk dibuang melalui heatsink. Hatsingnya juga punya total hingga 374 sirip untuk maksimalkan pembuangan udara panas agar laptopnya bisa tetap bekerja dengan optimal dalam waktu yang lama. Nah, untuk thermal compound Asus ROG menggunakan extreme liquid metal conduct out dari thermal Grizzly yang mampu meningkatkan penyaluran panas dari komponen CPU dan GPU ke heat sink dan heat pipe. Di area intake juga terdapat dust filter ya untuk menyaring dan mengurangi debu yang masuk ke dalam area komponen dalam laptop. intake udara dari bawah dengan lubang pembuangan udaranya ke arah belakang dan samping kanan kiri. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Di sini ada menu pengaturan profil performa pada software Armory Crate dan opsinya adalah Windows, Silent, Performance, Turbo, dan terakhir adalah custom atau manual. Mode performance juga dapat kita ubah dengan cepat menggunakan tombol M4 atau makro 4. Sekarang kita langsung lihat aja konsistensi performanya dengan Ceb R23 stability test. Untuk skor maksimalnya di mode performance itu mencapai 36.035 poin. Di mode turbo 39.394 poin. Nah, kita tes juga di mode custom dengan menggeser seluruh limit ke paling kanan dan kecepatan kipasnya kita pasang ke maksimal aja. Di mode ini skuad tertinggi bisa mencapai 41.345 poin. Sementara skor bisa dipertahankan di mode performance kisaran 34.000an poin. Di mode turbo 38.000-an ribuan poin dan kalau di mode custom itu ada di kisaran 38 sampai 39.000-an poin. Nah, untuk SUCP-nya dia bisa bertahan di 95 derajat Celcius selama 10 menit awal, tapi kemudian turun dan bisa bertahan di bawah 90 derajat Celcius. Jadi, ya aman-aman aja sih harusnya. Oke, langsung aja kita lihat kemampuannya kalau kita jalankan Blender 4.5. Ini kita pakai barber shop scene ya. Untuk CPU render selesai dalam waktu 10 menit. Ini udah kencang sih sebetulnya. Lalu untuk GPU renderer dengan kuda sesai dalam waktu 2 menit 1 detik. Nah, untuk suerja pada saat menggunakan GPU render suhu CPU itu ada di kesaran 52 sampai 65 derajat Celcius saja enggak tinggi. Dan GPU itu bahkan ada di bawah 61 derajat celcius. Lanjut untuk Adobe Premier Prosisi 2025 ini pakai video yang durasinya 2 menit 7 detik seperti biasanya. Untuk 4K60 video exporting software only 4 menit 11 detik. Kalau pakai GPU acceleration sudah langsung 54 detik. Ingat ini yang 4K60 bukan yang full HD ya. Ini 4K60 udah sekencang ini. Nah, kalau kita pakai yang 1080p 60 fps software only aja udah tinggal 47 detik kalau pakai GPU Acceleration jadi tinggal 16 detik saja. Super super kencang. Untuk suhu kerjanya pesan melakukan 4K60 video exporting. SU CP ada di kesaran 70 sampai 80 derajat celcius. Sementara GPU ada di bawah 60 derajat celcius. Aman banget, enggak ada masalah. Kita beralih ke Davinci Resolve 19.1. SAT ini software videoing kelas profesional, tapi ini kita pakai versi gratisnya. Kita pakai video dengan durasi yang sama ya, 2 menit 7 detik. Untuk 4K video exporting butuh waktu 1 menit 42 detik. Ini kencang banget sih untuk Davinci ya. Lalu untuk yang full HD video exporting butuh waktu 25 detik saja. Nah, suhu kerja ya pada saat melakukan 4K60 video export suhu CPU itu ada kisaran 80 sampai 90 derajat celcius. Sementara GPU ada di bawah 65 derajat celcius. Masih aman juga. Nah, langsung aja kita lihat sekarang 3D Mark graphic skornya. Untuk Firestrike dari X11 kita dapat di 47.349 poin. Sementara spy dari S12 ada di 18.373 poin. S kerjanya pada saat melakukan time spy stress test GPU itu terlihat ada di bawah 80 derajat celcius. Aman banget berarti ya. Langsung aja kita sekarang lihat kemampuan gamingnya seperti apa. [musik] Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. saat-saat menjalankan Assassin's Creed Mirage selama setengah jam di mode custom dengan semua pengaturan kita mentokin ke kanan SUCP terak agak tinggi ya di kisaran 90 sampai 95 derajat Celcius dan SU GP-nya ada kisaran 73 sampai 76 derajat celcius. Tapi tenang, enggak perlu khawatir karena kalau mode performanya kita ubah ke turbo, nah SU CPU jadi ada di kisaran 88 sampai 90 derajat celcius. Kalau mau lebih adem lagi, kita bisa pakai mode performance karena suhunya hanya ada kisaran 79 sampai 80 derajat celcius. Jadi aman ya, tinggal sesuaikan mode performanya aja. Toh saat kita jalankan di mode turbo atau performance tetap kencang juga. Sekarang kita lihat SU permukaannya pada saat menjalankan Assassin's Creed Mira selama setengah jam. Nah, walaupun SU CP-nya tadi terlihat agak tinggi, seluruh area permukaan keyboard bisa dijaga suhunya di bawah 40 derajat Celcius. Titik terpanas ada di area atas keyboard dekat tombol makro 5 yang mencapai 52 derajat celcius. Nah, untuk tombol function f1 sampai f12 suhunya ada kisaran 38 sampai 42 derajat celcius. Sedangkan seluruh permukaan keyboard lainnya suhunya itu bisa dijaga di kisaran 30 sampai 38 derajat celcius. Kalau pamres ya amanlah ya. Ini bahkan di bawah 30 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 7.274 274 MB/ dan tulis di 6106 MB/s. Ini termasuk SSD yang sangat kencang. Rid-nya bisa lebih dari 7.000 dan ride-nya bisa lebih dari 6.000. Ini cocoklah buat laptop gaming dengan performa yang kencang seperti ini. Sangat mendukung sekali baik buat gaming maupun ya untuk content creation ya. Kita lanjut untuk daya tahan baterainya. Untuk pengujian ini kita set brightness di 150 dan volume di 25%. Mode performa kita ubah ke silent tapi refresh rate-nya di default aja 240 Hz. Hasilnya saat kita pakai untuk local video playback resolusi 1080p, baterai habis setelah 6 jam pas. Ini hasil yang sangat-sangat wajar untuk sebuah laptop gaming dengan performa yang super super kencang seperti ini. Lanjut untuk charging testnya. Setengah jam baterai terisi di 65%. Untuk dari kosong sampai penuh baterai 90 wat hour ini hanya butuh waktu 1 jam 35 menit. Pengisiannya ini sih kencang ya, apalagi kalau kita cek di 1 jam saja sebetulnya udah terisi 95%. Oke, untuk harganya laptop monster yang satu ini ada di Rp42.999.000 dan ini sudah termasuk dapat ROG backpack, ROG Impact gaming mouse, adapter listrik USB type C 100 wat ya, dapat dua adapter jadinya ya. Lalu ada gratis berlangganan PC Game Pass selama 3 bulan dan dapat juga tentunya Microsoft Office Home 2024. Untuk garansi dapat garansi resmi Asus ROG Indonesia selama 2 tahun yang bisa diklaim di seluruh dunia plus ada Asus VIP perfect di tahun pertama. Nah, Asus VIP perfect warranty ini mencakup seluruh kerusakan termasuk kelalaian pengguna dan ini ditanggung 100% oleh Asus dan bisa diklaim satu kali ya dengan catatan bahwa klaim ini harus dilakukan di dalam negeri atau di Indonesia. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan ya. Kalau butuhnya laptop tipis dan ringan, tentunya yang satu ini bukan pilihannya ya. Kalau yang butuh tipis, ringan, tapi punya disk GP yang kencang, mungkin yang harusnya dilirik adalah lini Zevirus. Tapi jelas performanya enggak semonster ini. Kalau enggak butuh diskrit GPU bisa lirik ROG Flo Z13. Yang jelas lebih cocok untuk mobile karena di tablet gaming tapi performanya tetap tinggi juga. Lanjut untuk speaker. Nah, untuk kelas harga ini kita merasa bahwa speakernya terasa biasa aja. Bagus sih, detailnya oke, tapi kurang lantang aja di telinga kami. Kalau harganya di Rp20 juta sih kami bilang ya udah lumayan oke sebetulnya. Kemudian untuk laptop ukuran 16 inci yang satu ini masih belum punya tombol pad khusus dan yang terakhir dia belum punya sistem keamanan biometrik. Nah, dari segi menariknya pertama jelas ya dari segi performa yang satu ini beneran super kencang. Dia punya 16 skore 32 tradesornya. Ini cocok banget buat multitasking. Mau dipakai gaming juga kencang banget karena ada teknologi 3D V cas-nya tadi. Bahkan tadi buat content creation juga kencang terlihat ya. Kebantu banget ya. Nah, dikombinasikan dengan disk GPU RTX 5070 Ti. Jadi makin mantap lagi buat main game maupun content creation. Nah, walaupun buat jejak gaming berat, suhu permukaannya juga tetap mampu dijaga di batas yang nyaman. Kalau CPU dan GPU tinggi juga enggak masalah karena kita bisa ngatur performanya dan limit yang lengkap juga ya pilihannya ya di dalam armory Cate-nya. RAM udah lega langsung dua channel langsung siap pakai. Layarnya ini IPS 100% DC IP3 240 Hz. Ini mantap buat gaming maupun content creation. Kita bisa pilih pula ya profile-nya mau yang mana ya. Lalu konektor juga melimpah. USB 4 juga udah ada. Udah support WiFi 6E. Bluetooth versi 5.3 juga. Garansinya juga garansi global. Jadi bisa diklaim di seluruh dunia selama ada service center resmi Asus dan dia dilengkapi dengan Asus VIP perfect warantiny di tahun pertama. Nah, jadi pertanyaannya Asus ROG Strix G16 yang satu ini cocoknya buat siapa? Buat yang nyari laptop super kencang dengan performa yang mirip banget dengan PC desktop. Ini dia pilihannya ya. Mau dipakai buat gaming sampai 4K juga enggak ada masalah. Mau buat content creation, editing video sampai 3D modeling dan rendering, ini sih kencang parah ya. Buat programming atau mau digunakan untuk pekerjaan yang butuh AI, ini CPU dan GPU-nya juga kencang banget. Pastikan aja bahwa memang software yang digunakan itu sudah sesuai dengan spek laptopnya. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop gaming kelas atas dengan performa kelas desktop, rasanya Asus Rogrix G16 yang tipe satu ini layak banget untuk dipertimbangkan. Saya Irfan Jaka Tip TV.
