Jungkat

Laptop Gaming Paling Mewah, Paling Premium dan Paling Kencang! Review Lenovo Legion 9i 18IAX10 (YouTube Video)

  • 23/12/2025

Ini adalah laptop gaming super premium, super mewah, dan super kencang dari Lenovo. Pertama prosesornya pakai Intel Core Ultra 7 275 HX yang jelas super kencang. Kedua, disk GP-nya juga udah mentok kanan pakai RTX 5090 laptop yang punya VAM 24 GB. Ketiga, RAM-nya udah langsung 64 GB, storage langsung 2 TB, dan masih ada tiga slot SSD M.2 tambahan. Iya, enggak salah dengar ekstra 3 lagi. Keempat, layarnya 18 inci, resolusi 4K refresh rate 240 Hz, 100% DCI3 dan udah support HDR. Dan enggak cuma itu, laptop gaming ini punya teknologi layar 3D. Ini adalah Lenovo Legend 9i Gen 10 keluaran 2025 [musik] ya. Lenovo Legend 9i atau 9i dari namanya memang udah ketebak lah ya. Kalau yang satu ini adalah laptop gaming flagship-nya Lenovo ya. Kalau udah il itu udah wah rata kanan semua ya. Yang satu ini bukan hanya dirancang untuk gamer profesional, tapi juga content creator ekstrem yang butuh performa maksimal tanpa kompromi layaknya sebuah PC desktop dalam form factor laptop. Jadi enggak hanya untuk video editor ya, tapi untuk level desain 3D, 3D modeling hingga animasi semuanya itu bisa dikerjakan dengan lancar dengan laptop yang satu ini. Untuk kerjaan EA juga cocok banget ya karena GP-nya punya Viram 24 GB. Jelas ini lega banget. Dan seperti yang sudah dibahas di awal, ini adalah laptop gaming dengan layar 3D. Jadi untuk beberapa game yang sudah didukung oleh fitur ini, kita bisa aktifkan efek 3D-nya saat bermain game. Ya, efek 3D ini akan meningkatkan pengalaman dan imersivitas saat kita bermain game. Keren banget nih ya. Sayangnya memang kalian tidak akan bisa lihat karena untuk bisa melihat efek 3D-nya itu harus pakai mata langsung di sini. Dan menariknya ini enggak usah pakai kacamata loh, langsung aja lihat ke sini udah 3D. Sayangnya kan ini kameranya cuma satu ya pasti ya. Jadi enggak akan terlihat oleh kalian. Oke, langsung aja kita mulai pembahasannya dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesornya pakai Intel Core Ultra 9 processor 275 HX. COD name-nya AeroL. Littography TSMC N3B power 55 watt. Dia punya total 24 core 24 red yang terdiri dari 8 performance core dan 16 effisent core. Maksimum turbo frekuensinya di 5,4 GHz dan Intel smart cas-nya besar di 36 MB. Untuk NPU-nya dia pakai Intel AIBost up to 13 tops dengan integrated graphics Intel graphics yang punya 4X Corse tentunya saat ini sudah support akselerasi Quicks AV1 dan H265 juga ya. Untuk RAM langsung 64 GB DDR5 5200 dual channel 128 bit. Bukan cuma siap pakai tapi udah beneran langsung puas ya langsung 64 GB. Sebentar. Kalau masih butuh upgrade, kita tentunya bisa upgrade dan tidak perlu mengganti RAM yang terpasang karena laptop ini menyediakan total empat slot sodnya ya. Jadi menurut Lelevo kita bisa pasang RAM di sini sampai 192 GB. Tapi yang perlu diperhatikan kalau kita pasang sampai 4empat-empatnya sodim-nya kecepatannya akan jalan di DDR5 4.000 ya. Untuk storage-nya itu 2 TB SSD NVIA PCI Gen 5 udah lega banget. Tapi kalau masih kurang, tenang karena Lenovo menyediakan total 4 slot SSD M2 di laptop monster ini. Jadi kalau mau nambah itu enggak perlu ganti SSD terpasang ya. Nah, untuk ketiga slot lainnya ini menggunakan PCI Gen 4 ya. Jadi kita bisa nambah tiga lagi. Ngisi satu masih ada dua lagi. Tambah terus bisa. Untuk disk grafisnya dia pakai Nvidia GeForce RTX 5090 laptop GPU. Ini punya total 10.496 kuda CE. Jangan bilang itu kurang ya. Untuk kapasitas viramnya ada di 24 GB GDDR 7 256 bit. Maksimum TGP-nya up to 175 wat. Dia dilengkapi dengan rate racing course generasi keempat dan tensor course generasi kelima. Tentunya sudah support resizable bar. Untuk connectivitas wireless-nya dia pakai Intel Killer Wii. Ini WiFi 7 BE1750X ya. Udah sport Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya juga mentok rata kanan, enggak bisa lebih tinggi dari ini. 99,99 wat hour. Ini udah maksimal banget nih ya. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Untuk body form factornya tentunya clim shell atau laptop klasic. Untuk material bagian atasnya itu pakai base aluminium dengan lapisan carbon fiber untuk meningkatkan durabilitas. Untuk bagian lain-lainnya itu semua pakai aluminium. Nah, untuk desain Lenovo Legend 9i ini memiliki desain yang tergolong tegas dan berani ya kalau dibandingkan dengan laptop Legend yang lain. Dan karena cover atasnya pakai lapisan carbon fiber, kita bisa melihat ada semacam corak-corak yang random mirip seperti camo ya, tapi warna hitam biru tua gitu ya. Menurut Lenovo, tiap laptop akan memiliki desain unik dengan corak yang berbeda berkat treatment yang diaplikasikan pada lapisan carbon fiber ini. Nah, masih di bagian cover atas terdapat logo Legend yang dapat menyala dengan backlit RGB. Di bagian bawah juga terdapat LED RGB strip yang memberikan kesan gaming yang kencang banget di laptop ini. Ya, meskipun demikian, saat kita matikan seluruh pernak-pernik RGB-nya, desain laptop ini masih terasa kalem dan profesional khas laptop Legend. Nah, untuk pengaturan warna RGB ini dapat diatur melalui software Legion Space. Nah, untuk warna ini katanya namanya adalah Eclipse Black. Dimensinya panjang 40,3 cm, lebar 29,6 cm, dan ketebalannya 2,39 cm di sisi paling tipis dan 2,79 cm di sisi paling tebal. Nah, untuk bobotnya laptopnya aja di kisaran 3,7 kg dengan charger itu ada di kisaran 1 kg. Total kalau dibawa-bawa jadi sekitar 4,8 kg. Ya, wajar sih buat untuk sebuah laptop yang monster dengan layar besar ini ya. Nah, untuk display layarnya ini paling menarik nih ya. Pandelnya IPS ukuran 18 inci. Jadi ini puas banget ya. Resolusinya 4K 3840 * 2400 piksel dan aspek rasionya ada di 16 bing 10. Refresh rate-nya sudah langsung 240 Hz dan ini sudah support Nvidia GSNC ya. Ini bukan GSC compatible, Nvidia GS beneran. Jadi layarnya udah mantap banget kalau mau dipakai buat main game. Menurut Lelovo brightness-nya ada di 500 dis color gamut di 100% di CP3 dan udah dikalibrasi oleh Xtride Factory Color Calibration. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat keceraannya masih mirip ya dengan klaimnya ya, baik di mode SDR maupun mode HDR ada di kisaran 500 nitz dan untuk gamut covers dan gamut volume-nya sudah sangat mendekati klaim dari Lenovo. Lalu meskipun panel IPS layar laptop ini juga dilengkapi dengan hukungan HDR dengan sertifikasi display HDR 400. Jadi kalau mau dipakai buat nonton udah mantap banget. Layar ini udah dapat sertifikasi Tuv low blue light dan Tuv high gaming performance. Jadi nyaman kalau mau dipakai main gamer lama-lama ya. L ini juga sudah menggunakan teknologi 3D display. Nah, ini yang keren banget nih. Untuk pengaturan 3D kita bisa set melalui software 3D Studio. Jadi kita bisa merasakan pengalaman 3D tanpa pakai kacamata 3D di sini. Saat main game dengan fitur ini rasanya beneran asik banget sih ya. Jadi kalau kita lihat ke layar monitor rasanya seperti bukan liihat ke layar monitor tapi seperti melihat ke area luar ruangan melalui lubang jendela ya depth atau kedalaman tiap objek dalam game juga sangat terasa. Jadi pengalaman mainnya itu lebih imersif aja. Fitur seperti ini memang sulit ditangkap oleh kamera ya atau bahkan ya susah sama sekali ya karena pertama webcam dari laptop ini akan melakukan tracking jarak dan lokasi mata pengguna untuk mengaktifkan fitur 3D ini ya. Eh, walaupun diaktifkan sekalipun akan tidak bisa terlihat oleh kalian karena hanya satu kamera saja. Butuh kamera 3D sebetulnya untuk mengaktifkan ini. Dan kalian pun harus pakai mungkin kacamata 3D juga atau layar yang sama juga untuk bisa melihat efeknya ini ya. Jadi ya mohon maaf kalau kalian mau lihat efeknya langsung memang harus lihat secara langsung secara fisik benda yang satu ini. Kemudian walaupun kita menggunakan kacamata yang rabun jauh jadinya kita tetap bisa menikmati fitur dengan maksimal enggak ada masalah karena kita enggak butuh kacamata buat yang ini ya. dan kita bisa melakukan pengaturan dep dari efek 3D-nya saat bermain game. Tapi memang saat kita coba aktifkan fitur di game Black Myth Wukong resolusi 4K DLSS quality rate racing off dan kualitas cinematic terdapat penuran FPS sekitar 20% nih saat fitur 3D kita nyalakan. Ini wajar karena untuk membuat efek 3D seperti ini GP-nya memang perlu merrender gambarnya dua kali ya. Nah, untuk permukaan layar ini glossy membuat tampilan warnanya tuh jadi cemerlang aja di situ. Bingkai atas sedikit lebih tebal dari bingkai samping kanan kiri karena ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya laptop ini menggunakan kamera 5 megapel dengan teknologi 3D infrared tentunya sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti auto framing, background blur, dan eye contact juga. Kameranya juga sudah dilengkapi dengan e-shatter untuk meningkatkan keamanan dan privasi penggunanya. Untuk mikrofon ini terletak di samping kanan dan kiri kamera. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan no canceling dari laptopo legend 9 yang satu ini. Untuk kondisinya di sini kita atur kecepatan kipas laptop di 100% untuk mensimulasikan noise dari background dan hasilnya suara saya bisa terdengar dengan baik dan suara kipas bisa diram di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Lenovo Legend 9 yang satu ini. Untuk resolusinya ini dia maksimal sampai 1440p 30 fps. Dan di sini kita menggunakan lampu studio. Jadi pencahayaannya lumayan terang dan untuk hasilnya videonya juga cukup terang ya. Detailnya juga oke dengan noise yang minim. Oke, sekarang kita bicara soal audionya. Untuk speakernya ini benar-benar enggak bercanda. Di sini Legend 9i menggunakan konfigurasi 6 buah speaker yang terdiri dari 4 buah wover dan dua buah twwitter. Speakernya dioptimalisasi dengan software Nahimic audio dan smart amplifier. Untuk kualitas audionya ini super super mewah. Bukan yang paling bright sih, tapi ini justru memberikan kesan suara yang balance, rapi dan mewah. Separasinya rapi, bassnya juga terasa sangat-sangat memuaskan. Intinya ini sangat layak untuk sebuah laptop dengan harga segini. Dan kami tidak ada komplain sama sekali di sini. Mungkin kalian akan komplain karena kita tidak bisa memperdengarkan. Kadang enggak mungkin kalian bisa mendengarkan dentumannya kalau udah kita rekam terus kalian dengarkan dengan e sistem audio kalian sendiri. Enggak mungkin lagi. Untuk merasakannya kalian harus ketemu langsung dengan laptop ini. Tapi kalau kalian percaya sama kami ini luar biasa mantap suara speakernya ya. Lanjut untuk konektornya. Di sisi kiri ada satu USB 3.2 Gen 2 10 GBS dengan fitur always on. Lalu ada satu Ethernet port ada dua Thunderbolt dan ada satu audio combo jack 3,5 mm. Untuk di sebelah kanan ada satu USB 3.2 Gentu type C 10 GBS, ada satu SD carder, ada 2 USB 3.2 gen 2 yang 10 GBPS. Nah, di area belakang ada lagi 1 HDMI 2.1 up to 8K60 Hz dan ada 1 DC in. Jadi bisa dilihat ya, konektornya sangat lengkap dan jumlahnya juga melimpah. Bahkan punya slot SD card reader ukuran normal nih. Ini bukan micro SD ya. Nah, ini cocok untuk content creator yang sering mindahin file dari SD card kamera ke laptop tanpa perlu nambah SD card leader tambahan. Untuk keyboard, dia pakai Lenovo True Strike keyboard yang khas ada di laptop Legend. Travel key-nya ada di 1,6 mm dengan kedalaman cekungan yang cukup dalam di 0,3 mm. Saat digunakan ini beneran terasa sangat nyaman ya. Ini khas laptop-laptop gaming dari Lenovo. Switch-nya tergolong yang silent tapi tetap mantap kalau mau dipakai buat ngetik. Di sisi kanan terdapat tombol 6 pad yang menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end. Lalu untuk tombol anak panahnya juga punya ukuran yang penuh ya, jadi nyaman buat dipakai. Keyboardnya dilengkapi dengan backlit pergi RGB dengan pengaturan warna dan tingkat kecerahan yang dapat diatur melalui software Legion Space. Nah, untuk touchpad ini cukup besar 15 * 9,5 cm. Tidak tersedia tombol khusus untuk klik kanan dan kiri, tapi tentunya ini sudah support precision touchpad. Untuk posisinya ini juga menarik sekali. Ini tidak center to body, ini center to space bar. Jadi untuk mengetik di sini nyaman sekali ya. Lanjut untuk sistem keamanannya. Karena kameranya sudah memiliki teknologi 3D infrared, jadi kita bisa gunakan Windows Hello untuk masuk ke Windows tanpa perlu ngetik password atau ngisi pin lagi. Nah, lalu untuk sistem pendingin Lenovo juga enggak bercanda. Di sini Legend 9i menggunakan sistem pendingin yang diberi nama Legion Cold Front Vaper. Kombinasi dari vaper chamber dan hyper chamber yang ada di dalam laptopnya. Kita bisa lihat total ada empat buah kipas pendingin di dalam laptop ini. Dua di area biasa di samping kanan kiri laptop dekat lubang pembuangan udara. Satu dekat SSD PC Gen 5. Dan satu lagi di dekat area tiga slot SSD M.2 tambahan. Kipas ini meniup udara dingin ke area hyper chamber yang berfungsi untuk membuang panas dari komponen penting seperti CPU, GPU, VRM dan VRAM ke heatsing di area pembuangan udara. Intake udara dari bawah dan lubang pungungan udaranya ada di belakang semuanya. Jadi gak ada tuh kena ke tangan di kanan kiri ya. Aman semua. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Kalau bicara soal performa, ada mode performa yang dapat kita ubah melalui software Legion Space dengan empat opsi, yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Saat kita klik ikon kecil di sebelah mode custom terbuka menu tambahan dengan mode tambahan yaitu extreme mode. Selain itu, kita dapat mengatur berbagai parameter secara manual menggunakan slider yang tersedia dan melakukan save profile di pengaturan yang telah kita ubah. Nah, dalam mode ini kita juga bisa mengatur suhu maksimal yang diizinkan untuk CPU-nya, ya. Nah, lalu kita juga bisa mengatur kecepatan kipas dalam mode yang satu ini. Selain itu, melalui software Legion Space, pengaturan mode performa juga dapat dilakukan melalui shortcut function plus huruf Q. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujiannya. Nah, kali ini kami serahkan ke Rifki. Iya. Seperti biasa untuk pengujian kita mulai dari konsistensi performanya terlebih dahulu menggunakan Cineb R23 stability test untuk skor maksimal. Di mode balance mencapai 32.582 poin, di mode performance mencapai 39.725 poin, dan di mode custom dengan setting ekstrem mencapai 40.314 poin. Ini tinggi banget ya skornya. Sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance ada di kisaran R30.000 sampai 32.000-an poin. Mode performance di kisaran R7.000 sampai 39.000-an poin. Dan mode custom dengan setting ekstrem ada di kisaran 38.000-an ribuan poin. Berikutnya kita lihat suhu kerjanya saat menjalankan Cinebch R23 stabilitas ini. Di mode custom dengan setting ekstrem tadi, suhu terlihat agak tinggi ya di kisaran 100 sampai 104 derajat Celcius. Kalau di mode performance suhu batasnya ini masih sama di 104 derajat Celcius tapi batas bawahnya sedikit turun. Bukan di 100 derajat Celcius lagi tapi di 96 derajat Celcius. Sebenarnya kalau kita merujuk dari data dari Intel ini termasuk batas aman ya. Karena suhu pengoperasian maksimal prosesornya itu ada di 105 derajat Celcius. Jadi sebenarnya ini masih di bawah batas suhu maksimalnya gitu. Tapi kalau memang khawatir dengan suhunya, tenang karena kita bisa atur suhu maksimal CPU melalui software Legend Space. Sebagai contoh, kali ini kita coba dengan pengaturannya mode ekstrem. Jadi untuk pengaturan power limit semua sama seperti mode ekstrem, tapi bedanya yang satu ini kita turunkan suhu maksimalnya, batas suhu maksimalnya ke 95 derajat Celcius. Dan hasilnya suhu memang terlihat lebih rendah ya, hanya di kisaran 94 sampai 96 derajat Celcius. Dan dengan suhu yang turun segini performanya ini masih mirip-mirip kok sebenarnya karena kalau kita cek stability test lagi di mode yang ini tadi, mode custom yang suhunya kita batasi di 95 derajat Celcius. Skor tertinggi ada di 39.543 poin dan untuk skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 38.000an poin. Jadi bisa dilihat ya ini skornya masih mirip-mirip bangetlah sama mode ekstrem yang tadi. Nah, kalau misal memang batas suhunya mau diturunkan lebih rendah lagi, ini masih bisa ya. Tinggal disesuaikan aja dengan kenyamanan kalian yang menggunakan. Dan untuk pengujian berikutnya, kali ini kita akan gunakan mode custom dengan pengaturan limit di ekstrem. Tapi suhunya kita turunkan ke 95 derajat Celcius. Jadi batas limit suhunya itu di 95 gitu. Pertama kita jalankan Blender 4.5 Barber Shop test. Untuk CPU render dia ada di 10 menit 50 detik. Dan kalau kita pakai GPU renderer menggunakan kuda dia jadi 1 menit 16 detik. Untuk suhu kerjanya saat kita gunakan GPU render tadi suhu GPU ada di kisaran 50 sampai 66 derajat Celcius dan suhu GPU ada di kisaran 50 sampai 57 derajat Celcius. Berikutnya untuk Adobe Premiier CC 2025 menggunakan video 2 menit 7 detik seperti yang biasanya. Untuk 4K60 video export kalau kita pakai software only proses export selesai dalam waktu 3 menit 46 detik. Sedangkan kalau kita pakai kuda dia selesai dalam waktu 55 detik. Lalu kalau videonya 1080p 60 fps, software only selesai dalam waktu 44 detik. Dan kalau kita pakai kuda GPU acceleration dia selesai dalam waktu 16 detik. Ini kencang banget ya. Ini untuk suhu kerjanya saat kita gunakan 4K60 video export tadi, suhu CPU ada di kisaran 42 sampai 49 derajat Celcius dan suhu GPU ada di kisaran 40 sampai 45 derajat Celcius. Berikutnya kita juga tes menggunakan Dafincy Resolve 19.1. Yang ini adalah software video editor kelas profesional tapi kita pakai versi gratisnya. Menggunakan video yang masih sama dengan durasi 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export dia selesai dalam waktu 1 menit 32 detik. Dan kalau videonya 1080p 60 fps, dia selesai dalam waktu 25 detik aja. Untuk suhu kerjanya saat kita lakukan 4K60 video export tadi, suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 90 derajat Celcius dan SU GPU ada di kisaran 50 sampai 60 derajat Celcius. Berikutnya kita tes kemampuan GPU-nya dengan software 3D Mark. Ini kita lihat grafic skornya ya. Di 3D Mark Firestrike ini Direct X11 skornya ada di 54.638 638 poin. Dan kalau kita tes di time spy atau menggunakan direct X12-nya, skornya mencapai 24.855 poin. Ini skornya udah tinggi banget ya. Lalu untuk suhu kerjanya saat kita cek di time spy stress test, suhu GPU ada di kisaran 50 derajat celcius. Jadi ini udah aman banget, udah enggak ada masalah lah ya. Tentu saja karena ini laptop gaming, kita juga akan tes buat gaming. Dan ini kencang loh. Enggak percaya? Coba kalian lihat sendiri hasilnya. Nah, di game yang terakhir ini kita mainkan Assassin's Creed Mirage selama 30 menit. SU CPU terlihat sangat aman di kisaran 50 derajat Celcius aja dengan sekali spike di 75 derajat Celcius. Ini cuman sekali aja ya di pertengahan pengujian. Sedangkan suhu GPU-nya ini juga aman di kisaran 49 sampai 51 derajat Celcius. Adem lah ini ya. Jadi kalau memang software yang kalian gunakan itu bisa membebani CPU dan GPU secara bersamaan, suhu CPU-nya bisa dijaga dengan sangat aman. Seperti contohnya kalau kita nge-game ini tadi atau kita pakai Adobe Premiere Pro tadi, semua aman ya suhunya. Kemudian untuk suhu permukaannya ini juga adem ya. Seluruh area permukaan keyboard suhunya terlihat sangat aman. Semuanya di bawah 40 derajat Celcius. Area terpanas itu ada di bagian tengah dengan kisaran 32 sampai 39 derajat Celcius. Untuk titik dengan suhu tertingginya ada di dekat huruf H, J, dan U yang hanya mencapai 39 derajat Celcius. Untuk area kiri suhunya ada di bawah 31 derajat Celcius dan untuk area kanan suhunya ada di bawah 33 derajat Celcius. Jadi emang adem banget ya ini ya. Sedangkan kalau area palmres jelas aman di bawah 30 derajat Celcius. Berikutnya kita lakukan pengujian storage menggunakan kristal dismark. Untuk kecepatan bacanya atau read-nya ini ada di 11.298 MB/ sedangkan kecepatan tulisnya di 13.364 364 MB/s. Iya, ini emang beneran kecepatan SSD PCI Gen 5 ya. Jadi udah enggak nanggung-nanggung, udah bukan pakai Gen 4 tapi langsung dikasih PCI Gen 5 yang emang kecepatannya itu beneran kencang banget gitu, bisa sampai belasan ribu. Berikutnya kita masuk ke pengujian baterai. Untuk pengujian baterai kita gunakan mode balance karena ini adalah mode default dari saat laptopnya dinyalakan ya. Dan mode GPU-nya dihybrid karena ini mode default juga. Untuk refresh rate layer kita juga taruh di 240 Hz karena ini mode default-nya juga. Brightness-nya seperti biasa kita set di 150 units dengan volume 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai baru habis setelah 5 jam pas. Ya, sebenarnya ini hasil yang wajar ya untuk sebuah laptop gaming high end dengan performa seperti ini dengan layar yang ukurannya 18 inci, resolusinya 4K. Ini sih udah oke lah ya. Dan kalau mau lebih hemat lagi, kita bisa gunakan mode quiet. Untuk mode GPU-nya kita bisa ubah ke IGP hybrid dan refresh rate kita turunkan ke 75 Hz. Hasilnya saat kita gunakan pengujian yang sama, lokal video playback 1080p tadi, baterainya bisa bertahan sedikit lebih lama di 8 jam 5 menit. Berikutnya kita tes kemampuan charging-nya. Untuk 30 menit pertama baterai sudah terisi 38% dan untuk mencapai 100% dia butuh waktu 2 jam pas. Ini sebenarnya udah bagus ya untuk sebuah laptop gaming dengan kapasitas baterai yang 99,99 wat hour. Ini udah bagus sebenarnya enggak ada masalah. Tapi Lenovo itu punya fitur rapid charge yang ada di laptop ini. Jadi kita coba sekali lagi test charging tapi fitur rapid charge-nya kita nyalakan ya. Dan kalau kita nyalakan 30 menit pertama itu udah terisi 50%. Dan untuk mencapai 100% hanya butuh waktu 1 jam 30 menit. Ini kencang banget ya. Ingat baterainya 99,99 wat hour. Berikutnya kita akan bahas harga dan masalah garansi. Ini saya lempar balik ke Mas Dedy ya. Oke, untuk harganya. Nah, unit yang kami uji ini ya harganya ada di Rp99.999.000 dan semuanya sudah termasuk Microsoft Office Home 2024. Garansi langganan Microsoft Office 365 basic selama 1 tahun dan gratis langganan PC Game Pass selama 3 bulan. Game-game ini semua original ya dan gratis. Jadi kalian tinggal instal aja lewat Microsoft Store ya. Enak nih kalau gini ya udah enggak perlu bingung beli game lagi karena ada ratusan game dari berbagai general yang bisa dimainkan. Lalu masih ada lagi nih masih ada garansi Legend Ultimate Support. Iya bukan satu atau 2 tahun tapi 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection selama 3 tahun juga. Nah, dengan garasi tersebut kita dapat mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenopo yang juga seorang gamer dalam hal optimalisasi hardware dan juga software. Teknisinya dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun melalui fitur chat, telepon, tol free, maupun email. Enggak sampai di situ aja ya, ada juga dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi enggak perlu datang ke service center. Oh ya, untuk garansi accidental damage protection ini akan menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama. seperti kalau ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja, keretakan pada panel LCD, keyboard mati atau core setting listrik. Ini ditanggung 100% selama 3 tahun dan dapat diklaim lebih dari sekali selama bukan part yang sama. Untuk part yang sama maksimum dua kali sebetulnya ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kalau yang dicari adalah sebuah laptop tipis dan ringan, sangat tidak cocok. Yang satu ini memang, ya. Sangat enggak cocok. Mungkin kalian bisa lirik ke lini yoga ya, itu jelas tipis dan ringan. Kemudian ini perlu diperhatikan memang kalau kita lost aja suhunya semuanya ya limiternya enggak dipakai suhunya memang dari prosesor ini bisa agak tinggi 104 derajat celcius sementara limit prosornya ada di 105 derajat Celcius. Nah solusinya sudah disediakan di sini seperti dibahas tadi kita bisa membuat limit dari suhu prosesornya itu lebih rendah. Kalau kita set ke 95 derajat Celcius ya udah prosesornya cuma mentok di 95 derajat Celcius aja. Dan yang menariknya di sini adalah performanya sebetulnya enggak beda jauh, cuma beda sedikit doang. Dari sisi menariknya nih ya, pertama jelas eh layarnya dulu deh. Ini menarik banget. Resol 4K 240 Hz, 100% JP3 dan punya fitur 3D ya. Buat gaming asik, buat content creation masih cocok banget di sini. Lalu performanya ini jelas enggak bercanda ya, prosesornya kencang. Intel Core Ultra 9 275 HX multitasking super lancar di sini. Buat gaming ngebut banget di sini. Nah, content creation. Nah, ini enggak jadi masalah di sini ya, karena udah pakai diskret GPU, Nvidia, Geers, RTS 5090 laptop yang kencang parah. V RAM-nya sampai 24 gig. Buat AI udah oke banget. RAM-nya langsung 64 GB udah siap pakai. Masih bisa di-upgrade pula yang satu ini RAM-nya ya, tanpa ganti RAM yang udah terpasang. Store Samsung 2 T dan masih bisa di-upgrade dan di-upgrade dan di-upgrade lagi karena ada tiga slot kosong lagi untuk nambahin ya. Lalu untuk pengaturan mode performa di software Legend Space ini sudah sangat-sangat lengkap ya. Cocok buat kalian suka otak-atik performa. Bahkan kalau takut suhunya ketinggian seperti dibahas tadi, atur aja suhu maksimal CPU-nya enggak ada masalah bisa jalan di situ ya. Lalu desain ini masih tergolong profesional dan kalau mau ketan gaming tinggal nyalain aja lampu RGM-nya tiba-tiba gaming banget. Konektor udah super lengkap. SD card reader ada, Thunderbard 5 juga ada. WiFi udah WiFi 7 udah future proof dan garansinya mantap banget. 3 tahun Legend Ultimate support lengkap dengan 3 tahun accidental damage protection juga. Jadi pertanyaannya laptop yang satu ini yang monster banget ini cocoknya buat siapa? Ya pertama sih bakal kita bilang bahwa laptop ini cocok dipakai oleh content creator kelas profesional ya. Dipakai buat kerja, buat cari duit, mau ngedit video sampai 8K pun enggak ada masalah. Desain 3D Cat lancar semuanya ya. di pakai kerjaan AI juga cocok banget ya. GP super kencang, V RAM-nya super lega di 24 GB. Jadi speknya udah max lah di sini ya. Lalu mau dipakai main game? Ya jelas bisalah ya. Layar support 3D buat game juga main game jadi terasa imersif dan oh ya layar 3D-nya tidak mengganggu kita untuk content creation loh ya. Nah jadi Lenovo Legend 9 ini memang keren banget. Performanya udah super super kencang. Fiturnya udah lengkap banget. Inovasinya juga sangat menarik dan laptop yang satu ini sudah dijual loh di Indonesia ya. Bukan cuma dipamer di event besar seperti C dan ini bukan prototype. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop high performance. Laptop gaming dengan performa paling tinggi di sini ya. Dengan layar yang unik dan mewah banget. Sepertinya Lenovo Legend 9i yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube